Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan PT Polytron, Bahas Peluang Kolaborasi di Bidang Semikonduktor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan General Manager of Business Development dan Jajaran PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi semikonduktor. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan FMIPA UGM tersebut menjadi wadah diskusi antara akademisi dan industri untuk membahas berbagai perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.; Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi; Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Matematika; Dr. Akhmad Syoufian, M.Eng. selaku Sekretaris Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dengan membahas berbagai potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dalam kesempatan tersebut, para akademisi FMIPA UGM memperkenalkan berbagai aktivitas pendidikan dan penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas riset yang dimiliki FMIPA UGM sekaligus membuka peluang sinergi yang dapat mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi.

Salah satu topik dalam diskusi ini adalah pengembangan teknologi semikonduktor, termasuk material semikonduktor, chip, serta teknologi display beresolusi tinggi. Sejumlah dosen dari FMIPA UGM turut memperkenalkan aktivitas penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas, baik di bidang material maupun teknologi semikonduktor. Berbagai riset tersebut mencakup pengembangan material semikonduktor dan potensinya untuk diaplikasikan pada teknologi OLED serta berbagai perangkat elektronik. Dukungan keilmuan dari Departemen Kimia dan Departemen Fisika FMIPA UGM juga menjadi modal penting dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri semikonduktor.

Melalui diskusi ini, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan riset, kebutuhan industri, serta peluang sinergi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat mempercepat pengembangan inovasi sekaligus mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional di bidang semikonduktor.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FMIPA UGM dan Polytron, khususnya dalam pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perkembangan industri berbasis teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan kompetensi serta sumber daya manusia di bidang teknologi maju. Selain itu, kerja sama yang dijajaki mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong riset dan inovasi di bidang semikonduktor yang berperan penting dalam perkembangan industri teknologi nasional. Sinergi antara FMIPA UGM dan Polytron juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antara sektor akademik dan industri untuk menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Delegasi Mahasiswa Fakultas MIPA UGM Ukir Prestasi Gemilang di ONMIPA-PT 2026

Babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 telah usai digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026. Sebanyak 260 finalis dari 85 perguruan tinggi mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini. Empat bidang yang dipertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Dari total peserta nasional tersebut, Universitas Gadjah Mada mengirimkan sejumlah delegasi yang tersebar di empat bidang keilmuan. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah delegasi mahasiswa dari Fakultas MIPA UGM beserta capaian mereka:

Bidang Matematika
– Fajar Arif Shodiqin – Medali Emas
– Aditya Yoga Sadana – Honorable Mention
– Asif Tijani Ahmad – Finalist
– Ikhsanudin Muhammad Nurzaini – Finalist

Bidang Fisika
– Imaduddin Akmal – Medali Perunggu
– Mohammad Fajar Maulid – Medali Perunggu
– Syamsul Ma’Arif – Medali Perunggu
– Pati Imanuel Lowri Wartuni – Finalist

Bidang Kimia
– Jonathan Aaron Gunawan – Medali Perunggu
– Anton Triyono – Honorable Mention
– Muhammad Ainur Ridho Firdausy – Finalist

Merujuk pada jadwal resmi panitia nasional, tahapan ONMIPA-PT 2026 dimulai dari pendaftaran dan seleksi tingkat universitas pada Maret–April 2026. Seleksi wilayah berlangsung hingga pertengahan Mei, yang kemudian menyaring peserta untuk maju ke babak final nasional. UGM, sebagaimana perguruan tinggi lainnya, melalui proses tersebut sebelum akhirnya mengirimkan delegasi ke Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, persiapan kontingen UGM dilakukan melalui pembinaan rutin di tingkat fakultas. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi, simulasi ujian, dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya. Pola pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam menghadapi kompetisi berskala nasional.

Apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa delegasi atas kesungguhan mereka selama rangkaian seleksi dan final, serta kepada dosen pembimbing dan staf yang terlibat dalam proses persiapan. Capaian ini menjadi salah satu pencatatan penting bagi FMIPA UGM dalam kontribusinya terhadap pengembangan sains di tingkat nasional.

Partisipasi dan capaian mahasiswa FMIPA UGM dalam ONMIPA-PT 2026 ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik di bidang sains, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembinaan talenta muda yang berpotensi mendorong inovasi di masa depan. Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi berskala nasional ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) , mengingat kolaborasi antarperguruan tinggi dan dengan pemerintah dalam ajang ONMIPA-PT menjadi salah satu wujud kerja sama ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Foto: Komunitas ONMIPA UGM

Read More

Prof. Keiichi Tomishige Hadir di CASE #3 Departemen Kimia FMIPA UGM, Paparkan Inovasi Katalisis dan Katalis Heterogen untuk Proses Kimia Berkelanjutan

Prof. Keiichi Tomishige dari Tohoku University, Jepang, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Chemistry Advanced Studies & Exploration (CASE) #3 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) Departemen Kimia FMIPA UGM pada Kamis (18/6).

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM dan secara online melalui Zoom Meeting. Seminar yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut dihadiri oleh dosen, mahasiswa Kimia UGM, serta peserta dari berbagai institusi eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tomishige memaparkan berbagai inovasi dalam bidang katalisis dan katalis heterogen yang berfokus pada pengembangan proses kimia berkelanjutan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif.

Mengangkat tema Development of Heterogeneous Catalyst for Reductive Conversion of Biomass and Non-Reductive Conversion of CO₂, acara ini dipandu oleh Gavriel Hagai Paulus Sumlang, S.Si., M.Sc. sebagai master of ceremony (MC) dan dimoderatori oleh Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Kimia FMIPA UGM, Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., sebelum dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Prof. Keiichi Tomishige.

Dalam pemaparannya, Prof. Tomishige menjelaskan berbagai inovasi dalam pengembangan proses kimia ramah lingkungan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan industri terhadap sumber daya fosil sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Salah satu topik yang dibahas adalah konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tinggi menggunakan katalis padat. Menurutnya, kandungan oksigen yang tinggi pada biomassa menjadi tantangan utama dalam proses pengolahannya. Untuk mengatasinya, Prof. Tomishige menawarkan metode hydrodeoxygenation dan deoxydehydration yang memungkinkan penghilangan oksigen secara selektif tanpa merusak kerangka karbon.

Selain konversi biomassa, seminar ini juga turut menyoroti pemanfaatan CO₂ sebagai sumber karbon untuk menghasilkan berbagai produk industri. Melalui pengembangan katalis yang inovatif, CO₂ dapat direaksikan dengan alkohol maupun amina untuk menghasilkan senyawa bernilai tambah tanpa menggunakan reagen beracun yang umum ditemukan pada proses konvensional.

Prof. Tomishige juga memperkenalkan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan langsung CO₂ hasil proses penangkapan karbon. Pendekatan ini dinilai mampu mengintegrasikan proses penangkapan dan pemanfaatan CO₂ dalam satu sistem yang lebih sederhana dan hemat energi.

Ketua KMPK, Mohammad Ahsani Taqwim, S.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan CASE dapat terus disinergikan dengan berbagai mitra eksternal. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kimia sekaligus membuka peluang membangun jejaring akademik dan profesional yang lebih luas.

Inovasi yang dipaparkan Prof. Tomishige menunjukkan bagaimana penelitian di bidang kimia dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga pemanfaatan emisi karbon menjadi produk yang bernilai guna. Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kimia yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis : Inna Mutifah
Editor : Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer : Daffa Athatara

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan PT Polytron, Bahas Peluang Kolaborasi di Bidang Semikonduktor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan General Manager of Business Development dan Jajaran PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi semikonduktor. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan FMIPA UGM tersebut menjadi wadah diskusi antara akademisi dan industri untuk membahas berbagai perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.; Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi; Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Matematika; Dr. Akhmad Syoufian, M.Eng. selaku Sekretaris Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dengan membahas berbagai potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dalam kesempatan tersebut, para akademisi FMIPA UGM memperkenalkan berbagai aktivitas pendidikan dan penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas riset yang dimiliki FMIPA UGM sekaligus membuka peluang sinergi yang dapat mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi.

Salah satu topik dalam diskusi ini adalah pengembangan teknologi semikonduktor, termasuk material semikonduktor, chip, serta teknologi display beresolusi tinggi. Sejumlah dosen dari FMIPA UGM turut memperkenalkan aktivitas penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas, baik di bidang material maupun teknologi semikonduktor. Berbagai riset tersebut mencakup pengembangan material semikonduktor dan potensinya untuk diaplikasikan pada teknologi OLED serta berbagai perangkat elektronik. Dukungan keilmuan dari Departemen Kimia dan Departemen Fisika FMIPA UGM juga menjadi modal penting dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri semikonduktor.

Melalui diskusi ini, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan riset, kebutuhan industri, serta peluang sinergi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat mempercepat pengembangan inovasi sekaligus mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional di bidang semikonduktor.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FMIPA UGM dan Polytron, khususnya dalam pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perkembangan industri berbasis teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan kompetensi serta sumber daya manusia di bidang teknologi maju. Selain itu, kerja sama yang dijajaki mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong riset dan inovasi di bidang semikonduktor yang berperan penting dalam perkembangan industri teknologi nasional. Sinergi antara FMIPA UGM dan Polytron juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antara sektor akademik dan industri untuk menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Delegasi Mahasiswa Fakultas MIPA UGM Ukir Prestasi Gemilang di ONMIPA-PT 2026

Babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 telah usai digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026. Sebanyak 260 finalis dari 85 perguruan tinggi mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini. Empat bidang yang dipertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Dari total peserta nasional tersebut, Universitas Gadjah Mada mengirimkan sejumlah delegasi yang tersebar di empat bidang keilmuan. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah delegasi mahasiswa dari Fakultas MIPA UGM beserta capaian mereka:

Bidang Matematika
– Fajar Arif Shodiqin – Medali Emas
– Aditya Yoga Sadana – Honorable Mention
– Asif Tijani Ahmad – Finalist
– Ikhsanudin Muhammad Nurzaini – Finalist

Bidang Fisika
– Imaduddin Akmal – Medali Perunggu
– Mohammad Fajar Maulid – Medali Perunggu
– Syamsul Ma’Arif – Medali Perunggu
– Pati Imanuel Lowri Wartuni – Finalist

Bidang Kimia
– Jonathan Aaron Gunawan – Medali Perunggu
– Anton Triyono – Honorable Mention
– Muhammad Ainur Ridho Firdausy – Finalist

Merujuk pada jadwal resmi panitia nasional, tahapan ONMIPA-PT 2026 dimulai dari pendaftaran dan seleksi tingkat universitas pada Maret–April 2026. Seleksi wilayah berlangsung hingga pertengahan Mei, yang kemudian menyaring peserta untuk maju ke babak final nasional. UGM, sebagaimana perguruan tinggi lainnya, melalui proses tersebut sebelum akhirnya mengirimkan delegasi ke Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, persiapan kontingen UGM dilakukan melalui pembinaan rutin di tingkat fakultas. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi, simulasi ujian, dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya. Pola pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam menghadapi kompetisi berskala nasional.

Apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa delegasi atas kesungguhan mereka selama rangkaian seleksi dan final, serta kepada dosen pembimbing dan staf yang terlibat dalam proses persiapan. Capaian ini menjadi salah satu pencatatan penting bagi FMIPA UGM dalam kontribusinya terhadap pengembangan sains di tingkat nasional.

Partisipasi dan capaian mahasiswa FMIPA UGM dalam ONMIPA-PT 2026 ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik di bidang sains, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembinaan talenta muda yang berpotensi mendorong inovasi di masa depan. Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi berskala nasional ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) , mengingat kolaborasi antarperguruan tinggi dan dengan pemerintah dalam ajang ONMIPA-PT menjadi salah satu wujud kerja sama ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Foto: Komunitas ONMIPA UGM

Read More

Prof. Keiichi Tomishige Hadir di CASE #3 Departemen Kimia FMIPA UGM, Paparkan Inovasi Katalisis dan Katalis Heterogen untuk Proses Kimia Berkelanjutan

Prof. Keiichi Tomishige dari Tohoku University, Jepang, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Chemistry Advanced Studies & Exploration (CASE) #3 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) Departemen Kimia FMIPA UGM pada Kamis (18/6).

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM dan secara online melalui Zoom Meeting. Seminar yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut dihadiri oleh dosen, mahasiswa Kimia UGM, serta peserta dari berbagai institusi eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tomishige memaparkan berbagai inovasi dalam bidang katalisis dan katalis heterogen yang berfokus pada pengembangan proses kimia berkelanjutan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif.

Mengangkat tema Development of Heterogeneous Catalyst for Reductive Conversion of Biomass and Non-Reductive Conversion of CO₂, acara ini dipandu oleh Gavriel Hagai Paulus Sumlang, S.Si., M.Sc. sebagai master of ceremony (MC) dan dimoderatori oleh Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Kimia FMIPA UGM, Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., sebelum dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Prof. Keiichi Tomishige.

Dalam pemaparannya, Prof. Tomishige menjelaskan berbagai inovasi dalam pengembangan proses kimia ramah lingkungan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan industri terhadap sumber daya fosil sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Salah satu topik yang dibahas adalah konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tinggi menggunakan katalis padat. Menurutnya, kandungan oksigen yang tinggi pada biomassa menjadi tantangan utama dalam proses pengolahannya. Untuk mengatasinya, Prof. Tomishige menawarkan metode hydrodeoxygenation dan deoxydehydration yang memungkinkan penghilangan oksigen secara selektif tanpa merusak kerangka karbon.

Selain konversi biomassa, seminar ini juga turut menyoroti pemanfaatan CO₂ sebagai sumber karbon untuk menghasilkan berbagai produk industri. Melalui pengembangan katalis yang inovatif, CO₂ dapat direaksikan dengan alkohol maupun amina untuk menghasilkan senyawa bernilai tambah tanpa menggunakan reagen beracun yang umum ditemukan pada proses konvensional.

Prof. Tomishige juga memperkenalkan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan langsung CO₂ hasil proses penangkapan karbon. Pendekatan ini dinilai mampu mengintegrasikan proses penangkapan dan pemanfaatan CO₂ dalam satu sistem yang lebih sederhana dan hemat energi.

Ketua KMPK, Mohammad Ahsani Taqwim, S.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan CASE dapat terus disinergikan dengan berbagai mitra eksternal. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kimia sekaligus membuka peluang membangun jejaring akademik dan profesional yang lebih luas.

Inovasi yang dipaparkan Prof. Tomishige menunjukkan bagaimana penelitian di bidang kimia dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga pemanfaatan emisi karbon menjadi produk yang bernilai guna. Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kimia yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis : Inna Mutifah
Editor : Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer : Daffa Athatara

Read More
Translate