Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Kerjasama

FMIPA UGM Terima Kunjungan PT Polytron, Bahas Peluang Kolaborasi di Bidang Semikonduktor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan General Manager of Business Development dan Jajaran PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi semikonduktor. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan FMIPA UGM tersebut menjadi wadah diskusi antara akademisi dan industri untuk membahas berbagai perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.; Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi; Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Matematika; Dr. Akhmad Syoufian, M.Eng. selaku Sekretaris Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dengan membahas berbagai potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dalam kesempatan tersebut, para akademisi FMIPA UGM memperkenalkan berbagai aktivitas pendidikan dan penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas riset yang dimiliki FMIPA UGM sekaligus membuka peluang sinergi yang dapat mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi.

Salah satu topik dalam diskusi ini adalah pengembangan teknologi semikonduktor, termasuk material semikonduktor, chip, serta teknologi display beresolusi tinggi. Sejumlah dosen dari FMIPA UGM turut memperkenalkan aktivitas penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas, baik di bidang material maupun teknologi semikonduktor. Berbagai riset tersebut mencakup pengembangan material semikonduktor dan potensinya untuk diaplikasikan pada teknologi OLED serta berbagai perangkat elektronik. Dukungan keilmuan dari Departemen Kimia dan Departemen Fisika FMIPA UGM juga menjadi modal penting dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri semikonduktor.

Melalui diskusi ini, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan riset, kebutuhan industri, serta peluang sinergi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat mempercepat pengembangan inovasi sekaligus mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional di bidang semikonduktor.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FMIPA UGM dan Polytron, khususnya dalam pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perkembangan industri berbasis teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan kompetensi serta sumber daya manusia di bidang teknologi maju. Selain itu, kerja sama yang dijajaki mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong riset dan inovasi di bidang semikonduktor yang berperan penting dalam perkembangan industri teknologi nasional. Sinergi antara FMIPA UGM dan Polytron juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antara sektor akademik dan industri untuk menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Kimia UGM Gelar General Lecture tentang Biosensor Modern Bersama Prof. Hitoshi Mizuguchi dari Tokushima University

YOGYAKARTA – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan General Lecture bertajuk “Enzyme-Free Flow-Based Biosensors Using Catalyst-Decorated Track-Etched Membrane Electrodes” pada Rabu (3-6-2026) di Ruang 603, Lantai 6, Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Kimia UGM ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik peserta mengenai perkembangan terkini teknologi biosensor dan aplikasinya dalam bidang analisis kimia modern.

Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Hitoshi Mizuguchi, Ph.D. dari Tokushima University, Jepang, sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Prof. Suherman, Ph.D., dosen Departemen Kimia UGM. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan riset mutakhir di bidang biosensor berbasis aliran (flow-based biosensors) yang tidak memanfaatkan enzim sebagai elemen pengenal biologis, melainkan menggunakan elektroda membran berpori yang telah dimodifikasi dengan material katalitik. Dalam pemaparannya, Prof. Mizuguchi menjelaskan prinsip kerja biosensor bebas enzim yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan biosensor konvensional berbasis enzim, seperti stabilitas yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan. Beliau juga memaparkan bagaimana pemanfaatan catalyst-decorated track-etched membrane electrodes dapat meningkatkan sensitivitas dan selektivitas sistem sensor untuk berbagai kebutuhan analisis kimia dan biomedis. Selain membahas aspek fundamental dan desain perangkat biosensor, Prof. Mizuguchi turut menyoroti berbagai peluang pengembangan teknologi sensor modern yang mendukung pemantauan kualitas lingkungan, diagnosis kesehatan, keamanan pangan, serta berbagai aplikasi industri yang membutuhkan sistem analisis cepat dan akurat. Sesi kuliah berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab.

Kunjungan Prof. Mizuguchi ke Universitas Gadjah Mada tidak hanya dalam rangka memberikan kuliah tamu melalui kegiatan General Lecture. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga berpartisipasi sebagai penguji dan pembimbing bersama (joint supervisor) pada kegiatan Joint Supervision UGM 2026, khususnya dalam proses evaluasi penelitian mahasiswa Program Magister Kimia UGM atas nama Nur Afni Alvionita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik dan penelitian internasional antara Departemen Kimia UGM dan Tokushima University.

Melalui penyelenggaraan General Lecture dan kegiatan Joint Supervision UGM 2026, Departemen Kimia UGM terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui jejaring kerja sama internasional. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran akademik global, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan peneliti di tingkat internasional.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis riset internasional bagi mahasiswa. Selain itu, topik biosensor dan teknologi analitik modern yang dibahas turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi sensor yang inovatif dan aplikatif. Kolaborasi akademik internasional yang terjalin melalui program Joint Supervision UGM 2026 juga menjadi wujud penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan dan penelitian yang mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis : Andrew Avrillostya
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Fitria Nurazizah

Read More

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More

Perkuat Minat dan Kesiapan Studi Sains di Perguruan Tinggi, 105 Siswa SMAN 9 Yogyakarta Rasakan Pengalaman Praktikum di Laboratorium Kimia UGM

Yogyakarta – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan sekaligus pelaksanaan praktikum dari 105 siswa kelas XI SMAN 9 Yogyakarta pada Kamis (21/5). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Kimia Dasar tersebut dilaksanakan dalam tiga sesi dan bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan laboratorium perguruan tinggi serta memperkuat pemahaman konsep kimia melalui praktik eksperimental.

Rombongan siswa didampingi oleh guru pembimbing dan disambut oleh Ketua Program Studi Sarjana Kimia UGM, Dr. rer. nat. Adhitasari Suratman, S.Si., M.Si., Kepala Laboratorium Kimia Dasar Dr. Sri Sudiono, S.Si., M.Si., Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D., yang juga merupakan alumni SMAN 9 Yogyakarta, serta mahasiswa dan laboran pendamping.

Kepala Laboratorium Kimia Dasar, Dr. Sri Sudiono, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman praktikum di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin mendalami ilmu kimia dan mempersiapkan diri melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Selama kegiatan, para siswa melaksanakan praktikum titrasi asam-basa dengan pendekatan yang lebih komprehensif melalui dua metode penentuan pH titik ekuivalen, yakni menggunakan konduktometer dan pH meter, serta titrasi dengan indikator fenolftalein. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas tiga orang.

Guru pendamping sekaligus pengampu mata pelajaran kimia, Sarah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia melalui praktik langsung, melatih keterampilan laboratorium, serta memperkenalkan standar praktikum dan suasana pembelajaran di perguruan tinggi. Selain memperoleh materi pengantar dan sosialisasi Program International Undergraduate Program (IUP) Kimia UGM, para peserta juga dibekali penerapan aspek keselamatan kerja laboratorium melalui penggunaan jas laboratorium, sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan praktikum. Namira Sabrina dan Lintang Ayu, siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di Departemen Kimia UGM memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai materi kimia sekaligus kesempatan berharga untuk mengenal penggunaan peralatan laboratorium yang biasa digunakan mahasiswa. Mereka juga mengapresiasi pendampingan mahasiswa Kimia UGM yang dilakukan secara ramah, terstruktur, dan sesuai standar operasional yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Departemen Kimia FMIPA UGM tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan budaya akademik yang unggul, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan sains yang inklusif dan inspiratif. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman pembelajaran yang bermutu dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan teknologi dan fasilitas laboratorium modern kepada generasi muda, serta SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam memperkuat pendidikan sains di Indonesia.

Ke depan, Departemen Kimia FMIPA UGM akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sekolah dan mitra pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan berkualitas, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi.

Berita selengkapnya mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui laman resmi Departemen Kimia FMIPA UGM pada tautan berikut: https://chemistry.ugm.ac.id/?p=6953. Selain itu, publikasi kegiatan juga dimuat dalam artikel di Kompasiana dengan judul “Siswa SMAN 9 Yogyakarta Antusias Praktikum di Departemen Kimia UGM”.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Aditya Eko Saputra

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan PT Polytron, Bahas Peluang Kolaborasi di Bidang Semikonduktor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan General Manager of Business Development dan Jajaran PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi semikonduktor. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan FMIPA UGM tersebut menjadi wadah diskusi antara akademisi dan industri untuk membahas berbagai perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.; Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi; Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Matematika; Dr. Akhmad Syoufian, M.Eng. selaku Sekretaris Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dengan membahas berbagai potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dalam kesempatan tersebut, para akademisi FMIPA UGM memperkenalkan berbagai aktivitas pendidikan dan penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas riset yang dimiliki FMIPA UGM sekaligus membuka peluang sinergi yang dapat mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi.

Salah satu topik dalam diskusi ini adalah pengembangan teknologi semikonduktor, termasuk material semikonduktor, chip, serta teknologi display beresolusi tinggi. Sejumlah dosen dari FMIPA UGM turut memperkenalkan aktivitas penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas, baik di bidang material maupun teknologi semikonduktor. Berbagai riset tersebut mencakup pengembangan material semikonduktor dan potensinya untuk diaplikasikan pada teknologi OLED serta berbagai perangkat elektronik. Dukungan keilmuan dari Departemen Kimia dan Departemen Fisika FMIPA UGM juga menjadi modal penting dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri semikonduktor.

Melalui diskusi ini, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan riset, kebutuhan industri, serta peluang sinergi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat mempercepat pengembangan inovasi sekaligus mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional di bidang semikonduktor.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FMIPA UGM dan Polytron, khususnya dalam pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perkembangan industri berbasis teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan kompetensi serta sumber daya manusia di bidang teknologi maju. Selain itu, kerja sama yang dijajaki mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong riset dan inovasi di bidang semikonduktor yang berperan penting dalam perkembangan industri teknologi nasional. Sinergi antara FMIPA UGM dan Polytron juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antara sektor akademik dan industri untuk menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Kimia UGM Gelar General Lecture tentang Biosensor Modern Bersama Prof. Hitoshi Mizuguchi dari Tokushima University

YOGYAKARTA – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan General Lecture bertajuk “Enzyme-Free Flow-Based Biosensors Using Catalyst-Decorated Track-Etched Membrane Electrodes” pada Rabu (3-6-2026) di Ruang 603, Lantai 6, Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Kimia UGM ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik peserta mengenai perkembangan terkini teknologi biosensor dan aplikasinya dalam bidang analisis kimia modern.

Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Hitoshi Mizuguchi, Ph.D. dari Tokushima University, Jepang, sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Prof. Suherman, Ph.D., dosen Departemen Kimia UGM. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan riset mutakhir di bidang biosensor berbasis aliran (flow-based biosensors) yang tidak memanfaatkan enzim sebagai elemen pengenal biologis, melainkan menggunakan elektroda membran berpori yang telah dimodifikasi dengan material katalitik. Dalam pemaparannya, Prof. Mizuguchi menjelaskan prinsip kerja biosensor bebas enzim yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan biosensor konvensional berbasis enzim, seperti stabilitas yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan. Beliau juga memaparkan bagaimana pemanfaatan catalyst-decorated track-etched membrane electrodes dapat meningkatkan sensitivitas dan selektivitas sistem sensor untuk berbagai kebutuhan analisis kimia dan biomedis. Selain membahas aspek fundamental dan desain perangkat biosensor, Prof. Mizuguchi turut menyoroti berbagai peluang pengembangan teknologi sensor modern yang mendukung pemantauan kualitas lingkungan, diagnosis kesehatan, keamanan pangan, serta berbagai aplikasi industri yang membutuhkan sistem analisis cepat dan akurat. Sesi kuliah berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab.

Kunjungan Prof. Mizuguchi ke Universitas Gadjah Mada tidak hanya dalam rangka memberikan kuliah tamu melalui kegiatan General Lecture. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga berpartisipasi sebagai penguji dan pembimbing bersama (joint supervisor) pada kegiatan Joint Supervision UGM 2026, khususnya dalam proses evaluasi penelitian mahasiswa Program Magister Kimia UGM atas nama Nur Afni Alvionita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik dan penelitian internasional antara Departemen Kimia UGM dan Tokushima University.

Melalui penyelenggaraan General Lecture dan kegiatan Joint Supervision UGM 2026, Departemen Kimia UGM terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui jejaring kerja sama internasional. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran akademik global, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan peneliti di tingkat internasional.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis riset internasional bagi mahasiswa. Selain itu, topik biosensor dan teknologi analitik modern yang dibahas turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi sensor yang inovatif dan aplikatif. Kolaborasi akademik internasional yang terjalin melalui program Joint Supervision UGM 2026 juga menjadi wujud penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan dan penelitian yang mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis : Andrew Avrillostya
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Fitria Nurazizah

Read More

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More

Perkuat Minat dan Kesiapan Studi Sains di Perguruan Tinggi, 105 Siswa SMAN 9 Yogyakarta Rasakan Pengalaman Praktikum di Laboratorium Kimia UGM

Yogyakarta – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan sekaligus pelaksanaan praktikum dari 105 siswa kelas XI SMAN 9 Yogyakarta pada Kamis (21/5). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Kimia Dasar tersebut dilaksanakan dalam tiga sesi dan bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan laboratorium perguruan tinggi serta memperkuat pemahaman konsep kimia melalui praktik eksperimental.

Rombongan siswa didampingi oleh guru pembimbing dan disambut oleh Ketua Program Studi Sarjana Kimia UGM, Dr. rer. nat. Adhitasari Suratman, S.Si., M.Si., Kepala Laboratorium Kimia Dasar Dr. Sri Sudiono, S.Si., M.Si., Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D., yang juga merupakan alumni SMAN 9 Yogyakarta, serta mahasiswa dan laboran pendamping.

Kepala Laboratorium Kimia Dasar, Dr. Sri Sudiono, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman praktikum di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin mendalami ilmu kimia dan mempersiapkan diri melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Selama kegiatan, para siswa melaksanakan praktikum titrasi asam-basa dengan pendekatan yang lebih komprehensif melalui dua metode penentuan pH titik ekuivalen, yakni menggunakan konduktometer dan pH meter, serta titrasi dengan indikator fenolftalein. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas tiga orang.

Guru pendamping sekaligus pengampu mata pelajaran kimia, Sarah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia melalui praktik langsung, melatih keterampilan laboratorium, serta memperkenalkan standar praktikum dan suasana pembelajaran di perguruan tinggi. Selain memperoleh materi pengantar dan sosialisasi Program International Undergraduate Program (IUP) Kimia UGM, para peserta juga dibekali penerapan aspek keselamatan kerja laboratorium melalui penggunaan jas laboratorium, sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan praktikum. Namira Sabrina dan Lintang Ayu, siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di Departemen Kimia UGM memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai materi kimia sekaligus kesempatan berharga untuk mengenal penggunaan peralatan laboratorium yang biasa digunakan mahasiswa. Mereka juga mengapresiasi pendampingan mahasiswa Kimia UGM yang dilakukan secara ramah, terstruktur, dan sesuai standar operasional yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Departemen Kimia FMIPA UGM tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan budaya akademik yang unggul, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan sains yang inklusif dan inspiratif. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman pembelajaran yang bermutu dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan teknologi dan fasilitas laboratorium modern kepada generasi muda, serta SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam memperkuat pendidikan sains di Indonesia.

Ke depan, Departemen Kimia FMIPA UGM akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sekolah dan mitra pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan berkualitas, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi.

Berita selengkapnya mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui laman resmi Departemen Kimia FMIPA UGM pada tautan berikut: https://chemistry.ugm.ac.id/?p=6953. Selain itu, publikasi kegiatan juga dimuat dalam artikel di Kompasiana dengan judul “Siswa SMAN 9 Yogyakarta Antusias Praktikum di Departemen Kimia UGM”.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Aditya Eko Saputra

Read More
Translate