Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

FMIPA UGM Hadirkan Sains yang Membumi : Laboratorium Kimia Organik Inspirasi Guru dan Siswa Kediri melalui Inovasi Pemanfaatan Bahan Alam Indonesia

Pengabdian kepada Masyarakat Dorong Literasi Sains, Kimia Hijau, dan Lahirnya Generasi Saintis Masa Depan

Kediri – Komitmen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia FMIPA UGM bertajuk “Workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Siswa SMA: Bahan Alam Asli Indonesia, Manfaat dan Sumber Belajar Tanpa Batas” yang diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026 di SMA Negeri 1 Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru Kimia anggota MGMP Kabupaten dan Kota Kediri serta 100 siswa SMA dari berbagai sekolah di wilayah Kediri.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Adi Prayitno, S.Pd., M.M., didampingi Kepala Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Endang Astuti, M.Si., serta dihadiri para dosen dan peneliti Departemen Kimia FMIPA UGM. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah ini menjadi wujud nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di Indonesia.

Menghubungkan Riset Kampus dengan Ruang Kelas

Mengusung semangat pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber belajar, workshop menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh para pakar Departemen Kimia FMIPA UGM.

Sesi pertama dibawakan oleh Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D. mengenai implementasi Kimia Hijau (Green Chemistry) dalam pembelajaran SMA. Peserta diajak memahami bagaimana prinsip-prinsip kimia dapat diterapkan secara aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Selanjutnya, Prof. Drs. Jumina, Ph.D. memperkenalkan potensi pewarna alami Indonesia sebagai media pembelajaran sekaligus produk bernilai tambah. Materi dilanjutkan oleh Prof. Drs. Bambang Purwono, M.Sc., Ph.D. yang menjelaskan inovasi pemanfaatan zat warna alami sebagai chemosensor untuk mendeteksi perubahan pH dan berbagai parameter kimia lainnya.

Pada sesi berikutnya, Respati Tri Swasono, S.Si., M.Phil., Ph.D. memperkenalkan konsep dasar minyak atsiri, teknik ekstraksi sederhana, serta berbagai peluang implementasinya sebagai bahan praktikum kimia yang mudah diterapkan di sekolah.

Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti praktikum interaktif yang dipandu oleh Dr. M. Idham Darussalam, S.Si., M.Sc. bersama Dr. Sc. Robby Noor Cahyono, M.Sc. Guru dan siswa mempraktikkan pembuatan parfum berbasis minyak atsiri, eksplorasi indikator pH dari bahan alam, hingga berbagai eksperimen sederhana yang dapat direplikasi menggunakan peralatan laboratorium sekolah.

Menginspirasi Generasi Saintis Masa Depan

Tidak hanya untuk guru, Departemen Kimia FMIPA UGM juga menghadirkan rangkaian kegiatan khusus bagi siswa melalui program “Fun Chemistry, Campus Sharing, and Future Scientist Inspiration.”

Siswa memperoleh wawasan mengenai kehidupan kampus, program studi di FMIPA UGM, prospek karier lulusan, hingga strategi sukses memasuki perguruan tinggi melalui sesi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Winarto Haryadi dan Sugeng Triono, M.Si.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Fun Chemistry yang dipandu oleh Dr. Deni Pranowo, M.Si. Melalui pendekatan experiential learning, siswa mengikuti demonstrasi reaksi kimia sederhana, memanfaatkan zat warna alami sebagai indikator pH, serta membuat lilin aromaterapi dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kimia bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan ilmu yang relevan dan menyenangkan.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan dunia kimia dengan cara yang lebih menarik. Kami berharap siswa semakin termotivasi untuk mencintai sains, mengenal kehidupan kampus, dan memiliki cita-cita menjadi ilmuwan di masa depan,” ujar Dr. Deni Pranowo, M.Si., Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM.

Senada dengan hal tersebut, Sudjiono, S.Pd., M.Pd., Pembina MGMP Kimia Kabupaten dan Kota Kediri, menyampaikan apresiasinya.

“Kehadiran para dosen dan peneliti dari UGM menjadi motivasi tersendiri bagi guru maupun siswa. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kualitas pembelajaran kimia di sekolah semakin meningkat dan semakin banyak siswa yang tertarik menekuni dunia sains.”

Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Julita Sulistya Eka dari SMA Negeri 1 Kediri mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengubah pandangannya terhadap kimia yang selama ini dianggap sulit menjadi ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Yemima Brenda Chrissia dari SMA Negeri 1 Pare berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan studi di UGM.

Kontribusi Nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Program pengabdian ini menjadi implementasi nyata komitmen FMIPA UGM dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi sains, serta pembelajaran berbasis pengalaman.

Lebih jauh, pengenalan konsep Green Chemistry dan pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia juga mendukung SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong penggunaan bahan alam yang aman dan berkelanjutan, serta SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui edukasi mengenai praktik kimia yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, FMIPA UGM menunjukkan bahwa sains tidak hanya berkembang di laboratorium, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi pendidikan, lingkungan, dan pembangunan masyarakat.

Memperkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini menegaskan peran Departemen Kimia FMIPA UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif mentransformasikan hasil riset menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi para alumni, capaian ini menjadi kebanggaan bahwa almamater terus memperluas dampaknya di tingkat nasional. Bagi mitra, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis riset. Sementara bagi calon mahasiswa, atmosfer akademik yang inovatif dan aplikatif menjadi gambaran nyata pengalaman belajar di FMIPA UGM.

Ke depan, Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan sekolah, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat sehingga inovasi berbasis sains dapat semakin berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Penulis: Deni Pranowo
Editor: Robby
Fotografer: Harno DP, Robby NC

Read More

Prof. Keiichi Tomishige Hadir di CASE #3 Departemen Kimia FMIPA UGM, Paparkan Inovasi Katalisis dan Katalis Heterogen untuk Proses Kimia Berkelanjutan

Prof. Keiichi Tomishige dari Tohoku University, Jepang, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Chemistry Advanced Studies & Exploration (CASE) #3 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) Departemen Kimia FMIPA UGM pada Kamis (18/6).

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM dan secara online melalui Zoom Meeting. Seminar yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut dihadiri oleh dosen, mahasiswa Kimia UGM, serta peserta dari berbagai institusi eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tomishige memaparkan berbagai inovasi dalam bidang katalisis dan katalis heterogen yang berfokus pada pengembangan proses kimia berkelanjutan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif.

Mengangkat tema Development of Heterogeneous Catalyst for Reductive Conversion of Biomass and Non-Reductive Conversion of CO₂, acara ini dipandu oleh Gavriel Hagai Paulus Sumlang, S.Si., M.Sc. sebagai master of ceremony (MC) dan dimoderatori oleh Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Kimia FMIPA UGM, Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., sebelum dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Prof. Keiichi Tomishige.

Dalam pemaparannya, Prof. Tomishige menjelaskan berbagai inovasi dalam pengembangan proses kimia ramah lingkungan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan industri terhadap sumber daya fosil sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Salah satu topik yang dibahas adalah konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tinggi menggunakan katalis padat. Menurutnya, kandungan oksigen yang tinggi pada biomassa menjadi tantangan utama dalam proses pengolahannya. Untuk mengatasinya, Prof. Tomishige menawarkan metode hydrodeoxygenation dan deoxydehydration yang memungkinkan penghilangan oksigen secara selektif tanpa merusak kerangka karbon.

Selain konversi biomassa, seminar ini juga turut menyoroti pemanfaatan CO₂ sebagai sumber karbon untuk menghasilkan berbagai produk industri. Melalui pengembangan katalis yang inovatif, CO₂ dapat direaksikan dengan alkohol maupun amina untuk menghasilkan senyawa bernilai tambah tanpa menggunakan reagen beracun yang umum ditemukan pada proses konvensional.

Prof. Tomishige juga memperkenalkan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan langsung CO₂ hasil proses penangkapan karbon. Pendekatan ini dinilai mampu mengintegrasikan proses penangkapan dan pemanfaatan CO₂ dalam satu sistem yang lebih sederhana dan hemat energi.

Ketua KMPK, Mohammad Ahsani Taqwim, S.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan CASE dapat terus disinergikan dengan berbagai mitra eksternal. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kimia sekaligus membuka peluang membangun jejaring akademik dan profesional yang lebih luas.

Inovasi yang dipaparkan Prof. Tomishige menunjukkan bagaimana penelitian di bidang kimia dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga pemanfaatan emisi karbon menjadi produk yang bernilai guna. Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kimia yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis : Inna Mutifah
Editor : Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer : Daffa Athatara

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Puncak Penghargaan dan Penutupan PARE Spring School 2026 Digelar di Kawasan Candi Prambanan

Menutup serangkaian kegiatan yang berlangsung selama 12 hari, agenda PARE Spring School 2026 menyelenggarakan sesi penghargaan sekaligus penutupan di kawasan Candi Prambanan pada 16 Februari 2026. Pada sesi ini, panitia memberikan penghargaan kepada peserta berdasarkan hasil final presentation serta partisipasi selama program berlangsung.

Sebelumnya, para peserta telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik yang diselenggarakan di Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada, yang mencakup kuliah pakar lintas disiplin, kegiatan pengambilan sampel air di Sungai Code, analisis sampel di Laboratorium Kimia Analitik UGM, kunjungan ke instalasi pengelolaan air limbah di Bantul, diskusi kelompok dan mid-term presentation. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai isu lingkungan dan pertanian melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif lintas negara.

Dalam sambutannya, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, serta mitra institusi yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia juga berharap program PARE Spring School dapat terus menjadi wadah kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait inovasi yang mendukung keberlanjutan di bidang lingkungan dan sumber daya alam.

Secara umum, kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Melalui rangkaian kegiatan akademik, riset terapan, dan kolaborasi lintas negara yang dipusatkan di Universitas Gadjah Mada, program ini memperkuat kapasitas keilmuan peserta sekaligus mendorong inovasi berbasis sains yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Drs. Dwi Siswanta, M.Eng., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Biosorben

Prof. Drs. Dwi Siswanta, M.Eng., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Rekayasa Biosorben, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), pada Selasa (5/8) di Gedung Balairung UGM. Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dwi Siswanta menyampaikan orasi ilmiah berjudul Rekayasa Biopolimer untuk Keberlanjutan Inovasi Hijau bagi Lingkungan, Pangan, dan Kesehatan. Pidato tersebut menyoroti tantangan global terkait isu lingkungan, pangan, dan kesehatan, dengan fokus pada permasalahan pencemaran air sebagai salah satu isu krusial.

Dalam paparannya, Prof. Dwi Siswanta mengemukakan pentingnya pengembangan biosorben berbasis biopolimer sebagai solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan di tiga sektor utama tersebut. “Biopolimer telah muncul sebagai material strategis yang tidak hanya bersifat biodegradable dan biokompatibel, tetapi juga dapat dimodifikasi untuk berbagai aplikasi, mulai dari penjernihan air, pengawetan pangan, hingga penghantaran obat dalam sistem kesehatan,” ujarnya.

Rekayasa biopolimer yang ia kembangkan mencakup pendekatan interdisipliner dalam kimia material, rekayasa molekul, dan teknologi lingkungan. Pengembangan teknologi biosorben tersebut, menurut Prof. Dwi Siswanta, sejalan dengan  Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara berkelanjutan sekaligus mendukung kebijakan nasional terkait pembangunan hijau.

Acara pengukuhan dihadiri oleh jajaran pimpinan UGM, sivitas akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, serta keluarga dan kolega Prof. Dwi Siswanta. Dengan pengukuhan ini, UGM menegaskan kembali peran sentral akademisi dalam menjawab tantangan global melalui inovasi sains yang aplikatif dan berdampak luas. Hal ini sejalan dengan SDG poin 4 (Pendidikan Berkualitas), sekaligus poin 9 (Inovasi, Industri, dan Infrastruktur).

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

Mahasiswi Fisika FMIPA UGM Gelar Pelatihan Kerajinan Makrame di Desa Wisata Namu Bersama Tim KKN-PPM UGM Pesonamu

Ismi Azizah, mahasiswi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM), yang merupakan anggota tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) SG006 menggelar pelatihan kerajinan makrame dengan warga Desa Namu, Konawe Selatan. Melibatkan anak-anak hingga ibu-ibu, kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Juli 2025 hingga Senin, 14 Juli 2025 di salah satu rumah warga setempat. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi kreatif Desa Namu berbasis wisata.

Desa Namu sendiri merupakan desa pesisir yang berada di wilayah terpencil. Akses menuju desa ini hanya bisa dilakukan melalui jalur darat dan laut, dengan kondisi jalan cukup menantang. Meski begitu, keindahan alam yang dimiliki Desa Namu menjadi potensi pengembangan desa wisata yang dapat mendorong pemasaran produk ekonomi kreatif masyarakat. “Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi awal lahirnya produk khas Desa Namu yang dapat menjadi oleh-oleh wisata, sekaligus menambah penghasilan warga,” ujar Ismi Azizah, koordinator program.

Peserta pelatihan terbukti sangat antusias dalam pembuatan kerajinan hingga mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan sampai selesai. Tak berhenti di situ, rasa antusias dan syukur semakin dirasakan oleh peserta setelah berhasil membuat kerajinan yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan. “Meskipun baru pertama kali membuat, hasilnya tetap bagus, bisa dilanjutkan jadi tas dan kerajinan lainnya, ” ujar salah satu peserta dengan antusias.

Menggunakan bahan tali makrame dan kayu besi yang merupakan sumber daya lokal masyarakat Desa Namu, pelatihan in menghasilkan produk kerajinan gantungan kunci hingga hiasan dinding. “Kegiatan ini bisa menjadi kesempatan bagi mahasiswa dalam memperkenalkan keterampilan seni, khususnya seni makrame ke warga desa setempat,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan, Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc.. Melalui pelatihan ini, para mahasiswa berharap dapat menjadi pondasi terbentuknya UMKM masyarakat Desa Wisata Namu yang berkelanjutan.

Program ini turut mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5 (Kesetaraan Gender), dengan memberikan ruang dan akses keterampilan bagi perempuan desa untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi keluarga. Selain itu, pelatihan ini juga sejalan dengan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena membuka potensi usaha rumahan berbasis kerajinan tangan. Dengan mengangkat potensi lokal dan meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga mendukung poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), karena mendorong pembangunan desa wisata berbasis kearifan lokal. Di sisi lain, penggunaan bahan yang sederhana dan minim limbah turut mencerminkan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Tim KKN-PPM Pesonamu

Read More

Sabet Juara 3 di Chemistry Festival and Competition, Mahasiswi FMIPA UGM Raih Penghargaan di Malam Apresiasi MIPA 2024

Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menunjukkan prestasinya dalam ajang ilmiah. Tim yang terdiri dari Zulfa Nailil Muna (Fisika 2022), bersama dua rekannya, Fauzan Naufal Taqiy Susanto (Fisika 2022) dan seorang mahasiswa Farmasi UGM, berhasil menyabet juara 3 dalam Lomba Esai Chemistry Festival and Comepetition yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga pada bulan Oktober lalu. Berkat perolehan restasi tersebut, mereka meraih penghargaan dari FMIPA UGM dalam acara Malam Apresiasi MIPA 2024.

“Awalnya kami tidak menyangka akan mendapat apresiasi seperti ini. Kirain hanya sekadar menjadi pengalaman, ternyata dapat penghargaan juga dari fakultas,” ujar Zulfa selaku Ketua Tim.

Dalam lomba tersebut, mereka mengusung topik biomaterial berbasis scaffold dengan memanfaatkan limbah cangkang telur dan ampas tebu. Ide ini dilatarbelakangi oleh potensi biomaterial sebagai bahan inovatif yang ramah lingkungan sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah.

Menariknya, persiapan tim ini tergolong singkat. Zulfa mengungkapkan bahwa mereka baru mengetahui informasi lomba sekitar tujuh hari sebelum tenggat waktu. Meski mendadak, tim segera menyusun strategi. Tak disangka, usaha keras mereka membuahkan hasil. Esai yang diajukan berhasil lolos ke babak final, dan tim ini diundang untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri. “Ini pertama kalinya kami mengikuti lomba esai, jadi pengalaman ini sangat berkesan,” tambahnya.

Prestasi yang diraih mahasiswi FMIPA UGM ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi fakultas maupun universitas, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Kontribusi mereka dalam inovasi pengembangan biomaterial yang memanfaatkan limbah cangkang telur dan ampas tebu juga mendukung SDG ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong pengelolaan limbah secara berkelanjutan dan inovatif. Selain itu, solusi biomaterial yang ramah lingkungan ini juga berkontribusi pada tujuan ke-9 yaitu Inovasi, Industri, dan Infrastruktur.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Editor : Sulaiman Nur Hidayat
Dokumentasi : Hero Prakosa Wibowo Priyatno

Read More

Sadar Kondisi Lingkungan, Mahasiswi FMIPA Bagikan Pengalaman Menjadi Relawan Waste Event Managament

Kansa, seorang mahasiswi FMIPA UGM, membagikan pengalamannya ketika bergabung dengan komunitas pecinta alam Lokalogi yang berfokus pada pengelolaan limbah acara atau waste event management. Lokalogi merupakan bagian dari Pramuka UGM yang berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan ketika acara-acara besar kampus berlangsung, seperti PIONIR (acara pengenalan mahasiswa baru) dan Gelanggang Expo (GELEX). Ketertarikan Kansa untuk bergabung muncul setelah mengetahui tujuan dan kegiatan komunitas ini, yang sejalan dengan minat dan kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Saya suka mencari kegiatan bermanfaat. Ketika mendapat poster volunteering untuk waste event management saat PIONIR UGM, Saya langsung mendaftar untuk merasakan euforia menjadi relawan,” ujar Kansa.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan selama volunteering cukup beragam. Dalam acara PIONIR UGM, Kansa bertugas pada hari pertama dan kedua untuk membimbing mahasiswa baru (GAMADA) dalam memilah sampah. Sampah organik ditempatkan di ember untuk dijadikan makanan maggot sedangkan sampah anorganik dikumpulkan dengan rapi dalam trashbag, dan sampah residu dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Kansa adalah menyadari betapa besar jumlah food waste yang dihasilkan selama acara PIONIR.

Food waste di fakultas saya saja sudah bisa mencapai 30 kg. Gimana kalau seluruh fakultas UGM digabungkan? Pengalaman ini membuat Saya lebih bersyukur dan membuat Saya lebih aware tentang menghabiskan makanan gara tidak menjadi limbah”, ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya pengelolaan limbah, terutama food waste.  Keterlibatannya dalam waste event management telah menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran banyak orang tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik di lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Kansa Medina
Editor: Febriska Noor Fitriana

Read More

FMIPA UGM Hadirkan Sains yang Membumi : Laboratorium Kimia Organik Inspirasi Guru dan Siswa Kediri melalui Inovasi Pemanfaatan Bahan Alam Indonesia

Pengabdian kepada Masyarakat Dorong Literasi Sains, Kimia Hijau, dan Lahirnya Generasi Saintis Masa Depan

Kediri – Komitmen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia FMIPA UGM bertajuk “Workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Siswa SMA: Bahan Alam Asli Indonesia, Manfaat dan Sumber Belajar Tanpa Batas” yang diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026 di SMA Negeri 1 Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru Kimia anggota MGMP Kabupaten dan Kota Kediri serta 100 siswa SMA dari berbagai sekolah di wilayah Kediri.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Adi Prayitno, S.Pd., M.M., didampingi Kepala Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Endang Astuti, M.Si., serta dihadiri para dosen dan peneliti Departemen Kimia FMIPA UGM. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah ini menjadi wujud nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di Indonesia.

Menghubungkan Riset Kampus dengan Ruang Kelas

Mengusung semangat pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber belajar, workshop menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh para pakar Departemen Kimia FMIPA UGM.

Sesi pertama dibawakan oleh Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D. mengenai implementasi Kimia Hijau (Green Chemistry) dalam pembelajaran SMA. Peserta diajak memahami bagaimana prinsip-prinsip kimia dapat diterapkan secara aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Selanjutnya, Prof. Drs. Jumina, Ph.D. memperkenalkan potensi pewarna alami Indonesia sebagai media pembelajaran sekaligus produk bernilai tambah. Materi dilanjutkan oleh Prof. Drs. Bambang Purwono, M.Sc., Ph.D. yang menjelaskan inovasi pemanfaatan zat warna alami sebagai chemosensor untuk mendeteksi perubahan pH dan berbagai parameter kimia lainnya.

Pada sesi berikutnya, Respati Tri Swasono, S.Si., M.Phil., Ph.D. memperkenalkan konsep dasar minyak atsiri, teknik ekstraksi sederhana, serta berbagai peluang implementasinya sebagai bahan praktikum kimia yang mudah diterapkan di sekolah.

Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti praktikum interaktif yang dipandu oleh Dr. M. Idham Darussalam, S.Si., M.Sc. bersama Dr. Sc. Robby Noor Cahyono, M.Sc. Guru dan siswa mempraktikkan pembuatan parfum berbasis minyak atsiri, eksplorasi indikator pH dari bahan alam, hingga berbagai eksperimen sederhana yang dapat direplikasi menggunakan peralatan laboratorium sekolah.

Menginspirasi Generasi Saintis Masa Depan

Tidak hanya untuk guru, Departemen Kimia FMIPA UGM juga menghadirkan rangkaian kegiatan khusus bagi siswa melalui program “Fun Chemistry, Campus Sharing, and Future Scientist Inspiration.”

Siswa memperoleh wawasan mengenai kehidupan kampus, program studi di FMIPA UGM, prospek karier lulusan, hingga strategi sukses memasuki perguruan tinggi melalui sesi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Winarto Haryadi dan Sugeng Triono, M.Si.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Fun Chemistry yang dipandu oleh Dr. Deni Pranowo, M.Si. Melalui pendekatan experiential learning, siswa mengikuti demonstrasi reaksi kimia sederhana, memanfaatkan zat warna alami sebagai indikator pH, serta membuat lilin aromaterapi dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kimia bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan ilmu yang relevan dan menyenangkan.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan dunia kimia dengan cara yang lebih menarik. Kami berharap siswa semakin termotivasi untuk mencintai sains, mengenal kehidupan kampus, dan memiliki cita-cita menjadi ilmuwan di masa depan,” ujar Dr. Deni Pranowo, M.Si., Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM.

Senada dengan hal tersebut, Sudjiono, S.Pd., M.Pd., Pembina MGMP Kimia Kabupaten dan Kota Kediri, menyampaikan apresiasinya.

“Kehadiran para dosen dan peneliti dari UGM menjadi motivasi tersendiri bagi guru maupun siswa. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kualitas pembelajaran kimia di sekolah semakin meningkat dan semakin banyak siswa yang tertarik menekuni dunia sains.”

Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Julita Sulistya Eka dari SMA Negeri 1 Kediri mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengubah pandangannya terhadap kimia yang selama ini dianggap sulit menjadi ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Yemima Brenda Chrissia dari SMA Negeri 1 Pare berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan studi di UGM.

Kontribusi Nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Program pengabdian ini menjadi implementasi nyata komitmen FMIPA UGM dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi sains, serta pembelajaran berbasis pengalaman.

Lebih jauh, pengenalan konsep Green Chemistry dan pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia juga mendukung SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong penggunaan bahan alam yang aman dan berkelanjutan, serta SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui edukasi mengenai praktik kimia yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, FMIPA UGM menunjukkan bahwa sains tidak hanya berkembang di laboratorium, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi pendidikan, lingkungan, dan pembangunan masyarakat.

Memperkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini menegaskan peran Departemen Kimia FMIPA UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif mentransformasikan hasil riset menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi para alumni, capaian ini menjadi kebanggaan bahwa almamater terus memperluas dampaknya di tingkat nasional. Bagi mitra, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis riset. Sementara bagi calon mahasiswa, atmosfer akademik yang inovatif dan aplikatif menjadi gambaran nyata pengalaman belajar di FMIPA UGM.

Ke depan, Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan sekolah, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat sehingga inovasi berbasis sains dapat semakin berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Penulis: Deni Pranowo
Editor: Robby
Fotografer: Harno DP, Robby NC

Read More

Prof. Keiichi Tomishige Hadir di CASE #3 Departemen Kimia FMIPA UGM, Paparkan Inovasi Katalisis dan Katalis Heterogen untuk Proses Kimia Berkelanjutan

Prof. Keiichi Tomishige dari Tohoku University, Jepang, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Chemistry Advanced Studies & Exploration (CASE) #3 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) Departemen Kimia FMIPA UGM pada Kamis (18/6).

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM dan secara online melalui Zoom Meeting. Seminar yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut dihadiri oleh dosen, mahasiswa Kimia UGM, serta peserta dari berbagai institusi eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tomishige memaparkan berbagai inovasi dalam bidang katalisis dan katalis heterogen yang berfokus pada pengembangan proses kimia berkelanjutan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif.

Mengangkat tema Development of Heterogeneous Catalyst for Reductive Conversion of Biomass and Non-Reductive Conversion of CO₂, acara ini dipandu oleh Gavriel Hagai Paulus Sumlang, S.Si., M.Sc. sebagai master of ceremony (MC) dan dimoderatori oleh Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Kimia FMIPA UGM, Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., sebelum dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Prof. Keiichi Tomishige.

Dalam pemaparannya, Prof. Tomishige menjelaskan berbagai inovasi dalam pengembangan proses kimia ramah lingkungan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan industri terhadap sumber daya fosil sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Salah satu topik yang dibahas adalah konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tinggi menggunakan katalis padat. Menurutnya, kandungan oksigen yang tinggi pada biomassa menjadi tantangan utama dalam proses pengolahannya. Untuk mengatasinya, Prof. Tomishige menawarkan metode hydrodeoxygenation dan deoxydehydration yang memungkinkan penghilangan oksigen secara selektif tanpa merusak kerangka karbon.

Selain konversi biomassa, seminar ini juga turut menyoroti pemanfaatan CO₂ sebagai sumber karbon untuk menghasilkan berbagai produk industri. Melalui pengembangan katalis yang inovatif, CO₂ dapat direaksikan dengan alkohol maupun amina untuk menghasilkan senyawa bernilai tambah tanpa menggunakan reagen beracun yang umum ditemukan pada proses konvensional.

Prof. Tomishige juga memperkenalkan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan langsung CO₂ hasil proses penangkapan karbon. Pendekatan ini dinilai mampu mengintegrasikan proses penangkapan dan pemanfaatan CO₂ dalam satu sistem yang lebih sederhana dan hemat energi.

Ketua KMPK, Mohammad Ahsani Taqwim, S.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan CASE dapat terus disinergikan dengan berbagai mitra eksternal. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kimia sekaligus membuka peluang membangun jejaring akademik dan profesional yang lebih luas.

Inovasi yang dipaparkan Prof. Tomishige menunjukkan bagaimana penelitian di bidang kimia dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga pemanfaatan emisi karbon menjadi produk yang bernilai guna. Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kimia yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis : Inna Mutifah
Editor : Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer : Daffa Athatara

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Puncak Penghargaan dan Penutupan PARE Spring School 2026 Digelar di Kawasan Candi Prambanan

Menutup serangkaian kegiatan yang berlangsung selama 12 hari, agenda PARE Spring School 2026 menyelenggarakan sesi penghargaan sekaligus penutupan di kawasan Candi Prambanan pada 16 Februari 2026. Pada sesi ini, panitia memberikan penghargaan kepada peserta berdasarkan hasil final presentation serta partisipasi selama program berlangsung.

Sebelumnya, para peserta telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik yang diselenggarakan di Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada, yang mencakup kuliah pakar lintas disiplin, kegiatan pengambilan sampel air di Sungai Code, analisis sampel di Laboratorium Kimia Analitik UGM, kunjungan ke instalasi pengelolaan air limbah di Bantul, diskusi kelompok dan mid-term presentation. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai isu lingkungan dan pertanian melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif lintas negara.

Dalam sambutannya, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, serta mitra institusi yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia juga berharap program PARE Spring School dapat terus menjadi wadah kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait inovasi yang mendukung keberlanjutan di bidang lingkungan dan sumber daya alam.

Secara umum, kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Melalui rangkaian kegiatan akademik, riset terapan, dan kolaborasi lintas negara yang dipusatkan di Universitas Gadjah Mada, program ini memperkuat kapasitas keilmuan peserta sekaligus mendorong inovasi berbasis sains yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Drs. Dwi Siswanta, M.Eng., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Biosorben

Prof. Drs. Dwi Siswanta, M.Eng., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Rekayasa Biosorben, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), pada Selasa (5/8) di Gedung Balairung UGM. Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dwi Siswanta menyampaikan orasi ilmiah berjudul Rekayasa Biopolimer untuk Keberlanjutan Inovasi Hijau bagi Lingkungan, Pangan, dan Kesehatan. Pidato tersebut menyoroti tantangan global terkait isu lingkungan, pangan, dan kesehatan, dengan fokus pada permasalahan pencemaran air sebagai salah satu isu krusial.

Dalam paparannya, Prof. Dwi Siswanta mengemukakan pentingnya pengembangan biosorben berbasis biopolimer sebagai solusi inovatif dan ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan di tiga sektor utama tersebut. “Biopolimer telah muncul sebagai material strategis yang tidak hanya bersifat biodegradable dan biokompatibel, tetapi juga dapat dimodifikasi untuk berbagai aplikasi, mulai dari penjernihan air, pengawetan pangan, hingga penghantaran obat dalam sistem kesehatan,” ujarnya.

Rekayasa biopolimer yang ia kembangkan mencakup pendekatan interdisipliner dalam kimia material, rekayasa molekul, dan teknologi lingkungan. Pengembangan teknologi biosorben tersebut, menurut Prof. Dwi Siswanta, sejalan dengan  Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara berkelanjutan sekaligus mendukung kebijakan nasional terkait pembangunan hijau.

Acara pengukuhan dihadiri oleh jajaran pimpinan UGM, sivitas akademika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, serta keluarga dan kolega Prof. Dwi Siswanta. Dengan pengukuhan ini, UGM menegaskan kembali peran sentral akademisi dalam menjawab tantangan global melalui inovasi sains yang aplikatif dan berdampak luas. Hal ini sejalan dengan SDG poin 4 (Pendidikan Berkualitas), sekaligus poin 9 (Inovasi, Industri, dan Infrastruktur).

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

Mahasiswi Fisika FMIPA UGM Gelar Pelatihan Kerajinan Makrame di Desa Wisata Namu Bersama Tim KKN-PPM UGM Pesonamu

Ismi Azizah, mahasiswi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM), yang merupakan anggota tim Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) SG006 menggelar pelatihan kerajinan makrame dengan warga Desa Namu, Konawe Selatan. Melibatkan anak-anak hingga ibu-ibu, kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Juli 2025 hingga Senin, 14 Juli 2025 di salah satu rumah warga setempat. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi kreatif Desa Namu berbasis wisata.

Desa Namu sendiri merupakan desa pesisir yang berada di wilayah terpencil. Akses menuju desa ini hanya bisa dilakukan melalui jalur darat dan laut, dengan kondisi jalan cukup menantang. Meski begitu, keindahan alam yang dimiliki Desa Namu menjadi potensi pengembangan desa wisata yang dapat mendorong pemasaran produk ekonomi kreatif masyarakat. “Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi awal lahirnya produk khas Desa Namu yang dapat menjadi oleh-oleh wisata, sekaligus menambah penghasilan warga,” ujar Ismi Azizah, koordinator program.

Peserta pelatihan terbukti sangat antusias dalam pembuatan kerajinan hingga mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatan sampai selesai. Tak berhenti di situ, rasa antusias dan syukur semakin dirasakan oleh peserta setelah berhasil membuat kerajinan yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan. “Meskipun baru pertama kali membuat, hasilnya tetap bagus, bisa dilanjutkan jadi tas dan kerajinan lainnya, ” ujar salah satu peserta dengan antusias.

Menggunakan bahan tali makrame dan kayu besi yang merupakan sumber daya lokal masyarakat Desa Namu, pelatihan in menghasilkan produk kerajinan gantungan kunci hingga hiasan dinding. “Kegiatan ini bisa menjadi kesempatan bagi mahasiswa dalam memperkenalkan keterampilan seni, khususnya seni makrame ke warga desa setempat,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan, Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc.. Melalui pelatihan ini, para mahasiswa berharap dapat menjadi pondasi terbentuknya UMKM masyarakat Desa Wisata Namu yang berkelanjutan.

Program ini turut mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5 (Kesetaraan Gender), dengan memberikan ruang dan akses keterampilan bagi perempuan desa untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi keluarga. Selain itu, pelatihan ini juga sejalan dengan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena membuka potensi usaha rumahan berbasis kerajinan tangan. Dengan mengangkat potensi lokal dan meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga mendukung poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), karena mendorong pembangunan desa wisata berbasis kearifan lokal. Di sisi lain, penggunaan bahan yang sederhana dan minim limbah turut mencerminkan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Tim KKN-PPM Pesonamu

Read More

Sabet Juara 3 di Chemistry Festival and Competition, Mahasiswi FMIPA UGM Raih Penghargaan di Malam Apresiasi MIPA 2024

Mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menunjukkan prestasinya dalam ajang ilmiah. Tim yang terdiri dari Zulfa Nailil Muna (Fisika 2022), bersama dua rekannya, Fauzan Naufal Taqiy Susanto (Fisika 2022) dan seorang mahasiswa Farmasi UGM, berhasil menyabet juara 3 dalam Lomba Esai Chemistry Festival and Comepetition yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga pada bulan Oktober lalu. Berkat perolehan restasi tersebut, mereka meraih penghargaan dari FMIPA UGM dalam acara Malam Apresiasi MIPA 2024.

“Awalnya kami tidak menyangka akan mendapat apresiasi seperti ini. Kirain hanya sekadar menjadi pengalaman, ternyata dapat penghargaan juga dari fakultas,” ujar Zulfa selaku Ketua Tim.

Dalam lomba tersebut, mereka mengusung topik biomaterial berbasis scaffold dengan memanfaatkan limbah cangkang telur dan ampas tebu. Ide ini dilatarbelakangi oleh potensi biomaterial sebagai bahan inovatif yang ramah lingkungan sekaligus menjadi solusi pengelolaan limbah.

Menariknya, persiapan tim ini tergolong singkat. Zulfa mengungkapkan bahwa mereka baru mengetahui informasi lomba sekitar tujuh hari sebelum tenggat waktu. Meski mendadak, tim segera menyusun strategi. Tak disangka, usaha keras mereka membuahkan hasil. Esai yang diajukan berhasil lolos ke babak final, dan tim ini diundang untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri. “Ini pertama kalinya kami mengikuti lomba esai, jadi pengalaman ini sangat berkesan,” tambahnya.

Prestasi yang diraih mahasiswi FMIPA UGM ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi fakultas maupun universitas, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. Kontribusi mereka dalam inovasi pengembangan biomaterial yang memanfaatkan limbah cangkang telur dan ampas tebu juga mendukung SDG ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong pengelolaan limbah secara berkelanjutan dan inovatif. Selain itu, solusi biomaterial yang ramah lingkungan ini juga berkontribusi pada tujuan ke-9 yaitu Inovasi, Industri, dan Infrastruktur.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Editor : Sulaiman Nur Hidayat
Dokumentasi : Hero Prakosa Wibowo Priyatno

Read More

Sadar Kondisi Lingkungan, Mahasiswi FMIPA Bagikan Pengalaman Menjadi Relawan Waste Event Managament

Kansa, seorang mahasiswi FMIPA UGM, membagikan pengalamannya ketika bergabung dengan komunitas pecinta alam Lokalogi yang berfokus pada pengelolaan limbah acara atau waste event management. Lokalogi merupakan bagian dari Pramuka UGM yang berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan ketika acara-acara besar kampus berlangsung, seperti PIONIR (acara pengenalan mahasiswa baru) dan Gelanggang Expo (GELEX). Ketertarikan Kansa untuk bergabung muncul setelah mengetahui tujuan dan kegiatan komunitas ini, yang sejalan dengan minat dan kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Saya suka mencari kegiatan bermanfaat. Ketika mendapat poster volunteering untuk waste event management saat PIONIR UGM, Saya langsung mendaftar untuk merasakan euforia menjadi relawan,” ujar Kansa.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan selama volunteering cukup beragam. Dalam acara PIONIR UGM, Kansa bertugas pada hari pertama dan kedua untuk membimbing mahasiswa baru (GAMADA) dalam memilah sampah. Sampah organik ditempatkan di ember untuk dijadikan makanan maggot sedangkan sampah anorganik dikumpulkan dengan rapi dalam trashbag, dan sampah residu dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Kansa adalah menyadari betapa besar jumlah food waste yang dihasilkan selama acara PIONIR.

Food waste di fakultas saya saja sudah bisa mencapai 30 kg. Gimana kalau seluruh fakultas UGM digabungkan? Pengalaman ini membuat Saya lebih bersyukur dan membuat Saya lebih aware tentang menghabiskan makanan gara tidak menjadi limbah”, ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya pengelolaan limbah, terutama food waste.  Keterlibatannya dalam waste event management telah menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran banyak orang tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik di lingkungan sekitar. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Kansa Medina
Editor: Febriska Noor Fitriana

Read More
Translate