Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Pendidikan

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Kitasato University Japan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima kunjungan delegasi dari Kitasato University dalam rangka penjajakan kerja sama akademik dan riset internasional pada Senin, 23 Februari 2026. Delegasi dipimpin oleh Prof. Yasubumi Sakakibara yang hadir mewakili Prof. Oka Kotaro, Dean of the Graduate School of Frontier Engineering Kitasato University.

“Kerja sama yang direncanakan mencakup program double degree, joint supervision, serta joint research. Kolaborasi ini diharapkan dapat dimulai dari jenjang Sarjana (S1) hingga Doktor (S3),” ujar Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana M.Si dalam sesi wawancara.

Dalam agenda tersebut, Prof. Yasubumi Sakakibara menyoroti sejumlah irisan keilmuan yang dinilai relevan untuk dikembangkan bersama. Wakil Dekan FMIPA, Prof. Roto, dalam presentasinya juga menegaskan bahwa FMIPA merupakan core cluster untuk sains dasar dan komputasi. Menurutnya, penguatan fondasi sains dan ilmu komputasi menjadi kunci dalam mendorong riset kolaboratif yang berdaya saing global.

Kolaborasi antara FMIPA dan Kitasato University ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan pendidikan tinggi melalui program double degree dan joint supervision mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara kolaborasi riset di bidang sains, komputasi, dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kemitraan internasional yang dibangun kedua institusi mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yakni memperkuat kerja sama global untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

Puncak Penghargaan dan Penutupan PARE Spring School 2026 Digelar di Kawasan Candi Prambanan

Menutup serangkaian kegiatan yang berlangsung selama 12 hari, agenda PARE Spring School 2026 menyelenggarakan sesi penghargaan sekaligus penutupan di kawasan Candi Prambanan pada 16 Februari 2026. Pada sesi ini, panitia memberikan penghargaan kepada peserta berdasarkan hasil final presentation serta partisipasi selama program berlangsung.

Sebelumnya, para peserta telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik yang diselenggarakan di Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada, yang mencakup kuliah pakar lintas disiplin, kegiatan pengambilan sampel air di Sungai Code, analisis sampel di Laboratorium Kimia Analitik UGM, kunjungan ke instalasi pengelolaan air limbah di Bantul, diskusi kelompok dan mid-term presentation. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai isu lingkungan dan pertanian melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif lintas negara.

Dalam sambutannya, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, serta mitra institusi yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia juga berharap program PARE Spring School dapat terus menjadi wadah kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait inovasi yang mendukung keberlanjutan di bidang lingkungan dan sumber daya alam.

Secara umum, kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Melalui rangkaian kegiatan akademik, riset terapan, dan kolaborasi lintas negara yang dipusatkan di Universitas Gadjah Mada, program ini memperkuat kapasitas keilmuan peserta sekaligus mendorong inovasi berbasis sains yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

PARE Spring School 2026 Resmi Digelar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM

Penyelenggaraan program PARE Spring School resmi dimulai pada Jumat, 6 Februari 2026,  bertempat di Ruang Multimedia, Departemen Kimia, FMIPA UGM. Kegiatan ini diikuti oleh konsorsium yang terdiri dari delapan universitas di tiga negara, yaitu Indonesia (UGM, ITB, IPB University), Jepang (Hokkaido University), dan Thailand (Thammasat University, Chulalongkorn University, Kasetsart University, dan Mahidol University).

Program ini dijadwalkan akan berlangsung selama 12 hari, dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Februari 2026 mendatang. Secara keseluruhan, sebanyak 20 peserta mengikuti program ini secara luring dan 60 peserta lainnya secara online. Peserta yang mengikuti program ini merupakan mahasiswa pascasarjana.

Pada penyelenggaraan hari pertama, Prof. Suherman, S. Si., M.Sc., Ph.D. (Departemen Kimia UGM) dan Assist. Prof. Dr. Maria Stefanie (Hokudai) selaku koordinator acara memberikan pengarahan dan pengenalan awal. Nantinya, para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan termasuk kuliah pakar lintas disiplin, pengambilan sampel air di Sungai Code, kunjungan ke IPAL Bantul, dan analisis sampel di Laboratorium Analitik Departemen Kimia UGM. Selanjutnya, sesi penutupan kegiatan ini akan dilaksanakan di Candi Prambanan.

Program ini sebelumnya berhasil menyorot beberapa fenomena urbanisasi yang cepat di negara-negara ASEAN, yang dinilai berkontribusi menyebabkan beberapa permasalahan seperti berkurangnya ketersediaan bahan bakar fosil, air bersih, sumber daya tanah, serta penurunan kualitas lingkungan.

Pada penyelenggaraan kali ini, tema yang diangkat mengenai dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan pertanian. Program PARE (Population Activities  Resources Environments) ini menawarkan kesempatan bagi mahasiswa lintas disiplin dan lintas negara dan budaya untuk dapat bekerja sama mengatasi permasalahan yang melalui manajemen dan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas akademik peserta, SDG 13 (Climate Action) dan SDG 15 (Life on Land) melalui pembahasan isu perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan sumber daya alam, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas negara dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan secara global.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Daffa Athatara dan Afiandina Sukma

Read More

Prestasi Membanggakan Sania Nadlirotullubba Wisudawan FMIPA UGM dengan IPK Nyaris Sempurna 3,98

Pada Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menorehkan kebanggaan melalui capaian gelar wisudawan terbaik yang diraih oleh Tsania Nadlirotullubba.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Komputer tersebut berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98, tertinggi di FMIPA UGM pada periode ini. Atas prestasi tersebut, ia juga memperoleh kehormatan untuk menyampaikan orasi pada prosesi wisuda yang diselenggarakan di Auditorium Herman Yohannes FMIPA UGM.

“Banyak dari kita akhirnya merelakan prinsip perfeksionis, beralih pada pemikiran bahwa skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Kita berhasil karena terus berjalan meski kadang ragu atau ingin menyerah. Hari ini bukan tentang toga dan ijazah, tetapi keberanian untuk tidak menyerah,” ujarnya.

Penyelenggaraan wisuda ini menegaskan komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4, yakni Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang bermutu dan membentuk lulusan berdaya saing.

Kolaborasi lintas unsur kampus, alumni, dan masyarakat mencerminkan implementasi poin 17: tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, memastikan kontribusi nyata FMIPA UGM dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi : Aphrodity Nirmala Putri

Read More

Dekan FMIPA UGM Berikan Pemaparan Sekaligus Pesan Kepemimpinan Ke Para Pejabat Struktural Departemen FMIPA UGM

Dalam acara serah terima jabatan structural kepengurusan departemen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Kuwat Triyana, S.Si., M.Si., selaku Dekan FMIPA UGM memberikan pemaparan sekaligus pesan terkait kepemimpinan. Di hadapan para pejabat baru dan sivitas akademika, Dekan FMIPA UGM menekankan bahwa kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari semangat pengabdian. “Kepemimpinan dan pimpinan itu berbeda. Jika tidak memiliki semangat melayani, artinya kita belum siap memimpin,” ujarnya. Ia meyakini bahwa para pemimpin yang dilantik memiliki semangat untuk melayani mahasiswa, kolega, dan institusi secara menyeluruh.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan kerap dihadapkan pada keputusan-keputusan yang tidak selalu menyenangkan semua pihak. Menurutnya, harapan untuk menyenangkan semua orang adalah sesuatu yang mustahil. “Seorang pemimpin sering kali akan menghasilkan keputusan yang tidak disukai orang. Maka jika kita berpikir bisa menyenangkan semua pihak, itu tidak mungkin,” tuturnya. Namun, justru di situlah integritas dan keberanian seorang pemimpin diuji.

Dalam pemaparannya, Dekan FMIPA UGM juga menyoroti pentingnya visi jangka panjang. Seorang pemimpin, katanya, tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi mempersiapkan masa depan. “Leader itu mempersiapkan masa depan, fokus pada visi, mengantisipasi perubahan, dan mempersiapkan tim agar siap menghadapi kompetitor, merebut peluang, dan menghadapi ancaman di masa depan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa peran laboratorium dan unit-unit akademik memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan visi tersebut.

Refleksi kepemimpinan juga menyentuh dimensi moral. Dekan mengajak para pemimpin untuk tidak bersikap pasif ketika melihat ketidakadilan atau kemungkaran. “Jangan sampai ketika kita melihat sesuatu yang tidak baik, kita membiarkannya. Kita harus masuk dan berperan. Jika orang-orang baik tidak mau terlibat, maka keadaan akan repot,” ujarnya. Ia menilai bahwa pemimpin bisa lahir dari pengalaman ketidakadilan dan keberanian untuk mengambil peran perubahan.

Menutup pemaparannya, Dekan FMIPA UGM menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin sebelumnya yang telah mengemban amanah dengan ikhlas, sekaligus memberi semangat kepada pejabat baru. Ia menyadari bahwa ketidaksempurnaan kerap menyertai perjalanan kepemimpinan. Namun, menurutnya, hal tersebut justru menjadi bagian dari tugas bersama untuk terus memperbaiki dan menumbuhkan institusi. “Selamat, semoga kita dimudahkan. Ketidaksempurnaan itu ada, tetapi di situlah tugas kita untuk memperbaiki,” pungkasnya.

Refleksi kepemimpinan yang disampaikan Dekan FMIPA UGM selaras dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, keberanian mengambil peran, serta kesiapan menghadapi perubahan diharapkan mampu memperkuat tata kelola akademik, menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, serta menumbuhkan budaya institusi yang berintegritas dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Kitasato University Japan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima kunjungan delegasi dari Kitasato University dalam rangka penjajakan kerja sama akademik dan riset internasional pada Senin, 23 Februari 2026. Delegasi dipimpin oleh Prof. Yasubumi Sakakibara yang hadir mewakili Prof. Oka Kotaro, Dean of the Graduate School of Frontier Engineering Kitasato University.

“Kerja sama yang direncanakan mencakup program double degree, joint supervision, serta joint research. Kolaborasi ini diharapkan dapat dimulai dari jenjang Sarjana (S1) hingga Doktor (S3),” ujar Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana M.Si dalam sesi wawancara.

Dalam agenda tersebut, Prof. Yasubumi Sakakibara menyoroti sejumlah irisan keilmuan yang dinilai relevan untuk dikembangkan bersama. Wakil Dekan FMIPA, Prof. Roto, dalam presentasinya juga menegaskan bahwa FMIPA merupakan core cluster untuk sains dasar dan komputasi. Menurutnya, penguatan fondasi sains dan ilmu komputasi menjadi kunci dalam mendorong riset kolaboratif yang berdaya saing global.

Kolaborasi antara FMIPA dan Kitasato University ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan pendidikan tinggi melalui program double degree dan joint supervision mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara kolaborasi riset di bidang sains, komputasi, dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kemitraan internasional yang dibangun kedua institusi mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yakni memperkuat kerja sama global untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

Puncak Penghargaan dan Penutupan PARE Spring School 2026 Digelar di Kawasan Candi Prambanan

Menutup serangkaian kegiatan yang berlangsung selama 12 hari, agenda PARE Spring School 2026 menyelenggarakan sesi penghargaan sekaligus penutupan di kawasan Candi Prambanan pada 16 Februari 2026. Pada sesi ini, panitia memberikan penghargaan kepada peserta berdasarkan hasil final presentation serta partisipasi selama program berlangsung.

Sebelumnya, para peserta telah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akademik yang diselenggarakan di Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Gadjah Mada, yang mencakup kuliah pakar lintas disiplin, kegiatan pengambilan sampel air di Sungai Code, analisis sampel di Laboratorium Kimia Analitik UGM, kunjungan ke instalasi pengelolaan air limbah di Bantul, diskusi kelompok dan mid-term presentation. Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai isu lingkungan dan pertanian melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif lintas negara.

Dalam sambutannya, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, serta mitra institusi yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Ia juga berharap program PARE Spring School dapat terus menjadi wadah kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait inovasi yang mendukung keberlanjutan di bidang lingkungan dan sumber daya alam.

Secara umum, kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Melalui rangkaian kegiatan akademik, riset terapan, dan kolaborasi lintas negara yang dipusatkan di Universitas Gadjah Mada, program ini memperkuat kapasitas keilmuan peserta sekaligus mendorong inovasi berbasis sains yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

PARE Spring School 2026 Resmi Digelar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM

Penyelenggaraan program PARE Spring School resmi dimulai pada Jumat, 6 Februari 2026,  bertempat di Ruang Multimedia, Departemen Kimia, FMIPA UGM. Kegiatan ini diikuti oleh konsorsium yang terdiri dari delapan universitas di tiga negara, yaitu Indonesia (UGM, ITB, IPB University), Jepang (Hokkaido University), dan Thailand (Thammasat University, Chulalongkorn University, Kasetsart University, dan Mahidol University).

Program ini dijadwalkan akan berlangsung selama 12 hari, dimulai sejak tanggal 6 hingga 17 Februari 2026 mendatang. Secara keseluruhan, sebanyak 20 peserta mengikuti program ini secara luring dan 60 peserta lainnya secara online. Peserta yang mengikuti program ini merupakan mahasiswa pascasarjana.

Pada penyelenggaraan hari pertama, Prof. Suherman, S. Si., M.Sc., Ph.D. (Departemen Kimia UGM) dan Assist. Prof. Dr. Maria Stefanie (Hokudai) selaku koordinator acara memberikan pengarahan dan pengenalan awal. Nantinya, para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan termasuk kuliah pakar lintas disiplin, pengambilan sampel air di Sungai Code, kunjungan ke IPAL Bantul, dan analisis sampel di Laboratorium Analitik Departemen Kimia UGM. Selanjutnya, sesi penutupan kegiatan ini akan dilaksanakan di Candi Prambanan.

Program ini sebelumnya berhasil menyorot beberapa fenomena urbanisasi yang cepat di negara-negara ASEAN, yang dinilai berkontribusi menyebabkan beberapa permasalahan seperti berkurangnya ketersediaan bahan bakar fosil, air bersih, sumber daya tanah, serta penurunan kualitas lingkungan.

Pada penyelenggaraan kali ini, tema yang diangkat mengenai dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan pertanian. Program PARE (Population Activities  Resources Environments) ini menawarkan kesempatan bagi mahasiswa lintas disiplin dan lintas negara dan budaya untuk dapat bekerja sama mengatasi permasalahan yang melalui manajemen dan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas akademik peserta, SDG 13 (Climate Action) dan SDG 15 (Life on Land) melalui pembahasan isu perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan sumber daya alam, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas negara dan institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan secara global.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Daffa Athatara dan Afiandina Sukma

Read More

Prestasi Membanggakan Sania Nadlirotullubba Wisudawan FMIPA UGM dengan IPK Nyaris Sempurna 3,98

Pada Wisuda Sarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menorehkan kebanggaan melalui capaian gelar wisudawan terbaik yang diraih oleh Tsania Nadlirotullubba.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Komputer tersebut berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98, tertinggi di FMIPA UGM pada periode ini. Atas prestasi tersebut, ia juga memperoleh kehormatan untuk menyampaikan orasi pada prosesi wisuda yang diselenggarakan di Auditorium Herman Yohannes FMIPA UGM.

“Banyak dari kita akhirnya merelakan prinsip perfeksionis, beralih pada pemikiran bahwa skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Kita berhasil karena terus berjalan meski kadang ragu atau ingin menyerah. Hari ini bukan tentang toga dan ijazah, tetapi keberanian untuk tidak menyerah,” ujarnya.

Penyelenggaraan wisuda ini menegaskan komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4, yakni Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang bermutu dan membentuk lulusan berdaya saing.

Kolaborasi lintas unsur kampus, alumni, dan masyarakat mencerminkan implementasi poin 17: tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, memastikan kontribusi nyata FMIPA UGM dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi : Aphrodity Nirmala Putri

Read More

Dekan FMIPA UGM Berikan Pemaparan Sekaligus Pesan Kepemimpinan Ke Para Pejabat Struktural Departemen FMIPA UGM

Dalam acara serah terima jabatan structural kepengurusan departemen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Kuwat Triyana, S.Si., M.Si., selaku Dekan FMIPA UGM memberikan pemaparan sekaligus pesan terkait kepemimpinan. Di hadapan para pejabat baru dan sivitas akademika, Dekan FMIPA UGM menekankan bahwa kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari semangat pengabdian. “Kepemimpinan dan pimpinan itu berbeda. Jika tidak memiliki semangat melayani, artinya kita belum siap memimpin,” ujarnya. Ia meyakini bahwa para pemimpin yang dilantik memiliki semangat untuk melayani mahasiswa, kolega, dan institusi secara menyeluruh.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan kerap dihadapkan pada keputusan-keputusan yang tidak selalu menyenangkan semua pihak. Menurutnya, harapan untuk menyenangkan semua orang adalah sesuatu yang mustahil. “Seorang pemimpin sering kali akan menghasilkan keputusan yang tidak disukai orang. Maka jika kita berpikir bisa menyenangkan semua pihak, itu tidak mungkin,” tuturnya. Namun, justru di situlah integritas dan keberanian seorang pemimpin diuji.

Dalam pemaparannya, Dekan FMIPA UGM juga menyoroti pentingnya visi jangka panjang. Seorang pemimpin, katanya, tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi mempersiapkan masa depan. “Leader itu mempersiapkan masa depan, fokus pada visi, mengantisipasi perubahan, dan mempersiapkan tim agar siap menghadapi kompetitor, merebut peluang, dan menghadapi ancaman di masa depan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa peran laboratorium dan unit-unit akademik memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan visi tersebut.

Refleksi kepemimpinan juga menyentuh dimensi moral. Dekan mengajak para pemimpin untuk tidak bersikap pasif ketika melihat ketidakadilan atau kemungkaran. “Jangan sampai ketika kita melihat sesuatu yang tidak baik, kita membiarkannya. Kita harus masuk dan berperan. Jika orang-orang baik tidak mau terlibat, maka keadaan akan repot,” ujarnya. Ia menilai bahwa pemimpin bisa lahir dari pengalaman ketidakadilan dan keberanian untuk mengambil peran perubahan.

Menutup pemaparannya, Dekan FMIPA UGM menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin sebelumnya yang telah mengemban amanah dengan ikhlas, sekaligus memberi semangat kepada pejabat baru. Ia menyadari bahwa ketidaksempurnaan kerap menyertai perjalanan kepemimpinan. Namun, menurutnya, hal tersebut justru menjadi bagian dari tugas bersama untuk terus memperbaiki dan menumbuhkan institusi. “Selamat, semoga kita dimudahkan. Ketidaksempurnaan itu ada, tetapi di situlah tugas kita untuk memperbaiki,” pungkasnya.

Refleksi kepemimpinan yang disampaikan Dekan FMIPA UGM selaras dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, keberanian mengambil peran, serta kesiapan menghadapi perubahan diharapkan mampu memperkuat tata kelola akademik, menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, serta menumbuhkan budaya institusi yang berintegritas dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya

Read More
Translate