Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDGs

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More

Perkuat Minat dan Kesiapan Studi Sains di Perguruan Tinggi, 105 Siswa SMAN 9 Yogyakarta Rasakan Pengalaman Praktikum di Laboratorium Kimia UGM

Yogyakarta – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan sekaligus pelaksanaan praktikum dari 105 siswa kelas XI SMAN 9 Yogyakarta pada Kamis (21/5). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Kimia Dasar tersebut dilaksanakan dalam tiga sesi dan bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan laboratorium perguruan tinggi serta memperkuat pemahaman konsep kimia melalui praktik eksperimental.

Rombongan siswa didampingi oleh guru pembimbing dan disambut oleh Ketua Program Studi Sarjana Kimia UGM, Dr. rer. nat. Adhitasari Suratman, S.Si., M.Si., Kepala Laboratorium Kimia Dasar Dr. Sri Sudiono, S.Si., M.Si., Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D., yang juga merupakan alumni SMAN 9 Yogyakarta, serta mahasiswa dan laboran pendamping.

Kepala Laboratorium Kimia Dasar, Dr. Sri Sudiono, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman praktikum di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin mendalami ilmu kimia dan mempersiapkan diri melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Selama kegiatan, para siswa melaksanakan praktikum titrasi asam-basa dengan pendekatan yang lebih komprehensif melalui dua metode penentuan pH titik ekuivalen, yakni menggunakan konduktometer dan pH meter, serta titrasi dengan indikator fenolftalein. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas tiga orang.

Guru pendamping sekaligus pengampu mata pelajaran kimia, Sarah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia melalui praktik langsung, melatih keterampilan laboratorium, serta memperkenalkan standar praktikum dan suasana pembelajaran di perguruan tinggi. Selain memperoleh materi pengantar dan sosialisasi Program International Undergraduate Program (IUP) Kimia UGM, para peserta juga dibekali penerapan aspek keselamatan kerja laboratorium melalui penggunaan jas laboratorium, sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan praktikum. Namira Sabrina dan Lintang Ayu, siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di Departemen Kimia UGM memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai materi kimia sekaligus kesempatan berharga untuk mengenal penggunaan peralatan laboratorium yang biasa digunakan mahasiswa. Mereka juga mengapresiasi pendampingan mahasiswa Kimia UGM yang dilakukan secara ramah, terstruktur, dan sesuai standar operasional yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Departemen Kimia FMIPA UGM tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan budaya akademik yang unggul, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan sains yang inklusif dan inspiratif. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman pembelajaran yang bermutu dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan teknologi dan fasilitas laboratorium modern kepada generasi muda, serta SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam memperkuat pendidikan sains di Indonesia.

Ke depan, Departemen Kimia FMIPA UGM akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sekolah dan mitra pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan berkualitas, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi.

Berita selengkapnya mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui laman resmi Departemen Kimia FMIPA UGM pada tautan berikut: https://chemistry.ugm.ac.id/?p=6953. Selain itu, publikasi kegiatan juga dimuat dalam artikel di Kompasiana dengan judul “Siswa SMAN 9 Yogyakarta Antusias Praktikum di Departemen Kimia UGM”.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Aditya Eko Saputra

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Mulawarman, Bahas Tata Kelola Akademik

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perwakilan Universitas Mulawarman (UNMUL) dalam rangka diskusi dan benchmarking terkait tata kelola akademik pada 4 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA, antara lain Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. , Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas MIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Sekretaris Dekan, serta perwakilan dari Departemen Fisika, Kimia, dan Matematika.

Prof. Drs. Roto turut mendorong penguatan kerja sama antar institusi melalui benchmarking yang berkelanjutan.“Bapak Ibu bisa benchmarking ke fakultas kami setiap tahun, silakan, tidak harus menunggu 5 tahun,” ujarnya.

Diskusi antara kedua institusi ini membahas berbagai hal terkait tata kelola akademik, diantaranya mengenai koordinasi perkuliahan dan sistem pelaporan praktikum. Salah satu perwakilan UNMUL menanyakan mekanisme koordinasi perkuliahan yang diterapkan di FMIPA UGM.

Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan sejak awal semester dan dilanjutkan dengan evaluasi berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga departemen. Program studi juga berperan aktif dalam mengomunikasikan mata kuliah paralel, serta melakukan evaluasi berbasis data melalui sistem TKS untuk mewadahi evaluasi tiap angkatan mahasiswa.

Selain itu, isu pelaporan praktikum juga menjadi perhatian dalam diskusi. Perwakilan dari Departemen Kimia, Nurul Hidayat, menyampaikan bahwa sistem pelaporan praktikum di Kimia UGM masih mempertahankan metode tulis tangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga nilai-nilai pembelajaran tertentu, meskipun mahasiswa saat ini telah didukung dengan kemudahan akses referensi melalui kecerdasan buatan dan pustaka daring. Ia juga menambahkan bahwa praktikum tidak hanya dilakukan di jenjang sarjana, tetapi juga di program magister (S2).

Melalui diskusi ini, kedua institusi diharapkan dapat saling memperkuat praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah dan Daffa

Read More

Kerja Sama FMIPA UGM dan NPO Volcano Jepang Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

Yogyakarta, 24 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan perwakilan NPO Volcano Jepang dalam rangka penguatan kerja sama edukasi mitigasi kebencanaan. Kegiatan ini dihadiri Dekan FMIPA Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Dr. Sudarmaji, S.Si., M.Si., serta jajaran Departemen Geofisika dan Fisika, termasuk Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr.rer.nat. Herlan Darmawan, S.Si., M.Sc.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Kuwat Triyana menekankan pentingnya kolaborasi sosial dalam isu kebencanaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah bermakna yang tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga menyentuh implementasi di lapangan.

“Kami membutuhkan kegiatan seperti ini, dan harapannya para staf juga dapat terlibat langsung dalam pengawalan di lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang telah terjalin cukup lama diharapkan semakin kuat ke depan.

Perwakilan NPO Volcano, Kenzie Nihori, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari percakapan sederhana sekitar satu dekade lalu. “Sepuluh tahun lalu hanya diskusi kasual bersama Pak Wiwit, tetapi kini benar-benar terwujud,” katanya.

Ia menilai perjalanan kolaborasi tersebut sebagai proses belajar bersama yang berkelanjutan. Nihori juga menyampaikan bahwa meskipun Jepang telah memiliki sistem mitigasi bencana yang maju, pemerintah setempat mendorong pembelajaran lintas negara. “Kami berharap dapat bertukar gagasan, masukan, dan budaya, sekaligus menjaga hubungan baik dengan FMIPA,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama, yang menjadi puncak acara. Setelah itu, sesi diskusi dipandu oleh Theodorus Permana membahas agenda lanjutan di Desa Dukun, Kabupaten Magelang. Program tersebut akan berfokus pada sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak dan guru, dengan pendekatan sederhana dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, tim berupaya menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus kompleks, melainkan dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Peserta didik yang terlibat nantinya akan mendapatkan pembelajaran sekaligus sertifikat sebagai duta mitigasi, dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini. Semangat ini selaras dengan moto UGM, “locally rooted, globally respected”.

Inisiatif kolaboratif ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4), kota dan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penanganan perubahan iklim (SDG 13), melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana secara inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More

Perkuat Minat dan Kesiapan Studi Sains di Perguruan Tinggi, 105 Siswa SMAN 9 Yogyakarta Rasakan Pengalaman Praktikum di Laboratorium Kimia UGM

Yogyakarta – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan sekaligus pelaksanaan praktikum dari 105 siswa kelas XI SMAN 9 Yogyakarta pada Kamis (21/5). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Kimia Dasar tersebut dilaksanakan dalam tiga sesi dan bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung di lingkungan laboratorium perguruan tinggi serta memperkuat pemahaman konsep kimia melalui praktik eksperimental.

Rombongan siswa didampingi oleh guru pembimbing dan disambut oleh Ketua Program Studi Sarjana Kimia UGM, Dr. rer. nat. Adhitasari Suratman, S.Si., M.Si., Kepala Laboratorium Kimia Dasar Dr. Sri Sudiono, S.Si., M.Si., Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D., yang juga merupakan alumni SMAN 9 Yogyakarta, serta mahasiswa dan laboran pendamping.

Kepala Laboratorium Kimia Dasar, Dr. Sri Sudiono, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman praktikum di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin mendalami ilmu kimia dan mempersiapkan diri melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Selama kegiatan, para siswa melaksanakan praktikum titrasi asam-basa dengan pendekatan yang lebih komprehensif melalui dua metode penentuan pH titik ekuivalen, yakni menggunakan konduktometer dan pH meter, serta titrasi dengan indikator fenolftalein. Untuk memastikan efektivitas pembelajaran, siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas tiga orang.

Guru pendamping sekaligus pengampu mata pelajaran kimia, Sarah, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia melalui praktik langsung, melatih keterampilan laboratorium, serta memperkenalkan standar praktikum dan suasana pembelajaran di perguruan tinggi. Selain memperoleh materi pengantar dan sosialisasi Program International Undergraduate Program (IUP) Kimia UGM, para peserta juga dibekali penerapan aspek keselamatan kerja laboratorium melalui penggunaan jas laboratorium, sarung tangan, kacamata pelindung, dan masker.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan praktikum. Namira Sabrina dan Lintang Ayu, siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di Departemen Kimia UGM memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai materi kimia sekaligus kesempatan berharga untuk mengenal penggunaan peralatan laboratorium yang biasa digunakan mahasiswa. Mereka juga mengapresiasi pendampingan mahasiswa Kimia UGM yang dilakukan secara ramah, terstruktur, dan sesuai standar operasional yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Departemen Kimia FMIPA UGM tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan budaya akademik yang unggul, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan sains yang inklusif dan inspiratif. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Poin 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan pengalaman pembelajaran yang bermutu dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan teknologi dan fasilitas laboratorium modern kepada generasi muda, serta SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam memperkuat pendidikan sains di Indonesia.

Ke depan, Departemen Kimia FMIPA UGM akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai sekolah dan mitra pendidikan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas dan berkualitas, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi.

Berita selengkapnya mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui laman resmi Departemen Kimia FMIPA UGM pada tautan berikut: https://chemistry.ugm.ac.id/?p=6953. Selain itu, publikasi kegiatan juga dimuat dalam artikel di Kompasiana dengan judul “Siswa SMAN 9 Yogyakarta Antusias Praktikum di Departemen Kimia UGM”.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Aditya Eko Saputra

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Mulawarman, Bahas Tata Kelola Akademik

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perwakilan Universitas Mulawarman (UNMUL) dalam rangka diskusi dan benchmarking terkait tata kelola akademik pada 4 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA, antara lain Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. , Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas MIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Sekretaris Dekan, serta perwakilan dari Departemen Fisika, Kimia, dan Matematika.

Prof. Drs. Roto turut mendorong penguatan kerja sama antar institusi melalui benchmarking yang berkelanjutan.“Bapak Ibu bisa benchmarking ke fakultas kami setiap tahun, silakan, tidak harus menunggu 5 tahun,” ujarnya.

Diskusi antara kedua institusi ini membahas berbagai hal terkait tata kelola akademik, diantaranya mengenai koordinasi perkuliahan dan sistem pelaporan praktikum. Salah satu perwakilan UNMUL menanyakan mekanisme koordinasi perkuliahan yang diterapkan di FMIPA UGM.

Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan sejak awal semester dan dilanjutkan dengan evaluasi berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga departemen. Program studi juga berperan aktif dalam mengomunikasikan mata kuliah paralel, serta melakukan evaluasi berbasis data melalui sistem TKS untuk mewadahi evaluasi tiap angkatan mahasiswa.

Selain itu, isu pelaporan praktikum juga menjadi perhatian dalam diskusi. Perwakilan dari Departemen Kimia, Nurul Hidayat, menyampaikan bahwa sistem pelaporan praktikum di Kimia UGM masih mempertahankan metode tulis tangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga nilai-nilai pembelajaran tertentu, meskipun mahasiswa saat ini telah didukung dengan kemudahan akses referensi melalui kecerdasan buatan dan pustaka daring. Ia juga menambahkan bahwa praktikum tidak hanya dilakukan di jenjang sarjana, tetapi juga di program magister (S2).

Melalui diskusi ini, kedua institusi diharapkan dapat saling memperkuat praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah dan Daffa

Read More

Kerja Sama FMIPA UGM dan NPO Volcano Jepang Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

Yogyakarta, 24 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan perwakilan NPO Volcano Jepang dalam rangka penguatan kerja sama edukasi mitigasi kebencanaan. Kegiatan ini dihadiri Dekan FMIPA Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Dr. Sudarmaji, S.Si., M.Si., serta jajaran Departemen Geofisika dan Fisika, termasuk Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr.rer.nat. Herlan Darmawan, S.Si., M.Sc.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Kuwat Triyana menekankan pentingnya kolaborasi sosial dalam isu kebencanaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah bermakna yang tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga menyentuh implementasi di lapangan.

“Kami membutuhkan kegiatan seperti ini, dan harapannya para staf juga dapat terlibat langsung dalam pengawalan di lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang telah terjalin cukup lama diharapkan semakin kuat ke depan.

Perwakilan NPO Volcano, Kenzie Nihori, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari percakapan sederhana sekitar satu dekade lalu. “Sepuluh tahun lalu hanya diskusi kasual bersama Pak Wiwit, tetapi kini benar-benar terwujud,” katanya.

Ia menilai perjalanan kolaborasi tersebut sebagai proses belajar bersama yang berkelanjutan. Nihori juga menyampaikan bahwa meskipun Jepang telah memiliki sistem mitigasi bencana yang maju, pemerintah setempat mendorong pembelajaran lintas negara. “Kami berharap dapat bertukar gagasan, masukan, dan budaya, sekaligus menjaga hubungan baik dengan FMIPA,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama, yang menjadi puncak acara. Setelah itu, sesi diskusi dipandu oleh Theodorus Permana membahas agenda lanjutan di Desa Dukun, Kabupaten Magelang. Program tersebut akan berfokus pada sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak dan guru, dengan pendekatan sederhana dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, tim berupaya menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus kompleks, melainkan dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Peserta didik yang terlibat nantinya akan mendapatkan pembelajaran sekaligus sertifikat sebagai duta mitigasi, dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini. Semangat ini selaras dengan moto UGM, “locally rooted, globally respected”.

Inisiatif kolaboratif ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4), kota dan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penanganan perubahan iklim (SDG 13), melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana secara inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More
Translate