Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Juli 14, 2026

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More
Translate