Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Pendidikan

FMIPA UGM Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen, Perkuat Inovasi dalam Pembelajaran

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mengadakan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM. Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara hybrid pada 20 Juli 2026, di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM. Peserta kegiatan merupakan dosen dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Kegiatan workshop dibuka oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan melalui workshop ini, para dosen mendapatkan kesempatan untuk belajar belajar dan saling memberi masukan, sehingga lulusan dan mahasiswa di FMIPA UGM dapat lebih baik lagi untuk kedepannya.

Kegiatan Workshop diisi dengan sesi materi yang disampaikan oleh beberapa pembicara. Sesi materi pertama dengan topik berjudul “Perkembangan AI dan Pemanfaatannya dalam Proses Pembelajaran dan Asesmen” oleh Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc. Sesi materi kedua dengan topik berjudul “Project Based Learning (PBL) dan Asesmennya” oleh Ir. Basuki Rachmatul Alam, M.Sc., Ph.D. Serta sesi materi ketiga dengan topik berjudul “Case Based Learning (CBL) dan Metode Pembelajaran” oleh dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph. D.

Kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM turut mendukung berjalannya Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui perkembangan sistem belajar mengajar, yang dapat diaplikasikan oleh bapak ibu dosen untuk perkuliahan yang akan datang nanti, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dan lulusan FMIPA UGM.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Rangkaian Kegiatan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Mulai dari Sesi Materi hingga Presentasi Peserta

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menggelar rangkaian kegiatan Summer School 2026 secara tatap muka di Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada 20 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yaitu akademisi dari berbagai universitas di Asia dan diikuti oleh peserta dari beragam perguruan tinggi.

Sesi materi pertama dimulai oleh Dr. Amir Hamzah bin Abd Ghafar dari Universiti Putra Malaysia, yang memiliki spesialisasi dalam bidang matematika terapan dan mathematical cryptography, memberikan materi pembuka. Dilanjutkan dengan sesi materi kedua oleh Prof. Kim Jai Hoon dari Ajou University, Korea Selatan, spesialisasi dalam bidang distributed systems, mobile computing, blockchain, dan cybersecurity-related computing technologies. Serta sesi materi ketiga oleh Dr. Zhu Tianming dari Nanyang Technological University, Singapura, spesialisasi dalam bidang statistical inference dengan fokus utama pada high-dimensional data  dan multivariate functional data.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta Summer School 2026 mempresentasikan penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta. Presentasi dilakukan secara bergantian sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang diperoleh dari setiap sesi pembelajaran.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyampaian materi oleh pembicara kelas internasional sehingga meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan. Serta nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat hubungan serta kolaborasi antara FMIPA UGM dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan 250 Sekolah Mitra untuk Perkuat Pendidikan dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bersama 250 sekolah mitra dari berbagai daerah di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (30/7). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi penandatanganan diawali dengan penandatanganan simbolis yang diwakili oleh lima sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu SMA Taruna Nusantara IKN, MAN 1 Kuantan Singingi Riau, serta tiga sekolah mitra lainnya yang mewakili wilayah Maluku, Jakarta, dan daerah lainnya di Nusantara.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga meliputi pelaksanaan program imersi, pengenalan program studi di lingkungan FMIPA UGM beserta prospek kebutuhan industri, Program International Undergraduate Program (IUP), serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru.

Salah satu perwakilan sekolah mitra, Sinta dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan FMIPA UGM telah memberikan dampak positif bagi sekolahnya.

“Ini sudah tahun kedua kami mengikuti kegiatan kerja sama dengan FMIPA UGM. Dulu ada penawaran dan kami merasa tertarik. Tahun pertama mencoba kerja sama dan akhirnya ada satu siswa kami yang diterima di UGM. Melihat antusiasme siswa-siswa kami, maka kami kembali memperpanjang kerja sama ini. Harapannya, semakin banyak siswa yang tertarik dan berhasil melanjutkan studi di FMIPA UGM,” tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, FMIPA UGM juga memberikan prioritas kepada calon mahasiswa yang berasal dari sekolah mitra untuk mengikuti seleksi Program International Undergraduate Program (IUP). Sekolah mitra akan merekomendasikan siswa-siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru pada berbagai program IUP di FMIPA UGM, meliputi IUP Ilmu Komputer (Computer Science), Elektronika dan Instrumentasi (Electronics and Instrumentation), Kimia (Chemistry), Matematika Industri (Industrial Mathematics), Statistika dan Sains Data (Statistics and Data Science), serta Fisika Industri (Industrial Physics).

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, FMIPA UGM juga berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas guru. Program tersebut akan diprioritaskan bagi guru-guru yang berasal dari sekolah mitra sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.

Melalui kolaborasi ini, FMIPA UGM berharap hubungan yang terjalin dengan sekolah-sekolah mitra dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan kerja sama ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara FMIPA UGM dan ratusan sekolah mitra juga mencerminkan implementasi SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yaitu membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen, Perkuat Inovasi dalam Pembelajaran

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mengadakan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM. Kegiatan workshop ini dilaksanakan secara hybrid pada 20 Juli 2026, di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM. Peserta kegiatan merupakan dosen dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Kegiatan workshop dibuka oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan melalui workshop ini, para dosen mendapatkan kesempatan untuk belajar belajar dan saling memberi masukan, sehingga lulusan dan mahasiswa di FMIPA UGM dapat lebih baik lagi untuk kedepannya.

Kegiatan Workshop diisi dengan sesi materi yang disampaikan oleh beberapa pembicara. Sesi materi pertama dengan topik berjudul “Perkembangan AI dan Pemanfaatannya dalam Proses Pembelajaran dan Asesmen” oleh Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc. Sesi materi kedua dengan topik berjudul “Project Based Learning (PBL) dan Asesmennya” oleh Ir. Basuki Rachmatul Alam, M.Sc., Ph.D. Serta sesi materi ketiga dengan topik berjudul “Case Based Learning (CBL) dan Metode Pembelajaran” oleh dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed., Ph. D.

Kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen FMIPA UGM turut mendukung berjalannya Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui perkembangan sistem belajar mengajar, yang dapat diaplikasikan oleh bapak ibu dosen untuk perkuliahan yang akan datang nanti, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dan lulusan FMIPA UGM.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Rangkaian Kegiatan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Mulai dari Sesi Materi hingga Presentasi Peserta

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) kembali menggelar rangkaian kegiatan Summer School 2026 secara tatap muka di Auditorium RJMT Soehakso FMIPA UGM pada 20 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yaitu akademisi dari berbagai universitas di Asia dan diikuti oleh peserta dari beragam perguruan tinggi.

Sesi materi pertama dimulai oleh Dr. Amir Hamzah bin Abd Ghafar dari Universiti Putra Malaysia, yang memiliki spesialisasi dalam bidang matematika terapan dan mathematical cryptography, memberikan materi pembuka. Dilanjutkan dengan sesi materi kedua oleh Prof. Kim Jai Hoon dari Ajou University, Korea Selatan, spesialisasi dalam bidang distributed systems, mobile computing, blockchain, dan cybersecurity-related computing technologies. Serta sesi materi ketiga oleh Dr. Zhu Tianming dari Nanyang Technological University, Singapura, spesialisasi dalam bidang statistical inference dengan fokus utama pada high-dimensional data  dan multivariate functional data.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta Summer School 2026 mempresentasikan penelitian yang telah dilakukan oleh masing-masing peserta. Presentasi dilakukan secara bergantian sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang diperoleh dari setiap sesi pembelajaran.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals nomor 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyampaian materi oleh pembicara kelas internasional sehingga meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan. Serta nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat hubungan serta kolaborasi antara FMIPA UGM dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan 250 Sekolah Mitra untuk Perkuat Pendidikan dan Pengembangan SDM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada bersama 250 sekolah mitra dari berbagai daerah di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (30/7). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi penandatanganan diawali dengan penandatanganan simbolis yang diwakili oleh lima sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu SMA Taruna Nusantara IKN, MAN 1 Kuantan Singingi Riau, serta tiga sekolah mitra lainnya yang mewakili wilayah Maluku, Jakarta, dan daerah lainnya di Nusantara.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kerja sama juga meliputi pelaksanaan program imersi, pengenalan program studi di lingkungan FMIPA UGM beserta prospek kebutuhan industri, Program International Undergraduate Program (IUP), serta berbagai kegiatan peningkatan kompetensi guru.

Salah satu perwakilan sekolah mitra, Sinta dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan FMIPA UGM telah memberikan dampak positif bagi sekolahnya.

“Ini sudah tahun kedua kami mengikuti kegiatan kerja sama dengan FMIPA UGM. Dulu ada penawaran dan kami merasa tertarik. Tahun pertama mencoba kerja sama dan akhirnya ada satu siswa kami yang diterima di UGM. Melihat antusiasme siswa-siswa kami, maka kami kembali memperpanjang kerja sama ini. Harapannya, semakin banyak siswa yang tertarik dan berhasil melanjutkan studi di FMIPA UGM,” tuturnya.

Dalam kerja sama tersebut, FMIPA UGM juga memberikan prioritas kepada calon mahasiswa yang berasal dari sekolah mitra untuk mengikuti seleksi Program International Undergraduate Program (IUP). Sekolah mitra akan merekomendasikan siswa-siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru pada berbagai program IUP di FMIPA UGM, meliputi IUP Ilmu Komputer (Computer Science), Elektronika dan Instrumentasi (Electronics and Instrumentation), Kimia (Chemistry), Matematika Industri (Industrial Mathematics), Statistika dan Sains Data (Statistics and Data Science), serta Fisika Industri (Industrial Physics).

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, FMIPA UGM juga berkomitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas guru. Program tersebut akan diprioritaskan bagi guru-guru yang berasal dari sekolah mitra sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan menengah.

Melalui kolaborasi ini, FMIPA UGM berharap hubungan yang terjalin dengan sekolah-sekolah mitra dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas, memperkuat kualitas pembelajaran, serta mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelaksanaan kerja sama ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas, penguatan kapasitas guru, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, kolaborasi antara FMIPA UGM dan ratusan sekolah mitra juga mencerminkan implementasi SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yaitu membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More
Translate