Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Mahasiswa Statistika FMIPA UGM Raih Juara Pertama Dalam Olimpiade Nasional Statistika ANAVA 19

Mahasiswa Program Studi Statistika FMIPA UGM angkatan 2022, Rahma dan Daffa, berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Olimpiade Nasional Statistika (ONS) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) FMIPA UGM dalam kegiatan ANAVA 19. Kompetisi ini merupakan bagian dari ajang pengenalan statistika dan festival data yang rutin diselenggarakan oleh HIMASTA FMIPA UGM.

Kompetisi ONS dimulai sejak Januari dengan babak penyisihan yang dilaksanakan secara daring. Pada tahap ini, peserta mengerjakan soal pilihan ganda yang menguji pemahaman teori statistika. Peserta yang lolos kemudian melanjutkan ke babak semifinal yang juga dilakukan secara daring dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengerjaan soal esai tentang teori statistika, sedangkan tahap kedua adalah studi kasus yang mengharuskan peserta menganalisis data dan menyusun solusi berdasarkan analisis yang dilakukan. Babak final yang berlangsung pada 14 Februari diselenggarakan secara luring di FMIPA UGM.

Rahma mengaku persiapan yang dilakukan lebih banyak berupa review materi dasar statistika serta strategi penyusunan makalah hasil analisis. Menjelang final, mereka lebih fokus pada latihan kekompakan tim untuk menghadapi tantangan yang diberikan. Bagi Rahma, perjalanan mengikuti kompetisi statistik sudah dimulai sejak semester dua ketika pertama kali mengikuti lomba esai dan berhasil mencapai final.

Menurut Rahma, meskipun mengalami beberapa kendala, pengalaman tersebut mendorongnya untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi. “Dalam lomba pasti ada yang menang dan kalah, tetapi hal yang lebih pasti adalah pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan. Mengikuti kompetisi ONS ini menjadi tantangan tersendiri, banyak hal baru yang bisa dipelajari,” ujarnya.

Keberhasilan Rahma dan Daffa dalam kompetisi ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin keempat, yaitu Pendidikan Berkualitas. Partisipasi mereka dalam ajang akademik ini menunjukkan pentingnya pendidikan yang berkualitas dalam meningkatkan kapasitas individu.</p>

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Rahma Nur Annis
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Statistika FMIPA UGM Sukses Meraih Juara Pertama di Kompetisi Dataverse ANAVA 19

Dua Mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas MIPA UGM, Fitri Hartanti dan Aulia Mirfah, sukses meraih kemenangan mutlak pada kompetisi Dataverse ANAVA 19, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) UGM. Kompetisi dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai 22 Januari 2025 untuk babak penyisihan secara daring, kemudian dilanjutkan dengan final secara luring di tanggal 15 Februari 2025.

Bukan pertama kali bagi Fitri dan Mirfah menjadi rekan dalam sebuah kompetisi, keduanya memiliki chemistry yang baik sehingga dapat menjadi pondasi tambahan bagi mereka dalam berkompetisi. Akan tetapi, selama pelaksanaan babak penyisihan, tak jarang juga keduanya mengalami kendala dalam pengolahan data dikarenakan jumlah data yang tidak sedikit. Hal ini menyebabkan device yang mereka pakai terkadang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melakukan pemrosesan.

Walaupun mengalami kendala dan kesulitan, Fitri dan Mirfah mampu melaju ke babak final bersama lima tim lainnya. Babak final yang dilaksanakan secara luring membuat keduanya merasa sedikit gugup saat melakukan presentasi. Namun, hasil yang didapatkan sangat memuaskan. “Senang banget, karena di cabang lomba ini baru pertama kali finalnya dilakukan secara langsung. Walaupun sempat minder melihat lawan-lawan yang sudah berpengalaman, tetapi ini jadi pengalaman berharga buat kami,” ungkap Mirfah.

Fitri juga menambahkan bahwa mereka sangat mengapresiasi adanya lomba ini karena memberikan tantangan baru bagi mereka. “Ke depan, kami ingin lebih banyak belajar model lain untuk klasifikasi agar bisa membuat model yang lebih baik,” katanya. Mereka berharap kompetisi seperti ini terus diadakan agar semakin banyak mahasiswa yang tertarik mendalami bidang data science dan machine learning.

Prestasi Fitri dan Mirfah dalam mencapai kemenangan dalam lomba Dataverse ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Dengan berpartisipasi dalam kompetisi ini, mahasiswa turut berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan peningkatan kualitas pendidikan khususnya di bidang data science dan machine learning.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Fitri Hartanti
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Geofisika UGM Perdalam Pemahaman Geohazard dalam Seminar Kebencanaan Sebagai Persiapan Kuliah Lapangan

Mahasiswa Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 sukses menggelar seminar Geohazard atau kebencanaan pada tanggal  22 Maret 2025, sebagai salah satu Pre-event Field Camp SEG UGM-SC 2025. Kegiatan seminar ini dilaksanakan guna menjadi bekal dan persiapan bagi Mahasiswa Geofisika angkatan 2022, sebelum melaksanakan kuliah lapangan terakhir semasa perkuliahan.

Dengan menghadirkan Drs. Imam Suyanto, M.Si., selaku dosen Geofisika FMIPA UGM sebagai pemateri, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu dari ahli yang berpengalaman pada bidang Geohazard.

Sesuai dengan tema Field Camp SEG UGM-SC 2025 yaitu “Geophysical Exploration for Geotechnical Analysis at Sermo Dam Yogyakarta” pembelajaran mengenai resiko bencana menjadi sebuah dasar yang tepat sebelum melakukan studi selanjutnya. Pak Imam mengangkat materi dengan tajuk “Peranan Geofisika Dalam Pengurangan Resiko Bencana” yang menunjukkan akan pentingnya pengetahuan mengenai resiko bencana bagi seorang mahasiswa Geofisika. Selain itu, dalam materinya Pak Imam juga menjelaskan berbagai macam metode Geofisika dan pengaplikasiannya dalam berbagai macam bencana.

Selain pemaparan teori, seminar ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa berkesempatan untuk bertanya langsung kepada pemateri mengenai penerapan teknik Geofisika dalam mitigasi bencana. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mencerminkan ketertarikan mereka terhadap topik ini.

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sejalan dengan upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDGs nomor 13, yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Dengan adanya seminar ini, mahasiswa Geofisika UGM diharapkan lebih siap dalam melakukan eksplorasi Geofisika yang efektif dan memiliki kesadaran terhadap risiko kebencanaan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Tim Dokumentasi Field Camp SEG UGM-SC 2025
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Geofisika FMIPA UGM Gelar Seminar Geologi Sebagai Bekal Persiapan Kuliah Lapangan

Mahasiswa Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 sukses menggelar seminar Geologi dalam rangka persiapan Field Camp SEG UGM-SC 2025. Seminar ini bertujuan untuk memberikan bekal ilmu dan pemahaman kepada mahasiswa sebelum mereka melaksanakan kuliah lapangan terakhir dalam masa perkuliahan mereka.

Menghadirkan Dr.rer.nat. Mochamad Nukman, S.T., M.Sc., selaku dosen Geofisika FMIPA UGM dalam bidang geologi sebagai pembicara, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu dari ahli yang memiliki banyak pengalaman profesional dalam bidang tersebut. Pembelajaran Geologi menjadi dasar untuk seorang Geofisikawan. Pak Nukam menegaskan bahwa ilmu Geologi sangat diperlukan dalam eksplorasi Geofisika, bahkan sampai kita terjun di dunia pekerjaan nanti.

Pada seminar ini, mahasiswa diajarkan langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum memulai survei Geologi di suatu lokasi baru. Salah satu sesi penting dalam seminar ini adalah kegiatan praktik delineasi peta secara berkelompok. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan Pak Nukman selagi melaksanakan praktik delineasi. Dengan metode ini, mahasiswa dilatih untuk memahami dan mempersiapkan survei Geologi yang akan dilakukan dalam kegiatan Field Camp mendatang.

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sejalan dengan upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Dengan adanya seminar ini, mahasiswa Geofisika UGM diharapkan lebih siap dalam melakukan eksplorasi Geofisika yang efektif dan sesuai dengan kaidah ilmiah.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Tim Dokumentasi Field Camp SEG UGM-SC 2025
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Program Studi Geofisika FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan dalam Studi GGR 2024 Low Frequency Passive Seismic Data

Pada 20 Februari 2024, Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menggelar pertemuan dengan PT Pertamina Hulu Rokan. Acara digelar dalam rangka membahas Final Report Studi GGR (Geology, Geophysic and Reservoir) 2024 Low Frequency Passive Seismic Data. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam kerja sama antara Pertamina dan FMIPA melalui Geoseismal Research Center (GRC), yang bertanggung jawab atas kepemilikan dan pengolahan data.

Para advisor dalam proyek ini berperan dalam membimbing tim penelitian agar hasil studi dapat memberikan manfaat bagi eksplorasi energi nasional. Geoseismal Research Center menjadi penghubung utama dalam implementasi teknis di lapangan, memperkuat sinergi antara akademisi dan industri. Seluruh proses akuisisi dan pemrosesan data dilakukan dengan dukungan penuh dari Pertamina Hulu Rokan, sementara Program Studi Geofisika FMIPA UGM memberikan kontribusi akademik serta keahlian dalam analisis geofisika.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya penelitian akademik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat langsung dalam proyek eksplorasi yang nyata dan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu geofisika. Seluruh hasil penelitian ini didokumentasikan dalam bentuk buku hardfile sebagai laporan resmi. Keberlanjutan kerja sama antara Program Studi Geofisika FMIPA UGM Pertamina Hulu Rokan diharapkan dapat mendorong pengembangan teknologi eksplorasi yang lebih inovatif dan memberikan dampak positif bagi sektor energi Indonesia.

Kerja sama ini juga selaras dengan tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan meningkatkan kualitas mahasiswa dengan keterlibatan langsung dalam proyek penelitian. Poin 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan memajukan industri melalui proyek-proyek yang berkualitas. Kemudian, poin 17 yaitu Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, dengan membangun kerja sama berkelanjutan antara industri dan akademisi.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Silaturahmi Alumni FMIPA UGM Perkuat Sinergi untuk Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan

TANGERANG – Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai acara Halal Bi Halal dan Temu Kangen Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) yang digelar Minggu (20/4/2025) di Karinda Cafe & Resto, Tangerang. Acara yang dihadiri alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1969 hingga yang baru lulus tahun ini, menjadi bukti eratnya ikatan kekeluargaan di antara keluarga besar FMIPA UGM.

 

Bapak Daniel Oscar Baskoro, Ketua Kamipagama, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta. “Ini bukti bahwa semangat kebersamaan kita sebagai alumni FMIPA UGM tetap terjaga, meski berbeda generasi,” ujarnya. Sambutan hangat juga disampaikan oleh tuan rumah, Bapak Sukardi, alumni Fisika 1985, yang dengan bangga mempersembahkan acara ini sebagai wujud kecintaan terhadap almamater.

 

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Kuwat Triyana selaku Dekan FMIPA UGM memaparkan perkembangan terbaru fakultas. Dengan penuh semangat, beliau mengajak para alumni untuk terlibat aktif dalam memajukan pendidikan. “Kami sangat mengharapkan kontribusi nyata para alumni, baik dalam bentuk sharing pengalaman kerja, membuka peluang magang, maupun menjadi mentor bagi adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

 

Ajakan serupa disampaikan Dr. Wiwit Suryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dalam paparannya, beliau menunjukkan berbagai capaian FMIPA UGM dalam menjalin kerja sama dengan industri. “Kami ingin kolaborasi ini semakin kuat, dan Lustrum ke-14 FMIPA UGM September mendatang dapat menjadi momentum untuk mengenalkan potensi yang ada di FMIPA ke masyarakat dan industri, jelasnya.

 

Momen haru tercipta saat Prof. Roto, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, memimpin doa bersama. Suasana semakin meriah ketika acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil bernostalgia. Tawa dan canda mewarnai sesi foto bersama, sementara beberapa alumni saling bertukar cerita tentang kenangan semasa kuliah.

 

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini ditutup oleh Prof. Fajar Adi Kusumo, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerjasama. “Pertemuan hari ini bukan akhir, tapi awal dari kolaborasi yang lebih nyata untuk kemajuan bersama,” pesannya penuh makna.

 

Di balik nuansa kekeluargaan yang kental, acara ini ternyata menyimpan nilai strategis. Para alumni sepakat untuk membentuk beberapa inisiatif, termasuk program pendampingan karir untuk mahasiswa dan penggalangan dana beasiswa BAKPHIA. Sebuah komitmen nyata yang menunjukkan bahwa Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) bukan hanya bernostalgia tentang kenangan masa lalu, tapi juga bicara tentang membangun masa depan bersama.

 

Dengan semangat “Guyub, Rukun, Migunani, pertemuan ini menjadi bukti bahwa alumni FMIPA UGM siap menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan sains di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4, terkait dengan keterlibatan Alumni dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 yaitu terkait sharing berbagai project penelitian dan kolaborasi industri FMIPA UGM, serta silaturahmi lintas generasi untuk memperkuat inklusivitas yang mendukung SDG 10.

(FAK’25).

Read More

Prof Suherman Dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan

Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Suherman menyampaikan pidato Guru Besar yang berjudul “Pengembangan Sensor dan Biosensor Kimia Berbasis Nanomaterial Untuk Aplikasi Analisis Lingkungan”.

Dalam pidatonya, Prof. Suherman, mengungkapkan bahwa salah satu masalah besar berkaitan dengan lingkungan adalah kualitas air terutama air minum untuk konsumsi. Dalam studi UNICEF pada tahun 2020 menyampaikan bahwa hampir 70% sumber air konsumsi telah tercemar limbah domestik dan beresiko memunculkan penyakit diare akibat buruknya penataan sanitasi rumah tangga. “Keberadaan bakteri E-Coli menjadi salah satu indikasi kualitas air minum. Belum lagi cemaran berbagai logam dampak dari industrialisasi yang tidak dibarengi infrastruktur yang memadai,” terangnya.

Untuk mendeteksi kualitas air, Suherman mengembangkan teknologi sensor yang didalamnya terdapat nanomaterial di mana memiliki sensitivitas yang luar biasa dan dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas air. “Pendekatan sensor lingkungan terutama untuk sampel air dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya menggunakan metode spektroskopi, elektrokimia dan sensor optik untuk mendeteksi kandungan nikel,” katanya.

Adapun untuk deteksi logam berat, kata Suherman, dapat dilakukan dengan metode spektroskopi berbasis fluoresensi dengan memanfaatkan material sensor berbasis karbon dot. Aplikasi sensor (carbon dots/CDs) juga dapat dimanfaatkan untuk biosensor bakteri E-Coli.

 

Suherman mengungkapkan bahwa perkembangan dunia riset terkait nanomaterial begitu pesat sehingga tidak hanya dalam perspektif modifikasi material saja, namun juga dalam sudut pandang aplikasinya yang semakin luas dan menjangkau berbagai bidang. Tantangan yang dihadapi tidak hanya menyasar pada parameter selektivitas dan sensitivitas, namun juga menuju satu bentuk aplikasi instrumentasi sensor yang handheld, mobile, dan real-time monitoring. “Dari sini kita menyadari bahwa jendela peluang begitu luas, dan tuntutan kolaborasi dengan bidang ilmu lain sangatlah terbuka,” ungkapnya.

Ketua Dewan Guru Besar, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyebutkan bahwa Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., merupakan salah satu dari 526 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 56 Guru Besar aktif dari 76 Guru Besar yang pernah dimiliki Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.

Penulis : Jelita Agustine
Editor   : Gusti Grehenson
Foto     : Donnie

Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/prof-suherman-dikukuhkan-jadi-guru-besar-bidang-kimia-analitik-dan-lingkungan/

Read More

Dosen FMIPA UGM Prof. Fahrudin Nugroho Dikukuhkan Guru Besar

Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si., dikukuhkan Guru Besar, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam pidato pengukuhan yang berjudul ‘Prospek Pengembangan Penelitian Dinamika Kompleks dalam Sistem Fisis’, Fahrudin menyoroti bagaimana konsep chaos dan turbulensi bukan sekadar istilah rumit di ruang kelas fisika, melainkan kenyataan yang membentuk banyak aspek kehidupan. “Di tengah dunia yang serba cepat dan kompleks, memahami ketidakteraturan justru menjadi kunci menciptakan solusi-solusi baru. Inilah sains yang mungkin terdengar abstrak, tapi dampaknya sangat nyata,” ungkapnya saat pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Dinamika Tak-linier dan Chaos di Balai Senat UGM, Selasa (22/4).

Chaos dan turbulensi sering kali ditemui tanpa disadari, mulai dari pola angin dan awan di langit, hingga dinamika fluida dalam dunia industri. Meski tampak acak, sistem ini tetap tunduk pada hukum-hukum dasar fisika dan memiliki struktur statistik yang bisa dianalisis. Artinya, dalam kekacauan pun, sains tetap bisa membaca pola tersembunyi. Ini menjadi landasan penting dalam dunia teknik, meteorologi, hingga penerbangan. “Turbulensi adalah keadaan aliran fluida yang sangat tidak teratur dan bergejolak, sedangkan istilah chaos sendiri merujuk pada dinamika sistem deterministik yang sangat sensitif terhadap kondisi awal,” terang Fahrudin.

Kini sebagai bidang yang terus berkembang, dinamika taklinier dan chaos menjangkau tiga cabang utama, yakni pengembangan teori, kontrol sistem, dan penerapan praktis. Fahrudin mencontohkan bagaimana algoritma pembelajaran mesin kini digunakan untuk memprediksi sistem yang chaotic, atau bagaimana teori bifurkasi berperan dalam memahami ketidakstabilan sistem ekologis. Di sinilah letak menariknya, sesuatu yang tampak berantakan bisa jadi hanya proses menuju keseimbangan baru, dan memahami proses tersebut dapat menyelamatkan banyak hal, mulai dari sistem alam hingga kesehatan manusia.“Chaos tidak selalu bersifat permanen, kadang hanya fase dinamis sementara,” ujarnya.

Di UGM sendiri, penelitian tentang dinamika chaos telah berkembang pesat. Salah satunya melalui rancang bangun sistem Rayleigh-Bénard Convection (RBC) yang memungkinkan peneliti mengamati transisi aliran dari teratur ke turbulen. Selain itu, Departemen Fisika UGM juga mengembangkan studi elektro-hidrodinamika (EHD) dalam kristal cair, yang telah berhasil mengungkap fenomena soft-mode turbulence (SMT), suatu jenis turbulensi dengan sifat ketaklinieran rendah. Temuan ini tidak hanya membuka ruang riset dasar, tetapi juga menjanjikan aplikasi di bidang teknologi material dan elektronika. “Kami menemukan adanya glassy dynamics pada SMT, serta respons SMT terhadap medan magnet bolak-balik yang menyerupai karakteristik feromagnetik,” jelas Fahrudin.

Tidak hanya eksperimen, tim peneliti juga mengeksplorasi pendekatan numerik dengan menganalisis berbagai persamaan diferensial nonlinier, seperti Kuramoto–Sivashinsky, Swift-Hohenberg, dan Nikolaevskii. Lewat simulasi ini, para peneliti dapat menguji hipotesis tanpa harus langsung ke laboratorium. Ini juga memungkinkan eksplorasi ide-ide baru yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi teknologi aplikatif. “Simulasi ini memberikan wawasan penting tentang transisi dari dinamika biasa menuju chaos, serta struktur tersembunyi dalam turbulensi,” jelasnya.

Fahrudin juga menyinggung tokoh-tokoh penting dalam sejarah bidang ini, mulai dari Pierre-Gilles de Gennes, Giorgio Parisi, hingga Edward Ott. Dari mereka, dunia belajar bahwa sistem yang tampak kacau bisa mengandung keteraturan tersembunyi yang penting untuk kemajuan teknologi, komunikasi, hingga kecerdasan buatan. Ia mencontohkan teknologi komunikasi berbasis chaos shift keying yang sulit diintersepsi, menjadikannya relevan dalam pengembangan sistem keamanan data dan Internet of Things (IoT). Sains chaos pun kini bukan hanya studi akademik, tetapi juga bagian dari masa depan teknologi digital yang makin terhubung.

Menutup pidatonya, Fahrudin menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, kolega, institusi, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga mencapai titik ini. Ia juga menitipkan harapan bagi generasi ilmuwan berikutnya untuk terus menggali potensi dinamika kompleks dalam sistem fisis. “Melalui pemahaman terhadap dinamika kompleks, kita dapat mengembangkan metode baru untuk mengendalikan dan memanfaatkan fenomena ini, baik untuk memahami alam lebih dalam maupun menerapkannya dalam teknologi. Di tengah dunia yang semakin kompleks, mungkin justru chaos-lah yang bisa menuntun kita menemukan pola, harapan, dan terobosan,” pungkasnya.

Ketua Majelis Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyampaikan bahwa dengan pengukuhan ini, Prof. Fahrudin Nugroho menjadi bagian dari 526 Guru Besar aktif Universitas Gadjah Mada, sekaligus memperkuat barisan 56 Guru Besar aktif yang dimiliki oleh FMIPA UGM. Capaian ini tidak hanya memperkuat posisi UGM sebagai pusat keunggulan akademik di bidang dinamika kompleks dalam sistem fisis, tetapi juga menjadi bagian dari warisan keilmuan yang terus tumbuh, menyemai pemikiran dan pengabdian bagi kemajuan bangsa.

Penulis : Triya Andriyani
Foto     : Firsto

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-fahrudin-nugroho-dikukuhkan-guru-besar/

Read More

Mahasiswa Statistika FMIPA UGM Raih Juara Pertama Dalam Olimpiade Nasional Statistika ANAVA 19

Mahasiswa Program Studi Statistika FMIPA UGM angkatan 2022, Rahma dan Daffa, berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi Olimpiade Nasional Statistika (ONS) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) FMIPA UGM dalam kegiatan ANAVA 19. Kompetisi ini merupakan bagian dari ajang pengenalan statistika dan festival data yang rutin diselenggarakan oleh HIMASTA FMIPA UGM.

Kompetisi ONS dimulai sejak Januari dengan babak penyisihan yang dilaksanakan secara daring. Pada tahap ini, peserta mengerjakan soal pilihan ganda yang menguji pemahaman teori statistika. Peserta yang lolos kemudian melanjutkan ke babak semifinal yang juga dilakukan secara daring dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengerjaan soal esai tentang teori statistika, sedangkan tahap kedua adalah studi kasus yang mengharuskan peserta menganalisis data dan menyusun solusi berdasarkan analisis yang dilakukan. Babak final yang berlangsung pada 14 Februari diselenggarakan secara luring di FMIPA UGM.

Rahma mengaku persiapan yang dilakukan lebih banyak berupa review materi dasar statistika serta strategi penyusunan makalah hasil analisis. Menjelang final, mereka lebih fokus pada latihan kekompakan tim untuk menghadapi tantangan yang diberikan. Bagi Rahma, perjalanan mengikuti kompetisi statistik sudah dimulai sejak semester dua ketika pertama kali mengikuti lomba esai dan berhasil mencapai final.

Menurut Rahma, meskipun mengalami beberapa kendala, pengalaman tersebut mendorongnya untuk terus berpartisipasi dalam kompetisi. “Dalam lomba pasti ada yang menang dan kalah, tetapi hal yang lebih pasti adalah pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan. Mengikuti kompetisi ONS ini menjadi tantangan tersendiri, banyak hal baru yang bisa dipelajari,” ujarnya.

Keberhasilan Rahma dan Daffa dalam kompetisi ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin keempat, yaitu Pendidikan Berkualitas. Partisipasi mereka dalam ajang akademik ini menunjukkan pentingnya pendidikan yang berkualitas dalam meningkatkan kapasitas individu.</p>

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Rahma Nur Annis
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Statistika FMIPA UGM Sukses Meraih Juara Pertama di Kompetisi Dataverse ANAVA 19

Dua Mahasiswa Program Studi Statistika Fakultas MIPA UGM, Fitri Hartanti dan Aulia Mirfah, sukses meraih kemenangan mutlak pada kompetisi Dataverse ANAVA 19, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistika (HIMASTA) UGM. Kompetisi dilaksanakan mulai tanggal 10 sampai 22 Januari 2025 untuk babak penyisihan secara daring, kemudian dilanjutkan dengan final secara luring di tanggal 15 Februari 2025.

Bukan pertama kali bagi Fitri dan Mirfah menjadi rekan dalam sebuah kompetisi, keduanya memiliki chemistry yang baik sehingga dapat menjadi pondasi tambahan bagi mereka dalam berkompetisi. Akan tetapi, selama pelaksanaan babak penyisihan, tak jarang juga keduanya mengalami kendala dalam pengolahan data dikarenakan jumlah data yang tidak sedikit. Hal ini menyebabkan device yang mereka pakai terkadang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk melakukan pemrosesan.

Walaupun mengalami kendala dan kesulitan, Fitri dan Mirfah mampu melaju ke babak final bersama lima tim lainnya. Babak final yang dilaksanakan secara luring membuat keduanya merasa sedikit gugup saat melakukan presentasi. Namun, hasil yang didapatkan sangat memuaskan. “Senang banget, karena di cabang lomba ini baru pertama kali finalnya dilakukan secara langsung. Walaupun sempat minder melihat lawan-lawan yang sudah berpengalaman, tetapi ini jadi pengalaman berharga buat kami,” ungkap Mirfah.

Fitri juga menambahkan bahwa mereka sangat mengapresiasi adanya lomba ini karena memberikan tantangan baru bagi mereka. “Ke depan, kami ingin lebih banyak belajar model lain untuk klasifikasi agar bisa membuat model yang lebih baik,” katanya. Mereka berharap kompetisi seperti ini terus diadakan agar semakin banyak mahasiswa yang tertarik mendalami bidang data science dan machine learning.

Prestasi Fitri dan Mirfah dalam mencapai kemenangan dalam lomba Dataverse ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Dengan berpartisipasi dalam kompetisi ini, mahasiswa turut berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan peningkatan kualitas pendidikan khususnya di bidang data science dan machine learning.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Fitri Hartanti
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Geofisika UGM Perdalam Pemahaman Geohazard dalam Seminar Kebencanaan Sebagai Persiapan Kuliah Lapangan

Mahasiswa Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 sukses menggelar seminar Geohazard atau kebencanaan pada tanggal  22 Maret 2025, sebagai salah satu Pre-event Field Camp SEG UGM-SC 2025. Kegiatan seminar ini dilaksanakan guna menjadi bekal dan persiapan bagi Mahasiswa Geofisika angkatan 2022, sebelum melaksanakan kuliah lapangan terakhir semasa perkuliahan.

Dengan menghadirkan Drs. Imam Suyanto, M.Si., selaku dosen Geofisika FMIPA UGM sebagai pemateri, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu dari ahli yang berpengalaman pada bidang Geohazard.

Sesuai dengan tema Field Camp SEG UGM-SC 2025 yaitu “Geophysical Exploration for Geotechnical Analysis at Sermo Dam Yogyakarta” pembelajaran mengenai resiko bencana menjadi sebuah dasar yang tepat sebelum melakukan studi selanjutnya. Pak Imam mengangkat materi dengan tajuk “Peranan Geofisika Dalam Pengurangan Resiko Bencana” yang menunjukkan akan pentingnya pengetahuan mengenai resiko bencana bagi seorang mahasiswa Geofisika. Selain itu, dalam materinya Pak Imam juga menjelaskan berbagai macam metode Geofisika dan pengaplikasiannya dalam berbagai macam bencana.

Selain pemaparan teori, seminar ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa berkesempatan untuk bertanya langsung kepada pemateri mengenai penerapan teknik Geofisika dalam mitigasi bencana. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mencerminkan ketertarikan mereka terhadap topik ini.

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sejalan dengan upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDGs nomor 13, yaitu Penanganan Perubahan Iklim. Dengan adanya seminar ini, mahasiswa Geofisika UGM diharapkan lebih siap dalam melakukan eksplorasi Geofisika yang efektif dan memiliki kesadaran terhadap risiko kebencanaan.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Tim Dokumentasi Field Camp SEG UGM-SC 2025
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Mahasiswa Geofisika FMIPA UGM Gelar Seminar Geologi Sebagai Bekal Persiapan Kuliah Lapangan

Mahasiswa Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022 sukses menggelar seminar Geologi dalam rangka persiapan Field Camp SEG UGM-SC 2025. Seminar ini bertujuan untuk memberikan bekal ilmu dan pemahaman kepada mahasiswa sebelum mereka melaksanakan kuliah lapangan terakhir dalam masa perkuliahan mereka.

Menghadirkan Dr.rer.nat. Mochamad Nukman, S.T., M.Sc., selaku dosen Geofisika FMIPA UGM dalam bidang geologi sebagai pembicara, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu dari ahli yang memiliki banyak pengalaman profesional dalam bidang tersebut. Pembelajaran Geologi menjadi dasar untuk seorang Geofisikawan. Pak Nukam menegaskan bahwa ilmu Geologi sangat diperlukan dalam eksplorasi Geofisika, bahkan sampai kita terjun di dunia pekerjaan nanti.

Pada seminar ini, mahasiswa diajarkan langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum memulai survei Geologi di suatu lokasi baru. Salah satu sesi penting dalam seminar ini adalah kegiatan praktik delineasi peta secara berkelompok. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan Pak Nukman selagi melaksanakan praktik delineasi. Dengan metode ini, mahasiswa dilatih untuk memahami dan mempersiapkan survei Geologi yang akan dilakukan dalam kegiatan Field Camp mendatang.

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga sejalan dengan upaya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Dengan adanya seminar ini, mahasiswa Geofisika UGM diharapkan lebih siap dalam melakukan eksplorasi Geofisika yang efektif dan sesuai dengan kaidah ilmiah.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Tim Dokumentasi Field Camp SEG UGM-SC 2025
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Program Studi Geofisika FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan dalam Studi GGR 2024 Low Frequency Passive Seismic Data

Pada 20 Februari 2024, Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menggelar pertemuan dengan PT Pertamina Hulu Rokan. Acara digelar dalam rangka membahas Final Report Studi GGR (Geology, Geophysic and Reservoir) 2024 Low Frequency Passive Seismic Data. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam kerja sama antara Pertamina dan FMIPA melalui Geoseismal Research Center (GRC), yang bertanggung jawab atas kepemilikan dan pengolahan data.

Para advisor dalam proyek ini berperan dalam membimbing tim penelitian agar hasil studi dapat memberikan manfaat bagi eksplorasi energi nasional. Geoseismal Research Center menjadi penghubung utama dalam implementasi teknis di lapangan, memperkuat sinergi antara akademisi dan industri. Seluruh proses akuisisi dan pemrosesan data dilakukan dengan dukungan penuh dari Pertamina Hulu Rokan, sementara Program Studi Geofisika FMIPA UGM memberikan kontribusi akademik serta keahlian dalam analisis geofisika.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya penelitian akademik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat langsung dalam proyek eksplorasi yang nyata dan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu geofisika. Seluruh hasil penelitian ini didokumentasikan dalam bentuk buku hardfile sebagai laporan resmi. Keberlanjutan kerja sama antara Program Studi Geofisika FMIPA UGM Pertamina Hulu Rokan diharapkan dapat mendorong pengembangan teknologi eksplorasi yang lebih inovatif dan memberikan dampak positif bagi sektor energi Indonesia.

Kerja sama ini juga selaras dengan tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan meningkatkan kualitas mahasiswa dengan keterlibatan langsung dalam proyek penelitian. Poin 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan memajukan industri melalui proyek-proyek yang berkualitas. Kemudian, poin 17 yaitu Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan, dengan membangun kerja sama berkelanjutan antara industri dan akademisi.

Penulis: Sekar Melati Putri Pratiwi
Dokumentasi: Raditya
Editor: Meitha Eka Nurhasanah

Read More

Silaturahmi Alumni FMIPA UGM Perkuat Sinergi untuk Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan

TANGERANG – Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai acara Halal Bi Halal dan Temu Kangen Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) yang digelar Minggu (20/4/2025) di Karinda Cafe & Resto, Tangerang. Acara yang dihadiri alumni dari berbagai angkatan, mulai dari angkatan 1969 hingga yang baru lulus tahun ini, menjadi bukti eratnya ikatan kekeluargaan di antara keluarga besar FMIPA UGM.

 

Bapak Daniel Oscar Baskoro, Ketua Kamipagama, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta. “Ini bukti bahwa semangat kebersamaan kita sebagai alumni FMIPA UGM tetap terjaga, meski berbeda generasi,” ujarnya. Sambutan hangat juga disampaikan oleh tuan rumah, Bapak Sukardi, alumni Fisika 1985, yang dengan bangga mempersembahkan acara ini sebagai wujud kecintaan terhadap almamater.

 

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Kuwat Triyana selaku Dekan FMIPA UGM memaparkan perkembangan terbaru fakultas. Dengan penuh semangat, beliau mengajak para alumni untuk terlibat aktif dalam memajukan pendidikan. “Kami sangat mengharapkan kontribusi nyata para alumni, baik dalam bentuk sharing pengalaman kerja, membuka peluang magang, maupun menjadi mentor bagi adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

 

Ajakan serupa disampaikan Dr. Wiwit Suryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dalam paparannya, beliau menunjukkan berbagai capaian FMIPA UGM dalam menjalin kerja sama dengan industri. “Kami ingin kolaborasi ini semakin kuat, dan Lustrum ke-14 FMIPA UGM September mendatang dapat menjadi momentum untuk mengenalkan potensi yang ada di FMIPA ke masyarakat dan industri, jelasnya.

 

Momen haru tercipta saat Prof. Roto, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, memimpin doa bersama. Suasana semakin meriah ketika acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil bernostalgia. Tawa dan canda mewarnai sesi foto bersama, sementara beberapa alumni saling bertukar cerita tentang kenangan semasa kuliah.

 

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini ditutup oleh Prof. Fajar Adi Kusumo, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerjasama. “Pertemuan hari ini bukan akhir, tapi awal dari kolaborasi yang lebih nyata untuk kemajuan bersama,” pesannya penuh makna.

 

Di balik nuansa kekeluargaan yang kental, acara ini ternyata menyimpan nilai strategis. Para alumni sepakat untuk membentuk beberapa inisiatif, termasuk program pendampingan karir untuk mahasiswa dan penggalangan dana beasiswa BAKPHIA. Sebuah komitmen nyata yang menunjukkan bahwa Keluarga Alumni FMIPA UGM (Kamipagama) bukan hanya bernostalgia tentang kenangan masa lalu, tapi juga bicara tentang membangun masa depan bersama.

 

Dengan semangat “Guyub, Rukun, Migunani, pertemuan ini menjadi bukti bahwa alumni FMIPA UGM siap menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan sains di Indonesia, sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4, terkait dengan keterlibatan Alumni dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, SDG 9 yaitu terkait sharing berbagai project penelitian dan kolaborasi industri FMIPA UGM, serta silaturahmi lintas generasi untuk memperkuat inklusivitas yang mendukung SDG 10.

(FAK’25).

Read More

Prof Suherman Dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan

Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Kimia Analitik dan Lingkungan, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Suherman menyampaikan pidato Guru Besar yang berjudul “Pengembangan Sensor dan Biosensor Kimia Berbasis Nanomaterial Untuk Aplikasi Analisis Lingkungan”.

Dalam pidatonya, Prof. Suherman, mengungkapkan bahwa salah satu masalah besar berkaitan dengan lingkungan adalah kualitas air terutama air minum untuk konsumsi. Dalam studi UNICEF pada tahun 2020 menyampaikan bahwa hampir 70% sumber air konsumsi telah tercemar limbah domestik dan beresiko memunculkan penyakit diare akibat buruknya penataan sanitasi rumah tangga. “Keberadaan bakteri E-Coli menjadi salah satu indikasi kualitas air minum. Belum lagi cemaran berbagai logam dampak dari industrialisasi yang tidak dibarengi infrastruktur yang memadai,” terangnya.

Untuk mendeteksi kualitas air, Suherman mengembangkan teknologi sensor yang didalamnya terdapat nanomaterial di mana memiliki sensitivitas yang luar biasa dan dapat digunakan untuk mendeteksi kualitas air. “Pendekatan sensor lingkungan terutama untuk sampel air dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya menggunakan metode spektroskopi, elektrokimia dan sensor optik untuk mendeteksi kandungan nikel,” katanya.

Adapun untuk deteksi logam berat, kata Suherman, dapat dilakukan dengan metode spektroskopi berbasis fluoresensi dengan memanfaatkan material sensor berbasis karbon dot. Aplikasi sensor (carbon dots/CDs) juga dapat dimanfaatkan untuk biosensor bakteri E-Coli.

 

Suherman mengungkapkan bahwa perkembangan dunia riset terkait nanomaterial begitu pesat sehingga tidak hanya dalam perspektif modifikasi material saja, namun juga dalam sudut pandang aplikasinya yang semakin luas dan menjangkau berbagai bidang. Tantangan yang dihadapi tidak hanya menyasar pada parameter selektivitas dan sensitivitas, namun juga menuju satu bentuk aplikasi instrumentasi sensor yang handheld, mobile, dan real-time monitoring. “Dari sini kita menyadari bahwa jendela peluang begitu luas, dan tuntutan kolaborasi dengan bidang ilmu lain sangatlah terbuka,” ungkapnya.

Ketua Dewan Guru Besar, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyebutkan bahwa Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D., merupakan salah satu dari 526 Guru Besar aktif di UGM, dan salah satu dari 56 Guru Besar aktif dari 76 Guru Besar yang pernah dimiliki Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM.

Penulis : Jelita Agustine
Editor   : Gusti Grehenson
Foto     : Donnie

Sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/prof-suherman-dikukuhkan-jadi-guru-besar-bidang-kimia-analitik-dan-lingkungan/

Read More

Dosen FMIPA UGM Prof. Fahrudin Nugroho Dikukuhkan Guru Besar

Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, S.Si., M.Si., dikukuhkan Guru Besar, Selasa (22/4) di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM. Dalam pidato pengukuhan yang berjudul ‘Prospek Pengembangan Penelitian Dinamika Kompleks dalam Sistem Fisis’, Fahrudin menyoroti bagaimana konsep chaos dan turbulensi bukan sekadar istilah rumit di ruang kelas fisika, melainkan kenyataan yang membentuk banyak aspek kehidupan. “Di tengah dunia yang serba cepat dan kompleks, memahami ketidakteraturan justru menjadi kunci menciptakan solusi-solusi baru. Inilah sains yang mungkin terdengar abstrak, tapi dampaknya sangat nyata,” ungkapnya saat pidato pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Dinamika Tak-linier dan Chaos di Balai Senat UGM, Selasa (22/4).

Chaos dan turbulensi sering kali ditemui tanpa disadari, mulai dari pola angin dan awan di langit, hingga dinamika fluida dalam dunia industri. Meski tampak acak, sistem ini tetap tunduk pada hukum-hukum dasar fisika dan memiliki struktur statistik yang bisa dianalisis. Artinya, dalam kekacauan pun, sains tetap bisa membaca pola tersembunyi. Ini menjadi landasan penting dalam dunia teknik, meteorologi, hingga penerbangan. “Turbulensi adalah keadaan aliran fluida yang sangat tidak teratur dan bergejolak, sedangkan istilah chaos sendiri merujuk pada dinamika sistem deterministik yang sangat sensitif terhadap kondisi awal,” terang Fahrudin.

Kini sebagai bidang yang terus berkembang, dinamika taklinier dan chaos menjangkau tiga cabang utama, yakni pengembangan teori, kontrol sistem, dan penerapan praktis. Fahrudin mencontohkan bagaimana algoritma pembelajaran mesin kini digunakan untuk memprediksi sistem yang chaotic, atau bagaimana teori bifurkasi berperan dalam memahami ketidakstabilan sistem ekologis. Di sinilah letak menariknya, sesuatu yang tampak berantakan bisa jadi hanya proses menuju keseimbangan baru, dan memahami proses tersebut dapat menyelamatkan banyak hal, mulai dari sistem alam hingga kesehatan manusia.“Chaos tidak selalu bersifat permanen, kadang hanya fase dinamis sementara,” ujarnya.

Di UGM sendiri, penelitian tentang dinamika chaos telah berkembang pesat. Salah satunya melalui rancang bangun sistem Rayleigh-Bénard Convection (RBC) yang memungkinkan peneliti mengamati transisi aliran dari teratur ke turbulen. Selain itu, Departemen Fisika UGM juga mengembangkan studi elektro-hidrodinamika (EHD) dalam kristal cair, yang telah berhasil mengungkap fenomena soft-mode turbulence (SMT), suatu jenis turbulensi dengan sifat ketaklinieran rendah. Temuan ini tidak hanya membuka ruang riset dasar, tetapi juga menjanjikan aplikasi di bidang teknologi material dan elektronika. “Kami menemukan adanya glassy dynamics pada SMT, serta respons SMT terhadap medan magnet bolak-balik yang menyerupai karakteristik feromagnetik,” jelas Fahrudin.

Tidak hanya eksperimen, tim peneliti juga mengeksplorasi pendekatan numerik dengan menganalisis berbagai persamaan diferensial nonlinier, seperti Kuramoto–Sivashinsky, Swift-Hohenberg, dan Nikolaevskii. Lewat simulasi ini, para peneliti dapat menguji hipotesis tanpa harus langsung ke laboratorium. Ini juga memungkinkan eksplorasi ide-ide baru yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi teknologi aplikatif. “Simulasi ini memberikan wawasan penting tentang transisi dari dinamika biasa menuju chaos, serta struktur tersembunyi dalam turbulensi,” jelasnya.

Fahrudin juga menyinggung tokoh-tokoh penting dalam sejarah bidang ini, mulai dari Pierre-Gilles de Gennes, Giorgio Parisi, hingga Edward Ott. Dari mereka, dunia belajar bahwa sistem yang tampak kacau bisa mengandung keteraturan tersembunyi yang penting untuk kemajuan teknologi, komunikasi, hingga kecerdasan buatan. Ia mencontohkan teknologi komunikasi berbasis chaos shift keying yang sulit diintersepsi, menjadikannya relevan dalam pengembangan sistem keamanan data dan Internet of Things (IoT). Sains chaos pun kini bukan hanya studi akademik, tetapi juga bagian dari masa depan teknologi digital yang makin terhubung.

Menutup pidatonya, Fahrudin menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, kolega, institusi, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga mencapai titik ini. Ia juga menitipkan harapan bagi generasi ilmuwan berikutnya untuk terus menggali potensi dinamika kompleks dalam sistem fisis. “Melalui pemahaman terhadap dinamika kompleks, kita dapat mengembangkan metode baru untuk mengendalikan dan memanfaatkan fenomena ini, baik untuk memahami alam lebih dalam maupun menerapkannya dalam teknologi. Di tengah dunia yang semakin kompleks, mungkin justru chaos-lah yang bisa menuntun kita menemukan pola, harapan, dan terobosan,” pungkasnya.

Ketua Majelis Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyampaikan bahwa dengan pengukuhan ini, Prof. Fahrudin Nugroho menjadi bagian dari 526 Guru Besar aktif Universitas Gadjah Mada, sekaligus memperkuat barisan 56 Guru Besar aktif yang dimiliki oleh FMIPA UGM. Capaian ini tidak hanya memperkuat posisi UGM sebagai pusat keunggulan akademik di bidang dinamika kompleks dalam sistem fisis, tetapi juga menjadi bagian dari warisan keilmuan yang terus tumbuh, menyemai pemikiran dan pengabdian bagi kemajuan bangsa.

Penulis : Triya Andriyani
Foto     : Firsto

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/dosen-fmipa-ugm-prof-fahrudin-nugroho-dikukuhkan-guru-besar/

Read More
Translate