Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

News

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Bahas Kriptografi, Keamanan Siber, dan Teknologi Terkini

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Summer School 2026 yang dilaksanakan oleh Departemen Matematika, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (IKE), serta Departemen Fisika dengan topik pembahasan yang disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Berlokasi di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM, kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar negeri.

Pada 13 Juli 2026, rangkaian Summer School dibuka oleh Departemen Matematika dengan mengusung tema “On Post-Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis, and Probability.” Sesi pembuka disampaikan oleh Prof. Seok-Won Lee dari Ajou University, Korea Selatan, yang membahas perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) serta penerapannya dalam software engineering. Pembahasan kemudian berlanjut pada hari kedua, 14 Juli 2026, dengan topik Security Risk Assessment.

Selain menghadirkan narasumber internasional, Summer School 2026 juga mengundang akademisi dan praktisi dari dalam negeri. Di antaranya adalah Dr. Noprendi dan Dr. Eng. Khoirul Anwar dari Universitas Telkom, serta Dr. Santi Indarjani dan Septia Ulfa Sunaringtyas, M.T., dari Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) pada dua hari pelaksanaan.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses terhadap pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan, dan para pakar dari berbagai negara dalam pengembangan ilmu pengetahuan

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Pembukaan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM Resmi Digelar, Bahas Kriptografi Pascakuantum dan Keamanan Siber

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka rangkaian kegiatan Summer School 2026 on Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis and Probability  pada Senin (13/7) di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026 mendatang dan menjadi forum bagi akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan mengenai kriptografi pascakuantum, keamanan siber, teori pengkodean, analisis, dan probabilitas.

Summer School 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Summer School 2023 dan CIMPA School 2025. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Departemen Matematika FMIPA UGM bersama Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), Telkom University, dan Universitas Sanata Dharma.

Selama hampir tiga pekan, peserta akan mengikuti empat kelompok materi utama, yaitu Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Coding Theory, serta Analysis and Probability. Pembelajaran mencakup berbagai topik, mulai dari kriptografi berbasis lattice dan code, keamanan sistem dan jaringan, keamanan basis data, hingga analisis fungsional, teori probabilitas, dan proses stokastik.

Materi akan disampaikan oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi dunia, di antaranya Nanyang Technological University (Singapura), Ajou University (Korea Selatan), University of Madeira (Portugal), Aligarh Muslim University (India), Universiti Putra Malaysia, VinUniversity (Vietnam), Linnaeus University (Swedia), University of the Witwatersrand (Afrika Selatan), serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Selain perkuliahan, Summer School 2026 juga akan diisi dengan presentasi hasil penelitian mahasiswa, seminar bersama, kunjungan akademik ke Museum Sandi dan UGM Techno Park, serta berbagai kegiatan akademik dan budaya yang telah dijadwalkan hingga penutupan pada 31 Juli 2026 tersebut. Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Matematika FMIPA UGM bersama institusi mitra berupaya memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan riset di bidang matematika, kriptografi, dan keamanan siber.

Penyelenggaraan Summer School 2026 ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan forum pembelajaran dan pertukaran pengetahuan bertaraf internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pengembangan riset di bidang kriptografi pascakuantum dan keamanan siber, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi dari dalam maupun luar negeri. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas jejaring akademik global, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Soroti Perkembangan AI yang Semakin Masif, Prof. Kuwat Triyana Dorong Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Terus Adaptif

Pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Menurutnya, AI telah mengubah cara berbagai sektor beroperasi sekaligus menghadirkan tantangan baru baik bagi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mencontohkan kisah Matthew Gallagher, seorang entrepreneur yang mendirikan perusahaan layanan kesehatan digital dengan omzet mencapai sekitar 1,8 miliar dolar AS. Menariknya, perusahaan tersebut hanya dijalankan Gallagher bersama saudaranya tanpa mempekerjakan karyawan dalam jumlah besar. Berbagai fungsi operasional perusahaan dikelola menggunakan sistem berbasis AI.

Bahkan perusahaan dengan nilai miliaran dolar kini dapat dijalankan oleh sangat sedikit orang karena sebagian besar pekerjaannya telah diambil alih oleh AI,” ungkap Prof. Kuwat.

Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, namun telah bertransformasi menjadi teknologi yang mampu mengambil alih berbagai fungsi yang sebelumnya dikerjakan manusia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Prof. Kuwat menilai perubahan tersebut perlu menjadi perhatian para lulusan perguruan tinggi agar mempersiapkan diri menghadapi lanskap dunia kerja yang terus berubah. Sementara, bagi mereka yang bercita-cita menjadi dosen maupun peneliti, penguasaan ilmu saja dinilai tidak lagi cukup. Melimpahnya sumber pengetahuan yang kini dapat diakses dengan mudah membuat akademisi didorong terus adaptif dengan perubahan dan perkembangan teknologi ini. 

>Meski demikian, Prof. Kuwat mengungkapkan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman yang melemahkan semangat para lulusan. Sebaliknya, perubahan tersebut perlu dimaknai sebagai peluang untuk terus mengembangkan kompetensi dan membuka ruang inovasi baru.

Ia meyakini bahwa meskipun sejumlah jenis pekerjaan akan tergantikan oleh teknologi, perkembangan AI juga akan melahirkan banyak profesi dan peluang baru. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan memiliki kesiapan untuk terus belajar, meningkatkan keterampilan, dan beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Secara keseluruhan, hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya belajar sepanjang hayat dan peningkatan kompetensi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi transformasi dunia kerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi secara bertanggung jawab untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Prof. Nurul Hidayat Aprilita Ajak Refleksikan Perjalanan Akademik, Dorong Lulusan Pascasarjana FMIPA UGM Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Ilmuwan Berdampak

“Menempuh studi pascasarjana bukanlah hal yang mudah. Ada saat-saat ketika eksperimen gagal, kode program mengalami kendala, atau revisi tesis terasa tidak ada habisnya. Namun, hari ini Anda membuktikan bahwa Anda bukan kelompok yang mudah menyerah,” ungkap Prof. Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, S.Si., M.Si. dalam sambutannya pada acara Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Pascasarjana FMIPA UGM Periode IV di Auditorium Herman Johannes, Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, berbagai dinamika selama menjalani studi merupakan bagian dari proses transformasi mahasiswa, dari seorang pembelajar menjadi peneliti, ilmuwan, dan pemikir kritis yang siap menghadapi tantangan zaman.

Transformasi tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting bagi para lulusan untuk menjalankan peran baru sebagai ilmuwan dan profesional dalam karier yang dijalani. Di tengah berbagai perubahan global, seperti perkembangan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta tantangan sosial lainnya, ilmu pengetahuan perlu hadir sebagai solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jadilah solusi. Jadikan ilmu matematika dan pengetahuan alam yang sudah Anda tempuh dan peroleh tidak sebagai menara gading, melainkan sebagai alat untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat,” pesan Prof. Nurul.

Selain mendorong lulusan untuk menghadirkan kontribusi nyata, Prof. Nurul juga menekankan pentingnya menjaga integritas ilmiah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan berupa derasnya arus informasi yang sarat akan bias. 

“Jadilah lentera kebenaran ilmiah, objektivitas, dan kejujuran akademis,” tuturnya.

Melalui pesan tersebut, para lulusan diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi etika akademik dalam setiap karya dan keputusan yang diambil. Integritas menjadi fondasi penting bagi seorang ilmuwan agar ilmu pengetahuan tetap memiliki kepercayaan dan memberikan dampak positif.

Prof. Nurul juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung menuntut setiap individu untuk memiliki kemampuan beradaptasi dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Gelar tertinggi bukanlah akhir dari belajar. Tetaplah rendah hati dan terus belajar. Jadilah lifelong learner,” pesannya.

Selain itu, Prof. Nurul mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan almamater serta membawa nilai-nilai Universitas Gadjah Mada dalam perjalanan mereka setelah menyelesaikan studi. Nilai keindonesiaan, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap reputasi global UGM diharapkan terus melekat dalam kontribusi para lulusan di berbagai bidang.

Secara keseluruhan, hal ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui dorongan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penekanan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Program Pascasarjana Fakultas MIPA UGM Periode IV Tahun Akademik 2025-2026

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 47 wisudawan Program Pascasarjana pada Pelepasan Wisudawan dan Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Auditorium Herman Johannes, Rabu (22/7). Sebanyak 29 lulusan berhasil meraih predikat cum laude, terdiri atas 3 lulusan Program Doktor dan 26 lulusan Program Magister.

Pada periode ini, FMIPA UGM meluluskan 47 mahasiswa pascasarjana yang terdiri atas 8 lulusan Program Doktor dan 39 lulusan Program Magister. Acara pelepasan menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik para lulusan.

Sejumlah lulusan juga memperoleh penghargaan atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh studi. Pada kategori IPK tertinggi jenjang magister diraih oleh Maulana Ali Arifin dari Program Studi Magister Elektronika dan Instrumentasi dengan IPK sempurna 4,00. Sementara itu, pada jenjang doktor, penghargaan tersebut diraih oleh Hanif Rahmat dari Program Studi Doktor Ilmu Komputer yang juga memperoleh IPK 4,00.

Pada kategori masa studi tercepat jenjang magister diraih oleh Irma Sari Yulianti dari Program Studi Magister Matematika yang menyelesaikan studinya dalam waktu 1 tahun 8 bulan 5 hari dengan IPK 3,92. Adapun pada jenjang doktor, Hanif Rahmat kembali mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 4 bulan 6 hari.

Selain itu, peraih IPK tertinggi dan predikat Cum Laude setiap program studi adalah sebagai berikut:

Magister Elektronika dan Instrumentasi: Maulana Ali Arifin (IPK 4,00)

Magister Fisika: Finantius Enrico M. Rahangiar (IPK 3,95)

Magister Ilmu Komputer: Anastasia Nathania Putri (IPK 3,98)

Magister Kecerdasan Artifisial: Muhammad Theofany Aulia Anwar (IPK 3,84)

Magister Kimia: Hanna Nur Laili (IPK 3,99)

Magister Matematika: Fani Haerul Anam Rofi’i (IPK 3,97)

Doktor Fisika: Urip Nurwijayanto Prabowo (IPK 4,00)

Doktor Ilmu Komputer: Hanif Rahmat (IPK 4,00)

Pelepasan wisudawan dan wisudawati berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan. Prosesi ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya sebagai ilmuwan, profesional, maupun akademisi yang siap berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Capaian para lulusan ini turut mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghasilkan riset dan inovasi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma

Read More

Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM, Bahas Kriptografi, Keamanan Siber, dan Teknologi Terkini

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Summer School 2026 yang dilaksanakan oleh Departemen Matematika, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika (IKE), serta Departemen Fisika dengan topik pembahasan yang disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Berlokasi di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM, kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan menghadirkan pembicara dari dalam maupun luar negeri.

Pada 13 Juli 2026, rangkaian Summer School dibuka oleh Departemen Matematika dengan mengusung tema “On Post-Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis, and Probability.” Sesi pembuka disampaikan oleh Prof. Seok-Won Lee dari Ajou University, Korea Selatan, yang membahas perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) serta penerapannya dalam software engineering. Pembahasan kemudian berlanjut pada hari kedua, 14 Juli 2026, dengan topik Security Risk Assessment.

Selain menghadirkan narasumber internasional, Summer School 2026 juga mengundang akademisi dan praktisi dari dalam negeri. Di antaranya adalah Dr. Noprendi dan Dr. Eng. Khoirul Anwar dari Universitas Telkom, serta Dr. Santi Indarjani dan Septia Ulfa Sunaringtyas, M.T., dari Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) pada dua hari pelaksanaan.

Kegiatan Summer School 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses terhadap pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs Nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, institusi pendidikan, dan para pakar dari berbagai negara dalam pengembangan ilmu pengetahuan

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Pembukaan Summer School 2026 Departemen Matematika FMIPA UGM Resmi Digelar, Bahas Kriptografi Pascakuantum dan Keamanan Siber

Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka rangkaian kegiatan Summer School 2026 on Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Analysis and Probability  pada Senin (13/7) di Auditorium Herman Johannes, FMIPA UGM. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026 mendatang dan menjadi forum bagi akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan mengenai kriptografi pascakuantum, keamanan siber, teori pengkodean, analisis, dan probabilitas.

Summer School 2026 merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan Summer School 2023 dan CIMPA School 2025. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Departemen Matematika FMIPA UGM bersama Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), Telkom University, dan Universitas Sanata Dharma.

Selama hampir tiga pekan, peserta akan mengikuti empat kelompok materi utama, yaitu Post Quantum Cryptography, Cybersecurity, Coding Theory, serta Analysis and Probability. Pembelajaran mencakup berbagai topik, mulai dari kriptografi berbasis lattice dan code, keamanan sistem dan jaringan, keamanan basis data, hingga analisis fungsional, teori probabilitas, dan proses stokastik.

Materi akan disampaikan oleh akademisi dari berbagai perguruan tinggi dunia, di antaranya Nanyang Technological University (Singapura), Ajou University (Korea Selatan), University of Madeira (Portugal), Aligarh Muslim University (India), Universiti Putra Malaysia, VinUniversity (Vietnam), Linnaeus University (Swedia), University of the Witwatersrand (Afrika Selatan), serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Selain perkuliahan, Summer School 2026 juga akan diisi dengan presentasi hasil penelitian mahasiswa, seminar bersama, kunjungan akademik ke Museum Sandi dan UGM Techno Park, serta berbagai kegiatan akademik dan budaya yang telah dijadwalkan hingga penutupan pada 31 Juli 2026 tersebut. Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Matematika FMIPA UGM bersama institusi mitra berupaya memperkuat jejaring kolaborasi internasional sekaligus mendorong pengembangan riset di bidang matematika, kriptografi, dan keamanan siber.

Penyelenggaraan Summer School 2026 ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan forum pembelajaran dan pertukaran pengetahuan bertaraf internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pengembangan riset di bidang kriptografi pascakuantum dan keamanan siber, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi dari dalam maupun luar negeri. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset, memperluas jejaring akademik global, serta menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi digital di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Kisah Inspiratif Wangsa, Laboran Departemen Kimia FMIPA UGM Sukses Temukan Potensi Pemanfaatan Limbah Sarung Tangan Lateks menjadi Fraksi Bahan Bakar

“Sebagai laboran, saya melihat langsung limbah itu terus bertambah setiap hari.” Pernyataan tersebut disampaikan Wangsa, S.Si., M.Sc., teknisi Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), saat menceritakan awal mula penelitiannya yang memanfaatkan limbah sarung tangan lateks menjadi fraksi bahan bakar setara bensin.

Selain bertanggung jawab mengelola Laboratorium Riset Kimia Fisika, Departemen Kimia FMIPA UGM, Wangsa juga aktif melakukan penelitian yang berfokus pada pengembangan metode analisis serta perancangan peralatan laboratorium untuk mendukung kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan, ia memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Kimia di FMIPA UGM melalui pendanaan penuh dari universitas. Pada jenjang tersebut, ia mengambil peminatan Kimia Fisika dengan fokus penelitian pada bidang limbah, energi, dan katalis.

Menurut Wangsa, inspirasi penelitian ini datang dari aktivitas sehari-hari di laboratorium. Sebagai laboran, ia melihat secara langsung tingginya penggunaan sarung tangan lateks sebagai alat pelindung diri (APD) dalam kegiatan praktikum maupun penelitian. Kondisi tersebut menghasilkan limbah dalam jumlah yang tidak sedikit. Di Departemen Kimia FMIPA UGM, limbah sarung tangan lateks dapat mencapai sekitar 200 kg setiap tahunnya.

Berangkat dari pengamatan tersebut, Wangsa mulai menelusuri potensi yang masih dimiliki limbah sarung tangan lateks. Menurutnya, material tersebut tersusun atas campuran karet alam dan karet sintetis yang didominasi senyawa isoprena, yakni hidrokarbon rantai panjang yang berpotensi dikonversi menjadi bahan bakar cair. Potensi inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan penelitiannya.

Melalui penelitian yang dilakukan, limbah sarung tangan lateks dikonversi menjadi fraksi bahan bakar setara bensin menggunakan kombinasi katalis berbasis logam dan teknologi microwave-assisted pyrolysis atau pirolisis berbantuan gelombang mikro. Menurut Wangsa, pendekatan tersebut mampu meningkatkan selektivitas produk terhadap fraksi bensin sekaligus membuat proses konversi menjadi lebih efisien dari sisi konsumsi energi.

Bagi Wangsa, penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan melalui pendekatan kimia yang lebih ramah lingkungan. Ia meyakini bahwa persoalan yang ditemui dalam aktivitas laboratorium dapat menjadi titik awal lahirnya solusi yang memberikan manfaat lebih luas.

Sebagai wujud kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, penelitian yang dilakukan Wangsa sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan sumber energi alternatif dari limbah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan kembali limbah laboratorium menjadi produk bernilai tambah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mengurangi timbulan limbah dan mendukung pengembangan teknologi yang lebih efisien dalam pemanfaatan energi. Inovasi ini menunjukkan bahwa permasalahan yang muncul dari aktivitas laboratorium dapat diubah menjadi peluang untuk menghasilkan solusi berbasis sains yang memberikan manfaat bagi lingkungan, mendukung pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, serta mendorong pengembangan energi alternatif di masa depan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan Fuel Booster dari Limbah Baterai Ni-MH melalui Pendekatan Ekonomi Sirkular

Limbah baterai Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) menjadi salah satu jenis limbah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, kebutuhan bahan bakar di sektor transportasi masih didominasi oleh energi fosil yang menghasilkan emisi gas buang. Berangkat dari dua tantangan tersebut, tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UGM mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah baterai Ni-MH sebagai bahan baku pembuatan katalis untuk menghasilkan aditif bahan bakar diesel yang lebih ramah lingkungan.

Penelitian yang berjudul Transformasi Limbah Baterai Nikel-Logam Hidrida Menjadi Katalis Ni/Karbon Aktif untuk Aditif Solar Berbasis Butanol mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali logam nikel dari baterai bekas menjadi material yang memiliki nilai tambah.

Ketua tim, Fidel Faj’ri, menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pemanfaatan nikel hasil daur ulang limbah baterai sebagai komponen utama dalam pengembangan katalis. Katalis tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan senyawa yang berpotensi digunakan sebagai fuel booster atau aditif pada bahan bakar solar. Selanjutnya, produk yang diperoleh dievaluasi melalui berbagai pengujian guna mengetahui karakteristik dan potensi penerapannya sebagai aditif bahan bakar.

Tim PKM ini terdiri atas Fidel Faj’ri (Kimia FMIPA 2024) sebagai ketua, Arashi Yuko Naeri (Kimia FMIPA 2024), Olga Fitriyaningtyas (Kimia FMIPA  2024), Jingga Rohmaningsih (Teknik Kimia FT 2024) serta Arghia Kalulla (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP 2025). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan tim dalam mengembangkan solusi inovatif yang menghubungkan aspek material, energi, dan keberlanjutan.

Penelitian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengembangan aditif bahan bakar yang berpotensi meningkatkan efisiensi pembakaran, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pemanfaatan material hasil daur ulang menjadi katalis bernilai tambah, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menerapkan prinsip circular economy dalam pengelolaan limbah baterai, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena penelitian ini ditujukan untuk mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari limbah dan emisi sektor transportasi.

Penulis: Inna Mutifah
>Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Direktorat Kemitraan dan Relasi Global, Perkuat Tata Kelola Kerja Sama Internasional

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Kemitraan dan Relasi Global pada hari Selasa (7/7). Kunjungan ini menjadi forum diskusi dan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara fakultas dan direktorat dalam pengelolaan kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas mengenai pemetaan dan evaluasi mitra kerja sama yang telah dimiliki FMIPA UGM, baik mitra dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dibahas pula penguatan tata kelola administrasi seluruh kegiatan kerja sama, khususnya yang melibatkan mitra internasional, agar setiap pelaksanaan program terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan administrasi mahasiswa yang mengikuti berbagai program internasional, seperti program double degree di luar negeri, penerima beasiswa LPDP yang menjalani studi internasional, serta mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di FMIPA UGM. Melalui koordinasi ini, diharapkan proses administrasi dan layanan internasional di lingkungan FMIPA UGM dapat berjalan semakin efektif, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan jejaring akademik global.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan layanan dan tata kelola program pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat kolaborasi antara fakultas, universitas, dan berbagai mitra di tingkat nasional maupun global. Penguatan tata kelola kerja sama diharapkan dapat menciptakan ekosistem kolaborasi yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More
Translate