Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

News

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Bahas Kriptografi, Keamanan Siber, dan Teknologi Terkini

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Summer School 2026 yang dilaksanakan oleh Departemen Matematika, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (IKE), serta Departemen Fisika dengan topik pembahasan yang disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Berlokasi di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM, kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar negeri.

Pada 13 Juli 2026, rangkaian Summer School dibuka oleh Departemen Matematika dengan mengusung tema “On Post-Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis, and Probability.” Sesi pembuka disampaikan oleh Prof. Seok-Won Lee dari Ajou University, Korea Selatan, yang membahas perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) serta penerapannya dalam software engineering. Pembahasan kemudian berlanjut pada hari kedua, 14 Juli 2026, dengan topik Security Risk Assessment.

Selain menghadirkan narasumber internasional, Summer School 2026 juga mengundang akademisi dan praktisi dari dalam negeri. Di antaranya adalah Dr. Noprendi dan Dr. Eng. Khoirul Anwar dari Universitas Telkom, serta Dr. Santi Indarjani dan Septia Ulfa Sunaringtyas, M.T., dari Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) pada dua hari pelaksanaan.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses terhadap pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan, dan para pakar dari berbagai negara dalam pengembangan ilmu pengetahuan

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Pembukaan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM Resmi Digelar, Bahas Kriptografi Pascakuantum dan Keamanan Siber

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka rangkaian kegiatan Summer School 2026 on Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis and Probability  pada Senin (13/7) di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026 mendatang dan menjadi forum bagi akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan mengenai kriptografi pascakuantum, keamanan siber, teori pengkodean, analisis, dan probabilitas.

Summer School 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Summer School 2023 dan CIMPA School 2025. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Departemen Matematika FMIPA UGM bersama Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), Telkom University, dan Universitas Sanata Dharma.

Selama hampir tiga pekan, peserta akan mengikuti empat kelompok materi utama, yaitu Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Coding Theory, serta Analysis and Probability. Pembelajaran mencakup berbagai topik, mulai dari kriptografi berbasis lattice dan code, keamanan sistem dan jaringan, keamanan basis data, hingga analisis fungsional, teori probabilitas, dan proses stokastik.

Materi akan disampaikan oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi dunia, di antaranya Nanyang Technological University (Singapura), Ajou University (Korea Selatan), University of Madeira (Portugal), Aligarh Muslim University (India), Universiti Putra Malaysia, VinUniversity (Vietnam), Linnaeus University (Swedia), University of the Witwatersrand (Afrika Selatan), serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Selain perkuliahan, Summer School 2026 juga akan diisi dengan presentasi hasil penelitian mahasiswa, seminar bersama, kunjungan akademik ke Museum Sandi dan UGM Techno Park, serta berbagai kegiatan akademik dan budaya yang telah dijadwalkan hingga penutupan pada 31 Juli 2026 tersebut. Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Matematika FMIPA UGM bersama institusi mitra berupaya memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan riset di bidang matematika, kriptografi, dan keamanan siber.

Penyelenggaraan Summer School 2026 ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan forum pembelajaran dan pertukaran pengetahuan bertaraf internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pengembangan riset di bidang kriptografi pascakuantum dan keamanan siber, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi dari dalam maupun luar negeri. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas jejaring akademik global, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Bahas Kriptografi, Keamanan Siber, dan Teknologi Terkini

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Summer School 2026 yang dilaksanakan oleh Departemen Matematika, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (IKE), serta Departemen Fisika dengan topik pembahasan yang disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Berlokasi di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM, kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar negeri.

Pada 13 Juli 2026, rangkaian Summer School dibuka oleh Departemen Matematika dengan mengusung tema “On Post-Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis, and Probability.” Sesi pembuka disampaikan oleh Prof. Seok-Won Lee dari Ajou University, Korea Selatan, yang membahas perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) serta penerapannya dalam software engineering. Pembahasan kemudian berlanjut pada hari kedua, 14 Juli 2026, dengan topik Security Risk Assessment.

Selain menghadirkan narasumber internasional, Summer School 2026 juga mengundang akademisi dan praktisi dari dalam negeri. Di antaranya adalah Dr. Noprendi dan Dr. Eng. Khoirul Anwar dari Universitas Telkom, serta Dr. Santi Indarjani dan Septia Ulfa Sunaringtyas, M.T., dari Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) pada dua hari pelaksanaan.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses terhadap pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan, dan para pakar dari berbagai negara dalam pengembangan ilmu pengetahuan

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Pembukaan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM Resmi Digelar, Bahas Kriptografi Pascakuantum dan Keamanan Siber

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka rangkaian kegiatan Summer School 2026 on Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis and Probability  pada Senin (13/7) di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026 mendatang dan menjadi forum bagi akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan mengenai kriptografi pascakuantum, keamanan siber, teori pengkodean, analisis, dan probabilitas.

Summer School 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Summer School 2023 dan CIMPA School 2025. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Departemen Matematika FMIPA UGM bersama Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), Telkom University, dan Universitas Sanata Dharma.

Selama hampir tiga pekan, peserta akan mengikuti empat kelompok materi utama, yaitu Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Coding Theory, serta Analysis and Probability. Pembelajaran mencakup berbagai topik, mulai dari kriptografi berbasis lattice dan code, keamanan sistem dan jaringan, keamanan basis data, hingga analisis fungsional, teori probabilitas, dan proses stokastik.

Materi akan disampaikan oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi dunia, di antaranya Nanyang Technological University (Singapura), Ajou University (Korea Selatan), University of Madeira (Portugal), Aligarh Muslim University (India), Universiti Putra Malaysia, VinUniversity (Vietnam), Linnaeus University (Swedia), University of the Witwatersrand (Afrika Selatan), serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Selain perkuliahan, Summer School 2026 juga akan diisi dengan presentasi hasil penelitian mahasiswa, seminar bersama, kunjungan akademik ke Museum Sandi dan UGM Techno Park, serta berbagai kegiatan akademik dan budaya yang telah dijadwalkan hingga penutupan pada 31 Juli 2026 tersebut. Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Matematika FMIPA UGM bersama institusi mitra berupaya memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan riset di bidang matematika, kriptografi, dan keamanan siber.

Penyelenggaraan Summer School 2026 ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan forum pembelajaran dan pertukaran pengetahuan bertaraf internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pengembangan riset di bidang kriptografi pascakuantum dan keamanan siber, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi dari dalam maupun luar negeri. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas jejaring akademik global, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More
Translate