Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Kerjasama

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan PT Polytron, Bahas Peluang Kolaborasi di Bidang Semikonduktor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan General Manager of Business Development dan Jajaran PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi semikonduktor. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan FMIPA UGM tersebut menjadi wadah diskusi antara akademisi dan industri untuk membahas berbagai perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.; Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi; Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Matematika; Dr. Akhmad Syoufian, M.Eng. selaku Sekretaris Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dengan membahas berbagai potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dalam kesempatan tersebut, para akademisi FMIPA UGM memperkenalkan berbagai aktivitas pendidikan dan penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas riset yang dimiliki FMIPA UGM sekaligus membuka peluang sinergi yang dapat mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi.

Salah satu topik dalam diskusi ini adalah pengembangan teknologi semikonduktor, termasuk material semikonduktor, chip, serta teknologi display beresolusi tinggi. Sejumlah dosen dari FMIPA UGM turut memperkenalkan aktivitas penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas, baik di bidang material maupun teknologi semikonduktor. Berbagai riset tersebut mencakup pengembangan material semikonduktor dan potensinya untuk diaplikasikan pada teknologi OLED serta berbagai perangkat elektronik. Dukungan keilmuan dari Departemen Kimia dan Departemen Fisika FMIPA UGM juga menjadi modal penting dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri semikonduktor.

Melalui diskusi ini, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan riset, kebutuhan industri, serta peluang sinergi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat mempercepat pengembangan inovasi sekaligus mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional di bidang semikonduktor.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FMIPA UGM dan Polytron, khususnya dalam pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perkembangan industri berbasis teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan kompetensi serta sumber daya manusia di bidang teknologi maju. Selain itu, kerja sama yang dijajaki mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong riset dan inovasi di bidang semikonduktor yang berperan penting dalam perkembangan industri teknologi nasional. Sinergi antara FMIPA UGM dan Polytron juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antara sektor akademik dan industri untuk menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Kimia UGM Gelar General Lecture tentang Biosensor Modern Bersama Prof. Hitoshi Mizuguchi dari Tokushima University

YOGYAKARTA – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan General Lecture bertajuk “Enzyme-Free Flow-Based Biosensors Using Catalyst-Decorated Track-Etched Membrane Electrodes” pada Rabu (3-6-2026) di Ruang 603, Lantai 6, Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Kimia UGM ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik peserta mengenai perkembangan terkini teknologi biosensor dan aplikasinya dalam bidang analisis kimia modern.

Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Hitoshi Mizuguchi, Ph.D. dari Tokushima University, Jepang, sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Prof. Suherman, Ph.D., dosen Departemen Kimia UGM. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan riset mutakhir di bidang biosensor berbasis aliran (flow-based biosensors) yang tidak memanfaatkan enzim sebagai elemen pengenal biologis, melainkan menggunakan elektroda membran berpori yang telah dimodifikasi dengan material katalitik. Dalam pemaparannya, Prof. Mizuguchi menjelaskan prinsip kerja biosensor bebas enzim yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan biosensor konvensional berbasis enzim, seperti stabilitas yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan. Beliau juga memaparkan bagaimana pemanfaatan catalyst-decorated track-etched membrane electrodes dapat meningkatkan sensitivitas dan selektivitas sistem sensor untuk berbagai kebutuhan analisis kimia dan biomedis. Selain membahas aspek fundamental dan desain perangkat biosensor, Prof. Mizuguchi turut menyoroti berbagai peluang pengembangan teknologi sensor modern yang mendukung pemantauan kualitas lingkungan, diagnosis kesehatan, keamanan pangan, serta berbagai aplikasi industri yang membutuhkan sistem analisis cepat dan akurat. Sesi kuliah berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab.

Kunjungan Prof. Mizuguchi ke Universitas Gadjah Mada tidak hanya dalam rangka memberikan kuliah tamu melalui kegiatan General Lecture. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga berpartisipasi sebagai penguji dan pembimbing bersama (joint supervisor) pada kegiatan Joint Supervision UGM 2026, khususnya dalam proses evaluasi penelitian mahasiswa Program Magister Kimia UGM atas nama Nur Afni Alvionita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik dan penelitian internasional antara Departemen Kimia UGM dan Tokushima University.

Melalui penyelenggaraan General Lecture dan kegiatan Joint Supervision UGM 2026, Departemen Kimia UGM terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui jejaring kerja sama internasional. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran akademik global, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan peneliti di tingkat internasional.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis riset internasional bagi mahasiswa. Selain itu, topik biosensor dan teknologi analitik modern yang dibahas turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi sensor yang inovatif dan aplikatif. Kolaborasi akademik internasional yang terjalin melalui program Joint Supervision UGM 2026 juga menjadi wujud penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan dan penelitian yang mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis : Andrew Avrillostya
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Fitria Nurazizah

Read More

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan PT Polytron, Bahas Peluang Kolaborasi di Bidang Semikonduktor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan General Manager of Business Development dan Jajaran PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di bidang penelitian dan pengembangan teknologi semikonduktor. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan FMIPA UGM tersebut menjadi wadah diskusi antara akademisi dan industri untuk membahas berbagai perkembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.; Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi; Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Departemen Matematika; Dr. Akhmad Syoufian, M.Eng. selaku Sekretaris Departemen Kimia FMIPA UGM, dan Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama. Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dengan membahas berbagai potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Dalam kesempatan tersebut, para akademisi FMIPA UGM memperkenalkan berbagai aktivitas pendidikan dan penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas riset yang dimiliki FMIPA UGM sekaligus membuka peluang sinergi yang dapat mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi.

Salah satu topik dalam diskusi ini adalah pengembangan teknologi semikonduktor, termasuk material semikonduktor, chip, serta teknologi display beresolusi tinggi. Sejumlah dosen dari FMIPA UGM turut memperkenalkan aktivitas penelitian yang dikembangkan di lingkungan fakultas, baik di bidang material maupun teknologi semikonduktor. Berbagai riset tersebut mencakup pengembangan material semikonduktor dan potensinya untuk diaplikasikan pada teknologi OLED serta berbagai perangkat elektronik. Dukungan keilmuan dari Departemen Kimia dan Departemen Fisika FMIPA UGM juga menjadi modal penting dalam pengembangan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri semikonduktor.

Melalui diskusi ini, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai perkembangan riset, kebutuhan industri, serta peluang sinergi yang dapat dikembangkan pada masa mendatang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan dapat mempercepat pengembangan inovasi sekaligus mendukung penguatan ekosistem teknologi nasional di bidang semikonduktor.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FMIPA UGM dan Polytron, khususnya dalam pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk mendukung perkembangan industri berbasis teknologi di Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam pengembangan kompetensi serta sumber daya manusia di bidang teknologi maju. Selain itu, kerja sama yang dijajaki mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong riset dan inovasi di bidang semikonduktor yang berperan penting dalam perkembangan industri teknologi nasional. Sinergi antara FMIPA UGM dan Polytron juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antara sektor akademik dan industri untuk menghasilkan solusi inovatif yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Kimia UGM Gelar General Lecture tentang Biosensor Modern Bersama Prof. Hitoshi Mizuguchi dari Tokushima University

YOGYAKARTA – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan General Lecture bertajuk “Enzyme-Free Flow-Based Biosensors Using Catalyst-Decorated Track-Etched Membrane Electrodes” pada Rabu (3-6-2026) di Ruang 603, Lantai 6, Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Kimia UGM ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik peserta mengenai perkembangan terkini teknologi biosensor dan aplikasinya dalam bidang analisis kimia modern.

Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Hitoshi Mizuguchi, Ph.D. dari Tokushima University, Jepang, sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Prof. Suherman, Ph.D., dosen Departemen Kimia UGM. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan riset mutakhir di bidang biosensor berbasis aliran (flow-based biosensors) yang tidak memanfaatkan enzim sebagai elemen pengenal biologis, melainkan menggunakan elektroda membran berpori yang telah dimodifikasi dengan material katalitik. Dalam pemaparannya, Prof. Mizuguchi menjelaskan prinsip kerja biosensor bebas enzim yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan biosensor konvensional berbasis enzim, seperti stabilitas yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan. Beliau juga memaparkan bagaimana pemanfaatan catalyst-decorated track-etched membrane electrodes dapat meningkatkan sensitivitas dan selektivitas sistem sensor untuk berbagai kebutuhan analisis kimia dan biomedis. Selain membahas aspek fundamental dan desain perangkat biosensor, Prof. Mizuguchi turut menyoroti berbagai peluang pengembangan teknologi sensor modern yang mendukung pemantauan kualitas lingkungan, diagnosis kesehatan, keamanan pangan, serta berbagai aplikasi industri yang membutuhkan sistem analisis cepat dan akurat. Sesi kuliah berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab.

Kunjungan Prof. Mizuguchi ke Universitas Gadjah Mada tidak hanya dalam rangka memberikan kuliah tamu melalui kegiatan General Lecture. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga berpartisipasi sebagai penguji dan pembimbing bersama (joint supervisor) pada kegiatan Joint Supervision UGM 2026, khususnya dalam proses evaluasi penelitian mahasiswa Program Magister Kimia UGM atas nama Nur Afni Alvionita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik dan penelitian internasional antara Departemen Kimia UGM dan Tokushima University.

Melalui penyelenggaraan General Lecture dan kegiatan Joint Supervision UGM 2026, Departemen Kimia UGM terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui jejaring kerja sama internasional. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran akademik global, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan peneliti di tingkat internasional.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis riset internasional bagi mahasiswa. Selain itu, topik biosensor dan teknologi analitik modern yang dibahas turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi sensor yang inovatif dan aplikatif. Kolaborasi akademik internasional yang terjalin melalui program Joint Supervision UGM 2026 juga menjadi wujud penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan dan penelitian yang mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis : Andrew Avrillostya
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Fitria Nurazizah

Read More

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More
Translate