Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

FMIPA ULM Lakukan Benchmarking ke FMIPA UGM untuk Persiapan Akreditasi Internasional ASIIN

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan kunjungan benchmarking ke FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (6/8). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pengajuan akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan FMIPA ULM.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D.  dan dihadiri oleh Ketua Penjamin Mutu serta para Ketua Jurusan di lingkungan FMIPA UGM. Dalam kunjungan tersebut, FMIPA ULM berharap memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi internasional, khususnya ASIIN.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Prof. Mitrayana selaku Kepala Unit Jaminan Mutu dan Komite Kurikulum (UJM dan KK) FMIPA UGM mengenai implementasi sistem penjaminan mutu internal di lingkungan UGM. Ia menjelaskan bahwa UJM memiliki mandat untuk mengawal proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

“Kami di UJM diberi mandat untuk mengawal akreditasi nasional maupun internasional,” ujar Prof. Mitrayana.

Dalam pemaparannya, Prof. Mitrayana menjelaskan bahwa sistem penjaminan mutu di FMIPA UGM dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi yang dilaksanakan setiap semester. Proses tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari dosen hingga mahasiswa, termasuk dosen independen dalam proses evaluasi. FMIPA UGM juga memiliki sistem untuk mengukur ketercapaian berbagai indikator yang telah ditetapkan.

Menurutnya, persiapan akreditasi perlu diawali dengan penetapan target yang jelas. Program studi perlu menentukan terlebih dahulu capaian akreditasi yang ingin diraih, seperti predikat A atau Unggul pada akreditasi nasional, sebelum kemudian mempersiapkan berbagai dokumen pendukung secara sistematis. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan institusi sebelum melangkah menuju akreditasi internasional.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya FMIPA ULM untuk memperoleh pembelajaran langsung dari pengalaman FMIPA UGM dalam membangun sistem penjaminan mutu dan mempersiapkan akreditasi internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarfakultas diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, FMIPA ULM dan FMIPA UGM turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi antarlembaga pendidikan juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, karena peningkatan mutu pendidikan dapat diperkuat melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarperguruan tinggi.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan Griffith University, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama akademik dengan Griffith University melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 20 Juli 2026. Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan akademik yang menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University sebagai pembicara dalam Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 yang diselenggarakan oleh Departemen Kimia FMIPA UGM pada 24 Juli 2026.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara FMIPA UGM dan Griffith University. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi di bidang akademik dan riset antara kedua institusi.

Tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, hubungan akademik kedua institusi juga diwujudkan melalui kegiatan ilmiah yang melibatkan sivitas akademika. Departemen Kimia FMIPA UGM menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University dalam kegiatan CASE #4 yang mengangkat topik Carbon Dots: Catalyzing the Future of Green Quantum Materials. 

Dalam kuliah tersebut, Prof. Qin Li membahas carbon dots dalam konteks pengembangan green quantum materials. Topik tersebut memperkenalkan perkembangan material berbasis carbon dots dan potensinya dalam mendukung pengembangan material yang lebih ramah lingkungan.

Kehadiran akademisi dari Griffith University dalam kegiatan CASE menjadi bagian dari penguatan interaksi akademik antara FMIPA UGM dan mitra internasional. Melalui forum ilmiah seperti ini, sivitas akademika dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan peneliti dari institusi di luar negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya FMIPA UGM dalam memperluas jejaring internasional melalui kerja sama kelembagaan yang diikuti dengan kegiatan akademik. Kolaborasi dengan Griffith University diharapkan dapat menjadi ruang bagi pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian pada bidang-bidang yang relevan di masa mendatang.

Kerja sama FMIPA UGM dengan Griffith University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi melalui kerja sama kelembagaan dan forum akademik internasional membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan riset lintas institusi. Melalui kemitraan tersebut, FMIPA UGM terus memperluas akses sivitas akademika terhadap jejaring dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Dorong Sekolah Mitra Siapkan Siswa Hadapi Transisi ke Perguruan Tinggi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mendorong sekolah mitra untuk memperkuat pendampingan siswa dalam mempersiapkan transisi dari jenjang sekolah menengah atas ke perguruan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan salah satunya melalui International Workshop for Educators pada 27–31 Agustus 2026  di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM.

“Sekarang menghadapi Gen Z luar biasa sekali. Tantangan terberat anak SMA pertama kali setelah lulus SMA adalah masa-masa kuliah. Tugas sekolah adalah menyiapkan anak didik ke jenjang berikutnya,” ujar Arif Misbahul MBM, Taiwan Alumni/International Cooperation and Development Fund (ICDF) Indonesia.

Ia menambahkan bahwa sekolah mitra diharapkan dapat menghadirkan solusi dan pendampingan yang membantu siswa menentukan pilihan pendidikan setelah SMA. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kehidupan akademik serta pilihan bidang studi kepada siswa.

“Bagaimana sekolah-sekolah mitra ada solusi untuk membantu anak murid kita memasuki jenjang perguruan tinggi. Program-program ini harapannya mengubah pandangan anak-anak SMA terhadap sains dan jurusan-jurusan di MIPA,” lanjutnya.

Salah satu program yang disiapkan FMIPA UGM adalah Science Research Camp. CEO Fumalife, Hanif Khoirudin, M. Sc. menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai perkuliahan, tetapi juga merasakan secara langsung pengalaman belajar di lingkungan FMIPA UGM sekaligus melakukan penelitian.

“Kami menghadirkan Science Research Camp agar adik-adik dapat merasakan pengalaman langsung kuliah di FMIPA serta melakukan penelitian,” jelas Hanif.

Selain itu, Fumalife juga menyampaikan adanya pengembangan program lain, termasuk Fumalife Startup yang lahir dari bidang Fisika dengan fokus pada material fungsional. Pelaksanaan program direncanakan setelah periode Ujian Tengah Semester (UTS) siswa sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan peserta. Di sisi lain, FMIPA UGM juga tengah mengembangkan immersion program bagi guru pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, sekaligus memperluas akses siswa terhadap pengalaman belajar berbasis sains dan riset. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa melanjutkan pendidikan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Reportase: Inna Mutifah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More

FMIPA UGM Gelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ajak Orang Tua Bersinergi Siapkan Generasi Unggul dan Berdampak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pertemuan bersama orang tua mahasiswa baru di Auditorium Herman Johannes UGM, Senin (3/8), sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan sistem pendidikan, tata kelola fakultas, serta arah pengembangan FMIPA UGM kepada para orang tua. Selain dihadiri jajaran pimpinan fakultas, acara juga melibatkan perwakilan dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan kampus. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Prof. Kuwat turut menyoroti perkembangan menuju Society 5.0 yang menuntut lulusan agar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta keterampilan bekerja sama lintas disiplin.

“Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta berani mengambil peluang untuk terus berkembang,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, FMIPA UGM terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah kerja sama mutakhir yang telah terjalin antara lain pengembangan kecerdasan buatan bersama NVIDIA, kolaborasi dengan Google dan Kementerian Kesehatan dalam pengembangan teknologi penanganan tuberkulosis, serta kemitraan dengan berbagai institusi di Taiwan di bidang semikonduktor dan energi yang turut membuka peluang beasiswa serta penempatan kerja bagi lulusan. Melalui berbagai kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti riset kolaboratif, magang industri, sertifikasi kompetensi, proyek bersama mitra, hingga berbagai program internasional.

“Kami berharap orang tua memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengambil berbagai peluang tersebut. Pengalaman di luar kelas akan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan karakter mereka,” kata Prof. Kuwat.

Selain menekankan pentingnya pengalaman akademik dan profesional, Prof. Kuwat menyampaikan bahwa FMIPA UGM berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan dosen pembimbing akademik, pengembangan kompetensi, kolaborasi internasional, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal studi, serta termasuk pemanfaatan fasilitas Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang menyediakan berbagai even pengembangan keoemimpinan dll. Ia juga menegaskan bahwa hasil riset FMIPA diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi dan inovasi. 

Prof. Kuwat turut mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya selama menjalani masa transisi ke dunia perkuliahan. Menurutnya, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan mahasiswa dan mendorong mereka aktif mengikuti organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai program pengembangan diri.

“Orang tua tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga menjadi pendengar, pembimbing, dan penyemangat bagi putra-putrinya,” pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Kuwat menegaskan komitmen FMIPA UGM dalam mencetak leaders of tomorrow, yakni lulusan yang siap menjadi ilmuwan, peneliti, profesional industri, technopreneur, maupun inovator yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Selain sambutan Dekan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan mengenai tata kelola akademik dan keuangan fakultas serta sesi pengenalan dari masing-masing departemen. Melalui pertemuan ini, FMIPA UGM berharap terjalin komunikasi yang erat dengan orang tua sebagai mitra dalam mendampingi mahasiswa meraih keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Kegiatan pertemuan orang tua mahasiswa baru ini mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berpusat pada pengembangan potensi mahasiswa. Upaya memperluas kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan institusi internasional juga berkontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kemitraan strategis yang membuka peluang pembelajaran, penelitian, magang, dan pengembangan karier bagi mahasiswa. Sinergi antara kampus, orang tua, dan berbagai mitra diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Yudi Darma Hadiri International Workshop for Educators FMIPA UGM, Tekankan Pentingnya Literasi Sains dan Teknologi dalam Mempersiapkan Talenta Unggul Masa Depan

“Kepercayaan masyarakat kepada saintis yang sangat tinggi merupakan modal yang sangat baik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kepercayaan itu diikuti dengan keterlibatan masyarakat terhadap sains. Maka literasi sains dan teknologi saat ini menjadi penting karena kemampuan memahami dan menggunakan ilmu sains akan menentukan kualitas keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, saat menyampaikan materi dalam International Workshop for Educators FMIPA UGM, Kamis (30/7) di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM. 

Menurut Prof. Yudi, penguatan literasi sains dan teknologi perlu dibudayakan di sekolah-sekolah. Ia menilai bahwa para pelajar, khususnya generasi muda, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan potensi yang perlu diarahkan melalui ekosistem pendidikan yang mendukung. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam menumbuhkan talenta-talenta unggul di bidang sains dan teknologi.

Prof. Yudi mengapresiasi penyelenggaraan International Workshop for Educators FMIPA UGM ini karena turut berperan dalam menjembatani serta memperkuat kolaborasi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sains dan teknologi melalui penguatan literasi sains sekaligus memperluas jejaring antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Workshop ini merupakan wadah yang strategis untuk mempertemukan sekolah dengan perguruan tinggi. Melalui forum seperti ini, kita dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam sains dan teknologi serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Prof. Yudi.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi guru dan siswa untuk mengenal dunia riset secara langsung, berinteraksi dengan para peneliti, serta memanfaatkan fasilitas dan ekosistem penelitian di perguruan tinggi. Dengan pengalaman tersebut, diharapkan semakin banyak talenta muda yang terdorong mengembangkan rasa ingin tahu menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah inisiatif yang dapat dimanfaatkan sekolah, di antaranya program SEMESTA Kemdiktisaintek, yang menghubungkan siswa sekolah menengah dengan akademisi di kampus, serta berbagai kegiatan penguatan literasi sains yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan pusat-pusat studi di FMIPA UGM. Program-program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat riset sejak dini sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang studi dan karier di bidang sains dan teknologi.

Secara keseluruhan, kegiatan International Workshop for Educators ini sejalan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan sains dan peningkatan kapasitas pendidik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah menengah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap pendidikan sains yang berkualitas, memperkuat ekosistem riset sejak jenjang sekolah, dan menumbuhkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Rangkaian Kegiatan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Mulai dari Sesi Materi hingga Presentasi Peserta

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menggelar rangkaian kegiatan Summer School 2026 secara tatap muka di Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada 20 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yaitu akademisi dari berbagai universitas di Asia dan diikuti oleh peserta dari beragam perguruan tinggi.

Sesi materi pertama dimulai oleh Dr. Amir Hamzah bin Abd Ghafar dari Universiti Putra Malaysia, yang memiliki spesialisasi dalam bidang matematika terapan dan mathematical cryptography, memberikan materi pembuka. Dilanjutkan dengan sesi materi kedua oleh Prof. Kim Jai Hoon dari Ajou University, Korea Selatan, spesialisasi dalam bidang distributed systems, mobile computing, blockchain, dan cybersecurity-related computing technologies. Serta sesi materi ketiga oleh Dr. Zhu Tianming dari Nanyang Technological University, Singapura, spesialisasi dalam bidang statistical inference dengan fokus utama pada high-dimensional data  dan multivariate functional data.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta Summer School 2026 mempresentasikan penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta. Presentasi dilakukan secara bergantian sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang diperoleh dari setiap sesi pembelajaran.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyampaian materi oleh pembicara kelas internasional sehingga meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan. Serta nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat hubungan serta kolaborasi antara FMIPA UGM dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan 250 Sekolah Mitra untuk Perkuat Pendidikan dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bersama 250 sekolah mitra dari berbagai daerah di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (30/7). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi penandatanganan diawali dengan penandatanganan simbolis yang diwakili oleh lima sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu SMA Taruna Nusantara IKN, MAN 1 Kuantan Singingi Riau, serta tiga sekolah mitra lainnya yang mewakili wilayah Maluku, Jakarta, dan daerah lainnya di Nusantara.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga meliputi pelaksanaan program imersi, pengenalan program studi di lingkungan FMIPA UGM beserta prospek kebutuhan industri, Program International Undergraduate Program (IUP), serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru.

Salah satu perwakilan sekolah mitra, Sinta dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan FMIPA UGM telah memberikan dampak positif bagi sekolahnya.

“Ini sudah tahun kedua kami mengikuti kegiatan kerja sama dengan FMIPA UGM. Dulu ada penawaran dan kami merasa tertarik. Tahun pertama mencoba kerja sama dan akhirnya ada satu siswa kami yang diterima di UGM. Melihat antusiasme siswa-siswa kami, maka kami kembali memperpanjang kerja sama ini. Harapannya, semakin banyak siswa yang tertarik dan berhasil melanjutkan studi di FMIPA UGM,” tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, FMIPA UGM juga memberikan prioritas kepada calon mahasiswa yang berasal dari sekolah mitra untuk mengikuti seleksi Program International Undergraduate Program (IUP). Sekolah mitra akan merekomendasikan siswa-siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru pada berbagai program IUP di FMIPA UGM, meliputi IUP Ilmu Komputer (Computer Science), Elektronika dan Instrumentasi (Electronics and Instrumentation), Kimia (Chemistry), Matematika Industri (Industrial Mathematics), Statistika dan Sains Data (Statistics and Data Science), serta Fisika Industri (Industrial Physics).

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, FMIPA UGM juga berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas guru. Program tersebut akan diprioritaskan bagi guru-guru yang berasal dari sekolah mitra sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.

Melalui kolaborasi ini, FMIPA UGM berharap hubungan yang terjalin dengan sekolah-sekolah mitra dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan kerja sama ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara FMIPA UGM dan ratusan sekolah mitra juga mencerminkan implementasi SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yaitu membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA ULM Lakukan Benchmarking ke FMIPA UGM untuk Persiapan Akreditasi Internasional ASIIN

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan kunjungan benchmarking ke FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (6/8). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pengajuan akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan FMIPA ULM.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D.  dan dihadiri oleh Ketua Penjamin Mutu serta para Ketua Jurusan di lingkungan FMIPA UGM. Dalam kunjungan tersebut, FMIPA ULM berharap memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi internasional, khususnya ASIIN.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Prof. Mitrayana selaku Kepala Unit Jaminan Mutu dan Komite Kurikulum (UJM dan KK) FMIPA UGM mengenai implementasi sistem penjaminan mutu internal di lingkungan UGM. Ia menjelaskan bahwa UJM memiliki mandat untuk mengawal proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

“Kami di UJM diberi mandat untuk mengawal akreditasi nasional maupun internasional,” ujar Prof. Mitrayana.

Dalam pemaparannya, Prof. Mitrayana menjelaskan bahwa sistem penjaminan mutu di FMIPA UGM dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi yang dilaksanakan setiap semester. Proses tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari dosen hingga mahasiswa, termasuk dosen independen dalam proses evaluasi. FMIPA UGM juga memiliki sistem untuk mengukur ketercapaian berbagai indikator yang telah ditetapkan.

Menurutnya, persiapan akreditasi perlu diawali dengan penetapan target yang jelas. Program studi perlu menentukan terlebih dahulu capaian akreditasi yang ingin diraih, seperti predikat A atau Unggul pada akreditasi nasional, sebelum kemudian mempersiapkan berbagai dokumen pendukung secara sistematis. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan institusi sebelum melangkah menuju akreditasi internasional.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya FMIPA ULM untuk memperoleh pembelajaran langsung dari pengalaman FMIPA UGM dalam membangun sistem penjaminan mutu dan mempersiapkan akreditasi internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarfakultas diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, FMIPA ULM dan FMIPA UGM turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi antarlembaga pendidikan juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, karena peningkatan mutu pendidikan dapat diperkuat melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarperguruan tinggi.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan Griffith University, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama akademik dengan Griffith University melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 20 Juli 2026. Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan akademik yang menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University sebagai pembicara dalam Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 yang diselenggarakan oleh Departemen Kimia FMIPA UGM pada 24 Juli 2026.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara FMIPA UGM dan Griffith University. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi di bidang akademik dan riset antara kedua institusi.

Tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, hubungan akademik kedua institusi juga diwujudkan melalui kegiatan ilmiah yang melibatkan sivitas akademika. Departemen Kimia FMIPA UGM menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University dalam kegiatan CASE #4 yang mengangkat topik Carbon Dots: Catalyzing the Future of Green Quantum Materials. 

Dalam kuliah tersebut, Prof. Qin Li membahas carbon dots dalam konteks pengembangan green quantum materials. Topik tersebut memperkenalkan perkembangan material berbasis carbon dots dan potensinya dalam mendukung pengembangan material yang lebih ramah lingkungan.

Kehadiran akademisi dari Griffith University dalam kegiatan CASE menjadi bagian dari penguatan interaksi akademik antara FMIPA UGM dan mitra internasional. Melalui forum ilmiah seperti ini, sivitas akademika dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan peneliti dari institusi di luar negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya FMIPA UGM dalam memperluas jejaring internasional melalui kerja sama kelembagaan yang diikuti dengan kegiatan akademik. Kolaborasi dengan Griffith University diharapkan dapat menjadi ruang bagi pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian pada bidang-bidang yang relevan di masa mendatang.

Kerja sama FMIPA UGM dengan Griffith University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi melalui kerja sama kelembagaan dan forum akademik internasional membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan riset lintas institusi. Melalui kemitraan tersebut, FMIPA UGM terus memperluas akses sivitas akademika terhadap jejaring dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Dorong Sekolah Mitra Siapkan Siswa Hadapi Transisi ke Perguruan Tinggi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mendorong sekolah mitra untuk memperkuat pendampingan siswa dalam mempersiapkan transisi dari jenjang sekolah menengah atas ke perguruan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan salah satunya melalui International Workshop for Educators pada 27–31 Agustus 2026  di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM.

“Sekarang menghadapi Gen Z luar biasa sekali. Tantangan terberat anak SMA pertama kali setelah lulus SMA adalah masa-masa kuliah. Tugas sekolah adalah menyiapkan anak didik ke jenjang berikutnya,” ujar Arif Misbahul MBM, Taiwan Alumni/International Cooperation and Development Fund (ICDF) Indonesia.

Ia menambahkan bahwa sekolah mitra diharapkan dapat menghadirkan solusi dan pendampingan yang membantu siswa menentukan pilihan pendidikan setelah SMA. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kehidupan akademik serta pilihan bidang studi kepada siswa.

“Bagaimana sekolah-sekolah mitra ada solusi untuk membantu anak murid kita memasuki jenjang perguruan tinggi. Program-program ini harapannya mengubah pandangan anak-anak SMA terhadap sains dan jurusan-jurusan di MIPA,” lanjutnya.

Salah satu program yang disiapkan FMIPA UGM adalah Science Research Camp. CEO Fumalife, Hanif Khoirudin, M. Sc. menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai perkuliahan, tetapi juga merasakan secara langsung pengalaman belajar di lingkungan FMIPA UGM sekaligus melakukan penelitian.

“Kami menghadirkan Science Research Camp agar adik-adik dapat merasakan pengalaman langsung kuliah di FMIPA serta melakukan penelitian,” jelas Hanif.

Selain itu, Fumalife juga menyampaikan adanya pengembangan program lain, termasuk Fumalife Startup yang lahir dari bidang Fisika dengan fokus pada material fungsional. Pelaksanaan program direncanakan setelah periode Ujian Tengah Semester (UTS) siswa sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan peserta. Di sisi lain, FMIPA UGM juga tengah mengembangkan immersion program bagi guru pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, sekaligus memperluas akses siswa terhadap pengalaman belajar berbasis sains dan riset. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa melanjutkan pendidikan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Reportase: Inna Mutifah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More

FMIPA UGM Gelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ajak Orang Tua Bersinergi Siapkan Generasi Unggul dan Berdampak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pertemuan bersama orang tua mahasiswa baru di Auditorium Herman Johannes UGM, Senin (3/8), sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan sistem pendidikan, tata kelola fakultas, serta arah pengembangan FMIPA UGM kepada para orang tua. Selain dihadiri jajaran pimpinan fakultas, acara juga melibatkan perwakilan dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan kampus. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Prof. Kuwat turut menyoroti perkembangan menuju Society 5.0 yang menuntut lulusan agar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta keterampilan bekerja sama lintas disiplin.

“Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta berani mengambil peluang untuk terus berkembang,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, FMIPA UGM terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah kerja sama mutakhir yang telah terjalin antara lain pengembangan kecerdasan buatan bersama NVIDIA, kolaborasi dengan Google dan Kementerian Kesehatan dalam pengembangan teknologi penanganan tuberkulosis, serta kemitraan dengan berbagai institusi di Taiwan di bidang semikonduktor dan energi yang turut membuka peluang beasiswa serta penempatan kerja bagi lulusan. Melalui berbagai kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti riset kolaboratif, magang industri, sertifikasi kompetensi, proyek bersama mitra, hingga berbagai program internasional.

“Kami berharap orang tua memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengambil berbagai peluang tersebut. Pengalaman di luar kelas akan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan karakter mereka,” kata Prof. Kuwat.

Selain menekankan pentingnya pengalaman akademik dan profesional, Prof. Kuwat menyampaikan bahwa FMIPA UGM berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan dosen pembimbing akademik, pengembangan kompetensi, kolaborasi internasional, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal studi, serta termasuk pemanfaatan fasilitas Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang menyediakan berbagai even pengembangan keoemimpinan dll. Ia juga menegaskan bahwa hasil riset FMIPA diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi dan inovasi. 

Prof. Kuwat turut mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya selama menjalani masa transisi ke dunia perkuliahan. Menurutnya, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan mahasiswa dan mendorong mereka aktif mengikuti organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai program pengembangan diri.

“Orang tua tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga menjadi pendengar, pembimbing, dan penyemangat bagi putra-putrinya,” pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Kuwat menegaskan komitmen FMIPA UGM dalam mencetak leaders of tomorrow, yakni lulusan yang siap menjadi ilmuwan, peneliti, profesional industri, technopreneur, maupun inovator yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Selain sambutan Dekan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan mengenai tata kelola akademik dan keuangan fakultas serta sesi pengenalan dari masing-masing departemen. Melalui pertemuan ini, FMIPA UGM berharap terjalin komunikasi yang erat dengan orang tua sebagai mitra dalam mendampingi mahasiswa meraih keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Kegiatan pertemuan orang tua mahasiswa baru ini mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berpusat pada pengembangan potensi mahasiswa. Upaya memperluas kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan institusi internasional juga berkontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kemitraan strategis yang membuka peluang pembelajaran, penelitian, magang, dan pengembangan karier bagi mahasiswa. Sinergi antara kampus, orang tua, dan berbagai mitra diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Yudi Darma Hadiri International Workshop for Educators FMIPA UGM, Tekankan Pentingnya Literasi Sains dan Teknologi dalam Mempersiapkan Talenta Unggul Masa Depan

“Kepercayaan masyarakat kepada saintis yang sangat tinggi merupakan modal yang sangat baik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kepercayaan itu diikuti dengan keterlibatan masyarakat terhadap sains. Maka literasi sains dan teknologi saat ini menjadi penting karena kemampuan memahami dan menggunakan ilmu sains akan menentukan kualitas keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, saat menyampaikan materi dalam International Workshop for Educators FMIPA UGM, Kamis (30/7) di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM. 

Menurut Prof. Yudi, penguatan literasi sains dan teknologi perlu dibudayakan di sekolah-sekolah. Ia menilai bahwa para pelajar, khususnya generasi muda, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan potensi yang perlu diarahkan melalui ekosistem pendidikan yang mendukung. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam menumbuhkan talenta-talenta unggul di bidang sains dan teknologi.

Prof. Yudi mengapresiasi penyelenggaraan International Workshop for Educators FMIPA UGM ini karena turut berperan dalam menjembatani serta memperkuat kolaborasi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sains dan teknologi melalui penguatan literasi sains sekaligus memperluas jejaring antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Workshop ini merupakan wadah yang strategis untuk mempertemukan sekolah dengan perguruan tinggi. Melalui forum seperti ini, kita dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam sains dan teknologi serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Prof. Yudi.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi guru dan siswa untuk mengenal dunia riset secara langsung, berinteraksi dengan para peneliti, serta memanfaatkan fasilitas dan ekosistem penelitian di perguruan tinggi. Dengan pengalaman tersebut, diharapkan semakin banyak talenta muda yang terdorong mengembangkan rasa ingin tahu menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah inisiatif yang dapat dimanfaatkan sekolah, di antaranya program SEMESTA Kemdiktisaintek, yang menghubungkan siswa sekolah menengah dengan akademisi di kampus, serta berbagai kegiatan penguatan literasi sains yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan pusat-pusat studi di FMIPA UGM. Program-program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat riset sejak dini sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang studi dan karier di bidang sains dan teknologi.

Secara keseluruhan, kegiatan International Workshop for Educators ini sejalan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan sains dan peningkatan kapasitas pendidik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah menengah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap pendidikan sains yang berkualitas, memperkuat ekosistem riset sejak jenjang sekolah, dan menumbuhkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Rangkaian Kegiatan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Mulai dari Sesi Materi hingga Presentasi Peserta

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menggelar rangkaian kegiatan Summer School 2026 secara tatap muka di Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada 20 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yaitu akademisi dari berbagai universitas di Asia dan diikuti oleh peserta dari beragam perguruan tinggi.

Sesi materi pertama dimulai oleh Dr. Amir Hamzah bin Abd Ghafar dari Universiti Putra Malaysia, yang memiliki spesialisasi dalam bidang matematika terapan dan mathematical cryptography, memberikan materi pembuka. Dilanjutkan dengan sesi materi kedua oleh Prof. Kim Jai Hoon dari Ajou University, Korea Selatan, spesialisasi dalam bidang distributed systems, mobile computing, blockchain, dan cybersecurity-related computing technologies. Serta sesi materi ketiga oleh Dr. Zhu Tianming dari Nanyang Technological University, Singapura, spesialisasi dalam bidang statistical inference dengan fokus utama pada high-dimensional data  dan multivariate functional data.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta Summer School 2026 mempresentasikan penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta. Presentasi dilakukan secara bergantian sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang diperoleh dari setiap sesi pembelajaran.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyampaian materi oleh pembicara kelas internasional sehingga meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan. Serta nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat hubungan serta kolaborasi antara FMIPA UGM dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan 250 Sekolah Mitra untuk Perkuat Pendidikan dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bersama 250 sekolah mitra dari berbagai daerah di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (30/7). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi penandatanganan diawali dengan penandatanganan simbolis yang diwakili oleh lima sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu SMA Taruna Nusantara IKN, MAN 1 Kuantan Singingi Riau, serta tiga sekolah mitra lainnya yang mewakili wilayah Maluku, Jakarta, dan daerah lainnya di Nusantara.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga meliputi pelaksanaan program imersi, pengenalan program studi di lingkungan FMIPA UGM beserta prospek kebutuhan industri, Program International Undergraduate Program (IUP), serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru.

Salah satu perwakilan sekolah mitra, Sinta dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan FMIPA UGM telah memberikan dampak positif bagi sekolahnya.

“Ini sudah tahun kedua kami mengikuti kegiatan kerja sama dengan FMIPA UGM. Dulu ada penawaran dan kami merasa tertarik. Tahun pertama mencoba kerja sama dan akhirnya ada satu siswa kami yang diterima di UGM. Melihat antusiasme siswa-siswa kami, maka kami kembali memperpanjang kerja sama ini. Harapannya, semakin banyak siswa yang tertarik dan berhasil melanjutkan studi di FMIPA UGM,” tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, FMIPA UGM juga memberikan prioritas kepada calon mahasiswa yang berasal dari sekolah mitra untuk mengikuti seleksi Program International Undergraduate Program (IUP). Sekolah mitra akan merekomendasikan siswa-siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru pada berbagai program IUP di FMIPA UGM, meliputi IUP Ilmu Komputer (Computer Science), Elektronika dan Instrumentasi (Electronics and Instrumentation), Kimia (Chemistry), Matematika Industri (Industrial Mathematics), Statistika dan Sains Data (Statistics and Data Science), serta Fisika Industri (Industrial Physics).

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, FMIPA UGM juga berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas guru. Program tersebut akan diprioritaskan bagi guru-guru yang berasal dari sekolah mitra sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.

Melalui kolaborasi ini, FMIPA UGM berharap hubungan yang terjalin dengan sekolah-sekolah mitra dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan kerja sama ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara FMIPA UGM dan ratusan sekolah mitra juga mencerminkan implementasi SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yaitu membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate