Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Workshop

Alfia Sabrina dan Transformasi Inspiratif dalam Program Women Empowerment dalam Rangka Meningkatkan Kesadaran tentang Pentingnya Dukungan untuk Perempuan melalui Kegiatan UNESCO UNITWIN

Alfia Sabrina, seorang mahasiswa yang tumbuh dalam keluarga yang mendukung kesetaraan gender, mendapatkan pengalaman transformasional melalui program Women Empowerment yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan UNESCO UNITWIN. Sebagai perempuan yang telah merasa percaya diri dengan perannya, Alfia menyadari bahwa pemberdayaan perempuan memiliki cakupan dan dampak yang jauh lebih luas dari yang ia bayangkan. Program ini mengajarkan pentingnya peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan dan membuka wawasan baru tentang potensi besar yang dapat dikembangkan melalui dukungan yang tepat. “Jujur, aku nggak nyangka program ini bisa se-empowerment itu. Aku pikir sudah cukup menjadi wanita apa adanya, tapi ternyata program ini membuka mata dan menyemangati lebih jauh,” ungkap Alfia Sabrina.

Program ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang kesetaraan gender, tetapi juga menghadirkan pengalaman lintas budaya yang unik. Berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, Alfia merasa terinspirasi oleh keberagaman cerita dan semangat mereka dalam memanfaatkan peluang yang ada. Suasana program yang sepenuhnya diisi oleh perempuan menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung, memungkinkan para peserta untuk belajar, berbagi, dan berkembang secara optimal. “Aku melihat betapa hebatnya para perempuan ini dalam memanfaatkan peluang. Hal ini membuatku semakin yakin bahwa kita memang butuh lebih banyak program seperti ini, yang memberikan kesempatan khusus untuk perempuan agar dapat berkembang dengan lebih maksimal,” tambahnya.

Program Women Empowerment UNESCO UNITWIN juga memberikan pengalaman yang sangat mendalam tentang pentingnya dukungan kolektif. Dukungan dari mentor dan sesama peserta menciptakan lingkungan yang kolaboratif, memperkuat relasi internasional, dan membuka peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi perempuan di seluruh dunia. Selain itu, program ini memberikan pelajaran penting tentang solidaritas dan kolaborasi global, yang tidak hanya meningkatkan kemampuan individu tetapi juga memengaruhi perubahan sosial secara luas.

Kegiatan ini turut mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan, dan SDG 17 tentang kemitraan global melalui kolaborasi UNESCO UNITWIN. Dengan pengalaman ini, Alfia Sabrina merasa bahwa pemberdayaan perempuan harus terus didukung untuk menciptakan ruang yang memungkinkan perempuan berkembang dengan optimal. Program ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif di dunia, terutama melalui dukungan dan kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Melalui Women Empowerment, Alfia dan perempuan lainnya di seluruh dunia telah membuka jalan menuju masa depan yang lebih setara, inklusif, dan inspiratif.

Penulis: Ratih cintia sari
Dokumentasi: Alfia Sabrina
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

Workshop Diseminasi Hasil Sementara Kajian dan Penggunaan Model Aktuaria Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Riset Ilmu Aktuaria FMIPA UGM bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) menyelenggarakan Workshop Diseminasi Hasil Sementara Kajian dan Penggunaan Model Aktuaria Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada 9 Desember 2024 di Yogyakarta. Workshop ini berfokus pada tiga program utama yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil sementara kajian model aktuaria, memperkenalkan kalkulator simulasi aktuaria yang telah dikembangkan, serta memperoleh masukan strategis dari para pemangku kepentingan terkait. Acara ini dihadiri oleh Tim Riset FMIPA UGM, perwakilan Bappenas, serta tim GIZ.

Workshop membahas pengembangan sistem jaminan sosial di Indonesia dengan mengadopsi pendekatan komparatif terhadap negara lain, proyeksi partisipasi tenaga kerja, dan analisis keberlanjutan keuangan jangka panjang. Tim peneliti memaparkan model simulasi aktuaria yang telah dikembangkan beserta asumsi dan skenario alternatif untuk meningkatkan efektivitas program JKK, JKM, dan JKP. Dalam sesi diskusi panel, peserta mengeksplorasi berbagai tantangan dalam pengembangan sistem jaminan sosial, seperti evaluasi asumsi ekonomi terkait tingkat bunga dan inflasi, serta dinamika kepesertaan tenaga kerja. Tantangan ini dinilai penting untuk menciptakan model aktuaria yang relevan dan responsif terhadap perubahan ekonomi maupun sosial.

Ketua Tim Riset Ilmu Aktuaria FMIPA UGM, Bapak Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Si., M.Act.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa meskipun tidak ada model aktuaria yang sepenuhnya sempurna, alat ini merupakan instrumen penting dalam pengambilan keputusan strategis. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan untuk terus memperbarui model sesuai dengan tantangan dinamis yang ada. “Meskipun tidak ada model yang sepenuhnya benar, model aktuaria adalah alat penting yang membantu memberikan wawasan dalam pengambilan keputusan strategis. Kuncinya adalah terus memperbarui model agar dapat menjawab tantangan dinamis yang dihadapi saat ini dan masa mendatang.”

Dari hasil diskusi, disepakati perlunya fleksibilitas dalam pengembangan kalkulator aktuaria serta integrasi skenario berbasis data terkini. Selain itu, masukan dari GIZ dan Bappenas menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin untuk mendukung keberlanjutan program jaminan sosial di Indonesia.

Workshop ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu: SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui jaminan sosial yang melindungi kelompok rentan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan adanya kolaborasi riset dan pengembangan model yang komprehensif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memastikan keberlanjutan program ketenagakerjaan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara UGM, Bappenas, dan GIZ dalam membangun sistem jaminan sosial yang lebih baik dan berkelanjutan. Workshop ini mencerminkan komitmen UGM, khususnya FMIPA, dalam mendukung pengembangan kebijakan berbasis riset untuk memperkuat sistem perlindungan sosial di Indonesia. Dengan kolaborasi antara akademisi, pembuat kebijakan, dan mitra internasional, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem jaminan sosial yang berkelanjutan, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Penulis: Chairunnisa Anggun Setiono
Dokumentasi:  Tim Riset Ilmu Aktuaria UGM
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

Diskusi Riset Penelitian KBK Fisika Terapan dan Teoretik UGM dalam Rangka Strategi Untuk Memperkuat Publikasi Internasional

Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fisika Terapan dan Fisika Teoretik Komputasional mengadakan diskusi intensif mengenai publikasi riset di LORIN Solo Hotel. Acara ini diisi dengan presentasi dari koordinator masing-masing KBK, diikuti dengan sesi evaluasi dan penutupan yang bertujuan memperkuat pemahaman antar-dosen terkait penelitian yang sedang berjalan, serta meningkatkan peluang kolaborasi antaranggota kedua KBK.

“Kolaborasi riset telah menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dr. Dwi Satya Palupi, S.Si., M.Si., Koordinator KBK Fisika Teoretik Komputasional. Dalam presentasinya, Dr. Palupi menjelaskan berbagai penelitian unggulan di KBK-nya, termasuk pengembangan radiofarmaka melalui reaksi inti, perisai radiasi untuk akselerator, serta kolaborasi dengan Pusat Riset Teknologi Akselerator Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTA BRIN). Ia juga membahas proyek aplikasi machine learning untuk deteksi isotop radioaktif, simulasi serapan foton pada material bioplastik, serta penelitian terkait akselerator DECY-13.

Selanjutnya, Prof. Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si., Koordinator KBK Fisika Terapan, memaparkan pencapaian KBK-nya. Beliau menggarisbawahi keberhasilan kelulusan tiga mahasiswa S1 pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 hingga Oktober, serta capaian publikasi internasional, yaitu empat publikasi di tahun 2023 dan tiga di tahun 2024. Selain itu, KBK Fisika Terapan juga berhasil mempublikasikan empat makalah di prosiding internasional, dengan tiga di antaranya diterbitkan pada 2023 dan satu pada 2024. Prof. Mitrayana turut membahas beberapa proyek penelitian yang tengah berjalan dalam grupnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu fisika terapan.

“Mari kita tetap berpikir positif dan bekerja sesuai passion. Jangan dipaksa, tetapi tetap dikerjakan dengan perhitungan yang matang,” pesan Prof. Mitrayana dalam pernyataan penutupnya, mendorong semangat kolaboratif dan inovatif di kalangan dosen. Dengan diskusi ini, diharapkan para peneliti di KBK Fisika Terapan dan Teoretik Komputasional dapat terus memperkuat kolaborasi dan memperbanyak publikasi berkualitas, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu fisika dan aplikasinya.

Diskusi yang dijalani oleh KBK Fisika Terapan dan Fisika Teoritik Komputasional menunjukkan penerapan SDGs poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang ditunjukkan dengan adanya dorongan untuk memperkuat kolaborasi antardosen. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang ditunjukkan dengan semakin kuatnya kolaborasi riset di kalangan dosen KBK Fisika Terapan dan Fisika Teoritik Komputasional.

Penulis: Azzah Nurfatin
Reportase: Indara Nurwulandari
Dokumentasi: Indara Nurwulandari
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

Workshop Peningkatan Kolaborasi Pemaparan Riset KBK Fisika Terapan dan KBK Fisika Teoritik dan Komputasional

Pada hari Jumat, 11 Oktober 2024, Dosen dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fisika Terapan dan Fisika Teoritik Komputasional menggelar workshop bertajuk Peningkatan dan Penguatan Kolaborasi Riset Dosen di Lorin Solo Hotel pada tanggal 11 s.d. 12 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan mempererat kolaborasi riset antardosen dan membahas pengembangan riset multidisiplin fisika. Pada workshop ini, para dosen mempresentasikan hasil, topik, serta kendala riset dosen dalam penelitian dan penulisan ilmiah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal kolaborasi antar dosen peneliti untuk menyelesaikan kendala/problem riset dosen peneliti di KBK Fisika Teoritik dan Komputasional  serta KBK Fisika Terapan.

Koordinator KBK Fisika Terapan, Prof. Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya kolaborasi riset yang lebih erat, bukan hanya dalam mempresentasikan hasil riset, tetapi juga dalam berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi. Kolaborasi multidisiplin ini diharapkan dapat semakin berkembang, mencakup bidang-bidang lain di lingkungan MIPA.

“Acara ini diharapkan mampu mendekatkan para peneliti di internal, agar kolaborasi riset tidak lagi menjadi tantangan, khususnya di antara KBK Fisika Teoritik dan Komputasional serta KBK Fisika Terapan,” papar Prof. Mitrayana.

Kepala Laboratorium Fisika Atom dan Inti, Dr.Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di antara dosen agar kerjasama dalam riset semakin lancar. Kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara rutin untuk mengatasi potensi kendala kecil, termasuk dalam konteks perkuliahan.

“Keakraban yang terbangun dari pertemuan ini penting untuk menjaga kelancaran kerja sama riset dan mengurangi miskomunikasi di masa mendatang,” papar Fahrudin Nugroho.

Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan kolaborasi riset yang lebih intensif antar KBK dan melibatkan disiplin ilmu lain di lingkungan fakultas, sehingga riset yang dihasilkan dapat memberikan manfaat luas bagi pengembangan ilmu fisika dan pendidikan di masa depan. Kegiatan ini turut mengimplementasikan SDGS poin 4 yaitu pendidikan berkualitas melalui workshop peningkatan dan penguatan kolaborasi dan SDGS poin 9 yaitu inovasi melalui kolaborasi yang menghasilkan riset penelitian.

Penulis: Ratih cintia sari
Dokumentasi: Indara Nurwulandari dan Tim Laboran Fisika Atom dan Inti
Editor: Dr. Dwi Satya Palupi, S.Si., M.Si. dan Sulaiman Nurhidayat

Read More

Workshop Finalisasi Hibah Akreditasi ASIIN di FMIPA UGM Sukses Digelar dalam Diskusi Aktif untuk Mewujudkan Kesetaraan Kualitas Akademik Jenjang S2 dan S3

Acara Workshop Finalisasi Laporan Akreditasi ASIIN pada 14 September 2024 yang dipimpin oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D. berlangsung dengan lancar dengan memberikan ruang diskusi terbuka untuk penyusunan dokumen yang diperlukan. Workshop tersebut kemudian dibuka oleh Prof. Sri Wahyuni yang mengarahkan pembahasan pada berbagai poin kritis.

Pembahasan utama meliputi masukan dari Widya selaku narasumber terkait program S2 dan S3. Untuk program S2, terdapat concern mengenai diploma supplement dengan data kohort, lulusan, dan penjelasan mengenai kesetaraan ECTS. Sementara itu, untuk program S3, dibahas tentang kesetaraan antara jalur reguler dan by research yang masih menjadi perhatian selama ini, terutama terkait target proses dan output yang berbeda. Selain itu, isu mengenai workload dan panduan regulasi akademik juga dibahas mendalam. Dalam evaluasi, Widya juga menyoroti pentingnya siklus QA (Quality Assurance) yang hasilnya harus disampaikan kepada mahasiswa.

Dengan diskusi mendalam yang berlangsung produktif, berbagai isu penting terkait penyusunan laporan akreditasi kembali dibahas untuk menyempurnakan program studi di Fakultas MIPA. Untuk Pembahasan utama meliputi panduan akademik S3 yang menekankan pentingnya penyesuaian SKS antara program reguler dan by research, hasil survei menunjukkan perbedaan beban kerja dan durasi studi sehingga penting untuk merevisi hitungan SKS agar lebih sesuai dengan beban akademik.

Selain itu, Widya juga menekankan pentingnya mengintegrasikan peminatan dalam program S2. Dalam rapat tersebut, disarankan agar SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) dapat mencakup peminatan, untuk membantu mahasiswa lebih mudah mencari pekerjaan.

Workshop yang diselenggarakan FMIPA UGM berperan penting dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas, yang menggarisbawahi pentingnya akses pendidikan tinggi yang inklusif dan setara, serta peningkatan kualitas pendidikan melalui akreditasi internasional.

Penulis: Chairunnisa Anggun Setiono
Dokumentasi:  Wahyu Micho Indrawan
Editor: Febriska Noor Fitriana

Read More

MIPAnet School of Leaders Hari Kedua: Dorong Penjaminan Mutu Kampus Sains Indonesia

Lima puluh pimpinan dari berbagai instansi yang tergabung dalam Jaringan Kerja Sama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA di seluruh Indonesia mengikuti MIPAnet School of Leaders pada Rabu – Sabtu, 4 – 7 September 2024 di Ruang Auditorium FMIPA UGM. Acara ini dihadiri berbagai pimpinan instansi seperti Dekan FMIPA Unsoed, Dekan FMIPA IPB, Dekan FMIPA UNP, Dekan FST Undana, Dekan FMIPA USU, Dekan FMIPA IPB, dan lainnya. Beberapa pemateri berasal dari pihak UGM seperti Rektor UGM, Ketua HPU UGM, dan Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi UGM.

Pada hari kedua yaitu 5 September 2024, materi yang dipaparkan terdiri atas Akreditasi Perguruan Tinggi di Bidang MIPA (LAM/ASIIN/RSC) oleh Prof Drs. Roto, M.Sc., Ph.D. (LAMSAMA), Strategi Mengelola Konflik oleh Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D. (Fakultas Psikologi UGM), Pembelajaran Jarak Jauh oleh Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. (Dekan FST Universitas Terbuka), dan Strategi Kerja Sama Luar Negeri oleh Prof. Dr. Puji Astuti (Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM). Materi-materi yang diberikan serta diskusi yang dilakukan turut memperkaya wawasan masing-masing pihak serta mendorong pemecahan masalah yang ada untuk melakukan peningkatan dan pengembangan di masing-masing instansi. Selain itu, peserta MIPAnet mendapatkan kesempatan dalam melakukan tur di berbagai hasil penelitian FMIPA UGM.

Hadirnya MIPAnet School of Leaders menjadi cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan kepemimpinan dan manajemen bagi pemimpin di kampus sains serta mendorong pendidikan untuk keberlanjutan dan pembangunan. Selain itu, agenda tersebut menjadi implementasi dari SDGs nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama dan inovasi dalam mendongkrak kualitas kampus sains di Indonesia dengan sharing session yang dilakukan untuk berbagi ide dan pandangan serta mencari solusi yang tepat bagi masing-masing instansi.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Dukung Kesehatan Mental Mahasiswa, FMIPA UGM Gelar Seminar Membangun Visi dan Resiliensi Mahasiswa

FMIPA UGM menggelar seminar untuk mahasiswa di lingkungan FMIPA UGM dengan tema Membangun Visi dan Resiliensi Mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Auditorium FMIPA UGM pada Senin, 9 September 2024. Narasumber pada kegiatan pelatihan ini adalah Elisabeth Evaty Dewi yang akrab dipanggil Lisa selaku Chief Human Capital Officer dari AXA Mandiri Financial Services.

Dalam hal ini, acara dibuka oleh Wakil Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc.

“Kita memiliki gap yang sangat jauh sehingga membutuhkan cara komunikasi dengan mereka. Ada hal-hal yang kadang kita tidak pikirkan. Jangan-jangan kita harus berubah mencari cara untuk berkomunikasi lebih baik dengan teman-teman mahasiswa yang umurnya jauh dari kami. Kami ingin meneropong perspektif mahasiswa seperti apa. Satu keyword yang saya dapatkan adalah komunikasi,” papar Prof. Reza.

Lisa menyodorkan sejumlah studi kasus kepada para mahasiswa mengenai kondisi dan perilaku mahasiswa masa kini ketika menghadapi tantangan dan persoalan di kampus yang melibatkan dosen. Seperti dosen yang sulit ditemui bahkan dosen yang mempersulit mahasiswa. Kemudian, ada 4 materi pokok yang disampaikan yaitu mengenalkan AXA Mandiri serta dunia realita bekerja yang ramah pada kesehatan mental, kesehatan mental dan resiliensi, strategi membangun resiliensi, dan menemukan visi diri sendiri.

Kemudian, Lisa memantik mahasiswa dengan pertanyaan yang cukup memancing yaitu mengenai ketakutan mahasiswa seperti apa yang dihadapi.

“Yang buat stres itu saya skill isu. Ketika temen kita bisa jago nyoba pertama kali. Kalau kita kok ga bisa, kenapa temen kita sekali aja bisa, kita kok gabisa?” papar salah satu mahasiswa.

Dengan tenang, Lisa menanggapi.

“Nanti kita akan belajar multiple intelligences ya. Karena setiap orang punya kecerdasan dan kekhasan masing-masing,” papar Lisa.

Beberapa mahasiswa kemudian berani untuk menceritakan ketakutannya seperti takut melawan orang yang berkata kasar kepadanya hingga diam-diam hanya bisa menangis kemudian ada juga mahasiswa yang menjadi tulang punggung keluarganya dengan berbagai beban yang harus ditanggung sembari menyelesaikan studi.

Kegiatan pelatihan dengan mengangkat tentang kesehatan mental oleh FMIPA UGM merupakan cerminan dari SDGs nomor 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui materi kesehatan mental untuk menekan angka kematian akibat bunuh diri di kalangan mahasiswa serta nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesehatan mental.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

MIPAnet School of Leaders Hari Ke-4: Evaluasi Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut Kualitas Kampus Sains di Indonesia

FMIPA UGM menyelenggarakan kegiatan MIPAnet School of Leaders pada Rabu – Sabtu, 4 – 7 September 2024 di Ruang Auditorium FMIPA UGM. Acara ini dihadiri oleh 50 pimpinan dari berbagai instansi yang tergabung dalam Jaringan Kerja Sama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA di seluruh Indonesia seperti Dekan FMIPA Unsoed, Dekan FMIPA IPB, Dekan FMIPA UNP, Dekan FST Undana, Dekan FMIPA USU, Dekan FMIPA IPB, dan lainnya. Beberapa pemateri berasal dari pihak UGM seperti Rektor UGM, Ketua HPU UGM, dan Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi UGM.

Pada hari terakhir, agenda yang dilakukan adalah bersepeda bersama dari FMIPA UGM menuju Alun-Alun Yogyakarta. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Evaluasi Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut sekaligus penutupan yang mengakhiri seluruh rangkaian acara MIPAnet School of Leaders. Dalam hal ini, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat memimpin jalannya kegiatan evaluasi dan rencana tindak lanjut mengenai kegiatan yang telah dan akan dilakukan. Hal ini mengingat bahwa telah terjalin tukar pendapat dan pandangan yang membuka wawasan sekaligus kesempatan kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas kampus sains di Indonesia melalui kepemimpinan dan manajerial yang telah didapatkan.

 Hadirnya MIPAnet School of Leaders menjadi cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan kepemimpinan dan manajemen bagi pemimpin di kampus sains serta mendorong pendidikan untuk keberlanjutan dan pembangunan. Selain itu, agenda tersebut menjadi implementasi dari SDGs nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama dan inovasi dalam mendongkrak kualitas kampus sains di Indonesia dengan sharing session yang dilakukan untuk berbagi ide dan pandangan serta mencari solusi yang tepat bagi masing-masing instansi.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Alfia Sabrina dan Transformasi Inspiratif dalam Program Women Empowerment dalam Rangka Meningkatkan Kesadaran tentang Pentingnya Dukungan untuk Perempuan melalui Kegiatan UNESCO UNITWIN

Alfia Sabrina, seorang mahasiswa yang tumbuh dalam keluarga yang mendukung kesetaraan gender, mendapatkan pengalaman transformasional melalui program Women Empowerment yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan UNESCO UNITWIN. Sebagai perempuan yang telah merasa percaya diri dengan perannya, Alfia menyadari bahwa pemberdayaan perempuan memiliki cakupan dan dampak yang jauh lebih luas dari yang ia bayangkan. Program ini mengajarkan pentingnya peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan dan membuka wawasan baru tentang potensi besar yang dapat dikembangkan melalui dukungan yang tepat. “Jujur, aku nggak nyangka program ini bisa se-empowerment itu. Aku pikir sudah cukup menjadi wanita apa adanya, tapi ternyata program ini membuka mata dan menyemangati lebih jauh,” ungkap Alfia Sabrina.

Program ini tidak hanya memberikan pemahaman tentang kesetaraan gender, tetapi juga menghadirkan pengalaman lintas budaya yang unik. Berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, Alfia merasa terinspirasi oleh keberagaman cerita dan semangat mereka dalam memanfaatkan peluang yang ada. Suasana program yang sepenuhnya diisi oleh perempuan menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung, memungkinkan para peserta untuk belajar, berbagi, dan berkembang secara optimal. “Aku melihat betapa hebatnya para perempuan ini dalam memanfaatkan peluang. Hal ini membuatku semakin yakin bahwa kita memang butuh lebih banyak program seperti ini, yang memberikan kesempatan khusus untuk perempuan agar dapat berkembang dengan lebih maksimal,” tambahnya.

Program Women Empowerment UNESCO UNITWIN juga memberikan pengalaman yang sangat mendalam tentang pentingnya dukungan kolektif. Dukungan dari mentor dan sesama peserta menciptakan lingkungan yang kolaboratif, memperkuat relasi internasional, dan membuka peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi perempuan di seluruh dunia. Selain itu, program ini memberikan pelajaran penting tentang solidaritas dan kolaborasi global, yang tidak hanya meningkatkan kemampuan individu tetapi juga memengaruhi perubahan sosial secara luas.

Kegiatan ini turut mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 tentang kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan, dan SDG 17 tentang kemitraan global melalui kolaborasi UNESCO UNITWIN. Dengan pengalaman ini, Alfia Sabrina merasa bahwa pemberdayaan perempuan harus terus didukung untuk menciptakan ruang yang memungkinkan perempuan berkembang dengan optimal. Program ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif di dunia, terutama melalui dukungan dan kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Melalui Women Empowerment, Alfia dan perempuan lainnya di seluruh dunia telah membuka jalan menuju masa depan yang lebih setara, inklusif, dan inspiratif.

Penulis: Ratih cintia sari
Dokumentasi: Alfia Sabrina
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

Workshop Diseminasi Hasil Sementara Kajian dan Penggunaan Model Aktuaria Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Tim Riset Ilmu Aktuaria FMIPA UGM bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) menyelenggarakan Workshop Diseminasi Hasil Sementara Kajian dan Penggunaan Model Aktuaria Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada 9 Desember 2024 di Yogyakarta. Workshop ini berfokus pada tiga program utama yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil sementara kajian model aktuaria, memperkenalkan kalkulator simulasi aktuaria yang telah dikembangkan, serta memperoleh masukan strategis dari para pemangku kepentingan terkait. Acara ini dihadiri oleh Tim Riset FMIPA UGM, perwakilan Bappenas, serta tim GIZ.

Workshop membahas pengembangan sistem jaminan sosial di Indonesia dengan mengadopsi pendekatan komparatif terhadap negara lain, proyeksi partisipasi tenaga kerja, dan analisis keberlanjutan keuangan jangka panjang. Tim peneliti memaparkan model simulasi aktuaria yang telah dikembangkan beserta asumsi dan skenario alternatif untuk meningkatkan efektivitas program JKK, JKM, dan JKP. Dalam sesi diskusi panel, peserta mengeksplorasi berbagai tantangan dalam pengembangan sistem jaminan sosial, seperti evaluasi asumsi ekonomi terkait tingkat bunga dan inflasi, serta dinamika kepesertaan tenaga kerja. Tantangan ini dinilai penting untuk menciptakan model aktuaria yang relevan dan responsif terhadap perubahan ekonomi maupun sosial.

Ketua Tim Riset Ilmu Aktuaria FMIPA UGM, Bapak Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Si., M.Act.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa meskipun tidak ada model aktuaria yang sepenuhnya sempurna, alat ini merupakan instrumen penting dalam pengambilan keputusan strategis. Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan untuk terus memperbarui model sesuai dengan tantangan dinamis yang ada. “Meskipun tidak ada model yang sepenuhnya benar, model aktuaria adalah alat penting yang membantu memberikan wawasan dalam pengambilan keputusan strategis. Kuncinya adalah terus memperbarui model agar dapat menjawab tantangan dinamis yang dihadapi saat ini dan masa mendatang.”

Dari hasil diskusi, disepakati perlunya fleksibilitas dalam pengembangan kalkulator aktuaria serta integrasi skenario berbasis data terkini. Selain itu, masukan dari GIZ dan Bappenas menegaskan pentingnya pendekatan multidisiplin untuk mendukung keberlanjutan program jaminan sosial di Indonesia.

Workshop ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu: SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui jaminan sosial yang melindungi kelompok rentan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan adanya kolaborasi riset dan pengembangan model yang komprehensif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memastikan keberlanjutan program ketenagakerjaan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara UGM, Bappenas, dan GIZ dalam membangun sistem jaminan sosial yang lebih baik dan berkelanjutan. Workshop ini mencerminkan komitmen UGM, khususnya FMIPA, dalam mendukung pengembangan kebijakan berbasis riset untuk memperkuat sistem perlindungan sosial di Indonesia. Dengan kolaborasi antara akademisi, pembuat kebijakan, dan mitra internasional, kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem jaminan sosial yang berkelanjutan, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.

Penulis: Chairunnisa Anggun Setiono
Dokumentasi:  Tim Riset Ilmu Aktuaria UGM
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

Diskusi Riset Penelitian KBK Fisika Terapan dan Teoretik UGM dalam Rangka Strategi Untuk Memperkuat Publikasi Internasional

Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fisika Terapan dan Fisika Teoretik Komputasional mengadakan diskusi intensif mengenai publikasi riset di LORIN Solo Hotel. Acara ini diisi dengan presentasi dari koordinator masing-masing KBK, diikuti dengan sesi evaluasi dan penutupan yang bertujuan memperkuat pemahaman antar-dosen terkait penelitian yang sedang berjalan, serta meningkatkan peluang kolaborasi antaranggota kedua KBK.

“Kolaborasi riset telah menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dr. Dwi Satya Palupi, S.Si., M.Si., Koordinator KBK Fisika Teoretik Komputasional. Dalam presentasinya, Dr. Palupi menjelaskan berbagai penelitian unggulan di KBK-nya, termasuk pengembangan radiofarmaka melalui reaksi inti, perisai radiasi untuk akselerator, serta kolaborasi dengan Pusat Riset Teknologi Akselerator Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTA BRIN). Ia juga membahas proyek aplikasi machine learning untuk deteksi isotop radioaktif, simulasi serapan foton pada material bioplastik, serta penelitian terkait akselerator DECY-13.

Selanjutnya, Prof. Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si., Koordinator KBK Fisika Terapan, memaparkan pencapaian KBK-nya. Beliau menggarisbawahi keberhasilan kelulusan tiga mahasiswa S1 pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 hingga Oktober, serta capaian publikasi internasional, yaitu empat publikasi di tahun 2023 dan tiga di tahun 2024. Selain itu, KBK Fisika Terapan juga berhasil mempublikasikan empat makalah di prosiding internasional, dengan tiga di antaranya diterbitkan pada 2023 dan satu pada 2024. Prof. Mitrayana turut membahas beberapa proyek penelitian yang tengah berjalan dalam grupnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu fisika terapan.

“Mari kita tetap berpikir positif dan bekerja sesuai passion. Jangan dipaksa, tetapi tetap dikerjakan dengan perhitungan yang matang,” pesan Prof. Mitrayana dalam pernyataan penutupnya, mendorong semangat kolaboratif dan inovatif di kalangan dosen. Dengan diskusi ini, diharapkan para peneliti di KBK Fisika Terapan dan Teoretik Komputasional dapat terus memperkuat kolaborasi dan memperbanyak publikasi berkualitas, sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pengembangan ilmu fisika dan aplikasinya.

Diskusi yang dijalani oleh KBK Fisika Terapan dan Fisika Teoritik Komputasional menunjukkan penerapan SDGs poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang ditunjukkan dengan adanya dorongan untuk memperkuat kolaborasi antardosen. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang ditunjukkan dengan semakin kuatnya kolaborasi riset di kalangan dosen KBK Fisika Terapan dan Fisika Teoritik Komputasional.

Penulis: Azzah Nurfatin
Reportase: Indara Nurwulandari
Dokumentasi: Indara Nurwulandari
Editor: Sulaiman Nurhidayat

Read More

Workshop Peningkatan Kolaborasi Pemaparan Riset KBK Fisika Terapan dan KBK Fisika Teoritik dan Komputasional

Pada hari Jumat, 11 Oktober 2024, Dosen dari Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Fisika Terapan dan Fisika Teoritik Komputasional menggelar workshop bertajuk Peningkatan dan Penguatan Kolaborasi Riset Dosen di Lorin Solo Hotel pada tanggal 11 s.d. 12 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan mempererat kolaborasi riset antardosen dan membahas pengembangan riset multidisiplin fisika. Pada workshop ini, para dosen mempresentasikan hasil, topik, serta kendala riset dosen dalam penelitian dan penulisan ilmiah. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal kolaborasi antar dosen peneliti untuk menyelesaikan kendala/problem riset dosen peneliti di KBK Fisika Teoritik dan Komputasional  serta KBK Fisika Terapan.

Koordinator KBK Fisika Terapan, Prof. Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya kolaborasi riset yang lebih erat, bukan hanya dalam mempresentasikan hasil riset, tetapi juga dalam berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi. Kolaborasi multidisiplin ini diharapkan dapat semakin berkembang, mencakup bidang-bidang lain di lingkungan MIPA.

“Acara ini diharapkan mampu mendekatkan para peneliti di internal, agar kolaborasi riset tidak lagi menjadi tantangan, khususnya di antara KBK Fisika Teoritik dan Komputasional serta KBK Fisika Terapan,” papar Prof. Mitrayana.

Kepala Laboratorium Fisika Atom dan Inti, Dr.Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di antara dosen agar kerjasama dalam riset semakin lancar. Kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara rutin untuk mengatasi potensi kendala kecil, termasuk dalam konteks perkuliahan.

“Keakraban yang terbangun dari pertemuan ini penting untuk menjaga kelancaran kerja sama riset dan mengurangi miskomunikasi di masa mendatang,” papar Fahrudin Nugroho.

Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan kolaborasi riset yang lebih intensif antar KBK dan melibatkan disiplin ilmu lain di lingkungan fakultas, sehingga riset yang dihasilkan dapat memberikan manfaat luas bagi pengembangan ilmu fisika dan pendidikan di masa depan. Kegiatan ini turut mengimplementasikan SDGS poin 4 yaitu pendidikan berkualitas melalui workshop peningkatan dan penguatan kolaborasi dan SDGS poin 9 yaitu inovasi melalui kolaborasi yang menghasilkan riset penelitian.

Penulis: Ratih cintia sari
Dokumentasi: Indara Nurwulandari dan Tim Laboran Fisika Atom dan Inti
Editor: Dr. Dwi Satya Palupi, S.Si., M.Si. dan Sulaiman Nurhidayat

Read More

Workshop Finalisasi Hibah Akreditasi ASIIN di FMIPA UGM Sukses Digelar dalam Diskusi Aktif untuk Mewujudkan Kesetaraan Kualitas Akademik Jenjang S2 dan S3

Acara Workshop Finalisasi Laporan Akreditasi ASIIN pada 14 September 2024 yang dipimpin oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D. berlangsung dengan lancar dengan memberikan ruang diskusi terbuka untuk penyusunan dokumen yang diperlukan. Workshop tersebut kemudian dibuka oleh Prof. Sri Wahyuni yang mengarahkan pembahasan pada berbagai poin kritis.

Pembahasan utama meliputi masukan dari Widya selaku narasumber terkait program S2 dan S3. Untuk program S2, terdapat concern mengenai diploma supplement dengan data kohort, lulusan, dan penjelasan mengenai kesetaraan ECTS. Sementara itu, untuk program S3, dibahas tentang kesetaraan antara jalur reguler dan by research yang masih menjadi perhatian selama ini, terutama terkait target proses dan output yang berbeda. Selain itu, isu mengenai workload dan panduan regulasi akademik juga dibahas mendalam. Dalam evaluasi, Widya juga menyoroti pentingnya siklus QA (Quality Assurance) yang hasilnya harus disampaikan kepada mahasiswa.

Dengan diskusi mendalam yang berlangsung produktif, berbagai isu penting terkait penyusunan laporan akreditasi kembali dibahas untuk menyempurnakan program studi di Fakultas MIPA. Untuk Pembahasan utama meliputi panduan akademik S3 yang menekankan pentingnya penyesuaian SKS antara program reguler dan by research, hasil survei menunjukkan perbedaan beban kerja dan durasi studi sehingga penting untuk merevisi hitungan SKS agar lebih sesuai dengan beban akademik.

Selain itu, Widya juga menekankan pentingnya mengintegrasikan peminatan dalam program S2. Dalam rapat tersebut, disarankan agar SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) dapat mencakup peminatan, untuk membantu mahasiswa lebih mudah mencari pekerjaan.

Workshop yang diselenggarakan FMIPA UGM berperan penting dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas, yang menggarisbawahi pentingnya akses pendidikan tinggi yang inklusif dan setara, serta peningkatan kualitas pendidikan melalui akreditasi internasional.

Penulis: Chairunnisa Anggun Setiono
Dokumentasi:  Wahyu Micho Indrawan
Editor: Febriska Noor Fitriana

Read More

MIPAnet School of Leaders Hari Kedua: Dorong Penjaminan Mutu Kampus Sains Indonesia

Lima puluh pimpinan dari berbagai instansi yang tergabung dalam Jaringan Kerja Sama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA di seluruh Indonesia mengikuti MIPAnet School of Leaders pada Rabu – Sabtu, 4 – 7 September 2024 di Ruang Auditorium FMIPA UGM. Acara ini dihadiri berbagai pimpinan instansi seperti Dekan FMIPA Unsoed, Dekan FMIPA IPB, Dekan FMIPA UNP, Dekan FST Undana, Dekan FMIPA USU, Dekan FMIPA IPB, dan lainnya. Beberapa pemateri berasal dari pihak UGM seperti Rektor UGM, Ketua HPU UGM, dan Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi UGM.

Pada hari kedua yaitu 5 September 2024, materi yang dipaparkan terdiri atas Akreditasi Perguruan Tinggi di Bidang MIPA (LAM/ASIIN/RSC) oleh Prof Drs. Roto, M.Sc., Ph.D. (LAMSAMA), Strategi Mengelola Konflik oleh Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D. (Fakultas Psikologi UGM), Pembelajaran Jarak Jauh oleh Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. (Dekan FST Universitas Terbuka), dan Strategi Kerja Sama Luar Negeri oleh Prof. Dr. Puji Astuti (Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM). Materi-materi yang diberikan serta diskusi yang dilakukan turut memperkaya wawasan masing-masing pihak serta mendorong pemecahan masalah yang ada untuk melakukan peningkatan dan pengembangan di masing-masing instansi. Selain itu, peserta MIPAnet mendapatkan kesempatan dalam melakukan tur di berbagai hasil penelitian FMIPA UGM.

Hadirnya MIPAnet School of Leaders menjadi cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan kepemimpinan dan manajemen bagi pemimpin di kampus sains serta mendorong pendidikan untuk keberlanjutan dan pembangunan. Selain itu, agenda tersebut menjadi implementasi dari SDGs nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama dan inovasi dalam mendongkrak kualitas kampus sains di Indonesia dengan sharing session yang dilakukan untuk berbagi ide dan pandangan serta mencari solusi yang tepat bagi masing-masing instansi.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

Dukung Kesehatan Mental Mahasiswa, FMIPA UGM Gelar Seminar Membangun Visi dan Resiliensi Mahasiswa

FMIPA UGM menggelar seminar untuk mahasiswa di lingkungan FMIPA UGM dengan tema Membangun Visi dan Resiliensi Mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Auditorium FMIPA UGM pada Senin, 9 September 2024. Narasumber pada kegiatan pelatihan ini adalah Elisabeth Evaty Dewi yang akrab dipanggil Lisa selaku Chief Human Capital Officer dari AXA Mandiri Financial Services.

Dalam hal ini, acara dibuka oleh Wakil Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc.

“Kita memiliki gap yang sangat jauh sehingga membutuhkan cara komunikasi dengan mereka. Ada hal-hal yang kadang kita tidak pikirkan. Jangan-jangan kita harus berubah mencari cara untuk berkomunikasi lebih baik dengan teman-teman mahasiswa yang umurnya jauh dari kami. Kami ingin meneropong perspektif mahasiswa seperti apa. Satu keyword yang saya dapatkan adalah komunikasi,” papar Prof. Reza.

Lisa menyodorkan sejumlah studi kasus kepada para mahasiswa mengenai kondisi dan perilaku mahasiswa masa kini ketika menghadapi tantangan dan persoalan di kampus yang melibatkan dosen. Seperti dosen yang sulit ditemui bahkan dosen yang mempersulit mahasiswa. Kemudian, ada 4 materi pokok yang disampaikan yaitu mengenalkan AXA Mandiri serta dunia realita bekerja yang ramah pada kesehatan mental, kesehatan mental dan resiliensi, strategi membangun resiliensi, dan menemukan visi diri sendiri.

Kemudian, Lisa memantik mahasiswa dengan pertanyaan yang cukup memancing yaitu mengenai ketakutan mahasiswa seperti apa yang dihadapi.

“Yang buat stres itu saya skill isu. Ketika temen kita bisa jago nyoba pertama kali. Kalau kita kok ga bisa, kenapa temen kita sekali aja bisa, kita kok gabisa?” papar salah satu mahasiswa.

Dengan tenang, Lisa menanggapi.

“Nanti kita akan belajar multiple intelligences ya. Karena setiap orang punya kecerdasan dan kekhasan masing-masing,” papar Lisa.

Beberapa mahasiswa kemudian berani untuk menceritakan ketakutannya seperti takut melawan orang yang berkata kasar kepadanya hingga diam-diam hanya bisa menangis kemudian ada juga mahasiswa yang menjadi tulang punggung keluarganya dengan berbagai beban yang harus ditanggung sembari menyelesaikan studi.

Kegiatan pelatihan dengan mengangkat tentang kesehatan mental oleh FMIPA UGM merupakan cerminan dari SDGs nomor 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui materi kesehatan mental untuk menekan angka kematian akibat bunuh diri di kalangan mahasiswa serta nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesehatan mental.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More

MIPAnet School of Leaders Hari Ke-4: Evaluasi Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut Kualitas Kampus Sains di Indonesia

FMIPA UGM menyelenggarakan kegiatan MIPAnet School of Leaders pada Rabu – Sabtu, 4 – 7 September 2024 di Ruang Auditorium FMIPA UGM. Acara ini dihadiri oleh 50 pimpinan dari berbagai instansi yang tergabung dalam Jaringan Kerja Sama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA di seluruh Indonesia seperti Dekan FMIPA Unsoed, Dekan FMIPA IPB, Dekan FMIPA UNP, Dekan FST Undana, Dekan FMIPA USU, Dekan FMIPA IPB, dan lainnya. Beberapa pemateri berasal dari pihak UGM seperti Rektor UGM, Ketua HPU UGM, dan Kepala Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi UGM.

Pada hari terakhir, agenda yang dilakukan adalah bersepeda bersama dari FMIPA UGM menuju Alun-Alun Yogyakarta. Kemudian, acara dilanjutkan dengan Evaluasi Kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut sekaligus penutupan yang mengakhiri seluruh rangkaian acara MIPAnet School of Leaders. Dalam hal ini, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat memimpin jalannya kegiatan evaluasi dan rencana tindak lanjut mengenai kegiatan yang telah dan akan dilakukan. Hal ini mengingat bahwa telah terjalin tukar pendapat dan pandangan yang membuka wawasan sekaligus kesempatan kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas kampus sains di Indonesia melalui kepemimpinan dan manajerial yang telah didapatkan.

 Hadirnya MIPAnet School of Leaders menjadi cerminan dari SDGs nomor 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan kepemimpinan dan manajemen bagi pemimpin di kampus sains serta mendorong pendidikan untuk keberlanjutan dan pembangunan. Selain itu, agenda tersebut menjadi implementasi dari SDGs nomor 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama dan inovasi dalam mendongkrak kualitas kampus sains di Indonesia dengan sharing session yang dilakukan untuk berbagi ide dan pandangan serta mencari solusi yang tepat bagi masing-masing instansi.

Penulis: Febriska Noor Fitriana
Dokumentasi: Hero Prakosa Wibowo Priyanto

Read More
Translate