Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Metode Formal FMIPA UGM

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Metode Formal Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 4 Desember 2025 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suprapto menyampaikan pidato berjudul “Metode Formal dalam Era Kecerdasan Artifisial: Tinjauan Historis dan Peran yang Berkembang.”

Dalam pidatonya, Prof. Suprapto menyoroti perkembangan metode formal sebagai salah satu fondasi penting dalam rekayasa perangkat lunak modern. Metode formal, suatu bidang yang berakar pada logika matematika dan ilmu komputer teoritis, menawarkan pendekatan berprinsip untuk menentukan spesifikasi, memodelkan, dan memverifikasi sistem perangkat lunak maupun perangkat keras,” ungkapnya. Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), yang menuntut sistem digital agar tidak hanya cepat dan cerdas, tetapi juga aman, etis, dan dapat dipercaya.

Prof. Suprapto menjelaskan bahwa metode formal memiliki peran strategis dalam memastikan keandalan dan validitas sistem berbasis AI, mulai dari kendaraan otonom, jaringan komunikasi, hingga algoritma pengambilan keputusan. Ia menekankan pentingnya verifikasi ketat agar sistem AI tidak menimbulkan bias, kesalahan, atau dampak yang merugikan masyarakat. Dalam konteks tersebut, metode formal menjadi penghubung penting antara inovasi teknologi dan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Suprapto, tetapi juga memperlihatkan komitmennya dalam mendorong integrasi metode formal dengan teknologi kecerdasan artifisial demi menciptakan sistem yang lebih aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan teknologi yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

FMIPA UGM Gelar Wisuda Sarjana FMIPA Periode I, Sania Nadlirotullubba Jadi Wisudawan Terbaik Raih IPK Tertinggi 3,98

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Wisuda Sarjana Periode I tahun akademik 2025/2026 di Grha Sabha Pramana. Sebanyak 160 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri dari 45 lulusan Kimia, 21 Geofisika, 11 Fisika, 13 Ilmu Komputer, 15 Elektronika dan Instrumentasi (Elins), 24 Matematika, 21 Statistika, dan 10 Ilmu Aktuaria. Pada periode ini, predikat wisudawan terbaik diraih oleh Sania Nadlirotullubba dari Program Studi Ilmu Komputer dengan IPK 3,98, menjadi capaian tertinggi di FMIPA UGM untuk periode tersebut.

Dalam sambutannya, Sania mengungkapkan rasa syukur dan perjuangan panjang yang dilalui dirinya dan teman-teman seangkatan. “Banyak dari kita akhirnya merelakan prinsip perfeksionis, beralih pada pemikiran bahwa skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Kita berhasil karena terus berjalan meski kadang ragu atau ingin menyerah. Hari ini bukan tentang toga dan ijazah, tetapi keberanian untuk tidak menyerah,” ujarnya.

Presiden Mahasiswa BEM KM UGM, Khairul Ikhsanuddin, juga memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses, melainkan gerbang memasuki peran baru di tengah masyarakat. “Seperti kata Steve Jobs, stay hungry, stay foolish. Setelah hari ini, kita dituntut berkolaborasi dan berkontribusi. Perjalanan teman-teman selama ini adalah modal besar untuk itu.”

Dari jajaran fakultas, Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Pengajaran FMIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D, menekankan pentingnya integritas dan dedikasi lulusan dalam membangun bangsa. “Banyak cerita berat dan penuh perjuangan yang telah dilalui. Dengan kapasitas sebagai sarjana, anda harus tertantang memperbaiki Indonesia. Tetaplah rendah hati. Semakin banyak yang kita pelajari, semakin sedikit yang kita kuasai.”

Dalam sesi sharing alumni, Malik Khidir, CEO PT Stechoo sekaligus alumni berprestasi FMIPA, berbagi kisah perjalanan kariernya yang penuh ketekunan. “Saya tidak lahir dari angka ujian dan IPK cumlaude. Saya lahir dari perjalanan panjang yang istikamah. Dari tempat sederhana, kita bisa menciptakan teknologi yang mengubah masa depan. Jangan remehkan karya kecil, di sanalah hal besar dimulai.”

Penyelenggaraan wisuda ini menegaskan komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4, yakni Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang bermutu dan membentuk lulusan berdaya saing. Selain itu, kolaborasi lintas unsur kampus, alumni, dan masyarakat mencerminkan implementasi poin 17: tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, memastikan kontribusi nyata FMIPA UGM dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi : Aphrodity Nirmala Putri

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan yang dilaksanakan pada Senin, 3 November 2025 oleh SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor. Kegiatan kunjungan berlangsung di Auditorium Herman Yohannes FMIPA UGM dan menghadirkan Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku Sekretaris Unit Pendukung, Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, sebagai narasumber.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor. Beliau menyebutkan, kegiatan kunjungan ini dilaksanakan untuk menguatkan motivasi dan semangat para siswa yang didominasi dengan siswa kelas dua. “Semoga melalui kegiatan kunjungan ini siswa siswi kami bisa mendapatkan informasi mengenai dunia perkuliahan, serta menyebarkan informasi tersebut ke adik kelas serta teman-teman mereka,“ tuturnya.

Dalam sesi penyampaian materi, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D. memperkenalkan UGM dan FMIPA secara umum, termasuk fasilitas yang tersedia di UGM untuk menunjang kegiatan mahasiswa mulai dari kesehatan, keagamaan, dan olahraga, serta informasi mengenai program studi dan jalur masuk yang ada di UGM. Beliau juga menambahkan terkait penting untuk sekolah yang berfokus pada keagamaan seperti SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor terkait Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) , yang dapat menjadi peluang bagi para siswa jika memiliki sertifikat kejuaraan dalam kompetisi keagamaan seperti tahfiz, minimal kejuaraan di tingkat nasional.

Kegiatan kunjungan SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor ini turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) terutama poin ke 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyebaran informasi mengenai FMIPA UGM kepada siswa sekolah. Dengan kegiatan kunjungan ini, FMIPA UGM dapat mendukung siswa-siswi yang masih dalam tahap persiapan untuk menata masa depan lebih baik lagi.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Aphrodity Nirmala Putri
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

General Lecture FMIPA UGM Hadirkan Tiga Pakar Internasional dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menggelar General Lecture bersama Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, pada Kamis, 6 November 2025, di Auditorium RMJT Soehakso FMIPA UGM. Kegiatan ini menghadirkan tiga pakar internasional yang menyampaikan perkembangan terbaru riset kimia, material, dan elektronik berkelanjutan. Acara dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari jenjang S1 hingga Pascasarjana serta dosen dan peneliti FMIPA UGM.

 

Prof. Hiroyuki Katsuki memaparkan kuliah dengan tema Strength Coupled System: Exploring New Material Properties. Ia menyoroti penelitian terkini tentang sistem material berkekuatan terkopel dan bagaimana interaksi struktural di dalamnya mampu menghasilkan sifat-sifat baru yang potensial untuk teknologi masa depan. Penelitian ini membuka jalan bagi penciptaan material kuat, ringan, dan multifungsi yang dapat diterapkan dalam industri teknologi tinggi.

 

Selanjutnya, Assoc. Prof. Juan Paolo Bermunxa membawakan materi Oxide Semiconductors for Ultralow Power Sustainable Electronics. Ia menekankan pentingnya pengembangan semikonduktor oksida berdaya ultra-rendah untuk menjawab kebutuhan energi elektronik modern. Riset ini berkaitan erat dengan tren global menuju perangkat hemat energi, berskala kecil, dan lebih ramah lingkungan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FMIPA UGM dalam memperkuat kolaborasi riset internasional dan membuka wawasan mahasiswa mengenai arah perkembangan ilmu sains dan teknologi. General Lecture ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses pembelajaran dari pakar internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan riset material dan elektronik berkelanjutan. Kolaborasi akademik ini juga menjadi langkah strategis untuk mendorong penelitian yang berdampak dan teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. General Lecture ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga menjadi contoh nyata implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi antara FMIPA UGM dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang menunjukkan pentingnya kemitraan global dalam memperkuat riset, transfer pengetahuan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Melalui pertukaran gagasan lintas negara dan kerja sama akademik yang berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi pada percepatan pencapaian berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi internasional.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Kecerdasan Buatan sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Siswa Kelas 1–3 SDN Pergiwatu Wetan

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (On Demand) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan “Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Kecerdasan Buatan sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Siswa Kelas 1–3 SDN Pergiwatu Wetan.” Kegiatan ini lahir dari kebutuhan transformasi digital di sekolah desa dengan keterbatasan perangkat dan jaringan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan akses teknologi pendidikan. Tim pengabdian memilih pendekatan implementasi kecerdasan buatan yang ringan, khususnya model bahasa yang mampu menghasilkan penjelasan pembelajaran berupa suara serta visualisasi yang interaktif agar dapat berjalan pada perangkat sederhana dan tetap relevan pada pembelajaran siswa sekolah dasar. Inisiatif ini sejalan dengan agenda adopsi Artificial Intellegent (AI) berbasis Laptop Merah Putih (LMP) yang menekankan solusi tepat guna dan mudah dioperasikan oleh guru.

Pelaksanaan dimulai dengan pengantar konsep AI bagi pembelajaran dasar, dilanjutkan pelatihan intensif bagi guru untuk menyusun materi ajar, kuis, dan latihan interaktif yang bisa disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Fasilitator mendemonstrasikan alur kerja sederhana dari sistem, yaitu mengubah materi pembelajaran menjadi respon berupa keluaran suara yang ramah bagi pembaca awal, menambahkan animasi untuk konsep abstrak, serta memanfaatkan tanya-jawab berbasis AI guna memicu ketertarikan siswa. Sesi berikutnya berfokus pada pendampingan praktik di kelas agar guru merasakan langsung integrasi AI pada proses mengajar dan siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pada praktik penggunaan di kelas, keterlibatan siswa cukup meningkat, terlihat dari keberanian bertanya, menjawab, dan mencoba. Siswa yang sebelumnya pasif karena kendala membaca, dibantu oleh penjelasan audio dan visual sehingga dapat mengikuti ritme pembelajaran tanpa tertinggal. Guru merasakan manfaat konkret berupa berkurangnya pekerjaan dalam menyiapkan latihan dan lembar evaluasi sehingga waktu mengajar bisa dialihkan untuk pendampingan individual dan remedial. Materi yang dibuat menjadi lebih variatif karena pembuatan aset digital dapat dilakukan cepat dan diadaptasi dengan konteks lokal.

Manfaat kegiatan meluas ke tingkat sekolah melalui penguatan literasi digital pendidik dan rasa percaya diri siswa terhadap penggunaan teknologi. Bagi sekolah, pengalaman ini menjadi pijakan untuk menjadi model percontohan adopsi AI berbasis LMP di wilayah pedesaan dengan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak harus menunggu infrastruktur mahal. Solusi yang dipilih bersifat inklusif dengan tetap fungsional di jaringan tidak stabil, hemat sumber daya perangkat, dan mudah dipelajari oleh guru yang baru pertama kali berinteraksi dengan alat AI.

Dari sisi sosial, kegiatan ini membuka akses pembelajaran bermutu yang merata bagi siswa kelas awal, memperkecil kesenjangan teknologi antar sekolah, serta menegaskan pentingnya desain teknologi yang sensitif terhadap keterbatasan lingkungan. Tim mendorong terbentuknya komunitas praktik guru untuk dapat berlanjut pada pembaruan materi dan peningkatan kualitas pengajaran secara berkelanjutan.

Seluruh rangkaian didokumentasikan melalui sesi pelatihan, praktik kelas, dan refleksi bersama antara guru, siswa, dan tim pelaksana. Kegiatan ini didanai oleh hibah On Demand Fakultas MIPA UGM 2025. Dengan kombinasi pendekatan teknis yang ringan, pelatihan yang aplikatif, dan pendampingan langsung di kelas, program ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dihadirkan sebagai alat bantu pedagogis yang relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi sekolah dasar di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Hal sejalan dengan cita-cita sustainable development goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin ke-9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Penulis: Fadillah Siva
Dokumentasi: Humairah
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Akademik Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Wates

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan edukatif dari SMA Negeri 1 Wates pada Jumat, 7 November 2025, yang berlangsung di Auditorium Herman Yohanes, FMIPA UGM. Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Unit Pendukung Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM menyambut kunjungan, sekaligus memaparkan informasi mengenai FMIPA UGM kepada para siswa.

Kunjungan dibuka dengan sambutan dari pihak sekolah. Perwakilan SMA Negeri 1 Wates menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung di lingkungan kampus. “Terima kasih sudah difasilitasi oleh FMIPA UGM. Kami senang anak-anak bisa berinteraksi langsung di sini yang semoga nantinya bisa masuk ke Universitas Gadjah Mada ini,” ujar perwakilan sekolah.

Dari pihak FMIPA UGM, sambutan disampaikan oleh Chalis Setyadi. Ia menyampaikan motivasi kepada para siswa yang hadir. “Saya yakin teman-teman semua qualified secara akademik untuk masuk UGM,” ujarnya.

Selama kegiatan, siswa mendapatkan pemaparan mengenai program studi di FMIPA, prospek karier di bidang sains, maupun berbagai inovasi dan prestasi yang ditorehkan oleh FMIPA UGM. Kegiatan kunjungan ini berkontribusi langsung pada sustainable development goals (SDGs), khsusunya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan akses pembelajaran yang lebih luas, memperkenalkan lingkungan akademik dan riset kepada siswa, serta mendorong kesiapan mereka memasuki pendidikan tinggi. Selain itu, kolaborasi antara SMA Negeri 1 Wates dan FMIPA UGM ini mencerminkan implementasi SDG ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) untuk memperkuat kualitas pembelajaran, berbagi sumber daya, dan membangun jejaring yang mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya

Read More

Raih Gelar Doktor di Usia 25 Tahun, Rizky Aflaha Jadi Lulusan Termuda Wisuda Pascasarjana FMIPA UGM Periode 1 Tahun 2025

Wisuda Periode I 2025 Pascasarjana FMIPA UGM meluluskan salah satu wisudawan dengan usia termuda, IPK tertinggi, serta masa studi tercepat untuk Program Doktor. Prestasi ini diraih oleh Rizky Aflaha, yang pada usia 25 tahun resmi mendapatkan gelar Doktor Fisika di FMIPA UGM. Pencapaiannya ini menjadikannya sebagai salah satu lulusan doktor termuda di FMIPA UGM.

Sejak kecil, Aflah telah mengidolakan sosok almarhum B.J. Habibie yang menginspirasi dirinya untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi. “Dari kecil saya ingin seperti Pak Habibie, bisa melanjutkan studi dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Dalam disertasinya, Aflah meneliti aplikasi nanofiber, sebuah serat berukutan nanometer, untuk keperluan sensor dan membran filter udara. Ketertarikannya pada topik ini telah dimulai sejak jenjang sarjana, saat ia meneliti penggunaan nanfofiber untuk menjadi sensor gas tertentu.

Perjalanan studinya tak terlepas dari berbagai tantangan. Aflah mengaku, masa studi saat jenjang magister terasa lebih berat karena harus menyelesaikan 32 – 40 SKS dalam satu tahun. “Saat S3 ini cenderung lebih ringan jika dibandingkan S2, kelasnya sedikit dan lebih banyak di laboratorium,“ ujarnya. Tak hanya dari tantangan akademik, Aflah juga memiliki keinginan untuk bermain dan jalan-jalan, namun, kesadarannya akan prioritas akademik membuatnya tetap fokus dalam menyelesaikan studinya.

“Pesan saya untuk mahasiswa, pahami prioritas dan tetap semangat. Kurangi main dan scrolling, karena kita datang ke sini untuk belajar dan berkontribusi,” tutupnya.

Ke depan, Aflah berencana melanjutkan kolaborasi riset dengan dosennya untuk membangun startup berbasis hasil penelitian agar inovasi dari kampus dapat berdampak bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Suistanable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Geofisika UGM Laksanakan Field Camp SEG UGM-SC 2025 di Waduk Sermo

Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM melaksanakan kegiatan kuliah lapangan Field Camp SEG UGM SC 2025 yang berlokasi di Waduk Sermo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan proyek tahunan yang merupakan bagian penting bagi mahasiswa tahun keempat Program Studi Geofisika FMIPA UGM untuk menerapkan ilmu dan keterampilan geofisika pada permasalahan dunia nyata.

Tahun ini, Field Camp SEG UGM-SC 2025 mengusung tema “Geophysical Exploration for Geotechnical Analysis at Sermo Dam.” Waduk Sermo memiliki peran penting sebagai sumber air untuk irigasi dan kebutuhan domestik, sehingga kegiatan ini berfokus pada analisis ketahanan infrastruktur dan keamanan waduk melalui penerapan berbagai metode geofisika.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilih empat metode utama yang kemudian akan melakukan akuisisi lapangan secara kontinyu selama sembilan hari di Waduk Sermo. Empat metode tersebut adalah Metode Seismik refraksi dan Multichannel Analysis Surface Wave (RMASW), Metode Very Low Frequency (VLF), Metode Ground Penetrating Radar (GPR), serta Metode Electrical Resistivity Tomography (ERT).

Kegiatan lapangan dilaksanakan mulai 13 – 22 September 2025, pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan melalui survey oleh panitia Field Camp SEG UGM-SC 2025. Dalam Sembilan hari tersebut, seluruh mahasiswa peserta kegiatan melakukan akuisisi, pengolahan, dan interpretasi data setiap harinya. Mahasiswa juga menyampaikan hasil pengolahan data melalui presentasi, yang kemudian dapat dievaluasi langsung dari dosen pendamping yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Kegiatan Field Camp SEG UGM-SC 2025 turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik, poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui analisis keamanan infrastruktur dan eksplorasi air tanah, serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui kegiatan ini, mahasiswa Geofisika FMIPA UGM diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di dunia industri dan penelitian geosains masa depan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Tim Dokumentasi Field Camp SEG UGM-Sc 2025
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Metode Formal FMIPA UGM

Prof. Dr. Suprapto, M.I.Kom. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Metode Formal Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Pengukuhan dilaksanakan pada 4 Desember 2025 di Balai Senat Gedung Rektorat UGM. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suprapto menyampaikan pidato berjudul “Metode Formal dalam Era Kecerdasan Artifisial: Tinjauan Historis dan Peran yang Berkembang.”

Dalam pidatonya, Prof. Suprapto menyoroti perkembangan metode formal sebagai salah satu fondasi penting dalam rekayasa perangkat lunak modern. Metode formal, suatu bidang yang berakar pada logika matematika dan ilmu komputer teoritis, menawarkan pendekatan berprinsip untuk menentukan spesifikasi, memodelkan, dan memverifikasi sistem perangkat lunak maupun perangkat keras,” ungkapnya. Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), yang menuntut sistem digital agar tidak hanya cepat dan cerdas, tetapi juga aman, etis, dan dapat dipercaya.

Prof. Suprapto menjelaskan bahwa metode formal memiliki peran strategis dalam memastikan keandalan dan validitas sistem berbasis AI, mulai dari kendaraan otonom, jaringan komunikasi, hingga algoritma pengambilan keputusan. Ia menekankan pentingnya verifikasi ketat agar sistem AI tidak menimbulkan bias, kesalahan, atau dampak yang merugikan masyarakat. Dalam konteks tersebut, metode formal menjadi penghubung penting antara inovasi teknologi dan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan.

Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademik Prof. Suprapto, tetapi juga memperlihatkan komitmennya dalam mendorong integrasi metode formal dengan teknologi kecerdasan artifisial demi menciptakan sistem yang lebih aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kontribusinya sejalan dengan upaya FMIPA UGM dalam mendukung sustainable development goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas melalui penguatan pendidikan komputasi, dan SDG 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan teknologi yang andal serta berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya Maulana Wicaksana

Read More

FMIPA UGM Gelar Wisuda Sarjana FMIPA Periode I, Sania Nadlirotullubba Jadi Wisudawan Terbaik Raih IPK Tertinggi 3,98

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Wisuda Sarjana Periode I tahun akademik 2025/2026 di Grha Sabha Pramana. Sebanyak 160 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri dari 45 lulusan Kimia, 21 Geofisika, 11 Fisika, 13 Ilmu Komputer, 15 Elektronika dan Instrumentasi (Elins), 24 Matematika, 21 Statistika, dan 10 Ilmu Aktuaria. Pada periode ini, predikat wisudawan terbaik diraih oleh Sania Nadlirotullubba dari Program Studi Ilmu Komputer dengan IPK 3,98, menjadi capaian tertinggi di FMIPA UGM untuk periode tersebut.

Dalam sambutannya, Sania mengungkapkan rasa syukur dan perjuangan panjang yang dilalui dirinya dan teman-teman seangkatan. “Banyak dari kita akhirnya merelakan prinsip perfeksionis, beralih pada pemikiran bahwa skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Kita berhasil karena terus berjalan meski kadang ragu atau ingin menyerah. Hari ini bukan tentang toga dan ijazah, tetapi keberanian untuk tidak menyerah,” ujarnya.

Presiden Mahasiswa BEM KM UGM, Khairul Ikhsanuddin, juga memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan. Ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses, melainkan gerbang memasuki peran baru di tengah masyarakat. “Seperti kata Steve Jobs, stay hungry, stay foolish. Setelah hari ini, kita dituntut berkolaborasi dan berkontribusi. Perjalanan teman-teman selama ini adalah modal besar untuk itu.”

Dari jajaran fakultas, Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Pengajaran FMIPA UGM, Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D, menekankan pentingnya integritas dan dedikasi lulusan dalam membangun bangsa. “Banyak cerita berat dan penuh perjuangan yang telah dilalui. Dengan kapasitas sebagai sarjana, anda harus tertantang memperbaiki Indonesia. Tetaplah rendah hati. Semakin banyak yang kita pelajari, semakin sedikit yang kita kuasai.”

Dalam sesi sharing alumni, Malik Khidir, CEO PT Stechoo sekaligus alumni berprestasi FMIPA, berbagi kisah perjalanan kariernya yang penuh ketekunan. “Saya tidak lahir dari angka ujian dan IPK cumlaude. Saya lahir dari perjalanan panjang yang istikamah. Dari tempat sederhana, kita bisa menciptakan teknologi yang mengubah masa depan. Jangan remehkan karya kecil, di sanalah hal besar dimulai.”

Penyelenggaraan wisuda ini menegaskan komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4, yakni Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang bermutu dan membentuk lulusan berdaya saing. Selain itu, kolaborasi lintas unsur kampus, alumni, dan masyarakat mencerminkan implementasi poin 17: tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, memastikan kontribusi nyata FMIPA UGM dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pembangunan Indonesia.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi : Aphrodity Nirmala Putri

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan yang dilaksanakan pada Senin, 3 November 2025 oleh SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor. Kegiatan kunjungan berlangsung di Auditorium Herman Yohannes FMIPA UGM dan menghadirkan Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku Sekretaris Unit Pendukung, Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, sebagai narasumber.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor. Beliau menyebutkan, kegiatan kunjungan ini dilaksanakan untuk menguatkan motivasi dan semangat para siswa yang didominasi dengan siswa kelas dua. “Semoga melalui kegiatan kunjungan ini siswa siswi kami bisa mendapatkan informasi mengenai dunia perkuliahan, serta menyebarkan informasi tersebut ke adik kelas serta teman-teman mereka,“ tuturnya.

Dalam sesi penyampaian materi, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D. memperkenalkan UGM dan FMIPA secara umum, termasuk fasilitas yang tersedia di UGM untuk menunjang kegiatan mahasiswa mulai dari kesehatan, keagamaan, dan olahraga, serta informasi mengenai program studi dan jalur masuk yang ada di UGM. Beliau juga menambahkan terkait penting untuk sekolah yang berfokus pada keagamaan seperti SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor terkait Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) , yang dapat menjadi peluang bagi para siswa jika memiliki sertifikat kejuaraan dalam kompetisi keagamaan seperti tahfiz, minimal kejuaraan di tingkat nasional.

Kegiatan kunjungan SMA Qur’an elTAHFIDH Bogor ini turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) terutama poin ke 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyebaran informasi mengenai FMIPA UGM kepada siswa sekolah. Dengan kegiatan kunjungan ini, FMIPA UGM dapat mendukung siswa-siswi yang masih dalam tahap persiapan untuk menata masa depan lebih baik lagi.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Aphrodity Nirmala Putri
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

General Lecture FMIPA UGM Hadirkan Tiga Pakar Internasional dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menggelar General Lecture bersama Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, pada Kamis, 6 November 2025, di Auditorium RMJT Soehakso FMIPA UGM. Kegiatan ini menghadirkan tiga pakar internasional yang menyampaikan perkembangan terbaru riset kimia, material, dan elektronik berkelanjutan. Acara dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari jenjang S1 hingga Pascasarjana serta dosen dan peneliti FMIPA UGM.

 

Prof. Hiroyuki Katsuki memaparkan kuliah dengan tema Strength Coupled System: Exploring New Material Properties. Ia menyoroti penelitian terkini tentang sistem material berkekuatan terkopel dan bagaimana interaksi struktural di dalamnya mampu menghasilkan sifat-sifat baru yang potensial untuk teknologi masa depan. Penelitian ini membuka jalan bagi penciptaan material kuat, ringan, dan multifungsi yang dapat diterapkan dalam industri teknologi tinggi.

 

Selanjutnya, Assoc. Prof. Juan Paolo Bermunxa membawakan materi Oxide Semiconductors for Ultralow Power Sustainable Electronics. Ia menekankan pentingnya pengembangan semikonduktor oksida berdaya ultra-rendah untuk menjawab kebutuhan energi elektronik modern. Riset ini berkaitan erat dengan tren global menuju perangkat hemat energi, berskala kecil, dan lebih ramah lingkungan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FMIPA UGM dalam memperkuat kolaborasi riset internasional dan membuka wawasan mahasiswa mengenai arah perkembangan ilmu sains dan teknologi. General Lecture ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan akses pembelajaran dari pakar internasional, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan riset material dan elektronik berkelanjutan. Kolaborasi akademik ini juga menjadi langkah strategis untuk mendorong penelitian yang berdampak dan teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. General Lecture ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga menjadi contoh nyata implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi antara FMIPA UGM dan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang menunjukkan pentingnya kemitraan global dalam memperkuat riset, transfer pengetahuan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Melalui pertukaran gagasan lintas negara dan kerja sama akademik yang berkelanjutan, kegiatan ini berkontribusi pada percepatan pencapaian berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan melalui inovasi dan kolaborasi internasional.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Kecerdasan Buatan sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Siswa Kelas 1–3 SDN Pergiwatu Wetan

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (On Demand) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan “Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Kecerdasan Buatan sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Siswa Kelas 1–3 SDN Pergiwatu Wetan.” Kegiatan ini lahir dari kebutuhan transformasi digital di sekolah desa dengan keterbatasan perangkat dan jaringan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan akses teknologi pendidikan. Tim pengabdian memilih pendekatan implementasi kecerdasan buatan yang ringan, khususnya model bahasa yang mampu menghasilkan penjelasan pembelajaran berupa suara serta visualisasi yang interaktif agar dapat berjalan pada perangkat sederhana dan tetap relevan pada pembelajaran siswa sekolah dasar. Inisiatif ini sejalan dengan agenda adopsi Artificial Intellegent (AI) berbasis Laptop Merah Putih (LMP) yang menekankan solusi tepat guna dan mudah dioperasikan oleh guru.

Pelaksanaan dimulai dengan pengantar konsep AI bagi pembelajaran dasar, dilanjutkan pelatihan intensif bagi guru untuk menyusun materi ajar, kuis, dan latihan interaktif yang bisa disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Fasilitator mendemonstrasikan alur kerja sederhana dari sistem, yaitu mengubah materi pembelajaran menjadi respon berupa keluaran suara yang ramah bagi pembaca awal, menambahkan animasi untuk konsep abstrak, serta memanfaatkan tanya-jawab berbasis AI guna memicu ketertarikan siswa. Sesi berikutnya berfokus pada pendampingan praktik di kelas agar guru merasakan langsung integrasi AI pada proses mengajar dan siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pada praktik penggunaan di kelas, keterlibatan siswa cukup meningkat, terlihat dari keberanian bertanya, menjawab, dan mencoba. Siswa yang sebelumnya pasif karena kendala membaca, dibantu oleh penjelasan audio dan visual sehingga dapat mengikuti ritme pembelajaran tanpa tertinggal. Guru merasakan manfaat konkret berupa berkurangnya pekerjaan dalam menyiapkan latihan dan lembar evaluasi sehingga waktu mengajar bisa dialihkan untuk pendampingan individual dan remedial. Materi yang dibuat menjadi lebih variatif karena pembuatan aset digital dapat dilakukan cepat dan diadaptasi dengan konteks lokal.

Manfaat kegiatan meluas ke tingkat sekolah melalui penguatan literasi digital pendidik dan rasa percaya diri siswa terhadap penggunaan teknologi. Bagi sekolah, pengalaman ini menjadi pijakan untuk menjadi model percontohan adopsi AI berbasis LMP di wilayah pedesaan dengan menunjukkan bahwa transformasi digital tidak harus menunggu infrastruktur mahal. Solusi yang dipilih bersifat inklusif dengan tetap fungsional di jaringan tidak stabil, hemat sumber daya perangkat, dan mudah dipelajari oleh guru yang baru pertama kali berinteraksi dengan alat AI.

Dari sisi sosial, kegiatan ini membuka akses pembelajaran bermutu yang merata bagi siswa kelas awal, memperkecil kesenjangan teknologi antar sekolah, serta menegaskan pentingnya desain teknologi yang sensitif terhadap keterbatasan lingkungan. Tim mendorong terbentuknya komunitas praktik guru untuk dapat berlanjut pada pembaruan materi dan peningkatan kualitas pengajaran secara berkelanjutan.

Seluruh rangkaian didokumentasikan melalui sesi pelatihan, praktik kelas, dan refleksi bersama antara guru, siswa, dan tim pelaksana. Kegiatan ini didanai oleh hibah On Demand Fakultas MIPA UGM 2025. Dengan kombinasi pendekatan teknis yang ringan, pelatihan yang aplikatif, dan pendampingan langsung di kelas, program ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dihadirkan sebagai alat bantu pedagogis yang relevan, inklusif, dan berdampak nyata bagi sekolah dasar di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Hal sejalan dengan cita-cita sustainable development goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin ke-9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Penulis: Fadillah Siva
Dokumentasi: Humairah
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Terima Kunjungan Akademik Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Wates

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan edukatif dari SMA Negeri 1 Wates pada Jumat, 7 November 2025, yang berlangsung di Auditorium Herman Yohanes, FMIPA UGM. Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Sekretaris Unit Pendukung Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM menyambut kunjungan, sekaligus memaparkan informasi mengenai FMIPA UGM kepada para siswa.

Kunjungan dibuka dengan sambutan dari pihak sekolah. Perwakilan SMA Negeri 1 Wates menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar langsung di lingkungan kampus. “Terima kasih sudah difasilitasi oleh FMIPA UGM. Kami senang anak-anak bisa berinteraksi langsung di sini yang semoga nantinya bisa masuk ke Universitas Gadjah Mada ini,” ujar perwakilan sekolah.

Dari pihak FMIPA UGM, sambutan disampaikan oleh Chalis Setyadi. Ia menyampaikan motivasi kepada para siswa yang hadir. “Saya yakin teman-teman semua qualified secara akademik untuk masuk UGM,” ujarnya.

Selama kegiatan, siswa mendapatkan pemaparan mengenai program studi di FMIPA, prospek karier di bidang sains, maupun berbagai inovasi dan prestasi yang ditorehkan oleh FMIPA UGM. Kegiatan kunjungan ini berkontribusi langsung pada sustainable development goals (SDGs), khsusunya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan akses pembelajaran yang lebih luas, memperkenalkan lingkungan akademik dan riset kepada siswa, serta mendorong kesiapan mereka memasuki pendidikan tinggi. Selain itu, kolaborasi antara SMA Negeri 1 Wates dan FMIPA UGM ini mencerminkan implementasi SDG ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) untuk memperkuat kualitas pembelajaran, berbagi sumber daya, dan membangun jejaring yang mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Raditya

Read More

Raih Gelar Doktor di Usia 25 Tahun, Rizky Aflaha Jadi Lulusan Termuda Wisuda Pascasarjana FMIPA UGM Periode 1 Tahun 2025

Wisuda Periode I 2025 Pascasarjana FMIPA UGM meluluskan salah satu wisudawan dengan usia termuda, IPK tertinggi, serta masa studi tercepat untuk Program Doktor. Prestasi ini diraih oleh Rizky Aflaha, yang pada usia 25 tahun resmi mendapatkan gelar Doktor Fisika di FMIPA UGM. Pencapaiannya ini menjadikannya sebagai salah satu lulusan doktor termuda di FMIPA UGM.

Sejak kecil, Aflah telah mengidolakan sosok almarhum B.J. Habibie yang menginspirasi dirinya untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi. “Dari kecil saya ingin seperti Pak Habibie, bisa melanjutkan studi dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Dalam disertasinya, Aflah meneliti aplikasi nanofiber, sebuah serat berukutan nanometer, untuk keperluan sensor dan membran filter udara. Ketertarikannya pada topik ini telah dimulai sejak jenjang sarjana, saat ia meneliti penggunaan nanfofiber untuk menjadi sensor gas tertentu.

Perjalanan studinya tak terlepas dari berbagai tantangan. Aflah mengaku, masa studi saat jenjang magister terasa lebih berat karena harus menyelesaikan 32 – 40 SKS dalam satu tahun. “Saat S3 ini cenderung lebih ringan jika dibandingkan S2, kelasnya sedikit dan lebih banyak di laboratorium,“ ujarnya. Tak hanya dari tantangan akademik, Aflah juga memiliki keinginan untuk bermain dan jalan-jalan, namun, kesadarannya akan prioritas akademik membuatnya tetap fokus dalam menyelesaikan studinya.

“Pesan saya untuk mahasiswa, pahami prioritas dan tetap semangat. Kurangi main dan scrolling, karena kita datang ke sini untuk belajar dan berkontribusi,” tutupnya.

Ke depan, Aflah berencana melanjutkan kolaborasi riset dengan dosennya untuk membangun startup berbasis hasil penelitian agar inovasi dari kampus dapat berdampak bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan Suistanable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan berkualitas), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan teknologi ramah lingkungan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya Maulana Adiwicaksana
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Geofisika UGM Laksanakan Field Camp SEG UGM-SC 2025 di Waduk Sermo

Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM melaksanakan kegiatan kuliah lapangan Field Camp SEG UGM SC 2025 yang berlokasi di Waduk Sermo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan proyek tahunan yang merupakan bagian penting bagi mahasiswa tahun keempat Program Studi Geofisika FMIPA UGM untuk menerapkan ilmu dan keterampilan geofisika pada permasalahan dunia nyata.

Tahun ini, Field Camp SEG UGM-SC 2025 mengusung tema “Geophysical Exploration for Geotechnical Analysis at Sermo Dam.” Waduk Sermo memiliki peran penting sebagai sumber air untuk irigasi dan kebutuhan domestik, sehingga kegiatan ini berfokus pada analisis ketahanan infrastruktur dan keamanan waduk melalui penerapan berbagai metode geofisika.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dipilih empat metode utama yang kemudian akan melakukan akuisisi lapangan secara kontinyu selama sembilan hari di Waduk Sermo. Empat metode tersebut adalah Metode Seismik refraksi dan Multichannel Analysis Surface Wave (RMASW), Metode Very Low Frequency (VLF), Metode Ground Penetrating Radar (GPR), serta Metode Electrical Resistivity Tomography (ERT).

Kegiatan lapangan dilaksanakan mulai 13 – 22 September 2025, pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan melalui survey oleh panitia Field Camp SEG UGM-SC 2025. Dalam Sembilan hari tersebut, seluruh mahasiswa peserta kegiatan melakukan akuisisi, pengolahan, dan interpretasi data setiap harinya. Mahasiswa juga menyampaikan hasil pengolahan data melalui presentasi, yang kemudian dapat dievaluasi langsung dari dosen pendamping yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Kegiatan Field Camp SEG UGM-SC 2025 turut mendukung berjalannya Suistanable Development Goals (SDGs) khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik, poin 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui analisis keamanan infrastruktur dan eksplorasi air tanah, serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui kegiatan ini, mahasiswa Geofisika FMIPA UGM diharapkan semakin siap menghadapi tantangan di dunia industri dan penelitian geosains masa depan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Tim Dokumentasi Field Camp SEG UGM-Sc 2025
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate