Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa FMIPA UGM

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D.  resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Pengetahuan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 9 April 2026 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edi menyampaikan pidato berjudul Data Berkualitas, AI Berdaya: Pentingnya Pendekatan Data-Centric dalam Penerapan Kecerdasan Buatan di Dunia Nyata.”

Dalam pidatonya, Prof. Edi menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin mengaburkan batas antara imajinasi dan realitas. Kemajuan ini ditopang oleh perkembangan algoritma machine learning dan arsitektur deep learning yang mampu menghasilkan lonjakan performa signifikan, khususnya dalam lingkungan laboratorium.

“Seringkali, kita dihadapkan pada kenyataan yang kontradiktif, yaitu sistem yang dianggap cerdas ini kerap kali rapuh dan gagal memberikan keandalan saat dioperasikan di dunia nyata yang komplek dan dinamis,” ujar Prof. Edi

Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Edi Winarno mendorong pergeseran menuju paradigma data-centric AI, yakni pendekatan yang menempatkan kualitas data sebagai fondasi utama dalam membangun sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa data yang bersih, representatif, dan relevan menjadi kunci untuk menghasilkan AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga andal dalam implementasi nyata.

Pengukuhan ini turut menjadi momen istimewa karena dilaksanakan bersama sang istri, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, yang juga dikukuhkan sebagai Guru Besar. Momentum tersebut mencerminkan kontribusi akademik pasangan ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan FMIPA UGM.

Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan riset yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Kitasato University Japan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima kunjungan delegasi dari Kitasato University dalam rangka penjajakan kerja sama akademik dan riset internasional pada Senin, 23 Februari 2026. Delegasi dipimpin oleh Prof. Yasubumi Sakakibara yang hadir mewakili Prof. Oka Kotaro, Dean of the Graduate School of Frontier Engineering Kitasato University.

“Kerja sama yang direncanakan mencakup program double degree, joint supervision, serta joint research. Kolaborasi ini diharapkan dapat dimulai dari jenjang Sarjana (S1) hingga Doktor (S3),” ujar Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana M.Si dalam sesi wawancara.

Dalam agenda tersebut, Prof. Yasubumi Sakakibara menyoroti sejumlah irisan keilmuan yang dinilai relevan untuk dikembangkan bersama. Wakil Dekan FMIPA, Prof. Roto, dalam presentasinya juga menegaskan bahwa FMIPA merupakan core cluster untuk sains dasar dan komputasi. Menurutnya, penguatan fondasi sains dan ilmu komputasi menjadi kunci dalam mendorong riset kolaboratif yang berdaya saing global.

Kolaborasi antara FMIPA dan Kitasato University ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan pendidikan tinggi melalui program double degree dan joint supervision mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara kolaborasi riset di bidang sains, komputasi, dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kemitraan internasional yang dibangun kedua institusi mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yakni memperkuat kerja sama global untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

Sinergi 17 Tahun: LFPS FMIPA UGM Perkuat Kemandirian Energi di Blok Rokan

Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi nasional kembali ditorehkan oleh FMIPA UGM. Hari ini, FMIPA UGM menerima kunjungan tim geologist dan geophysicist dari fungsi Development Planning PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam rangka pelaksanaan Kick-off Meeting Swakelola Studi Akuisisi dan Processing Passive Seismic.

FMIPA UGM diwakili langsung oleh Dekan, Prof. Kuwat Triyana, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Wiwit Suryanto, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Pelaksana Studi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan rencana kerja, ruang lingkup, serta jadwal pelaksanaan studi yang akan berjalan selama tujuh bulan ke depan.

Proyek strategis ini akan dilaksanakan oleh Tim Low Frequency Passive Seismic (LFPS) FMIPA UGM. Penggunaan teknologi LFPS merupakan hasil dari dedikasi riset jangka panjang yang telah terjalin selama lebih dari 17 tahun antara Upstream Innovation Pertamina dan Laboratorium Geofisika FMIPA UGM.

Mengapa Studi Ini Penting?

Teknologi LFPS merupakan inovasi karya anak bangsa yang telah terbukti andal. Metode ini telah diterapkan di berbagai lapangan migas domestik, mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan, teknologi hasil kolaborasi Pertamina–UGM ini juga telah menembus kancah internasional, termasuk di lapangan migas Pertamina di Aljazair.

Prestasi metode LFPS di tingkat global tersebut memperoleh apresiasi tinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui penghargaan Dharma Karya Energi Tahun 2021, yang diberikan kepada PC Prove Elang Gurun dalam sinergi dengan Upstream Innovation. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan kolaborasi industri–perguruan tinggi dalam menghasilkan teknologi berkelas dunia yang memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan energi nasional.

Kini, LFPS kembali dipercaya untuk mendukung optimasi pengembangan lapangan minyak di wilayah kerja PHR, termasuk Blok Rokan yang memiliki peran strategis dalam menjaga produksi nasional. Kepercayaan ini menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari laboratorium kampus mampu memberikan dampak langsung bagi industri energi nasional.

FMIPA UGM berkomitmen untuk terus menjadi mitra inovasi industri, memastikan bahwa setiap penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi bertransformasi menjadi solusi aplikatif yang mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

#FMIPAUGM #GeofisikaUGM #PertaminaHuluRokan #EnergiNasional #SinergiKampusIndustri #LFPS #InovasiIndonesia

Read More

Dosen dan Mahasiswa FMIPA UGM Mengembangkan Model Berbasis AI untuk Analisis Pascagempa dan Mitigasi Bencana Seismik

Gempa bumi berkekuatan 6,4 M yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, belum lama ini menjadi perhatian luas masyarakat. Pasalnya, getaran yang ditimbulkan dapat  dirasakan hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2025 oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menjadi relevan, utamanya untuk mendukung upaya analisis pascagempa dan pengurangan risiko bencana seismik.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FMIPA UGM yaitu Dr. Ir. Ari Fadli, S.T., M.Eng., IPM (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo , M.Sc. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Dr. Assoc. Prof. Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), dan Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. (Departemen Fisika).

Melalui penelitian ini, telah dikembangkan sebuah model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama ConvBiLSTM-Net, yang dirancang untuk menganalisis parameter utama gempa bumi, meliputi magnitudo, kedalaman, serta lokasi pusat gempa (episenter). Model ini menggabungkan analisis pola ruang (spasial) dan pola waktu (temporal) dari data historis gempa bumi serta informasi kepadatan sesar aktif di Indonesia.

Pendekatan yang dikembangkan sangat bermanfaat dalam tahapan pascagempa, antara lain untuk menganalisis kemungkinan gempa susulan, mengidentifikasi wilayah yang masih berpotensi berisiko, serta meningkatkan ketelitian pemetaan kerawanan gempa.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ConvBiLSTM-Net memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan berbagai model pembelajaran mesin lainnya. Model ini dinilai lebih akurat dan stabil dalam mengenali pola lokasi episenter gempa, yang merupakan aspek penting dalam mitigasi bencana.

Dalam kaitannya dengan kebijakan kebencanaan nasional, riset ini dapat menjadi rujukan ilmiah bagi lembaga seperti BMKG dan BNPB, khususnya dalam memperkuat analisis pascagempa, evaluasi risiko wilayah terdampak, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis data.

Secara keseluruhan, riset ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam memperkuat ketangguhan wilayah terhadap risiko gempa, dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang mendorong peningkatan kapasitas adaptif terhadap bencana alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More

Lift Lantai 1 Departemen Kimia FMIPA UGM Diresmikan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada meresmikan lift lantai 1 di Departemen Kimia pada Senin (9/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Dekan FMIPA UGM dan dihadiri jajaran dekanat, perwakilan senat fakultas, serta sivitas akademika FMIPA UGM.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan laporan dari pihak pengadaan. Dalam laporannya, perwakilan Kantor Pengadaan FMIPA UGM, Agung Nugroho, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa pembangunan lift ini merupakan bagian dari upaya peningkatan fasilitas penunjang aktivitas akademik. Ia juga membuka ruang evaluasi yang akan dijadikan bahan perbaikan ke depan.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM menyampaikan rasa syukur atas perkembangan infrastruktur di lingkungan FMIPA. Ia menekankan bahwa pertumbuhan gedung dengan elevasi yang berbeda-beda menjadi perhatian serius fakultas dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif.

Lebih lanjut, Dekan berharap lift ini dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh dosen Departemen Kimia dan Matematika, terutama para dosen senior serta sivitas akademika yang memiliki keterbatasan kesehatan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk merawat fasilitas bersama agar dapat terus memberikan manfaat jangka panjang.

“Yang penting kita rawat bersama sama sehingga menjadi lebih baik,” ujar Dekan FMIPA UGM.

Peresmian lift ditandai dengan pemotongan pita oleh Dekan FMIPA UGM bersama Wakil Senat Fakultas. Momentum ini menjadi simbol komitmen FMIPA UGM dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan akademik guna menunjang kelancaran kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pembangunan dan peresmian lift ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penyediaan infrastruktur kampus yang andal dan berkelanjutan, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan menghadirkan fasilitas yang lebih inklusif bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali.

Penulis: Meitha Eka NurhasanahTop of Form
Dokumentasi: Daffa

Read More

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Metode Formal FMIPA UGM

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Metode Formal Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 4 Desember 2025 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suprapto menyampaikan pidato berjudul “Metode Formal dalam Era Kecerdasan Artifisial: Tinjauan Historis dan Peran yang Berkembang.”

Dalam pidatonya, Prof. Suprapto menyoroti perkembangan metode formal sebagai salah satu fondasi penting dalam rekayasa perangkat lunak modern. Metode formal, suatu bidang yang berakar pada logika matematika dan ilmu komputer teoritis, menawarkan pendekatan berprinsip untuk menentukan spesifikasi, memodelkan, dan memverifikasi sistem perangkat lunak maupun perangkat keras,” ungkapnya. Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), yang menuntut sistem digital agar tidak hanya cepat dan cerdas, tetapi juga aman, etis, dan dapat dipercaya.

Prof. Suprapto menjelaskan bahwa metode formal memiliki peran strategis dalam memastikan keandalan dan validitas sistem berbasis AI, mulai dari kendaraan otonom, jaringan komunikasi, hingga algoritma pengambilan keputusan. Ia menekankan pentingnya verifikasi ketat agar sistem AI tidak menimbulkan bias, kesalahan, atau dampak yang merugikan masyarakat. Dalam konteks tersebut, metode formal menjadi penghubung penting antara inovasi teknologi dan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Suprapto, tetapi juga memperlihatkan komitmennya dalam mendorong integrasi metode formal dengan teknologi kecerdasan artifisial demi menciptakan sistem yang lebih aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan teknologi yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

Masa Depan Tambang Indonesia: Sinergi AI, Data, dan Energi Baru

JAKARTA, Industri pertambangan nasional menghadapi momentum transformasi vital di tengah volatilitas pasar global. Tidak lagi sekadar mengandalkan cadangan sumber daya, masa depan sektor ini bertumpu pada kecerdasan digital dan kemandirian teknologi. Isu strategis ini menjadi fokus utama dalam forum “Mining Full Technology” yang digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UGM, Keluarga Alumni FMIPA UGM, berkolaborasi bersama Djakarta Mining Club di Auditorium Indonesia Power, Jakarta, 28 November 2025.

Membuka perspektif pemerintah, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara, Surya Herjuna, yang mewakili Menteri ESDM, menegaskan komitmen pemerintah dalam digitalisasi sektor tambang. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap Minerba One, super aplikasi terintegrasi hasil kolaborasi dengan FMIPA UGM, yang dinilai sebagai bukti nyata kontribusi akademisi dalam mewujudkan tata kelola minerba yang transparan dan akuntabel.

Dukungan institusional turut disuarakan oleh Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., yang hadir menegaskan dukungan penuh universitas terhadap kolaborasi ini sebagai langkah konkret hilirisasi riset ke dunia industri.

Menjabarkan peran strategis kampus, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., mengajak korporasi tambang untuk mengubah paradigma riset. “Perusahaan tidak perlu menanggung beban investasi fasilitas riset yang mahal dan dari nol. Jadikan FMIPA UGM mitra R&D (Research and Development) strategis Anda,” tegas Prof. Kuwat. Ia memaparkan kesiapan fakultas menyediakan solusi teknologi hulu-hilir, dengan berbagai pengalaman dari sistem AI untuk deteksi geologis dan optimalisasi operasional.

Diskusi forum juga menyoroti riset strategis mengenai potensi hilirisasi isotopik berbasis nikel dan thorium dari limbah timah. Inovasi ini berpotensi menjadi kunci pengembangan baterai berukuran kecil yang mampu beroperasi dalam jangka waktu panjang.

Memperkaya perspektif ekosistem industri, forum ini turut menghadirkan pembicara ahli dari Vale, MIND ID, PLN Enjinering, Gowell Energy, dan Red Hat. Para pemangku kepentingan ini membedah kesiapan infrastruktur energi dan digital, menegaskan perlunya integrasi dan riset AI yang solid antara korporasi tambang dan penyedia teknologi.

Terkait strategi adopsi teknologi, Ketua Umum KAMIPAGAMA, Daniel Oscar Baskoro, menekankan bahwa inisiatif ini harus berorientasi pada profitabilitas. “Kemitraan R&D dengan kampus memastikan pemanfaatan AI dapat dikonversi menjadi keuntungan finansial perusahaan tambang melalui efisiensi biaya dan operasional yang presisi, sehingga teknologi berdampak langsung pada bottom line perusahaan,” tegas Oscar.

Menutup diskusi, Ketua Djakarta Mining Club, Mangantar S. Marpaung, menyoroti kebutuhan lapangan. “Pemanfaatan teknologi cerdas dan AI sangat dibutuhkan untuk menjawab kendala geografis di medan tropis yang sulit, sekaligus membereskan kompleksitas administrasi operasional yang selama ini membebani industri,” pungkasnya.

Forum ini menyimpulkan bahwa kedaulatan pertambangan masa depan Indonesia akan ditentukan oleh aksi dan kolaborasi yang solid, mengantarkan Indonesia menjadi pemain kunci industri pertambangan cerdas global.

Narahubung : setdekan.mipa@ugm.ac.id
Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/26Li7qzh9xY/full?utm_source=App&utm_medium=wa&shareID=KCeS6MMWbtJF
Foto: Muhamad Muhibudin Zain

Read More

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa FMIPA UGM

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D.  resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Pengetahuan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 9 April 2026 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edi menyampaikan pidato berjudul Data Berkualitas, AI Berdaya: Pentingnya Pendekatan Data-Centric dalam Penerapan Kecerdasan Buatan di Dunia Nyata.”

Dalam pidatonya, Prof. Edi menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin mengaburkan batas antara imajinasi dan realitas. Kemajuan ini ditopang oleh perkembangan algoritma machine learning dan arsitektur deep learning yang mampu menghasilkan lonjakan performa signifikan, khususnya dalam lingkungan laboratorium.

“Seringkali, kita dihadapkan pada kenyataan yang kontradiktif, yaitu sistem yang dianggap cerdas ini kerap kali rapuh dan gagal memberikan keandalan saat dioperasikan di dunia nyata yang komplek dan dinamis,” ujar Prof. Edi

Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Edi Winarno mendorong pergeseran menuju paradigma data-centric AI, yakni pendekatan yang menempatkan kualitas data sebagai fondasi utama dalam membangun sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa data yang bersih, representatif, dan relevan menjadi kunci untuk menghasilkan AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga andal dalam implementasi nyata.

Pengukuhan ini turut menjadi momen istimewa karena dilaksanakan bersama sang istri, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, yang juga dikukuhkan sebagai Guru Besar. Momentum tersebut mencerminkan kontribusi akademik pasangan ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan FMIPA UGM.

Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan riset yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Kitasato University Japan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima kunjungan delegasi dari Kitasato University dalam rangka penjajakan kerja sama akademik dan riset internasional pada Senin, 23 Februari 2026. Delegasi dipimpin oleh Prof. Yasubumi Sakakibara yang hadir mewakili Prof. Oka Kotaro, Dean of the Graduate School of Frontier Engineering Kitasato University.

“Kerja sama yang direncanakan mencakup program double degree, joint supervision, serta joint research. Kolaborasi ini diharapkan dapat dimulai dari jenjang Sarjana (S1) hingga Doktor (S3),” ujar Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana M.Si dalam sesi wawancara.

Dalam agenda tersebut, Prof. Yasubumi Sakakibara menyoroti sejumlah irisan keilmuan yang dinilai relevan untuk dikembangkan bersama. Wakil Dekan FMIPA, Prof. Roto, dalam presentasinya juga menegaskan bahwa FMIPA merupakan core cluster untuk sains dasar dan komputasi. Menurutnya, penguatan fondasi sains dan ilmu komputasi menjadi kunci dalam mendorong riset kolaboratif yang berdaya saing global.

Kolaborasi antara FMIPA dan Kitasato University ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan pendidikan tinggi melalui program double degree dan joint supervision mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara kolaborasi riset di bidang sains, komputasi, dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kemitraan internasional yang dibangun kedua institusi mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yakni memperkuat kerja sama global untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

Sinergi 17 Tahun: LFPS FMIPA UGM Perkuat Kemandirian Energi di Blok Rokan

Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi nasional kembali ditorehkan oleh FMIPA UGM. Hari ini, FMIPA UGM menerima kunjungan tim geologist dan geophysicist dari fungsi Development Planning PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam rangka pelaksanaan Kick-off Meeting Swakelola Studi Akuisisi dan Processing Passive Seismic.

FMIPA UGM diwakili langsung oleh Dekan, Prof. Kuwat Triyana, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Wiwit Suryanto, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Pelaksana Studi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan rencana kerja, ruang lingkup, serta jadwal pelaksanaan studi yang akan berjalan selama tujuh bulan ke depan.

Proyek strategis ini akan dilaksanakan oleh Tim Low Frequency Passive Seismic (LFPS) FMIPA UGM. Penggunaan teknologi LFPS merupakan hasil dari dedikasi riset jangka panjang yang telah terjalin selama lebih dari 17 tahun antara Upstream Innovation Pertamina dan Laboratorium Geofisika FMIPA UGM.

Mengapa Studi Ini Penting?

Teknologi LFPS merupakan inovasi karya anak bangsa yang telah terbukti andal. Metode ini telah diterapkan di berbagai lapangan migas domestik, mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan, teknologi hasil kolaborasi Pertamina–UGM ini juga telah menembus kancah internasional, termasuk di lapangan migas Pertamina di Aljazair.

Prestasi metode LFPS di tingkat global tersebut memperoleh apresiasi tinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui penghargaan Dharma Karya Energi Tahun 2021, yang diberikan kepada PC Prove Elang Gurun dalam sinergi dengan Upstream Innovation. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan kolaborasi industri–perguruan tinggi dalam menghasilkan teknologi berkelas dunia yang memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan energi nasional.

Kini, LFPS kembali dipercaya untuk mendukung optimasi pengembangan lapangan minyak di wilayah kerja PHR, termasuk Blok Rokan yang memiliki peran strategis dalam menjaga produksi nasional. Kepercayaan ini menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari laboratorium kampus mampu memberikan dampak langsung bagi industri energi nasional.

FMIPA UGM berkomitmen untuk terus menjadi mitra inovasi industri, memastikan bahwa setiap penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi bertransformasi menjadi solusi aplikatif yang mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

#FMIPAUGM #GeofisikaUGM #PertaminaHuluRokan #EnergiNasional #SinergiKampusIndustri #LFPS #InovasiIndonesia

Read More

Dosen dan Mahasiswa FMIPA UGM Mengembangkan Model Berbasis AI untuk Analisis Pascagempa dan Mitigasi Bencana Seismik

Gempa bumi berkekuatan 6,4 M yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, belum lama ini menjadi perhatian luas masyarakat. Pasalnya, getaran yang ditimbulkan dapat  dirasakan hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2025 oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menjadi relevan, utamanya untuk mendukung upaya analisis pascagempa dan pengurangan risiko bencana seismik.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FMIPA UGM yaitu Dr. Ir. Ari Fadli, S.T., M.Eng., IPM (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo , M.Sc. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Dr. Assoc. Prof. Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), dan Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. (Departemen Fisika).

Melalui penelitian ini, telah dikembangkan sebuah model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama ConvBiLSTM-Net, yang dirancang untuk menganalisis parameter utama gempa bumi, meliputi magnitudo, kedalaman, serta lokasi pusat gempa (episenter). Model ini menggabungkan analisis pola ruang (spasial) dan pola waktu (temporal) dari data historis gempa bumi serta informasi kepadatan sesar aktif di Indonesia.

Pendekatan yang dikembangkan sangat bermanfaat dalam tahapan pascagempa, antara lain untuk menganalisis kemungkinan gempa susulan, mengidentifikasi wilayah yang masih berpotensi berisiko, serta meningkatkan ketelitian pemetaan kerawanan gempa.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ConvBiLSTM-Net memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan berbagai model pembelajaran mesin lainnya. Model ini dinilai lebih akurat dan stabil dalam mengenali pola lokasi episenter gempa, yang merupakan aspek penting dalam mitigasi bencana.

Dalam kaitannya dengan kebijakan kebencanaan nasional, riset ini dapat menjadi rujukan ilmiah bagi lembaga seperti BMKG dan BNPB, khususnya dalam memperkuat analisis pascagempa, evaluasi risiko wilayah terdampak, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis data.

Secara keseluruhan, riset ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam memperkuat ketangguhan wilayah terhadap risiko gempa, dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang mendorong peningkatan kapasitas adaptif terhadap bencana alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More

Lift Lantai 1 Departemen Kimia FMIPA UGM Diresmikan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada meresmikan lift lantai 1 di Departemen Kimia pada Senin (9/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Dekan FMIPA UGM dan dihadiri jajaran dekanat, perwakilan senat fakultas, serta sivitas akademika FMIPA UGM.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan laporan dari pihak pengadaan. Dalam laporannya, perwakilan Kantor Pengadaan FMIPA UGM, Agung Nugroho, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa pembangunan lift ini merupakan bagian dari upaya peningkatan fasilitas penunjang aktivitas akademik. Ia juga membuka ruang evaluasi yang akan dijadikan bahan perbaikan ke depan.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM menyampaikan rasa syukur atas perkembangan infrastruktur di lingkungan FMIPA. Ia menekankan bahwa pertumbuhan gedung dengan elevasi yang berbeda-beda menjadi perhatian serius fakultas dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif.

Lebih lanjut, Dekan berharap lift ini dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya oleh dosen Departemen Kimia dan Matematika, terutama para dosen senior serta sivitas akademika yang memiliki keterbatasan kesehatan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk merawat fasilitas bersama agar dapat terus memberikan manfaat jangka panjang.

“Yang penting kita rawat bersama sama sehingga menjadi lebih baik,” ujar Dekan FMIPA UGM.

Peresmian lift ditandai dengan pemotongan pita oleh Dekan FMIPA UGM bersama Wakil Senat Fakultas. Momentum ini menjadi simbol komitmen FMIPA UGM dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan lingkungan akademik guna menunjang kelancaran kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pembangunan dan peresmian lift ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penyediaan infrastruktur kampus yang andal dan berkelanjutan, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan menghadirkan fasilitas yang lebih inklusif bagi seluruh sivitas akademika tanpa terkecuali.

Penulis: Meitha Eka NurhasanahTop of Form
Dokumentasi: Daffa

Read More

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Metode Formal FMIPA UGM

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Metode Formal Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 4 Desember 2025 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suprapto menyampaikan pidato berjudul “Metode Formal dalam Era Kecerdasan Artifisial: Tinjauan Historis dan Peran yang Berkembang.”

Dalam pidatonya, Prof. Suprapto menyoroti perkembangan metode formal sebagai salah satu fondasi penting dalam rekayasa perangkat lunak modern. Metode formal, suatu bidang yang berakar pada logika matematika dan ilmu komputer teoritis, menawarkan pendekatan berprinsip untuk menentukan spesifikasi, memodelkan, dan memverifikasi sistem perangkat lunak maupun perangkat keras,” ungkapnya. Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), yang menuntut sistem digital agar tidak hanya cepat dan cerdas, tetapi juga aman, etis, dan dapat dipercaya.

Prof. Suprapto menjelaskan bahwa metode formal memiliki peran strategis dalam memastikan keandalan dan validitas sistem berbasis AI, mulai dari kendaraan otonom, jaringan komunikasi, hingga algoritma pengambilan keputusan. Ia menekankan pentingnya verifikasi ketat agar sistem AI tidak menimbulkan bias, kesalahan, atau dampak yang merugikan masyarakat. Dalam konteks tersebut, metode formal menjadi penghubung penting antara inovasi teknologi dan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Suprapto, tetapi juga memperlihatkan komitmennya dalam mendorong integrasi metode formal dengan teknologi kecerdasan artifisial demi menciptakan sistem yang lebih aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan teknologi yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

Masa Depan Tambang Indonesia: Sinergi AI, Data, dan Energi Baru

JAKARTA, Industri pertambangan nasional menghadapi momentum transformasi vital di tengah volatilitas pasar global. Tidak lagi sekadar mengandalkan cadangan sumber daya, masa depan sektor ini bertumpu pada kecerdasan digital dan kemandirian teknologi. Isu strategis ini menjadi fokus utama dalam forum “Mining Full Technology” yang digelar oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UGM, Keluarga Alumni FMIPA UGM, berkolaborasi bersama Djakarta Mining Club di Auditorium Indonesia Power, Jakarta, 28 November 2025.

Membuka perspektif pemerintah, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara, Surya Herjuna, yang mewakili Menteri ESDM, menegaskan komitmen pemerintah dalam digitalisasi sektor tambang. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap Minerba One, super aplikasi terintegrasi hasil kolaborasi dengan FMIPA UGM, yang dinilai sebagai bukti nyata kontribusi akademisi dalam mewujudkan tata kelola minerba yang transparan dan akuntabel.

Dukungan institusional turut disuarakan oleh Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., yang hadir menegaskan dukungan penuh universitas terhadap kolaborasi ini sebagai langkah konkret hilirisasi riset ke dunia industri.

Menjabarkan peran strategis kampus, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., mengajak korporasi tambang untuk mengubah paradigma riset. “Perusahaan tidak perlu menanggung beban investasi fasilitas riset yang mahal dan dari nol. Jadikan FMIPA UGM mitra R&D (Research and Development) strategis Anda,” tegas Prof. Kuwat. Ia memaparkan kesiapan fakultas menyediakan solusi teknologi hulu-hilir, dengan berbagai pengalaman dari sistem AI untuk deteksi geologis dan optimalisasi operasional.

Diskusi forum juga menyoroti riset strategis mengenai potensi hilirisasi isotopik berbasis nikel dan thorium dari limbah timah. Inovasi ini berpotensi menjadi kunci pengembangan baterai berukuran kecil yang mampu beroperasi dalam jangka waktu panjang.

Memperkaya perspektif ekosistem industri, forum ini turut menghadirkan pembicara ahli dari Vale, MIND ID, PLN Enjinering, Gowell Energy, dan Red Hat. Para pemangku kepentingan ini membedah kesiapan infrastruktur energi dan digital, menegaskan perlunya integrasi dan riset AI yang solid antara korporasi tambang dan penyedia teknologi.

Terkait strategi adopsi teknologi, Ketua Umum KAMIPAGAMA, Daniel Oscar Baskoro, menekankan bahwa inisiatif ini harus berorientasi pada profitabilitas. “Kemitraan R&D dengan kampus memastikan pemanfaatan AI dapat dikonversi menjadi keuntungan finansial perusahaan tambang melalui efisiensi biaya dan operasional yang presisi, sehingga teknologi berdampak langsung pada bottom line perusahaan,” tegas Oscar.

Menutup diskusi, Ketua Djakarta Mining Club, Mangantar S. Marpaung, menyoroti kebutuhan lapangan. “Pemanfaatan teknologi cerdas dan AI sangat dibutuhkan untuk menjawab kendala geografis di medan tropis yang sulit, sekaligus membereskan kompleksitas administrasi operasional yang selama ini membebani industri,” pungkasnya.

Forum ini menyimpulkan bahwa kedaulatan pertambangan masa depan Indonesia akan ditentukan oleh aksi dan kolaborasi yang solid, mengantarkan Indonesia menjadi pemain kunci industri pertambangan cerdas global.

Narahubung : setdekan.mipa@ugm.ac.id
Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/26Li7qzh9xY/full?utm_source=App&utm_medium=wa&shareID=KCeS6MMWbtJF
Foto: Muhamad Muhibudin Zain

Read More
Translate