Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Riset

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Berhasil Ciptakan Inovasi PRAKE (Phrase-Refined RAKE), Tim Peneliti DIKE FMIPA UGM Tunjukkan Solusi Baru Mengekstrak Frasa Penting dari Dokumen Panjang

Dokumen akreditasi program studi seringkali mencapai ratusan halaman. Di dalamnya tersimpan banyak sekali informasi penting, namun mengekstrak frasa-frasa kunci secara manual riskan terlewat dan kurang efisien. 

Tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan solusi. Tim ini mengembangkan PRAKE (Phrase-Refined RAKE), sebuah inovasi algoritma yang dirancang untuk mengekstrak frasa-frasa penting dari dokumen naratif panjang dan kompleks, seperti borang akreditasi.

Hasil pengujian pada dokumen akreditasi di lingkungan LAM INFOKOM menunjukkan bahwa PRAKE mencapai nilai F1-score 0,85 yang menandakan bahwa algoritma ini mampu menangkap informasi secara tepat dan lengkap.

Algoritma RAKE (Rapid Automatic Keyword Extraction) yang biasanya digunakan memiliki kelemahan seperti hanya memisahkan frasa berdasarkan kata-kata umum seperti “dan”, “atau”, atau “yang”. Akibatnya, dalam dokumen panjang yang kaya narasi, banyak frasa pendek kehilangan konteks.

Misalnya, kata “ps” akan berdiri sendiri. Padahal dalam dokumen akreditasi, ia adalah bagian dari frasa utuh seperti “rumusan VMTS ps”. PRAKE hadir untuk memperbaiki kelemahan itu.

Sementra itu, PRAKE melengkapi frasa yang terpotong, menggabungkan frasa yang semestinya utuh, serta menyusun ulang elemen semantik yang tersebar dalam kalimat kompleks. PRAKE juga memberi bobot lebih pada istilah-istilah penting dalam dunia akreditasi seperti “strategi”, “kebijakan”, dan “evaluasi”. Selain itu, PRAKE membersihkan teks dari karakter non-alfabetik dan menyaring kata kerja umum, tetapi tetap mempertahankan kata kerja substantif seperti “mengevaluasi”.

Dengan ketiga keunggulan ini, PRAKE mampu menghasilkan frasa yang lebih panjang (3–5 kata) dan jauh lebih informatif dibandingkan algoritma standar.

Inovasi ini dikerjakan oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM. Tim ini terdiri dari Helena Nurramdhani Irmanda, S.Pd., M.Kom., Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. dan  Dr. Sri Mulyana, M.Kom.

Pengembangan PRAKE ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini membantu proses pengelolaan dan analisis dokumen akreditasi menjadi lebih efektif, akurat, dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Berhasil Ciptakan Inovasi PRAKE (Phrase-Refined RAKE), Tim Peneliti DIKE FMIPA UGM Tunjukkan Solusi Baru Mengekstrak Frasa Penting dari Dokumen Panjang

Dokumen akreditasi program studi seringkali mencapai ratusan halaman. Di dalamnya tersimpan banyak sekali informasi penting, namun mengekstrak frasa-frasa kunci secara manual riskan terlewat dan kurang efisien. 

Tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan solusi. Tim ini mengembangkan PRAKE (Phrase-Refined RAKE), sebuah inovasi algoritma yang dirancang untuk mengekstrak frasa-frasa penting dari dokumen naratif panjang dan kompleks, seperti borang akreditasi.

Hasil pengujian pada dokumen akreditasi di lingkungan LAM INFOKOM menunjukkan bahwa PRAKE mencapai nilai F1-score 0,85 yang menandakan bahwa algoritma ini mampu menangkap informasi secara tepat dan lengkap.

Algoritma RAKE (Rapid Automatic Keyword Extraction) yang biasanya digunakan memiliki kelemahan seperti hanya memisahkan frasa berdasarkan kata-kata umum seperti “dan”, “atau”, atau “yang”. Akibatnya, dalam dokumen panjang yang kaya narasi, banyak frasa pendek kehilangan konteks.

Misalnya, kata “ps” akan berdiri sendiri. Padahal dalam dokumen akreditasi, ia adalah bagian dari frasa utuh seperti “rumusan VMTS ps”. PRAKE hadir untuk memperbaiki kelemahan itu.

Sementra itu, PRAKE melengkapi frasa yang terpotong, menggabungkan frasa yang semestinya utuh, serta menyusun ulang elemen semantik yang tersebar dalam kalimat kompleks. PRAKE juga memberi bobot lebih pada istilah-istilah penting dalam dunia akreditasi seperti “strategi”, “kebijakan”, dan “evaluasi”. Selain itu, PRAKE membersihkan teks dari karakter non-alfabetik dan menyaring kata kerja umum, tetapi tetap mempertahankan kata kerja substantif seperti “mengevaluasi”.

Dengan ketiga keunggulan ini, PRAKE mampu menghasilkan frasa yang lebih panjang (3–5 kata) dan jauh lebih informatif dibandingkan algoritma standar.

Inovasi ini dikerjakan oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM. Tim ini terdiri dari Helena Nurramdhani Irmanda, S.Pd., M.Kom., Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. dan  Dr. Sri Mulyana, M.Kom.

Pengembangan PRAKE ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini membantu proses pengelolaan dan analisis dokumen akreditasi menjadi lebih efektif, akurat, dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More
Translate