Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search
Search

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Siap Kirim Mahasiswa Studi ke Taiwan, FMIPA UGM Gelar Kelas Budaya Taiwan bersama Tamkang University

FMIPA UGM menggelar kelas budaya melalui program Culture Exchange Seminar bersama dengan Departemen of Education and Future Design, Tamkang University pada Kamis, 18 Juli 2024 yang bertujuan mengenalkan mahasiswa FMIPA mengenai kultur kehidupan di Taiwan. Acara ini digelar di Ruang Auditorium FMIPA UGM dengan narasumber Profesor Chiu beserta tim mahasiswanya dari Tamkang University. Kegiatan seminar dihadiri oleh 16 mahasiswa yang berasal dari Tamkang University dan lebih dari 60 mahasiswa dari FMIPA UGM yang akan berangkat studi ke Taiwan. Acara dibuka dengan pengenalan dari departemen yang diampu oleh Profesor Chiu beserta diskusi mengenai kompetensi yang perlu dikuasai oleh mahasiswa.

“Ada 10 kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa, 3 di antaranya yaitu manajemen diri, kolaborasi, dan penguasaan teknologi,” papar Professor Chiu yang merupakan seorang dosen Tamkang University.

Kemudian, presentasi mengenai kultur kehidupan di Taiwan dilanjutkan oleh mahasiswa dari Tamkang University yang memantik peserta seminar dengan sebuah gambar kartu.

“Ada yang bisa menebak ini kartu apa?” tanya mahasiswa Tamkang University.

Sesaat kemudian, salah 1 mahasiswa FMIPA mengangkat tangan dan menjawab bahwa kartu tersebut adalah kartu transportasi umum.

“Kita bisa pakai EasyCard ini di seluruh Taiwan untuk MRT, bus, dan kereta. Tidak hanya untuk menggunakan kendaraan publik tetapi juga untuk melakukan pembayaran,” papar mahasiswa Tamkang University.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi berkelompok. Informasi yang didapatkan dari seminar ini antara lain jenis makanan dan minuman, tempat hiburan, akses transportasi, akses tempat makan atau minuman, acara besar dan festival, komposisi penduduk dan kepercayaan, kurs mata uang, dan alat pembayaran di Taiwan. Beberapa mahasiswa menanyakan perihal lokasi yang dapat digunakan seperti lokasi untuk mengerjakan tugas dan lokasi untuk memancing.

Diskusi berjalan lancar dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa FMIPA UGM. Dalam hal ini, Prof. Roto, selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, turut menyampaikan pesan dan dukungan sekaligus menutup acara seminar.

“Kita mendukung ya untuk mempersiapkan mahasiswa FMIPA UGM berangkat ke Taiwan agar bisa beradaptasi di sana dan studinya bisa lancar,” papar Prof. Roto.

Kegiatan Culture Exchange Seminar bersama dengan Departemen of Education and Future Design, Tamkang University merupakan cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui keanekaragaman budaya dan pendidikan untuk keberlanjutnya, nomor 11 yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui adaptasi mahasiswa FMIPA yang akan tinggal di Taiwan, dan nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dan kemitraan antara FMIPA UGM dengan Tamkang University.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Prof. Retyanto Tutup Usia, Inspirasinya Tetap Menyala

Setelah mengabdi selama 40 tahun sebagai seorang pendidik di FMIPA UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D tutup usia pada hari Kamis, 11 Juli 2024. Upacara penghormatan terakhir Prof. Retyanto dilaksanakan di Balairung UGM. Pilu dan duka yang dirasakan keluarga, rekan akademisi, dan pelayat menyelimuti seluruh rangkaian upacara yang dilaksanakan.

Tidak hanya disegani sebagai seorang akademisi, Prof. Retyanto yang akrab disapa Pak Yoyok tersebut memiliki tempat Istimewa di hati para mahasiswa dan koleganya.

“Pak Yoyok itu sudah seperti Bapak atau orang tua kami,” tutur salah seorang mahasiswa

Bahkan, salah 1 Tim Media FMIPA UGM tak kuat menahan air mata saat membuat poster pengumuman berita lelayu dari sosok guru besar di bidang komputasi dan algoritma yang tak lain juga adalah dosen yang mengampunya.

“Kemarin Senin padahal masih ketemu. Aku tuh sampai nangis waktu ngeditnya semalem,” tutur Nada.

Perjalanan hidup sosok Pak Yoyok menjadi inspirasi bagi orang di sekitarnya. Dari beliau, dapat dipetik pelajaran bahwa tidak semua yang diinginkan dapat dicapai dengan mudah. Hal ini tercermin dari kisah panjang hidupnya hingga akhirnya bisa mendapat gelar sebagai guru besar.

Kehilangan sosok ibu saat usia belia, membuat Pak Yoyok harus berpisah dengan keluarganya demi meneruskan pendidikan dengan bersekolah SMPN 3 Ambon. Kemudian, untuk mencukupi kebutuhan saat di bangku kuliah, Pak Yoyok harus berjualan nasi. Saat lulus kuliah, beliau langsung menjadi dosen hingga pada tahun 2024 pun akhirnya Pak Yoyok dikukuhkan sebagai guru besar.

Semangat dan dedikasinya di bidang pendidikan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Walaupun sudah memasukki masa purna, beliau tetap ingin produktif untuk melakukan pengajaran dan penelitian. Dengan demikian, semangat dan dedikasinya tersebut patut untuk dikenang bagi semua orang dalam menjalani kehidupan dan menggapai Impian. Selamat jalan, Prof. Retyanto.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Kawal Mitigasi Bencana di Asia Tenggara, FMIPA UGM Sambut Kunjungan Caraga State University Filipina

FMIPA UGM menerima kunjungan dari Caraga State University Filipina yang diwakili oleh Prof. Jayrold Arcede, Ph.D. pada Senin, 8 Juli 2024 di Ruang Sidang FMIPA UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk membangun hubungan dan kolaborasi riset di bidang kebencanaan sekaligus memperkenalkan profil masing-masing fakultas di bidang sains.

Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerja Sama, dan Inovasi FMIPA UGM beserta Dr. Nanang Susyanto, S.Si., M.Sc., selaku Ketua Departemen Matematika FMIPA UGM menyambut kehadiran dan inisiasi kerja sama yang diadakan. Dr. Fajar dan Dr. Nanang memberikan pemaparan mengenai profil dari FMIPA UGM beserta penelitian-penelitian yang ada.

“Dari data yang tersimpan jika bersifat open access, bisa kami akses karena letak antara Indonesia dan Filipina dalam 1 lokasi jalur tektonik. Hal ini agar datanya saling terkoneksi,” kata Dr. Fajar.

“Data dari kami bersifat open access. Kemudian, skema riset ini tidak hanya untuk mitigasi di bencana gempa bumi tetapi juga banjir melalui aplikasi SPECFEM dan pendekatan SEM-Newmark,” kata Prof. Jayrold.

Beberapa penelitian dan produk hasil riset untuk mitigasi bencana di FMIPA UGM juga dipaparkan sebagai informasi seperti drone dan early system warning untuk banjir. Di sisi lain, kegiatan riset kolaborasi ini mengajak masyarakat melalui komunitas-komunitas untuk turut mengembangkan ilmu matematika terapan dalam riset untuk mitigasi bencana. Dengan ini, dampak riset yang dihasilkan dapat menjangkau lebih luas.

Dari agenda kunjungan yang ada, FMIPA UGM turut mendukung poin 4 dan 9 SDGSs mengenai Pendidikan Berkualitas dan Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan Pendidikan Pembangunan melalui kolaborasi inovasi dan riset data matematika. Kemudian, riset yang diakukan bersama merupakan implementasi dari SDGs poin 11 yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui manajemen bencana dan strateg bencana. Selain itu, FMIPA UGM juga menyambut baik institusi pendidikan dalam kemitraan untuk mencapai tujuan di bidang pemajuan pendidikan sesuai dengan poin 17 SDGs.

Keywords: riset, inovasi, kolaborasi, program internasional, sains, bencana

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Febriska Noor Fitriana

Read More

Edukasi Bencana hingga Negeri Sakura, Dosen FMIPA UGM Gelar Pengabdian Masyarakat dengan Mount Fuji Research Institute

Dosen Geofisika FMIPA UGM, Dr. Wiwit Suryanto memberikan edukasi bencana di Kota Kawaguchiko, Jepang bersama dengan BPBD Kabupaten Karangasem Bali, Kepala SDN Sebudi Karangasem, Dr. Sukma Arida dari Universitas Udayana, dan dari forum relawan FPRB Provinsi Bali (Ibu Dewi Reny Anggraeni) pada 22 – 25 Juni 2024. Kegiatan ini adalah bagian dari proyek dengan funding dari JICA Grassroot Technical Cooperation Project dengan judul “Building a Disaster-Resistant Community through the Utilization of Local Universities as a Base for Responding to Low Frequency, Large-Scale Disasters yang dimulai sejak tahun 2022.

Dr. Wiwit Suryanto bersama tim diundang oleh Mount Fuji Research Institute untuk memberikan pendidikan mitigasi bencana erupsi gunung api, khususnya di lereng Gunung Agung, Bali. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2024, mencakup loka karya edukasi bencana gunungapi di SMP Katsuyama di Kota Kawaguchiko, Jepang.

Melalui loka karya yang dilaksanakan di SMP Katsuyama, para siswa mendapatkan wawasan dan pemahaman mendalam perihal fenomena gunung api dan cara-cara mitigasi yang efektif. Loka karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang, baik di Jepang maupun di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari poin SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui akses pendidikan kebencanaan. Kemudian, SDGSs nomor 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim dengan fokus manajemen perubahan iklim. Dalam konteks mitigasi bencana alam, kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai risiko bencana gunungapi serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut. Selain itu, acara tersebut juga merupakan bagian dari SDGs nomor 11 yaitu Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan melalui manajemen bencana dan pengurangan risiko bencana.

Dengan adanya kolaborasi ini, hubungan antara FMIPA UGM dan institusi internasional lainnya diharpakn akan dapat terus terjalin dengan baik serta berdampak dalam kontribusi nyata terhadap mitigasi bencana untuk kesejahteraan masyarakat global. Hal tersebut merupakan implementasi dari SDGs nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kemitraan global yang terjalin.

Referensi tambahan dapat ditemukan pada berita NHK dan Kanal Bali, yang melaporkan detail mengenai acara tersebut dan dampaknya terhadap upaya mitigasi bencana gunungapi.

Reportase: Wiwit Suryanto
Penulis: Febriska Noor Fitriana

Read More

Perkuat Kolaborasi Riset Inovatif, FMIPA UGM Hadirkan Pimpinan dan Praktisi Industri pada Acara MIPA Business Gathering

Lebih dari 100 tamu undangan yang berasal dari berbagai sektor industri menghadiri acara MIPA Business Gathering pada Sabtu, 29 Juni 2024 di Gedung Utama PT. PLN Persero, Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh FMIPA UGM tersebut bertujuan dalam memberikan ruang diskusi dalam memperkuat kolaborasi riset inovatif dengan keterlibatan antara akademisi dengan praktisi serta perguruan tinggi dengan industri.

Tamu undangan yang juga merupakan mitra dari FMIPA UGM tersebut antara lain Pertamina, PLN, Kementerian ESDM, GO Well Oilfield Technology, PT. Matur Nuwun Nusantara, Business Innovation Center dan industri lainnya.

Acara dibuka oleh Daniel Oscar Baskoro, M.Sc. selaku Chief Project Officer Smart City Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Ketua Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) dan Alois Wisnuhardana selaku Senior Executive Vice President Corporate Secretary PT PLN Persero.

“Bapak dan Ibu dosen berperan penting dalam membuat kajian riset untuk industri. Kemudian, kami ingin menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam kegiatan ini. Jadi, mahasiswa bisa berkontribusi di dalam riset,” papar Oscar.

Selain itu, terdapat laporan kegiatan yang disampaikan oleh ketua pelaksana acara dari Business Gathering Dr. Fajar Adi Kusumo, M.Si.

“Acara MIPA Business Gathering ini kami adakan dalam rangka membuka dan mempererat silahturami antara kampus, dunia usaha, dan dunia industri yang bertujuan dalam memperkenalkan isu-isu di kampus yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara kampus, dunia usaha, dan dunia industri. Kemudian, kami juga ingin memperkenalkan produk hasil inovasi yang dapat mendukung industri dan nantinya akan dihilirasi dan bermanfaat untuk sektor pemerintah, industri, dan masyarakat,” kata Dr. Fajar.

Acara terdiri atas diskusi yang terbagi dalam 2 panel, business gathering, dan paparan mitra industri dengan tema Why Innovation is a survival Issue (for Indonesia too). Pada panel 1, tema yang diangkat adalah Potensi Kerja Sama Departemen FMIPA UGM yang langsung dibuka dan dimoderatori oleh Dekan FMIPA UGM. Dalam hal ini, masing-masing ketua departemen menyampaikan paparan mengenai potensi kerja sama yang dapat dilakukan seperti riset nanomaterial dan produk seismograf dari fisika, riset kimia industri serta pengelolaan limbah kimia dari kimia, riset aplikasi Tani Pintar dari ilmu komputer dan elektronika instrumentasi, dan riset tentang kriptografi dari matematika.

Kegiatan MIPA Business Gathering yang dilaksanakan oleh FMIPA UGM diharapkan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang berdampak dalam mendukung penguatan ekonomi Indonesia. Acara ini turut menjadi cerminan dari SDGs di poin 4 yaitu Pendidikan Berkualitas dalam pendidikan untuk keberlanjutan melalui peluang riset dan studi, poin 7 yaitu Energi Bersih dan Terjangkau melalui riset energi bersih, poin 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dalam ketenagakerjaan melalui peningkatan employability mahasiswa di dunia industri, dan poin 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mendorong inovasi dan kemitraan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Kontributor: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

FMIPA UGM dan PT Asuransi Tugu Pratama Tbk Perkuat Kerja Sama Riset dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menggelar acara Laporan Akhir Project Kedaireka 2023 dan Kick off Kerja Sama Optimisasi Investasi 2024 di Yogyakarta pada hari Jumat, 29 Juni 2024. Acara ini menandai penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan riset dan sumber daya manusia di bidang asuransi.

Hadir dalam acara tersebut Edi Yoga Prasetyo (Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Tugu Insurance), Prof. Kuwat Triyana (Dekan FMIPA UGM), Dr. Fajar Adi Kusumo (Wakil Dekan bidang Alumni, Kerja Sama dan Inovasi FMIPA UGM), serta Ketua Departemen dan tim riset aktuaria Departemen Matematika UGM.

Dalam sambutannya, Edi Yoga Prasetyo menyatakan, “Tugu Insurance menyambut baik kerja sama dengan perguruan tinggi karena industri asuransi ditopang dengan kekuatan sumber daya manusia. Peningkatan kualitas SDM melalui kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi satu keharusan.”

Sementara itu, Prof. Kuwat Triyana mengungkapkan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. “Kami berterima kasih kepada Tugu Insurance atas berbagai kerja sama yang telah terselenggara, mulai dari penyelenggaraan kuliah umum, kuliah tamu, research project, hingga magang mahasiswa. Ke depan, kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Salah satu poin utama dalam acara adalah laporan akhir Project Kedaireka 2023 berjudul “Pengembangan Predictive Analytics Tools untuk Peningkatan Efisiensi Kerja pada Perusahaan Asuransi Umum”. Proyek yang dipimpin oleh Dr. Nanang Susyanto ini menghasilkan alat predictive analytics yang diharapkan dapat membantu perusahaan asuransi membuat keputusan yang lebih informatif dan efektif, terutama dalam menghadapi implementasi standar pelaporan keuangan IFRS 17. Proyek ini merupakan implementasi dari SDGs nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui teknologi dan inovasi yang dilakukan.

Luaran dari proyek ini mencakup dashboard perhitungan komponen-komponen pelaporan IFRS 17, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan artikel ilmiah. Selain itu, kerja sama ini juga meliputi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang industri dan praktisi mengajar yang merupakan implementasi dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui akses terhadap pendidikan.

Acara ini menjadi momentum penting bagi FMIPA UGM dan Tugu Insurance untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri asuransi di era digital, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan yang merupakan implementasi dari SDGs nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kemitraan dan inovasi yang dikerjakan bersama.

Penulis: Danang Teguh Qoyimmi
Foto: Fajar Adi Kusumo
Editor: Febriska Noor Fitriana

Read More

Kawal Kebutuhan Pendidikan Indonesia, FMIPA UGM dan PT. MES Teknologi Indonesia Bahas Peluang Riset Bersama

FMIPA UGM sambut kunjungan dari PT. MES Teknologi Indonesia pada Senin, 3 Juni 2024 dalam rangka diskusi kolaborasi kerja sama riset di bidang teknologi pendidikan. Kegiatan diawali diskusi di Ruang Auditorium FMIPA UGM kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium FMIPA UGM dengan menyaksikan langsung riset-riset yang sedang dikembangkan.

Dalam hal ini, Prof. Roto, selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, menyambut kehadiran PT. MES Teknologi Indonesia dan mendukung kolaborasi yang akan dilakukan. Di sisi lain, turut hadir jajaran dosen dan peneliti FMIPA UGM yang turut memaparkan berbagai riset yang sedang berlangsung.

“Pertemuan ini cukup insightful. Kami jadi mengetahui teknologi apa saja yang dibutuhkan dan dijalankan industri sekarang,” papar Dr. techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, M.Sc, selaku dosen dari FMIPA UGM.

Peluang riset yang menjadi potensi dalam pertemuan antara industri dan perguruan tinggi ini adalah mengenai pengembangan teknologi untuk kebutuhan pendidikan saat ini. Hal ini merupakan cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui pendidikan untuk keberlanjutan serta nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kerja sama teknologi dan inovasi bersama. Selain itu, peluang kerja sama yang menjadi potensi adalah kemitraan di bidang magang dan MBKM untuk mahasiswa serta studi S2 khusus untuk karyawan industri yang merupakan SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui akses terhadap pendidikan.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Dorong Kelancaran Pengabdian Masyarakat, FMIPA UGM Kembali Beri Bantuan Dana KKN untuk Mahasiswa

Siswa binaan mahasiswa KKN (Foto: Kegiatan Fun Physics Experiment KKN Desa Tambang Ayam)

FMIPA UGM beri bantuan dana pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mahasiswa FMIPA UGM. Bantuan dapat diperoleh melalui proposal yang diajukan dalam waktu 1 bulan sebelum kegiatan hingga saat pelaksanaan kegiatan di minggu pertama KKN. Proposal dapat diajukan oleh tim KKN yang beranggotakan mahasiswa FMIPA UGM dengan seorang dosen pembimbing lapangan. Cakupan dana yang diberkan oleh FMIPA UGM adalah sebesar Rp. 3.000.000, 00 yang merupakan nominal maksimal dari anggaran yang diajukan.

“FMIPA UGM memberikan bantuan dana kegiatan setiap periode KKN. Dalam 1 tahun ada 4 periode KKN dan setiap periode kami memberikan kuota untuk 5 tim untuk diberikan dana bantuan KKN,” kata Dr. Ertin, selaku Sekretaris Unit Pendukung Kegiatan Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM

Salah satu tim KKN FMIPA UGM yang lolos mendapatkan dana bantuan adalah tim yang bertugas di Desa Bandulu, Tambang Ayam, dan Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten. Tema kegiatan yang diusung adalah “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pengembangan Pariwisata”. Program kerja yang dilakukan antara lain sosialisasi dan pembuatan titik kumpul bencana, pengajaran di sekolah melalui Fun Physics Experiment, pengadaan pojok baca, dan edukasi pengolahan sampah menjadi kerajinan tangan.

Program Bantuan Dana Pelaksanaan KKN-PPM UGM

Pemberian dana bantuan untuk KKN oleh FMIPA UGM merupakan implementasi dari SDGs nomor 1 yaitu tanpa kemiskinan melalui bantuan keuangan untuk mahasiswa dalam melaksanakan program KKN, nomor 4 yaitu kualitas pendidikan melalui program pojok baca dan eksperimen sains dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak, serta nomor 12 yaitu konsumsi dan produk yang bertanggung jawab melalui program pengelolaan limbah sampah. Harapannya, kegiatan ini akan terus mendukung program KKN khususnya bagi mahasiswa FMIPA UGM.

 

Keywords: KKN, bantuan, mahasiswa, pengabdian

Penulis: Febriska Noor Fitriana

Foto: Tim KKN Desa Tambang Ayam, Kabupaten Serang

Read More

Siap Kirim Mahasiswa Studi ke Taiwan, FMIPA UGM Gelar Kelas Budaya Taiwan bersama Tamkang University

FMIPA UGM menggelar kelas budaya melalui program Culture Exchange Seminar bersama dengan Departemen of Education and Future Design, Tamkang University pada Kamis, 18 Juli 2024 yang bertujuan mengenalkan mahasiswa FMIPA mengenai kultur kehidupan di Taiwan. Acara ini digelar di Ruang Auditorium FMIPA UGM dengan narasumber Profesor Chiu beserta tim mahasiswanya dari Tamkang University. Kegiatan seminar dihadiri oleh 16 mahasiswa yang berasal dari Tamkang University dan lebih dari 60 mahasiswa dari FMIPA UGM yang akan berangkat studi ke Taiwan. Acara dibuka dengan pengenalan dari departemen yang diampu oleh Profesor Chiu beserta diskusi mengenai kompetensi yang perlu dikuasai oleh mahasiswa.

“Ada 10 kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa, 3 di antaranya yaitu manajemen diri, kolaborasi, dan penguasaan teknologi,” papar Professor Chiu yang merupakan seorang dosen Tamkang University.

Kemudian, presentasi mengenai kultur kehidupan di Taiwan dilanjutkan oleh mahasiswa dari Tamkang University yang memantik peserta seminar dengan sebuah gambar kartu.

“Ada yang bisa menebak ini kartu apa?” tanya mahasiswa Tamkang University.

Sesaat kemudian, salah 1 mahasiswa FMIPA mengangkat tangan dan menjawab bahwa kartu tersebut adalah kartu transportasi umum.

“Kita bisa pakai EasyCard ini di seluruh Taiwan untuk MRT, bus, dan kereta. Tidak hanya untuk menggunakan kendaraan publik tetapi juga untuk melakukan pembayaran,” papar mahasiswa Tamkang University.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi berkelompok. Informasi yang didapatkan dari seminar ini antara lain jenis makanan dan minuman, tempat hiburan, akses transportasi, akses tempat makan atau minuman, acara besar dan festival, komposisi penduduk dan kepercayaan, kurs mata uang, dan alat pembayaran di Taiwan. Beberapa mahasiswa menanyakan perihal lokasi yang dapat digunakan seperti lokasi untuk mengerjakan tugas dan lokasi untuk memancing.

Diskusi berjalan lancar dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa FMIPA UGM. Dalam hal ini, Prof. Roto, selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, turut menyampaikan pesan dan dukungan sekaligus menutup acara seminar.

“Kita mendukung ya untuk mempersiapkan mahasiswa FMIPA UGM berangkat ke Taiwan agar bisa beradaptasi di sana dan studinya bisa lancar,” papar Prof. Roto.

Kegiatan Culture Exchange Seminar bersama dengan Departemen of Education and Future Design, Tamkang University merupakan cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui keanekaragaman budaya dan pendidikan untuk keberlanjutnya, nomor 11 yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui adaptasi mahasiswa FMIPA yang akan tinggal di Taiwan, dan nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dan kemitraan antara FMIPA UGM dengan Tamkang University.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Prof. Retyanto Tutup Usia, Inspirasinya Tetap Menyala

Setelah mengabdi selama 40 tahun sebagai seorang pendidik di FMIPA UGM, Prof. Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D tutup usia pada hari Kamis, 11 Juli 2024. Upacara penghormatan terakhir Prof. Retyanto dilaksanakan di Balairung UGM. Pilu dan duka yang dirasakan keluarga, rekan akademisi, dan pelayat menyelimuti seluruh rangkaian upacara yang dilaksanakan.

Tidak hanya disegani sebagai seorang akademisi, Prof. Retyanto yang akrab disapa Pak Yoyok tersebut memiliki tempat Istimewa di hati para mahasiswa dan koleganya.

“Pak Yoyok itu sudah seperti Bapak atau orang tua kami,” tutur salah seorang mahasiswa

Bahkan, salah 1 Tim Media FMIPA UGM tak kuat menahan air mata saat membuat poster pengumuman berita lelayu dari sosok guru besar di bidang komputasi dan algoritma yang tak lain juga adalah dosen yang mengampunya.

“Kemarin Senin padahal masih ketemu. Aku tuh sampai nangis waktu ngeditnya semalem,” tutur Nada.

Perjalanan hidup sosok Pak Yoyok menjadi inspirasi bagi orang di sekitarnya. Dari beliau, dapat dipetik pelajaran bahwa tidak semua yang diinginkan dapat dicapai dengan mudah. Hal ini tercermin dari kisah panjang hidupnya hingga akhirnya bisa mendapat gelar sebagai guru besar.

Kehilangan sosok ibu saat usia belia, membuat Pak Yoyok harus berpisah dengan keluarganya demi meneruskan pendidikan dengan bersekolah SMPN 3 Ambon. Kemudian, untuk mencukupi kebutuhan saat di bangku kuliah, Pak Yoyok harus berjualan nasi. Saat lulus kuliah, beliau langsung menjadi dosen hingga pada tahun 2024 pun akhirnya Pak Yoyok dikukuhkan sebagai guru besar.

Semangat dan dedikasinya di bidang pendidikan menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Walaupun sudah memasukki masa purna, beliau tetap ingin produktif untuk melakukan pengajaran dan penelitian. Dengan demikian, semangat dan dedikasinya tersebut patut untuk dikenang bagi semua orang dalam menjalani kehidupan dan menggapai Impian. Selamat jalan, Prof. Retyanto.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Kawal Mitigasi Bencana di Asia Tenggara, FMIPA UGM Sambut Kunjungan Caraga State University Filipina

FMIPA UGM menerima kunjungan dari Caraga State University Filipina yang diwakili oleh Prof. Jayrold Arcede, Ph.D. pada Senin, 8 Juli 2024 di Ruang Sidang FMIPA UGM. Kunjungan ini bertujuan untuk membangun hubungan dan kolaborasi riset di bidang kebencanaan sekaligus memperkenalkan profil masing-masing fakultas di bidang sains.

Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerja Sama, dan Inovasi FMIPA UGM beserta Dr. Nanang Susyanto, S.Si., M.Sc., selaku Ketua Departemen Matematika FMIPA UGM menyambut kehadiran dan inisiasi kerja sama yang diadakan. Dr. Fajar dan Dr. Nanang memberikan pemaparan mengenai profil dari FMIPA UGM beserta penelitian-penelitian yang ada.

“Dari data yang tersimpan jika bersifat open access, bisa kami akses karena letak antara Indonesia dan Filipina dalam 1 lokasi jalur tektonik. Hal ini agar datanya saling terkoneksi,” kata Dr. Fajar.

“Data dari kami bersifat open access. Kemudian, skema riset ini tidak hanya untuk mitigasi di bencana gempa bumi tetapi juga banjir melalui aplikasi SPECFEM dan pendekatan SEM-Newmark,” kata Prof. Jayrold.

Beberapa penelitian dan produk hasil riset untuk mitigasi bencana di FMIPA UGM juga dipaparkan sebagai informasi seperti drone dan early system warning untuk banjir. Di sisi lain, kegiatan riset kolaborasi ini mengajak masyarakat melalui komunitas-komunitas untuk turut mengembangkan ilmu matematika terapan dalam riset untuk mitigasi bencana. Dengan ini, dampak riset yang dihasilkan dapat menjangkau lebih luas.

Dari agenda kunjungan yang ada, FMIPA UGM turut mendukung poin 4 dan 9 SDGSs mengenai Pendidikan Berkualitas dan Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan Pendidikan Pembangunan melalui kolaborasi inovasi dan riset data matematika. Kemudian, riset yang diakukan bersama merupakan implementasi dari SDGs poin 11 yaitu Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui manajemen bencana dan strateg bencana. Selain itu, FMIPA UGM juga menyambut baik institusi pendidikan dalam kemitraan untuk mencapai tujuan di bidang pemajuan pendidikan sesuai dengan poin 17 SDGs.

Keywords: riset, inovasi, kolaborasi, program internasional, sains, bencana

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Febriska Noor Fitriana

Read More

Edukasi Bencana hingga Negeri Sakura, Dosen FMIPA UGM Gelar Pengabdian Masyarakat dengan Mount Fuji Research Institute

Dosen Geofisika FMIPA UGM, Dr. Wiwit Suryanto memberikan edukasi bencana di Kota Kawaguchiko, Jepang bersama dengan BPBD Kabupaten Karangasem Bali, Kepala SDN Sebudi Karangasem, Dr. Sukma Arida dari Universitas Udayana, dan dari forum relawan FPRB Provinsi Bali (Ibu Dewi Reny Anggraeni) pada 22 – 25 Juni 2024. Kegiatan ini adalah bagian dari proyek dengan funding dari JICA Grassroot Technical Cooperation Project dengan judul “Building a Disaster-Resistant Community through the Utilization of Local Universities as a Base for Responding to Low Frequency, Large-Scale Disasters yang dimulai sejak tahun 2022.

Dr. Wiwit Suryanto bersama tim diundang oleh Mount Fuji Research Institute untuk memberikan pendidikan mitigasi bencana erupsi gunung api, khususnya di lereng Gunung Agung, Bali. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Juni 2024, mencakup loka karya edukasi bencana gunungapi di SMP Katsuyama di Kota Kawaguchiko, Jepang.

Melalui loka karya yang dilaksanakan di SMP Katsuyama, para siswa mendapatkan wawasan dan pemahaman mendalam perihal fenomena gunung api dan cara-cara mitigasi yang efektif. Loka karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang, baik di Jepang maupun di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari poin SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui akses pendidikan kebencanaan. Kemudian, SDGSs nomor 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim dengan fokus manajemen perubahan iklim. Dalam konteks mitigasi bencana alam, kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai risiko bencana gunungapi serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut. Selain itu, acara tersebut juga merupakan bagian dari SDGs nomor 11 yaitu Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan melalui manajemen bencana dan pengurangan risiko bencana.

Dengan adanya kolaborasi ini, hubungan antara FMIPA UGM dan institusi internasional lainnya diharpakn akan dapat terus terjalin dengan baik serta berdampak dalam kontribusi nyata terhadap mitigasi bencana untuk kesejahteraan masyarakat global. Hal tersebut merupakan implementasi dari SDGs nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kemitraan global yang terjalin.

Referensi tambahan dapat ditemukan pada berita NHK dan Kanal Bali, yang melaporkan detail mengenai acara tersebut dan dampaknya terhadap upaya mitigasi bencana gunungapi.

Reportase: Wiwit Suryanto
Penulis: Febriska Noor Fitriana

Read More

Perkuat Kolaborasi Riset Inovatif, FMIPA UGM Hadirkan Pimpinan dan Praktisi Industri pada Acara MIPA Business Gathering

Lebih dari 100 tamu undangan yang berasal dari berbagai sektor industri menghadiri acara MIPA Business Gathering pada Sabtu, 29 Juni 2024 di Gedung Utama PT. PLN Persero, Jakarta. Acara yang diselenggarakan oleh FMIPA UGM tersebut bertujuan dalam memberikan ruang diskusi dalam memperkuat kolaborasi riset inovatif dengan keterlibatan antara akademisi dengan praktisi serta perguruan tinggi dengan industri.

Tamu undangan yang juga merupakan mitra dari FMIPA UGM tersebut antara lain Pertamina, PLN, Kementerian ESDM, GO Well Oilfield Technology, PT. Matur Nuwun Nusantara, Business Innovation Center dan industri lainnya.

Acara dibuka oleh Daniel Oscar Baskoro, M.Sc. selaku Chief Project Officer Smart City Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Ketua Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) dan Alois Wisnuhardana selaku Senior Executive Vice President Corporate Secretary PT PLN Persero.

“Bapak dan Ibu dosen berperan penting dalam membuat kajian riset untuk industri. Kemudian, kami ingin menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam kegiatan ini. Jadi, mahasiswa bisa berkontribusi di dalam riset,” papar Oscar.

Selain itu, terdapat laporan kegiatan yang disampaikan oleh ketua pelaksana acara dari Business Gathering Dr. Fajar Adi Kusumo, M.Si.

“Acara MIPA Business Gathering ini kami adakan dalam rangka membuka dan mempererat silahturami antara kampus, dunia usaha, dan dunia industri yang bertujuan dalam memperkenalkan isu-isu di kampus yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara kampus, dunia usaha, dan dunia industri. Kemudian, kami juga ingin memperkenalkan produk hasil inovasi yang dapat mendukung industri dan nantinya akan dihilirasi dan bermanfaat untuk sektor pemerintah, industri, dan masyarakat,” kata Dr. Fajar.

Acara terdiri atas diskusi yang terbagi dalam 2 panel, business gathering, dan paparan mitra industri dengan tema Why Innovation is a survival Issue (for Indonesia too). Pada panel 1, tema yang diangkat adalah Potensi Kerja Sama Departemen FMIPA UGM yang langsung dibuka dan dimoderatori oleh Dekan FMIPA UGM. Dalam hal ini, masing-masing ketua departemen menyampaikan paparan mengenai potensi kerja sama yang dapat dilakukan seperti riset nanomaterial dan produk seismograf dari fisika, riset kimia industri serta pengelolaan limbah kimia dari kimia, riset aplikasi Tani Pintar dari ilmu komputer dan elektronika instrumentasi, dan riset tentang kriptografi dari matematika.

Kegiatan MIPA Business Gathering yang dilaksanakan oleh FMIPA UGM diharapkan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri yang berdampak dalam mendukung penguatan ekonomi Indonesia. Acara ini turut menjadi cerminan dari SDGs di poin 4 yaitu Pendidikan Berkualitas dalam pendidikan untuk keberlanjutan melalui peluang riset dan studi, poin 7 yaitu Energi Bersih dan Terjangkau melalui riset energi bersih, poin 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dalam ketenagakerjaan melalui peningkatan employability mahasiswa di dunia industri, dan poin 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mendorong inovasi dan kemitraan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Kontributor: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

FMIPA UGM dan PT Asuransi Tugu Pratama Tbk Perkuat Kerja Sama Riset dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menggelar acara Laporan Akhir Project Kedaireka 2023 dan Kick off Kerja Sama Optimisasi Investasi 2024 di Yogyakarta pada hari Jumat, 29 Juni 2024. Acara ini menandai penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan riset dan sumber daya manusia di bidang asuransi.

Hadir dalam acara tersebut Edi Yoga Prasetyo (Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Tugu Insurance), Prof. Kuwat Triyana (Dekan FMIPA UGM), Dr. Fajar Adi Kusumo (Wakil Dekan bidang Alumni, Kerja Sama dan Inovasi FMIPA UGM), serta Ketua Departemen dan tim riset aktuaria Departemen Matematika UGM.

Dalam sambutannya, Edi Yoga Prasetyo menyatakan, “Tugu Insurance menyambut baik kerja sama dengan perguruan tinggi karena industri asuransi ditopang dengan kekuatan sumber daya manusia. Peningkatan kualitas SDM melalui kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi satu keharusan.”

Sementara itu, Prof. Kuwat Triyana mengungkapkan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. “Kami berterima kasih kepada Tugu Insurance atas berbagai kerja sama yang telah terselenggara, mulai dari penyelenggaraan kuliah umum, kuliah tamu, research project, hingga magang mahasiswa. Ke depan, kami berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Salah satu poin utama dalam acara adalah laporan akhir Project Kedaireka 2023 berjudul “Pengembangan Predictive Analytics Tools untuk Peningkatan Efisiensi Kerja pada Perusahaan Asuransi Umum”. Proyek yang dipimpin oleh Dr. Nanang Susyanto ini menghasilkan alat predictive analytics yang diharapkan dapat membantu perusahaan asuransi membuat keputusan yang lebih informatif dan efektif, terutama dalam menghadapi implementasi standar pelaporan keuangan IFRS 17. Proyek ini merupakan implementasi dari SDGs nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui teknologi dan inovasi yang dilakukan.

Luaran dari proyek ini mencakup dashboard perhitungan komponen-komponen pelaporan IFRS 17, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan artikel ilmiah. Selain itu, kerja sama ini juga meliputi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berupa magang industri dan praktisi mengajar yang merupakan implementasi dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui akses terhadap pendidikan.

Acara ini menjadi momentum penting bagi FMIPA UGM dan Tugu Insurance untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri asuransi di era digital, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan yang merupakan implementasi dari SDGs nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kemitraan dan inovasi yang dikerjakan bersama.

Penulis: Danang Teguh Qoyimmi
Foto: Fajar Adi Kusumo
Editor: Febriska Noor Fitriana

Read More

Kawal Kebutuhan Pendidikan Indonesia, FMIPA UGM dan PT. MES Teknologi Indonesia Bahas Peluang Riset Bersama

FMIPA UGM sambut kunjungan dari PT. MES Teknologi Indonesia pada Senin, 3 Juni 2024 dalam rangka diskusi kolaborasi kerja sama riset di bidang teknologi pendidikan. Kegiatan diawali diskusi di Ruang Auditorium FMIPA UGM kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium FMIPA UGM dengan menyaksikan langsung riset-riset yang sedang dikembangkan.

Dalam hal ini, Prof. Roto, selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, menyambut kehadiran PT. MES Teknologi Indonesia dan mendukung kolaborasi yang akan dilakukan. Di sisi lain, turut hadir jajaran dosen dan peneliti FMIPA UGM yang turut memaparkan berbagai riset yang sedang berlangsung.

“Pertemuan ini cukup insightful. Kami jadi mengetahui teknologi apa saja yang dibutuhkan dan dijalankan industri sekarang,” papar Dr. techn. Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, M.Sc, selaku dosen dari FMIPA UGM.

Peluang riset yang menjadi potensi dalam pertemuan antara industri dan perguruan tinggi ini adalah mengenai pengembangan teknologi untuk kebutuhan pendidikan saat ini. Hal ini merupakan cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui pendidikan untuk keberlanjutan serta nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kerja sama teknologi dan inovasi bersama. Selain itu, peluang kerja sama yang menjadi potensi adalah kemitraan di bidang magang dan MBKM untuk mahasiswa serta studi S2 khusus untuk karyawan industri yang merupakan SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui akses terhadap pendidikan.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Foto: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Dorong Kelancaran Pengabdian Masyarakat, FMIPA UGM Kembali Beri Bantuan Dana KKN untuk Mahasiswa

Siswa binaan mahasiswa KKN (Foto: Kegiatan Fun Physics Experiment KKN Desa Tambang Ayam)

FMIPA UGM beri bantuan dana pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mahasiswa FMIPA UGM. Bantuan dapat diperoleh melalui proposal yang diajukan dalam waktu 1 bulan sebelum kegiatan hingga saat pelaksanaan kegiatan di minggu pertama KKN. Proposal dapat diajukan oleh tim KKN yang beranggotakan mahasiswa FMIPA UGM dengan seorang dosen pembimbing lapangan. Cakupan dana yang diberkan oleh FMIPA UGM adalah sebesar Rp. 3.000.000, 00 yang merupakan nominal maksimal dari anggaran yang diajukan.

“FMIPA UGM memberikan bantuan dana kegiatan setiap periode KKN. Dalam 1 tahun ada 4 periode KKN dan setiap periode kami memberikan kuota untuk 5 tim untuk diberikan dana bantuan KKN,” kata Dr. Ertin, selaku Sekretaris Unit Pendukung Kegiatan Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM

Salah satu tim KKN FMIPA UGM yang lolos mendapatkan dana bantuan adalah tim yang bertugas di Desa Bandulu, Tambang Ayam, dan Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten. Tema kegiatan yang diusung adalah “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pengembangan Pariwisata”. Program kerja yang dilakukan antara lain sosialisasi dan pembuatan titik kumpul bencana, pengajaran di sekolah melalui Fun Physics Experiment, pengadaan pojok baca, dan edukasi pengolahan sampah menjadi kerajinan tangan.

Program Bantuan Dana Pelaksanaan KKN-PPM UGM

Pemberian dana bantuan untuk KKN oleh FMIPA UGM merupakan implementasi dari SDGs nomor 1 yaitu tanpa kemiskinan melalui bantuan keuangan untuk mahasiswa dalam melaksanakan program KKN, nomor 4 yaitu kualitas pendidikan melalui program pojok baca dan eksperimen sains dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak, serta nomor 12 yaitu konsumsi dan produk yang bertanggung jawab melalui program pengelolaan limbah sampah. Harapannya, kegiatan ini akan terus mendukung program KKN khususnya bagi mahasiswa FMIPA UGM.

 

Keywords: KKN, bantuan, mahasiswa, pengabdian

Penulis: Febriska Noor Fitriana

Foto: Tim KKN Desa Tambang Ayam, Kabupaten Serang

Read More
Translate