Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Tim Valuator UGM Raih Juara Pertama GAIP Insurance Innovation Competition 2025 di Singapura

Singapura, 15 Agustus 2025 – Tim The Valuator dari Program Studi Ilmu Aktuaria, Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara Pertama dalam ajang internasional GAIP Insurance Innovation Competition 2025 Global Final Round yang diselenggarakan di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Global Asia Insurance Partnership (GAIP) bekerja sama dengan NTU, dengan dukungan berbagai sponsor dari industri asuransi global. Kompetisi tahun ini diikuti oleh tim mahasiswa dari sepuluh negara: Singapura, Jepang, Hong Kong SAR, Australia, Chinese Taipei, Indonesia, Thailand, Vietnam, Tiongkok, dan Korea.

Tentang Tim The Valuator

Tim The Valuator terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria UGM angkatan 2022:

  • Rafael Wicaksono Hadi

  • Victorius Chendryanto

  • Dewa Ayu Maharani Adithi Kirana

Ketiganya tampil memukau dengan bimbingan Dr. Danang Teguh Qoyyimi, dosen Program Studi Ilmu Aktuaria UGM. Penampilan mereka yang elegan dengan balutan busana nasional dipadu penyampaian ide yang lugas dan atraktif berhasil memikat perhatian dewan juri dan audiens.

Inovasi ORBIS: Dynamic Copay Modeling untuk Asuransi Kesehatan

Tim The Valuator, yang beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria angkatan 2022 – Rafael Wicaksono Hadi, Victorius Chendryanto, dan Dewa Ayu Maharani Adithi Kirana – serta dibimbing oleh Dr. Danang Teguh Qoyyimi, memperkenalkan inovasi sistem bernama ORBIS (Dynamic Copay Modeling System).

ORBIS dirancang untuk menjawab dua persoalan utama dalam asuransi kesehatan: inflasi medis yang terus meningkat dan ketidakefisienan cost-sharing. Dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI), ORBIS menawarkan solusi pembagian biaya kesehatan yang lebih adil, adaptif, dan berbasis nilai.

Sistem ini terdiri dari empat lapisan utama:

  1. Smart Health Triage Assistant (OrbisChat) – membantu peserta menavigasi keluhan kesehatan secara cerdas.
  2. Care-Value Score (CVS) – menilai nilai klinis dan efisiensi biaya layanan kesehatan.
  3. Dynamic Copay – menyesuaikan besaran copay secara real-time berdasarkan nilai perawatan.
  4. Behavioral Bonus Credits – memberikan insentif kredit bagi perilaku sehat yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya di masa depan.

Dengan inovasi ini, ORBIS tidak hanya berfokus pada pengendalian biaya klaim, tetapi juga pada peningkatan perilaku konsumsi layanan kesehatan yang lebih bijak, transparan, dan personal.

Apresiasi Dewan Juri

Kompetisi GAIP Insurance Innovation Competition 2025 menghadirkan juri yang terdiri dari para praktisi senior dan eksekutif industri asuransi internasional, mulai dari CEO perusahaan asuransi multinasional, konsultan industri, hingga akademisi ternama. Keberadaan para juri dari latar belakang yang beragam ini menjadikan proses penilaian berlangsung komprehensif, dengan menekankan aspek inovasi, keberlanjutan, keterterapan solusi, serta potensi dampaknya terhadap industri asuransi global.

Dalam sesi final, presentasi Tim The Valuator dari UGM dinilai mampu menggabungkan analisis mendalam dengan penyampaian yang sederhana, lugas, dan komunikatif. Ms. Min Hung Cheng, CEO GAIP, yang juga menjadi juri utama, menekankan bahwa kekuatan tim UGM terletak pada kemampuan mereka untuk mengomunikasikan masalah yang kompleks secara mudah dipahami, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan dengan tantangan nyata industri asuransi kesehatan. “Slogan yang mereka sampaikan, Healthcare should be about who gets the right care at the right time, and for the right reasons, sangat menyentuh karena mengingatkan kita bahwa inti dari layanan kesehatan bukan sekadar angka dan biaya, tetapi manusia dan kualitas hidup,” ungkap Ms. Cheng.

Selain itu, juri juga mengapresiasi gaya presentasi interaktif tim UGM yang melibatkan audiens sejak awal, serta penggunaan bahasa Inggris yang fasih dan percaya diri. Hal ini membedakan mereka dari beberapa tim negara lain yang cenderung masih terbatas dalam penyampaian ide karena menggunakan bahasa lokal pada tahap sebelumnya. Dengan demikian, UGM mampu menunjukkan keunggulan tidak hanya dari sisi ide, tetapi juga kemampuan komunikasi internasional.

Persaingan dalam kompetisi ini terbilang sangat ketat. Juara kedua diraih oleh tim dari University of Melbourne (Australia) yang mengangkat inovasi di bidang kesehatan mental, khususnya perlindungan dan mitigasi risiko terkait penyebaran berita bohong (hoax) yang dapat memperburuk kondisi psikologis masyarakat. Inovasi ini mendapat perhatian karena relevan dengan era digital saat ini, di mana kesehatan mental sering dipengaruhi oleh informasi yang beredar luas tanpa verifikasi.

Sementara itu, juara ketiga berhasil diraih oleh tim dari Nanyang Technological University (Singapura) yang membawakan topik Unemployment Insurance. Inovasi ini menyoroti pentingnya perlindungan finansial bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi, maupun krisis kesehatan publik.

Kehadiran berbagai topik dari negara peserta menunjukkan bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba ide, tetapi juga refleksi nyata atas keragaman tantangan yang dihadapi industri asuransi di berbagai belahan dunia. Mulai dari isu kesehatan fisik, kesehatan mental, perlindungan sosial, hingga digitalisasi layanan, semuanya menjadi bahan diskusi dalam forum ini. Tim UGM berhasil membuktikan bahwa inovasi dari Indonesia tidak kalah relevan dan bahkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap solusi global.

Ajang Networking dan Kolaborasi Global

Lebih dari sekadar kompetisi, GAIP Insurance Innovation Competition juga menjadi ajang bertukar ide dan membangun jejaring global bagi mahasiswa dari berbagai negara. Para peserta tidak hanya mempresentasikan inovasi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, mentoring, dan forum interaktif dengan praktisi industri. Hal ini memberikan pengalaman berharga untuk memahami tantangan nyata dalam industri asuransi di berbagai negara dan membuka peluang kolaborasi riset maupun profesional di masa depan.

Dukungan Sponsor dan Hadiah

Kompetisi GAIP 2025 mendapat dukungan penuh dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sebagai sponsor utama. Manulife Indonesia tidak hanya berperan dalam mendukung penyelenggaraan acara local round di ITB, Indonesia, tetapi juga memberikan penghargaan berupa pembiayaan perjalanan bagi tim pemenang untuk mewakili Indonesia di babak global di NTU Singapura pada 15 Agustus 2025.

Dukungan ini menjadi bentuk nyata komitmen Manulife Indonesia dalam mendorong inovasi, mengembangkan talenta muda, dan memperkuat ekosistem industri asuransi di Indonesia maupun di tingkat global.

Apresiasi terhadap Mentor

Tim The Valuator menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing Dr. Danang Teguh Qoyyimi, serta para mentor: Yohan Dharmawan, FSA, MSc, QRGP, Paul Setio Kartono, FSAI, FIIS, Rianto A. Djojosugito, Ph.D., FSAI, dan Yusman yang telah memberikan pendampingan dan masukan berharga sejak tahap awal kompetisi di tingkat nasional.

Penutup

Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UGM tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga di panggung global dengan membawa solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri. UGM berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswanya dalam mengembangkan ide-ide kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat, industri, dan bangsa.

Penulis: Danang Teguh Qoyyimi
Dokumentasi: Tim The Valuator

Read More

IFI Prancis Perkuat Kemitraan Strategis bidang Akademik dengan FMIPA UGM

Yogyakarta, 1 Agustus 2025 — Institut Français d’Indonésie (IFI) menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam bidang pendidikan. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas mobilitas mahasiswa, sosialisasi beasiswa master dan doktoral, serta memperkuat jejaring riset internasional bersama berbagai institusi pendidikan tinggi di Prancis.

“FMIPA UGM merupakan mitra penting kami. Bidang sains yang dikaji di MIPA merupakan bidang yang memiliki potensi riset yang relevan dengan prioritas kerja sama kami di Prancis,” ujar Francois Dabin, DIrektur IFI dalam sesi diskusi bersama civitas FMIPA UGM.

Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Wakil Dekan bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan FMIPA UGM, menekankan pentingnya pengembangan kolaborasi riset yang melibatkan laboratorium alam dan pendekatan interdisipliner. “Kita telah memiliki beberapa kerja sama dengan institusi di Prancis, di antaranya bidang Geosains. Kita bisa mengembangkan dan menjajaki peluang riset bersama terkait kawasan vulkanik, kimia, fisika, matematika, informatika, dan pengembangan material, yang sangat strategis untuk dikerjakan dengan mitra dari Prancis,” paparnya.

Terdapat beberapa beasiswa yang dapat diakses mahasiswa MIPA untuk studi di Prancis, di antaranya France Excellence Scholarship (S2, Master 2, Tematik, Eiffel Scholarship dan Kartini Sains), serta Erasmus Mundus Joint Master’s Degree. Beasiswa yang terbaru adalah LPDP-France 2026, yang pendaftarannya akan dibuka pada Januari–Februari 2026, wawancara dan pengumuman hasil pada Mei–Juni 2026, serta perkuliahan dimulai pada September 2026. Berbagai skema beasiswa turut diperkenalkan, antara lain France Excellence Scholarship, France Excellence Eiffel Scholarship, dan Erasmus Mundus Joint Master’s Degree, yang mencakup dukungan biaya hidup hingga pembebasan biaya kuliah.

IFI juga menjelaskan bahwa program master dan doktoral di berbagai perguruan tinggi Prancis kini terbuka bagi mahasiswa internasional, dengan bahasa pengantar Inggris. Program tersebut umumnya mencakup beasiswa penuh termasuk biaya hidup yang sangat layak. Calon mahasiswa yang ingin dibantu mendapatkan calon pembimbing di perguruan tinggi di Prancis juga dapat difasilitasi oleh IFI, khususnya calon mahasiswa doktoral. 

Agung Riantiarno, Responsible Campus France di Yogyakarta juga mengundang mahasiswa dan dosen untuk bertemu perwakilan universitas Prancis pada acara Networking Night di IFI Yogyakarta, 6 November 2025, serta Joint Working Group France–Indonesia yang dijadwalkan pada Juni/Juli 2026 di Prancis. Sejumlah program studi yang diajarkan dalam bahasa Inggris di bidang kimia, ilmu komputer dan elektronika, fisika, serta matematika turut dipaparkan, di antaranya dari Université de Paris Saclay, CPE Lyon, EPITA School of Engineering and Computer Science, dan Université Côte d’Azur.

Inisiatif kolaborasi ini juga mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Infrastruktur, Inovasi, dan Industri), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui pertukaran pengetahuan dan pembentukan jejaring riset global, FMIPA UGM dan IFI berkontribusi pada penguatan kapasitas sains dan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi: Aphroditty Nirmala

Read More

Jatuh Cinta pada Matematika: Pandangan Tiga Ilmuwan Italia di CIMPA School 2025

Apa yang membuat seseorang jatuh cinta pada matematika? Pertanyaan ini menjadi bahan renungan dalam sebuah sesi santai namun penuh makna di sela kegiatan CIMPA School 2025, yang berlangsung di Auditorium Lantai 1 FMIPA UGM pada 25 Juli lalu. Tiga dosen asal Italia, yakni Anna Maria Iezzi, Francesco Campagna, dan Valerio Talamanca berbagi pandangan mereka tentang bagaimana membuat lebih banyak orang, terutama mahasiswa, menghargai dan memahami peran penting matematika kehidupan.

Anna Maria Iezzi, pengajar matematika terapan dari Université Grenoble Alpes, Prancis, membuka dengan refleksi dari masa mahasiswanya. “Dulu, saya merasa sulit melihat bagaimana matematika bisa langsung diterapkan. Tapi sekarang, saya menyadari betapa kerennya menjadi matematikawan. Terutama saat kita masuk ke bidang seperti kriptografi, teori yang kita pelajari ternyata bisa berdampak besar di dunia digital,” ungkapnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk lebih terbuka melihat aplikasi nyata dari matematika, terutama di era teknologi tinggi. “Cobalah melihat dari sisi penggunaannya. Dari situ kamu akan sadar bahwa kita, para matematikawan, punya kontribusi nyata terhadap masa depan digital dan keamanan informasi,” tambahnya. Pandangannya selaras dengan Sustainable Development Goals (SDG) 9: Industri, Inovasi, dan Insfrastruktur, yang menekankan pentingnya inovasi berbasis sains seperti kriptografi dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan.

Francesco Campagna, dosen teori bilangan dari Université Clermont Auvergne, Prancis, membawa perspektif yang lebih ringan dan menyenangkan. “Number theory itu seperti game. Kamu bisa menemukan banyak masalah yang terlihat sederhana, tapi sebenarnya sangat sulit diselesaikan. Dan itu membuatmu tertantang terus,” ujarnya. Ia menambahkan, “It’s easy to fall in love with mathematics when you realize it’s like playing a game, and yet one of the oldest subjects in human history.” Baginya, kekuatan matematika terletak pada kedalaman dan sejarah panjangnya yang masih menyimpan misteri. Cara pandangnya sangat mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menekankan pembelajaran yang tidak hanya serius tetapi juga menyenangkan dan bermakna.

Terakhir, Valerio Talamanca, dosen dari Università Roma Tre, Italia, yang mengajar Algebraic Number Theory, menyampaikan jawabannya dengan gaya santai namun tulus. “Saya tidak punya strategi khusus untuk membuat orang menyukai matematika. Sama seperti orang jatuh cinta. Kalau memang suka, ya suka. Kalau tidak, ya tidak,” tuturnya sambil tertawa kecil. Namun, ia meyakini bahwa ketika seseorang benar-benar mencintai matematika, itu akan menjadi bagian dari dirinya. “You cannot force someone to love mathematics. But when they do, it becomes part of who they are,” tutupnya.

Ketiga pandangan ini memperlihatkan bahwa cinta terhadap matematika bisa tumbuh dari berbagai arah, mulai dari aplikasi praktis, tantangan intelektual, hingga dari kepekaan personal. Sebagaimana yang ditekankan dalam agenda SDGs, khususnya SDG 4 dan 9, menciptakan pendidikan berkualitas dan inovasi yang berdampak memerlukan fondasi kuat, dengan matematika adalah salah satunya.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Tim Media Departemen Matematika

Read More

Google Developer Group Indonesia Gelar Google Extended I/O Jogjakarta di FMIPA UGM, Dorong Akses Teknologi dan Inovasi untuk Semua Kalangan

Google Developer Group (GDG) Indonesia menggelar acara Google Extended I/O Jogjakarta pada Sabtu, 27 Juli 2025 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, sebagai bagian dari komitmen memperkuat komunitas pengembang teknologi di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi komunitas teknologi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas dan pengembangan inovasi digital. Topik yang dibahas meliputi software engineering, Android, web development, cloud, artificial intelligence (AI), hingga Google I/O Extended—sebuah versi lokal dari konferensi teknologi global Google I/O yang digelar tiap tahun di Mountain View, California.

GDG Jogjakarta merupakan salah satu dari 13 chapter yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan aktif menyelenggarakan event teknologi setiap kuartal. “Tujuan utama dari acara ini adalah memberdayakan para developer agar selalu terhubung dengan perkembangan teknologi terbaru Google. Kami ingin setiap orang punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Chaisar, Organizer GDG Jogjakarta. “Empowerment adalah kata kunci. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berbagi teknologi, tetapi juga membuka akses untuk pendidikan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan platform pembelajaran teknologi secara terbuka, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menciptakan peluang peningkatan kompetensi kerja dan mendorong tumbuhnya inovasi lokal yang berbasis digital. Dukungan dari FMIPA UGM dalam penyelenggaraan acara ini menunjukkan kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas teknologi dalam mencetak talenta digital yang unggul, siap menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Amalia Nurmalitasari
Editor : Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi : Raditya Maulana Adiwicaksan

Read More

Prof. Drs. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Fisika Teori dan Komputasi FMIPA UGM

Universitas Gadjah Mada mengukuhkan Prof. Drs. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D. sebagai Guru Besar dalam bidang Fisika Teori dan Komputasi pada Selasa, 8 Juli 2025, di Gedung Balai Senat, Balairung UGM. Upacara pengukuhan dihadiri oleh civitas academica, keluarga, serta tamu undangan. Dalam pengukuhannya, Prof. Pekik menyampaikan pidato ilmiahnya yang berjudul “Kajian Komputasi dalam Upaya Menguak Rahasia Dunia Kuantum”.

Prof. Pekik menekankan pentingnya peran teori komputasi dalam menjelaskan berbagai fenomena kuantum yang selama ini masih menjadi misteri besar dalam ilmu pengetahuan. Ia menyebut bahwa pemahaman terhadap dunia kuantum telah membuka peluang besar dalam kemajuan teknologi, mulai dari komputasi kuantum, kriptografi, hingga teknologi sensor mutakhir. “Fisika kuantum bukan lagi sekadar kajian abstrak. Ia telah masuk dalam kehidupan sehari-hari kita melalui berbagai aplikasi teknologi tinggi. Dengan pendekatan komputasi, kita mampu menggali lebih dalam struktur dan hukum yang mengatur dinamika dunia kuantum,” jelasnya.

Prof. Pekik memilih topik kuantum karena meyakini bahwa bidang ini akan terus berkembang dan memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor strategis, termasuk industri, energi, kesehatan, dan komunikasi. Ia juga menegaskan pentingnya penguatan riset dasar dalam fisika teoritis sebagai fondasi dari inovasi teknologi masa depan. Hal ini menjadikan kontribusi keilmuan Prof. Pekik sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 (Quality Education) dalam mendorong pendidikan sains dan riset berkualitas tinggi, serta poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi berbasis ilmu dasar yang memperkuat pondasi industri dan inovasi nasional.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
editor: Meitha Eka Nurhasanah
dokumentasi: Raditya Maulana wicaksana

Read More

Delegasi Sekolah Terbaik Se-Indonesia Eksplorasi Laboratorium Canggih di Fakultas MIPA, Biologi, dan Geografi UGM

Yogyakarta – Sebagai bagian dari Deep Learning Curriculum Workshop for Educators: Creating Mindful, Meaningful, and Joyful Learning, lebih dari 300 delegasi guru dari 80 sekolah mitra di Indonesia, yang hadir dari Aceh hingga Ambon, melakukan kunjungan ke sejumlah laboratorium unggulan di Fakultas MIPA UGM kemudian Fakultas Biologi dan Fakultas Geografi sebagai bagian dari Klaster Sains UGM pada Kamis (10/7/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan para guru tentang teknologi dan fasilitas penunjang pembelajaran mutakhir.

Para peserta berkesempatan mengunjungi berbagai laboratorium, antara lain:

  • DIKE (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika): Delegasi guru sekolah menyaksikan demonstrasi teknologi terkini di bidang komputer dan elektronika, termasuk Internet of Things (IoT), teknologi robotika, dan simulasi komputer. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan teknologi dalam pembelajaran sains dan
  • Laboratorium Matematika dan Statistika: Delegasi guru sekolah diperkenalkan dengan berbagai perangkat lunak dan metode analisis data modern yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika dan statistika. Contoh perangkat lunak atau metode yang ditunjukkan, misalnya: software statistika, visualisasi data, atau pemodelan matematika.
  • Laboratorium Biologi: Kunjungan ke laboratorium biologi memberikan kesempatan bagi delegasi guru sekolah untuk melihat langsung peralatan dan teknik laboratorium mutakhir dalam bidang Contoh peralatan atau teknik yang ditunjukkan, misalnya:

teknologi mikroskop terbaru, teknik biomolekuler, DNA sequencing, hingga kultur jaringan.

  • Laboratorium Fisika Industri: Delegasi guru sekolah melihat penerapan prinsip-prinsip fisika dalam industri. Contoh penerapan yang ditunjukkan, misalnya: proses manufaktur, pengendalian kualitas, atau energi terbarukan
  • Laboratorium Geografi: Di laboratorium geografi, delegasi guru sekolah diperkenalkan dengan teknologi pemetaan dan penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran geografi. Contoh teknologi yang ditunjukkan, misalnya: sistem informasi geografis (SIG), penggunaan citra satelit, atau pemodelan spasial.

Kunjungan laboratorium ini mendapat sambutan positif dari para peserta. “Kunjungan ke laboratorium-laboratorium di Fakultas MIPA UGM ini sangat bermanfaat. Kami memperoleh wawasan baru tentang teknologi dan fasilitas pembelajaran terkini yang dapat diterapkan di sekolah kami. Pengalaman ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.” ungkap salah satu guru peserta workshop. Kunjungan ini diharapkan dapat menginspirasi para guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif di sekolah masing-masing. Dengan dukungan teknologi dan fasilitas laboratorium yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat.

Lab Fisika

Lab Geografi

Lab DIKE (Departemen Ilmu Komputer dan Elektornika)

Penulis: Dr. Chalis Setyadi
Dokumentasi: TIM Sosmed FMIPA

Read More

Seminar SAP di UGM: Cerita Tiga Alumni Ilmu Komputer Soal Salah Jurusan, Pentingnya Organisasi, dan Perjuangan Membangun Startup

Yogyakarta,  Kamis 5 Juni 2025 ,  Gedung Gama Innovation Center (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini menjadi saksi semangat perubahan dan inspirasi. SAP Indonesia menggelar seminar dan diskusi panel yang bertujuan memperkenalkan ekosistem SAP sekaligus membuka peluang karier global bagi mahasiswa lintas jurusan. Namun yang paling mencuri perhatian adalah kisah-kisah inspiratif dari tiga alumni Ilmu Komputer UGM yang kini menapaki jalan sukses mereka masing-masing.

Sesi diskusi dibuka dengan cerita Adela Irawan Account Excecutive SAP, alumni Ilmu Komputer UGM, yang dengan jujur mengungkap pernah merasa salah jurusan. “Saya sempat bingung, merasa tidak cocok. Tapi dari situ saya belajar untuk survive, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan mulai merencanakan masa depan dengan lebih matang,” ujarnya. Adela kemudian membentuk komunitas mentoring yang mempertemukan mentee dan mentor, sebagai bentuk kontribusi sekaligus jalan untuk terus berkembang.

Selanjutnya, Azka Edy, Solution Advisory for Southesat Asia di SAP, sekaligus alumni Ilmu Komputer UGM, menekankan pentingnya mengikuti organisasi saat kuliah. “Organisasi memberi saya kesempatan belajar soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan menyelesaikan masalah dalam tim. Semua itu menjadi baseline saya dalam berkarier hingga sekarang,” jelasnya. Menurutnya, kegiatan di luar kelas adalah laboratorium nyata yang melatih kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Cerita ketiga datang dari Fany Meidiana Prayoga, Pre Sales untuk DSC, alumni Ilmu Komputer UGM angkatan 2020. Ia membagikan perjalanan bisnisnya dalam mendirikan Slamet House, sebuah software house yang ia bangun bersama rekan-rekannya. “Kami melihat dua kebutuhan: mahasiswa butuh portofolio proyek, dan UMKM butuh sistem digital. Dari gap itu, lahirlah Slamet House,” jelas Fany Meidiana Prayoga.

Ketiga alumni ini membuktikan bahwa sukses tidak ditentukan hanya oleh jurusan atau IPK, tapi oleh keberanian untuk berubah, semangat kolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar. Seminar ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga wadah bertumbuh dan berkembangnya jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan inovasi bermasyarakat.

Lebih dari itu, inisiatif-inisiatif yang dibagikan dalam acara ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education), ke-8 (Decent Work and Economic Growth), dan ke-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Dengan memberdayakan mahasiswa dan alumni untuk membangun solusi inovatif serta menciptakan akses pembelajaran dan karier yang inklusif, kegiatan ini turut mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah
Reportase: Amalia Nurmalitasari, Syifa Azzahra Susilo, dan Muhammad Irfan

Read More

FMIPA UGM Gelar Seminar dan Sharing Session sebagai Wujud Kepedulian Terkait Keselamatan Kerja dan Inovasi Industri

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan “Seminar dan Sharing Session: Advancing Process Safety: Strategic Initiatives for Sustainable and Hazard-Free Industrial Systems” pada 2 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FMIPA dalam menjembatani dunia akademik dan industri, khususnya dalam upaya mendorong penerapan keselamatan kerja serta pengembangan inovasi berbasis riset. Berlangsung di  Auditorium Lantai 1 FMIPA UGM, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan profesional industri, mulai dari perwakilan dari Yokogawa Indonesia, yaitu Bapak Ir. Sonny Prijantono dan Ibu Febri Andriani ST, M.Eng, IPU serta Moderator Dr. techn, Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc, perwakilan dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Bapak Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. menegaskan bahwa  acara ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh mengenai tantangan dan dinamika dunia industri. “FMIPA berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan industri, termasuk pentingnya keselamatan proses dalam operasional industri,” ujarnya.

Pelaksanaan acara ini betujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada sistem kerja industri yang kompleks, khususnya terkait aspek process safety, desain sistem kendali, dan pemanfaatan teknologi instrumentasi. Melalui kegiatan ini, FMIPA berharap dapat membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya keselamatan kerja di lingkungan industri, sejalan dengan standar dan praktik terbaik yang berlaku secara internasional.

Acara ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kesadaran akan keselamatan dan hak-hak pekerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemahaman teknologi terkini di bidang instrumentasi dan otomasi industri.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi : Aproditty Nirmala Putri
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Tim Valuator UGM Raih Juara Pertama GAIP Insurance Innovation Competition 2025 di Singapura

Singapura, 15 Agustus 2025 – Tim The Valuator dari Program Studi Ilmu Aktuaria, Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara Pertama dalam ajang internasional GAIP Insurance Innovation Competition 2025 Global Final Round yang diselenggarakan di Nanyang Technological University (NTU), Singapura.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Global Asia Insurance Partnership (GAIP) bekerja sama dengan NTU, dengan dukungan berbagai sponsor dari industri asuransi global. Kompetisi tahun ini diikuti oleh tim mahasiswa dari sepuluh negara: Singapura, Jepang, Hong Kong SAR, Australia, Chinese Taipei, Indonesia, Thailand, Vietnam, Tiongkok, dan Korea.

Tentang Tim The Valuator

Tim The Valuator terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria UGM angkatan 2022:

  • Rafael Wicaksono Hadi

  • Victorius Chendryanto

  • Dewa Ayu Maharani Adithi Kirana

Ketiganya tampil memukau dengan bimbingan Dr. Danang Teguh Qoyyimi, dosen Program Studi Ilmu Aktuaria UGM. Penampilan mereka yang elegan dengan balutan busana nasional dipadu penyampaian ide yang lugas dan atraktif berhasil memikat perhatian dewan juri dan audiens.

Inovasi ORBIS: Dynamic Copay Modeling untuk Asuransi Kesehatan

Tim The Valuator, yang beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria angkatan 2022 – Rafael Wicaksono Hadi, Victorius Chendryanto, dan Dewa Ayu Maharani Adithi Kirana – serta dibimbing oleh Dr. Danang Teguh Qoyyimi, memperkenalkan inovasi sistem bernama ORBIS (Dynamic Copay Modeling System).

ORBIS dirancang untuk menjawab dua persoalan utama dalam asuransi kesehatan: inflasi medis yang terus meningkat dan ketidakefisienan cost-sharing. Dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI), ORBIS menawarkan solusi pembagian biaya kesehatan yang lebih adil, adaptif, dan berbasis nilai.

Sistem ini terdiri dari empat lapisan utama:

  1. Smart Health Triage Assistant (OrbisChat) – membantu peserta menavigasi keluhan kesehatan secara cerdas.
  2. Care-Value Score (CVS) – menilai nilai klinis dan efisiensi biaya layanan kesehatan.
  3. Dynamic Copay – menyesuaikan besaran copay secara real-time berdasarkan nilai perawatan.
  4. Behavioral Bonus Credits – memberikan insentif kredit bagi perilaku sehat yang dapat digunakan untuk mengurangi biaya di masa depan.

Dengan inovasi ini, ORBIS tidak hanya berfokus pada pengendalian biaya klaim, tetapi juga pada peningkatan perilaku konsumsi layanan kesehatan yang lebih bijak, transparan, dan personal.

Apresiasi Dewan Juri

Kompetisi GAIP Insurance Innovation Competition 2025 menghadirkan juri yang terdiri dari para praktisi senior dan eksekutif industri asuransi internasional, mulai dari CEO perusahaan asuransi multinasional, konsultan industri, hingga akademisi ternama. Keberadaan para juri dari latar belakang yang beragam ini menjadikan proses penilaian berlangsung komprehensif, dengan menekankan aspek inovasi, keberlanjutan, keterterapan solusi, serta potensi dampaknya terhadap industri asuransi global.

Dalam sesi final, presentasi Tim The Valuator dari UGM dinilai mampu menggabungkan analisis mendalam dengan penyampaian yang sederhana, lugas, dan komunikatif. Ms. Min Hung Cheng, CEO GAIP, yang juga menjadi juri utama, menekankan bahwa kekuatan tim UGM terletak pada kemampuan mereka untuk mengomunikasikan masalah yang kompleks secara mudah dipahami, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan dengan tantangan nyata industri asuransi kesehatan. “Slogan yang mereka sampaikan, Healthcare should be about who gets the right care at the right time, and for the right reasons, sangat menyentuh karena mengingatkan kita bahwa inti dari layanan kesehatan bukan sekadar angka dan biaya, tetapi manusia dan kualitas hidup,” ungkap Ms. Cheng.

Selain itu, juri juga mengapresiasi gaya presentasi interaktif tim UGM yang melibatkan audiens sejak awal, serta penggunaan bahasa Inggris yang fasih dan percaya diri. Hal ini membedakan mereka dari beberapa tim negara lain yang cenderung masih terbatas dalam penyampaian ide karena menggunakan bahasa lokal pada tahap sebelumnya. Dengan demikian, UGM mampu menunjukkan keunggulan tidak hanya dari sisi ide, tetapi juga kemampuan komunikasi internasional.

Persaingan dalam kompetisi ini terbilang sangat ketat. Juara kedua diraih oleh tim dari University of Melbourne (Australia) yang mengangkat inovasi di bidang kesehatan mental, khususnya perlindungan dan mitigasi risiko terkait penyebaran berita bohong (hoax) yang dapat memperburuk kondisi psikologis masyarakat. Inovasi ini mendapat perhatian karena relevan dengan era digital saat ini, di mana kesehatan mental sering dipengaruhi oleh informasi yang beredar luas tanpa verifikasi.

Sementara itu, juara ketiga berhasil diraih oleh tim dari Nanyang Technological University (Singapura) yang membawakan topik Unemployment Insurance. Inovasi ini menyoroti pentingnya perlindungan finansial bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi, maupun krisis kesehatan publik.

Kehadiran berbagai topik dari negara peserta menunjukkan bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba ide, tetapi juga refleksi nyata atas keragaman tantangan yang dihadapi industri asuransi di berbagai belahan dunia. Mulai dari isu kesehatan fisik, kesehatan mental, perlindungan sosial, hingga digitalisasi layanan, semuanya menjadi bahan diskusi dalam forum ini. Tim UGM berhasil membuktikan bahwa inovasi dari Indonesia tidak kalah relevan dan bahkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap solusi global.

Ajang Networking dan Kolaborasi Global

Lebih dari sekadar kompetisi, GAIP Insurance Innovation Competition juga menjadi ajang bertukar ide dan membangun jejaring global bagi mahasiswa dari berbagai negara. Para peserta tidak hanya mempresentasikan inovasi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, mentoring, dan forum interaktif dengan praktisi industri. Hal ini memberikan pengalaman berharga untuk memahami tantangan nyata dalam industri asuransi di berbagai negara dan membuka peluang kolaborasi riset maupun profesional di masa depan.

Dukungan Sponsor dan Hadiah

Kompetisi GAIP 2025 mendapat dukungan penuh dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia sebagai sponsor utama. Manulife Indonesia tidak hanya berperan dalam mendukung penyelenggaraan acara local round di ITB, Indonesia, tetapi juga memberikan penghargaan berupa pembiayaan perjalanan bagi tim pemenang untuk mewakili Indonesia di babak global di NTU Singapura pada 15 Agustus 2025.

Dukungan ini menjadi bentuk nyata komitmen Manulife Indonesia dalam mendorong inovasi, mengembangkan talenta muda, dan memperkuat ekosistem industri asuransi di Indonesia maupun di tingkat global.

Apresiasi terhadap Mentor

Tim The Valuator menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing Dr. Danang Teguh Qoyyimi, serta para mentor: Yohan Dharmawan, FSA, MSc, QRGP, Paul Setio Kartono, FSAI, FIIS, Rianto A. Djojosugito, Ph.D., FSAI, dan Yusman yang telah memberikan pendampingan dan masukan berharga sejak tahap awal kompetisi di tingkat nasional.

Penutup

Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UGM tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga di panggung global dengan membawa solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri. UGM berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswanya dalam mengembangkan ide-ide kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat, industri, dan bangsa.

Penulis: Danang Teguh Qoyyimi
Dokumentasi: Tim The Valuator

Read More

IFI Prancis Perkuat Kemitraan Strategis bidang Akademik dengan FMIPA UGM

Yogyakarta, 1 Agustus 2025 — Institut Français d’Indonésie (IFI) menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam bidang pendidikan. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas mobilitas mahasiswa, sosialisasi beasiswa master dan doktoral, serta memperkuat jejaring riset internasional bersama berbagai institusi pendidikan tinggi di Prancis.

“FMIPA UGM merupakan mitra penting kami. Bidang sains yang dikaji di MIPA merupakan bidang yang memiliki potensi riset yang relevan dengan prioritas kerja sama kami di Prancis,” ujar Francois Dabin, DIrektur IFI dalam sesi diskusi bersama civitas FMIPA UGM.

Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., Wakil Dekan bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan FMIPA UGM, menekankan pentingnya pengembangan kolaborasi riset yang melibatkan laboratorium alam dan pendekatan interdisipliner. “Kita telah memiliki beberapa kerja sama dengan institusi di Prancis, di antaranya bidang Geosains. Kita bisa mengembangkan dan menjajaki peluang riset bersama terkait kawasan vulkanik, kimia, fisika, matematika, informatika, dan pengembangan material, yang sangat strategis untuk dikerjakan dengan mitra dari Prancis,” paparnya.

Terdapat beberapa beasiswa yang dapat diakses mahasiswa MIPA untuk studi di Prancis, di antaranya France Excellence Scholarship (S2, Master 2, Tematik, Eiffel Scholarship dan Kartini Sains), serta Erasmus Mundus Joint Master’s Degree. Beasiswa yang terbaru adalah LPDP-France 2026, yang pendaftarannya akan dibuka pada Januari–Februari 2026, wawancara dan pengumuman hasil pada Mei–Juni 2026, serta perkuliahan dimulai pada September 2026. Berbagai skema beasiswa turut diperkenalkan, antara lain France Excellence Scholarship, France Excellence Eiffel Scholarship, dan Erasmus Mundus Joint Master’s Degree, yang mencakup dukungan biaya hidup hingga pembebasan biaya kuliah.

IFI juga menjelaskan bahwa program master dan doktoral di berbagai perguruan tinggi Prancis kini terbuka bagi mahasiswa internasional, dengan bahasa pengantar Inggris. Program tersebut umumnya mencakup beasiswa penuh termasuk biaya hidup yang sangat layak. Calon mahasiswa yang ingin dibantu mendapatkan calon pembimbing di perguruan tinggi di Prancis juga dapat difasilitasi oleh IFI, khususnya calon mahasiswa doktoral. 

Agung Riantiarno, Responsible Campus France di Yogyakarta juga mengundang mahasiswa dan dosen untuk bertemu perwakilan universitas Prancis pada acara Networking Night di IFI Yogyakarta, 6 November 2025, serta Joint Working Group France–Indonesia yang dijadwalkan pada Juni/Juli 2026 di Prancis. Sejumlah program studi yang diajarkan dalam bahasa Inggris di bidang kimia, ilmu komputer dan elektronika, fisika, serta matematika turut dipaparkan, di antaranya dari Université de Paris Saclay, CPE Lyon, EPITA School of Engineering and Computer Science, dan Université Côte d’Azur.

Inisiatif kolaborasi ini juga mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Infrastruktur, Inovasi, dan Industri), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui pertukaran pengetahuan dan pembentukan jejaring riset global, FMIPA UGM dan IFI berkontribusi pada penguatan kapasitas sains dan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi: Aphroditty Nirmala

Read More

Jatuh Cinta pada Matematika: Pandangan Tiga Ilmuwan Italia di CIMPA School 2025

Apa yang membuat seseorang jatuh cinta pada matematika? Pertanyaan ini menjadi bahan renungan dalam sebuah sesi santai namun penuh makna di sela kegiatan CIMPA School 2025, yang berlangsung di Auditorium Lantai 1 FMIPA UGM pada 25 Juli lalu. Tiga dosen asal Italia, yakni Anna Maria Iezzi, Francesco Campagna, dan Valerio Talamanca berbagi pandangan mereka tentang bagaimana membuat lebih banyak orang, terutama mahasiswa, menghargai dan memahami peran penting matematika kehidupan.

Anna Maria Iezzi, pengajar matematika terapan dari Université Grenoble Alpes, Prancis, membuka dengan refleksi dari masa mahasiswanya. “Dulu, saya merasa sulit melihat bagaimana matematika bisa langsung diterapkan. Tapi sekarang, saya menyadari betapa kerennya menjadi matematikawan. Terutama saat kita masuk ke bidang seperti kriptografi, teori yang kita pelajari ternyata bisa berdampak besar di dunia digital,” ungkapnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk lebih terbuka melihat aplikasi nyata dari matematika, terutama di era teknologi tinggi. “Cobalah melihat dari sisi penggunaannya. Dari situ kamu akan sadar bahwa kita, para matematikawan, punya kontribusi nyata terhadap masa depan digital dan keamanan informasi,” tambahnya. Pandangannya selaras dengan Sustainable Development Goals (SDG) 9: Industri, Inovasi, dan Insfrastruktur, yang menekankan pentingnya inovasi berbasis sains seperti kriptografi dalam membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan.

Francesco Campagna, dosen teori bilangan dari Université Clermont Auvergne, Prancis, membawa perspektif yang lebih ringan dan menyenangkan. “Number theory itu seperti game. Kamu bisa menemukan banyak masalah yang terlihat sederhana, tapi sebenarnya sangat sulit diselesaikan. Dan itu membuatmu tertantang terus,” ujarnya. Ia menambahkan, “It’s easy to fall in love with mathematics when you realize it’s like playing a game, and yet one of the oldest subjects in human history.” Baginya, kekuatan matematika terletak pada kedalaman dan sejarah panjangnya yang masih menyimpan misteri. Cara pandangnya sangat mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menekankan pembelajaran yang tidak hanya serius tetapi juga menyenangkan dan bermakna.

Terakhir, Valerio Talamanca, dosen dari Università Roma Tre, Italia, yang mengajar Algebraic Number Theory, menyampaikan jawabannya dengan gaya santai namun tulus. “Saya tidak punya strategi khusus untuk membuat orang menyukai matematika. Sama seperti orang jatuh cinta. Kalau memang suka, ya suka. Kalau tidak, ya tidak,” tuturnya sambil tertawa kecil. Namun, ia meyakini bahwa ketika seseorang benar-benar mencintai matematika, itu akan menjadi bagian dari dirinya. “You cannot force someone to love mathematics. But when they do, it becomes part of who they are,” tutupnya.

Ketiga pandangan ini memperlihatkan bahwa cinta terhadap matematika bisa tumbuh dari berbagai arah, mulai dari aplikasi praktis, tantangan intelektual, hingga dari kepekaan personal. Sebagaimana yang ditekankan dalam agenda SDGs, khususnya SDG 4 dan 9, menciptakan pendidikan berkualitas dan inovasi yang berdampak memerlukan fondasi kuat, dengan matematika adalah salah satunya.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Tim Media Departemen Matematika

Read More

Google Developer Group Indonesia Gelar Google Extended I/O Jogjakarta di FMIPA UGM, Dorong Akses Teknologi dan Inovasi untuk Semua Kalangan

Google Developer Group (GDG) Indonesia menggelar acara Google Extended I/O Jogjakarta pada Sabtu, 27 Juli 2025 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, sebagai bagian dari komitmen memperkuat komunitas pengembang teknologi di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi komunitas teknologi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas dan pengembangan inovasi digital. Topik yang dibahas meliputi software engineering, Android, web development, cloud, artificial intelligence (AI), hingga Google I/O Extended—sebuah versi lokal dari konferensi teknologi global Google I/O yang digelar tiap tahun di Mountain View, California.

GDG Jogjakarta merupakan salah satu dari 13 chapter yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan aktif menyelenggarakan event teknologi setiap kuartal. “Tujuan utama dari acara ini adalah memberdayakan para developer agar selalu terhubung dengan perkembangan teknologi terbaru Google. Kami ingin setiap orang punya kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Chaisar, Organizer GDG Jogjakarta. “Empowerment adalah kata kunci. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya berbagi teknologi, tetapi juga membuka akses untuk pendidikan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan platform pembelajaran teknologi secara terbuka, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menciptakan peluang peningkatan kompetensi kerja dan mendorong tumbuhnya inovasi lokal yang berbasis digital. Dukungan dari FMIPA UGM dalam penyelenggaraan acara ini menunjukkan kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas teknologi dalam mencetak talenta digital yang unggul, siap menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Amalia Nurmalitasari
Editor : Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi : Raditya Maulana Adiwicaksan

Read More

Prof. Drs. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D. Dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Fisika Teori dan Komputasi FMIPA UGM

Universitas Gadjah Mada mengukuhkan Prof. Drs. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D. sebagai Guru Besar dalam bidang Fisika Teori dan Komputasi pada Selasa, 8 Juli 2025, di Gedung Balai Senat, Balairung UGM. Upacara pengukuhan dihadiri oleh civitas academica, keluarga, serta tamu undangan. Dalam pengukuhannya, Prof. Pekik menyampaikan pidato ilmiahnya yang berjudul “Kajian Komputasi dalam Upaya Menguak Rahasia Dunia Kuantum”.

Prof. Pekik menekankan pentingnya peran teori komputasi dalam menjelaskan berbagai fenomena kuantum yang selama ini masih menjadi misteri besar dalam ilmu pengetahuan. Ia menyebut bahwa pemahaman terhadap dunia kuantum telah membuka peluang besar dalam kemajuan teknologi, mulai dari komputasi kuantum, kriptografi, hingga teknologi sensor mutakhir. “Fisika kuantum bukan lagi sekadar kajian abstrak. Ia telah masuk dalam kehidupan sehari-hari kita melalui berbagai aplikasi teknologi tinggi. Dengan pendekatan komputasi, kita mampu menggali lebih dalam struktur dan hukum yang mengatur dinamika dunia kuantum,” jelasnya.

Prof. Pekik memilih topik kuantum karena meyakini bahwa bidang ini akan terus berkembang dan memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor strategis, termasuk industri, energi, kesehatan, dan komunikasi. Ia juga menegaskan pentingnya penguatan riset dasar dalam fisika teoritis sebagai fondasi dari inovasi teknologi masa depan. Hal ini menjadikan kontribusi keilmuan Prof. Pekik sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 (Quality Education) dalam mendorong pendidikan sains dan riset berkualitas tinggi, serta poin 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi berbasis ilmu dasar yang memperkuat pondasi industri dan inovasi nasional.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
editor: Meitha Eka Nurhasanah
dokumentasi: Raditya Maulana wicaksana

Read More

Delegasi Sekolah Terbaik Se-Indonesia Eksplorasi Laboratorium Canggih di Fakultas MIPA, Biologi, dan Geografi UGM

Yogyakarta – Sebagai bagian dari Deep Learning Curriculum Workshop for Educators: Creating Mindful, Meaningful, and Joyful Learning, lebih dari 300 delegasi guru dari 80 sekolah mitra di Indonesia, yang hadir dari Aceh hingga Ambon, melakukan kunjungan ke sejumlah laboratorium unggulan di Fakultas MIPA UGM kemudian Fakultas Biologi dan Fakultas Geografi sebagai bagian dari Klaster Sains UGM pada Kamis (10/7/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan para guru tentang teknologi dan fasilitas penunjang pembelajaran mutakhir.

Para peserta berkesempatan mengunjungi berbagai laboratorium, antara lain:

  • DIKE (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika): Delegasi guru sekolah menyaksikan demonstrasi teknologi terkini di bidang komputer dan elektronika, termasuk Internet of Things (IoT), teknologi robotika, dan simulasi komputer. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan teknologi dalam pembelajaran sains dan
  • Laboratorium Matematika dan Statistika: Delegasi guru sekolah diperkenalkan dengan berbagai perangkat lunak dan metode analisis data modern yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika dan statistika. Contoh perangkat lunak atau metode yang ditunjukkan, misalnya: software statistika, visualisasi data, atau pemodelan matematika.
  • Laboratorium Biologi: Kunjungan ke laboratorium biologi memberikan kesempatan bagi delegasi guru sekolah untuk melihat langsung peralatan dan teknik laboratorium mutakhir dalam bidang Contoh peralatan atau teknik yang ditunjukkan, misalnya:

teknologi mikroskop terbaru, teknik biomolekuler, DNA sequencing, hingga kultur jaringan.

  • Laboratorium Fisika Industri: Delegasi guru sekolah melihat penerapan prinsip-prinsip fisika dalam industri. Contoh penerapan yang ditunjukkan, misalnya: proses manufaktur, pengendalian kualitas, atau energi terbarukan
  • Laboratorium Geografi: Di laboratorium geografi, delegasi guru sekolah diperkenalkan dengan teknologi pemetaan dan penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran geografi. Contoh teknologi yang ditunjukkan, misalnya: sistem informasi geografis (SIG), penggunaan citra satelit, atau pemodelan spasial.

Kunjungan laboratorium ini mendapat sambutan positif dari para peserta. “Kunjungan ke laboratorium-laboratorium di Fakultas MIPA UGM ini sangat bermanfaat. Kami memperoleh wawasan baru tentang teknologi dan fasilitas pembelajaran terkini yang dapat diterapkan di sekolah kami. Pengalaman ini akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.” ungkap salah satu guru peserta workshop. Kunjungan ini diharapkan dapat menginspirasi para guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif di sekolah masing-masing. Dengan dukungan teknologi dan fasilitas laboratorium yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat.

Lab Fisika

Lab Geografi

Lab DIKE (Departemen Ilmu Komputer dan Elektornika)

Penulis: Dr. Chalis Setyadi
Dokumentasi: TIM Sosmed FMIPA

Read More

Seminar SAP di UGM: Cerita Tiga Alumni Ilmu Komputer Soal Salah Jurusan, Pentingnya Organisasi, dan Perjuangan Membangun Startup

Yogyakarta,  Kamis 5 Juni 2025 ,  Gedung Gama Innovation Center (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) hari ini menjadi saksi semangat perubahan dan inspirasi. SAP Indonesia menggelar seminar dan diskusi panel yang bertujuan memperkenalkan ekosistem SAP sekaligus membuka peluang karier global bagi mahasiswa lintas jurusan. Namun yang paling mencuri perhatian adalah kisah-kisah inspiratif dari tiga alumni Ilmu Komputer UGM yang kini menapaki jalan sukses mereka masing-masing.

Sesi diskusi dibuka dengan cerita Adela Irawan Account Excecutive SAP, alumni Ilmu Komputer UGM, yang dengan jujur mengungkap pernah merasa salah jurusan. “Saya sempat bingung, merasa tidak cocok. Tapi dari situ saya belajar untuk survive, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan mulai merencanakan masa depan dengan lebih matang,” ujarnya. Adela kemudian membentuk komunitas mentoring yang mempertemukan mentee dan mentor, sebagai bentuk kontribusi sekaligus jalan untuk terus berkembang.

Selanjutnya, Azka Edy, Solution Advisory for Southesat Asia di SAP, sekaligus alumni Ilmu Komputer UGM, menekankan pentingnya mengikuti organisasi saat kuliah. “Organisasi memberi saya kesempatan belajar soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan menyelesaikan masalah dalam tim. Semua itu menjadi baseline saya dalam berkarier hingga sekarang,” jelasnya. Menurutnya, kegiatan di luar kelas adalah laboratorium nyata yang melatih kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

Cerita ketiga datang dari Fany Meidiana Prayoga, Pre Sales untuk DSC, alumni Ilmu Komputer UGM angkatan 2020. Ia membagikan perjalanan bisnisnya dalam mendirikan Slamet House, sebuah software house yang ia bangun bersama rekan-rekannya. “Kami melihat dua kebutuhan: mahasiswa butuh portofolio proyek, dan UMKM butuh sistem digital. Dari gap itu, lahirlah Slamet House,” jelas Fany Meidiana Prayoga.

Ketiga alumni ini membuktikan bahwa sukses tidak ditentukan hanya oleh jurusan atau IPK, tapi oleh keberanian untuk berubah, semangat kolaborasi, dan kemauan untuk terus belajar. Seminar ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga wadah bertumbuh dan berkembangnya jiwa kepemimpinan, kreativitas, dan inovasi bermasyarakat.

Lebih dari itu, inisiatif-inisiatif yang dibagikan dalam acara ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education), ke-8 (Decent Work and Economic Growth), dan ke-9 (Industry, Innovation, and Infrastructure). Dengan memberdayakan mahasiswa dan alumni untuk membangun solusi inovatif serta menciptakan akses pembelajaran dan karier yang inklusif, kegiatan ini turut mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Editor: Meitha Eka Nurhasanah
Reportase: Amalia Nurmalitasari, Syifa Azzahra Susilo, dan Muhammad Irfan

Read More

FMIPA UGM Gelar Seminar dan Sharing Session sebagai Wujud Kepedulian Terkait Keselamatan Kerja dan Inovasi Industri

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan “Seminar dan Sharing Session: Advancing Process Safety: Strategic Initiatives for Sustainable and Hazard-Free Industrial Systems” pada 2 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen FMIPA dalam menjembatani dunia akademik dan industri, khususnya dalam upaya mendorong penerapan keselamatan kerja serta pengembangan inovasi berbasis riset. Berlangsung di  Auditorium Lantai 1 FMIPA UGM, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan profesional industri, mulai dari perwakilan dari Yokogawa Indonesia, yaitu Bapak Ir. Sonny Prijantono dan Ibu Febri Andriani ST, M.Eng, IPU serta Moderator Dr. techn, Aufaclav Zatu Kusuma Frisky, S.Si., M.Sc, perwakilan dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Bapak Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. menegaskan bahwa  acara ini menjadi bagian dari strategi fakultas dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman menyeluruh mengenai tantangan dan dinamika dunia industri. “FMIPA berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan industri, termasuk pentingnya keselamatan proses dalam operasional industri,” ujarnya.

Pelaksanaan acara ini betujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada sistem kerja industri yang kompleks, khususnya terkait aspek process safety, desain sistem kendali, dan pemanfaatan teknologi instrumentasi. Melalui kegiatan ini, FMIPA berharap dapat membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya keselamatan kerja di lingkungan industri, sejalan dengan standar dan praktik terbaik yang berlaku secara internasional.

Acara ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik industri, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kesadaran akan keselamatan dan hak-hak pekerja, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemahaman teknologi terkini di bidang instrumentasi dan otomasi industri.

Penulis: Amalia Nurmalitasari
Dokumentasi : Aproditty Nirmala Putri
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate