Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

News

Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech): Kuliah Umum Bersama M. Zamachsyari, Ketua Dewan Penasihat IIS

Yogyakarta—Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech)” pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di Auditorium Herman Yohanes lantai 7, acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini dihadiri mahasiswa S1 hingga S3 Departemen Matematika dengan mayoritas mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Aktuaria.

Kuliah umum ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan wawasan strategis mengenai perkembangan teknologi asuransi digital (insurtech), tantangan masa depan, serta peran aktuaris dalam inovasi dan pengelolaan risiko.

Sekretaris Program Studi Ilmu Aktuaria, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan rencana pengembangan kurikulum, termasuk penambahan mata kuliah asuransi syariah pada tahun mendatang. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan di luar teori kelas.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS) periode 2023–2026, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., memperkenalkan profil IIS, berbagai kegiatan, hingga program kerja sama yang telah dijalin dengan berbagai perguruan tinggi. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia akademik dan industri,” ujar Edi.

Sesi utama disampaikan oleh M. Zamachsyari, Direktur Operasional PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa sekaligus Ketua Dewan Penasihat IIS. Ia menekankan bahwa inti dari industri asuransi adalah manajemen risiko. “Bicara asuransi berarti bicara risiko,” tegasnya.

Dalam paparannya, Zamachsyari mengupas tuntas model bisnis asuransi konvensional versus syariah, pandangan fikih muamalah, hingga peran aktuaris dalam insurtech dan transformasi digital di level nasional. Ia menyoroti bahwa asuransi syariah (takaful) mengedepankan prinsip transparansi sejak awal. “Dalam asuransi syariah, mekanisme dan ketentuan terkait hak serta kewajiban peserta sudah jelas di muka,” jelas Zamachsyari.

Ia juga mendemonstrasikan platform SalingJaga dari Kitabisa sebagai contoh nyata implementasi insurtech. Platform tersebut berfungsi sebagai jaring pengaman sosial berbasis gotong royong dengan menggunakan akad tabarru’.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para mahasiswa antusias mendiskusikan berbagai hal, termasuk mencari solusi keuangan darurat tanpa unsur bunga (riba) melalui prinsip-prinsip asuransi syariah.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pemahaman teoretis, tetapi juga memiliki gambaran praktis mengenai industri asuransi syariah masa kini. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi calon aktuaris untuk bersiap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.

Kegiatan kuliah umum ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penguatan literasi aktuaria dan pemahaman insurtech, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri.

Kata kunci: Insurtech, Ilmu Aktuaria, Asuransi Syariah

Kontributor: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Iin Nauli Rahmawati
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Delegasi The University of Queensland Jajaki Kolaborasi Akademik dengan FMIPA UGM

Yogyakarta, 21 April 2026 — Dua delegasi dari The University of Queensland, Australia, melakukan kunjungan ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada dalam rangka penjajakan kerja sama akademik.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pimpinan dan dosen FMIPA, antara lain Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D., Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., M.Act.Sc., Ph.D., Aina Musdholifah, S.Kom., M.Kom. Ph.D., serta Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. Dalam sesi pemaparan, pihak FMIPA memperkenalkan ragam program studi yang tersedia, sekaligus menyoroti berbagai kerja sama internasional yang telah terjalin sebagai bagian dari upaya internasionalisasi institusi.

Delegasi The University of Queensland memaparkan profil institusi mereka yang memiliki empat kampus, lima fakultas, lebih dari 40 lokasi pengajaran dan riset, serta delapan institut penelitian. Universitas tersebut saat ini menampung sekitar 55.000 mahasiswa, termasuk 21.500 mahasiswa internasional dan 20.000 mahasiswa pascasarjana, dengan lebih dari 17.700 lulusan doktor (PhD).

Dalam presentasinya, delegasi menekankan kontribusi riset mereka dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk pengembangan vaksin HPV dan riset di bidang molekuler. Mereka juga menawarkan sejumlah skema kolaborasi akademik, seperti jalur artikulasi pascasarjana, program percepatan dari jenjang sarjana ke pascasarjana, program study abroad, serta peluang pengalaman riset dan mentorship bagi mahasiswa.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FMIPA UGM dan The University of Queensland, khususnya dalam penguatan mobilitas mahasiswa, pengembangan kapasitas riset, serta pertukaran akademik lintas negara.

Kerja sama ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), terutama pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17), melalui penguatan jejaring global dalam pendidikan tinggi dan riset inovatif.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Berani Menyelesaikan yang Dimulai: Kisah Inspiratif Widya Amelia Putri, Lulusan Terbaik dan Termuda dengan IPK 4.00 Program Magister FMIPA UGM

Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Salah satu capaian membanggakan datang dari Widya Amelia Putri, S.Stat., M.C.S.(AI)., wisudawati program magister yang berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik sekaligus termuda pada jenjang magister dengan raihan IPK sempurna 4,00.

Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program  magister, Widya menyoroti keunikan rekan-rejak sejawatnya, khususnya di program studi Magister Kecerdasan Artifisial (AI). Ia mengungkapkan bahwa bidang teknologi mutakhir ini ternyata tidak hanya ditekuni oleh lulusan Ilmu Komputer, tetapi juga oleh para akademisi dengan latar belakang yang sangat beragam.

“Sungguh unik melihat rekan-rekan di prodi Kecerdasan Artifisial. Ada yang berasal dari Fisika, Biomedis, Geofisika, bahkan Keperawatan,” ujar Widya. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada para wisudawan yang berani keluar dari zona nyaman untuk mendalami ilmu komputer demi menyelesaikan studi mereka.

Menurutnya, kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan disiplin ilmu baru adalah sebuah pencapaian besar yang patut dirayakan. “Kita semua pantas merayakan apa yang kita capai hari ini,” ungkapnya. 

Widya juga berbagi kisah perjalanan tesisnya. Ia secara terbuka mengakui adanya masa-masa sulit, di mana keraguan diri dan tekanan akademis menjadi tantangan sehari-hari.

“Selama mengerjakan tesis, saya sering meragukan kemampuan saya sendiri. Apakah saya benar-benar bisa menyelesaikannya? Kadang data tidak sesuai proposal, stres melanda, dan revisi rasanya tidak ada habisnya,” kenangnya.

Namun, ia menceritakan bahwa dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta teman-teman menjadi alasan yang membuatnya terus bertahan.

Menutup pidatonya, Widya memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai makna keberanian. Ia mengungkapkan bahwa keberanian bukan berarti hilangnya rasa takut, melainkan ketangguhan untuk terus maju meskipun rasa takut itu ada.

“Dari perjalanan ini saya belajar, kadang yang kita butuhkan hanyalah keberanian meskipun ada keraguan di dalam diri. Berani untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Kisah inspiratif Widya Amelia Putri ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Keberhasilannya meraih prestasi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI) membuktikan peran strategis perempuan dalam sains dan teknologi. Selain itu, latar belakang mahasiswanya yang lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan talenta digital yang adaptif terhadap perubahan zaman demi mendorong inovasi yang lebih inklusif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Raih IPK 4.00, Faisal Dharma Adhinata Jadi Wisudawan Terbaik dan Tercepat Program Doktor FMIPA UGM

Suasana bahagia dan penuh bangga menyelimuti Auditorium Herman Johannes Lantai 7, Gedung FMIPA UGM, pada hari Kamis, 23 April 2026. Dalam acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sosok Dr. Faisal Dharma Adhinata, S.Kom., M.Cs. mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik sekaligus tercepat dari program doktor.

Pencapaian Dr. Faisal tergolong luar biasa dengan raihan IPK sempurna 4.00. Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program doktor, ia membagikan perjalanan akademisnya yang sepenuhnya ditempuh di FMIPA UGM, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).

Dr. Faisal mengungkapkan bahwa keberhasilannya menuntaskan pendidikan di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada tidak lepas dari dukungan berbagai beasiswa.  Dimulai dari beasiswa Bidikmisi saat S1, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa LPDP dan BPI saat menempuh  jenjang pascasarjana.

“Saya merasa hari ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. Ia mengakui bahwa selama menempuh studi doktoral, terdapat banyak kesan dan tantangan yang mendewasakan dirinya sebagai seorang peneliti dan akademisi.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Faisal menitipkan pesan mendalam mengenai ketekunan dan sikap rendah hati. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses kecil dalam kehidupan.

“Jangan pernah menyerah pada titik kecil apa pun, karena titik-titik kecil ini jika dikumpulkan akan menjadi besar dan membantu kita mencapai tujuan yang ingin diraih bersama,” pesannya.

Ia juga mengajak rekan-rekan lulusan lainnya untuk tetap rendah hati dan terus belajar dari siapa pun, meski telah menyandang gelar akademik tertinggi. Menurutnya, gelar yang diraih hari ini adalah sebuah amanah besar untuk terus berkarya, menjadi inspirasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.

Pencapaian ini turut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan akademis, tetapi juga menjadi dorongan bagi terciptanya inovasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi masa depan Indonesia yang lebih maju.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas MIPA UGM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.

Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.

“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.

Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.

 

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.

“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat. 

   

Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

SyawalRun FMIPA UGM Sukses Digelar, Hadirkan Acara Lari Sehat yang Unik Pakai Lintasan GPS Art Cat

Setelah menempuh periode Ujian Tengah Semester (UTS) yang intens selama dua pekan terakhir, civitas akademika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyegarkan kembali pikiran melalui agenda SyawalRun. Kegiatan fun run ini tampil beda dengan memanfaatkan lintasan unik berbentuk GPS Art Cat

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/4) pagi ini dimulai tepat pukul 05.45 WIB dengan titik start dan finish di Wisma FMIPA UGM. Agenda ini dirancang sebagai sarana recharge energi bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan agar kembali bugar sebelum memulai rutinitas akademik pasca-ujian.

Pada penyelenggaraan kali ini, para pelari diarahkan mengikuti rute yang telah dipetakan secara digital. Saat aplikasi pelacak lari (GPS tracker) diaktifkan, jejak langkah peserta akan membentuk pola gambar kucing yang presisi.

Metode GPS Art ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta karena dapat menambah pengalaman lari yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Bagi para mahasiswa, aktivitas ini menjadi sarana melepas penat setelah fokus penuh pada lembar ujian selama dua minggu terakhir. 

Kegiatan ini dibuka secara gratis bagi seluruh civitas akademika FMIPA UGM. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang yang dibutuhkan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkuliahan dan pekerjaan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini tentu menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi.

Menjelang pukul 08.00 WIB, para peserta mulai menyelesaikan rute lari dan kembali ke titik finish. Panitia telah menyediakan buah-buahan segar dan air mineral sebagai refreshment setelah berolahraga.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize yang menambah suasana hangat dan menyenangkan pada Sabtu pagi tersebut. Dengan tubuh yang bugar dan pikiran yang segar, civitas akademika FMIPA UGM siap kembali melanjutkan produktivitas rutinitas akademik. 

Semangat ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, di mana lingkungan akademik yang sehat menjadi fondasi penting dalam menunjang proses belajar dan produktivitas. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan kolaborasi sebagai bagian dari terciptanya komunitas kampus yang berkelanjutan dan harmonis. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa FMIPA UGM

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D.  resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Pengetahuan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 9 April 2026 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edi menyampaikan pidato berjudul Data Berkualitas, AI Berdaya: Pentingnya Pendekatan Data-Centric dalam Penerapan Kecerdasan Buatan di Dunia Nyata.”

Dalam pidatonya, Prof. Edi menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin mengaburkan batas antara imajinasi dan realitas. Kemajuan ini ditopang oleh perkembangan algoritma machine learning dan arsitektur deep learning yang mampu menghasilkan lonjakan performa signifikan, khususnya dalam lingkungan laboratorium.

“Seringkali, kita dihadapkan pada kenyataan yang kontradiktif, yaitu sistem yang dianggap cerdas ini kerap kali rapuh dan gagal memberikan keandalan saat dioperasikan di dunia nyata yang komplek dan dinamis,” ujar Prof. Edi

Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Edi Winarno mendorong pergeseran menuju paradigma data-centric AI, yakni pendekatan yang menempatkan kualitas data sebagai fondasi utama dalam membangun sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa data yang bersih, representatif, dan relevan menjadi kunci untuk menghasilkan AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga andal dalam implementasi nyata.

Pengukuhan ini turut menjadi momen istimewa karena dilaksanakan bersama sang istri, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, yang juga dikukuhkan sebagai Guru Besar. Momentum tersebut mencerminkan kontribusi akademik pasangan ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan FMIPA UGM.

Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan riset yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta.

Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya.

Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani.

Penulis: Fajar Adi Kusumo
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn

Read More

Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech): Kuliah Umum Bersama M. Zamachsyari, Ketua Dewan Penasihat IIS

Yogyakarta—Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah umum bertajuk “Peran Aktuaris dalam Perkembangan Asuransi Digital (Insurtech)” pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di Auditorium Herman Yohanes lantai 7, acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini dihadiri mahasiswa S1 hingga S3 Departemen Matematika dengan mayoritas mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Aktuaria.

Kuliah umum ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan wawasan strategis mengenai perkembangan teknologi asuransi digital (insurtech), tantangan masa depan, serta peran aktuaris dalam inovasi dan pengelolaan risiko.

Sekretaris Program Studi Ilmu Aktuaria, Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan rencana pengembangan kurikulum, termasuk penambahan mata kuliah asuransi syariah pada tahun mendatang. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan di luar teori kelas.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS) periode 2023–2026, Edi Setiawan, S.E., M.E., FIIS., memperkenalkan profil IIS, berbagai kegiatan, hingga program kerja sama yang telah dijalin dengan berbagai perguruan tinggi. “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia akademik dan industri,” ujar Edi.

Sesi utama disampaikan oleh M. Zamachsyari, Direktur Operasional PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa sekaligus Ketua Dewan Penasihat IIS. Ia menekankan bahwa inti dari industri asuransi adalah manajemen risiko. “Bicara asuransi berarti bicara risiko,” tegasnya.

Dalam paparannya, Zamachsyari mengupas tuntas model bisnis asuransi konvensional versus syariah, pandangan fikih muamalah, hingga peran aktuaris dalam insurtech dan transformasi digital di level nasional. Ia menyoroti bahwa asuransi syariah (takaful) mengedepankan prinsip transparansi sejak awal. “Dalam asuransi syariah, mekanisme dan ketentuan terkait hak serta kewajiban peserta sudah jelas di muka,” jelas Zamachsyari.

Ia juga mendemonstrasikan platform SalingJaga dari Kitabisa sebagai contoh nyata implementasi insurtech. Platform tersebut berfungsi sebagai jaring pengaman sosial berbasis gotong royong dengan menggunakan akad tabarru’.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Para mahasiswa antusias mendiskusikan berbagai hal, termasuk mencari solusi keuangan darurat tanpa unsur bunga (riba) melalui prinsip-prinsip asuransi syariah.

Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai pemahaman teoretis, tetapi juga memiliki gambaran praktis mengenai industri asuransi syariah masa kini. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi calon aktuaris untuk bersiap menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.

Kegiatan kuliah umum ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penguatan literasi aktuaria dan pemahaman insurtech, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan industri.

Kata kunci: Insurtech, Ilmu Aktuaria, Asuransi Syariah

Kontributor: Iin Nauli Rahmawati
Foto: Iin Nauli Rahmawati
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Delegasi The University of Queensland Jajaki Kolaborasi Akademik dengan FMIPA UGM

Yogyakarta, 21 April 2026 — Dua delegasi dari The University of Queensland, Australia, melakukan kunjungan ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada dalam rangka penjajakan kerja sama akademik.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pimpinan dan dosen FMIPA, antara lain Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D., Danang Teguh Qoyyimi, S.Si., M.Sc., M.Act.Sc., Ph.D., Aina Musdholifah, S.Kom., M.Kom. Ph.D., serta Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. Dalam sesi pemaparan, pihak FMIPA memperkenalkan ragam program studi yang tersedia, sekaligus menyoroti berbagai kerja sama internasional yang telah terjalin sebagai bagian dari upaya internasionalisasi institusi.

Delegasi The University of Queensland memaparkan profil institusi mereka yang memiliki empat kampus, lima fakultas, lebih dari 40 lokasi pengajaran dan riset, serta delapan institut penelitian. Universitas tersebut saat ini menampung sekitar 55.000 mahasiswa, termasuk 21.500 mahasiswa internasional dan 20.000 mahasiswa pascasarjana, dengan lebih dari 17.700 lulusan doktor (PhD).

Dalam presentasinya, delegasi menekankan kontribusi riset mereka dalam menjawab berbagai tantangan global, termasuk pengembangan vaksin HPV dan riset di bidang molekuler. Mereka juga menawarkan sejumlah skema kolaborasi akademik, seperti jalur artikulasi pascasarjana, program percepatan dari jenjang sarjana ke pascasarjana, program study abroad, serta peluang pengalaman riset dan mentorship bagi mahasiswa.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara FMIPA UGM dan The University of Queensland, khususnya dalam penguatan mobilitas mahasiswa, pengembangan kapasitas riset, serta pertukaran akademik lintas negara.

Kerja sama ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Developments Goals, SDGs), terutama pada poin pendidikan berkualitas (SDG 4) dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17), melalui penguatan jejaring global dalam pendidikan tinggi dan riset inovatif.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Berani Menyelesaikan yang Dimulai: Kisah Inspiratif Widya Amelia Putri, Lulusan Terbaik dan Termuda dengan IPK 4.00 Program Magister FMIPA UGM

Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Salah satu capaian membanggakan datang dari Widya Amelia Putri, S.Stat., M.C.S.(AI)., wisudawati program magister yang berhasil dinobatkan sebagai lulusan terbaik sekaligus termuda pada jenjang magister dengan raihan IPK sempurna 4,00.

Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program  magister, Widya menyoroti keunikan rekan-rejak sejawatnya, khususnya di program studi Magister Kecerdasan Artifisial (AI). Ia mengungkapkan bahwa bidang teknologi mutakhir ini ternyata tidak hanya ditekuni oleh lulusan Ilmu Komputer, tetapi juga oleh para akademisi dengan latar belakang yang sangat beragam.

“Sungguh unik melihat rekan-rekan di prodi Kecerdasan Artifisial. Ada yang berasal dari Fisika, Biomedis, Geofisika, bahkan Keperawatan,” ujar Widya. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada para wisudawan yang berani keluar dari zona nyaman untuk mendalami ilmu komputer demi menyelesaikan studi mereka.

Menurutnya, kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dengan disiplin ilmu baru adalah sebuah pencapaian besar yang patut dirayakan. “Kita semua pantas merayakan apa yang kita capai hari ini,” ungkapnya. 

Widya juga berbagi kisah perjalanan tesisnya. Ia secara terbuka mengakui adanya masa-masa sulit, di mana keraguan diri dan tekanan akademis menjadi tantangan sehari-hari.

“Selama mengerjakan tesis, saya sering meragukan kemampuan saya sendiri. Apakah saya benar-benar bisa menyelesaikannya? Kadang data tidak sesuai proposal, stres melanda, dan revisi rasanya tidak ada habisnya,” kenangnya.

Namun, ia menceritakan bahwa dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, serta teman-teman menjadi alasan yang membuatnya terus bertahan.

Menutup pidatonya, Widya memberikan pesan yang sangat menyentuh mengenai makna keberanian. Ia mengungkapkan bahwa keberanian bukan berarti hilangnya rasa takut, melainkan ketangguhan untuk terus maju meskipun rasa takut itu ada.

“Dari perjalanan ini saya belajar, kadang yang kita butuhkan hanyalah keberanian meskipun ada keraguan di dalam diri. Berani untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Kisah inspiratif Widya Amelia Putri ini selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Keberhasilannya meraih prestasi di bidang Kecerdasan Artifisial (AI) membuktikan peran strategis perempuan dalam sains dan teknologi. Selain itu, latar belakang mahasiswanya yang lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan talenta digital yang adaptif terhadap perubahan zaman demi mendorong inovasi yang lebih inklusif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Raih IPK 4.00, Faisal Dharma Adhinata Jadi Wisudawan Terbaik dan Tercepat Program Doktor FMIPA UGM

Suasana bahagia dan penuh bangga menyelimuti Auditorium Herman Johannes Lantai 7, Gedung FMIPA UGM, pada hari Kamis, 23 April 2026. Dalam acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026, sosok Dr. Faisal Dharma Adhinata, S.Kom., M.Cs. mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai wisudawan terbaik sekaligus tercepat dari program doktor.

Pencapaian Dr. Faisal tergolong luar biasa dengan raihan IPK sempurna 4.00. Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan program doktor, ia membagikan perjalanan akademisnya yang sepenuhnya ditempuh di FMIPA UGM, mulai dari jenjang sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3).

Dr. Faisal mengungkapkan bahwa keberhasilannya menuntaskan pendidikan di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada tidak lepas dari dukungan berbagai beasiswa.  Dimulai dari beasiswa Bidikmisi saat S1, kemudian dilanjutkan dengan beasiswa LPDP dan BPI saat menempuh  jenjang pascasarjana.

“Saya merasa hari ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkapnya dengan nada penuh syukur. Ia mengakui bahwa selama menempuh studi doktoral, terdapat banyak kesan dan tantangan yang mendewasakan dirinya sebagai seorang peneliti dan akademisi.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Faisal menitipkan pesan mendalam mengenai ketekunan dan sikap rendah hati. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses kecil dalam kehidupan.

“Jangan pernah menyerah pada titik kecil apa pun, karena titik-titik kecil ini jika dikumpulkan akan menjadi besar dan membantu kita mencapai tujuan yang ingin diraih bersama,” pesannya.

Ia juga mengajak rekan-rekan lulusan lainnya untuk tetap rendah hati dan terus belajar dari siapa pun, meski telah menyandang gelar akademik tertinggi. Menurutnya, gelar yang diraih hari ini adalah sebuah amanah besar untuk terus berkarya, menjadi inspirasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.

Pencapaian ini turut menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan akademis, tetapi juga menjadi dorongan bagi terciptanya inovasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia demi masa depan Indonesia yang lebih maju.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 Fakultas MIPA UGM

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar upacara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026. Acara berlangsung khidmat di Auditorium Herman Johannes Lantai 7, FMIPA UGM, pada Kamis (23/4). Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan sebanyak 104 wisudawan wisudawati yang terdiri dari 21 mahasiswa doktor dan 83 mahasiswa magister. Dari jumlah tersebut, sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat Cumlaude.

Dr. Sri Mulyana, M.Kom. wakil pengelola program doktor ilmu komputer, dalam sambutannya menekankan bahwa gelar akademik yang diraih merupakan hasil dari jerih payah yang luar biasa. Beliau menyoroti bagaimana para mahasiswa harus berjuang membagi waktu antara pendidikan dengan tanggung jawab bekerja hingga mengurus keluarga.

“Perjalanan studi pascasarjana memang tidak mudah. Ada yang kuliah sambil bekerja, mengasuh anak, khidmah kepada suami dan keluarga, hingga menghadapi dinamika data penelitian yang tidak sesuai ekspektasi. Namun hari ini Anda membuktikan bahwa saudara tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh,” ujar Dr. Sri Mulyana.

Beliau juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan lebih bijaksana seiring dengan meningkatnya ilmu yang dimiliki untuk kemaslahatan masyarakat.

 

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berbagi kisah inspiratif mengenai loyalitas para mahasiswanya. Beliau menceritakan pengalaman mahasiswa bimbingannya, seperti Budi Sumanto dan Iman Rahman, yang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi GeNose (Gadjah Mada Electronic Nose) saat pandemi COVID-19.

“Keduanya ikut ‘babak belur’ saat kita mengembangkan GeNose. Mereka ikut mengantar perangkat ke rumah sakit, bekerja hingga larut malam, dan memastikan target pelaporan kepada kementerian dapat terpenuhi,” ungkap Prof. Kuwat. 

   

Melalui pelepasan ini, FMIPA UGM kembali menghantarkan putra-putri terbaiknya untuk melangkah ke tahap pengabdian yang lebih luas. Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu, integritas, dan semangat kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan bangsa serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui kontribusi nyata lulusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

SyawalRun FMIPA UGM Sukses Digelar, Hadirkan Acara Lari Sehat yang Unik Pakai Lintasan GPS Art Cat

Setelah menempuh periode Ujian Tengah Semester (UTS) yang intens selama dua pekan terakhir, civitas akademika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyegarkan kembali pikiran melalui agenda SyawalRun. Kegiatan fun run ini tampil beda dengan memanfaatkan lintasan unik berbentuk GPS Art Cat

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (18/4) pagi ini dimulai tepat pukul 05.45 WIB dengan titik start dan finish di Wisma FMIPA UGM. Agenda ini dirancang sebagai sarana recharge energi bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan agar kembali bugar sebelum memulai rutinitas akademik pasca-ujian.

Pada penyelenggaraan kali ini, para pelari diarahkan mengikuti rute yang telah dipetakan secara digital. Saat aplikasi pelacak lari (GPS tracker) diaktifkan, jejak langkah peserta akan membentuk pola gambar kucing yang presisi.

Metode GPS Art ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta karena dapat menambah pengalaman lari yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Bagi para mahasiswa, aktivitas ini menjadi sarana melepas penat setelah fokus penuh pada lembar ujian selama dua minggu terakhir. 

Kegiatan ini dibuka secara gratis bagi seluruh civitas akademika FMIPA UGM. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang yang dibutuhkan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas perkuliahan dan pekerjaan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini tentu menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi.

Menjelang pukul 08.00 WIB, para peserta mulai menyelesaikan rute lari dan kembali ke titik finish. Panitia telah menyediakan buah-buahan segar dan air mineral sebagai refreshment setelah berolahraga.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize yang menambah suasana hangat dan menyenangkan pada Sabtu pagi tersebut. Dengan tubuh yang bugar dan pikiran yang segar, civitas akademika FMIPA UGM siap kembali melanjutkan produktivitas rutinitas akademik. 

Semangat ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, di mana lingkungan akademik yang sehat menjadi fondasi penting dalam menunjang proses belajar dan produktivitas. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan kolaborasi sebagai bagian dari terciptanya komunitas kampus yang berkelanjutan dan harmonis. 

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa FMIPA UGM

Prof. Drs. Edi Winarno, M.Sc., Ph.D.  resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Rekayasa Pengetahuan pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 9 April 2026 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edi menyampaikan pidato berjudul Data Berkualitas, AI Berdaya: Pentingnya Pendekatan Data-Centric dalam Penerapan Kecerdasan Buatan di Dunia Nyata.”

Dalam pidatonya, Prof. Edi menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin mengaburkan batas antara imajinasi dan realitas. Kemajuan ini ditopang oleh perkembangan algoritma machine learning dan arsitektur deep learning yang mampu menghasilkan lonjakan performa signifikan, khususnya dalam lingkungan laboratorium.

“Seringkali, kita dihadapkan pada kenyataan yang kontradiktif, yaitu sistem yang dianggap cerdas ini kerap kali rapuh dan gagal memberikan keandalan saat dioperasikan di dunia nyata yang komplek dan dinamis,” ujar Prof. Edi

Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Edi Winarno mendorong pergeseran menuju paradigma data-centric AI, yakni pendekatan yang menempatkan kualitas data sebagai fondasi utama dalam membangun sistem kecerdasan buatan. Ia menekankan bahwa data yang bersih, representatif, dan relevan menjadi kunci untuk menghasilkan AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga andal dalam implementasi nyata.

Pengukuhan ini turut menjadi momen istimewa karena dilaksanakan bersama sang istri, Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, yang juga dikukuhkan sebagai Guru Besar. Momentum tersebut mencerminkan kontribusi akademik pasangan ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di lingkungan FMIPA UGM.

Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan riset yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Halal Bi Halal Kamipagama, Memperkuat Sinergi Alumni dan FMIPA UGM dalam Penyelesaian Isu-isu Nasional

Kegiatan Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Alumni FMIPA UGM (KAMIPAGAMA) ini merupakan agenda rutin tahunan dari Kamipagama untuk memperkuat sinergi antar alumni dari berbagai angkatan. Pada tahun 2026 ini, acara HBH dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Karinda Cafe and Resto, Jakarta.

Kegiatan HBH tahun 2026 ini dihadiri lebih dari 80 alumni FMIPA yang tersebar dari berbagai angkatan, mulai dari alumni angkatan 1964 sampai dengan alumni angkatan 2021. Kegiatan ini sekaligus merupakan HBH dengan jumlah peserta terbanyak dan sebaran angkatan yang paling lengkap dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Ketua Kamipagama, Daniel Oscar Baskoro, memaparkan berbagai kegiatan dan capaian dari Kamipagama selama periode kepengurusan dari tahun 2021 hingga tahun 2026 ini.  Testimoni dari beberapa mahasiswa yang menerima bantuan beasiswa dari alumni melalui program BAKPHIA juga disampaikan dalam bentuk video yang sekaligus sebagai laporan kepada para alumni yang telah menyisihkan sebagian dananya untuk membantu biaya dari para mahasiswa yang memiliki kendala dari sisi ekonomi dalam studinya.

Selain itu, pada acara ini seperti biasa, Dekan FMIPA UGM selaku representasi dari Fakultas MIPA memberikan sharing berupa update informasi tentang perkembangan Fakultas MIPA saat ini dan beberapa agenda yang perlu mendapatkan dukungan dari Alumni sebagai salah satu pemangku kepentingan dari Fakultas. Beberapa kontribusi FMIPA untuk mendukung penyelesaian isu-isu nasional dari sisi scientific, seperti pengembangan berbagai teknologi untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya dijelaskan dengan cukup detil kepada para alumni, yang sekaligus sebagai ajakan kepada Alumni untuk ikut berkontribusi dan mendukung kegiatan tersebut.

Kegiatan diakhiri dengan silaturahmi dan ramah tamah agar lebih guyub, rukun, dan migunani.

Penulis: Fajar Adi Kusumo
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Muhamad Muhibudin Zayn

Read More
Translate