Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Pendidikan

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More

FMIPA UGM Gelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ajak Orang Tua Bersinergi Siapkan Generasi Unggul dan Berdampak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pertemuan bersama orang tua mahasiswa baru di Auditorium Herman Johannes UGM, Senin (3/8), sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan sistem pendidikan, tata kelola fakultas, serta arah pengembangan FMIPA UGM kepada para orang tua. Selain dihadiri jajaran pimpinan fakultas, acara juga melibatkan perwakilan dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan kampus. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Prof. Kuwat turut menyoroti perkembangan menuju Society 5.0 yang menuntut lulusan agar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta keterampilan bekerja sama lintas disiplin.

“Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta berani mengambil peluang untuk terus berkembang,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, FMIPA UGM terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah kerja sama mutakhir yang telah terjalin antara lain pengembangan kecerdasan buatan bersama NVIDIA, kolaborasi dengan Google dan Kementerian Kesehatan dalam pengembangan teknologi penanganan tuberkulosis, serta kemitraan dengan berbagai institusi di Taiwan di bidang semikonduktor dan energi yang turut membuka peluang beasiswa serta penempatan kerja bagi lulusan. Melalui berbagai kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti riset kolaboratif, magang industri, sertifikasi kompetensi, proyek bersama mitra, hingga berbagai program internasional.

“Kami berharap orang tua memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengambil berbagai peluang tersebut. Pengalaman di luar kelas akan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan karakter mereka,” kata Prof. Kuwat.

Selain menekankan pentingnya pengalaman akademik dan profesional, Prof. Kuwat menyampaikan bahwa FMIPA UGM berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan dosen pembimbing akademik, pengembangan kompetensi, kolaborasi internasional, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal studi, serta termasuk pemanfaatan fasilitas Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang menyediakan berbagai even pengembangan keoemimpinan dll. Ia juga menegaskan bahwa hasil riset FMIPA diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi dan inovasi. 

Prof. Kuwat turut mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya selama menjalani masa transisi ke dunia perkuliahan. Menurutnya, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan mahasiswa dan mendorong mereka aktif mengikuti organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai program pengembangan diri.

“Orang tua tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga menjadi pendengar, pembimbing, dan penyemangat bagi putra-putrinya,” pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Kuwat menegaskan komitmen FMIPA UGM dalam mencetak leaders of tomorrow, yakni lulusan yang siap menjadi ilmuwan, peneliti, profesional industri, technopreneur, maupun inovator yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Selain sambutan Dekan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan mengenai tata kelola akademik dan keuangan fakultas serta sesi pengenalan dari masing-masing departemen. Melalui pertemuan ini, FMIPA UGM berharap terjalin komunikasi yang erat dengan orang tua sebagai mitra dalam mendampingi mahasiswa meraih keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Kegiatan pertemuan orang tua mahasiswa baru ini mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berpusat pada pengembangan potensi mahasiswa. Upaya memperluas kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan institusi internasional juga berkontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kemitraan strategis yang membuka peluang pembelajaran, penelitian, magang, dan pengembangan karier bagi mahasiswa. Sinergi antara kampus, orang tua, dan berbagai mitra diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Yudi Darma Hadiri International Workshop for Educators FMIPA UGM, Tekankan Pentingnya Literasi Sains dan Teknologi dalam Mempersiapkan Talenta Unggul Masa Depan

“Kepercayaan masyarakat kepada saintis yang sangat tinggi merupakan modal yang sangat baik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kepercayaan itu diikuti dengan keterlibatan masyarakat terhadap sains. Maka literasi sains dan teknologi saat ini menjadi penting karena kemampuan memahami dan menggunakan ilmu sains akan menentukan kualitas keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, saat menyampaikan materi dalam International Workshop for Educators FMIPA UGM, Kamis (30/7) di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM. 

Menurut Prof. Yudi, penguatan literasi sains dan teknologi perlu dibudayakan di sekolah-sekolah. Ia menilai bahwa para pelajar, khususnya generasi muda, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan potensi yang perlu diarahkan melalui ekosistem pendidikan yang mendukung. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam menumbuhkan talenta-talenta unggul di bidang sains dan teknologi.

Prof. Yudi mengapresiasi penyelenggaraan International Workshop for Educators FMIPA UGM ini karena turut berperan dalam menjembatani serta memperkuat kolaborasi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sains dan teknologi melalui penguatan literasi sains sekaligus memperluas jejaring antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Workshop ini merupakan wadah yang strategis untuk mempertemukan sekolah dengan perguruan tinggi. Melalui forum seperti ini, kita dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam sains dan teknologi serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Prof. Yudi.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi guru dan siswa untuk mengenal dunia riset secara langsung, berinteraksi dengan para peneliti, serta memanfaatkan fasilitas dan ekosistem penelitian di perguruan tinggi. Dengan pengalaman tersebut, diharapkan semakin banyak talenta muda yang terdorong mengembangkan rasa ingin tahu menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah inisiatif yang dapat dimanfaatkan sekolah, di antaranya program SEMESTA Kemdiktisaintek, yang menghubungkan siswa sekolah menengah dengan akademisi di kampus, serta berbagai kegiatan penguatan literasi sains yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan pusat-pusat studi di FMIPA UGM. Program-program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat riset sejak dini sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang studi dan karier di bidang sains dan teknologi.

Secara keseluruhan, kegiatan International Workshop for Educators ini sejalan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan sains dan peningkatan kapasitas pendidik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah menengah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap pendidikan sains yang berkualitas, memperkuat ekosistem riset sejak jenjang sekolah, dan menumbuhkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen, Perkuat Inovasi dalam Pembelajaran

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mengadakan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM. Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara hybrid pada 20 Juli 2026, di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM. Peserta kegiatan merupakan dosen dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Kegiatan workshop dibuka oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan melalui workshop ini, para dosen mendapatkan kesempatan untuk belajar belajar dan saling memberi masukan, sehingga lulusan dan mahasiswa di FMIPA UGM dapat lebih baik lagi untuk kedepannya.

Kegiatan Workshop diisi dengan sesi materi yang disampaikan oleh beberapa pembicara. Sesi materi pertama dengan topik berjudul “Perkembangan AI dan Pemanfaatannya dalam Proses Pembelajaran dan Asesmen” oleh Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc. Sesi materi kedua dengan topik berjudul “Project Based Learning (PBL) dan Asesmennya” oleh Ir. Basuki Rachmatul Alam, M.Sc., Ph.D. Serta sesi materi ketiga dengan topik berjudul “Case Based Learning (CBL) dan Metode Pembelajaran” oleh dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph. D.

Kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM turut mendukung berjalannya Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui perkembangan sistem belajar mengajar, yang dapat diaplikasikan oleh bapak ibu dosen untuk perkuliahan yang akan datang nanti, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dan lulusan FMIPA UGM.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Rangkaian Kegiatan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Mulai dari Sesi Materi hingga Presentasi Peserta

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menggelar rangkaian kegiatan Summer School 2026 secara tatap muka di Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada 20 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yaitu akademisi dari berbagai universitas di Asia dan diikuti oleh peserta dari beragam perguruan tinggi.

Sesi materi pertama dimulai oleh Dr. Amir Hamzah bin Abd Ghafar dari Universiti Putra Malaysia, yang memiliki spesialisasi dalam bidang matematika terapan dan mathematical cryptography, memberikan materi pembuka. Dilanjutkan dengan sesi materi kedua oleh Prof. Kim Jai Hoon dari Ajou University, Korea Selatan, spesialisasi dalam bidang distributed systems, mobile computing, blockchain, dan cybersecurity-related computing technologies. Serta sesi materi ketiga oleh Dr. Zhu Tianming dari Nanyang Technological University, Singapura, spesialisasi dalam bidang statistical inference dengan fokus utama pada high-dimensional data  dan multivariate functional data.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta Summer School 2026 mempresentasikan penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta. Presentasi dilakukan secara bergantian sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang diperoleh dari setiap sesi pembelajaran.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyampaian materi oleh pembicara kelas internasional sehingga meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan. Serta nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat hubungan serta kolaborasi antara FMIPA UGM dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan 250 Sekolah Mitra untuk Perkuat Pendidikan dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bersama 250 sekolah mitra dari berbagai daerah di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (30/7). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi penandatanganan diawali dengan penandatanganan simbolis yang diwakili oleh lima sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu SMA Taruna Nusantara IKN, MAN 1 Kuantan Singingi Riau, serta tiga sekolah mitra lainnya yang mewakili wilayah Maluku, Jakarta, dan daerah lainnya di Nusantara.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga meliputi pelaksanaan program imersi, pengenalan program studi di lingkungan FMIPA UGM beserta prospek kebutuhan industri, Program International Undergraduate Program (IUP), serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru.

Salah satu perwakilan sekolah mitra, Sinta dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan FMIPA UGM telah memberikan dampak positif bagi sekolahnya.

“Ini sudah tahun kedua kami mengikuti kegiatan kerja sama dengan FMIPA UGM. Dulu ada penawaran dan kami merasa tertarik. Tahun pertama mencoba kerja sama dan akhirnya ada satu siswa kami yang diterima di UGM. Melihat antusiasme siswa-siswa kami, maka kami kembali memperpanjang kerja sama ini. Harapannya, semakin banyak siswa yang tertarik dan berhasil melanjutkan studi di FMIPA UGM,” tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, FMIPA UGM juga memberikan prioritas kepada calon mahasiswa yang berasal dari sekolah mitra untuk mengikuti seleksi Program International Undergraduate Program (IUP). Sekolah mitra akan merekomendasikan siswa-siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru pada berbagai program IUP di FMIPA UGM, meliputi IUP Ilmu Komputer (Computer Science), Elektronika dan Instrumentasi (Electronics and Instrumentation), Kimia (Chemistry), Matematika Industri (Industrial Mathematics), Statistika dan Sains Data (Statistics and Data Science), serta Fisika Industri (Industrial Physics).

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, FMIPA UGM juga berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas guru. Program tersebut akan diprioritaskan bagi guru-guru yang berasal dari sekolah mitra sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.

Melalui kolaborasi ini, FMIPA UGM berharap hubungan yang terjalin dengan sekolah-sekolah mitra dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan kerja sama ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara FMIPA UGM dan ratusan sekolah mitra juga mencerminkan implementasi SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yaitu membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More

FMIPA UGM Gelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ajak Orang Tua Bersinergi Siapkan Generasi Unggul dan Berdampak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pertemuan bersama orang tua mahasiswa baru di Auditorium Herman Johannes UGM, Senin (3/8), sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan sistem pendidikan, tata kelola fakultas, serta arah pengembangan FMIPA UGM kepada para orang tua. Selain dihadiri jajaran pimpinan fakultas, acara juga melibatkan perwakilan dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan kampus. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Prof. Kuwat turut menyoroti perkembangan menuju Society 5.0 yang menuntut lulusan agar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta keterampilan bekerja sama lintas disiplin.

“Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta berani mengambil peluang untuk terus berkembang,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, FMIPA UGM terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah kerja sama mutakhir yang telah terjalin antara lain pengembangan kecerdasan buatan bersama NVIDIA, kolaborasi dengan Google dan Kementerian Kesehatan dalam pengembangan teknologi penanganan tuberkulosis, serta kemitraan dengan berbagai institusi di Taiwan di bidang semikonduktor dan energi yang turut membuka peluang beasiswa serta penempatan kerja bagi lulusan. Melalui berbagai kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti riset kolaboratif, magang industri, sertifikasi kompetensi, proyek bersama mitra, hingga berbagai program internasional.

“Kami berharap orang tua memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengambil berbagai peluang tersebut. Pengalaman di luar kelas akan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan karakter mereka,” kata Prof. Kuwat.

Selain menekankan pentingnya pengalaman akademik dan profesional, Prof. Kuwat menyampaikan bahwa FMIPA UGM berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan dosen pembimbing akademik, pengembangan kompetensi, kolaborasi internasional, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal studi, serta termasuk pemanfaatan fasilitas Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang menyediakan berbagai even pengembangan keoemimpinan dll. Ia juga menegaskan bahwa hasil riset FMIPA diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi dan inovasi. 

Prof. Kuwat turut mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya selama menjalani masa transisi ke dunia perkuliahan. Menurutnya, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan mahasiswa dan mendorong mereka aktif mengikuti organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai program pengembangan diri.

“Orang tua tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga menjadi pendengar, pembimbing, dan penyemangat bagi putra-putrinya,” pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Kuwat menegaskan komitmen FMIPA UGM dalam mencetak leaders of tomorrow, yakni lulusan yang siap menjadi ilmuwan, peneliti, profesional industri, technopreneur, maupun inovator yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Selain sambutan Dekan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan mengenai tata kelola akademik dan keuangan fakultas serta sesi pengenalan dari masing-masing departemen. Melalui pertemuan ini, FMIPA UGM berharap terjalin komunikasi yang erat dengan orang tua sebagai mitra dalam mendampingi mahasiswa meraih keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Kegiatan pertemuan orang tua mahasiswa baru ini mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berpusat pada pengembangan potensi mahasiswa. Upaya memperluas kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan institusi internasional juga berkontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kemitraan strategis yang membuka peluang pembelajaran, penelitian, magang, dan pengembangan karier bagi mahasiswa. Sinergi antara kampus, orang tua, dan berbagai mitra diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Yudi Darma Hadiri International Workshop for Educators FMIPA UGM, Tekankan Pentingnya Literasi Sains dan Teknologi dalam Mempersiapkan Talenta Unggul Masa Depan

“Kepercayaan masyarakat kepada saintis yang sangat tinggi merupakan modal yang sangat baik. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kepercayaan itu diikuti dengan keterlibatan masyarakat terhadap sains. Maka literasi sains dan teknologi saat ini menjadi penting karena kemampuan memahami dan menggunakan ilmu sains akan menentukan kualitas keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, M.Si., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, saat menyampaikan materi dalam International Workshop for Educators FMIPA UGM, Kamis (30/7) di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM. 

Menurut Prof. Yudi, penguatan literasi sains dan teknologi perlu dibudayakan di sekolah-sekolah. Ia menilai bahwa para pelajar, khususnya generasi muda, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, semangat belajar yang besar, dan potensi yang perlu diarahkan melalui ekosistem pendidikan yang mendukung. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam menumbuhkan talenta-talenta unggul di bidang sains dan teknologi.

Prof. Yudi mengapresiasi penyelenggaraan International Workshop for Educators FMIPA UGM ini karena turut berperan dalam menjembatani serta memperkuat kolaborasi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sains dan teknologi melalui penguatan literasi sains sekaligus memperluas jejaring antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi.

Workshop ini merupakan wadah yang strategis untuk mempertemukan sekolah dengan perguruan tinggi. Melalui forum seperti ini, kita dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam sains dan teknologi serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Prof. Yudi.

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi guru dan siswa untuk mengenal dunia riset secara langsung, berinteraksi dengan para peneliti, serta memanfaatkan fasilitas dan ekosistem penelitian di perguruan tinggi. Dengan pengalaman tersebut, diharapkan semakin banyak talenta muda yang terdorong mengembangkan rasa ingin tahu menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah inisiatif yang dapat dimanfaatkan sekolah, di antaranya program SEMESTA Kemdiktisaintek, yang menghubungkan siswa sekolah menengah dengan akademisi di kampus, serta berbagai kegiatan penguatan literasi sains yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan pusat-pusat studi di FMIPA UGM. Program-program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat riset sejak dini sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang studi dan karier di bidang sains dan teknologi.

Secara keseluruhan, kegiatan International Workshop for Educators ini sejalan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan sains dan peningkatan kapasitas pendidik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah menengah, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap pendidikan sains yang berkualitas, memperkuat ekosistem riset sejak jenjang sekolah, dan menumbuhkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen, Perkuat Inovasi dalam Pembelajaran

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mengadakan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM. Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara hybrid pada 20 Juli 2026, di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM. Peserta kegiatan merupakan dosen dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Kegiatan workshop dibuka oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan melalui workshop ini, para dosen mendapatkan kesempatan untuk belajar belajar dan saling memberi masukan, sehingga lulusan dan mahasiswa di FMIPA UGM dapat lebih baik lagi untuk kedepannya.

Kegiatan Workshop diisi dengan sesi materi yang disampaikan oleh beberapa pembicara. Sesi materi pertama dengan topik berjudul “Perkembangan AI dan Pemanfaatannya dalam Proses Pembelajaran dan Asesmen” oleh Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc. Sesi materi kedua dengan topik berjudul “Project Based Learning (PBL) dan Asesmennya” oleh Ir. Basuki Rachmatul Alam, M.Sc., Ph.D. Serta sesi materi ketiga dengan topik berjudul “Case Based Learning (CBL) dan Metode Pembelajaran” oleh dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph. D.

Kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM turut mendukung berjalannya Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui perkembangan sistem belajar mengajar, yang dapat diaplikasikan oleh bapak ibu dosen untuk perkuliahan yang akan datang nanti, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dan lulusan FMIPA UGM.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Rangkaian Kegiatan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Mulai dari Sesi Materi hingga Presentasi Peserta

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menggelar rangkaian kegiatan Summer School 2026 secara tatap muka di Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada 20 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yaitu akademisi dari berbagai universitas di Asia dan diikuti oleh peserta dari beragam perguruan tinggi.

Sesi materi pertama dimulai oleh Dr. Amir Hamzah bin Abd Ghafar dari Universiti Putra Malaysia, yang memiliki spesialisasi dalam bidang matematika terapan dan mathematical cryptography, memberikan materi pembuka. Dilanjutkan dengan sesi materi kedua oleh Prof. Kim Jai Hoon dari Ajou University, Korea Selatan, spesialisasi dalam bidang distributed systems, mobile computing, blockchain, dan cybersecurity-related computing technologies. Serta sesi materi ketiga oleh Dr. Zhu Tianming dari Nanyang Technological University, Singapura, spesialisasi dalam bidang statistical inference dengan fokus utama pada high-dimensional data  dan multivariate functional data.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta Summer School 2026 mempresentasikan penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta. Presentasi dilakukan secara bergantian sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang diperoleh dari setiap sesi pembelajaran.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyampaian materi oleh pembicara kelas internasional sehingga meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan. Serta nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat hubungan serta kolaborasi antara FMIPA UGM dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan 250 Sekolah Mitra untuk Perkuat Pendidikan dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bersama 250 sekolah mitra dari berbagai daerah di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (30/7). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi penandatanganan diawali dengan penandatanganan simbolis yang diwakili oleh lima sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu SMA Taruna Nusantara IKN, MAN 1 Kuantan Singingi Riau, serta tiga sekolah mitra lainnya yang mewakili wilayah Maluku, Jakarta, dan daerah lainnya di Nusantara.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga meliputi pelaksanaan program imersi, pengenalan program studi di lingkungan FMIPA UGM beserta prospek kebutuhan industri, Program International Undergraduate Program (IUP), serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru.

Salah satu perwakilan sekolah mitra, Sinta dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan FMIPA UGM telah memberikan dampak positif bagi sekolahnya.

“Ini sudah tahun kedua kami mengikuti kegiatan kerja sama dengan FMIPA UGM. Dulu ada penawaran dan kami merasa tertarik. Tahun pertama mencoba kerja sama dan akhirnya ada satu siswa kami yang diterima di UGM. Melihat antusiasme siswa-siswa kami, maka kami kembali memperpanjang kerja sama ini. Harapannya, semakin banyak siswa yang tertarik dan berhasil melanjutkan studi di FMIPA UGM,” tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, FMIPA UGM juga memberikan prioritas kepada calon mahasiswa yang berasal dari sekolah mitra untuk mengikuti seleksi Program International Undergraduate Program (IUP). Sekolah mitra akan merekomendasikan siswa-siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru pada berbagai program IUP di FMIPA UGM, meliputi IUP Ilmu Komputer (Computer Science), Elektronika dan Instrumentasi (Electronics and Instrumentation), Kimia (Chemistry), Matematika Industri (Industrial Mathematics), Statistika dan Sains Data (Statistics and Data Science), serta Fisika Industri (Industrial Physics).

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, FMIPA UGM juga berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas guru. Program tersebut akan diprioritaskan bagi guru-guru yang berasal dari sekolah mitra sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.

Melalui kolaborasi ini, FMIPA UGM berharap hubungan yang terjalin dengan sekolah-sekolah mitra dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan kerja sama ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara FMIPA UGM dan ratusan sekolah mitra juga mencerminkan implementasi SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yaitu membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate