
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perwakilan Universitas Mulawarman (UNMUL) dalam rangka diskusi dan benchmarking terkait tata kelola akademik pada 4 Mei 2026.
Kegiatan berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA, antara lain Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. , Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas MIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Sekretaris Dekan, serta perwakilan dari Departemen Fisika, Kimia, dan Matematika.
Prof. Drs. Roto turut mendorong penguatan kerja sama antar institusi melalui benchmarking yang berkelanjutan.“Bapak Ibu bisa benchmarking ke fakultas kami setiap tahun, silakan, tidak harus menunggu 5 tahun,” ujarnya.
Diskusi antara kedua institusi ini membahas berbagai hal terkait tata kelola akademik, diantaranya mengenai koordinasi perkuliahan dan sistem pelaporan praktikum. Salah satu perwakilan UNMUL menanyakan mekanisme koordinasi perkuliahan yang diterapkan di FMIPA UGM.
Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan sejak awal semester dan dilanjutkan dengan evaluasi berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga departemen. Program studi juga berperan aktif dalam mengomunikasikan mata kuliah paralel, serta melakukan evaluasi berbasis data melalui sistem TKS untuk mewadahi evaluasi tiap angkatan mahasiswa.
Selain itu, isu pelaporan praktikum juga menjadi perhatian dalam diskusi. Perwakilan dari Departemen Kimia, Nurul Hidayat, menyampaikan bahwa sistem pelaporan praktikum di Kimia UGM masih mempertahankan metode tulis tangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga nilai-nilai pembelajaran tertentu, meskipun mahasiswa saat ini telah didukung dengan kemudahan akses referensi melalui kecerdasan buatan dan pustaka daring. Ia juga menambahkan bahwa praktikum tidak hanya dilakukan di jenjang sarjana, tetapi juga di program magister (S2).
Melalui diskusi ini, kedua institusi diharapkan dapat saling memperkuat praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah dan Daffa

Yogyakarta, 24 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan perwakilan NPO Volcano Jepang dalam rangka penguatan kerja sama edukasi mitigasi kebencanaan. Kegiatan ini dihadiri Dekan FMIPA Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Dr. Sudarmaji, S.Si., M.Si., serta jajaran Departemen Geofisika dan Fisika, termasuk Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr.rer.nat. Herlan Darmawan, S.Si., M.Sc.
Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Kuwat Triyana menekankan pentingnya kolaborasi sosial dalam isu kebencanaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah bermakna yang tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga menyentuh implementasi di lapangan.
“Kami membutuhkan kegiatan seperti ini, dan harapannya para staf juga dapat terlibat langsung dalam pengawalan di lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang telah terjalin cukup lama diharapkan semakin kuat ke depan.
Perwakilan NPO Volcano, Kenzie Nihori, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari percakapan sederhana sekitar satu dekade lalu. “Sepuluh tahun lalu hanya diskusi kasual bersama Pak Wiwit, tetapi kini benar-benar terwujud,” katanya.
Ia menilai perjalanan kolaborasi tersebut sebagai proses belajar bersama yang berkelanjutan. Nihori juga menyampaikan bahwa meskipun Jepang telah memiliki sistem mitigasi bencana yang maju, pemerintah setempat mendorong pembelajaran lintas negara. “Kami berharap dapat bertukar gagasan, masukan, dan budaya, sekaligus menjaga hubungan baik dengan FMIPA,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama, yang menjadi puncak acara. Setelah itu, sesi diskusi dipandu oleh Theodorus Permana membahas agenda lanjutan di Desa Dukun, Kabupaten Magelang. Program tersebut akan berfokus pada sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak dan guru, dengan pendekatan sederhana dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, tim berupaya menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus kompleks, melainkan dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Peserta didik yang terlibat nantinya akan mendapatkan pembelajaran sekaligus sertifikat sebagai duta mitigasi, dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini. Semangat ini selaras dengan moto UGM, “locally rooted, globally respected”.
Inisiatif kolaboratif ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4), kota dan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penanganan perubahan iklim (SDG 13), melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana secara inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Yogyakarta—Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech)” pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di Auditorium Herman Yohanes lantai 7, acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini dihadiri mahasiswa S1 hingga S3 Departemen Matematika dengan mayoritas mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Aktuaria.
Kuliah umum ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan wawasan strategis mengenai perkembangan teknologi asuransi digital (insurtech), tantangan masa depan, serta peran aktuaris dalam inovasi dan pengelolaan risiko.
Sekretaris Program Studi Ilmu Aktuaria, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan rencana pengembangan kurikulum, termasuk penambahan mata kuliah asuransi syariah pada tahun mendatang. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan di luar teori kelas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS) periode 2023–2026, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., memperkenalkan profil IIS, berbagai kegiatan, hingga program kerja sama yang telah dijalin dengan berbagai perguruan tinggi. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia akademik dan industri,” ujar Edi.
Sesi utama disampaikan oleh M. Zamachsyari, Direktur Operasional PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa sekaligus Ketua Dewan Penasihat IIS. Ia menekankan bahwa inti dari industri asuransi adalah manajemen risiko. “Bicara asuransi berarti bicara risiko,” tegasnya.
Dalam paparannya, Zamachsyari mengupas tuntas model bisnis asuransi konvensional versus syariah, pandangan fikih muamalah, hingga peran aktuaris dalam insurtech dan transformasi digital di level nasional. Ia menyoroti bahwa asuransi syariah (takaful) mengedepankan prinsip transparansi sejak awal. “Dalam asuransi syariah, mekanisme dan ketentuan terkait hak serta kewajiban peserta sudah jelas di muka,” jelas Zamachsyari.
Ia juga mendemonstrasikan platform SalingJaga dari Kitabisa sebagai contoh nyata implementasi insurtech. Platform tersebut berfungsi sebagai jaring pengaman sosial berbasis gotong royong dengan menggunakan akad tabarru’.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para mahasiswa antusias mendiskusikan berbagai hal, termasuk mencari solusi keuangan darurat tanpa unsur bunga (riba) melalui prinsip-prinsip asuransi syariah.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pemahaman teoretis, tetapi juga memiliki gambaran praktis mengenai industri asuransi syariah masa kini. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi calon aktuaris untuk bersiap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.
Kegiatan kuliah umum ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penguatan literasi aktuaria dan pemahaman insurtech, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri.
Kata kunci: Insurtech, Ilmu Aktuaria, Asuransi Syariah
Kontributor: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Iin Nauli Rahmawati
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Yogyakarta, 21 April 2026 — Dua delegasi dari The University of Queensland, Australia, melakukan kunjungan ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada dalam rangka penjajakan kerja sama akademik.
Pertemuan ini dihadiri sejumlah pimpinan dan dosen FMIPA, antara lain Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D., Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., M.Act.Sc., Ph.D., Aina Musdholifah, S.Kom., M.Kom. Ph.D., serta Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. Dalam sesi pemaparan, pihak FMIPA memperkenalkan ragam program studi yang tersedia, sekaligus menyoroti berbagai kerja sama internasional yang telah terjalin sebagai bagian dari upaya internasionalisasi institusi.
Delegasi The University of Queensland memaparkan profil institusi mereka yang memiliki empat kampus, lima fakultas, lebih dari 40 lokasi pengajaran dan riset, serta delapan institut penelitian. Universitas tersebut saat ini menampung sekitar 55.000 mahasiswa, termasuk 21.500 mahasiswa internasional dan 20.000 mahasiswa pascasarjana, dengan lebih dari 17.700 lulusan doktor (PhD).
Dalam presentasinya, delegasi menekankan kontribusi riset mereka dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk pengembangan vaksin HPV dan riset di bidang molekuler. Mereka juga menawarkan sejumlah skema kolaborasi akademik, seperti jalur artikulasi pascasarjana, program percepatan dari jenjang sarjana ke pascasarjana, program study abroad, serta peluang pengalaman riset dan mentorship bagi mahasiswa.
Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FMIPA UGM dan The University of Queensland, khususnya dalam penguatan mobilitas mahasiswa, pengembangan kapasitas riset, serta pertukaran akademik lintas negara.
Kerja sama ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), terutama pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17), melalui penguatan jejaring global dalam pendidikan tinggi dan riset inovatif.
Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Salah satu capaian membanggakan datang dari Widya Amelia Putri, S.Stat., M.C.S.(AI)., wisudawati program magister yang berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik sekaligus termuda pada jenjang magister dengan raihan IPK sempurna 4,00.
Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program magister, Widya menyoroti keunikan rekan-rejak sejawatnya, khususnya di program studi Magister Kecerdasan Artifisial (AI). Ia mengungkapkan bahwa bidang teknologi mutakhir ini ternyata tidak hanya ditekuni oleh lulusan Ilmu Komputer, tetapi juga oleh para akademisi dengan latar belakang yang sangat beragam.
“Sungguh unik melihat rekan-rekan di prodi Kecerdasan Artifisial. Ada yang berasal dari Fisika, Biomedis, Geofisika, bahkan Keperawatan,” ujar Widya. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada para wisudawan yang berani keluar dari zona nyaman untuk mendalami ilmu komputer demi menyelesaikan studi mereka.
Menurutnya, kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan disiplin ilmu baru adalah sebuah pencapaian besar yang patut dirayakan. “Kita semua pantas merayakan apa yang kita capai hari ini,” ungkapnya.
Widya juga berbagi kisah perjalanan tesisnya. Ia secara terbuka mengakui adanya masa-masa sulit, di mana keraguan diri dan tekanan akademis menjadi tantangan sehari-hari.
“Selama mengerjakan tesis, saya sering meragukan kemampuan saya sendiri. Apakah saya benar-benar bisa menyelesaikannya? Kadang data tidak sesuai proposal, stres melanda, dan revisi rasanya tidak ada habisnya,” kenangnya.
Namun, ia menceritakan bahwa dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta teman-teman menjadi alasan yang membuatnya terus bertahan.
Menutup pidatonya, Widya memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai makna keberanian. Ia mengungkapkan bahwa keberanian bukan berarti hilangnya rasa takut, melainkan ketangguhan untuk terus maju meskipun rasa takut itu ada.
“Dari perjalanan ini saya belajar, kadang yang kita butuhkan hanyalah keberanian meskipun ada keraguan di dalam diri. Berani untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Kisah inspiratif Widya Amelia Putri ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Keberhasilannya meraih prestasi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI) membuktikan peran strategis perempuan dalam sains dan teknologi. Selain itu, latar belakang mahasiswanya yang lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan talenta digital yang adaptif terhadap perubahan zaman demi mendorong inovasi yang lebih inklusif di masa depan.
Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Suasana bahagia dan penuh bangga menyelimuti Auditorium Herman Johannes Lantai 7, Gedung FMIPA UGM, pada hari Kamis, 23 April 2026. Dalam acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sosok Dr. Faisal Dharma Adhinata, S.Kom., M.Cs. mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik sekaligus tercepat dari program doktor.
Pencapaian Dr. Faisal tergolong luar biasa dengan raihan IPK sempurna 4.00. Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program doktor, ia membagikan perjalanan akademisnya yang sepenuhnya ditempuh di FMIPA UGM, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).
Dr. Faisal mengungkapkan bahwa keberhasilannya menuntaskan pendidikan di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada tidak lepas dari dukungan berbagai beasiswa. Dimulai dari beasiswa Bidikmisi saat S1, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa LPDP dan BPI saat menempuh jenjang pascasarjana.
“Saya merasa hari ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. Ia mengakui bahwa selama menempuh studi doktoral, terdapat banyak kesan dan tantangan yang mendewasakan dirinya sebagai seorang peneliti dan akademisi.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Faisal menitipkan pesan mendalam mengenai ketekunan dan sikap rendah hati. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses kecil dalam kehidupan.
“Jangan pernah menyerah pada titik kecil apa pun, karena titik-titik kecil ini jika dikumpulkan akan menjadi besar dan membantu kita mencapai tujuan yang ingin diraih bersama,” pesannya.
Ia juga mengajak rekan-rekan lulusan lainnya untuk tetap rendah hati dan terus belajar dari siapa pun, meski telah menyandang gelar akademik tertinggi. Menurutnya, gelar yang diraih hari ini adalah sebuah amanah besar untuk terus berkarya, menjadi inspirasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.
Pencapaian ini turut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan akademis, tetapi juga menjadi dorongan bagi terciptanya inovasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi masa depan Indonesia yang lebih maju.
Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.
Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.
“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.
Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.
“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat.
Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

FMIPA UGM Terima Kunjungan Benchmarking Universitas Mulawarman, Bahas Tata Kelola Akademik
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan perwakilan Universitas Mulawarman (UNMUL) dalam rangka diskusi dan benchmarking terkait tata kelola akademik pada 4 Mei 2026.
Kegiatan berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso dan dihadiri oleh jajaran pimpinan FMIPA, antara lain Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerjasama, dan Inovasi Prof. Dr. Fajar Adi Kusumo, S.Si., M.Si. , Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas MIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Sekretaris Dekan, serta perwakilan dari Departemen Fisika, Kimia, dan Matematika.
Prof. Drs. Roto turut mendorong penguatan kerja sama antar institusi melalui benchmarking yang berkelanjutan.“Bapak Ibu bisa benchmarking ke fakultas kami setiap tahun, silakan, tidak harus menunggu 5 tahun,” ujarnya.
Diskusi antara kedua institusi ini membahas berbagai hal terkait tata kelola akademik, diantaranya mengenai koordinasi perkuliahan dan sistem pelaporan praktikum. Salah satu perwakilan UNMUL menanyakan mekanisme koordinasi perkuliahan yang diterapkan di FMIPA UGM.
Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas menjelaskan bahwa koordinasi dilakukan sejak awal semester dan dilanjutkan dengan evaluasi berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga departemen. Program studi juga berperan aktif dalam mengomunikasikan mata kuliah paralel, serta melakukan evaluasi berbasis data melalui sistem TKS untuk mewadahi evaluasi tiap angkatan mahasiswa.
Selain itu, isu pelaporan praktikum juga menjadi perhatian dalam diskusi. Perwakilan dari Departemen Kimia, Nurul Hidayat, menyampaikan bahwa sistem pelaporan praktikum di Kimia UGM masih mempertahankan metode tulis tangan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga nilai-nilai pembelajaran tertentu, meskipun mahasiswa saat ini telah didukung dengan kemudahan akses referensi melalui kecerdasan buatan dan pustaka daring. Ia juga menambahkan bahwa praktikum tidak hanya dilakukan di jenjang sarjana, tetapi juga di program magister (S2).
Melalui diskusi ini, kedua institusi diharapkan dapat saling memperkuat praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, sebagaimana tercermin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah dan Daffa

Kerja Sama FMIPA UGM dan NPO Volcano Jepang Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana
Yogyakarta, 24 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan perwakilan NPO Volcano Jepang dalam rangka penguatan kerja sama edukasi mitigasi kebencanaan. Kegiatan ini dihadiri Dekan FMIPA Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana, M.Si., Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Dr. Sudarmaji, S.Si., M.Si., serta jajaran Departemen Geofisika dan Fisika, termasuk Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc., Ph.D., dan Dr.rer.nat. Herlan Darmawan, S.Si., M.Sc.
Dalam sambutannya, Dekan FMIPA Kuwat Triyana menekankan pentingnya kolaborasi sosial dalam isu kebencanaan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah bermakna yang tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga menyentuh implementasi di lapangan.
“Kami membutuhkan kegiatan seperti ini, dan harapannya para staf juga dapat terlibat langsung dalam pengawalan di lapangan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang telah terjalin cukup lama diharapkan semakin kuat ke depan.
Perwakilan NPO Volcano, Kenzie Nihori, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari percakapan sederhana sekitar satu dekade lalu. “Sepuluh tahun lalu hanya diskusi kasual bersama Pak Wiwit, tetapi kini benar-benar terwujud,” katanya.
Ia menilai perjalanan kolaborasi tersebut sebagai proses belajar bersama yang berkelanjutan. Nihori juga menyampaikan bahwa meskipun Jepang telah memiliki sistem mitigasi bencana yang maju, pemerintah setempat mendorong pembelajaran lintas negara. “Kami berharap dapat bertukar gagasan, masukan, dan budaya, sekaligus menjaga hubungan baik dengan FMIPA,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama, yang menjadi puncak acara. Setelah itu, sesi diskusi dipandu oleh Theodorus Permana membahas agenda lanjutan di Desa Dukun, Kabupaten Magelang. Program tersebut akan berfokus pada sosialisasi mitigasi bencana bagi anak-anak dan guru, dengan pendekatan sederhana dan aplikatif.
Melalui kegiatan ini, tim berupaya menunjukkan bahwa edukasi mitigasi tidak harus kompleks, melainkan dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami. Peserta didik yang terlibat nantinya akan mendapatkan pembelajaran sekaligus sertifikat sebagai duta mitigasi, dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini. Semangat ini selaras dengan moto UGM, “locally rooted, globally respected”.
Inisiatif kolaboratif ini juga relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4), kota dan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penanganan perubahan iklim (SDG 13), melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana secara inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa

Yogyakarta—Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech)” pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di Auditorium Herman Yohanes lantai 7, acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini dihadiri mahasiswa S1 hingga S3 Departemen Matematika dengan mayoritas mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Aktuaria.
Kuliah umum ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan wawasan strategis mengenai perkembangan teknologi asuransi digital (insurtech), tantangan masa depan, serta peran aktuaris dalam inovasi dan pengelolaan risiko.
Sekretaris Program Studi Ilmu Aktuaria, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan rencana pengembangan kurikulum, termasuk penambahan mata kuliah asuransi syariah pada tahun mendatang. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan di luar teori kelas.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS) periode 2023–2026, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., memperkenalkan profil IIS, berbagai kegiatan, hingga program kerja sama yang telah dijalin dengan berbagai perguruan tinggi. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia akademik dan industri,” ujar Edi.
Sesi utama disampaikan oleh M. Zamachsyari, Direktur Operasional PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa sekaligus Ketua Dewan Penasihat IIS. Ia menekankan bahwa inti dari industri asuransi adalah manajemen risiko. “Bicara asuransi berarti bicara risiko,” tegasnya.
Dalam paparannya, Zamachsyari mengupas tuntas model bisnis asuransi konvensional versus syariah, pandangan fikih muamalah, hingga peran aktuaris dalam insurtech dan transformasi digital di level nasional. Ia menyoroti bahwa asuransi syariah (takaful) mengedepankan prinsip transparansi sejak awal. “Dalam asuransi syariah, mekanisme dan ketentuan terkait hak serta kewajiban peserta sudah jelas di muka,” jelas Zamachsyari.
Ia juga mendemonstrasikan platform SalingJaga dari Kitabisa sebagai contoh nyata implementasi insurtech. Platform tersebut berfungsi sebagai jaring pengaman sosial berbasis gotong royong dengan menggunakan akad tabarru’.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para mahasiswa antusias mendiskusikan berbagai hal, termasuk mencari solusi keuangan darurat tanpa unsur bunga (riba) melalui prinsip-prinsip asuransi syariah.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pemahaman teoretis, tetapi juga memiliki gambaran praktis mengenai industri asuransi syariah masa kini. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi calon aktuaris untuk bersiap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.
Kegiatan kuliah umum ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penguatan literasi aktuaria dan pemahaman insurtech, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri.
Kata kunci: Insurtech, Ilmu Aktuaria, Asuransi Syariah
Kontributor: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Iin Nauli Rahmawati
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Delegasi The University of Queensland Jajaki Kolaborasi Akademik dengan FMIPA UGM
Yogyakarta, 21 April 2026 — Dua delegasi dari The University of Queensland, Australia, melakukan kunjungan ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada dalam rangka penjajakan kerja sama akademik.
Pertemuan ini dihadiri sejumlah pimpinan dan dosen FMIPA, antara lain Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D., Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., M.Act.Sc., Ph.D., Aina Musdholifah, S.Kom., M.Kom. Ph.D., serta Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. Dalam sesi pemaparan, pihak FMIPA memperkenalkan ragam program studi yang tersedia, sekaligus menyoroti berbagai kerja sama internasional yang telah terjalin sebagai bagian dari upaya internasionalisasi institusi.
Delegasi The University of Queensland memaparkan profil institusi mereka yang memiliki empat kampus, lima fakultas, lebih dari 40 lokasi pengajaran dan riset, serta delapan institut penelitian. Universitas tersebut saat ini menampung sekitar 55.000 mahasiswa, termasuk 21.500 mahasiswa internasional dan 20.000 mahasiswa pascasarjana, dengan lebih dari 17.700 lulusan doktor (PhD).
Dalam presentasinya, delegasi menekankan kontribusi riset mereka dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk pengembangan vaksin HPV dan riset di bidang molekuler. Mereka juga menawarkan sejumlah skema kolaborasi akademik, seperti jalur artikulasi pascasarjana, program percepatan dari jenjang sarjana ke pascasarjana, program study abroad, serta peluang pengalaman riset dan mentorship bagi mahasiswa.
Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FMIPA UGM dan The University of Queensland, khususnya dalam penguatan mobilitas mahasiswa, pengembangan kapasitas riset, serta pertukaran akademik lintas negara.
Kerja sama ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), terutama pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17), melalui penguatan jejaring global dalam pendidikan tinggi dan riset inovatif.
Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Salah satu capaian membanggakan datang dari Widya Amelia Putri, S.Stat., M.C.S.(AI)., wisudawati program magister yang berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik sekaligus termuda pada jenjang magister dengan raihan IPK sempurna 4,00.
Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program magister, Widya menyoroti keunikan rekan-rejak sejawatnya, khususnya di program studi Magister Kecerdasan Artifisial (AI). Ia mengungkapkan bahwa bidang teknologi mutakhir ini ternyata tidak hanya ditekuni oleh lulusan Ilmu Komputer, tetapi juga oleh para akademisi dengan latar belakang yang sangat beragam.
“Sungguh unik melihat rekan-rekan di prodi Kecerdasan Artifisial. Ada yang berasal dari Fisika, Biomedis, Geofisika, bahkan Keperawatan,” ujar Widya. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada para wisudawan yang berani keluar dari zona nyaman untuk mendalami ilmu komputer demi menyelesaikan studi mereka.
Menurutnya, kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan disiplin ilmu baru adalah sebuah pencapaian besar yang patut dirayakan. “Kita semua pantas merayakan apa yang kita capai hari ini,” ungkapnya.
Widya juga berbagi kisah perjalanan tesisnya. Ia secara terbuka mengakui adanya masa-masa sulit, di mana keraguan diri dan tekanan akademis menjadi tantangan sehari-hari.
“Selama mengerjakan tesis, saya sering meragukan kemampuan saya sendiri. Apakah saya benar-benar bisa menyelesaikannya? Kadang data tidak sesuai proposal, stres melanda, dan revisi rasanya tidak ada habisnya,” kenangnya.
Namun, ia menceritakan bahwa dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta teman-teman menjadi alasan yang membuatnya terus bertahan.
Menutup pidatonya, Widya memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai makna keberanian. Ia mengungkapkan bahwa keberanian bukan berarti hilangnya rasa takut, melainkan ketangguhan untuk terus maju meskipun rasa takut itu ada.
“Dari perjalanan ini saya belajar, kadang yang kita butuhkan hanyalah keberanian meskipun ada keraguan di dalam diri. Berani untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Kisah inspiratif Widya Amelia Putri ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Keberhasilannya meraih prestasi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI) membuktikan peran strategis perempuan dalam sains dan teknologi. Selain itu, latar belakang mahasiswanya yang lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan talenta digital yang adaptif terhadap perubahan zaman demi mendorong inovasi yang lebih inklusif di masa depan.
Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Raih IPK 4.00, Faisal Dharma Adhinata Jadi Wisudawan Terbaik dan Tercepat Program Doktor FMIPA UGM
Suasana bahagia dan penuh bangga menyelimuti Auditorium Herman Johannes Lantai 7, Gedung FMIPA UGM, pada hari Kamis, 23 April 2026. Dalam acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sosok Dr. Faisal Dharma Adhinata, S.Kom., M.Cs. mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik sekaligus tercepat dari program doktor.
Pencapaian Dr. Faisal tergolong luar biasa dengan raihan IPK sempurna 4.00. Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program doktor, ia membagikan perjalanan akademisnya yang sepenuhnya ditempuh di FMIPA UGM, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).
Dr. Faisal mengungkapkan bahwa keberhasilannya menuntaskan pendidikan di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada tidak lepas dari dukungan berbagai beasiswa. Dimulai dari beasiswa Bidikmisi saat S1, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa LPDP dan BPI saat menempuh jenjang pascasarjana.
“Saya merasa hari ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. Ia mengakui bahwa selama menempuh studi doktoral, terdapat banyak kesan dan tantangan yang mendewasakan dirinya sebagai seorang peneliti dan akademisi.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Faisal menitipkan pesan mendalam mengenai ketekunan dan sikap rendah hati. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses kecil dalam kehidupan.
“Jangan pernah menyerah pada titik kecil apa pun, karena titik-titik kecil ini jika dikumpulkan akan menjadi besar dan membantu kita mencapai tujuan yang ingin diraih bersama,” pesannya.
Ia juga mengajak rekan-rekan lulusan lainnya untuk tetap rendah hati dan terus belajar dari siapa pun, meski telah menyandang gelar akademik tertinggi. Menurutnya, gelar yang diraih hari ini adalah sebuah amanah besar untuk terus berkarya, menjadi inspirasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.
Pencapaian ini turut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan akademis, tetapi juga menjadi dorongan bagi terciptanya inovasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi masa depan Indonesia yang lebih maju.
Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.
Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.
“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.
Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.
“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat.
Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma