Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDGs

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

Pembukaan Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM Sukses Digelar, Angkat Tema “Sains Berdampak: Akselerasi Global untuk Kemandirian Bangsa”

Pembukaan Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM resmi berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Halaman Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara yang memadukan olahraga, hiburan, dan kebersamaan sivitas akademika FMIPA UGM. 

Acara dimulai sejak pagi hari melalui kegiatan olahraga bersama. Peserta Fun Run 5 KM mengikuti briefing dan pelepasan (flag off) pada pukul 05.45 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan peserta Fun Bike 13 KM pada pukul 06.00 WIB. Registrasi peserta untuk seremoni pembukaan utama juga telah dibuka mulai pukul 06.15 WIB.

Seremoni pembukaan resmi dimulai pada pukul 07.00 WIB. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan sambutan dari Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. selaku Dekan FMIPA UGM. Selanjutnya, dilakukan simbolis pembukaan Dies Natalis ke-71 melalui atraksi pemanah sebagai penanda dimulainya rangkaian perayaan tahun ini.

Setelah seremoni selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi hiburan dan kebersamaan. Peserta diajak mengikuti line dance bersama, menikmati refreshment dan kudapan pasar, serta mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan pembukaan ini juga turut dimeriahkan oleh berbagai mitra yang berpartisipasi dalam mendukung rangkaian acara melalui penyediaan booth interaktif bagi peserta. Mitra yang terlibat antara lain BSI, Toyota by BSI, Wuling by BSI, Ozzy Clothing, Arsen Kacamata, BNI, Mandiri, dan BRI. Melalui booth tersebut, peserta dapat mengikuti berbagai aktivitas dan layanan yang disediakan, seperti konsultasi, pemeriksaan mata gratis, informasi layanan perbankan, hingga pengenalan produk dan program menarik dari masing-masing mitra.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sarapan bersama yang dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Hadiah utama yang dibagikan pada kegiatan ini berupa sepeda listrik dan kambing. Rangkaian acara pembukaan kemudian resmi ditutup oleh MC pada pukul 09.30 WIB.

Mengusung tema “Sains Berdampak: Akselerasi Inovasi Global untuk Kemandirian Bangsa”, Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM menjadi bagian dari keberlanjutan arah pengembangan fakultas dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024, FMIPA UGM berfokus pada penguatan hilirisasi riset, kemudian dilanjutkan dengan tema transformasi pada tahun 2025. Memasuki tahun 2026, fokus diarahkan pada implementasi dan dampak global, yakni mendorong integrasi pengetahuan dan perkembangan sains global dengan kebutuhan nasional agar inovasi yang dihasilkan semakin relevan secara akademik, sekaligus adaptif dan aplikatif bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia.

Pelaksanaan Pembukaan Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM ini  sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui kolaborasi antara sivitas akademika, mitra industri, dan masyarakat, FMIPA UGM terus mendorong pengembangan sains yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Daffa Athatara, Alvian Reno Andriantoro, dan Akmal

Read More

Berhasil Ciptakan Inovasi PRAKE (Phrase-Refined RAKE), Tim Peneliti DIKE FMIPA UGM Tunjukkan Solusi Baru Mengekstrak Frasa Penting dari Dokumen Panjang

Dokumen akreditasi program studi seringkali mencapai ratusan halaman. Di dalamnya tersimpan banyak sekali informasi penting, namun mengekstrak frasa-frasa kunci secara manual riskan terlewat dan kurang efisien. 

Tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan solusi. Tim ini mengembangkan PRAKE (Phrase-Refined RAKE), sebuah inovasi algoritma yang dirancang untuk mengekstrak frasa-frasa penting dari dokumen naratif panjang dan kompleks, seperti borang akreditasi.

Hasil pengujian pada dokumen akreditasi di lingkungan LAM INFOKOM menunjukkan bahwa PRAKE mencapai nilai F1-score 0,85 yang menandakan bahwa algoritma ini mampu menangkap informasi secara tepat dan lengkap.

Algoritma RAKE (Rapid Automatic Keyword Extraction) yang biasanya digunakan memiliki kelemahan seperti hanya memisahkan frasa berdasarkan kata-kata umum seperti “dan”, “atau”, atau “yang”. Akibatnya, dalam dokumen panjang yang kaya narasi, banyak frasa pendek kehilangan konteks.

Misalnya, kata “ps” akan berdiri sendiri. Padahal dalam dokumen akreditasi, ia adalah bagian dari frasa utuh seperti “rumusan VMTS ps”. PRAKE hadir untuk memperbaiki kelemahan itu.

Sementra itu, PRAKE melengkapi frasa yang terpotong, menggabungkan frasa yang semestinya utuh, serta menyusun ulang elemen semantik yang tersebar dalam kalimat kompleks. PRAKE juga memberi bobot lebih pada istilah-istilah penting dalam dunia akreditasi seperti “strategi”, “kebijakan”, dan “evaluasi”. Selain itu, PRAKE membersihkan teks dari karakter non-alfabetik dan menyaring kata kerja umum, tetapi tetap mempertahankan kata kerja substantif seperti “mengevaluasi”.

Dengan ketiga keunggulan ini, PRAKE mampu menghasilkan frasa yang lebih panjang (3–5 kata) dan jauh lebih informatif dibandingkan algoritma standar.

Inovasi ini dikerjakan oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM. Tim ini terdiri dari Helena Nurramdhani Irmanda, S.Pd., M.Kom., Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. dan  Dr. Sri Mulyana, M.Kom.

Pengembangan PRAKE ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini membantu proses pengelolaan dan analisis dokumen akreditasi menjadi lebih efektif, akurat, dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

Pembukaan Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM Sukses Digelar, Angkat Tema “Sains Berdampak: Akselerasi Global untuk Kemandirian Bangsa”

Pembukaan Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM resmi berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Halaman Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian acara yang memadukan olahraga, hiburan, dan kebersamaan sivitas akademika FMIPA UGM. 

Acara dimulai sejak pagi hari melalui kegiatan olahraga bersama. Peserta Fun Run 5 KM mengikuti briefing dan pelepasan (flag off) pada pukul 05.45 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan peserta Fun Bike 13 KM pada pukul 06.00 WIB. Registrasi peserta untuk seremoni pembukaan utama juga telah dibuka mulai pukul 06.15 WIB.

Seremoni pembukaan resmi dimulai pada pukul 07.00 WIB. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan sambutan dari Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. selaku Dekan FMIPA UGM. Selanjutnya, dilakukan simbolis pembukaan Dies Natalis ke-71 melalui atraksi pemanah sebagai penanda dimulainya rangkaian perayaan tahun ini.

Setelah seremoni selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi hiburan dan kebersamaan. Peserta diajak mengikuti line dance bersama, menikmati refreshment dan kudapan pasar, serta mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan pembukaan ini juga turut dimeriahkan oleh berbagai mitra yang berpartisipasi dalam mendukung rangkaian acara melalui penyediaan booth interaktif bagi peserta. Mitra yang terlibat antara lain BSI, Toyota by BSI, Wuling by BSI, Ozzy Clothing, Arsen Kacamata, BNI, Mandiri, dan BRI. Melalui booth tersebut, peserta dapat mengikuti berbagai aktivitas dan layanan yang disediakan, seperti konsultasi, pemeriksaan mata gratis, informasi layanan perbankan, hingga pengenalan produk dan program menarik dari masing-masing mitra.

Sebagai penutup, peserta mengikuti sarapan bersama yang dilanjutkan dengan pembagian doorprize. Hadiah utama yang dibagikan pada kegiatan ini berupa sepeda listrik dan kambing. Rangkaian acara pembukaan kemudian resmi ditutup oleh MC pada pukul 09.30 WIB.

Mengusung tema “Sains Berdampak: Akselerasi Inovasi Global untuk Kemandirian Bangsa”, Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM menjadi bagian dari keberlanjutan arah pengembangan fakultas dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024, FMIPA UGM berfokus pada penguatan hilirisasi riset, kemudian dilanjutkan dengan tema transformasi pada tahun 2025. Memasuki tahun 2026, fokus diarahkan pada implementasi dan dampak global, yakni mendorong integrasi pengetahuan dan perkembangan sains global dengan kebutuhan nasional agar inovasi yang dihasilkan semakin relevan secara akademik, sekaligus adaptif dan aplikatif bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia.

Pelaksanaan Pembukaan Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM ini  sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui kolaborasi antara sivitas akademika, mitra industri, dan masyarakat, FMIPA UGM terus mendorong pengembangan sains yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Daffa Athatara, Alvian Reno Andriantoro, dan Akmal

Read More

Berhasil Ciptakan Inovasi PRAKE (Phrase-Refined RAKE), Tim Peneliti DIKE FMIPA UGM Tunjukkan Solusi Baru Mengekstrak Frasa Penting dari Dokumen Panjang

Dokumen akreditasi program studi seringkali mencapai ratusan halaman. Di dalamnya tersimpan banyak sekali informasi penting, namun mengekstrak frasa-frasa kunci secara manual riskan terlewat dan kurang efisien. 

Tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan solusi. Tim ini mengembangkan PRAKE (Phrase-Refined RAKE), sebuah inovasi algoritma yang dirancang untuk mengekstrak frasa-frasa penting dari dokumen naratif panjang dan kompleks, seperti borang akreditasi.

Hasil pengujian pada dokumen akreditasi di lingkungan LAM INFOKOM menunjukkan bahwa PRAKE mencapai nilai F1-score 0,85 yang menandakan bahwa algoritma ini mampu menangkap informasi secara tepat dan lengkap.

Algoritma RAKE (Rapid Automatic Keyword Extraction) yang biasanya digunakan memiliki kelemahan seperti hanya memisahkan frasa berdasarkan kata-kata umum seperti “dan”, “atau”, atau “yang”. Akibatnya, dalam dokumen panjang yang kaya narasi, banyak frasa pendek kehilangan konteks.

Misalnya, kata “ps” akan berdiri sendiri. Padahal dalam dokumen akreditasi, ia adalah bagian dari frasa utuh seperti “rumusan VMTS ps”. PRAKE hadir untuk memperbaiki kelemahan itu.

Sementra itu, PRAKE melengkapi frasa yang terpotong, menggabungkan frasa yang semestinya utuh, serta menyusun ulang elemen semantik yang tersebar dalam kalimat kompleks. PRAKE juga memberi bobot lebih pada istilah-istilah penting dalam dunia akreditasi seperti “strategi”, “kebijakan”, dan “evaluasi”. Selain itu, PRAKE membersihkan teks dari karakter non-alfabetik dan menyaring kata kerja umum, tetapi tetap mempertahankan kata kerja substantif seperti “mengevaluasi”.

Dengan ketiga keunggulan ini, PRAKE mampu menghasilkan frasa yang lebih panjang (3–5 kata) dan jauh lebih informatif dibandingkan algoritma standar.

Inovasi ini dikerjakan oleh mahasiswa dan dosen dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (DIKE) FMIPA UGM. Tim ini terdiri dari Helena Nurramdhani Irmanda, S.Pd., M.Kom., Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. dan  Dr. Sri Mulyana, M.Kom.

Pengembangan PRAKE ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi ini membantu proses pengelolaan dan analisis dokumen akreditasi menjadi lebih efektif, akurat, dan efisien sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan tinggi berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

cNose: Inovasi “Hidung Elektronik” Portabel untuk Deteksi Dini Sepsis pada Bayi, Hasil Kolaborasi FMIPA dan FKKMK UGM

Tim peneliti multidisiplin dari Universitas Gadjah Mada berhasil mengembangkan inovasi alat kesehatan bernama cNose, sebuah sistem “hidung elektronik” portabel yang mampu mendeteksi sepsis pada bayi baru lahir secara cepat, akurat, dan non-invasif. Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama mitra internasional dari Mbeya University of Science and Technology.

Sepsis neonatal merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di Indonesia maupun negara berkembang lainnya. Selama ini, diagnosis standar dilakukan melalui kultur darah yang membutuhkan waktu 24–72 jam, memerlukan fasilitas laboratorium lengkap, serta bersifat invasif karena harus mengambil sampel darah bayi. Kondisi tersebut sering menyebabkan keterlambatan penanganan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.

Melalui cNose, tim peneliti ini menawarkan pendekatan diagnosis yang lebih praktis dan ramah pasien. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi senyawa volatil tertentu dari sampel feses bayi menggunakan sensor elektronik yang terintegrasi dengan analisis pola berbasis kecerdasan buatan. Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan tanpa prosedur yang menyakitkan bagi bayi dan berpotensi mempercepat pengambilan keputusan medis di ruang perawatan neonatal.

Penelitian dilakukan terhadap 347 bayi baru lahir yang dirawat di unit HCU dan NICU RSUP Dr. Sardjito. Sampel feses dikumpulkan setiap hari dari popok bayi oleh tenaga perawat, kemudian dianalisis menggunakan sistem cNose. Sebelum dilibatkan dalam penelitian, seluruh orang tua pasien memberikan persetujuan tertulis (informed consent). Untuk memastikan validitas hasil, diagnosis sepsis tetap dikonfirmasi menggunakan metode kultur darah sebagai standar acuan. Penelitian ini juga telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik FKKMK UGM.

Hasil penelitian tersebut berhasil dipublikasikan dalam dua jurnal internasional bereputasi Q1, yakni Clinica Chimica Acta pada tahun 2025 dan Microchimica Acta pada tahun 2026. Adapun pendanaan penelitian didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Batch 2 Tahun 2022.

Pengembangan cNose turut mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. Inovasi ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan inovasi teknologi kesehatan hasil kolaborasi lintas disiplin dan internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Kembangkan Inovasi Biosensor Mikroalga, Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Sukses Ikuti Riset Kolaborasi Lintas Negara

Dua dosen dari Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UGM, yaitu Dr. Iman Santoso, S.Si., M.Sc. dan Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., sukses berpartisipasi dalam riset internasional pengembangan metode deteksi mikroalga menggunakan sensor berbasis kromium dan kecerdasan buatan.

Riset kolaborasi ini melibatkan peneliti dari Fakultas MIPA UGM, Fakultas Biologi UGM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Bengkulu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Nagoya University (Jepang), dan National Chung Hsing University (Taiwan).

Tim penelitian ini menemukan bahwa lapisan tipis kromium setebal 75 nanometer dapat berfungsi sebagai sensor optik yang sensitif terhadap keberadaan mikroalga. Pada ketebalan tersebut, terjadi perubahan fase cahaya hingga 40,6 derajat ketika sampel air yang mengandung mikroalga diujikan. Kromium dipilih karena lebih ekonomis dibandingkan logam mulia seperti emas atau perak yang biasa digunakan dalam sensor optik sejenis.

Data pantulan cahaya dari sensor ini bersifat kompleks dan tidak linear. Untuk mengolahnya, tim menggunakan tiga model machine learning, yaitu Deep Neural Network (DNN) untuk memprediksi pola sinyal, Support Vector Machine (SVM) untuk mengelompokkan jenis mikroalga, dan Autoencoder dengan K-Means untuk menemukan pola tersembunyi dalam data. Dengan integrasi ketiga model tersebut, proses deteksi dapat berlangsung tanpa pewarnaan kimia (label-free) dan lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengembangan teknologi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 tentang akses air bersih dan sanitasi layak, SDG 9 terkait inovasi industri dan teknologi, serta SDG 14 mengenai perlindungan ekosistem perairan. Melalui metode deteksi mikroalga yang lebih cepat dan efisien, riset ini diharapkan dapat membantu pemantauan kualitas air secara berkelanjutan dan mendukung pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Riset Kolaborasi Departemen Kimia FMIPA UGM dengan BRIN Hasilkan Terobosan Baru untuk Konversi CO₂ Jadi Bahan Baku Multifungsi

Publikasi terbaru hasil kolaborasi penelitian dari Departemen Kimia Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dimuat di Journal of  Materials Science (Mei 2026) menawarkan salah satu teknologi carbon capture and utilization (CCU). Tim ini mengembangkan katalis berbasis MOF UiO-66 yang dimodifikasi dengan nanopartikel perak yang mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik, senyawa untuk bahan baku produksi polimer, baterai, dan produk farmasi. Hasil konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam, ini membuka peluang bagi proses industri kimia yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Penelitian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema Penelitian Tesis Magister tahun 2025.

Tim peneliti dengan sengaja menciptakan defek atau cacat struktural pada material penangkap CO₂. Defek yang sengaja dirancang ini justru menjadi tempat yang potensial untuk menempelkan partikel perak sebagai pemicu reaksi. Dengan rekayasa ini, material mampu menampung partikel perak hampir lima kali lebih banyak dibandingkan material biasa. Distribusinya juga lebih merata, sehingga reaksi berjalan lebih cepat dan stabil. Melalui pemodelan komputasi, tim peneliti mengonfirmasi bahwa nanopartikel perak terikat melalui dua mekanisme stabilisasi sekaligus, sehingga tidak mudah mengalami aglomerasi.

Katalis yang dihasilkan, diberi nama AgNP@UiO-66(D), mampu mengonversi CO₂ menjadi karbonat siklik dengan tingkat konversi mencapai 96,2% hanya dalam 24 jam pada kondisi reaksi ringan. Sebagai pembanding, material tanpa defek hanya mencapai 55,6% pada durasi uji yang sama.

Penelitian ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nabila Nur Agusti, Thariq Makkiyya, Indriana Kartini, dan Fajar Inggit Pambudi, serta Oka  Pradipta Arjasa peneliti dari Pusat Riset Material Maju BRIN. 

Riset ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Teknologi konversi CO₂ yang dikembangkan berpotensi mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan gas rumah kaca sebagai bahan baku bernilai tambah untuk industri kimia yang lebih berkelanjutan. Publikasi ini turut menambah daftar riset material maju yang dihasilkan oleh kolaborasi antar institusi di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi topik-topik terkait kimia material, katalisis, dan teknologi ramah lingkungan. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More
Translate