Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Prestasi

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan PolPay (Jempol Payment), Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Biometrik Sidik Jari Tanpa Kartu dan Ponsel

Tim mahasiswa FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tengah mengembangkan PolPay (Jempol Payment), sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transaksi. Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional, PolPay memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa kartu maupun telepon genggam dengan memanfaatkan autentikasi biometrik. 

Pengembangan inovasi PolPay ini dilakukan melalui penelitian berjudul Alat Pembayaran Biometrik Terjangkau Berbasis Komputasi Tepi (PolPay) dengan Standar Enkripsi Lanjutan 256-Bit untuk Transaksi Terproteksi Privasi. Penelitian tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing. 

Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang bergantung pada kartu atau perangkat seluler, PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Pengguna dapat melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistem biometrik yang dikembangkan oleh tim.

Dalam pengembangannya, PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, mengurangi latensi, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan data biometrik.

Selain mengutamakan keamanan, PolPay dirancang sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Dengan konsep tersebut, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun telepon genggam dalam proses transaksi. Saat ini, penelitian PolPay masih berada pada tahap pengembangan prototipe. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi sebelum dilakukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut.

Pengembangan PolPay juga mendukung arah transformasi digital nasional yang selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi pembayaran digital yang mengutamakan keamanan sekaligus perlindungan privasi pengguna.

Secara keseluruhan, pengembangan PolPay berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi pembayaran digital yang inovatif dan inklusif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat keamanan siber dan perlindungan data dalam ekosistem transaksi digital. Inovasi ini menunjukkan bagaimana riset mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan transformasi digital Indonesia. 

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Raih Prestasi Gemilang di International Mathematics Competition (IMC) Bulgaria 2026

Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–3 Agustus 2026 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM, yakni Muhammad Hanif yang berhasil meraih Bronze Medal dan Fajar Arif Shodiqin yang memperoleh Honorable Mention.

Hanif dan Fajar merupakan dua dari lima mahasiswa yang terpilih mewakili Indonesia pada IMC 2026. Dihimpun dari laman resmi Departemen Matematika, keduanya terlebih dahulu mengikuti rangkaian seleksi yang diawali melalui Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT). Para peraih medali emas, perak, perunggu, serta honorable mention pada ONMIPA-PT kemudian diundang mengikuti seleksi nasional untuk menentukan wakil Indonesia pada IMC 2026.

Sebelum mengikuti kompetisi di Bulgaria, kelima delegasi Indonesia menjalani pembinaan intensif yang diselenggarakan di Hotel MM UGM dan Departemen Matematika FMIPA UGM. Pembinaan tersebut bertujuan memperkuat penguasaan materi sekaligus mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi matematika tingkat internasional.

Rangkaian seleksi dan pembinaan tersebut kemudian membuahkan hasil pada IMC 2026. Muhammad Hanif berhasil meraih Bronze Medal, sedangkan Fajar Arif Shodiqin memperoleh Honorable Mention. Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM sekaligus membawa nama UGM dan Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi mahasiswa FMIPA UGM pada IMC 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keikutsertaan dalam kompetisi matematika tingkat internasional menjadi bagian dari pengembangan kompetensi akademik, kemampuan berpikir analitis, serta pengalaman belajar yang berorientasi pada standar global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi FMIPA UGM dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas keilmuan dan daya saing untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis: Inna Mutifah
Foto: Kemdiktisaintek dan Bu Siti (UPI)

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Delegasi Mahasiswa Fakultas MIPA UGM Ukir Prestasi Gemilang di ONMIPA-PT 2026

Babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 telah usai digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026. Sebanyak 260 finalis dari 85 perguruan tinggi mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini. Empat bidang yang dipertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Dari total peserta nasional tersebut, Universitas Gadjah Mada mengirimkan sejumlah delegasi yang tersebar di empat bidang keilmuan. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah delegasi mahasiswa dari Fakultas MIPA UGM beserta capaian mereka:

Bidang Matematika
– Fajar Arif Shodiqin – Medali Emas
– Aditya Yoga Sadana – Honorable Mention
– Asif Tijani Ahmad – Finalist
– Ikhsanudin Muhammad Nurzaini – Finalist

Bidang Fisika
– Imaduddin Akmal – Medali Perunggu
– Mohammad Fajar Maulid – Medali Perunggu
– Syamsul Ma’Arif – Medali Perunggu
– Pati Imanuel Lowri Wartuni – Finalist

Bidang Kimia
– Jonathan Aaron Gunawan – Medali Perunggu
– Anton Triyono – Honorable Mention
– Muhammad Ainur Ridho Firdausy – Finalist

Merujuk pada jadwal resmi panitia nasional, tahapan ONMIPA-PT 2026 dimulai dari pendaftaran dan seleksi tingkat universitas pada Maret–April 2026. Seleksi wilayah berlangsung hingga pertengahan Mei, yang kemudian menyaring peserta untuk maju ke babak final nasional. UGM, sebagaimana perguruan tinggi lainnya, melalui proses tersebut sebelum akhirnya mengirimkan delegasi ke Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, persiapan kontingen UGM dilakukan melalui pembinaan rutin di tingkat fakultas. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi, simulasi ujian, dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya. Pola pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam menghadapi kompetisi berskala nasional.

Apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa delegasi atas kesungguhan mereka selama rangkaian seleksi dan final, serta kepada dosen pembimbing dan staf yang terlibat dalam proses persiapan. Capaian ini menjadi salah satu pencatatan penting bagi FMIPA UGM dalam kontribusinya terhadap pengembangan sains di tingkat nasional.

Partisipasi dan capaian mahasiswa FMIPA UGM dalam ONMIPA-PT 2026 ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik di bidang sains, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembinaan talenta muda yang berpotensi mendorong inovasi di masa depan. Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi berskala nasional ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) , mengingat kolaborasi antarperguruan tinggi dan dengan pemerintah dalam ajang ONMIPA-PT menjadi salah satu wujud kerja sama ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Foto: Komunitas ONMIPA UGM

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan PolPay (Jempol Payment), Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Biometrik Sidik Jari Tanpa Kartu dan Ponsel

Tim mahasiswa FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tengah mengembangkan PolPay (Jempol Payment), sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transaksi. Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional, PolPay memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa kartu maupun telepon genggam dengan memanfaatkan autentikasi biometrik. 

Pengembangan inovasi PolPay ini dilakukan melalui penelitian berjudul Alat Pembayaran Biometrik Terjangkau Berbasis Komputasi Tepi (PolPay) dengan Standar Enkripsi Lanjutan 256-Bit untuk Transaksi Terproteksi Privasi. Penelitian tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing. 

Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang bergantung pada kartu atau perangkat seluler, PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Pengguna dapat melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistem biometrik yang dikembangkan oleh tim.

Dalam pengembangannya, PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, mengurangi latensi, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan data biometrik.

Selain mengutamakan keamanan, PolPay dirancang sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Dengan konsep tersebut, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun telepon genggam dalam proses transaksi. Saat ini, penelitian PolPay masih berada pada tahap pengembangan prototipe. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi sebelum dilakukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut.

Pengembangan PolPay juga mendukung arah transformasi digital nasional yang selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi pembayaran digital yang mengutamakan keamanan sekaligus perlindungan privasi pengguna.

Secara keseluruhan, pengembangan PolPay berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi pembayaran digital yang inovatif dan inklusif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat keamanan siber dan perlindungan data dalam ekosistem transaksi digital. Inovasi ini menunjukkan bagaimana riset mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan transformasi digital Indonesia. 

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Raih Prestasi Gemilang di International Mathematics Competition (IMC) Bulgaria 2026

Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–3 Agustus 2026 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM, yakni Muhammad Hanif yang berhasil meraih Bronze Medal dan Fajar Arif Shodiqin yang memperoleh Honorable Mention.

Hanif dan Fajar merupakan dua dari lima mahasiswa yang terpilih mewakili Indonesia pada IMC 2026. Dihimpun dari laman resmi Departemen Matematika, keduanya terlebih dahulu mengikuti rangkaian seleksi yang diawali melalui Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT). Para peraih medali emas, perak, perunggu, serta honorable mention pada ONMIPA-PT kemudian diundang mengikuti seleksi nasional untuk menentukan wakil Indonesia pada IMC 2026.

Sebelum mengikuti kompetisi di Bulgaria, kelima delegasi Indonesia menjalani pembinaan intensif yang diselenggarakan di Hotel MM UGM dan Departemen Matematika FMIPA UGM. Pembinaan tersebut bertujuan memperkuat penguasaan materi sekaligus mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi matematika tingkat internasional.

Rangkaian seleksi dan pembinaan tersebut kemudian membuahkan hasil pada IMC 2026. Muhammad Hanif berhasil meraih Bronze Medal, sedangkan Fajar Arif Shodiqin memperoleh Honorable Mention. Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM sekaligus membawa nama UGM dan Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi mahasiswa FMIPA UGM pada IMC 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keikutsertaan dalam kompetisi matematika tingkat internasional menjadi bagian dari pengembangan kompetensi akademik, kemampuan berpikir analitis, serta pengalaman belajar yang berorientasi pada standar global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi FMIPA UGM dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas keilmuan dan daya saing untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis: Inna Mutifah
Foto: Kemdiktisaintek dan Bu Siti (UPI)

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Delegasi Mahasiswa Fakultas MIPA UGM Ukir Prestasi Gemilang di ONMIPA-PT 2026

Babak final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 telah usai digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 8–12 Juni 2026. Sebanyak 260 finalis dari 85 perguruan tinggi mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini. Empat bidang yang dipertandingkan yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

Dari total peserta nasional tersebut, Universitas Gadjah Mada mengirimkan sejumlah delegasi yang tersebar di empat bidang keilmuan. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah delegasi mahasiswa dari Fakultas MIPA UGM beserta capaian mereka:

Bidang Matematika
– Fajar Arif Shodiqin – Medali Emas
– Aditya Yoga Sadana – Honorable Mention
– Asif Tijani Ahmad – Finalist
– Ikhsanudin Muhammad Nurzaini – Finalist

Bidang Fisika
– Imaduddin Akmal – Medali Perunggu
– Mohammad Fajar Maulid – Medali Perunggu
– Syamsul Ma’Arif – Medali Perunggu
– Pati Imanuel Lowri Wartuni – Finalist

Bidang Kimia
– Jonathan Aaron Gunawan – Medali Perunggu
– Anton Triyono – Honorable Mention
– Muhammad Ainur Ridho Firdausy – Finalist

Merujuk pada jadwal resmi panitia nasional, tahapan ONMIPA-PT 2026 dimulai dari pendaftaran dan seleksi tingkat universitas pada Maret–April 2026. Seleksi wilayah berlangsung hingga pertengahan Mei, yang kemudian menyaring peserta untuk maju ke babak final nasional. UGM, sebagaimana perguruan tinggi lainnya, melalui proses tersebut sebelum akhirnya mengirimkan delegasi ke Surabaya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, persiapan kontingen UGM dilakukan melalui pembinaan rutin di tingkat fakultas. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi, simulasi ujian, dan pembahasan soal-soal tahun sebelumnya. Pola pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya fakultas untuk mendukung mahasiswa dalam menghadapi kompetisi berskala nasional.

Apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa delegasi atas kesungguhan mereka selama rangkaian seleksi dan final, serta kepada dosen pembimbing dan staf yang terlibat dalam proses persiapan. Capaian ini menjadi salah satu pencatatan penting bagi FMIPA UGM dalam kontribusinya terhadap pengembangan sains di tingkat nasional.

Partisipasi dan capaian mahasiswa FMIPA UGM dalam ONMIPA-PT 2026 ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi akademik di bidang sains, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pembinaan talenta muda yang berpotensi mendorong inovasi di masa depan. Selain itu, keterlibatan dalam kompetisi berskala nasional ini juga merefleksikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) , mengingat kolaborasi antarperguruan tinggi dan dengan pemerintah dalam ajang ONMIPA-PT menjadi salah satu wujud kerja sama ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Foto: Komunitas ONMIPA UGM

Read More
Translate