
Dekan FMIPA UGM Berikan Pemaparan Sekaligus Pesan Kepemimpinan Ke Para Pejabat Struktural Departemen FMIPA UGM
Dalam acara serah terima jabatan structural kepengurusan departemen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Kuwat Triyana, S.Si., M.Si., selaku Dekan FMIPA UGM memberikan pemaparan sekaligus pesan terkait kepemimpinan. Di hadapan para pejabat baru dan sivitas akademika, Dekan FMIPA UGM menekankan bahwa kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari semangat pengabdian. “Kepemimpinan dan pimpinan itu berbeda. Jika tidak memiliki semangat melayani, artinya kita belum siap memimpin,” ujarnya. Ia meyakini bahwa para pemimpin yang dilantik memiliki semangat untuk melayani mahasiswa, kolega, dan institusi secara menyeluruh.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan kerap dihadapkan pada keputusan-keputusan yang tidak selalu menyenangkan semua pihak. Menurutnya, harapan untuk menyenangkan semua orang adalah sesuatu yang mustahil. “Seorang pemimpin sering kali akan menghasilkan keputusan yang tidak disukai orang. Maka jika kita berpikir bisa menyenangkan semua pihak, itu tidak mungkin,” tuturnya. Namun, justru di situlah integritas dan keberanian seorang pemimpin diuji.
Dalam pemaparannya, Dekan FMIPA UGM juga menyoroti pentingnya visi jangka panjang. Seorang pemimpin, katanya, tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi mempersiapkan masa depan. “Leader itu mempersiapkan masa depan, fokus pada visi, mengantisipasi perubahan, dan mempersiapkan tim agar siap menghadapi kompetitor, merebut peluang, dan menghadapi ancaman di masa depan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa peran laboratorium dan unit-unit akademik memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan visi tersebut.
Refleksi kepemimpinan juga menyentuh dimensi moral. Dekan mengajak para pemimpin untuk tidak bersikap pasif ketika melihat ketidakadilan atau kemungkaran. “Jangan sampai ketika kita melihat sesuatu yang tidak baik, kita membiarkannya. Kita harus masuk dan berperan. Jika orang-orang baik tidak mau terlibat, maka keadaan akan repot,” ujarnya. Ia menilai bahwa pemimpin bisa lahir dari pengalaman ketidakadilan dan keberanian untuk mengambil peran perubahan.
Menutup pemaparannya, Dekan FMIPA UGM menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin sebelumnya yang telah mengemban amanah dengan ikhlas, sekaligus memberi semangat kepada pejabat baru. Ia menyadari bahwa ketidaksempurnaan kerap menyertai perjalanan kepemimpinan. Namun, menurutnya, hal tersebut justru menjadi bagian dari tugas bersama untuk terus memperbaiki dan menumbuhkan institusi. “Selamat, semoga kita dimudahkan. Ketidaksempurnaan itu ada, tetapi di situlah tugas kita untuk memperbaiki,” pungkasnya.
Refleksi kepemimpinan yang disampaikan Dekan FMIPA UGM selaras dengan komitmen fakultas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan, keberanian mengambil peran, serta kesiapan menghadapi perubahan diharapkan mampu memperkuat tata kelola akademik, menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, serta menumbuhkan budaya institusi yang berintegritas dan berkelanjutan.
Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya



























