Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Pendidikan

Mahasiswa Fisika UGM Raih Medali Perunggu pada International Student Competition (ISC) di Malaysia

Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Universiti Putra Malaysia (UPM), tim mahasiswa Fisika UGM berhasil meraih medali perunggu melalui karya inovatif di bidang teknologi.

Kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut diawali dengan tahap seleksi esai. Para finalis kemudian mempresentasikan gagasannya secara langsung melalui sesi presentasi dan pameran poster di Malaysia.

Pada kompetisi ini, tim yang beranggotakan Amalia Nurin Al Fath dan Meitha Eka Nurhasanah mengangkat gagasan pemanfaatan nanopartikel magnetik yang berasal dari limbah pertanian untuk mendukung teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Inovasi tersebut menawarkan pendekatan yang menggabungkan pengurangan emisi karbon dengan pemanfaatan limbah pertanian bernilai rendah menjadi material yang memiliki potensi aplikasi teknologi.

Amalia selaku ketua tim menjelaskan bahwa proses penyusunan esai dilakukan dengan mengikuti perkembangan riset terbaru yang relevan dengan topik yang diangkat. Setelah lolos ke tahap final, fokus persiapan beralih pada penyusunan materi presentasi yang lebih ringkas dan mudah dipahami, sekaligus menonjolkan aspek kebaruan dari gagasan yang ditawarkan.

“Untuk tahap esai, kami banyak mengikuti perkembangan riset terbaru yang berkaitan dengan topik ini. Sementara untuk presentasi, kami berusaha mem-breakdown poin-poin penting dan menjelaskan novelty dari gagasan kami dengan lebih jelas agar dapat dipahami oleh dewan juri,” ujar Amalia.

Di balik capaian tersebut, tim juga menghadapi sejumlah tantangan sebelum keberangkatan. Mulai dari kebutuhan pendanaan, pengurusan dokumen perjalanan, hingga perencanaan rute dan transportasi selama berada di Malaysia.

“Tantangan terbesar sebelum berangkat adalah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis perjalanan. Kami harus mengajukan pendanaan, mengurus paspor, serta mencari informasi mengenai rute dan transportasi yang akan digunakan selama di sana,” ungkapnya.

Selain tantangan teknis, pengalaman mengikuti kompetisi internasional juga memberikan pembelajaran tersendiri dalam beradaptasi di lingkungan baru.

“Karena ini pengalaman pertama saya ke luar negeri, saya justru lebih merasa excited daripada khawatir. Yang penting peka terhadap petunjuk dan informasi yang ada, serta tidak takut bertanya ketika tidak tahu,” katanya.

Terkait kemampuan berbahasa Inggris, Amalia mengaku masih terus belajar, terutama untuk kebutuhan presentasi formal di forum internasional.

“Saya masih terus belajar agar kemampuan bahasa Inggris saya semakin baik, khususnya untuk presentasi formal. Namun dalam percakapan sehari-hari, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling memahami dan menyampaikan pesan dengan baik,” ujarnya.

Amalia berharap pencapaian ini dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai kesempatan yang ada.

“Coba dulu. Pasti ada jalan ketika kita memiliki keyakinan bahwa kita bisa,” pesannya.

Topik yang diangkat dalam kompetisi ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dan SDG 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai material fungsional untuk teknologi penangkapan karbon, inovasi yang dikembangkan menunjukkan bagaimana riset sains dapat berkontribusi dalam mendorong inovasi berkelanjutan sekaligus mendukung upaya penanganan perubahan iklim.

Read More

Departemen Kimia UGM Gelar General Lecture tentang Biosensor Modern Bersama Prof. Hitoshi Mizuguchi dari Tokushima University

YOGYAKARTA – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan General Lecture bertajuk “Enzyme-Free Flow-Based Biosensors Using Catalyst-Decorated Track-Etched Membrane Electrodes” pada Rabu (3-6-2026) di Ruang 603, Lantai 6, Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Kimia UGM ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik peserta mengenai perkembangan terkini teknologi biosensor dan aplikasinya dalam bidang analisis kimia modern.

Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Hitoshi Mizuguchi, Ph.D. dari Tokushima University, Jepang, sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Prof. Suherman, Ph.D., dosen Departemen Kimia UGM. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan riset mutakhir di bidang biosensor berbasis aliran (flow-based biosensors) yang tidak memanfaatkan enzim sebagai elemen pengenal biologis, melainkan menggunakan elektroda membran berpori yang telah dimodifikasi dengan material katalitik. Dalam pemaparannya, Prof. Mizuguchi menjelaskan prinsip kerja biosensor bebas enzim yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan biosensor konvensional berbasis enzim, seperti stabilitas yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan. Beliau juga memaparkan bagaimana pemanfaatan catalyst-decorated track-etched membrane electrodes dapat meningkatkan sensitivitas dan selektivitas sistem sensor untuk berbagai kebutuhan analisis kimia dan biomedis. Selain membahas aspek fundamental dan desain perangkat biosensor, Prof. Mizuguchi turut menyoroti berbagai peluang pengembangan teknologi sensor modern yang mendukung pemantauan kualitas lingkungan, diagnosis kesehatan, keamanan pangan, serta berbagai aplikasi industri yang membutuhkan sistem analisis cepat dan akurat. Sesi kuliah berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab.

Kunjungan Prof. Mizuguchi ke Universitas Gadjah Mada tidak hanya dalam rangka memberikan kuliah tamu melalui kegiatan General Lecture. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga berpartisipasi sebagai penguji dan pembimbing bersama (joint supervisor) pada kegiatan Joint Supervision UGM 2026, khususnya dalam proses evaluasi penelitian mahasiswa Program Magister Kimia UGM atas nama Nur Afni Alvionita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik dan penelitian internasional antara Departemen Kimia UGM dan Tokushima University.

Melalui penyelenggaraan General Lecture dan kegiatan Joint Supervision UGM 2026, Departemen Kimia UGM terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui jejaring kerja sama internasional. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran akademik global, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan peneliti di tingkat internasional.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis riset internasional bagi mahasiswa. Selain itu, topik biosensor dan teknologi analitik modern yang dibahas turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi sensor yang inovatif dan aplikatif. Kolaborasi akademik internasional yang terjalin melalui program Joint Supervision UGM 2026 juga menjadi wujud penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan dan penelitian yang mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis : Andrew Avrillostya
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Fitria Nurazizah

Read More

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Mulawarman, Bahas Tata Kelola Akademik

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perwakilan Universitas Mulawarman (UNMUL) dalam rangka diskusi dan benchmarking terkait tata kelola akademik pada 4 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA, antara lain Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. , Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas MIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Sekretaris Dekan, serta perwakilan dari Departemen Fisika, Kimia, dan Matematika.

Prof. Drs. Roto turut mendorong penguatan kerja sama antar institusi melalui benchmarking yang berkelanjutan.“Bapak Ibu bisa benchmarking ke fakultas kami setiap tahun, silakan, tidak harus menunggu 5 tahun,” ujarnya.

Diskusi antara kedua institusi ini membahas berbagai hal terkait tata kelola akademik, diantaranya mengenai koordinasi perkuliahan dan sistem pelaporan praktikum. Salah satu perwakilan UNMUL menanyakan mekanisme koordinasi perkuliahan yang diterapkan di FMIPA UGM.

Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan sejak awal semester dan dilanjutkan dengan evaluasi berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga departemen. Program studi juga berperan aktif dalam mengomunikasikan mata kuliah paralel, serta melakukan evaluasi berbasis data melalui sistem TKS untuk mewadahi evaluasi tiap angkatan mahasiswa.

Selain itu, isu pelaporan praktikum juga menjadi perhatian dalam diskusi. Perwakilan dari Departemen Kimia, Nurul Hidayat, menyampaikan bahwa sistem pelaporan praktikum di Kimia UGM masih mempertahankan metode tulis tangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga nilai-nilai pembelajaran tertentu, meskipun mahasiswa saat ini telah didukung dengan kemudahan akses referensi melalui kecerdasan buatan dan pustaka daring. Ia juga menambahkan bahwa praktikum tidak hanya dilakukan di jenjang sarjana, tetapi juga di program magister (S2).

Melalui diskusi ini, kedua institusi diharapkan dapat saling memperkuat praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah dan Daffa

Read More

Kerja Sama FMIPA UGM dan NPO Volcano Jepang Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

Yogyakarta, 24 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan perwakilan NPO Volcano Jepang dalam rangka penguatan kerja sama edukasi mitigasi kebencanaan. Kegiatan ini dihadiri Dekan FMIPA Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Dr. Sudarmaji, S.Si., M.Si., serta jajaran Departemen Geofisika dan Fisika, termasuk Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr.rer.nat. Herlan Darmawan, S.Si., M.Sc.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Kuwat Triyana menekankan pentingnya kolaborasi sosial dalam isu kebencanaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah bermakna yang tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga menyentuh implementasi di lapangan.

“Kami membutuhkan kegiatan seperti ini, dan harapannya para staf juga dapat terlibat langsung dalam pengawalan di lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang telah terjalin cukup lama diharapkan semakin kuat ke depan.

Perwakilan NPO Volcano, Kenzie Nihori, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari percakapan sederhana sekitar satu dekade lalu. “Sepuluh tahun lalu hanya diskusi kasual bersama Pak Wiwit, tetapi kini benar-benar terwujud,” katanya.

Ia menilai perjalanan kolaborasi tersebut sebagai proses belajar bersama yang berkelanjutan. Nihori juga menyampaikan bahwa meskipun Jepang telah memiliki sistem mitigasi bencana yang maju, pemerintah setempat mendorong pembelajaran lintas negara. “Kami berharap dapat bertukar gagasan, masukan, dan budaya, sekaligus menjaga hubungan baik dengan FMIPA,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama, yang menjadi puncak acara. Setelah itu, sesi diskusi dipandu oleh Theodorus Permana membahas agenda lanjutan di Desa Dukun, Kabupaten Magelang. Program tersebut akan berfokus pada sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak dan guru, dengan pendekatan sederhana dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, tim berupaya menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus kompleks, melainkan dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Peserta didik yang terlibat nantinya akan mendapatkan pembelajaran sekaligus sertifikat sebagai duta mitigasi, dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini. Semangat ini selaras dengan moto UGM, “locally rooted, globally respected”.

Inisiatif kolaboratif ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4), kota dan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penanganan perubahan iklim (SDG 13), melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana secara inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech): Kuliah Umum Bersama M. Zamachsyari, Ketua Dewan Penasihat IIS

Yogyakarta—Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech)” pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di Auditorium Herman Yohanes lantai 7, acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini dihadiri mahasiswa S1 hingga S3 Departemen Matematika dengan mayoritas mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Aktuaria.

Kuliah umum ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan wawasan strategis mengenai perkembangan teknologi asuransi digital (insurtech), tantangan masa depan, serta peran aktuaris dalam inovasi dan pengelolaan risiko.

Sekretaris Program Studi Ilmu Aktuaria, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan rencana pengembangan kurikulum, termasuk penambahan mata kuliah asuransi syariah pada tahun mendatang. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan di luar teori kelas.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS) periode 2023–2026, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., memperkenalkan profil IIS, berbagai kegiatan, hingga program kerja sama yang telah dijalin dengan berbagai perguruan tinggi. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia akademik dan industri,” ujar Edi.

Sesi utama disampaikan oleh M. Zamachsyari, Direktur Operasional PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa sekaligus Ketua Dewan Penasihat IIS. Ia menekankan bahwa inti dari industri asuransi adalah manajemen risiko. “Bicara asuransi berarti bicara risiko,” tegasnya.

Dalam paparannya, Zamachsyari mengupas tuntas model bisnis asuransi konvensional versus syariah, pandangan fikih muamalah, hingga peran aktuaris dalam insurtech dan transformasi digital di level nasional. Ia menyoroti bahwa asuransi syariah (takaful) mengedepankan prinsip transparansi sejak awal. “Dalam asuransi syariah, mekanisme dan ketentuan terkait hak serta kewajiban peserta sudah jelas di muka,” jelas Zamachsyari.

Ia juga mendemonstrasikan platform SalingJaga dari Kitabisa sebagai contoh nyata implementasi insurtech. Platform tersebut berfungsi sebagai jaring pengaman sosial berbasis gotong royong dengan menggunakan akad tabarru’.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para mahasiswa antusias mendiskusikan berbagai hal, termasuk mencari solusi keuangan darurat tanpa unsur bunga (riba) melalui prinsip-prinsip asuransi syariah.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pemahaman teoretis, tetapi juga memiliki gambaran praktis mengenai industri asuransi syariah masa kini. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi calon aktuaris untuk bersiap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.

Kegiatan kuliah umum ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penguatan literasi aktuaria dan pemahaman insurtech, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri.

Kata kunci: Insurtech, Ilmu Aktuaria, Asuransi Syariah

Kontributor: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Iin Nauli Rahmawati
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Fisika UGM Raih Medali Perunggu pada International Student Competition (ISC) di Malaysia

Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dalam ajang International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Universiti Putra Malaysia (UPM), tim mahasiswa Fisika UGM berhasil meraih medali perunggu melalui karya inovatif di bidang teknologi.

Kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut diawali dengan tahap seleksi esai. Para finalis kemudian mempresentasikan gagasannya secara langsung melalui sesi presentasi dan pameran poster di Malaysia.

Pada kompetisi ini, tim yang beranggotakan Amalia Nurin Al Fath dan Meitha Eka Nurhasanah mengangkat gagasan pemanfaatan nanopartikel magnetik yang berasal dari limbah pertanian untuk mendukung teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Inovasi tersebut menawarkan pendekatan yang menggabungkan pengurangan emisi karbon dengan pemanfaatan limbah pertanian bernilai rendah menjadi material yang memiliki potensi aplikasi teknologi.

Amalia selaku ketua tim menjelaskan bahwa proses penyusunan esai dilakukan dengan mengikuti perkembangan riset terbaru yang relevan dengan topik yang diangkat. Setelah lolos ke tahap final, fokus persiapan beralih pada penyusunan materi presentasi yang lebih ringkas dan mudah dipahami, sekaligus menonjolkan aspek kebaruan dari gagasan yang ditawarkan.

“Untuk tahap esai, kami banyak mengikuti perkembangan riset terbaru yang berkaitan dengan topik ini. Sementara untuk presentasi, kami berusaha mem-breakdown poin-poin penting dan menjelaskan novelty dari gagasan kami dengan lebih jelas agar dapat dipahami oleh dewan juri,” ujar Amalia.

Di balik capaian tersebut, tim juga menghadapi sejumlah tantangan sebelum keberangkatan. Mulai dari kebutuhan pendanaan, pengurusan dokumen perjalanan, hingga perencanaan rute dan transportasi selama berada di Malaysia.

“Tantangan terbesar sebelum berangkat adalah mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis perjalanan. Kami harus mengajukan pendanaan, mengurus paspor, serta mencari informasi mengenai rute dan transportasi yang akan digunakan selama di sana,” ungkapnya.

Selain tantangan teknis, pengalaman mengikuti kompetisi internasional juga memberikan pembelajaran tersendiri dalam beradaptasi di lingkungan baru.

“Karena ini pengalaman pertama saya ke luar negeri, saya justru lebih merasa excited daripada khawatir. Yang penting peka terhadap petunjuk dan informasi yang ada, serta tidak takut bertanya ketika tidak tahu,” katanya.

Terkait kemampuan berbahasa Inggris, Amalia mengaku masih terus belajar, terutama untuk kebutuhan presentasi formal di forum internasional.

“Saya masih terus belajar agar kemampuan bahasa Inggris saya semakin baik, khususnya untuk presentasi formal. Namun dalam percakapan sehari-hari, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling memahami dan menyampaikan pesan dengan baik,” ujarnya.

Amalia berharap pencapaian ini dapat mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai kesempatan yang ada.

“Coba dulu. Pasti ada jalan ketika kita memiliki keyakinan bahwa kita bisa,” pesannya.

Topik yang diangkat dalam kompetisi ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dan SDG 13 yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Melalui pemanfaatan limbah pertanian sebagai material fungsional untuk teknologi penangkapan karbon, inovasi yang dikembangkan menunjukkan bagaimana riset sains dapat berkontribusi dalam mendorong inovasi berkelanjutan sekaligus mendukung upaya penanganan perubahan iklim.

Read More

Departemen Kimia UGM Gelar General Lecture tentang Biosensor Modern Bersama Prof. Hitoshi Mizuguchi dari Tokushima University

YOGYAKARTA – Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan General Lecture bertajuk “Enzyme-Free Flow-Based Biosensors Using Catalyst-Decorated Track-Etched Membrane Electrodes” pada Rabu (3-6-2026) di Ruang 603, Lantai 6, Gedung D FMIPA UGM. Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana dan Pascasarjana Kimia UGM ini bertujuan untuk memperluas wawasan akademik peserta mengenai perkembangan terkini teknologi biosensor dan aplikasinya dalam bidang analisis kimia modern.

Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Hitoshi Mizuguchi, Ph.D. dari Tokushima University, Jepang, sebagai pembicara utama. Acara dimoderatori oleh Prof. Suherman, Ph.D., dosen Departemen Kimia UGM. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari perkembangan riset mutakhir di bidang biosensor berbasis aliran (flow-based biosensors) yang tidak memanfaatkan enzim sebagai elemen pengenal biologis, melainkan menggunakan elektroda membran berpori yang telah dimodifikasi dengan material katalitik. Dalam pemaparannya, Prof. Mizuguchi menjelaskan prinsip kerja biosensor bebas enzim yang menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan biosensor konvensional berbasis enzim, seperti stabilitas yang lebih tinggi, biaya operasional yang lebih rendah, serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan. Beliau juga memaparkan bagaimana pemanfaatan catalyst-decorated track-etched membrane electrodes dapat meningkatkan sensitivitas dan selektivitas sistem sensor untuk berbagai kebutuhan analisis kimia dan biomedis. Selain membahas aspek fundamental dan desain perangkat biosensor, Prof. Mizuguchi turut menyoroti berbagai peluang pengembangan teknologi sensor modern yang mendukung pemantauan kualitas lingkungan, diagnosis kesehatan, keamanan pangan, serta berbagai aplikasi industri yang membutuhkan sistem analisis cepat dan akurat. Sesi kuliah berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang selama sesi tanya jawab.

Kunjungan Prof. Mizuguchi ke Universitas Gadjah Mada tidak hanya dalam rangka memberikan kuliah tamu melalui kegiatan General Lecture. Dalam kesempatan yang sama, beliau juga berpartisipasi sebagai penguji dan pembimbing bersama (joint supervisor) pada kegiatan Joint Supervision UGM 2026, khususnya dalam proses evaluasi penelitian mahasiswa Program Magister Kimia UGM atas nama Nur Afni Alvionita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi akademik dan penelitian internasional antara Departemen Kimia UGM dan Tokushima University.

Melalui penyelenggaraan General Lecture dan kegiatan Joint Supervision UGM 2026, Departemen Kimia UGM terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian melalui jejaring kerja sama internasional. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran akademik global, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan peneliti di tingkat internasional.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis riset internasional bagi mahasiswa. Selain itu, topik biosensor dan teknologi analitik modern yang dibahas turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi sensor yang inovatif dan aplikatif. Kolaborasi akademik internasional yang terjalin melalui program Joint Supervision UGM 2026 juga menjadi wujud penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan dan penelitian yang mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Penulis : Andrew Avrillostya
Editor : Mokhammad Fajar Pradipta
Fotografer : Fitria Nurazizah

Read More

ELSA Goes to Campus UGM: Membangun Kepemimpinan dan Talenta Masa Depan untuk Dampak Berkelanjutan

Yogyakarta, 4 Juni 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta unggul melalui penyelenggaraan ELSA (Elnusa Leader Sharing & Action) Goes to Campus Universitas Gadjah Mada bertema “Energizing Acceleration for Future Impact”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes Lantai 7 FMIPA UGM ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Geofisika FMIPA UGM dengan PT Elnusa Tbk dalam menghadirkan wawasan kepemimpinan, pengembangan karier, serta transformasi industri energi kepada mahasiswa dan sivitas akademika.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dan PT Elnusa Tbk sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo. Melalui kemitraan ini, kedua institusi berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa, peningkatan kapasitas talenta muda, serta penguatan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Dalam sambutannya, Prof. Suherman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT Elnusa Tbk untuk menjalin kerja sama dengan UGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka ruang implementasi keilmuan yang lebih luas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kita meyakini hari ini tidak hanya seremoni MoU, tetapi akan segera ditindaklanjuti dengan realisasi kerja sama yang lebih konkret. Cita-cita UGM ketika membangun kolaborasi ialah tidak berhenti di MoU saja,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini berpotensi membuka berbagai peluang strategis, mulai dari peningkatan kompetensi sumber daya manusia, program magang, hingga rekrutmen lulusan dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UGM.

Sementara itu, Andri Haribowo menegaskan komitmen PT Elnusa Tbk untuk menjadikan nota kesepahaman tersebut sebagai fondasi program-program nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, industri energi saat ini membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta siap menghadapi tantangan transformasi energi global.

“Kami sangat membutuhkan talenta-talenta muda sebagai generasi penerus industri ini. Peluang koordinasi dan karier di Elnusa terbuka untuk semua jurusan. Kami berharap kolaborasi ini menjadi katalis dalam mencetak pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Sebagai pembicara utama dalam sesi berbagi inspirasi, Andri Haribowo memaparkan berbagai strategi industri migas dalam menghadapi era transisi energi, pentingnya inovasi teknologi, serta kompetensi kepemimpinan yang dibutuhkan untuk menciptakan dampak positif di masa depan. Diskusi yang dimoderatori oleh Rustam Aji, Corporate Secretary PT Elnusa Tbk, berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Penyelenggaraan ELSA Goes to Campus juga sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDGs Poin 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis pengalaman industri dan penguatan kompetensi kepemimpinan mahasiswa. Selain itu, program ini mendukung SDGs Poin 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang pengembangan karier, magang, dan peningkatan kesiapan kerja lulusan. Pembahasan mengenai transformasi energi dan inovasi industri juga relevan dengan SDGs Poin 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya pembangunan industri yang tangguh dan berkelanjutan. Lebih jauh, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam kegiatan ini mencerminkan implementasi SDGs Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan sinergi multipihak dalam menciptakan dampak yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan ELSA Goes to Campus, FMIPA UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Bagi para alumni, kegiatan ini menjadi bukti bahwa almamater terus berkembang sebagai institusi yang menghasilkan talenta unggul dan berdaya saing global. Bagi mitra industri, FMIPA UGM hadir sebagai mitra strategis yang kredibel dan inovatif. Sementara bagi calon mahasiswa, kegiatan ini menggambarkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengembangan kepemimpinan dan kontribusi nyata terhadap tantangan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Robby Noor Cahyono
Fotografer: Sekar Melati Putri Pratiwi, Pamungkas Yuliantoro, Christy Tessalonika Ursia

Read More

Dosen Fisika UGM Gelar PKM di SMA Negeri 3 Yogyakarta, 63 Siswa Belajar Astronomi Langsung Pakai Teleskop

[Dokumentasi Kegiatan-tim dosen Fisika UGM bersama Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta dan para siswa peserta di Ruang AVA]

Sebanyak 63 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Yogyakarta mendapat pengalaman langka pada Jumat (22/5/2026). Mereka berkesempatan belajar astronomi secara langsung bersama tim dosen dari Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk mempraktikkan penggunaan teleskop sungguhan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Peningkatan Literasi Sains melalui Pengenalan Astronomi Dasar bagi Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta” ini berlangsung di Ruang AVA sekolah, didampingi tiga guru pendamping. Kegiatan diisi oleh empat narasumber utama, yakni Prof. Pekik Nurwantoro, Dra. Eko Tri Sulistyani M.Sc. selaku ketua tim, Prof. M. Farchani Rosyid, dan Prof. Rinto Anugraha NQZ.

Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta, Ichwan Aryono, S.Pd., M.Pd.Si., mewakili Kepala Sekolah Fadiyah Suryani dalam menyampaikan sambutan. Ia mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi siswa.

“Semoga kehadiran Bapak dan Ibu dosen dari Fisika UGM ini berdampak baik ke depannya semakin banyak siswa SMA 3 yang tertarik masuk ke FMIPA UGM, khususnya Departemen Fisika.” Ichwan Aryono, Waka Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Bahas STEM hingga ‘Dongeng Bintang’

Prof. Pekik Nurwantoro membuka sesi dengan memaparkan pentingnya pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) sebagai fondasi berpikir kritis yang terintegrasi. Ia menekankan bahwa STEM relevan bukan hanya di bangku kuliah, tetapi juga sejak jenjang sekolah menengah.

Sesi berikutnya dibawakan Prof. M. Farchani Rosyid dengan judul paparan yang tidak biasa: “Dongeng Tentang Bintang”. Menggunakan analogi kehidupan manusia, ia menjelaskan siklus hidup bintang dari lahir, tumbuh, menua, hingga padam dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMA. Bintang, ungkapnya, adalah bola plasma bercahaya yang terikat oleh gravitasi mandirinya sendiri.

Prof. Rinto Anugraha NQZ kemudian memperagakan simulasi benda langit secara real-time menggunakan software Stellarium, aplikasi planetarium digital yang bisa diakses gratis. Ia menunjukkan secara langsung kapan Idul Adha akan terjadi berdasarkan simulasi posisi bulan, yang membuat siswa langsung terkagum-kagum.

 [Siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta antusias mencoba mengoperasikan teleskop secara bergantian, didampingi mahasiswa dan dosen Fisika UGM]

Puncak kegembiraan siswa terjadi saat sesi praktik. Tim PKM membawa langsung teleskop ke lokasi kegiatan, dan siswa secara bergantian mencoba mengarahkan lensanya ke pepohonan di sekitar sekolah. Melalui teleskop tersebut, detail daun, ranting, hingga tekstur kulit pohon tampak sangat jelas — sesuatu yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Kegiatan PKM ini juga melibatkan tenaga kependidikan Mardi Wasono serta sejumlah mahasiswa Departemen Fisika UGM. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat dari 63 peserta yang hadir.

Kegiatan PKM ini sejalan dengan tiga tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, yakni SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses siswa terhadap pendidikan sains tingkat tinggi; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pengenalan STEM dan teknologi simulasi astronomi yang membangun pola pikir inovatif sejak dini; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud dari kolaborasi nyata antara UGM dan SMA Negeri 3 Yogyakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial akademisi kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, tim PKM Fisika UGM berharap semakin banyak siswa yang tertarik pada dunia sains dan terinspirasi untuk melanjutkan studi di bidang eksakta. Astronomi, yang kerap terasa jauh dan abstrak, kini hadir lebih nyata di depan mata para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Mulawarman, Bahas Tata Kelola Akademik

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perwakilan Universitas Mulawarman (UNMUL) dalam rangka diskusi dan benchmarking terkait tata kelola akademik pada 4 Mei 2026.

Kegiatan berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA, antara lain Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. , Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas MIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Sekretaris Dekan, serta perwakilan dari Departemen Fisika, Kimia, dan Matematika.

Prof. Drs. Roto turut mendorong penguatan kerja sama antar institusi melalui benchmarking yang berkelanjutan.“Bapak Ibu bisa benchmarking ke fakultas kami setiap tahun, silakan, tidak harus menunggu 5 tahun,” ujarnya.

Diskusi antara kedua institusi ini membahas berbagai hal terkait tata kelola akademik, diantaranya mengenai koordinasi perkuliahan dan sistem pelaporan praktikum. Salah satu perwakilan UNMUL menanyakan mekanisme koordinasi perkuliahan yang diterapkan di FMIPA UGM.

Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan sejak awal semester dan dilanjutkan dengan evaluasi berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga departemen. Program studi juga berperan aktif dalam mengomunikasikan mata kuliah paralel, serta melakukan evaluasi berbasis data melalui sistem TKS untuk mewadahi evaluasi tiap angkatan mahasiswa.

Selain itu, isu pelaporan praktikum juga menjadi perhatian dalam diskusi. Perwakilan dari Departemen Kimia, Nurul Hidayat, menyampaikan bahwa sistem pelaporan praktikum di Kimia UGM masih mempertahankan metode tulis tangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga nilai-nilai pembelajaran tertentu, meskipun mahasiswa saat ini telah didukung dengan kemudahan akses referensi melalui kecerdasan buatan dan pustaka daring. Ia juga menambahkan bahwa praktikum tidak hanya dilakukan di jenjang sarjana, tetapi juga di program magister (S2).

Melalui diskusi ini, kedua institusi diharapkan dapat saling memperkuat praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah dan Daffa

Read More

Kerja Sama FMIPA UGM dan NPO Volcano Jepang Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

Yogyakarta, 24 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan perwakilan NPO Volcano Jepang dalam rangka penguatan kerja sama edukasi mitigasi kebencanaan. Kegiatan ini dihadiri Dekan FMIPA Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Dr. Sudarmaji, S.Si., M.Si., serta jajaran Departemen Geofisika dan Fisika, termasuk Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr.rer.nat. Herlan Darmawan, S.Si., M.Sc.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Kuwat Triyana menekankan pentingnya kolaborasi sosial dalam isu kebencanaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah bermakna yang tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga menyentuh implementasi di lapangan.

“Kami membutuhkan kegiatan seperti ini, dan harapannya para staf juga dapat terlibat langsung dalam pengawalan di lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang telah terjalin cukup lama diharapkan semakin kuat ke depan.

Perwakilan NPO Volcano, Kenzie Nihori, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari percakapan sederhana sekitar satu dekade lalu. “Sepuluh tahun lalu hanya diskusi kasual bersama Pak Wiwit, tetapi kini benar-benar terwujud,” katanya.

Ia menilai perjalanan kolaborasi tersebut sebagai proses belajar bersama yang berkelanjutan. Nihori juga menyampaikan bahwa meskipun Jepang telah memiliki sistem mitigasi bencana yang maju, pemerintah setempat mendorong pembelajaran lintas negara. “Kami berharap dapat bertukar gagasan, masukan, dan budaya, sekaligus menjaga hubungan baik dengan FMIPA,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama, yang menjadi puncak acara. Setelah itu, sesi diskusi dipandu oleh Theodorus Permana membahas agenda lanjutan di Desa Dukun, Kabupaten Magelang. Program tersebut akan berfokus pada sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak dan guru, dengan pendekatan sederhana dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, tim berupaya menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus kompleks, melainkan dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Peserta didik yang terlibat nantinya akan mendapatkan pembelajaran sekaligus sertifikat sebagai duta mitigasi, dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini. Semangat ini selaras dengan moto UGM, “locally rooted, globally respected”.

Inisiatif kolaboratif ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4), kota dan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penanganan perubahan iklim (SDG 13), melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana secara inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Read More

Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech): Kuliah Umum Bersama M. Zamachsyari, Ketua Dewan Penasihat IIS

Yogyakarta—Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech)” pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di Auditorium Herman Yohanes lantai 7, acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini dihadiri mahasiswa S1 hingga S3 Departemen Matematika dengan mayoritas mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Aktuaria.

Kuliah umum ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan wawasan strategis mengenai perkembangan teknologi asuransi digital (insurtech), tantangan masa depan, serta peran aktuaris dalam inovasi dan pengelolaan risiko.

Sekretaris Program Studi Ilmu Aktuaria, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan rencana pengembangan kurikulum, termasuk penambahan mata kuliah asuransi syariah pada tahun mendatang. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan di luar teori kelas.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS) periode 2023–2026, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., memperkenalkan profil IIS, berbagai kegiatan, hingga program kerja sama yang telah dijalin dengan berbagai perguruan tinggi. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia akademik dan industri,” ujar Edi.

Sesi utama disampaikan oleh M. Zamachsyari, Direktur Operasional PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa sekaligus Ketua Dewan Penasihat IIS. Ia menekankan bahwa inti dari industri asuransi adalah manajemen risiko. “Bicara asuransi berarti bicara risiko,” tegasnya.

Dalam paparannya, Zamachsyari mengupas tuntas model bisnis asuransi konvensional versus syariah, pandangan fikih muamalah, hingga peran aktuaris dalam insurtech dan transformasi digital di level nasional. Ia menyoroti bahwa asuransi syariah (takaful) mengedepankan prinsip transparansi sejak awal. “Dalam asuransi syariah, mekanisme dan ketentuan terkait hak serta kewajiban peserta sudah jelas di muka,” jelas Zamachsyari.

Ia juga mendemonstrasikan platform SalingJaga dari Kitabisa sebagai contoh nyata implementasi insurtech. Platform tersebut berfungsi sebagai jaring pengaman sosial berbasis gotong royong dengan menggunakan akad tabarru’.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para mahasiswa antusias mendiskusikan berbagai hal, termasuk mencari solusi keuangan darurat tanpa unsur bunga (riba) melalui prinsip-prinsip asuransi syariah.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pemahaman teoretis, tetapi juga memiliki gambaran praktis mengenai industri asuransi syariah masa kini. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi calon aktuaris untuk bersiap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.

Kegiatan kuliah umum ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penguatan literasi aktuaria dan pemahaman insurtech, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri.

Kata kunci: Insurtech, Ilmu Aktuaria, Asuransi Syariah

Kontributor: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Iin Nauli Rahmawati
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate