Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

mipa

FMIPA ULM Lakukan Benchmarking ke FMIPA UGM untuk Persiapan Akreditasi Internasional ASIIN

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan kunjungan benchmarking ke FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (6/8). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pengajuan akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan FMIPA ULM.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D.  dan dihadiri oleh Ketua Penjamin Mutu serta para Ketua Jurusan di lingkungan FMIPA UGM. Dalam kunjungan tersebut, FMIPA ULM berharap memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi internasional, khususnya ASIIN.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Prof. Mitrayana selaku Kepala Unit Jaminan Mutu dan Komite Kurikulum (UJM dan KK) FMIPA UGM mengenai implementasi sistem penjaminan mutu internal di lingkungan UGM. Ia menjelaskan bahwa UJM memiliki mandat untuk mengawal proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

“Kami di UJM diberi mandat untuk mengawal akreditasi nasional maupun internasional,” ujar Prof. Mitrayana.

Dalam pemaparannya, Prof. Mitrayana menjelaskan bahwa sistem penjaminan mutu di FMIPA UGM dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi yang dilaksanakan setiap semester. Proses tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari dosen hingga mahasiswa, termasuk dosen independen dalam proses evaluasi. FMIPA UGM juga memiliki sistem untuk mengukur ketercapaian berbagai indikator yang telah ditetapkan.

Menurutnya, persiapan akreditasi perlu diawali dengan penetapan target yang jelas. Program studi perlu menentukan terlebih dahulu capaian akreditasi yang ingin diraih, seperti predikat A atau Unggul pada akreditasi nasional, sebelum kemudian mempersiapkan berbagai dokumen pendukung secara sistematis. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan institusi sebelum melangkah menuju akreditasi internasional.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya FMIPA ULM untuk memperoleh pembelajaran langsung dari pengalaman FMIPA UGM dalam membangun sistem penjaminan mutu dan mempersiapkan akreditasi internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarfakultas diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, FMIPA ULM dan FMIPA UGM turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi antarlembaga pendidikan juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, karena peningkatan mutu pendidikan dapat diperkuat melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarperguruan tinggi.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan PolPay (Jempol Payment), Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Biometrik Sidik Jari Tanpa Kartu dan Ponsel

Tim mahasiswa FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tengah mengembangkan PolPay (Jempol Payment), sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transaksi. Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional, PolPay memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa kartu maupun telepon genggam dengan memanfaatkan autentikasi biometrik. 

Pengembangan inovasi PolPay ini dilakukan melalui penelitian berjudul Alat Pembayaran Biometrik Terjangkau Berbasis Komputasi Tepi (PolPay) dengan Standar Enkripsi Lanjutan 256-Bit untuk Transaksi Terproteksi Privasi. Penelitian tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing. 

Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang bergantung pada kartu atau perangkat seluler, PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Pengguna dapat melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistem biometrik yang dikembangkan oleh tim.

Dalam pengembangannya, PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, mengurangi latensi, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan data biometrik.

Selain mengutamakan keamanan, PolPay dirancang sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Dengan konsep tersebut, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun telepon genggam dalam proses transaksi. Saat ini, penelitian PolPay masih berada pada tahap pengembangan prototipe. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi sebelum dilakukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut.

Pengembangan PolPay juga mendukung arah transformasi digital nasional yang selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi pembayaran digital yang mengutamakan keamanan sekaligus perlindungan privasi pengguna.

Secara keseluruhan, pengembangan PolPay berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi pembayaran digital yang inovatif dan inklusif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat keamanan siber dan perlindungan data dalam ekosistem transaksi digital. Inovasi ini menunjukkan bagaimana riset mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan transformasi digital Indonesia. 

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Raih Prestasi Gemilang di International Mathematics Competition (IMC) Bulgaria 2026

Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–3 Agustus 2026 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM, yakni Muhammad Hanif yang berhasil meraih Bronze Medal dan Fajar Arif Shodiqin yang memperoleh Honorable Mention.

Hanif dan Fajar merupakan dua dari lima mahasiswa yang terpilih mewakili Indonesia pada IMC 2026. Dihimpun dari laman resmi Departemen Matematika, keduanya terlebih dahulu mengikuti rangkaian seleksi yang diawali melalui Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT). Para peraih medali emas, perak, perunggu, serta honorable mention pada ONMIPA-PT kemudian diundang mengikuti seleksi nasional untuk menentukan wakil Indonesia pada IMC 2026.

Sebelum mengikuti kompetisi di Bulgaria, kelima delegasi Indonesia menjalani pembinaan intensif yang diselenggarakan di Hotel MM UGM dan Departemen Matematika FMIPA UGM. Pembinaan tersebut bertujuan memperkuat penguasaan materi sekaligus mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi matematika tingkat internasional.

Rangkaian seleksi dan pembinaan tersebut kemudian membuahkan hasil pada IMC 2026. Muhammad Hanif berhasil meraih Bronze Medal, sedangkan Fajar Arif Shodiqin memperoleh Honorable Mention. Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM sekaligus membawa nama UGM dan Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi mahasiswa FMIPA UGM pada IMC 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keikutsertaan dalam kompetisi matematika tingkat internasional menjadi bagian dari pengembangan kompetensi akademik, kemampuan berpikir analitis, serta pengalaman belajar yang berorientasi pada standar global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi FMIPA UGM dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas keilmuan dan daya saing untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis: Inna Mutifah
Foto: Kemdiktisaintek dan Bu Siti (UPI)

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan Griffith University, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama akademik dengan Griffith University melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 20 Juli 2026. Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan akademik yang menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University sebagai pembicara dalam Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 yang diselenggarakan oleh Departemen Kimia FMIPA UGM pada 24 Juli 2026.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara FMIPA UGM dan Griffith University. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi di bidang akademik dan riset antara kedua institusi.

Tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, hubungan akademik kedua institusi juga diwujudkan melalui kegiatan ilmiah yang melibatkan sivitas akademika. Departemen Kimia FMIPA UGM menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University dalam kegiatan CASE #4 yang mengangkat topik Carbon Dots: Catalyzing the Future of Green Quantum Materials. 

Dalam kuliah tersebut, Prof. Qin Li membahas carbon dots dalam konteks pengembangan green quantum materials. Topik tersebut memperkenalkan perkembangan material berbasis carbon dots dan potensinya dalam mendukung pengembangan material yang lebih ramah lingkungan.

Kehadiran akademisi dari Griffith University dalam kegiatan CASE menjadi bagian dari penguatan interaksi akademik antara FMIPA UGM dan mitra internasional. Melalui forum ilmiah seperti ini, sivitas akademika dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan peneliti dari institusi di luar negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya FMIPA UGM dalam memperluas jejaring internasional melalui kerja sama kelembagaan yang diikuti dengan kegiatan akademik. Kolaborasi dengan Griffith University diharapkan dapat menjadi ruang bagi pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian pada bidang-bidang yang relevan di masa mendatang.

Kerja sama FMIPA UGM dengan Griffith University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi melalui kerja sama kelembagaan dan forum akademik internasional membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan riset lintas institusi. Melalui kemitraan tersebut, FMIPA UGM terus memperluas akses sivitas akademika terhadap jejaring dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar “FMIPA STEM Challenge 2026”, Hadirkan Beragam Kompetisi Sains, Teknologi, dan Matematika

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-71, FMIPA UGM menyelenggarakan FMIPA STEM Challenge 2026. Kegiatan ini menghadirkan serangkaian kompetisi di bidang sains, teknologi, dan matematika yang dilaksanakan bekerja sama dengan himpunan mahasiswa di lingkungan FMIPA UGM.

FMIPA STEM Challenge 2026 diselenggarakan pada Agustus hingga November 2026 dan terbuka bagi peserta dari berbagai jenjang, mulai dari siswa SMP/MTs/sederajat, SMA/SMK/MA/sederajat, mahasiswa, hingga masyarakat umum, sesuai dengan ketentuan setiap cabang kompetisi.

Beragam kompetisi yang diselenggarakan dalam FMIPA STEM Challenge 2026 meliputi:

  1. SCIENTA UGM 2026, yang terdiri atas kompetisi esai, karya tulis ilmiah, poster, dan lomba cerdas cermat;
  2. Lomba Matematika Nasional ke-37 (LMNas 37), berupa olimpiade matematika bagi pelajar SMP dan SMA atau sederajat;
  3. INSPIRE 2026, yang menghadirkan kompetisi robotika dan Internet of Things (IoT), meliputi Soccer Robot, Line Follower Robot, IoT Competition, dan Sumo Robot;
  4. JOINTS 2026 (Jogja Information Technology Sessions), yang meliputi Capture the Flag, Logic, Ideathon, Hackathon, Data Science, dan Competitive Programming;
  5. Top Challenge of Physics UGM 2026, yang terdiri atas Olimpiade Sains untuk tingkat SMP serta Olimpiade Fisika dan Astronomi untuk tingkat SMA;
  6. Olimpiade Kimia Nasional (OKN) 2026, yaitu kompetisi olimpiade kimia bagi siswa SMA/SMK/MA atau sederajat;
  7. Lomba Esai Nasional Kimia (LENK) 2026, yang diperuntukkan bagi siswa dan mahasiswa dengan tema yang berkaitan dengan energi, industri, dan teknologi; serta
  8. ASiQ (Actuarial Science Quest) 2026, yang meliputi Olimpiade Aktuaria, National Actuarial Case, dan Actuarial Infographics.

Melalui FMIPA STEM Challenge 2026, FMIPA UGM berupaya menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama, serta keterampilan memecahkan masalah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan pelajar dan mahasiswa terhadap bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Setiap kompetisi memiliki persyaratan peserta, jadwal, mekanisme pendaftaran, dan tahapan seleksi yang berbeda. Oleh karena itu, calon peserta diharapkan mencermati ketentuan masing-masing cabang kompetisi sebelum melakukan pendaftaran.

Informasi lengkap mengenai jenis kompetisi, persyaratan peserta, jadwal pelaksanaan, panduan, dan mekanisme pendaftaran FMIPA STEM Challenge 2026 dapat diakses melalui tautan berikut: http://ugm.id/FMIPASTEMChallenge

FMIPA UGM mengundang para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi serta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam FMIPA STEM Challenge 2026.

 

Penulis: Chalis Setyadi

Read More

PIONIR PASCAL 2026 Resmi Ditutup, Bekali Mahasiswa Baru dengan Gambaran Kehidupan Akademik di FMIPA UGM

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi ditutup pada Kamis (6/8). Kegiatan penutupan berlangsung di Auditorium Herman Yohanes, Lantai 7 FMIPA UGM dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan akademik, organisasi, serta kehidupan kemahasiswaan bagi mahasiswa baru FMIPA UGM.

“Setelah menjalani PIONIR PASCAL, harapannya teman-teman memiliki gambaran untuk perkuliahan ke depannya,” ujar Risma Kalila Winarjani selaku Koordinator Umum PIONIR PASCAL 2026.

Sebelum memasuki agenda penutupan, mahasiswa baru mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan lingkungan FMIPA secara lebih dekat sekaligus mendorong mahasiswa untuk aktif mengeksplorasi potensi dan minatnya. Salah satunya adalah formasi yang kemudian dilanjutkan dengan tarian selebrasi sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas proses yang telah dilalui selama rangkaian PIONIR PASCAL 2026.

Rangkaian berikutnya adalah Tour de MIPA, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi yang terdapat di lingkungan FMIPA UGM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan akademik, tetapi juga berbagai ruang pengembangan diri di luar perkuliahan.

Selain pengenalan organisasi dan lingkungan kemahasiswaan, PIONIR PASCAL 2026 juga menghadirkan Science Project. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru diajak mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah dengan mencari solusi terhadap suatu permasalahan menggunakan pendekatan berbasis sains.

Rangkaian PIONIR PASCAL 2026 kemudian ditutup dengan peresmian oleh Koordinator Umum yang turut diwakili oleh ketua-ketua himpunan mahasiswa di lingkungan FMIPA UGM. Setelah agenda peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari Scientist Music Club (SMC) yang menjadi penutup rangkaian acara dalam suasana yang lebih santai dan meriah.

Pelaksanaan PIONIR PASCAL 2026 ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keterkaitan dengan SDG 4 tercermin melalui upaya memberikan pengalaman awal dan lingkungan pembelajaran yang mendukung proses adaptasi mahasiswa di perguruan tinggi. Sementara itu, kegiatan Science Project mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pemecahan masalah berbasis sains yang sejalan dengan semangat inovasi dalam SDG 9.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa dan Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Dorong Sekolah Mitra Siapkan Siswa Hadapi Transisi ke Perguruan Tinggi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mendorong sekolah mitra untuk memperkuat pendampingan siswa dalam mempersiapkan transisi dari jenjang sekolah menengah atas ke perguruan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan salah satunya melalui International Workshop for Educators pada 27–31 Agustus 2026  di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM.

“Sekarang menghadapi Gen Z luar biasa sekali. Tantangan terberat anak SMA pertama kali setelah lulus SMA adalah masa-masa kuliah. Tugas sekolah adalah menyiapkan anak didik ke jenjang berikutnya,” ujar Arif Misbahul MBM, Taiwan Alumni/International Cooperation and Development Fund (ICDF) Indonesia.

Ia menambahkan bahwa sekolah mitra diharapkan dapat menghadirkan solusi dan pendampingan yang membantu siswa menentukan pilihan pendidikan setelah SMA. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kehidupan akademik serta pilihan bidang studi kepada siswa.

“Bagaimana sekolah-sekolah mitra ada solusi untuk membantu anak murid kita memasuki jenjang perguruan tinggi. Program-program ini harapannya mengubah pandangan anak-anak SMA terhadap sains dan jurusan-jurusan di MIPA,” lanjutnya.

Salah satu program yang disiapkan FMIPA UGM adalah Science Research Camp. CEO Fumalife, Hanif Khoirudin, M. Sc. menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai perkuliahan, tetapi juga merasakan secara langsung pengalaman belajar di lingkungan FMIPA UGM sekaligus melakukan penelitian.

“Kami menghadirkan Science Research Camp agar adik-adik dapat merasakan pengalaman langsung kuliah di FMIPA serta melakukan penelitian,” jelas Hanif.

Selain itu, Fumalife juga menyampaikan adanya pengembangan program lain, termasuk Fumalife Startup yang lahir dari bidang Fisika dengan fokus pada material fungsional. Pelaksanaan program direncanakan setelah periode Ujian Tengah Semester (UTS) siswa sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan peserta. Di sisi lain, FMIPA UGM juga tengah mengembangkan immersion program bagi guru pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, sekaligus memperluas akses siswa terhadap pengalaman belajar berbasis sains dan riset. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa melanjutkan pendidikan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Reportase: Inna Mutifah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More

FMIPA ULM Lakukan Benchmarking ke FMIPA UGM untuk Persiapan Akreditasi Internasional ASIIN

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan kunjungan benchmarking ke FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (6/8). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan pengajuan akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) sekaligus memperkuat sistem penjaminan mutu di lingkungan FMIPA ULM.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Drs. Roto, M.Eng, Ph.D.  dan dihadiri oleh Ketua Penjamin Mutu serta para Ketua Jurusan di lingkungan FMIPA UGM. Dalam kunjungan tersebut, FMIPA ULM berharap memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi internasional, khususnya ASIIN.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Prof. Mitrayana selaku Kepala Unit Jaminan Mutu dan Komite Kurikulum (UJM dan KK) FMIPA UGM mengenai implementasi sistem penjaminan mutu internal di lingkungan UGM. Ia menjelaskan bahwa UJM memiliki mandat untuk mengawal proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

“Kami di UJM diberi mandat untuk mengawal akreditasi nasional maupun internasional,” ujar Prof. Mitrayana.

Dalam pemaparannya, Prof. Mitrayana menjelaskan bahwa sistem penjaminan mutu di FMIPA UGM dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi yang dilaksanakan setiap semester. Proses tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari dosen hingga mahasiswa, termasuk dosen independen dalam proses evaluasi. FMIPA UGM juga memiliki sistem untuk mengukur ketercapaian berbagai indikator yang telah ditetapkan.

Menurutnya, persiapan akreditasi perlu diawali dengan penetapan target yang jelas. Program studi perlu menentukan terlebih dahulu capaian akreditasi yang ingin diraih, seperti predikat A atau Unggul pada akreditasi nasional, sebelum kemudian mempersiapkan berbagai dokumen pendukung secara sistematis. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan institusi sebelum melangkah menuju akreditasi internasional.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya FMIPA ULM untuk memperoleh pembelajaran langsung dari pengalaman FMIPA UGM dalam membangun sistem penjaminan mutu dan mempersiapkan akreditasi internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarfakultas diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan tersebut, FMIPA ULM dan FMIPA UGM turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi antarlembaga pendidikan juga sejalan dengan SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, karena peningkatan mutu pendidikan dapat diperkuat melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarperguruan tinggi.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan PolPay (Jempol Payment), Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Biometrik Sidik Jari Tanpa Kartu dan Ponsel

Tim mahasiswa FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tengah mengembangkan PolPay (Jempol Payment), sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transaksi. Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional, PolPay memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa kartu maupun telepon genggam dengan memanfaatkan autentikasi biometrik. 

Pengembangan inovasi PolPay ini dilakukan melalui penelitian berjudul Alat Pembayaran Biometrik Terjangkau Berbasis Komputasi Tepi (PolPay) dengan Standar Enkripsi Lanjutan 256-Bit untuk Transaksi Terproteksi Privasi. Penelitian tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing. 

Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang bergantung pada kartu atau perangkat seluler, PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Pengguna dapat melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistem biometrik yang dikembangkan oleh tim.

Dalam pengembangannya, PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, mengurangi latensi, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan data biometrik.

Selain mengutamakan keamanan, PolPay dirancang sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Dengan konsep tersebut, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun telepon genggam dalam proses transaksi. Saat ini, penelitian PolPay masih berada pada tahap pengembangan prototipe. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi sebelum dilakukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut.

Pengembangan PolPay juga mendukung arah transformasi digital nasional yang selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi pembayaran digital yang mengutamakan keamanan sekaligus perlindungan privasi pengguna.

Secara keseluruhan, pengembangan PolPay berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi pembayaran digital yang inovatif dan inklusif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat keamanan siber dan perlindungan data dalam ekosistem transaksi digital. Inovasi ini menunjukkan bagaimana riset mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan transformasi digital Indonesia. 

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Raih Prestasi Gemilang di International Mathematics Competition (IMC) Bulgaria 2026

Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–3 Agustus 2026 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM, yakni Muhammad Hanif yang berhasil meraih Bronze Medal dan Fajar Arif Shodiqin yang memperoleh Honorable Mention.

Hanif dan Fajar merupakan dua dari lima mahasiswa yang terpilih mewakili Indonesia pada IMC 2026. Dihimpun dari laman resmi Departemen Matematika, keduanya terlebih dahulu mengikuti rangkaian seleksi yang diawali melalui Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT). Para peraih medali emas, perak, perunggu, serta honorable mention pada ONMIPA-PT kemudian diundang mengikuti seleksi nasional untuk menentukan wakil Indonesia pada IMC 2026.

Sebelum mengikuti kompetisi di Bulgaria, kelima delegasi Indonesia menjalani pembinaan intensif yang diselenggarakan di Hotel MM UGM dan Departemen Matematika FMIPA UGM. Pembinaan tersebut bertujuan memperkuat penguasaan materi sekaligus mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi matematika tingkat internasional.

Rangkaian seleksi dan pembinaan tersebut kemudian membuahkan hasil pada IMC 2026. Muhammad Hanif berhasil meraih Bronze Medal, sedangkan Fajar Arif Shodiqin memperoleh Honorable Mention. Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM sekaligus membawa nama UGM dan Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi mahasiswa FMIPA UGM pada IMC 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keikutsertaan dalam kompetisi matematika tingkat internasional menjadi bagian dari pengembangan kompetensi akademik, kemampuan berpikir analitis, serta pengalaman belajar yang berorientasi pada standar global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi FMIPA UGM dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas keilmuan dan daya saing untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis: Inna Mutifah
Foto: Kemdiktisaintek dan Bu Siti (UPI)

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan Griffith University, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama akademik dengan Griffith University melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 20 Juli 2026. Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan akademik yang menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University sebagai pembicara dalam Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 yang diselenggarakan oleh Departemen Kimia FMIPA UGM pada 24 Juli 2026.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara FMIPA UGM dan Griffith University. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi di bidang akademik dan riset antara kedua institusi.

Tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, hubungan akademik kedua institusi juga diwujudkan melalui kegiatan ilmiah yang melibatkan sivitas akademika. Departemen Kimia FMIPA UGM menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University dalam kegiatan CASE #4 yang mengangkat topik Carbon Dots: Catalyzing the Future of Green Quantum Materials. 

Dalam kuliah tersebut, Prof. Qin Li membahas carbon dots dalam konteks pengembangan green quantum materials. Topik tersebut memperkenalkan perkembangan material berbasis carbon dots dan potensinya dalam mendukung pengembangan material yang lebih ramah lingkungan.

Kehadiran akademisi dari Griffith University dalam kegiatan CASE menjadi bagian dari penguatan interaksi akademik antara FMIPA UGM dan mitra internasional. Melalui forum ilmiah seperti ini, sivitas akademika dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan peneliti dari institusi di luar negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya FMIPA UGM dalam memperluas jejaring internasional melalui kerja sama kelembagaan yang diikuti dengan kegiatan akademik. Kolaborasi dengan Griffith University diharapkan dapat menjadi ruang bagi pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian pada bidang-bidang yang relevan di masa mendatang.

Kerja sama FMIPA UGM dengan Griffith University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi melalui kerja sama kelembagaan dan forum akademik internasional membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan riset lintas institusi. Melalui kemitraan tersebut, FMIPA UGM terus memperluas akses sivitas akademika terhadap jejaring dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Gelar “FMIPA STEM Challenge 2026”, Hadirkan Beragam Kompetisi Sains, Teknologi, dan Matematika

Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-71, FMIPA UGM menyelenggarakan FMIPA STEM Challenge 2026. Kegiatan ini menghadirkan serangkaian kompetisi di bidang sains, teknologi, dan matematika yang dilaksanakan bekerja sama dengan himpunan mahasiswa di lingkungan FMIPA UGM.

FMIPA STEM Challenge 2026 diselenggarakan pada Agustus hingga November 2026 dan terbuka bagi peserta dari berbagai jenjang, mulai dari siswa SMP/MTs/sederajat, SMA/SMK/MA/sederajat, mahasiswa, hingga masyarakat umum, sesuai dengan ketentuan setiap cabang kompetisi.

Beragam kompetisi yang diselenggarakan dalam FMIPA STEM Challenge 2026 meliputi:

  1. SCIENTA UGM 2026, yang terdiri atas kompetisi esai, karya tulis ilmiah, poster, dan lomba cerdas cermat;
  2. Lomba Matematika Nasional ke-37 (LMNas 37), berupa olimpiade matematika bagi pelajar SMP dan SMA atau sederajat;
  3. INSPIRE 2026, yang menghadirkan kompetisi robotika dan Internet of Things (IoT), meliputi Soccer Robot, Line Follower Robot, IoT Competition, dan Sumo Robot;
  4. JOINTS 2026 (Jogja Information Technology Sessions), yang meliputi Capture the Flag, Logic, Ideathon, Hackathon, Data Science, dan Competitive Programming;
  5. Top Challenge of Physics UGM 2026, yang terdiri atas Olimpiade Sains untuk tingkat SMP serta Olimpiade Fisika dan Astronomi untuk tingkat SMA;
  6. Olimpiade Kimia Nasional (OKN) 2026, yaitu kompetisi olimpiade kimia bagi siswa SMA/SMK/MA atau sederajat;
  7. Lomba Esai Nasional Kimia (LENK) 2026, yang diperuntukkan bagi siswa dan mahasiswa dengan tema yang berkaitan dengan energi, industri, dan teknologi; serta
  8. ASiQ (Actuarial Science Quest) 2026, yang meliputi Olimpiade Aktuaria, National Actuarial Case, dan Actuarial Infographics.

Melalui FMIPA STEM Challenge 2026, FMIPA UGM berupaya menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama, serta keterampilan memecahkan masalah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan pelajar dan mahasiswa terhadap bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Setiap kompetisi memiliki persyaratan peserta, jadwal, mekanisme pendaftaran, dan tahapan seleksi yang berbeda. Oleh karena itu, calon peserta diharapkan mencermati ketentuan masing-masing cabang kompetisi sebelum melakukan pendaftaran.

Informasi lengkap mengenai jenis kompetisi, persyaratan peserta, jadwal pelaksanaan, panduan, dan mekanisme pendaftaran FMIPA STEM Challenge 2026 dapat diakses melalui tautan berikut: http://ugm.id/FMIPASTEMChallenge

FMIPA UGM mengundang para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia untuk berpartisipasi serta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam FMIPA STEM Challenge 2026.

 

Penulis: Chalis Setyadi

Read More

PIONIR PASCAL 2026 Resmi Ditutup, Bekali Mahasiswa Baru dengan Gambaran Kehidupan Akademik di FMIPA UGM

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi ditutup pada Kamis (6/8). Kegiatan penutupan berlangsung di Auditorium Herman Yohanes, Lantai 7 FMIPA UGM dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan akademik, organisasi, serta kehidupan kemahasiswaan bagi mahasiswa baru FMIPA UGM.

“Setelah menjalani PIONIR PASCAL, harapannya teman-teman memiliki gambaran untuk perkuliahan ke depannya,” ujar Risma Kalila Winarjani selaku Koordinator Umum PIONIR PASCAL 2026.

Sebelum memasuki agenda penutupan, mahasiswa baru mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan lingkungan FMIPA secara lebih dekat sekaligus mendorong mahasiswa untuk aktif mengeksplorasi potensi dan minatnya. Salah satunya adalah formasi yang kemudian dilanjutkan dengan tarian selebrasi sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas proses yang telah dilalui selama rangkaian PIONIR PASCAL 2026.

Rangkaian berikutnya adalah Tour de MIPA, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi yang terdapat di lingkungan FMIPA UGM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada lingkungan akademik, tetapi juga berbagai ruang pengembangan diri di luar perkuliahan.

Selain pengenalan organisasi dan lingkungan kemahasiswaan, PIONIR PASCAL 2026 juga menghadirkan Science Project. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru diajak mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah dengan mencari solusi terhadap suatu permasalahan menggunakan pendekatan berbasis sains.

Rangkaian PIONIR PASCAL 2026 kemudian ditutup dengan peresmian oleh Koordinator Umum yang turut diwakili oleh ketua-ketua himpunan mahasiswa di lingkungan FMIPA UGM. Setelah agenda peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan hiburan dari Scientist Music Club (SMC) yang menjadi penutup rangkaian acara dalam suasana yang lebih santai dan meriah.

Pelaksanaan PIONIR PASCAL 2026 ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas dan SDG 9 yakni Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Keterkaitan dengan SDG 4 tercermin melalui upaya memberikan pengalaman awal dan lingkungan pembelajaran yang mendukung proses adaptasi mahasiswa di perguruan tinggi. Sementara itu, kegiatan Science Project mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta pemecahan masalah berbasis sains yang sejalan dengan semangat inovasi dalam SDG 9.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Daffa dan Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Dorong Sekolah Mitra Siapkan Siswa Hadapi Transisi ke Perguruan Tinggi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) mendorong sekolah mitra untuk memperkuat pendampingan siswa dalam mempersiapkan transisi dari jenjang sekolah menengah atas ke perguruan tinggi. Upaya tersebut diwujudkan salah satunya melalui International Workshop for Educators pada 27–31 Agustus 2026  di Auditorium Herman Yohanes FMIPA UGM.

“Sekarang menghadapi Gen Z luar biasa sekali. Tantangan terberat anak SMA pertama kali setelah lulus SMA adalah masa-masa kuliah. Tugas sekolah adalah menyiapkan anak didik ke jenjang berikutnya,” ujar Arif Misbahul MBM, Taiwan Alumni/International Cooperation and Development Fund (ICDF) Indonesia.

Ia menambahkan bahwa sekolah mitra diharapkan dapat menghadirkan solusi dan pendampingan yang membantu siswa menentukan pilihan pendidikan setelah SMA. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu cara untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kehidupan akademik serta pilihan bidang studi kepada siswa.

“Bagaimana sekolah-sekolah mitra ada solusi untuk membantu anak murid kita memasuki jenjang perguruan tinggi. Program-program ini harapannya mengubah pandangan anak-anak SMA terhadap sains dan jurusan-jurusan di MIPA,” lanjutnya.

Salah satu program yang disiapkan FMIPA UGM adalah Science Research Camp. CEO Fumalife, Hanif Khoirudin, M. Sc. menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai perkuliahan, tetapi juga merasakan secara langsung pengalaman belajar di lingkungan FMIPA UGM sekaligus melakukan penelitian.

“Kami menghadirkan Science Research Camp agar adik-adik dapat merasakan pengalaman langsung kuliah di FMIPA serta melakukan penelitian,” jelas Hanif.

Selain itu, Fumalife juga menyampaikan adanya pengembangan program lain, termasuk Fumalife Startup yang lahir dari bidang Fisika dengan fokus pada material fungsional. Pelaksanaan program direncanakan setelah periode Ujian Tengah Semester (UTS) siswa sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan peserta. Di sisi lain, FMIPA UGM juga tengah mengembangkan immersion program bagi guru pada jenjang magister (S2) dan doktor (S3).

Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, sekaligus memperluas akses siswa terhadap pengalaman belajar berbasis sains dan riset. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa melanjutkan pendidikan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Reportase: Inna Mutifah
Dokumentasi: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More
Translate