Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Riset

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Berhasil Ciptakan Inovasi PRAKE (Phrase-Refined RAKE), Tim Peneliti DIKE FMIPA UGM Tunjukkan Solusi Baru Mengekstrak Frasa Penting dari Dokumen Panjang

Dokumen akreditasi program studi seringkali mencapai ratusan halaman. Di dalamnya tersimpan banyak sekali informasi penting, namun mengekstrak frasa-frasa kunci secara manual riskan terlewat dan kurang efisien. 

Tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan solusi. Tim ini mengembangkan PRAKE (Phrase-Refined RAKE), sebuah inovasi algoritma yang dirancang untuk mengekstrak frasa-frasa penting dari dokumen naratif panjang dan kompleks, seperti borang akreditasi.

Hasil pengujian pada dokumen akreditasi di lingkungan LAM INFOKOM menunjukkan bahwa PRAKE mencapai nilai F1-score 0,85 yang menandakan bahwa algoritma ini mampu menangkap informasi secara tepat dan lengkap.

Algoritma RAKE (Rapid Automatic Keyword Extraction) yang biasanya digunakan memiliki kelemahan seperti hanya memisahkan frasa berdasarkan kata-kata umum seperti “dan”, “atau”, atau “yang”. Akibatnya, dalam dokumen panjang yang kaya narasi, banyak frasa pendek kehilangan konteks.

Misalnya, kata “ps” akan berdiri sendiri. Padahal dalam dokumen akreditasi, ia adalah bagian dari frasa utuh seperti “rumusan VMTS ps”. PRAKE hadir untuk memperbaiki kelemahan itu.

Sementra itu, PRAKE melengkapi frasa yang terpotong, menggabungkan frasa yang semestinya utuh, serta menyusun ulang elemen semantik yang tersebar dalam kalimat kompleks. PRAKE juga memberi bobot lebih pada istilah-istilah penting dalam dunia akreditasi seperti “strategi”, “kebijakan”, dan “evaluasi”. Selain itu, PRAKE membersihkan teks dari karakter non-alfabetik dan menyaring kata kerja umum, tetapi tetap mempertahankan kata kerja substantif seperti “mengevaluasi”.

Dengan ketiga keunggulan ini, PRAKE mampu menghasilkan frasa yang lebih panjang (3–5 kata) dan jauh lebih informatif dibandingkan algoritma standar.

Inovasi ini dikerjakan oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM. Tim ini terdiri dari Helena Nurramdhani Irmanda, S.Pd., M.Kom., Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. dan  Dr. Sri Mulyana, M.Kom.

Pengembangan PRAKE ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini membantu proses pengelolaan dan analisis dokumen akreditasi menjadi lebih efektif, akurat, dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen dan Mahasiswa FMIPA UGM Mengembangkan Model Berbasis AI untuk Analisis Pascagempa dan Mitigasi Bencana Seismik

Gempa bumi berkekuatan 6,4 M yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, belum lama ini menjadi perhatian luas masyarakat. Pasalnya, getaran yang ditimbulkan dapat  dirasakan hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2025 oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menjadi relevan, utamanya untuk mendukung upaya analisis pascagempa dan pengurangan risiko bencana seismik.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FMIPA UGM yaitu Dr. Ir. Ari Fadli, S.T., M.Eng., IPM (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo , M.Sc. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Dr. Assoc. Prof. Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), dan Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. (Departemen Fisika).

Melalui penelitian ini, telah dikembangkan sebuah model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama ConvBiLSTM-Net, yang dirancang untuk menganalisis parameter utama gempa bumi, meliputi magnitudo, kedalaman, serta lokasi pusat gempa (episenter). Model ini menggabungkan analisis pola ruang (spasial) dan pola waktu (temporal) dari data historis gempa bumi serta informasi kepadatan sesar aktif di Indonesia.

Pendekatan yang dikembangkan sangat bermanfaat dalam tahapan pascagempa, antara lain untuk menganalisis kemungkinan gempa susulan, mengidentifikasi wilayah yang masih berpotensi berisiko, serta meningkatkan ketelitian pemetaan kerawanan gempa.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ConvBiLSTM-Net memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan berbagai model pembelajaran mesin lainnya. Model ini dinilai lebih akurat dan stabil dalam mengenali pola lokasi episenter gempa, yang merupakan aspek penting dalam mitigasi bencana.

Dalam kaitannya dengan kebijakan kebencanaan nasional, riset ini dapat menjadi rujukan ilmiah bagi lembaga seperti BMKG dan BNPB, khususnya dalam memperkuat analisis pascagempa, evaluasi risiko wilayah terdampak, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis data.

Secara keseluruhan, riset ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam memperkuat ketangguhan wilayah terhadap risiko gempa, dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang mendorong peningkatan kapasitas adaptif terhadap bencana alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More

Masa Depan Tambang Indonesia: Sinergi AI, Data, dan Energi Baru

JAKARTA, Industri pertambangan nasional menghadapi momentum transformasi vital di tengah volatilitas pasar global. Tidak lagi sekadar mengandalkan cadangan sumber daya, masa depan sektor ini bertumpu pada kecerdasan digital dan kemandirian teknologi. Isu strategis ini menjadi fokus utama dalam forum “Mining Full Technology” yang digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UGM, Keluarga Alumni FMIPA UGM, berkolaborasi bersama Djakarta Mining Club di Auditorium Indonesia Power, Jakarta, 28 November 2025.

Membuka perspektif pemerintah, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara, Surya Herjuna, yang mewakili Menteri ESDM, menegaskan komitmen pemerintah dalam digitalisasi sektor tambang. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap Minerba One, super aplikasi terintegrasi hasil kolaborasi dengan FMIPA UGM, yang dinilai sebagai bukti nyata kontribusi akademisi dalam mewujudkan tata kelola minerba yang transparan dan akuntabel.

Dukungan institusional turut disuarakan oleh Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., yang hadir menegaskan dukungan penuh universitas terhadap kolaborasi ini sebagai langkah konkret hilirisasi riset ke dunia industri.

Menjabarkan peran strategis kampus, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., mengajak korporasi tambang untuk mengubah paradigma riset. “Perusahaan tidak perlu menanggung beban investasi fasilitas riset yang mahal dan dari nol. Jadikan FMIPA UGM mitra R&D (Research and Development) strategis Anda,” tegas Prof. Kuwat. Ia memaparkan kesiapan fakultas menyediakan solusi teknologi hulu-hilir, dengan berbagai pengalaman dari sistem AI untuk deteksi geologis dan optimalisasi operasional.

Diskusi forum juga menyoroti riset strategis mengenai potensi hilirisasi isotopik berbasis nikel dan thorium dari limbah timah. Inovasi ini berpotensi menjadi kunci pengembangan baterai berukuran kecil yang mampu beroperasi dalam jangka waktu panjang.

Memperkaya perspektif ekosistem industri, forum ini turut menghadirkan pembicara ahli dari Vale, MIND ID, PLN Enjinering, Gowell Energy, dan Red Hat. Para pemangku kepentingan ini membedah kesiapan infrastruktur energi dan digital, menegaskan perlunya integrasi dan riset AI yang solid antara korporasi tambang dan penyedia teknologi.

Terkait strategi adopsi teknologi, Ketua Umum KAMIPAGAMA, Daniel Oscar Baskoro, menekankan bahwa inisiatif ini harus berorientasi pada profitabilitas. “Kemitraan R&D dengan kampus memastikan pemanfaatan AI dapat dikonversi menjadi keuntungan finansial perusahaan tambang melalui efisiensi biaya dan operasional yang presisi, sehingga teknologi berdampak langsung pada bottom line perusahaan,” tegas Oscar.

Menutup diskusi, Ketua Djakarta Mining Club, Mangantar S. Marpaung, menyoroti kebutuhan lapangan. “Pemanfaatan teknologi cerdas dan AI sangat dibutuhkan untuk menjawab kendala geografis di medan tropis yang sulit, sekaligus membereskan kompleksitas administrasi operasional yang selama ini membebani industri,” pungkasnya.

Forum ini menyimpulkan bahwa kedaulatan pertambangan masa depan Indonesia akan ditentukan oleh aksi dan kolaborasi yang solid, mengantarkan Indonesia menjadi pemain kunci industri pertambangan cerdas global.

Narahubung : setdekan.mipa@ugm.ac.id
Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/26Li7qzh9xY/full?utm_source=App&utm_medium=wa&shareID=KCeS6MMWbtJF
Foto: Muhamad Muhibudin Zain

Read More

FMIPA UGM Gelar Forum Diskusi sebagai Wadah untuk Ciptakan Solusi dan Inovasi Terkait Pertambangan Indonesia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM mengadakan Forum Diskusi Panel bertemakan Miningfull Technology. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025 di Auditorium Indonesia Power, Jakarta Selatan. Dengan peserta kegiatan merupakan profesional dari dunia industri pertambangan, serta pembuat kebijakan dan regulator pertambangan, forum ini diinisiasi oleh FMIPA UGM dan KAMIPAGAMA (Keluarga Alumni FMIPA UGM) sebagai wadah untuk menghubungkan para profesional agar dapat berbagi serta berdiskusi pengalaman dan permasalahan.

Acara ini dibuka dengan penekanan kolaborasi lintas sektor, mulai dari sambutan Pak Daniel Oscar Baskoro selaku perwakilan dari KAMIPAGAMA yang menegaskan pentingnya sinergi antara industri, akademisi, dan praktisi teknologi untuk mendukung nilai-nilai ESG serta menjadikan teknologi sebagai peningkat keberlanjutan, bukan sekadar efisiensi. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, regulator, dan praktisi guna memahami kebutuhan nyata industri pertambangan dan merumuskan agenda konkret, khususnya dalam riset menuju net-zero dan low-carbon emission.

Perwakilan Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Direktorat Jendral Minerba, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyoroti besarnya risiko di sektor pertambangan, baik lingkungan maupun kepentingan publik, serta keterbatasan pemanfaatan AI dan teknologi di sektor minerba, sehingga berharap forum ini dapat menjadi wadah untuk memperoleh dukungan dan memperkuat pengawasan di industri tersebut.

Kegiatan terdiri dari tiga sesi dengan topik dan narasumber yang berbeda. Pada sesi pertama, pembahasan berfokus pada optimalisasi AI untuk profitabilitas dan efisiensi operasional tambang. Sesi pertama ini mengundang Widyanto Andono sebagai perwakilan dari GoWell International serta Raka Satrio sebagai perwakilan dari Red Hat.

Dilanjutkan dengan topik strategi hilirisasi efisiensi energi smelter dan inovasi digital pada sesi kedua. Sesi kedua ini diisi oleh tiga narasumber yaitu Muhidin selaku Division Head Downstream Energy MIND ID, dan Sofuan Karnadi selaku VP Instrumentation and Engineering Support PT PLN Engineering.

Sesi terakhir yaitu sesi ketiga, yang berfokus pada inovasi teknologi upstream di masa depan dan model operasi baru dari lini upstream. Dengan menghadirkan Mangantar S. Marapaung selaku Chairman Djakarta Mining Club serta Slamet Sugiharto selaku Director TEchnology Officer PT Vale Indonesia, sesi ini lebih menekankan pada diskusi teknologi, investasi, dan keberlanjutan.

Forum diskusi Miningfull Technology ini turut mendukung tujuan dari Suistanable Development Goals (SDGs) poin ke 9 (Industri, Inovasi, dan INfrastruktur), serta poin ke 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM membuka sebuah kesempatan dalam agar menciptakan solusi bersama demi pertambangan Indonesia yang tetap kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Foto: Sekar Melati Putri Pratiwi

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Berhasil Ciptakan Inovasi PRAKE (Phrase-Refined RAKE), Tim Peneliti DIKE FMIPA UGM Tunjukkan Solusi Baru Mengekstrak Frasa Penting dari Dokumen Panjang

Dokumen akreditasi program studi seringkali mencapai ratusan halaman. Di dalamnya tersimpan banyak sekali informasi penting, namun mengekstrak frasa-frasa kunci secara manual riskan terlewat dan kurang efisien. 

Tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan solusi. Tim ini mengembangkan PRAKE (Phrase-Refined RAKE), sebuah inovasi algoritma yang dirancang untuk mengekstrak frasa-frasa penting dari dokumen naratif panjang dan kompleks, seperti borang akreditasi.

Hasil pengujian pada dokumen akreditasi di lingkungan LAM INFOKOM menunjukkan bahwa PRAKE mencapai nilai F1-score 0,85 yang menandakan bahwa algoritma ini mampu menangkap informasi secara tepat dan lengkap.

Algoritma RAKE (Rapid Automatic Keyword Extraction) yang biasanya digunakan memiliki kelemahan seperti hanya memisahkan frasa berdasarkan kata-kata umum seperti “dan”, “atau”, atau “yang”. Akibatnya, dalam dokumen panjang yang kaya narasi, banyak frasa pendek kehilangan konteks.

Misalnya, kata “ps” akan berdiri sendiri. Padahal dalam dokumen akreditasi, ia adalah bagian dari frasa utuh seperti “rumusan VMTS ps”. PRAKE hadir untuk memperbaiki kelemahan itu.

Sementra itu, PRAKE melengkapi frasa yang terpotong, menggabungkan frasa yang semestinya utuh, serta menyusun ulang elemen semantik yang tersebar dalam kalimat kompleks. PRAKE juga memberi bobot lebih pada istilah-istilah penting dalam dunia akreditasi seperti “strategi”, “kebijakan”, dan “evaluasi”. Selain itu, PRAKE membersihkan teks dari karakter non-alfabetik dan menyaring kata kerja umum, tetapi tetap mempertahankan kata kerja substantif seperti “mengevaluasi”.

Dengan ketiga keunggulan ini, PRAKE mampu menghasilkan frasa yang lebih panjang (3–5 kata) dan jauh lebih informatif dibandingkan algoritma standar.

Inovasi ini dikerjakan oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM. Tim ini terdiri dari Helena Nurramdhani Irmanda, S.Pd., M.Kom., Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. dan  Dr. Sri Mulyana, M.Kom.

Pengembangan PRAKE ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini membantu proses pengelolaan dan analisis dokumen akreditasi menjadi lebih efektif, akurat, dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen dan Mahasiswa FMIPA UGM Mengembangkan Model Berbasis AI untuk Analisis Pascagempa dan Mitigasi Bencana Seismik

Gempa bumi berkekuatan 6,4 M yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, belum lama ini menjadi perhatian luas masyarakat. Pasalnya, getaran yang ditimbulkan dapat  dirasakan hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2025 oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menjadi relevan, utamanya untuk mendukung upaya analisis pascagempa dan pengurangan risiko bencana seismik.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FMIPA UGM yaitu Dr. Ir. Ari Fadli, S.T., M.Eng., IPM (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo , M.Sc. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Dr. Assoc. Prof. Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), dan Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. (Departemen Fisika).

Melalui penelitian ini, telah dikembangkan sebuah model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama ConvBiLSTM-Net, yang dirancang untuk menganalisis parameter utama gempa bumi, meliputi magnitudo, kedalaman, serta lokasi pusat gempa (episenter). Model ini menggabungkan analisis pola ruang (spasial) dan pola waktu (temporal) dari data historis gempa bumi serta informasi kepadatan sesar aktif di Indonesia.

Pendekatan yang dikembangkan sangat bermanfaat dalam tahapan pascagempa, antara lain untuk menganalisis kemungkinan gempa susulan, mengidentifikasi wilayah yang masih berpotensi berisiko, serta meningkatkan ketelitian pemetaan kerawanan gempa.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ConvBiLSTM-Net memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan berbagai model pembelajaran mesin lainnya. Model ini dinilai lebih akurat dan stabil dalam mengenali pola lokasi episenter gempa, yang merupakan aspek penting dalam mitigasi bencana.

Dalam kaitannya dengan kebijakan kebencanaan nasional, riset ini dapat menjadi rujukan ilmiah bagi lembaga seperti BMKG dan BNPB, khususnya dalam memperkuat analisis pascagempa, evaluasi risiko wilayah terdampak, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis data.

Secara keseluruhan, riset ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam memperkuat ketangguhan wilayah terhadap risiko gempa, dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang mendorong peningkatan kapasitas adaptif terhadap bencana alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More

Masa Depan Tambang Indonesia: Sinergi AI, Data, dan Energi Baru

JAKARTA, Industri pertambangan nasional menghadapi momentum transformasi vital di tengah volatilitas pasar global. Tidak lagi sekadar mengandalkan cadangan sumber daya, masa depan sektor ini bertumpu pada kecerdasan digital dan kemandirian teknologi. Isu strategis ini menjadi fokus utama dalam forum “Mining Full Technology” yang digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UGM, Keluarga Alumni FMIPA UGM, berkolaborasi bersama Djakarta Mining Club di Auditorium Indonesia Power, Jakarta, 28 November 2025.

Membuka perspektif pemerintah, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara, Surya Herjuna, yang mewakili Menteri ESDM, menegaskan komitmen pemerintah dalam digitalisasi sektor tambang. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap Minerba One, super aplikasi terintegrasi hasil kolaborasi dengan FMIPA UGM, yang dinilai sebagai bukti nyata kontribusi akademisi dalam mewujudkan tata kelola minerba yang transparan dan akuntabel.

Dukungan institusional turut disuarakan oleh Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., yang hadir menegaskan dukungan penuh universitas terhadap kolaborasi ini sebagai langkah konkret hilirisasi riset ke dunia industri.

Menjabarkan peran strategis kampus, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., mengajak korporasi tambang untuk mengubah paradigma riset. “Perusahaan tidak perlu menanggung beban investasi fasilitas riset yang mahal dan dari nol. Jadikan FMIPA UGM mitra R&D (Research and Development) strategis Anda,” tegas Prof. Kuwat. Ia memaparkan kesiapan fakultas menyediakan solusi teknologi hulu-hilir, dengan berbagai pengalaman dari sistem AI untuk deteksi geologis dan optimalisasi operasional.

Diskusi forum juga menyoroti riset strategis mengenai potensi hilirisasi isotopik berbasis nikel dan thorium dari limbah timah. Inovasi ini berpotensi menjadi kunci pengembangan baterai berukuran kecil yang mampu beroperasi dalam jangka waktu panjang.

Memperkaya perspektif ekosistem industri, forum ini turut menghadirkan pembicara ahli dari Vale, MIND ID, PLN Enjinering, Gowell Energy, dan Red Hat. Para pemangku kepentingan ini membedah kesiapan infrastruktur energi dan digital, menegaskan perlunya integrasi dan riset AI yang solid antara korporasi tambang dan penyedia teknologi.

Terkait strategi adopsi teknologi, Ketua Umum KAMIPAGAMA, Daniel Oscar Baskoro, menekankan bahwa inisiatif ini harus berorientasi pada profitabilitas. “Kemitraan R&D dengan kampus memastikan pemanfaatan AI dapat dikonversi menjadi keuntungan finansial perusahaan tambang melalui efisiensi biaya dan operasional yang presisi, sehingga teknologi berdampak langsung pada bottom line perusahaan,” tegas Oscar.

Menutup diskusi, Ketua Djakarta Mining Club, Mangantar S. Marpaung, menyoroti kebutuhan lapangan. “Pemanfaatan teknologi cerdas dan AI sangat dibutuhkan untuk menjawab kendala geografis di medan tropis yang sulit, sekaligus membereskan kompleksitas administrasi operasional yang selama ini membebani industri,” pungkasnya.

Forum ini menyimpulkan bahwa kedaulatan pertambangan masa depan Indonesia akan ditentukan oleh aksi dan kolaborasi yang solid, mengantarkan Indonesia menjadi pemain kunci industri pertambangan cerdas global.

Narahubung : setdekan.mipa@ugm.ac.id
Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/26Li7qzh9xY/full?utm_source=App&utm_medium=wa&shareID=KCeS6MMWbtJF
Foto: Muhamad Muhibudin Zain

Read More

FMIPA UGM Gelar Forum Diskusi sebagai Wadah untuk Ciptakan Solusi dan Inovasi Terkait Pertambangan Indonesia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM mengadakan Forum Diskusi Panel bertemakan Miningfull Technology. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025 di Auditorium Indonesia Power, Jakarta Selatan. Dengan peserta kegiatan merupakan profesional dari dunia industri pertambangan, serta pembuat kebijakan dan regulator pertambangan, forum ini diinisiasi oleh FMIPA UGM dan KAMIPAGAMA (Keluarga Alumni FMIPA UGM) sebagai wadah untuk menghubungkan para profesional agar dapat berbagi serta berdiskusi pengalaman dan permasalahan.

Acara ini dibuka dengan penekanan kolaborasi lintas sektor, mulai dari sambutan Pak Daniel Oscar Baskoro selaku perwakilan dari KAMIPAGAMA yang menegaskan pentingnya sinergi antara industri, akademisi, dan praktisi teknologi untuk mendukung nilai-nilai ESG serta menjadikan teknologi sebagai peningkat keberlanjutan, bukan sekadar efisiensi. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, regulator, dan praktisi guna memahami kebutuhan nyata industri pertambangan dan merumuskan agenda konkret, khususnya dalam riset menuju net-zero dan low-carbon emission.

Perwakilan Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Direktorat Jendral Minerba, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyoroti besarnya risiko di sektor pertambangan, baik lingkungan maupun kepentingan publik, serta keterbatasan pemanfaatan AI dan teknologi di sektor minerba, sehingga berharap forum ini dapat menjadi wadah untuk memperoleh dukungan dan memperkuat pengawasan di industri tersebut.

Kegiatan terdiri dari tiga sesi dengan topik dan narasumber yang berbeda. Pada sesi pertama, pembahasan berfokus pada optimalisasi AI untuk profitabilitas dan efisiensi operasional tambang. Sesi pertama ini mengundang Widyanto Andono sebagai perwakilan dari GoWell International serta Raka Satrio sebagai perwakilan dari Red Hat.

Dilanjutkan dengan topik strategi hilirisasi efisiensi energi smelter dan inovasi digital pada sesi kedua. Sesi kedua ini diisi oleh tiga narasumber yaitu Muhidin selaku Division Head Downstream Energy MIND ID, dan Sofuan Karnadi selaku VP Instrumentation and Engineering Support PT PLN Engineering.

Sesi terakhir yaitu sesi ketiga, yang berfokus pada inovasi teknologi upstream di masa depan dan model operasi baru dari lini upstream. Dengan menghadirkan Mangantar S. Marapaung selaku Chairman Djakarta Mining Club serta Slamet Sugiharto selaku Director TEchnology Officer PT Vale Indonesia, sesi ini lebih menekankan pada diskusi teknologi, investasi, dan keberlanjutan.

Forum diskusi Miningfull Technology ini turut mendukung tujuan dari Suistanable Development Goals (SDGs) poin ke 9 (Industri, Inovasi, dan INfrastruktur), serta poin ke 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM membuka sebuah kesempatan dalam agar menciptakan solusi bersama demi pertambangan Indonesia yang tetap kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Foto: Sekar Melati Putri Pratiwi

Read More
Translate