Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta.

Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya.

Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani.

Penulis: Fajar Adi Kusumo
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn

Read More

Lift Lantai 1 Departemen Kimia FMIPA UGM Diresmikan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada meresmikan lift lantai 1 di Departemen Kimia pada Senin (9/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Dekan FMIPA UGM dan dihadiri jajaran dekanat, perwakilan senat fakultas, serta sivitas akademika FMIPA UGM.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan laporan dari pihak pengadaan. Dalam laporannya, perwakilan Kantor Pengadaan FMIPA UGM, Agung Nugroho, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa pembangunan lift ini merupakan bagian dari upaya peningkatan fasilitas penunjang aktivitas akademik. Ia juga membuka ruang evaluasi yang akan dijadikan bahan perbaikan ke depan.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM menyampaikan rasa syukur atas perkembangan infrastruktur di lingkungan FMIPA. Ia menekankan bahwa pertumbuhan gedung dengan elevasi yang berbeda-beda menjadi perhatian serius fakultas dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif.

Lebih lanjut, Dekan berharap lift ini dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh dosen Departemen Kimia dan Matematika, terutama para dosen senior serta sivitas akademika yang memiliki keterbatasan kesehatan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk merawat fasilitas bersama agar dapat terus memberikan manfaat jangka panjang.

“Yang penting kita rawat bersama sama sehingga menjadi lebih baik,” ujar Dekan FMIPA UGM.

Peresmian lift ditandai dengan pemotongan pita oleh Dekan FMIPA UGM bersama Wakil Senat Fakultas. Momentum ini menjadi simbol komitmen FMIPA UGM dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan akademik guna menunjang kelancaran kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pembangunan dan peresmian lift ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penyediaan infrastruktur kampus yang andal dan berkelanjutan, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan menghadirkan fasilitas yang lebih inklusif bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali.

Penulis: Meitha Eka NurhasanahTop of Form
Dokumentasi: Daffa

Read More

Prof. Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si. Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosiofisika dan Jaringan Kompleks Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM

Prof. Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Sosiofisika dan Jaringan Kompleks Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 25 September 2025 di Balai Senat Gedung Rektorat Balairung UGM. Ia memaparkan pidato pengukuhan bertajuk Universalitas, Transisi Fase dan Fenomena Emergen dalam Fisika Interdisipliner: Dari Sosiofisika, Elektrokonveksi Hingga Polusi Cahaya. Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Rinto menyoroti keterkaitan fisika interdisipliner dengan isu pembangunan berkelanjutan.

Prof. Rinto menjelaskan bagaimana sosiofisika dapat digunakan untuk memahami penyebaran opini, informasi, dan perilaku sosial secara kuantitatif. “Dengan pendekatan ini, kita dapat memahami bagaimana polarisasi sosial terbentuk, hoaks menyebar, atau konsensus dibangun. Hal ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan,” paparnya.

Prof. Rinto memiliki rekam jejak riset variatif mulai dari kosmologi saat menempuh pendidikan S1 Fisika UGM, teori medan kuantum pada jenjang S2, hingga elektrokonveksi menggunakan kristal cair nematik ketika menjalani studi doktoral dan riset pascadoktoral di Kyushu University, Jepang. Di luar fokus tersebut, Prof. Rinto juga mendalami ilmu falak berbasis astronomi posisi. Ia telah menerbitkan dua buku, yakni Mekanika Benda Langit (2012) dan Pernak-Pernik Ilmu Falak Populer yang rilis bertepatan dengan pengukuhannya sebagai Guru Besar pada tahun ini.

Pengukuhan Prof. Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si. sebagai Guru Besar tidak hanya menegaskan kiprah beliau dalam mengembangkan riset lintas disiplin, tetapi juga memperlihatkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian SDGs. Melalui kajian sosiofisika, elektrokonveksi, hingga polusi cahaya, Prof. Rinto menunjukkan bagaimana ilmu fisika dapat berkontribusi pada isu global seperti perdamaian dan keadilan (SDG 16), juga berkurangnya kesenjangan (SDG 10) Dengan demikian, pengukuhan ini bukan hanya momentum akademik, melainkan juga wujud peran UGM yang terus berkontribusi dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, sejalan juga dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

Kisah Fikhri, Lulus Doktor UGM di Usia 25 Tahun dan Selesaikan Kuliah 2 Tahun 10 Bulan

Bagi Fikhri Astina Tasmara, melanjutkan studi doktoral bukan hanya untuk gelar, tetapi untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang mendorong semangat wisudawan Program Studi Doktor Fisika FMIPA UGM asal Makassar, Sulawesi Selatan ini untuk melanjutkan studinya dan berhasil lulus di usia 25 tahun 8 bulan.

Fikhri, kerap ia disapa, bercerita bahwa ia dibesarkan dalam keluarga yang sangat mengutamakan pendidikan. Orang tuanya selalu menanamkan pemahaman bahwa meskipun pendidikan bukanlah segalanya, tapi pendidikan bisa menjadi kunci untuk melanjutkan hidup dan meraih kesempatan. “Ibu dan nenek saya juga mengajarkan bahwa wanita harus memiliki daya dan kemampuan untuk mandiri. Ini selalu menjadi mindset yang terus saya bawa sepanjang hidup saya, sehingga saya selalu terdorong untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya ketika di wawancara, Kamis (31/7).

Sebelum melanjutkan studi doktoralnya di UGM, Fikhri mengambil pendidikan S1 di Universitas Hasanuddin dengan jurusan Fisika karena fisika menjadi salah satu mata pelajaran yang paling saya minati sejak SMP hingga SMA. Ia juga mengaku alasannya memilih melanjutkan studi ke Program Studi Doktor Fisika di UGM adalah karena UGM menawarkan lingkungan yang ideal untuk riset yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat. “Saya percaya bahwa UGM dapat memberikan lingkungan akademik yang kondusif untuk mengembangkan potensi dan memperdalam ilmu pengetahuan di bidang fisika, yang sudah saya geluti sejak jenjang S1,” katanya.

Menjadi Wisudawan Termuda 

Rasa senang dan haru datang ketika mengetahui bahwa ia merupakan wisudawan termuda dengan IPK 3.80. Fikhri mengaku memiliki prinsip bahwa semakin cepat ia berproses, semakin banyak kesempatan yang bisa diraih. “Meskipun terkadang banyak halangan yang menghadang di jalan kita, namun karena semuanya dimulai lebih cepat, kita jadi memiliki waktu lebih untuk terus memperbaiki diri dan memikirkan solusi atas masalah yang kita hadapi,” ungkap Fikhri.

Menyelesaikan studinya di usia muda ini bukanlah terinspirasi dari tokoh-tokoh dunia, melainkan dari kakak kandungnya sendiri. Fikhri mengaku bahwa ia belajar banyak hal dari sang Kakak dengan mengikuti dan belajar dari setiap langkah yang dia ambil. “Melihat bagaimana kakak saya menjalani pendidikannya dengan penuh dedikasi dan menjadi sukses, saya merasa termotivasi untuk terus melangkah maju dan menyelesaikan studi saya dengan cara yang sama,” ujar Fikhri.

Selain itu, peran keluarga, teman, dan dosen sangat besar dalam mendukung pencapaian saya. Fikhri mengatakan bahwa keluarganya selalu memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah yang ia ambil. Ia selalu teringat pada senyum mendiang ayahnya ketika ia meraih peringkat satu yang terus menjadi motivasinya untuk mengembangkan diri dan mencapai prestasi yang membanggakan ayahnya. “Keberhasilan saya juga tidak lepas dari doa dan dukungan ibu saya, yang selalu memberikan kekuatan, serta dorongan kuat dari saudari saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengaku sangat berterima kasih kepada tim promotornya yang banyak memberikan ilmu dan arahan yang sangat berarti serta mendampingi Fikhri dalam setiap langkah penyelesaian studinya. Tim promotor tersebut antara lain Prof. Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si, Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech, dan Dr. Andreas Setiawan, M.T.

Salah satu pengalaman menariknya selama di UGM adalah menyadari bahwa ilmu fisika yang ia pelajari telah membawa saya ke banyak tempat. Semasa studinya di UGM, ia berkesempatan untuk bisa menghadiri berbagai konferensi di Indonesia, yang tidak hanya memberinya kesempatan untuk melihat tempat baru, tetapi juga untuk memperluas jaringan dan bertemu dengan rekan-rekan yang memiliki minat serupa.

Salah satu pengalaman yang paling membekas di benak Fikhri adalah ketika ia menjadi visiting researcher di salah satu universitas terkemuka di Jepang yakni Tohoku University, Sendai, Jepang, di Graduate School of Biomedical Engineering. Ia mengatakan bahwa pengalaman risetnya selama di sana sangatlah berharga, dan mendapatkan wawasan baru dalam penelitian dan kolaborasi.

Berhasil menyelesaikan studi di usia yang muda dalam waktu 2 tahun 10 bulan tidaklah mudah bagi Fikhri. Terlebih, ia juga berhasil menjadi wisudawan dengan IPK yang tinggi. Maka dari itu, salah satu cara Fikhri untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan pribadinya adalah dengan memadatkan jadwal dan memastikan bahwa setiap hari memiliki sesuatu yang ditunggu.

Dengan membuat jadwal yang tidak hanya untuk tugas-tugas akademik, tetapi juga untuk kegiatan sosial, ia memiliki cara untuk tidak menunda tugas-tugasnya. “Dengan cara ini, saya bisa tetap fokus pada tugas akademik sambil menikmati momen sosial. Ini juga membantu saya menghindari stres berkepanjangan, karena keseimbangan tersebut membuat saya tetap produktif,” katanya.

Fikhri berpesan untuk mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan studinya untuk selalu menjaga semangat dan fokus pada tujuan. Terkadang, perjalanan akademik bisa terasa berat dan penuh tantangan, namun Fikhri mengingatkan bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil menuju tujuan adalah bagian dari proses yang berharga. “Cobalah untuk tidak terlalu terbebani dengan hasil instan, tetapi nikmati setiap proses belajarnya,” pesannya.

Selain itu, ia berpesan untuk jangan ragu untuk meminta bantuan atau berdiskusi dengan dosen dan teman-teman. Kolaborasi seringkali membuka jalan menuju pemahaman yang lebih dalam. Yang terpenting, jangan sampai pekerjaan akademik membuat kita kehilangan waktu untuk diri sendiri, keluarga, atau teman-teman. “Luangkan waktu untuk istirahat, berinteraksi dengan orang lain, dan rayakan pencapaian-pencapaian meski kecil,” pungkasnya.

Penulis : Lintang Andwyna
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Fikhri

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-fikhri-lulus-doktor-ugm-di-usia-25-tahun-dan-selesaikan-kuliah-2-tahun-10-bulan/

Read More

Silaturahmi Alumni FMIPA UGM Perkuat Sinergi untuk Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan

TANGERANG – Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai acara Halal Bi Halal dan Temu Kangen Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) yang digelar Minggu (20/4/2025) di Karinda Cafe & Resto, Tangerang. Acara yang dihadiri alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1969 hingga yang baru lulus tahun ini, menjadi bukti eratnya ikatan kekeluargaan di antara keluarga besar FMIPA UGM.

 

Bapak Daniel Oscar Baskoro, Ketua Kamipagama, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta. “Ini bukti bahwa semangat kebersamaan kita sebagai alumni FMIPA UGM tetap terjaga, meski berbeda generasi,” ujarnya. Sambutan hangat juga disampaikan oleh tuan rumah, Bapak Sukardi, alumni Fisika 1985, yang dengan bangga mempersembahkan acara ini sebagai wujud kecintaan terhadap almamater.

 

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Kuwat Triyana selaku Dekan FMIPA UGM memaparkan perkembangan terbaru fakultas. Dengan penuh semangat, beliau mengajak para alumni untuk terlibat aktif dalam memajukan pendidikan. “Kami sangat mengharapkan kontribusi nyata para alumni, baik dalam bentuk sharing pengalaman kerja, membuka peluang magang, maupun menjadi mentor bagi adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

 

Ajakan serupa disampaikan Dr. Wiwit Suryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dalam paparannya, beliau menunjukkan berbagai capaian FMIPA UGM dalam menjalin kerja sama dengan industri. “Kami ingin kolaborasi ini semakin kuat, dan Lustrum ke-14 FMIPA UGM September mendatang dapat menjadi momentum untuk mengenalkan potensi yang ada di FMIPA ke masyarakat dan industri, jelasnya.

 

Momen haru tercipta saat Prof. Roto, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, memimpin doa bersama. Suasana semakin meriah ketika acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil bernostalgia. Tawa dan canda mewarnai sesi foto bersama, sementara beberapa alumni saling bertukar cerita tentang kenangan semasa kuliah.

 

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini ditutup oleh Prof. Fajar Adi Kusumo, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerjasama. “Pertemuan hari ini bukan akhir, tapi awal dari kolaborasi yang lebih nyata untuk kemajuan bersama,” pesannya penuh makna.

 

Di balik nuansa kekeluargaan yang kental, acara ini ternyata menyimpan nilai strategis. Para alumni sepakat untuk membentuk beberapa inisiatif, termasuk program pendampingan karir untuk mahasiswa dan penggalangan dana beasiswa BAKPHIA. Sebuah komitmen nyata yang menunjukkan bahwa Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) bukan hanya bernostalgia tentang kenangan masa lalu, tapi juga bicara tentang membangun masa depan bersama.

 

Dengan semangat “Guyub, Rukun, Migunani, pertemuan ini menjadi bukti bahwa alumni FMIPA UGM siap menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan sains di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4, terkait dengan keterlibatan Alumni dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 yaitu terkait sharing berbagai project penelitian dan kolaborasi industri FMIPA UGM, serta silaturahmi lintas generasi untuk memperkuat inklusivitas yang mendukung SDG 10.

(FAK’25).

Read More

Prof Suherman Dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan

Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Suherman menyampaikan pidato Guru Besar yang berjudul “Pengembangan Sensor dan Biosensor Kimia Berbasis Nanomaterial Untuk Aplikasi Analisis Lingkungan”.

Dalam pidatonya, Prof. Suherman, mengungkapkan bahwa salah satu masalah besar berkaitan dengan lingkungan adalah kualitas air terutama air minum untuk konsumsi. Dalam studi UNICEF pada tahun 2020 menyampaikan bahwa hampir 70% sumber air konsumsi telah tercemar limbah domestik dan beresiko memunculkan penyakit diare akibat buruknya penataan sanitasi rumah tangga. “Keberadaan bakteri E-Coli menjadi salah satu indikasi kualitas air minum. Belum lagi cemaran berbagai logam dampak dari industrialisasi yang tidak dibarengi infrastruktur yang memadai,” terangnya.

Untuk mendeteksi kualitas air, Suherman mengembangkan teknologi sensor yang didalamnya terdapat nanomaterial di mana memiliki sensitivitas yang luar biasa dan dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas air. “Pendekatan sensor lingkungan terutama untuk sampel air dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya menggunakan metode spektroskopi, elektrokimia dan sensor optik untuk mendeteksi kandungan nikel,” katanya.

Adapun untuk deteksi logam berat, kata Suherman, dapat dilakukan dengan metode spektroskopi berbasis fluoresensi dengan memanfaatkan material sensor berbasis karbon dot. Aplikasi sensor (carbon dots/CDs) juga dapat dimanfaatkan untuk biosensor bakteri E-Coli.

 

Suherman mengungkapkan bahwa perkembangan dunia riset terkait nanomaterial begitu pesat sehingga tidak hanya dalam perspektif modifikasi material saja, namun juga dalam sudut pandang aplikasinya yang semakin luas dan menjangkau berbagai bidang. Tantangan yang dihadapi tidak hanya menyasar pada parameter selektivitas dan sensitivitas, namun juga menuju satu bentuk aplikasi instrumentasi sensor yang handheld, mobile, dan real-time monitoring. “Dari sini kita menyadari bahwa jendela peluang begitu luas, dan tuntutan kolaborasi dengan bidang ilmu lain sangatlah terbuka,” ungkapnya.

Ketua Dewan Guru Besar, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyebutkan bahwa Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., merupakan salah satu dari 526 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 56 Guru Besar aktif dari 76 Guru Besar yang pernah dimiliki Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.

Penulis : Jelita Agustine
Editor   : Gusti Grehenson
Foto     : Donnie

Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/prof-suherman-dikukuhkan-jadi-guru-besar-bidang-kimia-analitik-dan-lingkungan/

Read More

FMIPA UGM Rajut Tradisi dan Semangat Keberlanjutan dalam Kirab Budaya Nitilaku 2024

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar tradisi tahunan yang penuh makna, Kirab Budaya Nitilaku, pada 15 Desember 2024. Acara ini berlangsung dengan meriah dan menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk partisipasi aktif 25 personel dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM). Peserta dari FMIPA UGM terdiri dari berbagai elemen, seperti perwakilan dari setiap departemen, pegawai tata usaha, hingga anggota Satuan Kegiatan Kemahasiswaan (SKK).

Dengan menyesuaikan diri pada tema tradisi kirab budaya tahun ini, tim FMIPA UGM tampil memukau dengan kostum khas yang mencerminkan kekayaan budaya. Tidak hanya itu, mereka juga membawakan yel-yel khas FMIPA dan lagu “Jogja Istimewa,” menciptakan suasana yang semakin semarak. Koreografi yang dirancang khusus oleh Ibu Susi dari Departemen Matematika menjadi daya tarik tersendiri, menunjukkan harmoni gerakan yang menggambarkan semangat kebersamaan.

Persiapan acara ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Dengan waktu persiapan yang hanya dua minggu dan latihan intensif selama satu minggu, personel FMIPA UGM harus membagi waktu mereka di tengah kesibukan aktivitas rutin. Ketersediaan kostum yang terbatas juga menjadi kendala, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat tim untuk memberikan penampilan terbaik.

Semangat dan kerja keras para peserta akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ibu Sely Rosiani, S.Pd., M.Hum., salah satu penggerak utama dalam acara ini, mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi tim. “Kami puas, kita seru, rame dari awal start sampai di venue akhir di Balairung,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Kirab Budaya Nitilaku bukan sekadar perayaan tradisional, tetapi juga mencerminkan kontribusi UGM dalam mendukung berbagai poin Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan mempromosikan aktivitas fisik melalui kirab, acara ini mendukung SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan). Keterlibatan semua elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang turut mendukung SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan). Di sisi lain, pelestarian budaya lokal yang menjadi inti acara ini relevan dengan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Penggunaan kostum berbasis tradisi lokal juga menjadi bentuk kesadaran terhadap SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), sedangkan kerja sama yang terjalin antarindividu mencerminkan upaya mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Terakhir, sinergi antara berbagai komunitas di UGM mempertegas implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).

Kirab Budaya Nitilaku 2024 menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Partisipasi FMIPA UGM tidak hanya memperkaya acara ini dengan semangat dan kreativitas mereka, tetapi juga mempertegas peran pendidikan tinggi dalam melestarikan budaya, mempererat kolaborasi, dan menciptakan dampak positif yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM menunjukkan bahwa kebersamaan dan kerja keras dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna, baik untuk masyarakat maupun masa depan keberlanjutan.

Penulis: Chairunnisa Anggun Setiono
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

BEM KM FMIPA UGM Gelar Expo Beasiswa 2024 sebagai Jembatan Menuju Pendidikan Tanpa Batas untuk Generasi Muda

Expo Beasiswa 2024 sukses menjadi pusat perhatian dan platform penting bagi mahasiswa yang ingin mengejar pendidikan tanpa batasan finansial. Dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme, acara ini menghadirkan berbagai peluang beasiswa dari lembaga-lembaga ternama untuk mendukung perjalanan akademis generasi muda Indonesia. Beberapa instansi besar, seperti Sobat Bumi Pertamina, Bank Indonesia, Bakti BCA, Adaro Foundation, dan BSI Scholarship, menawarkan program beasiswa menarik. Tak hanya mendapatkan informasi, para pengunjung juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan lembaga, memberikan pengalaman yang lebih personal dan mendalam.

“Saya jadi tahu lebih banyak opsi beasiswa yang bisa saya coba, dan itu sangat membantu. Biasanya hanya membaca informasi dari internet, tapi di sini saya bisa langsung tanya ke pihak pemberi beasiswa. Rasanya jadi lebih percaya diri untuk mencoba,” ujar Rahma, mahasiswa semester empat FMIPA UGM yang hadir dengan antusias dalam acara tersebut.

Selain memaparkan informasi beasiswa, acara ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari para penerima beasiswa (awardee), yang membagikan perjalanan mereka dalam meraih pendidikan berkualitas. Cerita-cerita ini diharapkan mampu menanamkan semangat optimisme di kalangan mahasiswa untuk terus mencoba dan tidak menyerah menghadapi tantangan pendidikan.

Kementerian Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM FMIPA UGM, selaku penyelenggara, menekankan pentingnya membangun jejaring di era global yang semakin kompetitif. “Expo Beasiswa 2024 tidak hanya tentang akses pendidikan, tetapi juga tentang kolaborasi. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa melalui kolaborasi antara lembaga pemberi beasiswa dan penerima manfaat, pendidikan yang inklusif bisa menjadi kenyataan,” jelas Ratih, salah satu panitia.

Dengan tema futuristik yang mengusung inovasi dan harapan, Expo Beasiswa 2024 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan. Kesuksesan acara ini menjadi bukti bahwa tidak ada hambatan yang terlalu besar untuk diraih selama ada dukungan yang memadai dan tekad yang kuat.

Panitia berharap Expo Beasiswa dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan dampak yang lebih luas. Acara ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4, yaitu meningkatkan akses terhadap pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Expo Beasiswa 2024 tidak hanya menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih baik, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang gemilang.

Penulis: Ratih Cintia Sari
Dokumentasi: Tim DDD Expo Beasiswa 2024
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta.

Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya.

Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani.

Penulis: Fajar Adi Kusumo
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn

Read More

Lift Lantai 1 Departemen Kimia FMIPA UGM Diresmikan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada meresmikan lift lantai 1 di Departemen Kimia pada Senin (9/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Dekan FMIPA UGM dan dihadiri jajaran dekanat, perwakilan senat fakultas, serta sivitas akademika FMIPA UGM.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan laporan dari pihak pengadaan. Dalam laporannya, perwakilan Kantor Pengadaan FMIPA UGM, Agung Nugroho, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa pembangunan lift ini merupakan bagian dari upaya peningkatan fasilitas penunjang aktivitas akademik. Ia juga membuka ruang evaluasi yang akan dijadikan bahan perbaikan ke depan.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM menyampaikan rasa syukur atas perkembangan infrastruktur di lingkungan FMIPA. Ia menekankan bahwa pertumbuhan gedung dengan elevasi yang berbeda-beda menjadi perhatian serius fakultas dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif.

Lebih lanjut, Dekan berharap lift ini dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh dosen Departemen Kimia dan Matematika, terutama para dosen senior serta sivitas akademika yang memiliki keterbatasan kesehatan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk merawat fasilitas bersama agar dapat terus memberikan manfaat jangka panjang.

“Yang penting kita rawat bersama sama sehingga menjadi lebih baik,” ujar Dekan FMIPA UGM.

Peresmian lift ditandai dengan pemotongan pita oleh Dekan FMIPA UGM bersama Wakil Senat Fakultas. Momentum ini menjadi simbol komitmen FMIPA UGM dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan akademik guna menunjang kelancaran kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pembangunan dan peresmian lift ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penyediaan infrastruktur kampus yang andal dan berkelanjutan, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan menghadirkan fasilitas yang lebih inklusif bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali.

Penulis: Meitha Eka NurhasanahTop of Form
Dokumentasi: Daffa

Read More

Prof. Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si. Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sosiofisika dan Jaringan Kompleks Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM

Prof. Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Sosiofisika dan Jaringan Kompleks Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 25 September 2025 di Balai Senat Gedung Rektorat Balairung UGM. Ia memaparkan pidato pengukuhan bertajuk Universalitas, Transisi Fase dan Fenomena Emergen dalam Fisika Interdisipliner: Dari Sosiofisika, Elektrokonveksi Hingga Polusi Cahaya. Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Rinto menyoroti keterkaitan fisika interdisipliner dengan isu pembangunan berkelanjutan.

Prof. Rinto menjelaskan bagaimana sosiofisika dapat digunakan untuk memahami penyebaran opini, informasi, dan perilaku sosial secara kuantitatif. “Dengan pendekatan ini, kita dapat memahami bagaimana polarisasi sosial terbentuk, hoaks menyebar, atau konsensus dibangun. Hal ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, serta SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan,” paparnya.

Prof. Rinto memiliki rekam jejak riset variatif mulai dari kosmologi saat menempuh pendidikan S1 Fisika UGM, teori medan kuantum pada jenjang S2, hingga elektrokonveksi menggunakan kristal cair nematik ketika menjalani studi doktoral dan riset pascadoktoral di Kyushu University, Jepang. Di luar fokus tersebut, Prof. Rinto juga mendalami ilmu falak berbasis astronomi posisi. Ia telah menerbitkan dua buku, yakni Mekanika Benda Langit (2012) dan Pernak-Pernik Ilmu Falak Populer yang rilis bertepatan dengan pengukuhannya sebagai Guru Besar pada tahun ini.

Pengukuhan Prof. Dr. Eng. Rinto Anugraha NQZ, S.Si., M.Si. sebagai Guru Besar tidak hanya menegaskan kiprah beliau dalam mengembangkan riset lintas disiplin, tetapi juga memperlihatkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian SDGs. Melalui kajian sosiofisika, elektrokonveksi, hingga polusi cahaya, Prof. Rinto menunjukkan bagaimana ilmu fisika dapat berkontribusi pada isu global seperti perdamaian dan keadilan (SDG 16), juga berkurangnya kesenjangan (SDG 10) Dengan demikian, pengukuhan ini bukan hanya momentum akademik, melainkan juga wujud peran UGM yang terus berkontribusi dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan agenda pembangunan berkelanjutan, sejalan juga dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

Kisah Fikhri, Lulus Doktor UGM di Usia 25 Tahun dan Selesaikan Kuliah 2 Tahun 10 Bulan

Bagi Fikhri Astina Tasmara, melanjutkan studi doktoral bukan hanya untuk gelar, tetapi untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang mendorong semangat wisudawan Program Studi Doktor Fisika FMIPA UGM asal Makassar, Sulawesi Selatan ini untuk melanjutkan studinya dan berhasil lulus di usia 25 tahun 8 bulan.

Fikhri, kerap ia disapa, bercerita bahwa ia dibesarkan dalam keluarga yang sangat mengutamakan pendidikan. Orang tuanya selalu menanamkan pemahaman bahwa meskipun pendidikan bukanlah segalanya, tapi pendidikan bisa menjadi kunci untuk melanjutkan hidup dan meraih kesempatan. “Ibu dan nenek saya juga mengajarkan bahwa wanita harus memiliki daya dan kemampuan untuk mandiri. Ini selalu menjadi mindset yang terus saya bawa sepanjang hidup saya, sehingga saya selalu terdorong untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya ketika di wawancara, Kamis (31/7).

Sebelum melanjutkan studi doktoralnya di UGM, Fikhri mengambil pendidikan S1 di Universitas Hasanuddin dengan jurusan Fisika karena fisika menjadi salah satu mata pelajaran yang paling saya minati sejak SMP hingga SMA. Ia juga mengaku alasannya memilih melanjutkan studi ke Program Studi Doktor Fisika di UGM adalah karena UGM menawarkan lingkungan yang ideal untuk riset yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat. “Saya percaya bahwa UGM dapat memberikan lingkungan akademik yang kondusif untuk mengembangkan potensi dan memperdalam ilmu pengetahuan di bidang fisika, yang sudah saya geluti sejak jenjang S1,” katanya.

Menjadi Wisudawan Termuda 

Rasa senang dan haru datang ketika mengetahui bahwa ia merupakan wisudawan termuda dengan IPK 3.80. Fikhri mengaku memiliki prinsip bahwa semakin cepat ia berproses, semakin banyak kesempatan yang bisa diraih. “Meskipun terkadang banyak halangan yang menghadang di jalan kita, namun karena semuanya dimulai lebih cepat, kita jadi memiliki waktu lebih untuk terus memperbaiki diri dan memikirkan solusi atas masalah yang kita hadapi,” ungkap Fikhri.

Menyelesaikan studinya di usia muda ini bukanlah terinspirasi dari tokoh-tokoh dunia, melainkan dari kakak kandungnya sendiri. Fikhri mengaku bahwa ia belajar banyak hal dari sang Kakak dengan mengikuti dan belajar dari setiap langkah yang dia ambil. “Melihat bagaimana kakak saya menjalani pendidikannya dengan penuh dedikasi dan menjadi sukses, saya merasa termotivasi untuk terus melangkah maju dan menyelesaikan studi saya dengan cara yang sama,” ujar Fikhri.

Selain itu, peran keluarga, teman, dan dosen sangat besar dalam mendukung pencapaian saya. Fikhri mengatakan bahwa keluarganya selalu memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah yang ia ambil. Ia selalu teringat pada senyum mendiang ayahnya ketika ia meraih peringkat satu yang terus menjadi motivasinya untuk mengembangkan diri dan mencapai prestasi yang membanggakan ayahnya. “Keberhasilan saya juga tidak lepas dari doa dan dukungan ibu saya, yang selalu memberikan kekuatan, serta dorongan kuat dari saudari saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengaku sangat berterima kasih kepada tim promotornya yang banyak memberikan ilmu dan arahan yang sangat berarti serta mendampingi Fikhri dalam setiap langkah penyelesaian studinya. Tim promotor tersebut antara lain Prof. Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si, Dr. drg. Rini Widyaningrum, M.Biotech, dan Dr. Andreas Setiawan, M.T.

Salah satu pengalaman menariknya selama di UGM adalah menyadari bahwa ilmu fisika yang ia pelajari telah membawa saya ke banyak tempat. Semasa studinya di UGM, ia berkesempatan untuk bisa menghadiri berbagai konferensi di Indonesia, yang tidak hanya memberinya kesempatan untuk melihat tempat baru, tetapi juga untuk memperluas jaringan dan bertemu dengan rekan-rekan yang memiliki minat serupa.

Salah satu pengalaman yang paling membekas di benak Fikhri adalah ketika ia menjadi visiting researcher di salah satu universitas terkemuka di Jepang yakni Tohoku University, Sendai, Jepang, di Graduate School of Biomedical Engineering. Ia mengatakan bahwa pengalaman risetnya selama di sana sangatlah berharga, dan mendapatkan wawasan baru dalam penelitian dan kolaborasi.

Berhasil menyelesaikan studi di usia yang muda dalam waktu 2 tahun 10 bulan tidaklah mudah bagi Fikhri. Terlebih, ia juga berhasil menjadi wisudawan dengan IPK yang tinggi. Maka dari itu, salah satu cara Fikhri untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan pribadinya adalah dengan memadatkan jadwal dan memastikan bahwa setiap hari memiliki sesuatu yang ditunggu.

Dengan membuat jadwal yang tidak hanya untuk tugas-tugas akademik, tetapi juga untuk kegiatan sosial, ia memiliki cara untuk tidak menunda tugas-tugasnya. “Dengan cara ini, saya bisa tetap fokus pada tugas akademik sambil menikmati momen sosial. Ini juga membantu saya menghindari stres berkepanjangan, karena keseimbangan tersebut membuat saya tetap produktif,” katanya.

Fikhri berpesan untuk mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan studinya untuk selalu menjaga semangat dan fokus pada tujuan. Terkadang, perjalanan akademik bisa terasa berat dan penuh tantangan, namun Fikhri mengingatkan bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil menuju tujuan adalah bagian dari proses yang berharga. “Cobalah untuk tidak terlalu terbebani dengan hasil instan, tetapi nikmati setiap proses belajarnya,” pesannya.

Selain itu, ia berpesan untuk jangan ragu untuk meminta bantuan atau berdiskusi dengan dosen dan teman-teman. Kolaborasi seringkali membuka jalan menuju pemahaman yang lebih dalam. Yang terpenting, jangan sampai pekerjaan akademik membuat kita kehilangan waktu untuk diri sendiri, keluarga, atau teman-teman. “Luangkan waktu untuk istirahat, berinteraksi dengan orang lain, dan rayakan pencapaian-pencapaian meski kecil,” pungkasnya.

Penulis : Lintang Andwyna
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Fikhri

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/kisah-fikhri-lulus-doktor-ugm-di-usia-25-tahun-dan-selesaikan-kuliah-2-tahun-10-bulan/

Read More

Silaturahmi Alumni FMIPA UGM Perkuat Sinergi untuk Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan

TANGERANG – Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai acara Halal Bi Halal dan Temu Kangen Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) yang digelar Minggu (20/4/2025) di Karinda Cafe & Resto, Tangerang. Acara yang dihadiri alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1969 hingga yang baru lulus tahun ini, menjadi bukti eratnya ikatan kekeluargaan di antara keluarga besar FMIPA UGM.

 

Bapak Daniel Oscar Baskoro, Ketua Kamipagama, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta. “Ini bukti bahwa semangat kebersamaan kita sebagai alumni FMIPA UGM tetap terjaga, meski berbeda generasi,” ujarnya. Sambutan hangat juga disampaikan oleh tuan rumah, Bapak Sukardi, alumni Fisika 1985, yang dengan bangga mempersembahkan acara ini sebagai wujud kecintaan terhadap almamater.

 

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Kuwat Triyana selaku Dekan FMIPA UGM memaparkan perkembangan terbaru fakultas. Dengan penuh semangat, beliau mengajak para alumni untuk terlibat aktif dalam memajukan pendidikan. “Kami sangat mengharapkan kontribusi nyata para alumni, baik dalam bentuk sharing pengalaman kerja, membuka peluang magang, maupun menjadi mentor bagi adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

 

Ajakan serupa disampaikan Dr. Wiwit Suryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dalam paparannya, beliau menunjukkan berbagai capaian FMIPA UGM dalam menjalin kerja sama dengan industri. “Kami ingin kolaborasi ini semakin kuat, dan Lustrum ke-14 FMIPA UGM September mendatang dapat menjadi momentum untuk mengenalkan potensi yang ada di FMIPA ke masyarakat dan industri, jelasnya.

 

Momen haru tercipta saat Prof. Roto, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, memimpin doa bersama. Suasana semakin meriah ketika acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil bernostalgia. Tawa dan canda mewarnai sesi foto bersama, sementara beberapa alumni saling bertukar cerita tentang kenangan semasa kuliah.

 

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini ditutup oleh Prof. Fajar Adi Kusumo, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerjasama. “Pertemuan hari ini bukan akhir, tapi awal dari kolaborasi yang lebih nyata untuk kemajuan bersama,” pesannya penuh makna.

 

Di balik nuansa kekeluargaan yang kental, acara ini ternyata menyimpan nilai strategis. Para alumni sepakat untuk membentuk beberapa inisiatif, termasuk program pendampingan karir untuk mahasiswa dan penggalangan dana beasiswa BAKPHIA. Sebuah komitmen nyata yang menunjukkan bahwa Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) bukan hanya bernostalgia tentang kenangan masa lalu, tapi juga bicara tentang membangun masa depan bersama.

 

Dengan semangat “Guyub, Rukun, Migunani, pertemuan ini menjadi bukti bahwa alumni FMIPA UGM siap menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan sains di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4, terkait dengan keterlibatan Alumni dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 yaitu terkait sharing berbagai project penelitian dan kolaborasi industri FMIPA UGM, serta silaturahmi lintas generasi untuk memperkuat inklusivitas yang mendukung SDG 10.

(FAK’25).

Read More

Prof Suherman Dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan

Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Suherman menyampaikan pidato Guru Besar yang berjudul “Pengembangan Sensor dan Biosensor Kimia Berbasis Nanomaterial Untuk Aplikasi Analisis Lingkungan”.

Dalam pidatonya, Prof. Suherman, mengungkapkan bahwa salah satu masalah besar berkaitan dengan lingkungan adalah kualitas air terutama air minum untuk konsumsi. Dalam studi UNICEF pada tahun 2020 menyampaikan bahwa hampir 70% sumber air konsumsi telah tercemar limbah domestik dan beresiko memunculkan penyakit diare akibat buruknya penataan sanitasi rumah tangga. “Keberadaan bakteri E-Coli menjadi salah satu indikasi kualitas air minum. Belum lagi cemaran berbagai logam dampak dari industrialisasi yang tidak dibarengi infrastruktur yang memadai,” terangnya.

Untuk mendeteksi kualitas air, Suherman mengembangkan teknologi sensor yang didalamnya terdapat nanomaterial di mana memiliki sensitivitas yang luar biasa dan dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas air. “Pendekatan sensor lingkungan terutama untuk sampel air dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya menggunakan metode spektroskopi, elektrokimia dan sensor optik untuk mendeteksi kandungan nikel,” katanya.

Adapun untuk deteksi logam berat, kata Suherman, dapat dilakukan dengan metode spektroskopi berbasis fluoresensi dengan memanfaatkan material sensor berbasis karbon dot. Aplikasi sensor (carbon dots/CDs) juga dapat dimanfaatkan untuk biosensor bakteri E-Coli.

 

Suherman mengungkapkan bahwa perkembangan dunia riset terkait nanomaterial begitu pesat sehingga tidak hanya dalam perspektif modifikasi material saja, namun juga dalam sudut pandang aplikasinya yang semakin luas dan menjangkau berbagai bidang. Tantangan yang dihadapi tidak hanya menyasar pada parameter selektivitas dan sensitivitas, namun juga menuju satu bentuk aplikasi instrumentasi sensor yang handheld, mobile, dan real-time monitoring. “Dari sini kita menyadari bahwa jendela peluang begitu luas, dan tuntutan kolaborasi dengan bidang ilmu lain sangatlah terbuka,” ungkapnya.

Ketua Dewan Guru Besar, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyebutkan bahwa Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., merupakan salah satu dari 526 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 56 Guru Besar aktif dari 76 Guru Besar yang pernah dimiliki Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.

Penulis : Jelita Agustine
Editor   : Gusti Grehenson
Foto     : Donnie

Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/prof-suherman-dikukuhkan-jadi-guru-besar-bidang-kimia-analitik-dan-lingkungan/

Read More

FMIPA UGM Rajut Tradisi dan Semangat Keberlanjutan dalam Kirab Budaya Nitilaku 2024

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar tradisi tahunan yang penuh makna, Kirab Budaya Nitilaku, pada 15 Desember 2024. Acara ini berlangsung dengan meriah dan menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk partisipasi aktif 25 personel dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM). Peserta dari FMIPA UGM terdiri dari berbagai elemen, seperti perwakilan dari setiap departemen, pegawai tata usaha, hingga anggota Satuan Kegiatan Kemahasiswaan (SKK).

Dengan menyesuaikan diri pada tema tradisi kirab budaya tahun ini, tim FMIPA UGM tampil memukau dengan kostum khas yang mencerminkan kekayaan budaya. Tidak hanya itu, mereka juga membawakan yel-yel khas FMIPA dan lagu “Jogja Istimewa,” menciptakan suasana yang semakin semarak. Koreografi yang dirancang khusus oleh Ibu Susi dari Departemen Matematika menjadi daya tarik tersendiri, menunjukkan harmoni gerakan yang menggambarkan semangat kebersamaan.

Persiapan acara ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Dengan waktu persiapan yang hanya dua minggu dan latihan intensif selama satu minggu, personel FMIPA UGM harus membagi waktu mereka di tengah kesibukan aktivitas rutin. Ketersediaan kostum yang terbatas juga menjadi kendala, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat tim untuk memberikan penampilan terbaik.

Semangat dan kerja keras para peserta akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. Ibu Sely Rosiani, S.Pd., M.Hum., salah satu penggerak utama dalam acara ini, mengungkapkan apresiasinya terhadap dedikasi tim. “Kami puas, kita seru, rame dari awal start sampai di venue akhir di Balairung,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Kirab Budaya Nitilaku bukan sekadar perayaan tradisional, tetapi juga mencerminkan kontribusi UGM dalam mendukung berbagai poin Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan mempromosikan aktivitas fisik melalui kirab, acara ini mendukung SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan). Keterlibatan semua elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang turut mendukung SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 10 (Mengurangi Ketimpangan). Di sisi lain, pelestarian budaya lokal yang menjadi inti acara ini relevan dengan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Penggunaan kostum berbasis tradisi lokal juga menjadi bentuk kesadaran terhadap SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), sedangkan kerja sama yang terjalin antarindividu mencerminkan upaya mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Terakhir, sinergi antara berbagai komunitas di UGM mempertegas implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).

Kirab Budaya Nitilaku 2024 menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Partisipasi FMIPA UGM tidak hanya memperkaya acara ini dengan semangat dan kreativitas mereka, tetapi juga mempertegas peran pendidikan tinggi dalam melestarikan budaya, mempererat kolaborasi, dan menciptakan dampak positif yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM menunjukkan bahwa kebersamaan dan kerja keras dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna, baik untuk masyarakat maupun masa depan keberlanjutan.

Penulis: Chairunnisa Anggun Setiono
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

BEM KM FMIPA UGM Gelar Expo Beasiswa 2024 sebagai Jembatan Menuju Pendidikan Tanpa Batas untuk Generasi Muda

Expo Beasiswa 2024 sukses menjadi pusat perhatian dan platform penting bagi mahasiswa yang ingin mengejar pendidikan tanpa batasan finansial. Dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme, acara ini menghadirkan berbagai peluang beasiswa dari lembaga-lembaga ternama untuk mendukung perjalanan akademis generasi muda Indonesia. Beberapa instansi besar, seperti Sobat Bumi Pertamina, Bank Indonesia, Bakti BCA, Adaro Foundation, dan BSI Scholarship, menawarkan program beasiswa menarik. Tak hanya mendapatkan informasi, para pengunjung juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan lembaga, memberikan pengalaman yang lebih personal dan mendalam.

“Saya jadi tahu lebih banyak opsi beasiswa yang bisa saya coba, dan itu sangat membantu. Biasanya hanya membaca informasi dari internet, tapi di sini saya bisa langsung tanya ke pihak pemberi beasiswa. Rasanya jadi lebih percaya diri untuk mencoba,” ujar Rahma, mahasiswa semester empat FMIPA UGM yang hadir dengan antusias dalam acara tersebut.

Selain memaparkan informasi beasiswa, acara ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari para penerima beasiswa (awardee), yang membagikan perjalanan mereka dalam meraih pendidikan berkualitas. Cerita-cerita ini diharapkan mampu menanamkan semangat optimisme di kalangan mahasiswa untuk terus mencoba dan tidak menyerah menghadapi tantangan pendidikan.

Kementerian Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM FMIPA UGM, selaku penyelenggara, menekankan pentingnya membangun jejaring di era global yang semakin kompetitif. “Expo Beasiswa 2024 tidak hanya tentang akses pendidikan, tetapi juga tentang kolaborasi. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa melalui kolaborasi antara lembaga pemberi beasiswa dan penerima manfaat, pendidikan yang inklusif bisa menjadi kenyataan,” jelas Ratih, salah satu panitia.

Dengan tema futuristik yang mengusung inovasi dan harapan, Expo Beasiswa 2024 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan memperluas wawasan. Kesuksesan acara ini menjadi bukti bahwa tidak ada hambatan yang terlalu besar untuk diraih selama ada dukungan yang memadai dan tekad yang kuat.

Panitia berharap Expo Beasiswa dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan dampak yang lebih luas. Acara ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4, yaitu meningkatkan akses terhadap pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Expo Beasiswa 2024 tidak hanya menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih baik, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang gemilang.

Penulis: Ratih Cintia Sari
Dokumentasi: Tim DDD Expo Beasiswa 2024
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More
Translate