Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Kerjasama

Direktur CIMPA Bagikan Kiat Menjadi Pemimpin yang Baik: “Dekatkan Diri Seperti Keluarga”

Centre International de Mathématiques Pures et Appliquées (CIMPA) School 2025 yang merupakan kolaborasi antara CIMPA dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, menghadirkan berbagai narasumber dari berbagai negara. Pada salah satu sela acara CIMPA School 2025, tim Media FMIPA berkesempatan mewawancarai langsung Direktur CIMPA, yakni Prof. Christophe Ritzenthaler dari Université de Strasbourg, Prancis. Dalam wawancaranya, ia membagikan sudut pandang pribadi tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik, terutama dalam konteks kepemimpinan di ranah akademik dan kolaboratif internasional.

Menjadi Direktur CIMPA bukanlah tugas yang ringan. Menurut Prof. Christophe Ritzenthaler, dibutuhkan komitmen waktu dan dedikasi yang besar. “It takes quite a lot of time and dedication. So you need to be ready to really spend a lot of time doing this work,” ungkapnya. Ia pun menyampaikan bahwa ketika memegang peran ini, dirinya harus rela mengesampingkan sementara waktu riset pribadinya.

Namun, baginya, aspek paling penting dalam kepemimpinan bukan hanya urusan administratif, tetapi relasi kepada sekitar. “my approach is really to try to be as close as possible to the people, in the sense that I believe that everyone, all the other colleagues, organizers, are really colleagues,” jelasnya dengan senyum hangat.

Dalam dunia yang semakin terhubung, pemimpin masa depan ditantang bukan hanya untuk cakap secara intelektual, tetapi juga hangat secara emosional dan inklusif secara sosial. Pendekatan itu pula yang ia terapkan kepada para peserta. “I also try to also speak to all the participants as we are, like a big family, because I think it’s, yeah, it’s a way to try to really connect to the people and to have their true impressions on what is going,” pungkasnya. Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan yang merangkul seperti keluarga, tak heran jika suasana CIMPA School 2025 terasa hangat meski datang dari berbagai belahan dunia.

Keikutsertaan FMIPA dalam program internasional seperti CIMPA menjadi wujud nyata dari upaya memperluas akses pendidikan matematika murni dan terapan, serta membangun atmosfer akademik yang menjunjung tinggi nilai keilmuan dan kemanusiaan. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Adapun kolaborasi yang datang dari berbagai latar belakang dan penjuru dunia juga sejalan dengan SDG ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Reportase : Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi : Azizah

Read More

Antusiasme Peserta CIMPA School 2025 dalam Acara Cultural Night yang Memperkenalkan Kebudayaan Yogyakarta: “Interesting to Learn”

CIMPA School 2025, yang merupakan kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan The Centre International de Mathématiques Pures et Appliquées (CIMPA), menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan pada 14–25 Juli 2025. Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah Cultural Night yang digelar di CIMPA Mathematics Departement. Acara ini berhasil memukau para peserta CIMPA School 2025 serta memberikan kesan dan pengalaman berharga bagi mereka.

Salah satu peserta, Hakim, yang merupakan perwakilan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), mengungkapkan kekagumannya terhadap sajian budaya yang ia saksikan. “Honestly, I didn’t know much about the history of Yogyakarta and its temples. But through the theater show about Ramayana, I got to learn something new. It’s interesting to see how the story unfolds,” ujarnya antusias. “It’s a fun activity that relieves the stress from our intense learning sessions over the past two weeks,” pungkasnya.

Tak hanya para peserta, suasana hangat juga terasa dalam cerita Adeline, seorang peneliti di CNRS Prancis yang datang bersama anak dan suaminya. Baginya, CIMPA School 2025 bukan hanya ajang akademik, tetapi juga pengalaman keluarga yang berkesan. “It’s a very nice experience. The children are very happy to discover Indonesia with me,” ungkapnya.

Acara ini bukan sekadar ajang pertunjukan budaya yang penuh pengetahuan dan pembelajaran. Lebih dari itu, CIMPA School 2025 menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan sains dan budaya sebagai bagian dari kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Sejalan dengan SDG poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, CIMPA berkomitmen mendorong pemerataan akses pendidikan matematika yang bermutu serta memperkuat kapasitas ilmiah. Jalinan kolaborasi global dalam bidang pengetahuan dan teknologi yang dibangun juga selaras dengan SDG poin ke-17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Reportase : Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi : Amalia Nurmalitasari

Read More

Hanya Satu di Asia Tenggara FMIPA UGM Host CIMPA School 2025, Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Matematika

Yogyakarta, 22 Juli 2025 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan The Centre International de Mathématiques Pures et Appliquées (CIMPA) menyelenggarakan CIMPA School 2025 yang berlangsung pada 14–25 Juli 2025. Kegiatan ini digelar di Auditorium Herman Yohannes, Lantai 1 FMIPA UGM, dan dihadiri oleh akademisi dari berbagai negara untuk membahas topik-topik terkini dalam matematika murni dan terapan.

CIMPA School 2025 diselenggarakan dengan dukungan dari berbagai lembaga mitra internasional, termasuk CIMPA yang berperan aktif dalam pendidikan matematika di negara-negara berkembang. Salah satu narasumber internasional dan juga koordinator pembicara yang hadir adalah Dr. Richard Griffon, dosen dari Université Clermont Auvergne, Prancis, yang menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan CIMPA di Indonesia. “I am very happy and enthusiastic to be here. UGM is a great campus, with great facilities and very nice people,” ujar Dr. Griffon.

Dalam wawancaranya, Dr. Griffon juga membandingkan tantangan akademik antara Indonesia dan Prancis. “Compared to France, it is difficult in Indonesia to recruit professors and staff. But it’s also difficult to find job opportunities. However, thanks to the collaboration between the French Embassy and Indonesian institutions, we can collaborate and offer more international projects and job opportunities for Indonesian students and researchers,” jelasnya.

Kehadiran Direktur Eksekutif CIMPA di kegiatan ini menegaskan dukungan terhadap penguatan kapasitas matematika di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional dan memperluas dampak riset matematika dalam pembangunan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), CIMPA 2025 mendorong penguatan kapasitas ilmiah, pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas, serta kolaborasi global dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi para peneliti dan mahasiswa Indonesia untuk menjalin kerja sama riset lintas negara, baik dalam bidang akademik maupun profesional.

CIMPA 2025 diharapkan dapat menjadi pendorong bagi Indonesia untuk semakin memperkuat peranannya dalam komunitas ilmiah global dan menciptakan peluang lebih luas dalam dunia pendidikan matematika.

Penulis: Amalia.Nurmalitasari
Editor: Uha Isnaini, M.Sc., PhD 
Dokumentasi: Amalia Nurmalitasari

Read More

Jalinan Aliansi 80 Sekolah Mitra dari Barat hingga Timur Indonesia di Fakultas MIPA UGM dalam Membangun Pembelajaran Mendalam

Yogyakarta – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini, Kamis (10/7/2025), menjadi saksi terjalinnya kerjasama yang kuat antara UGM dengan 80 sekolah mitra dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan Selatan, hingga Maluku. Kerjasama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam puncak kegiatan Deep Learning Curriculum Workshop for Educators: Creating Mindful, Meaningful, and Joyful Learning.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah mitra melalui penerapan metode pembelajaran deep learning. Peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai sekolah, mengikuti serangkaian sesi yang diisi oleh akademisi dan praktisi di bidang sains, dilengkapi kunjungan laboratorium di lingkungan klaster sains UGM. Materi yang disampaikan mencakup strategi pembelajaran inovatif, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan kurikulum yang berpusat pada siswa. FMIPA UGM menghadirkan Prof. Chen Yuh-wen (Da-Yeh University, Taiwan) yang memaparkan pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Paparan dari praktisi bidang semiconductor, Mr. Satyadharma Bhakti Andyana Onggowaskito (Director of R&D, Infineon Tech. Germany Batam Office) memberikan gambaran peran sentral talenta muda bidang sains dalam perkembangan teknologi. Sesi Talkshow bersama Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. bersama Bapak Arif Misbahul MBM (Chairman, Taiwan Alumni/ICDF-Indonesia) secara khusus memberikan gambaran bagi delegasi sekolah mitra terkait langkah-langkah yang akan dijalani dalam kerjasama yang dijalin melalui penandatanganan MoU pada kegiatan ini.

Penandatanganan MoU antara FMIPA UGM dan perwakilan dari 80 sekolah mitra tersebut menandai komitmen bersama untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum pembelajaran yang berdampak, bermakna, dan menyenangkan. Kerjasama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pengembangan materi pembelajaran, kegiatan pelatihan dan pembelajaran bagi siswa, hingga pemantauan dan evaluasi program. Melalui terjalinnya kerjasama ini, UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan pendidikan di Indonesia dari berbagai sisi, terutama di bidang sains yang memegang peran sentral dalam perkembangan teknologi yang berdampak besar bagi kemanusiaan.

MoU Simbolis

Peserta MoU

SMA Mosa Aceh

SMA Siwa Lima Ambon

SMAN 1 Yogyakarta

Penulis: Dr. Chalis Setyadi
Dokumentasi: Tim Sosmed FMIPA

Read More

SAP Indonesia berkolaborasi dengan GIK UGM: Perkenalkan Ekosistem Global dan Sertifikasi Gratis bagi Mahasiswa

Yogyakarta, 5 Juni 2025 – SAP Indonesia menyelenggarakan seminar dan diskusi panel di Gedung Gama Innovation Center (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (5/6), sebagai bagian dari upaya memperkenalkan ekosistem SAP serta membuka peluang karier global bagi mahasiswa lintas jurusan.

Sesi perkenalan SAP Indonesia dibuka langsung oleh Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia, yang hadir bersama Adela Irawan, alumni Ilmu Komputer Fakultas MIPA UGM yang kini berkarier di SAP. Dalam paparannya, Andreas menyampaikan bahwa SAP bukan hanya perusahaan perangkat lunak, tetapi sebuah penyedia solusi proses bisnis yang krusial bagi industri global.

“SAP adalah fondasi banyak perusahaan besar di dunia. Jika sistem SAP berhenti, seluruh proses bisnis bisa terhenti. Itulah besarnya dampak SAP di industri, terutama di Indonesia” jelas Andreas.

Ia juga menegaskan bahwa SAP hadir langsung ke kampus bukan hanya untuk berbagi wawasan, tetapi juga untuk membuka akses nyata menuju dunia kerja. “Kami tidak datang dengan tangan kosong. Kami hadir membawa peluang kerja, sertifikasi gratis, dan program pembelajaran global. Kami ingin menjangkau mahasiswa Indonesia dan membekali mereka agar siap menjadi talenta global,” tegas Andreas Diantoro.

Melalui inisiatif ini, mahasiswa UGM berkesempatan mengakses SAP Learning Hub, serta mendapatkan dua sertifikasi SAP secara gratis dan empat kali kesempatan ujian. Adela Irawan turut membagikan pengalamannya setelah lulus dari UGM dan berkairi di SAP.  Acara ini juga menampilkan sesi panel diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh penting dari industri konsultan global. Antonius Susanto dari EY Indonesia dan Didi Laksana, Direktur KPMG Indonesia, turut berbagi wawasan tentang pentingnya transformasi digital, penguasaan proses bisnis, dan pengembangan soft skills dalam menghadapi persaingan global. Mereka menekankan bahwa lulusan dari berbagai latar belakang dapat sukses di industri berbasis teknologi selama memiliki kemauan belajar dan karakter yang kuat.

“Karakter dan attitude adalah fondasi. Soft skills, hard skills, dan kemauan untuk terus belajar adalah kombinasi yang dicari oleh perusahaan-perusahaan global,” ujar Antonius Susanto.

Dengan komunitas global dan pendekatan berbasis kompetensi yang berlaku lintas negara, SAP mendorong mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan diri dan menembus pasar kerja internasional. “Kami datang untuk tumbuh bersama. SAP hadir untuk membawa talenta Indonesia menjadi global,” tutup Andreas Diantoro.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen SAP dan Universitas Gadjah Mada terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang Pendidikan Berkualitas (Goal 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Goal 8), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Goal 17). Melalui kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan tinggi, SAP berupaya menciptakan ekosistem talenta yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi: Sabik Hikami Kantor Alumni UGM

Read More

UGM Jalin Kolaborasi Inspiratif dengan Kementerian dan Google Indonesia, Bersatu untuk Masa Depan Digital

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menjadi tuan rumah bagi acara kolaboratif yang melibatkan Kementerian Perdagangan, Kemendikbud Ristek, dan Google Indonesia. Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta berdiskusi mengenai strategi pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Acara dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Menteri Perdagangan Republik Indonesia  Dr. Budi Santosa M.Si, Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si serta tokoh-tokoh entrepreneur lainnya.

Dalam acara ini, Jurnalis FMIPA UGM,  berkesempatan untuk mewawancarai langsung Menteri Perdagangan. Amalia Nurmalitasari bertanya mengenai langkah konkret yang sedang direncanakan oleh Kementerian Perdagangan dan Dekan FMIPA UGM untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa, khususnya agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku ekspor yang berdaya saing global.

Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia menegaskan bahwa, “Perlu mengembangkan para pelaku ekspor yang berkualitas sehingga diharapkan mahasiswa setelah lulus dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Hal tersebut diafirmasi langsung oleh Dekan FMIPA UGM yang menyatakan bahwa saat ini telah dilakukan pengembangan jiwa kewirausahaan untuk mahasiswa FMIPA UGM salah satunya dari prodi ilmu komputer.

Kehadiran Google Indonesia dalam acara ini memberikan warna tersendiri, menghadirkan wawasan mendalam seputar inovasi digital terkini yang tengah berkembang di kancah global. Melalui paparan yang informatif dan inspiratif, Google Indonesia membuka cakrawala peserta terhadap peluang transformasi digital, mulai dari kecerdasan buatan, pengelolaan data, hingga strategi membangun literasi digital masyarakat.

Acara ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan kolaborasi lintas sektor untuk membangun masa depan digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga mengimplementasikan SDGs poin 4 yaitu pendidikan berkualitas melalui keterlibatan fakultas dalam mendorong transformasi digital. Selain itu, acara ini juga sejalan dengan SDGS poin 9 yaitu inovasi melalui akses inovasi digital.

Penulis: Ratih Cintia Sari
Dokumentasi: Muhammad Irfan
Reportase: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Meretas Karier di Industri Energi, Pertamina Hulu Energi dan Dealls Ajak Mahasiswa UGM Siap Hadapi Tantangan Global

Riuh tepuk tangan dan semangat bergemuruh mengiringi pembukaan acara “Energy Industry Talent Scouting: Career in Energy” yang diselenggarakan oleh Pertamina Hulu Energi bersama Dealls Job pada Selasa, 14 Mei 2025 di Auditorium Herman Johannes, Fakultas MIPA UGM. Lebih dari 2000 mahasiswa lintas jurusan, mulai dari peserta magang hingga pencari kerja berpengalaman, hadir menyemarakkan acara ini.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen Pertamina Hulu Energi, diantaranya:

  • Fata Yunus – Vice President Drilling & Well Intervention
  • Dewi Kurnia Salwa – Vice President Human Capital
  • Vinni Indrawati – Manager HCBP Business Operation Function
  • Abimanyu Suryadi – Manager HC Services
  • Dharmantara Nusetyo Narendra – Assistant Manager Talent Acquisition & Learning
  • Dwi Cahyani – Officer HCBP Corporate Function Regional 2
  • Anida Triana Dewi – Sr Analyst HCBP Business Operation Function

Dari pihak Dealls, hadir langsung Andhika Putra Sudarman, S.H., LL.M., CEO & Founder KantorKu HRIS dan Dealls Jobs. Sementara dari UGM, turut hadir Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum., Kepala Kantor Alumni UGM, yang menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini sebagai bentuk nyata sinergi antara kampus, industri, dan platform profesional.

Mengangkat tema besar terkait karier di industri migas, acara ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Fata Yunus dan Vinni Indrawati. Diskusi berlangsung interaktif dan dipandu dengan hangat oleh Dwi Cahyani, Officer HCBP Regional PT PHE. Dalam sesi bertajuk Unlocking Career Opportunities in Oil & Gas Industry, Fata mengungkap potensi luar biasa yang masih tersimpan dalam sektor energi fosil.

“Indonesia masih memiliki sekitar 15 miliar barel sumber daya minyak dan gas yang belum tergali. Ini bukan menandakan bahwa industri migas yang akan padam. Dengan kebutuhan energi global yang naik hingga 30% pada tahun 2050, kita masih mempunyai tanggung jawab untuk menjaga swasembada energi nasional,” jelasnya.

Topik lain yang tak kalah inspiratif datang dari Vinni Indrawati dalam sesi Women in Oil & Gas Industry. Ia membuka fakta menarik bahwa perempuan di Pertamina menduduki 75% posisi entry-level, dan 17% posisi strategis. Ia menekankan pentingnya inklusivitas dan kesetaraan, memberikan ruang adil untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan karakter.

Pada sesi Q&A, muncul pertanyaan dari Jurnalis MIPA, Amalia Nurmalitasari, terkait peluang karier lulusan MIPA yang kerap bersaing dengan lulusan teknik, terutama di industri energi seperti Pertamina Hulu Energi. Ia bertanya, Apakah lulusan MIPA memiliki kesempatan yang sama atau bahkan keunggulan di bidang ini?

Menanggapi hal ini, Bapak Fata Yunus menyampaikan, “When you enter the career world and you’re helpful, open-minded, berkontribusi maksimal, dan bisa mengerjakan semua hal. Don’t expect you stay in your background.” Ia menekankan bahwa dunia kerja tidak selalu memandang latar belakang pendidikan sebagai hal mutlak. “Yang dibutuhkan adalah AKHLAK. Karakter seseorang jauh lebih penting daripada sekadar gelar akademis,” tegasnya.

Menambahkan jawaban tersebut, Ibu Vinni Indrawati menekankan pentingnya perilaku kerja. “Selain kompetensi, dari perspektif Pertamina, kami sangat memperhatikan behavior dan potensi untuk berkembang. Ketika seseorang sulit berkembang secara sikap, itu jadi catatan penting bagi kami,” jelasnya.

Acara ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-5 tentang Kesetaraan Gender, ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta ke-17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertamina Hulu Energi, melalui kerja sama strategis dengan Dealls Job dan Alumni UGM, menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja masa depan yang berdaya saing global dan siap menjawab tantangan sektor energi yang terus berkembang.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Aprodity Nirmala
Reportase: Amalia Nurmalitasari

Read More

Departemen Kimia UGM Diskusi Bersama Durham University untuk Kolaborasi Riset dan Student Exchange

Yogyakarta, 6 Mei 2025 – Departemen Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan diskusi intensif dengan Durham University dalam rangka menjajaki kolaborasi riset dan program pertukaran mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan profesor dan peneliti dari berbagai laboratorium, termasuk laboratorium kimia anorganik, analitik, organik, dan fisik. Diskusi ini berlangsung pada 6 Mei 2025 dan bertujuan untuk memperkuat jaringan akademik internasional, khususnya di bidang kimia.

Durham University, yang didirikan pada tahun 1832 dan berlokasi di timur laut Inggris, merupakan salah satu universitas ternama di dunia dengan 32% mahasiswanya berasal dari luar negeri. Meskipun tidak memiliki fakultas kedokteran, Durham memiliki reputasi kuat dalam ilmu pengetahuan, khususnya pada Fakultas Sains yang menaungi Departemen Kimia. Durham Univeristy senditi terletak sekitar tiga jam perjalanan dari London dan terkenal akan lingkungan akademiknya yang mendukung penelitian inovatif.

Diskusi ini dipandu oleh  Victoria Anderson, Head of International Student Recruitment Durham University, yang menyampaikan berbagai peluang untuk mahasiswa UGM, termasuk program double degree, summer course, student mobility, dan student exchange untuk jenjang S1, S2, hingga S3. Dalam kesempatan ini, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D. dari laboratrium kimia organik menanyakan tentang kemungkinan program summer course dan double degree yang bisa diakses mahasiswa UGM. Dr. Anderson menjawab dengan antusias, “I am sure we can work on that international program. It is very interesting and we are very excited to collaborate.”

Dr. Anderson juga menjelaskan beberapa program unggulan yang ditawarkan, termasuk Chemistry for Sustainability, Chemistry for Health, dan Chemistry for Change. Untuk mahasiswa S2, Durham menawarkan program master selama dua tahun dengan persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang cukup tinggi, seperti IELTS minimal 6.5-7 atau TOEFL 560. Persyaratan ini semakin penting mengingat tantangan akademis yang dihadapi mahasiswa internasional, terutama dari Asia Tenggara.

Selain itu, Durham juga memiliki program summer course yang lebih pendek dan lebih terjangkau, seperti 10 weeks research program yang biasanya dilakukan dengan seleksi ketat melalui universitas mitra seperti dari  Hong Kong dan Brazil. Mahasiswa yang mengikuti program ini harus siap secara finansial dan akademis untuk beradaptasi dalam lingkungan riset internasional. Melalui kegiatan ini, Departemen Kimia UGM berkomitmen untuk terus memperluas jaringan internasionalnya dan memberikan kesempatan terbaik bagi mahasiswanya untuk berkembang di kancah global.

Kegiatan ini merupakah kegiatan yang mengimplementasikan (Sustainable Development Goals) SDGs poin ke- 3 yaitu, pendidikan berkualitas (quality education) serta kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di UGM, tetapi juga memperkuat jaringan akademik internasional melalui kemitraan yang berkelanjutan, sesuai dengan semangat SDGs poin ke- 17 untuk memperkuat kemitraan global (partnership for the goals) dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi:  Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Direktur CIMPA Bagikan Kiat Menjadi Pemimpin yang Baik: “Dekatkan Diri Seperti Keluarga”

Centre International de Mathématiques Pures et Appliquées (CIMPA) School 2025 yang merupakan kolaborasi antara CIMPA dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, menghadirkan berbagai narasumber dari berbagai negara. Pada salah satu sela acara CIMPA School 2025, tim Media FMIPA berkesempatan mewawancarai langsung Direktur CIMPA, yakni Prof. Christophe Ritzenthaler dari Université de Strasbourg, Prancis. Dalam wawancaranya, ia membagikan sudut pandang pribadi tentang bagaimana menjadi pemimpin yang baik, terutama dalam konteks kepemimpinan di ranah akademik dan kolaboratif internasional.

Menjadi Direktur CIMPA bukanlah tugas yang ringan. Menurut Prof. Christophe Ritzenthaler, dibutuhkan komitmen waktu dan dedikasi yang besar. “It takes quite a lot of time and dedication. So you need to be ready to really spend a lot of time doing this work,” ungkapnya. Ia pun menyampaikan bahwa ketika memegang peran ini, dirinya harus rela mengesampingkan sementara waktu riset pribadinya.

Namun, baginya, aspek paling penting dalam kepemimpinan bukan hanya urusan administratif, tetapi relasi kepada sekitar. “my approach is really to try to be as close as possible to the people, in the sense that I believe that everyone, all the other colleagues, organizers, are really colleagues,” jelasnya dengan senyum hangat.

Dalam dunia yang semakin terhubung, pemimpin masa depan ditantang bukan hanya untuk cakap secara intelektual, tetapi juga hangat secara emosional dan inklusif secara sosial. Pendekatan itu pula yang ia terapkan kepada para peserta. “I also try to also speak to all the participants as we are, like a big family, because I think it’s, yeah, it’s a way to try to really connect to the people and to have their true impressions on what is going,” pungkasnya. Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan yang merangkul seperti keluarga, tak heran jika suasana CIMPA School 2025 terasa hangat meski datang dari berbagai belahan dunia.

Keikutsertaan FMIPA dalam program internasional seperti CIMPA menjadi wujud nyata dari upaya memperluas akses pendidikan matematika murni dan terapan, serta membangun atmosfer akademik yang menjunjung tinggi nilai keilmuan dan kemanusiaan. Hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Adapun kolaborasi yang datang dari berbagai latar belakang dan penjuru dunia juga sejalan dengan SDG ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Reportase : Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi : Azizah

Read More

Antusiasme Peserta CIMPA School 2025 dalam Acara Cultural Night yang Memperkenalkan Kebudayaan Yogyakarta: “Interesting to Learn”

CIMPA School 2025, yang merupakan kolaborasi antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan The Centre International de Mathématiques Pures et Appliquées (CIMPA), menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan pada 14–25 Juli 2025. Salah satu agenda yang paling menarik perhatian adalah Cultural Night yang digelar di CIMPA Mathematics Departement. Acara ini berhasil memukau para peserta CIMPA School 2025 serta memberikan kesan dan pengalaman berharga bagi mereka.

Salah satu peserta, Hakim, yang merupakan perwakilan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), mengungkapkan kekagumannya terhadap sajian budaya yang ia saksikan. “Honestly, I didn’t know much about the history of Yogyakarta and its temples. But through the theater show about Ramayana, I got to learn something new. It’s interesting to see how the story unfolds,” ujarnya antusias. “It’s a fun activity that relieves the stress from our intense learning sessions over the past two weeks,” pungkasnya.

Tak hanya para peserta, suasana hangat juga terasa dalam cerita Adeline, seorang peneliti di CNRS Prancis yang datang bersama anak dan suaminya. Baginya, CIMPA School 2025 bukan hanya ajang akademik, tetapi juga pengalaman keluarga yang berkesan. “It’s a very nice experience. The children are very happy to discover Indonesia with me,” ungkapnya.

Acara ini bukan sekadar ajang pertunjukan budaya yang penuh pengetahuan dan pembelajaran. Lebih dari itu, CIMPA School 2025 menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan sains dan budaya sebagai bagian dari kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Sejalan dengan SDG poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, CIMPA berkomitmen mendorong pemerataan akses pendidikan matematika yang bermutu serta memperkuat kapasitas ilmiah. Jalinan kolaborasi global dalam bidang pengetahuan dan teknologi yang dibangun juga selaras dengan SDG poin ke-17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Reportase : Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi : Amalia Nurmalitasari

Read More

Hanya Satu di Asia Tenggara FMIPA UGM Host CIMPA School 2025, Perkuat Kolaborasi Internasional di Bidang Matematika

Yogyakarta, 22 Juli 2025 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan The Centre International de Mathématiques Pures et Appliquées (CIMPA) menyelenggarakan CIMPA School 2025 yang berlangsung pada 14–25 Juli 2025. Kegiatan ini digelar di Auditorium Herman Yohannes, Lantai 1 FMIPA UGM, dan dihadiri oleh akademisi dari berbagai negara untuk membahas topik-topik terkini dalam matematika murni dan terapan.

CIMPA School 2025 diselenggarakan dengan dukungan dari berbagai lembaga mitra internasional, termasuk CIMPA yang berperan aktif dalam pendidikan matematika di negara-negara berkembang. Salah satu narasumber internasional dan juga koordinator pembicara yang hadir adalah Dr. Richard Griffon, dosen dari Université Clermont Auvergne, Prancis, yang menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan CIMPA di Indonesia. “I am very happy and enthusiastic to be here. UGM is a great campus, with great facilities and very nice people,” ujar Dr. Griffon.

Dalam wawancaranya, Dr. Griffon juga membandingkan tantangan akademik antara Indonesia dan Prancis. “Compared to France, it is difficult in Indonesia to recruit professors and staff. But it’s also difficult to find job opportunities. However, thanks to the collaboration between the French Embassy and Indonesian institutions, we can collaborate and offer more international projects and job opportunities for Indonesian students and researchers,” jelasnya.

Kehadiran Direktur Eksekutif CIMPA di kegiatan ini menegaskan dukungan terhadap penguatan kapasitas matematika di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional dan memperluas dampak riset matematika dalam pembangunan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kontribusinya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), CIMPA 2025 mendorong penguatan kapasitas ilmiah, pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas, serta kolaborasi global dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi para peneliti dan mahasiswa Indonesia untuk menjalin kerja sama riset lintas negara, baik dalam bidang akademik maupun profesional.

CIMPA 2025 diharapkan dapat menjadi pendorong bagi Indonesia untuk semakin memperkuat peranannya dalam komunitas ilmiah global dan menciptakan peluang lebih luas dalam dunia pendidikan matematika.

Penulis: Amalia.Nurmalitasari
Editor: Uha Isnaini, M.Sc., PhD 
Dokumentasi: Amalia Nurmalitasari

Read More

Jalinan Aliansi 80 Sekolah Mitra dari Barat hingga Timur Indonesia di Fakultas MIPA UGM dalam Membangun Pembelajaran Mendalam

Yogyakarta – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini, Kamis (10/7/2025), menjadi saksi terjalinnya kerjasama yang kuat antara UGM dengan 80 sekolah mitra dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Kalimantan Selatan, hingga Maluku. Kerjasama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam puncak kegiatan Deep Learning Curriculum Workshop for Educators: Creating Mindful, Meaningful, and Joyful Learning.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah mitra melalui penerapan metode pembelajaran deep learning. Peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dari berbagai sekolah, mengikuti serangkaian sesi yang diisi oleh akademisi dan praktisi di bidang sains, dilengkapi kunjungan laboratorium di lingkungan klaster sains UGM. Materi yang disampaikan mencakup strategi pembelajaran inovatif, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan kurikulum yang berpusat pada siswa. FMIPA UGM menghadirkan Prof. Chen Yuh-wen (Da-Yeh University, Taiwan) yang memaparkan pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence. Paparan dari praktisi bidang semiconductor, Mr. Satyadharma Bhakti Andyana Onggowaskito (Director of R&D, Infineon Tech. Germany Batam Office) memberikan gambaran peran sentral talenta muda bidang sains dalam perkembangan teknologi. Sesi Talkshow bersama Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. bersama Bapak Arif Misbahul MBM (Chairman, Taiwan Alumni/ICDF-Indonesia) secara khusus memberikan gambaran bagi delegasi sekolah mitra terkait langkah-langkah yang akan dijalani dalam kerjasama yang dijalin melalui penandatanganan MoU pada kegiatan ini.

Penandatanganan MoU antara FMIPA UGM dan perwakilan dari 80 sekolah mitra tersebut menandai komitmen bersama untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum pembelajaran yang berdampak, bermakna, dan menyenangkan. Kerjasama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pengembangan materi pembelajaran, kegiatan pelatihan dan pembelajaran bagi siswa, hingga pemantauan dan evaluasi program. Melalui terjalinnya kerjasama ini, UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan pendidikan di Indonesia dari berbagai sisi, terutama di bidang sains yang memegang peran sentral dalam perkembangan teknologi yang berdampak besar bagi kemanusiaan.

MoU Simbolis

Peserta MoU

SMA Mosa Aceh

SMA Siwa Lima Ambon

SMAN 1 Yogyakarta

Penulis: Dr. Chalis Setyadi
Dokumentasi: Tim Sosmed FMIPA

Read More

SAP Indonesia berkolaborasi dengan GIK UGM: Perkenalkan Ekosistem Global dan Sertifikasi Gratis bagi Mahasiswa

Yogyakarta, 5 Juni 2025 – SAP Indonesia menyelenggarakan seminar dan diskusi panel di Gedung Gama Innovation Center (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (5/6), sebagai bagian dari upaya memperkenalkan ekosistem SAP serta membuka peluang karier global bagi mahasiswa lintas jurusan.

Sesi perkenalan SAP Indonesia dibuka langsung oleh Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia, yang hadir bersama Adela Irawan, alumni Ilmu Komputer Fakultas MIPA UGM yang kini berkarier di SAP. Dalam paparannya, Andreas menyampaikan bahwa SAP bukan hanya perusahaan perangkat lunak, tetapi sebuah penyedia solusi proses bisnis yang krusial bagi industri global.

“SAP adalah fondasi banyak perusahaan besar di dunia. Jika sistem SAP berhenti, seluruh proses bisnis bisa terhenti. Itulah besarnya dampak SAP di industri, terutama di Indonesia” jelas Andreas.

Ia juga menegaskan bahwa SAP hadir langsung ke kampus bukan hanya untuk berbagi wawasan, tetapi juga untuk membuka akses nyata menuju dunia kerja. “Kami tidak datang dengan tangan kosong. Kami hadir membawa peluang kerja, sertifikasi gratis, dan program pembelajaran global. Kami ingin menjangkau mahasiswa Indonesia dan membekali mereka agar siap menjadi talenta global,” tegas Andreas Diantoro.

Melalui inisiatif ini, mahasiswa UGM berkesempatan mengakses SAP Learning Hub, serta mendapatkan dua sertifikasi SAP secara gratis dan empat kali kesempatan ujian. Adela Irawan turut membagikan pengalamannya setelah lulus dari UGM dan berkairi di SAP.  Acara ini juga menampilkan sesi panel diskusi yang menghadirkan tokoh-tokoh penting dari industri konsultan global. Antonius Susanto dari EY Indonesia dan Didi Laksana, Direktur KPMG Indonesia, turut berbagi wawasan tentang pentingnya transformasi digital, penguasaan proses bisnis, dan pengembangan soft skills dalam menghadapi persaingan global. Mereka menekankan bahwa lulusan dari berbagai latar belakang dapat sukses di industri berbasis teknologi selama memiliki kemauan belajar dan karakter yang kuat.

“Karakter dan attitude adalah fondasi. Soft skills, hard skills, dan kemauan untuk terus belajar adalah kombinasi yang dicari oleh perusahaan-perusahaan global,” ujar Antonius Susanto.

Dengan komunitas global dan pendekatan berbasis kompetensi yang berlaku lintas negara, SAP mendorong mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan diri dan menembus pasar kerja internasional. “Kami datang untuk tumbuh bersama. SAP hadir untuk membawa talenta Indonesia menjadi global,” tutup Andreas Diantoro.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen SAP dan Universitas Gadjah Mada terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang Pendidikan Berkualitas (Goal 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Goal 8), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Goal 17). Melalui kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan tinggi, SAP berupaya menciptakan ekosistem talenta yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi: Sabik Hikami Kantor Alumni UGM

Read More

UGM Jalin Kolaborasi Inspiratif dengan Kementerian dan Google Indonesia, Bersatu untuk Masa Depan Digital

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menjadi tuan rumah bagi acara kolaboratif yang melibatkan Kementerian Perdagangan, Kemendikbud Ristek, dan Google Indonesia. Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta berdiskusi mengenai strategi pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Acara dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Menteri Perdagangan Republik Indonesia  Dr. Budi Santosa M.Si, Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, dan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si serta tokoh-tokoh entrepreneur lainnya.

Dalam acara ini, Jurnalis FMIPA UGM,  berkesempatan untuk mewawancarai langsung Menteri Perdagangan. Amalia Nurmalitasari bertanya mengenai langkah konkret yang sedang direncanakan oleh Kementerian Perdagangan dan Dekan FMIPA UGM untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa, khususnya agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku ekspor yang berdaya saing global.

Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia menegaskan bahwa, “Perlu mengembangkan para pelaku ekspor yang berkualitas sehingga diharapkan mahasiswa setelah lulus dapat menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Hal tersebut diafirmasi langsung oleh Dekan FMIPA UGM yang menyatakan bahwa saat ini telah dilakukan pengembangan jiwa kewirausahaan untuk mahasiswa FMIPA UGM salah satunya dari prodi ilmu komputer.

Kehadiran Google Indonesia dalam acara ini memberikan warna tersendiri, menghadirkan wawasan mendalam seputar inovasi digital terkini yang tengah berkembang di kancah global. Melalui paparan yang informatif dan inspiratif, Google Indonesia membuka cakrawala peserta terhadap peluang transformasi digital, mulai dari kecerdasan buatan, pengelolaan data, hingga strategi membangun literasi digital masyarakat.

Acara ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan kolaborasi lintas sektor untuk membangun masa depan digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga mengimplementasikan SDGs poin 4 yaitu pendidikan berkualitas melalui keterlibatan fakultas dalam mendorong transformasi digital. Selain itu, acara ini juga sejalan dengan SDGS poin 9 yaitu inovasi melalui akses inovasi digital.

Penulis: Ratih Cintia Sari
Dokumentasi: Muhammad Irfan
Reportase: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Meretas Karier di Industri Energi, Pertamina Hulu Energi dan Dealls Ajak Mahasiswa UGM Siap Hadapi Tantangan Global

Riuh tepuk tangan dan semangat bergemuruh mengiringi pembukaan acara “Energy Industry Talent Scouting: Career in Energy” yang diselenggarakan oleh Pertamina Hulu Energi bersama Dealls Job pada Selasa, 14 Mei 2025 di Auditorium Herman Johannes, Fakultas MIPA UGM. Lebih dari 2000 mahasiswa lintas jurusan, mulai dari peserta magang hingga pencari kerja berpengalaman, hadir menyemarakkan acara ini.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran manajemen Pertamina Hulu Energi, diantaranya:

  • Fata Yunus – Vice President Drilling & Well Intervention
  • Dewi Kurnia Salwa – Vice President Human Capital
  • Vinni Indrawati – Manager HCBP Business Operation Function
  • Abimanyu Suryadi – Manager HC Services
  • Dharmantara Nusetyo Narendra – Assistant Manager Talent Acquisition & Learning
  • Dwi Cahyani – Officer HCBP Corporate Function Regional 2
  • Anida Triana Dewi – Sr Analyst HCBP Business Operation Function

Dari pihak Dealls, hadir langsung Andhika Putra Sudarman, S.H., LL.M., CEO & Founder KantorKu HRIS dan Dealls Jobs. Sementara dari UGM, turut hadir Dr. Sulistyowati, S.S., M.Hum., Kepala Kantor Alumni UGM, yang menyambut baik kolaborasi lintas sektor ini sebagai bentuk nyata sinergi antara kampus, industri, dan platform profesional.

Mengangkat tema besar terkait karier di industri migas, acara ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Fata Yunus dan Vinni Indrawati. Diskusi berlangsung interaktif dan dipandu dengan hangat oleh Dwi Cahyani, Officer HCBP Regional PT PHE. Dalam sesi bertajuk Unlocking Career Opportunities in Oil & Gas Industry, Fata mengungkap potensi luar biasa yang masih tersimpan dalam sektor energi fosil.

“Indonesia masih memiliki sekitar 15 miliar barel sumber daya minyak dan gas yang belum tergali. Ini bukan menandakan bahwa industri migas yang akan padam. Dengan kebutuhan energi global yang naik hingga 30% pada tahun 2050, kita masih mempunyai tanggung jawab untuk menjaga swasembada energi nasional,” jelasnya.

Topik lain yang tak kalah inspiratif datang dari Vinni Indrawati dalam sesi Women in Oil & Gas Industry. Ia membuka fakta menarik bahwa perempuan di Pertamina menduduki 75% posisi entry-level, dan 17% posisi strategis. Ia menekankan pentingnya inklusivitas dan kesetaraan, memberikan ruang adil untuk berkembang berdasarkan kompetensi dan karakter.

Pada sesi Q&A, muncul pertanyaan dari Jurnalis MIPA, Amalia Nurmalitasari, terkait peluang karier lulusan MIPA yang kerap bersaing dengan lulusan teknik, terutama di industri energi seperti Pertamina Hulu Energi. Ia bertanya, Apakah lulusan MIPA memiliki kesempatan yang sama atau bahkan keunggulan di bidang ini?

Menanggapi hal ini, Bapak Fata Yunus menyampaikan, “When you enter the career world and you’re helpful, open-minded, berkontribusi maksimal, dan bisa mengerjakan semua hal. Don’t expect you stay in your background.” Ia menekankan bahwa dunia kerja tidak selalu memandang latar belakang pendidikan sebagai hal mutlak. “Yang dibutuhkan adalah AKHLAK. Karakter seseorang jauh lebih penting daripada sekadar gelar akademis,” tegasnya.

Menambahkan jawaban tersebut, Ibu Vinni Indrawati menekankan pentingnya perilaku kerja. “Selain kompetensi, dari perspektif Pertamina, kami sangat memperhatikan behavior dan potensi untuk berkembang. Ketika seseorang sulit berkembang secara sikap, itu jadi catatan penting bagi kami,” jelasnya.

Acara ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor mampu mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-5 tentang Kesetaraan Gender, ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, ke-8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta ke-17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertamina Hulu Energi, melalui kerja sama strategis dengan Dealls Job dan Alumni UGM, menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja masa depan yang berdaya saing global dan siap menjawab tantangan sektor energi yang terus berkembang.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Aprodity Nirmala
Reportase: Amalia Nurmalitasari

Read More

Departemen Kimia UGM Diskusi Bersama Durham University untuk Kolaborasi Riset dan Student Exchange

Yogyakarta, 6 Mei 2025 – Departemen Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan diskusi intensif dengan Durham University dalam rangka menjajaki kolaborasi riset dan program pertukaran mahasiswa. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan profesor dan peneliti dari berbagai laboratorium, termasuk laboratorium kimia anorganik, analitik, organik, dan fisik. Diskusi ini berlangsung pada 6 Mei 2025 dan bertujuan untuk memperkuat jaringan akademik internasional, khususnya di bidang kimia.

Durham University, yang didirikan pada tahun 1832 dan berlokasi di timur laut Inggris, merupakan salah satu universitas ternama di dunia dengan 32% mahasiswanya berasal dari luar negeri. Meskipun tidak memiliki fakultas kedokteran, Durham memiliki reputasi kuat dalam ilmu pengetahuan, khususnya pada Fakultas Sains yang menaungi Departemen Kimia. Durham Univeristy senditi terletak sekitar tiga jam perjalanan dari London dan terkenal akan lingkungan akademiknya yang mendukung penelitian inovatif.

Diskusi ini dipandu oleh  Victoria Anderson, Head of International Student Recruitment Durham University, yang menyampaikan berbagai peluang untuk mahasiswa UGM, termasuk program double degree, summer course, student mobility, dan student exchange untuk jenjang S1, S2, hingga S3. Dalam kesempatan ini, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D. dari laboratrium kimia organik menanyakan tentang kemungkinan program summer course dan double degree yang bisa diakses mahasiswa UGM. Dr. Anderson menjawab dengan antusias, “I am sure we can work on that international program. It is very interesting and we are very excited to collaborate.”

Dr. Anderson juga menjelaskan beberapa program unggulan yang ditawarkan, termasuk Chemistry for Sustainability, Chemistry for Health, dan Chemistry for Change. Untuk mahasiswa S2, Durham menawarkan program master selama dua tahun dengan persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang cukup tinggi, seperti IELTS minimal 6.5-7 atau TOEFL 560. Persyaratan ini semakin penting mengingat tantangan akademis yang dihadapi mahasiswa internasional, terutama dari Asia Tenggara.

Selain itu, Durham juga memiliki program summer course yang lebih pendek dan lebih terjangkau, seperti 10 weeks research program yang biasanya dilakukan dengan seleksi ketat melalui universitas mitra seperti dari  Hong Kong dan Brazil. Mahasiswa yang mengikuti program ini harus siap secara finansial dan akademis untuk beradaptasi dalam lingkungan riset internasional. Melalui kegiatan ini, Departemen Kimia UGM berkomitmen untuk terus memperluas jaringan internasionalnya dan memberikan kesempatan terbaik bagi mahasiswanya untuk berkembang di kancah global.

Kegiatan ini merupakah kegiatan yang mengimplementasikan (Sustainable Development Goals) SDGs poin ke- 3 yaitu, pendidikan berkualitas (quality education) serta kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di UGM, tetapi juga memperkuat jaringan akademik internasional melalui kemitraan yang berkelanjutan, sesuai dengan semangat SDGs poin ke- 17 untuk memperkuat kemitraan global (partnership for the goals) dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi:  Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate