Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

MIPARun dan Senam Bersama Meriahkan Pagi Sivitas Akademika Fakultas MIPA

Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan MIPArun dan Senam Bersama yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Fakultas MIPA UGM pada Jumat (26/6). Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus penerapan gaya hidup sehat di lingkungan Fakultas MIPA.

Kegiatan ini diawali dengan kegiatan MIPARun yang dimulai pada pukul 06:00 WIB. Para peserta menemuh rute lari dengan penuh antusias. Setelah MIPARun selesai, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang dimulai pukul 07:00 WIB. Senam berlangsung meriah dengan iringan musik yang membangkitkan semangat peserta. Selain itu, para peserta turut menikmati refreshment yang telah disediakan panitia. 

Kegiatan ini selaras denga upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dorongan untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan yang melibatkan sivitas Fakultas MIPA ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi, kebersamaan, dan rasa kekeluargaa. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan akademik yang sehat, aktif, dan produktif.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma, Ade Ayu Faradilla

Read More

FMIPA UGM Gelar Pelatihan Pendampingan Psikologi untuk Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Psikologi dalam Menghadapi Mahasiswa Bermasalah dan Isu Kesehatan Mental pada Rabu (24/6) di Auditorium RMJT Soehakso FMIPA UGM. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen serta tenaga kependidikan dalam memberikan pendampingan yang tepat bagi mahasiswa.

Pelatihan yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FMIPA UGM ini terdiri atas sesi teori dan praktik. Sesi pertama disampaikan oleh Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D., Psikolog, direktur Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, yang membahas berbagai aspek dasar pendampingan psikologis. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengenali tanda-tanda awal permasalahan yang dialami mahasiswa, memahami batasan peran dosen dan tenaga kependidikan dalam pendampingan, serta strategi komunikasi yang tepat dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa.

Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik melalui metode role play yang melibatkan tiga trainer dari CPMH UGM. Selain itu, kegiatan ini dipandu oleh Nurul Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Anggit Nursasmito, S.Psi. Dalam sesi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan berbagai studi kasus yang menggambarkan situasi yang berpotensi ditemui dosen maupun tenaga kependidikan dalam proses pendampingan mahasiswa.

Salah satu studi kasus yang dibahas menggambarkan seorang mahasiswa yang mengalami perubahan perilaku secara tiba-tiba, mulai dari menurunnya partisipasi di kelas, keterlambatan mengumpulkan tugas, hingga kesulitan berkomunikasi dengan teman sekelompoknya. Melalui simulasi tersebut, peserta berlatih mengidentifikasi tanda-tanda awal permasalahan serta melakukan pendekatan yang tepat melalui percakapan secara personal.

Kasus lain menyoroti mahasiswa berprestasi yang mengalami kesulitan menerima masukan dan cenderung mendominasi diskusi akademik. Melalui simulasi ini, peserta berlatih membangun komunikasi yang mampu mendorong refleksi diri tanpa menghakimi mahasiswa. Selain itu, peserta juga diberikan studi kasus mengenai mahasiswa yang menjadikan dosen sebagai tempat curhat utama hingga melampaui batas relasi akademik. Dari kasus tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga batas profesional sekaligus tetap memberikan dukungan yang dibutuhkan mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, FMIPA UGM berharap dosen dan tenaga kependidikan memiliki bekal yang lebih baik dalam merespons berbagai permasalahan mahasiswa. Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan akademik maupun kesejahteraan mental mahasiswa dapat terus terwujud.

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara holistik. Melalui penguatan kompetensi pendampingan psikologis, FMIPA UGM berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental seluruh sivitas akademika.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Ade Ayu Faradilla, Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas MIPA UGM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.

Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.

“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.

Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.

 

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.

“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat. 

   

Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

SyawalRun FMIPA UGM Sukses Digelar, Hadirkan Acara Lari Sehat yang Unik Pakai Lintasan GPS Art Cat

Setelah menempuh periode Ujian Tengah Semester (UTS) yang intens selama dua pekan terakhir, civitas akademika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyegarkan kembali pikiran melalui agenda SyawalRun. Kegiatan fun run ini tampil beda dengan memanfaatkan lintasan unik berbentuk GPS Art Cat

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/4) pagi ini dimulai tepat pukul 05.45 WIB dengan titik start dan finish di Wisma FMIPA UGM. Agenda ini dirancang sebagai sarana recharge energi bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan agar kembali bugar sebelum memulai rutinitas akademik pasca-ujian.

Pada penyelenggaraan kali ini, para pelari diarahkan mengikuti rute yang telah dipetakan secara digital. Saat aplikasi pelacak lari (GPS tracker) diaktifkan, jejak langkah peserta akan membentuk pola gambar kucing yang presisi.

Metode GPS Art ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta karena dapat menambah pengalaman lari yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Bagi para mahasiswa, aktivitas ini menjadi sarana melepas penat setelah fokus penuh pada lembar ujian selama dua minggu terakhir. 

Kegiatan ini dibuka secara gratis bagi seluruh civitas akademika FMIPA UGM. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang yang dibutuhkan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkuliahan dan pekerjaan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini tentu menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi.

Menjelang pukul 08.00 WIB, para peserta mulai menyelesaikan rute lari dan kembali ke titik finish. Panitia telah menyediakan buah-buahan segar dan air mineral sebagai refreshment setelah berolahraga.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize yang menambah suasana hangat dan menyenangkan pada Sabtu pagi tersebut. Dengan tubuh yang bugar dan pikiran yang segar, civitas akademika FMIPA UGM siap kembali melanjutkan produktivitas rutinitas akademik. 

Semangat ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, di mana lingkungan akademik yang sehat menjadi fondasi penting dalam menunjang proses belajar dan produktivitas. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan kolaborasi sebagai bagian dari terciptanya komunitas kampus yang berkelanjutan dan harmonis. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar MIPA Run and Walk 2025 untuk Wujudkan Lingkungan Kampus Sehat

Kegiatan MIPA Run and Walk yang rutin diadakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali dilaksanakan pada Jumat, 7 November 2025. Dengan titik kumpul berada di Pusat Informasi, kegiatan dimulai pada pukul 5.45 WIB dengan diawali arahan dan penjelasan mengenai rute dari Dr.Sc. Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh sivitas akademika FMIPA UGM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Tersedia dua pilihan rute yang dapat diikuti oleh seluruh peserta, yaitu rute lari sejauh 5 km dan rute jalan santai sejauh 3km, keduanya dimulai dari Jalan Sains sebagai titik awal. Dengan adanya kegiatan olahraga ini, FMIPA UGM menjaga lingkungan kampus yang sehat dan produktif. Selain itu, MIPA Run and Walk juga menghadirkan doorprise yang dapat diikuti oleh seluruh peserta kegiatan.

Salah satu peserta kegiatan, Allifah Aulia (Geofisika 2022), menjelaskan bahwa ia mengikuti kegiatan MIPA Run and Walk ini untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun selain untuk Kesehatan, ia juga menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan kenangan indah di akhir perkuliahan. “Di semester tujuh ini, kegiatan yang dilakukan bersama teman-teman seperti MIPA Run and Walk memberikan kesan baik dan memori bahagia di akhir masa perkuliahan,” ujarnya.

Kegiatan MIPA Run and Walk turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) poin ke 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menciptakan serta menjaga lingkungan dan kehidupan kampus yang sehat bagi seluruh sivitas akademika.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Inisiatif FMIPA UGM Dalam Jaga Kesehatan Kampus Melalui Senam Bersama dan Posbindu Penyakit Tidak Menular

Dalam rangka menjaga kesehatan lingkungan kampus, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM kembali mengadakan kegiatan Senam Bersama dan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada Jumat, 7 November 2025. Kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh sivitas akademika FMIPA UGM, meliputi Dosen, Tenaga kependidikan, serta Mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang berlangsung di lapangan selatan Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada pukul 07.00 WIB. Dengan panduan dari instruktur profesional, senam bersama dilaksanakan sekitar satu setengah jam, dan diikuti oleh berbagai unsur sivitas akademika.

Usai kegiatan senam, acara dilanjutkan dengan kegiatan Posbindu PTM, yang dilaksanakan di selasar selatan Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM. Layanan pemeriksaan yang tersedia meliputi cek gula darah, asam urat, kolesterol, tekanan darah, hingga lingkar perut. Melalui pemeriksaan ini, sivitas akademika FMIPA UGM dapat mengetahui kondisi kesehatan diri sehingga dapat mengantisipasi risiko adanya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Kegiatan Senam Bersama dan Posbindu PTM menjadi wujud nyata dukungan FMIPA UGM terhadap kondisi lingkungan dan kesejahteraan sivitas akademika melalui antisipasi dini terhadap penyakit tidak menular. Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Good Health and Well Being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

MIPARun dan Senam Bersama Meriahkan Pagi Sivitas Akademika Fakultas MIPA

Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan MIPArun dan Senam Bersama yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Fakultas MIPA UGM pada Jumat (26/6). Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus penerapan gaya hidup sehat di lingkungan Fakultas MIPA.

Kegiatan ini diawali dengan kegiatan MIPARun yang dimulai pada pukul 06:00 WIB. Para peserta menemuh rute lari dengan penuh antusias. Setelah MIPARun selesai, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang dimulai pukul 07:00 WIB. Senam berlangsung meriah dengan iringan musik yang membangkitkan semangat peserta. Selain itu, para peserta turut menikmati refreshment yang telah disediakan panitia. 

Kegiatan ini selaras denga upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dorongan untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat di lingkungan kampus. Selain itu, kegiatan yang melibatkan sivitas Fakultas MIPA ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi, kebersamaan, dan rasa kekeluargaa. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan akademik yang sehat, aktif, dan produktif.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma, Ade Ayu Faradilla

Read More

FMIPA UGM Gelar Pelatihan Pendampingan Psikologi untuk Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Psikologi dalam Menghadapi Mahasiswa Bermasalah dan Isu Kesehatan Mental pada Rabu (24/6) di Auditorium RMJT Soehakso FMIPA UGM. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen serta tenaga kependidikan dalam memberikan pendampingan yang tepat bagi mahasiswa.

Pelatihan yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FMIPA UGM ini terdiri atas sesi teori dan praktik. Sesi pertama disampaikan oleh Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D., Psikolog, direktur Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, yang membahas berbagai aspek dasar pendampingan psikologis. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengenali tanda-tanda awal permasalahan yang dialami mahasiswa, memahami batasan peran dosen dan tenaga kependidikan dalam pendampingan, serta strategi komunikasi yang tepat dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa.

Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik melalui metode role play yang melibatkan tiga trainer dari CPMH UGM. Selain itu, kegiatan ini dipandu oleh Nurul Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Anggit Nursasmito, S.Psi. Dalam sesi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan berbagai studi kasus yang menggambarkan situasi yang berpotensi ditemui dosen maupun tenaga kependidikan dalam proses pendampingan mahasiswa.

Salah satu studi kasus yang dibahas menggambarkan seorang mahasiswa yang mengalami perubahan perilaku secara tiba-tiba, mulai dari menurunnya partisipasi di kelas, keterlambatan mengumpulkan tugas, hingga kesulitan berkomunikasi dengan teman sekelompoknya. Melalui simulasi tersebut, peserta berlatih mengidentifikasi tanda-tanda awal permasalahan serta melakukan pendekatan yang tepat melalui percakapan secara personal.

Kasus lain menyoroti mahasiswa berprestasi yang mengalami kesulitan menerima masukan dan cenderung mendominasi diskusi akademik. Melalui simulasi ini, peserta berlatih membangun komunikasi yang mampu mendorong refleksi diri tanpa menghakimi mahasiswa. Selain itu, peserta juga diberikan studi kasus mengenai mahasiswa yang menjadikan dosen sebagai tempat curhat utama hingga melampaui batas relasi akademik. Dari kasus tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga batas profesional sekaligus tetap memberikan dukungan yang dibutuhkan mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, FMIPA UGM berharap dosen dan tenaga kependidikan memiliki bekal yang lebih baik dalam merespons berbagai permasalahan mahasiswa. Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan akademik maupun kesejahteraan mental mahasiswa dapat terus terwujud.

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara holistik. Melalui penguatan kompetensi pendampingan psikologis, FMIPA UGM berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental seluruh sivitas akademika.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Ade Ayu Faradilla, Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas MIPA UGM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.

Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.

“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.

Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.

 

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.

“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat. 

   

Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

SyawalRun FMIPA UGM Sukses Digelar, Hadirkan Acara Lari Sehat yang Unik Pakai Lintasan GPS Art Cat

Setelah menempuh periode Ujian Tengah Semester (UTS) yang intens selama dua pekan terakhir, civitas akademika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyegarkan kembali pikiran melalui agenda SyawalRun. Kegiatan fun run ini tampil beda dengan memanfaatkan lintasan unik berbentuk GPS Art Cat

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/4) pagi ini dimulai tepat pukul 05.45 WIB dengan titik start dan finish di Wisma FMIPA UGM. Agenda ini dirancang sebagai sarana recharge energi bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan agar kembali bugar sebelum memulai rutinitas akademik pasca-ujian.

Pada penyelenggaraan kali ini, para pelari diarahkan mengikuti rute yang telah dipetakan secara digital. Saat aplikasi pelacak lari (GPS tracker) diaktifkan, jejak langkah peserta akan membentuk pola gambar kucing yang presisi.

Metode GPS Art ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta karena dapat menambah pengalaman lari yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Bagi para mahasiswa, aktivitas ini menjadi sarana melepas penat setelah fokus penuh pada lembar ujian selama dua minggu terakhir. 

Kegiatan ini dibuka secara gratis bagi seluruh civitas akademika FMIPA UGM. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang yang dibutuhkan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkuliahan dan pekerjaan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini tentu menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi.

Menjelang pukul 08.00 WIB, para peserta mulai menyelesaikan rute lari dan kembali ke titik finish. Panitia telah menyediakan buah-buahan segar dan air mineral sebagai refreshment setelah berolahraga.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize yang menambah suasana hangat dan menyenangkan pada Sabtu pagi tersebut. Dengan tubuh yang bugar dan pikiran yang segar, civitas akademika FMIPA UGM siap kembali melanjutkan produktivitas rutinitas akademik. 

Semangat ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, di mana lingkungan akademik yang sehat menjadi fondasi penting dalam menunjang proses belajar dan produktivitas. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan kolaborasi sebagai bagian dari terciptanya komunitas kampus yang berkelanjutan dan harmonis. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar MIPA Run and Walk 2025 untuk Wujudkan Lingkungan Kampus Sehat

Kegiatan MIPA Run and Walk yang rutin diadakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali dilaksanakan pada Jumat, 7 November 2025. Dengan titik kumpul berada di Pusat Informasi, kegiatan dimulai pada pukul 5.45 WIB dengan diawali arahan dan penjelasan mengenai rute dari Dr.Sc. Robby Noor Cahyono, S.Si., M.Sc. Kegiatan ini terbuka bagi seluruh sivitas akademika FMIPA UGM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

Tersedia dua pilihan rute yang dapat diikuti oleh seluruh peserta, yaitu rute lari sejauh 5 km dan rute jalan santai sejauh 3km, keduanya dimulai dari Jalan Sains sebagai titik awal. Dengan adanya kegiatan olahraga ini, FMIPA UGM menjaga lingkungan kampus yang sehat dan produktif. Selain itu, MIPA Run and Walk juga menghadirkan doorprise yang dapat diikuti oleh seluruh peserta kegiatan.

Salah satu peserta kegiatan, Allifah Aulia (Geofisika 2022), menjelaskan bahwa ia mengikuti kegiatan MIPA Run and Walk ini untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun selain untuk Kesehatan, ia juga menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan kenangan indah di akhir perkuliahan. “Di semester tujuh ini, kegiatan yang dilakukan bersama teman-teman seperti MIPA Run and Walk memberikan kesan baik dan memori bahagia di akhir masa perkuliahan,” ujarnya.

Kegiatan MIPA Run and Walk turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) poin ke 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menciptakan serta menjaga lingkungan dan kehidupan kampus yang sehat bagi seluruh sivitas akademika.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Inisiatif FMIPA UGM Dalam Jaga Kesehatan Kampus Melalui Senam Bersama dan Posbindu Penyakit Tidak Menular

Dalam rangka menjaga kesehatan lingkungan kampus, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM kembali mengadakan kegiatan Senam Bersama dan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada Jumat, 7 November 2025. Kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh sivitas akademika FMIPA UGM, meliputi Dosen, Tenaga kependidikan, serta Mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang berlangsung di lapangan selatan Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada pukul 07.00 WIB. Dengan panduan dari instruktur profesional, senam bersama dilaksanakan sekitar satu setengah jam, dan diikuti oleh berbagai unsur sivitas akademika.

Usai kegiatan senam, acara dilanjutkan dengan kegiatan Posbindu PTM, yang dilaksanakan di selasar selatan Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM. Layanan pemeriksaan yang tersedia meliputi cek gula darah, asam urat, kolesterol, tekanan darah, hingga lingkar perut. Melalui pemeriksaan ini, sivitas akademika FMIPA UGM dapat mengetahui kondisi kesehatan diri sehingga dapat mengantisipasi risiko adanya penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Kegiatan Senam Bersama dan Posbindu PTM menjadi wujud nyata dukungan FMIPA UGM terhadap kondisi lingkungan dan kesejahteraan sivitas akademika melalui antisipasi dini terhadap penyakit tidak menular. Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Good Health and Well Being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate