Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Pendidikan

FMIPA UGM Hadirkan Sains yang Membumi : Laboratorium Kimia Organik Inspirasi Guru dan Siswa Kediri melalui Inovasi Pemanfaatan Bahan Alam Indonesia

Pengabdian kepada Masyarakat Dorong Literasi Sains, Kimia Hijau, dan Lahirnya Generasi Saintis Masa Depan

Kediri – Komitmen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia FMIPA UGM bertajuk “Workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Siswa SMA: Bahan Alam Asli Indonesia, Manfaat dan Sumber Belajar Tanpa Batas” yang diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026 di SMA Negeri 1 Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru Kimia anggota MGMP Kabupaten dan Kota Kediri serta 100 siswa SMA dari berbagai sekolah di wilayah Kediri.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Adi Prayitno, S.Pd., M.M., didampingi Kepala Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Endang Astuti, M.Si., serta dihadiri para dosen dan peneliti Departemen Kimia FMIPA UGM. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah ini menjadi wujud nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di Indonesia.

Menghubungkan Riset Kampus dengan Ruang Kelas

Mengusung semangat pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber belajar, workshop menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh para pakar Departemen Kimia FMIPA UGM.

Sesi pertama dibawakan oleh Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D. mengenai implementasi Kimia Hijau (Green Chemistry) dalam pembelajaran SMA. Peserta diajak memahami bagaimana prinsip-prinsip kimia dapat diterapkan secara aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Selanjutnya, Prof. Drs. Jumina, Ph.D. memperkenalkan potensi pewarna alami Indonesia sebagai media pembelajaran sekaligus produk bernilai tambah. Materi dilanjutkan oleh Prof. Drs. Bambang Purwono, M.Sc., Ph.D. yang menjelaskan inovasi pemanfaatan zat warna alami sebagai chemosensor untuk mendeteksi perubahan pH dan berbagai parameter kimia lainnya.

Pada sesi berikutnya, Respati Tri Swasono, S.Si., M.Phil., Ph.D. memperkenalkan konsep dasar minyak atsiri, teknik ekstraksi sederhana, serta berbagai peluang implementasinya sebagai bahan praktikum kimia yang mudah diterapkan di sekolah.

Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti praktikum interaktif yang dipandu oleh Dr. M. Idham Darussalam, S.Si., M.Sc. bersama Dr. Sc. Robby Noor Cahyono, M.Sc. Guru dan siswa mempraktikkan pembuatan parfum berbasis minyak atsiri, eksplorasi indikator pH dari bahan alam, hingga berbagai eksperimen sederhana yang dapat direplikasi menggunakan peralatan laboratorium sekolah.

Menginspirasi Generasi Saintis Masa Depan

Tidak hanya untuk guru, Departemen Kimia FMIPA UGM juga menghadirkan rangkaian kegiatan khusus bagi siswa melalui program “Fun Chemistry, Campus Sharing, and Future Scientist Inspiration.”

Siswa memperoleh wawasan mengenai kehidupan kampus, program studi di FMIPA UGM, prospek karier lulusan, hingga strategi sukses memasuki perguruan tinggi melalui sesi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Winarto Haryadi dan Sugeng Triono, M.Si.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Fun Chemistry yang dipandu oleh Dr. Deni Pranowo, M.Si. Melalui pendekatan experiential learning, siswa mengikuti demonstrasi reaksi kimia sederhana, memanfaatkan zat warna alami sebagai indikator pH, serta membuat lilin aromaterapi dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kimia bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan ilmu yang relevan dan menyenangkan.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan dunia kimia dengan cara yang lebih menarik. Kami berharap siswa semakin termotivasi untuk mencintai sains, mengenal kehidupan kampus, dan memiliki cita-cita menjadi ilmuwan di masa depan,” ujar Dr. Deni Pranowo, M.Si., Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM.

Senada dengan hal tersebut, Sudjiono, S.Pd., M.Pd., Pembina MGMP Kimia Kabupaten dan Kota Kediri, menyampaikan apresiasinya.

“Kehadiran para dosen dan peneliti dari UGM menjadi motivasi tersendiri bagi guru maupun siswa. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kualitas pembelajaran kimia di sekolah semakin meningkat dan semakin banyak siswa yang tertarik menekuni dunia sains.”

Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Julita Sulistya Eka dari SMA Negeri 1 Kediri mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengubah pandangannya terhadap kimia yang selama ini dianggap sulit menjadi ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Yemima Brenda Chrissia dari SMA Negeri 1 Pare berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan studi di UGM.

Kontribusi Nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Program pengabdian ini menjadi implementasi nyata komitmen FMIPA UGM dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi sains, serta pembelajaran berbasis pengalaman.

Lebih jauh, pengenalan konsep Green Chemistry dan pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia juga mendukung SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong penggunaan bahan alam yang aman dan berkelanjutan, serta SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui edukasi mengenai praktik kimia yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, FMIPA UGM menunjukkan bahwa sains tidak hanya berkembang di laboratorium, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi pendidikan, lingkungan, dan pembangunan masyarakat.

Memperkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini menegaskan peran Departemen Kimia FMIPA UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif mentransformasikan hasil riset menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi para alumni, capaian ini menjadi kebanggaan bahwa almamater terus memperluas dampaknya di tingkat nasional. Bagi mitra, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis riset. Sementara bagi calon mahasiswa, atmosfer akademik yang inovatif dan aplikatif menjadi gambaran nyata pengalaman belajar di FMIPA UGM.

Ke depan, Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan sekolah, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat sehingga inovasi berbasis sains dapat semakin berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Penulis: Deni Pranowo
Editor: Robby
Fotografer: Harno DP, Robby NC

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar Pelatihan Pendampingan Psikologi untuk Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Psikologi dalam Menghadapi Mahasiswa Bermasalah dan Isu Kesehatan Mental pada Rabu (24/6) di Auditorium RMJT Soehakso FMIPA UGM. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen serta tenaga kependidikan dalam memberikan pendampingan yang tepat bagi mahasiswa.

Pelatihan yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FMIPA UGM ini terdiri atas sesi teori dan praktik. Sesi pertama disampaikan oleh Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D., Psikolog, direktur Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, yang membahas berbagai aspek dasar pendampingan psikologis. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengenali tanda-tanda awal permasalahan yang dialami mahasiswa, memahami batasan peran dosen dan tenaga kependidikan dalam pendampingan, serta strategi komunikasi yang tepat dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa.

Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik melalui metode role play yang melibatkan tiga trainer dari CPMH UGM. Selain itu, kegiatan ini dipandu oleh Nurul Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Anggit Nursasmito, S.Psi. Dalam sesi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan berbagai studi kasus yang menggambarkan situasi yang berpotensi ditemui dosen maupun tenaga kependidikan dalam proses pendampingan mahasiswa.

Salah satu studi kasus yang dibahas menggambarkan seorang mahasiswa yang mengalami perubahan perilaku secara tiba-tiba, mulai dari menurunnya partisipasi di kelas, keterlambatan mengumpulkan tugas, hingga kesulitan berkomunikasi dengan teman sekelompoknya. Melalui simulasi tersebut, peserta berlatih mengidentifikasi tanda-tanda awal permasalahan serta melakukan pendekatan yang tepat melalui percakapan secara personal.

Kasus lain menyoroti mahasiswa berprestasi yang mengalami kesulitan menerima masukan dan cenderung mendominasi diskusi akademik. Melalui simulasi ini, peserta berlatih membangun komunikasi yang mampu mendorong refleksi diri tanpa menghakimi mahasiswa. Selain itu, peserta juga diberikan studi kasus mengenai mahasiswa yang menjadikan dosen sebagai tempat curhat utama hingga melampaui batas relasi akademik. Dari kasus tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga batas profesional sekaligus tetap memberikan dukungan yang dibutuhkan mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, FMIPA UGM berharap dosen dan tenaga kependidikan memiliki bekal yang lebih baik dalam merespons berbagai permasalahan mahasiswa. Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan akademik maupun kesejahteraan mental mahasiswa dapat terus terwujud.

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara holistik. Melalui penguatan kompetensi pendampingan psikologis, FMIPA UGM berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental seluruh sivitas akademika.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Ade Ayu Faradilla, Inna Mutifah

Read More

Delegasi Mahasiswa Fakultas MIPA UGM Ukir Prestasi Gemilang di ONMIPA-PT 2026

Babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 telah usai digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026. Sebanyak 260 finalis dari 85 perguruan tinggi mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini. Empat bidang yang dipertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Dari total peserta nasional tersebut, Universitas Gadjah Mada mengirimkan sejumlah delegasi yang tersebar di empat bidang keilmuan. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah delegasi mahasiswa dari Fakultas MIPA UGM beserta capaian mereka:

Bidang Matematika
– Fajar Arif Shodiqin – Medali Emas
– Aditya Yoga Sadana – Honorable Mention
– Asif Tijani Ahmad – Finalist
– Ikhsanudin Muhammad Nurzaini – Finalist

Bidang Fisika
– Imaduddin Akmal – Medali Perunggu
– Mohammad Fajar Maulid – Medali Perunggu
– Syamsul Ma’Arif – Medali Perunggu
– Pati Imanuel Lowri Wartuni – Finalist

Bidang Kimia
– Jonathan Aaron Gunawan – Medali Perunggu
– Anton Triyono – Honorable Mention
– Muhammad Ainur Ridho Firdausy – Finalist

Merujuk pada jadwal resmi panitia nasional, tahapan ONMIPA-PT 2026 dimulai dari pendaftaran dan seleksi tingkat universitas pada Maret–April 2026. Seleksi wilayah berlangsung hingga pertengahan Mei, yang kemudian menyaring peserta untuk maju ke babak final nasional. UGM, sebagaimana perguruan tinggi lainnya, melalui proses tersebut sebelum akhirnya mengirimkan delegasi ke Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, persiapan kontingen UGM dilakukan melalui pembinaan rutin di tingkat fakultas. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi, simulasi ujian, dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya. Pola pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam menghadapi kompetisi berskala nasional.

Apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa delegasi atas kesungguhan mereka selama rangkaian seleksi dan final, serta kepada dosen pembimbing dan staf yang terlibat dalam proses persiapan. Capaian ini menjadi salah satu pencatatan penting bagi FMIPA UGM dalam kontribusinya terhadap pengembangan sains di tingkat nasional.

Partisipasi dan capaian mahasiswa FMIPA UGM dalam ONMIPA-PT 2026 ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik di bidang sains, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembinaan talenta muda yang berpotensi mendorong inovasi di masa depan. Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi berskala nasional ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) , mengingat kolaborasi antarperguruan tinggi dan dengan pemerintah dalam ajang ONMIPA-PT menjadi salah satu wujud kerja sama ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Foto: Komunitas ONMIPA UGM

Read More

Prof. Keiichi Tomishige Hadir di CASE #3 Departemen Kimia FMIPA UGM, Paparkan Inovasi Katalisis dan Katalis Heterogen untuk Proses Kimia Berkelanjutan

Prof. Keiichi Tomishige dari Tohoku University, Jepang, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Chemistry Advanced Studies & Exploration (CASE) #3 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) Departemen Kimia FMIPA UGM pada Kamis (18/6).

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM dan secara online melalui Zoom Meeting. Seminar yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut dihadiri oleh dosen, mahasiswa Kimia UGM, serta peserta dari berbagai institusi eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tomishige memaparkan berbagai inovasi dalam bidang katalisis dan katalis heterogen yang berfokus pada pengembangan proses kimia berkelanjutan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif.

Mengangkat tema Development of Heterogeneous Catalyst for Reductive Conversion of Biomass and Non-Reductive Conversion of CO₂, acara ini dipandu oleh Gavriel Hagai Paulus Sumlang, S.Si., M.Sc. sebagai master of ceremony (MC) dan dimoderatori oleh Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Kimia FMIPA UGM, Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., sebelum dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Prof. Keiichi Tomishige.

Dalam pemaparannya, Prof. Tomishige menjelaskan berbagai inovasi dalam pengembangan proses kimia ramah lingkungan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan industri terhadap sumber daya fosil sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Salah satu topik yang dibahas adalah konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tinggi menggunakan katalis padat. Menurutnya, kandungan oksigen yang tinggi pada biomassa menjadi tantangan utama dalam proses pengolahannya. Untuk mengatasinya, Prof. Tomishige menawarkan metode hydrodeoxygenation dan deoxydehydration yang memungkinkan penghilangan oksigen secara selektif tanpa merusak kerangka karbon.

Selain konversi biomassa, seminar ini juga turut menyoroti pemanfaatan CO₂ sebagai sumber karbon untuk menghasilkan berbagai produk industri. Melalui pengembangan katalis yang inovatif, CO₂ dapat direaksikan dengan alkohol maupun amina untuk menghasilkan senyawa bernilai tambah tanpa menggunakan reagen beracun yang umum ditemukan pada proses konvensional.

Prof. Tomishige juga memperkenalkan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan langsung CO₂ hasil proses penangkapan karbon. Pendekatan ini dinilai mampu mengintegrasikan proses penangkapan dan pemanfaatan CO₂ dalam satu sistem yang lebih sederhana dan hemat energi.

Ketua KMPK, Mohammad Ahsani Taqwim, S.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan CASE dapat terus disinergikan dengan berbagai mitra eksternal. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kimia sekaligus membuka peluang membangun jejaring akademik dan profesional yang lebih luas.

Inovasi yang dipaparkan Prof. Tomishige menunjukkan bagaimana penelitian di bidang kimia dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga pemanfaatan emisi karbon menjadi produk yang bernilai guna. Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kimia yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis : Inna Mutifah
Editor : Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer : Daffa Athatara

Read More

Sembilan Dosen FMIPA UGM Masuk Top 5% Global Scientist Index 2025 Versi SciRank Global

Berdasarkan data yang dihimpun dari lembaga pemeringkatan independen SciRank Global, sebanyak sembilan dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk dalam daftar Top 5% Global Scientist Index 2025. Pencapaian ini menempatkan para akademisi UGM tersebut ke dalam jajaran elit ilmuwan dengan kinerja riset paling berpengaruh di tingkat internasional.

Prestasi gemilang ini lahir dari kontribusi para profesor dan doktor yang tersebar di tiga departemen FMIPA UGM sebagai berikut:

Departemen Fisika

  • Drs. Kuwat Triyana, M.Si., Ph.D.

(Peringkat Global: #616.221)

  • Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., Ph.D.

(Peringkat Global: #777.489)

  • Iman Santoso, S.Si., M.Si.

(Peringkat Global: #1.291.310)

Departemen Kimia

  • Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D. Eng.

(Peringkat Global: #759.340)

  • Drs. Dwi Siswanta, M.Eng., Ph.D.

(Peringkat Global: #814.211)

  • Dr.rer.nat. Karna Wijaya, M.Eng.

(Peringkat Global: #1.357.975)

  • Drs. Sri Juari Santosa, M.Eng., Ph.D.

(Peringkat Global: #1.427.766)

Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika

  • Drs. Agus Harjoko, M.Sc., Ph.D.

(Peringkat Global: #828.784)

  • Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D.

(Peringkat Global: #846.735)

SciRank Global menyusun pemeringkatan ini menggunakan analisis bibliometrik berskala besar yang sangat ketat dengan menyaring lebih dari 8 juta profil peneliti dan 20 juta karya ilmiah dari 150 negara yang terindeks dalam basis data OpenAlex. Proses seleksi dan tolak ukur penilaian dalam indeks ini didasarkan pada beberapa indikator utama, seperti total sitasi yang mengukur seberapa sering karya ilmiah dirujuk oleh peneliti lain di seluruh dunia, serta H-Index sebagai indikator produktivitas sekaligus dampak sitasi dari publikasi yang dihasilkan.

Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan aktivitas riset kontemporer melalui jumlah publikasi berkualitas dalam kurun waktu lima tahun terakhir, serta persentil sitasi ternormalisasi yang berfungsi sebagai sistem standarisasi nilai sitasi guna memastikan keadilan penilaian lintas bidang keilmuan yang berbeda.

Secara umum, capaian ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) karena riset yang berdampak global merupakan fondasi bagi solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam mengatasi tantangan pembangunan. Secara khusus, capaian ini memperkuat SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) , SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui penelitian yang berkualitas, kolaborasi lintas disiplin, serta kontribusi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan masyarakat, capaian FMIPA UGM ini turut menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berdampak secara global.

Melalui pencapaian ini, FMIPA UGM membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu mengambil peran sentral dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, menciptakan solusi inovatif berbasis sains, serta mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Penulis : Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More

Mahasiswa Fisika UGM Raih Medali Perunggu pada International Student Competition (ISC) di Malaysia

Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Universiti Putra Malaysia (UPM), tim mahasiswa Fisika UGM berhasil meraih medali perunggu melalui karya inovatif di bidang teknologi.

Kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut diawali dengan tahap seleksi esai. Para finalis kemudian mempresentasikan gagasannya secara langsung melalui sesi presentasi dan pameran poster di Malaysia.

Pada kompetisi ini, tim yang beranggotakan Amalia Nurin Al Fath dan Meitha Eka Nurhasanah mengangkat gagasan pemanfaatan nanopartikel magnetik yang berasal dari limbah pertanian untuk mendukung teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Inovasi tersebut menawarkan pendekatan yang menggabungkan pengurangan emisi karbon dengan pemanfaatan limbah pertanian bernilai rendah menjadi material yang memiliki potensi aplikasi teknologi.

Amalia selaku ketua tim menjelaskan bahwa proses penyusunan esai dilakukan dengan mengikuti perkembangan riset terbaru yang relevan dengan topik yang diangkat. Setelah lolos ke tahap final, fokus persiapan beralih pada penyusunan materi presentasi yang lebih ringkas dan mudah dipahami, sekaligus menonjolkan aspek kebaruan dari gagasan yang ditawarkan.

“Untuk tahap esai, kami banyak mengikuti perkembangan riset terbaru yang berkaitan dengan topik ini. Sementara untuk presentasi, kami berusaha mem-breakdown poin-poin penting dan menjelaskan novelty dari gagasan kami dengan lebih jelas agar dapat dipahami oleh dewan juri,” ujar Amalia.

Di balik capaian tersebut, tim juga menghadapi sejumlah tantangan sebelum keberangkatan. Mulai dari kebutuhan pendanaan, pengurusan dokumen perjalanan, hingga perencanaan rute dan transportasi selama berada di Malaysia.

“Tantangan terbesar sebelum berangkat adalah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis perjalanan. Kami harus mengajukan pendanaan, mengurus paspor, serta mencari informasi mengenai rute dan transportasi yang akan digunakan selama di sana,” ungkapnya.

Selain tantangan teknis, pengalaman mengikuti kompetisi internasional juga memberikan pembelajaran tersendiri dalam beradaptasi di lingkungan baru.

“Karena ini pengalaman pertama saya ke luar negeri, saya justru lebih merasa excited daripada khawatir. Yang penting peka terhadap petunjuk dan informasi yang ada, serta tidak takut bertanya ketika tidak tahu,” katanya.

Terkait kemampuan berbahasa Inggris, Amalia mengaku masih terus belajar, terutama untuk kebutuhan presentasi formal di forum internasional.

“Saya masih terus belajar agar kemampuan bahasa Inggris saya semakin baik, khususnya untuk presentasi formal. Namun dalam percakapan sehari-hari, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling memahami dan menyampaikan pesan dengan baik,” ujarnya.

Amalia berharap pencapaian ini dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai kesempatan yang ada.

“Coba dulu. Pasti ada jalan ketika kita memiliki keyakinan bahwa kita bisa,” pesannya.

Topik yang diangkat dalam kompetisi ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dan SDG 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai material fungsional untuk teknologi penangkapan karbon, inovasi yang dikembangkan menunjukkan bagaimana riset sains dapat berkontribusi dalam mendorong inovasi berkelanjutan sekaligus mendukung upaya penanganan perubahan iklim.

Read More

FMIPA UGM Hadirkan Sains yang Membumi : Laboratorium Kimia Organik Inspirasi Guru dan Siswa Kediri melalui Inovasi Pemanfaatan Bahan Alam Indonesia

Pengabdian kepada Masyarakat Dorong Literasi Sains, Kimia Hijau, dan Lahirnya Generasi Saintis Masa Depan

Kediri – Komitmen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia FMIPA UGM bertajuk “Workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Siswa SMA: Bahan Alam Asli Indonesia, Manfaat dan Sumber Belajar Tanpa Batas” yang diselenggarakan pada Jumat, 26 Juni 2026 di SMA Negeri 1 Kediri. Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru Kimia anggota MGMP Kabupaten dan Kota Kediri serta 100 siswa SMA dari berbagai sekolah di wilayah Kediri.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Adi Prayitno, S.Pd., M.M., didampingi Kepala Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Endang Astuti, M.Si., serta dihadiri para dosen dan peneliti Departemen Kimia FMIPA UGM. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah ini menjadi wujud nyata sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains di Indonesia.

Menghubungkan Riset Kampus dengan Ruang Kelas

Mengusung semangat pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber belajar, workshop menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh para pakar Departemen Kimia FMIPA UGM.

Sesi pertama dibawakan oleh Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D. mengenai implementasi Kimia Hijau (Green Chemistry) dalam pembelajaran SMA. Peserta diajak memahami bagaimana prinsip-prinsip kimia dapat diterapkan secara aman, efisien, dan ramah lingkungan.

Selanjutnya, Prof. Drs. Jumina, Ph.D. memperkenalkan potensi pewarna alami Indonesia sebagai media pembelajaran sekaligus produk bernilai tambah. Materi dilanjutkan oleh Prof. Drs. Bambang Purwono, M.Sc., Ph.D. yang menjelaskan inovasi pemanfaatan zat warna alami sebagai chemosensor untuk mendeteksi perubahan pH dan berbagai parameter kimia lainnya.

Pada sesi berikutnya, Respati Tri Swasono, S.Si., M.Phil., Ph.D. memperkenalkan konsep dasar minyak atsiri, teknik ekstraksi sederhana, serta berbagai peluang implementasinya sebagai bahan praktikum kimia yang mudah diterapkan di sekolah.

Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti praktikum interaktif yang dipandu oleh Dr. M. Idham Darussalam, S.Si., M.Sc. bersama Dr. Sc. Robby Noor Cahyono, M.Sc. Guru dan siswa mempraktikkan pembuatan parfum berbasis minyak atsiri, eksplorasi indikator pH dari bahan alam, hingga berbagai eksperimen sederhana yang dapat direplikasi menggunakan peralatan laboratorium sekolah.

Menginspirasi Generasi Saintis Masa Depan

Tidak hanya untuk guru, Departemen Kimia FMIPA UGM juga menghadirkan rangkaian kegiatan khusus bagi siswa melalui program “Fun Chemistry, Campus Sharing, and Future Scientist Inspiration.”

Siswa memperoleh wawasan mengenai kehidupan kampus, program studi di FMIPA UGM, prospek karier lulusan, hingga strategi sukses memasuki perguruan tinggi melalui sesi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Winarto Haryadi dan Sugeng Triono, M.Si.

Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Fun Chemistry yang dipandu oleh Dr. Deni Pranowo, M.Si. Melalui pendekatan experiential learning, siswa mengikuti demonstrasi reaksi kimia sederhana, memanfaatkan zat warna alami sebagai indikator pH, serta membuat lilin aromaterapi dari bahan-bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kimia bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan ilmu yang relevan dan menyenangkan.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan dunia kimia dengan cara yang lebih menarik. Kami berharap siswa semakin termotivasi untuk mencintai sains, mengenal kehidupan kampus, dan memiliki cita-cita menjadi ilmuwan di masa depan,” ujar Dr. Deni Pranowo, M.Si., Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik FMIPA UGM.

Senada dengan hal tersebut, Sudjiono, S.Pd., M.Pd., Pembina MGMP Kimia Kabupaten dan Kota Kediri, menyampaikan apresiasinya.

“Kehadiran para dosen dan peneliti dari UGM menjadi motivasi tersendiri bagi guru maupun siswa. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga kualitas pembelajaran kimia di sekolah semakin meningkat dan semakin banyak siswa yang tertarik menekuni dunia sains.”

Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Julita Sulistya Eka dari SMA Negeri 1 Kediri mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengubah pandangannya terhadap kimia yang selama ini dianggap sulit menjadi ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Yemima Brenda Chrissia dari SMA Negeri 1 Pare berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan studi di UGM.

Kontribusi Nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Program pengabdian ini menjadi implementasi nyata komitmen FMIPA UGM dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi sains, serta pembelajaran berbasis pengalaman.

Lebih jauh, pengenalan konsep Green Chemistry dan pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia juga mendukung SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong penggunaan bahan alam yang aman dan berkelanjutan, serta SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui edukasi mengenai praktik kimia yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, FMIPA UGM menunjukkan bahwa sains tidak hanya berkembang di laboratorium, tetapi juga menjadi solusi nyata bagi pendidikan, lingkungan, dan pembangunan masyarakat.

Memperkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini menegaskan peran Departemen Kimia FMIPA UGM sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif mentransformasikan hasil riset menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi para alumni, capaian ini menjadi kebanggaan bahwa almamater terus memperluas dampaknya di tingkat nasional. Bagi mitra, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis riset. Sementara bagi calon mahasiswa, atmosfer akademik yang inovatif dan aplikatif menjadi gambaran nyata pengalaman belajar di FMIPA UGM.

Ke depan, Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan sekolah, pemerintah daerah, industri, dan masyarakat sehingga inovasi berbasis sains dapat semakin berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Penulis: Deni Pranowo
Editor: Robby
Fotografer: Harno DP, Robby NC

Read More

FMIPA UGM dan Management University Kamboja Teken MoU untuk Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan delegasi Management University, Kamboja, pada Rabu (25/6). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menandai komitmen kedua institusi dalam memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan akademik.

Kegiatan yang berlangsung di Fakultas MIPA UGM ini dihadiri oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi, Prof. Fajar Adi Kusumo, Daniel Oscar Baskoro selaku ketua Kamipagama, serta perwakilan dari sejumlah departemen di FMIPA UGM, yakni Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Departemen Matematika, Prof. Dr.rer.nat Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dari Departemen Kimia, dan Dr. rer. nat. Herlan Darmawan, M.Sc. dari Departemen Fisika. 

Dalam kesempatan tersebut, masing-masing departemen memperkenalkan bidang keunggulan, fokus pendidikan, serta aktivitas penelitian yang dikembangkan di FMIPA UGM. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai kapasitas dan potensi yang dimiliki FMIPA UGM untuk mendukung berbagai program kemitraan internasional.

Ketua Departemen Matematika, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., turut memaparkan sejumlah bidang kepakaran yang dikembangkan di Departemen Matematika, termasuk matematika finansial, asuransi, dan manajemen risiko. Berbagai bidang tersebut dinilai memiliki relevansi yang kuat dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data, pengelolaan risiko, serta pengembangan sektor keuangan dan layanan publik.

“Selain memperkuat aspek teoretis, kami juga mengembangkan berbagai bidang terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri. Dalam pengembangan tersebut, kami menjalin kolaborasi dengan berbagai fakultas di UGM, termasuk Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Hukum. Pendekatan multidisiplin ini membuka banyak peluang untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Danang.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi turut membahas berbagai peluang yang dapat dikembangkan pada masa mendatang, mulai dari penelitian bersama, pertukaran akademik, hingga penyelenggaraan program pendidikan. Berbagai bidang yang memiliki irisan dengan fokus keilmuan Management University turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai potensi pengembangan program bersama di masa depan.

Delegasi Management University menyambut baik berbagai peluang tersebut dan berharap kemitraan yang terjalin dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi. Melalui penandatanganan MoU ini, FMIPA UGM dan Management University Kamboja diharapkan dapat memperluas jejaring internasional serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat global.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kerja sama akademik dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi lintas negara. Selain itu, kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengembangan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong terciptanya riset yang relevan terhadap tantangan global. Kemitraan antara FMIPA UGM dan Management University Kamboja juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan jejaring internasional yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar Pelatihan Pendampingan Psikologi untuk Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Pendampingan Psikologi dalam Menghadapi Mahasiswa Bermasalah dan Isu Kesehatan Mental pada Rabu (24/6) di Auditorium RMJT Soehakso FMIPA UGM. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen serta tenaga kependidikan dalam memberikan pendampingan yang tepat bagi mahasiswa.

Pelatihan yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FMIPA UGM ini terdiri atas sesi teori dan praktik. Sesi pertama disampaikan oleh Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D., Psikolog, direktur Center for Public Mental Health (CPMH) UGM, yang membahas berbagai aspek dasar pendampingan psikologis. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya mengenali tanda-tanda awal permasalahan yang dialami mahasiswa, memahami batasan peran dosen dan tenaga kependidikan dalam pendampingan, serta strategi komunikasi yang tepat dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa.

Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik melalui metode role play yang melibatkan tiga trainer dari CPMH UGM. Selain itu, kegiatan ini dipandu oleh Nurul Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Anggit Nursasmito, S.Psi. Dalam sesi tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberikan berbagai studi kasus yang menggambarkan situasi yang berpotensi ditemui dosen maupun tenaga kependidikan dalam proses pendampingan mahasiswa.

Salah satu studi kasus yang dibahas menggambarkan seorang mahasiswa yang mengalami perubahan perilaku secara tiba-tiba, mulai dari menurunnya partisipasi di kelas, keterlambatan mengumpulkan tugas, hingga kesulitan berkomunikasi dengan teman sekelompoknya. Melalui simulasi tersebut, peserta berlatih mengidentifikasi tanda-tanda awal permasalahan serta melakukan pendekatan yang tepat melalui percakapan secara personal.

Kasus lain menyoroti mahasiswa berprestasi yang mengalami kesulitan menerima masukan dan cenderung mendominasi diskusi akademik. Melalui simulasi ini, peserta berlatih membangun komunikasi yang mampu mendorong refleksi diri tanpa menghakimi mahasiswa. Selain itu, peserta juga diberikan studi kasus mengenai mahasiswa yang menjadikan dosen sebagai tempat curhat utama hingga melampaui batas relasi akademik. Dari kasus tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga batas profesional sekaligus tetap memberikan dukungan yang dibutuhkan mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, FMIPA UGM berharap dosen dan tenaga kependidikan memiliki bekal yang lebih baik dalam merespons berbagai permasalahan mahasiswa. Dengan demikian, lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan kondusif bagi perkembangan akademik maupun kesejahteraan mental mahasiswa dapat terus terwujud.

Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memperkuat kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara holistik. Melalui penguatan kompetensi pendampingan psikologis, FMIPA UGM berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental seluruh sivitas akademika.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Ade Ayu Faradilla, Inna Mutifah

Read More

Delegasi Mahasiswa Fakultas MIPA UGM Ukir Prestasi Gemilang di ONMIPA-PT 2026

Babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 telah usai digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026. Sebanyak 260 finalis dari 85 perguruan tinggi mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini. Empat bidang yang dipertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Dari total peserta nasional tersebut, Universitas Gadjah Mada mengirimkan sejumlah delegasi yang tersebar di empat bidang keilmuan. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah delegasi mahasiswa dari Fakultas MIPA UGM beserta capaian mereka:

Bidang Matematika
– Fajar Arif Shodiqin – Medali Emas
– Aditya Yoga Sadana – Honorable Mention
– Asif Tijani Ahmad – Finalist
– Ikhsanudin Muhammad Nurzaini – Finalist

Bidang Fisika
– Imaduddin Akmal – Medali Perunggu
– Mohammad Fajar Maulid – Medali Perunggu
– Syamsul Ma’Arif – Medali Perunggu
– Pati Imanuel Lowri Wartuni – Finalist

Bidang Kimia
– Jonathan Aaron Gunawan – Medali Perunggu
– Anton Triyono – Honorable Mention
– Muhammad Ainur Ridho Firdausy – Finalist

Merujuk pada jadwal resmi panitia nasional, tahapan ONMIPA-PT 2026 dimulai dari pendaftaran dan seleksi tingkat universitas pada Maret–April 2026. Seleksi wilayah berlangsung hingga pertengahan Mei, yang kemudian menyaring peserta untuk maju ke babak final nasional. UGM, sebagaimana perguruan tinggi lainnya, melalui proses tersebut sebelum akhirnya mengirimkan delegasi ke Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, persiapan kontingen UGM dilakukan melalui pembinaan rutin di tingkat fakultas. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi, simulasi ujian, dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya. Pola pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam menghadapi kompetisi berskala nasional.

Apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa delegasi atas kesungguhan mereka selama rangkaian seleksi dan final, serta kepada dosen pembimbing dan staf yang terlibat dalam proses persiapan. Capaian ini menjadi salah satu pencatatan penting bagi FMIPA UGM dalam kontribusinya terhadap pengembangan sains di tingkat nasional.

Partisipasi dan capaian mahasiswa FMIPA UGM dalam ONMIPA-PT 2026 ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik di bidang sains, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembinaan talenta muda yang berpotensi mendorong inovasi di masa depan. Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi berskala nasional ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) , mengingat kolaborasi antarperguruan tinggi dan dengan pemerintah dalam ajang ONMIPA-PT menjadi salah satu wujud kerja sama ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Foto: Komunitas ONMIPA UGM

Read More

Prof. Keiichi Tomishige Hadir di CASE #3 Departemen Kimia FMIPA UGM, Paparkan Inovasi Katalisis dan Katalis Heterogen untuk Proses Kimia Berkelanjutan

Prof. Keiichi Tomishige dari Tohoku University, Jepang, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Chemistry Advanced Studies & Exploration (CASE) #3 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) Departemen Kimia FMIPA UGM pada Kamis (18/6).

Kegiatan ini berlangsung secara luring di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM dan secara online melalui Zoom Meeting. Seminar yang berlangsung pukul 13.00–15.30 WIB tersebut dihadiri oleh dosen, mahasiswa Kimia UGM, serta peserta dari berbagai institusi eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tomishige memaparkan berbagai inovasi dalam bidang katalisis dan katalis heterogen yang berfokus pada pengembangan proses kimia berkelanjutan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif.

Mengangkat tema Development of Heterogeneous Catalyst for Reductive Conversion of Biomass and Non-Reductive Conversion of CO₂, acara ini dipandu oleh Gavriel Hagai Paulus Sumlang, S.Si., M.Sc. sebagai master of ceremony (MC) dan dimoderatori oleh Prof. Dr. rer. nat. Nuryono, M.S.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Ketua Departemen Kimia FMIPA UGM, Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., sebelum dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Prof. Keiichi Tomishige.

Dalam pemaparannya, Prof. Tomishige menjelaskan berbagai inovasi dalam pengembangan proses kimia ramah lingkungan melalui pemanfaatan biomassa dan karbon dioksida (CO₂) sebagai bahan baku alternatif. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan industri terhadap sumber daya fosil sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Salah satu topik yang dibahas adalah konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tinggi menggunakan katalis padat. Menurutnya, kandungan oksigen yang tinggi pada biomassa menjadi tantangan utama dalam proses pengolahannya. Untuk mengatasinya, Prof. Tomishige menawarkan metode hydrodeoxygenation dan deoxydehydration yang memungkinkan penghilangan oksigen secara selektif tanpa merusak kerangka karbon.

Selain konversi biomassa, seminar ini juga turut menyoroti pemanfaatan CO₂ sebagai sumber karbon untuk menghasilkan berbagai produk industri. Melalui pengembangan katalis yang inovatif, CO₂ dapat direaksikan dengan alkohol maupun amina untuk menghasilkan senyawa bernilai tambah tanpa menggunakan reagen beracun yang umum ditemukan pada proses konvensional.

Prof. Tomishige juga memperkenalkan teknologi yang memungkinkan pemanfaatan langsung CO₂ hasil proses penangkapan karbon. Pendekatan ini dinilai mampu mengintegrasikan proses penangkapan dan pemanfaatan CO₂ dalam satu sistem yang lebih sederhana dan hemat energi.

Ketua KMPK, Mohammad Ahsani Taqwim, S.Si., menyampaikan harapannya agar kegiatan CASE dapat terus disinergikan dengan berbagai mitra eksternal. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kimia sekaligus membuka peluang membangun jejaring akademik dan profesional yang lebih luas.

Inovasi yang dipaparkan Prof. Tomishige menunjukkan bagaimana penelitian di bidang kimia dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil hingga pemanfaatan emisi karbon menjadi produk yang bernilai guna. Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kimia yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Penulis : Inna Mutifah
Editor : Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer : Daffa Athatara

Read More

Sembilan Dosen FMIPA UGM Masuk Top 5% Global Scientist Index 2025 Versi SciRank Global

Berdasarkan data yang dihimpun dari lembaga pemeringkatan independen SciRank Global, sebanyak sembilan dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk dalam daftar Top 5% Global Scientist Index 2025. Pencapaian ini menempatkan para akademisi UGM tersebut ke dalam jajaran elit ilmuwan dengan kinerja riset paling berpengaruh di tingkat internasional.

Prestasi gemilang ini lahir dari kontribusi para profesor dan doktor yang tersebar di tiga departemen FMIPA UGM sebagai berikut:

Departemen Fisika

  • Drs. Kuwat Triyana, M.Si., Ph.D.

(Peringkat Global: #616.221)

  • Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng., Ph.D.

(Peringkat Global: #777.489)

  • Iman Santoso, S.Si., M.Si.

(Peringkat Global: #1.291.310)

Departemen Kimia

  • Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D. Eng.

(Peringkat Global: #759.340)

  • Drs. Dwi Siswanta, M.Eng., Ph.D.

(Peringkat Global: #814.211)

  • Dr.rer.nat. Karna Wijaya, M.Eng.

(Peringkat Global: #1.357.975)

  • Drs. Sri Juari Santosa, M.Eng., Ph.D.

(Peringkat Global: #1.427.766)

Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika

  • Drs. Agus Harjoko, M.Sc., Ph.D.

(Peringkat Global: #828.784)

  • Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D.

(Peringkat Global: #846.735)

SciRank Global menyusun pemeringkatan ini menggunakan analisis bibliometrik berskala besar yang sangat ketat dengan menyaring lebih dari 8 juta profil peneliti dan 20 juta karya ilmiah dari 150 negara yang terindeks dalam basis data OpenAlex. Proses seleksi dan tolak ukur penilaian dalam indeks ini didasarkan pada beberapa indikator utama, seperti total sitasi yang mengukur seberapa sering karya ilmiah dirujuk oleh peneliti lain di seluruh dunia, serta H-Index sebagai indikator produktivitas sekaligus dampak sitasi dari publikasi yang dihasilkan.

Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan aktivitas riset kontemporer melalui jumlah publikasi berkualitas dalam kurun waktu lima tahun terakhir, serta persentil sitasi ternormalisasi yang berfungsi sebagai sistem standarisasi nilai sitasi guna memastikan keadilan penilaian lintas bidang keilmuan yang berbeda.

Secara umum, capaian ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) karena riset yang berdampak global merupakan fondasi bagi solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam mengatasi tantangan pembangunan. Secara khusus, capaian ini memperkuat SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) , SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui penelitian yang berkualitas, kolaborasi lintas disiplin, serta kontribusi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan masyarakat, capaian FMIPA UGM ini turut menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berdampak secara global.

Melalui pencapaian ini, FMIPA UGM membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu mengambil peran sentral dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, menciptakan solusi inovatif berbasis sains, serta mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Penulis : Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More

Mahasiswa Fisika UGM Raih Medali Perunggu pada International Student Competition (ISC) di Malaysia

Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Universiti Putra Malaysia (UPM), tim mahasiswa Fisika UGM berhasil meraih medali perunggu melalui karya inovatif di bidang teknologi.

Kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut diawali dengan tahap seleksi esai. Para finalis kemudian mempresentasikan gagasannya secara langsung melalui sesi presentasi dan pameran poster di Malaysia.

Pada kompetisi ini, tim yang beranggotakan Amalia Nurin Al Fath dan Meitha Eka Nurhasanah mengangkat gagasan pemanfaatan nanopartikel magnetik yang berasal dari limbah pertanian untuk mendukung teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Inovasi tersebut menawarkan pendekatan yang menggabungkan pengurangan emisi karbon dengan pemanfaatan limbah pertanian bernilai rendah menjadi material yang memiliki potensi aplikasi teknologi.

Amalia selaku ketua tim menjelaskan bahwa proses penyusunan esai dilakukan dengan mengikuti perkembangan riset terbaru yang relevan dengan topik yang diangkat. Setelah lolos ke tahap final, fokus persiapan beralih pada penyusunan materi presentasi yang lebih ringkas dan mudah dipahami, sekaligus menonjolkan aspek kebaruan dari gagasan yang ditawarkan.

“Untuk tahap esai, kami banyak mengikuti perkembangan riset terbaru yang berkaitan dengan topik ini. Sementara untuk presentasi, kami berusaha mem-breakdown poin-poin penting dan menjelaskan novelty dari gagasan kami dengan lebih jelas agar dapat dipahami oleh dewan juri,” ujar Amalia.

Di balik capaian tersebut, tim juga menghadapi sejumlah tantangan sebelum keberangkatan. Mulai dari kebutuhan pendanaan, pengurusan dokumen perjalanan, hingga perencanaan rute dan transportasi selama berada di Malaysia.

“Tantangan terbesar sebelum berangkat adalah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis perjalanan. Kami harus mengajukan pendanaan, mengurus paspor, serta mencari informasi mengenai rute dan transportasi yang akan digunakan selama di sana,” ungkapnya.

Selain tantangan teknis, pengalaman mengikuti kompetisi internasional juga memberikan pembelajaran tersendiri dalam beradaptasi di lingkungan baru.

“Karena ini pengalaman pertama saya ke luar negeri, saya justru lebih merasa excited daripada khawatir. Yang penting peka terhadap petunjuk dan informasi yang ada, serta tidak takut bertanya ketika tidak tahu,” katanya.

Terkait kemampuan berbahasa Inggris, Amalia mengaku masih terus belajar, terutama untuk kebutuhan presentasi formal di forum internasional.

“Saya masih terus belajar agar kemampuan bahasa Inggris saya semakin baik, khususnya untuk presentasi formal. Namun dalam percakapan sehari-hari, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling memahami dan menyampaikan pesan dengan baik,” ujarnya.

Amalia berharap pencapaian ini dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai kesempatan yang ada.

“Coba dulu. Pasti ada jalan ketika kita memiliki keyakinan bahwa kita bisa,” pesannya.

Topik yang diangkat dalam kompetisi ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dan SDG 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai material fungsional untuk teknologi penangkapan karbon, inovasi yang dikembangkan menunjukkan bagaimana riset sains dapat berkontribusi dalam mendorong inovasi berkelanjutan sekaligus mendukung upaya penanganan perubahan iklim.

Read More
Translate