Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Pendidikan

Berani Menyelesaikan yang Dimulai: Kisah Inspiratif Widya Amelia Putri, Lulusan Terbaik dan Termuda dengan IPK 4.00 Program Magister FMIPA UGM

Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Salah satu capaian membanggakan datang dari Widya Amelia Putri, S.Stat., M.C.S.(AI)., wisudawati program magister yang berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik sekaligus termuda pada jenjang magister dengan raihan IPK sempurna 4,00.

Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program  magister, Widya menyoroti keunikan rekan-rejak sejawatnya, khususnya di program studi Magister Kecerdasan Artifisial (AI). Ia mengungkapkan bahwa bidang teknologi mutakhir ini ternyata tidak hanya ditekuni oleh lulusan Ilmu Komputer, tetapi juga oleh para akademisi dengan latar belakang yang sangat beragam.

“Sungguh unik melihat rekan-rekan di prodi Kecerdasan Artifisial. Ada yang berasal dari Fisika, Biomedis, Geofisika, bahkan Keperawatan,” ujar Widya. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada para wisudawan yang berani keluar dari zona nyaman untuk mendalami ilmu komputer demi menyelesaikan studi mereka.

Menurutnya, kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan disiplin ilmu baru adalah sebuah pencapaian besar yang patut dirayakan. “Kita semua pantas merayakan apa yang kita capai hari ini,” ungkapnya. 

Widya juga berbagi kisah perjalanan tesisnya. Ia secara terbuka mengakui adanya masa-masa sulit, di mana keraguan diri dan tekanan akademis menjadi tantangan sehari-hari.

“Selama mengerjakan tesis, saya sering meragukan kemampuan saya sendiri. Apakah saya benar-benar bisa menyelesaikannya? Kadang data tidak sesuai proposal, stres melanda, dan revisi rasanya tidak ada habisnya,” kenangnya.

Namun, ia menceritakan bahwa dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta teman-teman menjadi alasan yang membuatnya terus bertahan.

Menutup pidatonya, Widya memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai makna keberanian. Ia mengungkapkan bahwa keberanian bukan berarti hilangnya rasa takut, melainkan ketangguhan untuk terus maju meskipun rasa takut itu ada.

“Dari perjalanan ini saya belajar, kadang yang kita butuhkan hanyalah keberanian meskipun ada keraguan di dalam diri. Berani untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Kisah inspiratif Widya Amelia Putri ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Keberhasilannya meraih prestasi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI) membuktikan peran strategis perempuan dalam sains dan teknologi. Selain itu, latar belakang mahasiswanya yang lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan talenta digital yang adaptif terhadap perubahan zaman demi mendorong inovasi yang lebih inklusif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Raih IPK 4.00, Faisal Dharma Adhinata Jadi Wisudawan Terbaik dan Tercepat Program Doktor FMIPA UGM

Suasana bahagia dan penuh bangga menyelimuti Auditorium Herman Johannes Lantai 7, Gedung FMIPA UGM, pada hari Kamis, 23 April 2026. Dalam acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sosok Dr. Faisal Dharma Adhinata, S.Kom., M.Cs. mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik sekaligus tercepat dari program doktor.

Pencapaian Dr. Faisal tergolong luar biasa dengan raihan IPK sempurna 4.00. Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program doktor, ia membagikan perjalanan akademisnya yang sepenuhnya ditempuh di FMIPA UGM, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).

Dr. Faisal mengungkapkan bahwa keberhasilannya menuntaskan pendidikan di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada tidak lepas dari dukungan berbagai beasiswa.  Dimulai dari beasiswa Bidikmisi saat S1, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa LPDP dan BPI saat menempuh  jenjang pascasarjana.

“Saya merasa hari ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. Ia mengakui bahwa selama menempuh studi doktoral, terdapat banyak kesan dan tantangan yang mendewasakan dirinya sebagai seorang peneliti dan akademisi.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Faisal menitipkan pesan mendalam mengenai ketekunan dan sikap rendah hati. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses kecil dalam kehidupan.

“Jangan pernah menyerah pada titik kecil apa pun, karena titik-titik kecil ini jika dikumpulkan akan menjadi besar dan membantu kita mencapai tujuan yang ingin diraih bersama,” pesannya.

Ia juga mengajak rekan-rekan lulusan lainnya untuk tetap rendah hati dan terus belajar dari siapa pun, meski telah menyandang gelar akademik tertinggi. Menurutnya, gelar yang diraih hari ini adalah sebuah amanah besar untuk terus berkarya, menjadi inspirasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.

Pencapaian ini turut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan akademis, tetapi juga menjadi dorongan bagi terciptanya inovasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi masa depan Indonesia yang lebih maju.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas MIPA UGM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.

Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.

“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.

Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.

 

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.

“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat. 

   

Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa FMIPA UGM

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D.  resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Pengetahuan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 9 April 2026 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edi menyampaikan pidato berjudul Data Berkualitas, AI Berdaya: Pentingnya Pendekatan Data-Centric dalam Penerapan Kecerdasan Buatan di Dunia Nyata.”

Dalam pidatonya, Prof. Edi menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin mengaburkan batas antara imajinasi dan realitas. Kemajuan ini ditopang oleh perkembangan algoritma machine learning dan arsitektur deep learning yang mampu menghasilkan lonjakan performa signifikan, khususnya dalam lingkungan laboratorium.

“Seringkali, kita dihadapkan pada kenyataan yang kontradiktif, yaitu sistem yang dianggap cerdas ini kerap kali rapuh dan gagal memberikan keandalan saat dioperasikan di dunia nyata yang komplek dan dinamis,” ujar Prof. Edi

Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Edi Winarno mendorong pergeseran menuju paradigma data-centric AI, yakni pendekatan yang menempatkan kualitas data sebagai fondasi utama dalam membangun sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa data yang bersih, representatif, dan relevan menjadi kunci untuk menghasilkan AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga andal dalam implementasi nyata.

Pengukuhan ini turut menjadi momen istimewa karena dilaksanakan bersama sang istri, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, yang juga dikukuhkan sebagai Guru Besar. Momentum tersebut mencerminkan kontribusi akademik pasangan ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan FMIPA UGM.

Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan riset yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta.

Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya.

Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani.

Penulis: Fajar Adi Kusumo
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn

Read More

Dikukuhkan Bersama, Prof. Tutik dan Prof. Edi Berbagi Cerita soal Konsistensi, Komunikasi, dan Saling Mendukung

Suasana khidmat sekaligus hangat mewarnai prosesi pengukuhan dua guru besar dari Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Dalam kesempatan tersebut, sepasang kekasih yaitu Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dari Departemen Kimia dan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika dikukuhkan bersama pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Usai acara, Prof. Tutik membagikan pandangan sederhana tentang kunci dari perjalanan tersebut. “Kalau mau ada hasil, ya harus tekun,” ujarnya. 

Ia menyampaikan bahwa hasil tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang dijalani dengan kesungguhan. “Ketika kita benar-benar menekuni bidang yang kita suka, pasti hasil itu akan mengikuti,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Edi juga turut memberikan gambaran tentang sosok Prof. Tutik dari sudut pandangnya. Ia menyebut bahwa ketekunan tersebut memang sudah terlihat sejak lama. “Beliau itu orangnya rajin, rajin sekali” ungkapnya singkat.

Di balik capaian akademik ini, keduanya juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang paling penting kuncinya adalah komunikasi yang baik dan saling mendukung,” kata Prof. Tutik. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci agar keduanya bisa tetap berjalan beriringan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Tentu saja, selain mencerminkan keberhasilan di bidang akademik, hal ini juga menunjukkan bahwa dengan ketekunan, kesungguhan, dan dukungan satu sama lain, dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam menempuh perjalanan panjang menuju puncak karier.

Secara keseluruhan, pengukuhan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kiprah akademik yang ditunjukkan oleh Prof. Tutik dan Prof. Edi mencerminkan peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui ketekunan dan dedikasi di bidang masing-masing, keduanya turut berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Kitasato University Japan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima kunjungan delegasi dari Kitasato University dalam rangka penjajakan kerja sama akademik dan riset internasional pada Senin, 23 Februari 2026. Delegasi dipimpin oleh Prof. Yasubumi Sakakibara yang hadir mewakili Prof. Oka Kotaro, Dean of the Graduate School of Frontier Engineering Kitasato University.

“Kerja sama yang direncanakan mencakup program double degree, joint supervision, serta joint research. Kolaborasi ini diharapkan dapat dimulai dari jenjang Sarjana (S1) hingga Doktor (S3),” ujar Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana M.Si dalam sesi wawancara.

Dalam agenda tersebut, Prof. Yasubumi Sakakibara menyoroti sejumlah irisan keilmuan yang dinilai relevan untuk dikembangkan bersama. Wakil Dekan FMIPA, Prof. Roto, dalam presentasinya juga menegaskan bahwa FMIPA merupakan core cluster untuk sains dasar dan komputasi. Menurutnya, penguatan fondasi sains dan ilmu komputasi menjadi kunci dalam mendorong riset kolaboratif yang berdaya saing global.

Kolaborasi antara FMIPA dan Kitasato University ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan pendidikan tinggi melalui program double degree dan joint supervision mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara kolaborasi riset di bidang sains, komputasi, dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kemitraan internasional yang dibangun kedua institusi mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yakni memperkuat kerja sama global untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

Berani Menyelesaikan yang Dimulai: Kisah Inspiratif Widya Amelia Putri, Lulusan Terbaik dan Termuda dengan IPK 4.00 Program Magister FMIPA UGM

Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Salah satu capaian membanggakan datang dari Widya Amelia Putri, S.Stat., M.C.S.(AI)., wisudawati program magister yang berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik sekaligus termuda pada jenjang magister dengan raihan IPK sempurna 4,00.

Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program  magister, Widya menyoroti keunikan rekan-rejak sejawatnya, khususnya di program studi Magister Kecerdasan Artifisial (AI). Ia mengungkapkan bahwa bidang teknologi mutakhir ini ternyata tidak hanya ditekuni oleh lulusan Ilmu Komputer, tetapi juga oleh para akademisi dengan latar belakang yang sangat beragam.

“Sungguh unik melihat rekan-rekan di prodi Kecerdasan Artifisial. Ada yang berasal dari Fisika, Biomedis, Geofisika, bahkan Keperawatan,” ujar Widya. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada para wisudawan yang berani keluar dari zona nyaman untuk mendalami ilmu komputer demi menyelesaikan studi mereka.

Menurutnya, kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan disiplin ilmu baru adalah sebuah pencapaian besar yang patut dirayakan. “Kita semua pantas merayakan apa yang kita capai hari ini,” ungkapnya. 

Widya juga berbagi kisah perjalanan tesisnya. Ia secara terbuka mengakui adanya masa-masa sulit, di mana keraguan diri dan tekanan akademis menjadi tantangan sehari-hari.

“Selama mengerjakan tesis, saya sering meragukan kemampuan saya sendiri. Apakah saya benar-benar bisa menyelesaikannya? Kadang data tidak sesuai proposal, stres melanda, dan revisi rasanya tidak ada habisnya,” kenangnya.

Namun, ia menceritakan bahwa dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta teman-teman menjadi alasan yang membuatnya terus bertahan.

Menutup pidatonya, Widya memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai makna keberanian. Ia mengungkapkan bahwa keberanian bukan berarti hilangnya rasa takut, melainkan ketangguhan untuk terus maju meskipun rasa takut itu ada.

“Dari perjalanan ini saya belajar, kadang yang kita butuhkan hanyalah keberanian meskipun ada keraguan di dalam diri. Berani untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Kisah inspiratif Widya Amelia Putri ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Keberhasilannya meraih prestasi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI) membuktikan peran strategis perempuan dalam sains dan teknologi. Selain itu, latar belakang mahasiswanya yang lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan talenta digital yang adaptif terhadap perubahan zaman demi mendorong inovasi yang lebih inklusif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Raih IPK 4.00, Faisal Dharma Adhinata Jadi Wisudawan Terbaik dan Tercepat Program Doktor FMIPA UGM

Suasana bahagia dan penuh bangga menyelimuti Auditorium Herman Johannes Lantai 7, Gedung FMIPA UGM, pada hari Kamis, 23 April 2026. Dalam acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sosok Dr. Faisal Dharma Adhinata, S.Kom., M.Cs. mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik sekaligus tercepat dari program doktor.

Pencapaian Dr. Faisal tergolong luar biasa dengan raihan IPK sempurna 4.00. Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program doktor, ia membagikan perjalanan akademisnya yang sepenuhnya ditempuh di FMIPA UGM, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).

Dr. Faisal mengungkapkan bahwa keberhasilannya menuntaskan pendidikan di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada tidak lepas dari dukungan berbagai beasiswa.  Dimulai dari beasiswa Bidikmisi saat S1, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa LPDP dan BPI saat menempuh  jenjang pascasarjana.

“Saya merasa hari ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. Ia mengakui bahwa selama menempuh studi doktoral, terdapat banyak kesan dan tantangan yang mendewasakan dirinya sebagai seorang peneliti dan akademisi.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Faisal menitipkan pesan mendalam mengenai ketekunan dan sikap rendah hati. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses kecil dalam kehidupan.

“Jangan pernah menyerah pada titik kecil apa pun, karena titik-titik kecil ini jika dikumpulkan akan menjadi besar dan membantu kita mencapai tujuan yang ingin diraih bersama,” pesannya.

Ia juga mengajak rekan-rekan lulusan lainnya untuk tetap rendah hati dan terus belajar dari siapa pun, meski telah menyandang gelar akademik tertinggi. Menurutnya, gelar yang diraih hari ini adalah sebuah amanah besar untuk terus berkarya, menjadi inspirasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.

Pencapaian ini turut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan akademis, tetapi juga menjadi dorongan bagi terciptanya inovasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi masa depan Indonesia yang lebih maju.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas MIPA UGM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.

Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.

“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.

Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.

 

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.

“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat. 

   

Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa FMIPA UGM

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D.  resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Pengetahuan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 9 April 2026 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edi menyampaikan pidato berjudul Data Berkualitas, AI Berdaya: Pentingnya Pendekatan Data-Centric dalam Penerapan Kecerdasan Buatan di Dunia Nyata.”

Dalam pidatonya, Prof. Edi menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin mengaburkan batas antara imajinasi dan realitas. Kemajuan ini ditopang oleh perkembangan algoritma machine learning dan arsitektur deep learning yang mampu menghasilkan lonjakan performa signifikan, khususnya dalam lingkungan laboratorium.

“Seringkali, kita dihadapkan pada kenyataan yang kontradiktif, yaitu sistem yang dianggap cerdas ini kerap kali rapuh dan gagal memberikan keandalan saat dioperasikan di dunia nyata yang komplek dan dinamis,” ujar Prof. Edi

Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Edi Winarno mendorong pergeseran menuju paradigma data-centric AI, yakni pendekatan yang menempatkan kualitas data sebagai fondasi utama dalam membangun sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa data yang bersih, representatif, dan relevan menjadi kunci untuk menghasilkan AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga andal dalam implementasi nyata.

Pengukuhan ini turut menjadi momen istimewa karena dilaksanakan bersama sang istri, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, yang juga dikukuhkan sebagai Guru Besar. Momentum tersebut mencerminkan kontribusi akademik pasangan ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan FMIPA UGM.

Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan riset yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta.

Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya.

Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani.

Penulis: Fajar Adi Kusumo
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn

Read More

Dikukuhkan Bersama, Prof. Tutik dan Prof. Edi Berbagi Cerita soal Konsistensi, Komunikasi, dan Saling Mendukung

Suasana khidmat sekaligus hangat mewarnai prosesi pengukuhan dua guru besar dari Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Dalam kesempatan tersebut, sepasang kekasih yaitu Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dari Departemen Kimia dan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika dikukuhkan bersama pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Usai acara, Prof. Tutik membagikan pandangan sederhana tentang kunci dari perjalanan tersebut. “Kalau mau ada hasil, ya harus tekun,” ujarnya. 

Ia menyampaikan bahwa hasil tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang dijalani dengan kesungguhan. “Ketika kita benar-benar menekuni bidang yang kita suka, pasti hasil itu akan mengikuti,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Edi juga turut memberikan gambaran tentang sosok Prof. Tutik dari sudut pandangnya. Ia menyebut bahwa ketekunan tersebut memang sudah terlihat sejak lama. “Beliau itu orangnya rajin, rajin sekali” ungkapnya singkat.

Di balik capaian akademik ini, keduanya juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang paling penting kuncinya adalah komunikasi yang baik dan saling mendukung,” kata Prof. Tutik. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci agar keduanya bisa tetap berjalan beriringan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Tentu saja, selain mencerminkan keberhasilan di bidang akademik, hal ini juga menunjukkan bahwa dengan ketekunan, kesungguhan, dan dukungan satu sama lain, dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam menempuh perjalanan panjang menuju puncak karier.

Secara keseluruhan, pengukuhan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kiprah akademik yang ditunjukkan oleh Prof. Tutik dan Prof. Edi mencerminkan peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui ketekunan dan dedikasi di bidang masing-masing, keduanya turut berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Kitasato University Japan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menerima kunjungan delegasi dari Kitasato University dalam rangka penjajakan kerja sama akademik dan riset internasional pada Senin, 23 Februari 2026. Delegasi dipimpin oleh Prof. Yasubumi Sakakibara yang hadir mewakili Prof. Oka Kotaro, Dean of the Graduate School of Frontier Engineering Kitasato University.

“Kerja sama yang direncanakan mencakup program double degree, joint supervision, serta joint research. Kolaborasi ini diharapkan dapat dimulai dari jenjang Sarjana (S1) hingga Doktor (S3),” ujar Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana M.Si dalam sesi wawancara.

Dalam agenda tersebut, Prof. Yasubumi Sakakibara menyoroti sejumlah irisan keilmuan yang dinilai relevan untuk dikembangkan bersama. Wakil Dekan FMIPA, Prof. Roto, dalam presentasinya juga menegaskan bahwa FMIPA merupakan core cluster untuk sains dasar dan komputasi. Menurutnya, penguatan fondasi sains dan ilmu komputasi menjadi kunci dalam mendorong riset kolaboratif yang berdaya saing global.

Kolaborasi antara FMIPA dan Kitasato University ini juga sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penguatan pendidikan tinggi melalui program double degree dan joint supervision mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), sementara kolaborasi riset di bidang sains, komputasi, dan inovasi berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, kemitraan internasional yang dibangun kedua institusi mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yakni memperkuat kerja sama global untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More
Translate