Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Agustus 13, 2026

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan PolPay (Jempol Payment), Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Biometrik Sidik Jari Tanpa Kartu dan Ponsel

Tim mahasiswa FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tengah mengembangkan PolPay (Jempol Payment), sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transaksi. Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional, PolPay memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa kartu maupun telepon genggam dengan memanfaatkan autentikasi biometrik. 

Pengembangan inovasi PolPay ini dilakukan melalui penelitian berjudul Alat Pembayaran Biometrik Terjangkau Berbasis Komputasi Tepi (PolPay) dengan Standar Enkripsi Lanjutan 256-Bit untuk Transaksi Terproteksi Privasi. Penelitian tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing. 

Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang bergantung pada kartu atau perangkat seluler, PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Pengguna dapat melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistem biometrik yang dikembangkan oleh tim.

Dalam pengembangannya, PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, mengurangi latensi, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan data biometrik.

Selain mengutamakan keamanan, PolPay dirancang sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Dengan konsep tersebut, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun telepon genggam dalam proses transaksi. Saat ini, penelitian PolPay masih berada pada tahap pengembangan prototipe. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi sebelum dilakukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut.

Pengembangan PolPay juga mendukung arah transformasi digital nasional yang selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi pembayaran digital yang mengutamakan keamanan sekaligus perlindungan privasi pengguna.

Secara keseluruhan, pengembangan PolPay berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi pembayaran digital yang inovatif dan inklusif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat keamanan siber dan perlindungan data dalam ekosistem transaksi digital. Inovasi ini menunjukkan bagaimana riset mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan transformasi digital Indonesia. 

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Raih Prestasi Gemilang di International Mathematics Competition (IMC) Bulgaria 2026

Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–3 Agustus 2026 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM, yakni Muhammad Hanif yang berhasil meraih Bronze Medal dan Fajar Arif Shodiqin yang memperoleh Honorable Mention.

Hanif dan Fajar merupakan dua dari lima mahasiswa yang terpilih mewakili Indonesia pada IMC 2026. Dihimpun dari laman resmi Departemen Matematika, keduanya terlebih dahulu mengikuti rangkaian seleksi yang diawali melalui Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT). Para peraih medali emas, perak, perunggu, serta honorable mention pada ONMIPA-PT kemudian diundang mengikuti seleksi nasional untuk menentukan wakil Indonesia pada IMC 2026.

Sebelum mengikuti kompetisi di Bulgaria, kelima delegasi Indonesia menjalani pembinaan intensif yang diselenggarakan di Hotel MM UGM dan Departemen Matematika FMIPA UGM. Pembinaan tersebut bertujuan memperkuat penguasaan materi sekaligus mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi matematika tingkat internasional.

Rangkaian seleksi dan pembinaan tersebut kemudian membuahkan hasil pada IMC 2026. Muhammad Hanif berhasil meraih Bronze Medal, sedangkan Fajar Arif Shodiqin memperoleh Honorable Mention. Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM sekaligus membawa nama UGM dan Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi mahasiswa FMIPA UGM pada IMC 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keikutsertaan dalam kompetisi matematika tingkat internasional menjadi bagian dari pengembangan kompetensi akademik, kemampuan berpikir analitis, serta pengalaman belajar yang berorientasi pada standar global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi FMIPA UGM dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas keilmuan dan daya saing untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis: Inna Mutifah
Foto: Kemdiktisaintek dan Bu Siti (UPI)

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan Griffith University, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama akademik dengan Griffith University melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 20 Juli 2026. Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan akademik yang menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University sebagai pembicara dalam Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 yang diselenggarakan oleh Departemen Kimia FMIPA UGM pada 24 Juli 2026.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara FMIPA UGM dan Griffith University. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi di bidang akademik dan riset antara kedua institusi.

Tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, hubungan akademik kedua institusi juga diwujudkan melalui kegiatan ilmiah yang melibatkan sivitas akademika. Departemen Kimia FMIPA UGM menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University dalam kegiatan CASE #4 yang mengangkat topik Carbon Dots: Catalyzing the Future of Green Quantum Materials. 

Dalam kuliah tersebut, Prof. Qin Li membahas carbon dots dalam konteks pengembangan green quantum materials. Topik tersebut memperkenalkan perkembangan material berbasis carbon dots dan potensinya dalam mendukung pengembangan material yang lebih ramah lingkungan.

Kehadiran akademisi dari Griffith University dalam kegiatan CASE menjadi bagian dari penguatan interaksi akademik antara FMIPA UGM dan mitra internasional. Melalui forum ilmiah seperti ini, sivitas akademika dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan peneliti dari institusi di luar negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya FMIPA UGM dalam memperluas jejaring internasional melalui kerja sama kelembagaan yang diikuti dengan kegiatan akademik. Kolaborasi dengan Griffith University diharapkan dapat menjadi ruang bagi pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian pada bidang-bidang yang relevan di masa mendatang.

Kerja sama FMIPA UGM dengan Griffith University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi melalui kerja sama kelembagaan dan forum akademik internasional membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan riset lintas institusi. Melalui kemitraan tersebut, FMIPA UGM terus memperluas akses sivitas akademika terhadap jejaring dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Kembangkan PolPay (Jempol Payment), Inovasi Pembayaran Digital Berbasis Biometrik Sidik Jari Tanpa Kartu dan Ponsel

Tim mahasiswa FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) tengah mengembangkan PolPay (Jempol Payment), sebuah inovasi sistem pembayaran digital berbasis biometrik sidik jari yang dirancang untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi transaksi. Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional, PolPay memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa kartu maupun telepon genggam dengan memanfaatkan autentikasi biometrik. 

Pengembangan inovasi PolPay ini dilakukan melalui penelitian berjudul Alat Pembayaran Biometrik Terjangkau Berbasis Komputasi Tepi (PolPay) dengan Standar Enkripsi Lanjutan 256-Bit untuk Transaksi Terproteksi Privasi. Penelitian tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing. 

Berbeda dengan sistem pembayaran konvensional yang bergantung pada kartu atau perangkat seluler, PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Pengguna dapat melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistem biometrik yang dikembangkan oleh tim.

Dalam pengembangannya, PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS. Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan perlindungan privasi pengguna, mengurangi latensi, serta meminimalkan risiko penyalahgunaan data biometrik.

Selain mengutamakan keamanan, PolPay dirancang sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi sejenis yang umumnya membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi. Dengan konsep tersebut, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun telepon genggam dalam proses transaksi. Saat ini, penelitian PolPay masih berada pada tahap pengembangan prototipe. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi sebelum dilakukan pengujian dan pengembangan lebih lanjut.

Pengembangan PolPay juga mendukung arah transformasi digital nasional yang selaras dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan teknologi pembayaran digital yang mengutamakan keamanan sekaligus perlindungan privasi pengguna.

Secara keseluruhan, pengembangan PolPay berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan teknologi pembayaran digital yang inovatif dan inklusif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat keamanan siber dan perlindungan data dalam ekosistem transaksi digital. Inovasi ini menunjukkan bagaimana riset mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi teknologi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat dan transformasi digital Indonesia. 

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Mahasiswa FMIPA UGM Raih Prestasi Gemilang di International Mathematics Competition (IMC) Bulgaria 2026

Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengharumkan nama Indonesia dalam ajang International Mathematics Competition (IMC) 2026 yang berlangsung pada 27 Juli–3 Agustus 2026 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria. Keduanya merupakan mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM, yakni Muhammad Hanif yang berhasil meraih Bronze Medal dan Fajar Arif Shodiqin yang memperoleh Honorable Mention.

Hanif dan Fajar merupakan dua dari lima mahasiswa yang terpilih mewakili Indonesia pada IMC 2026. Dihimpun dari laman resmi Departemen Matematika, keduanya terlebih dahulu mengikuti rangkaian seleksi yang diawali melalui Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT). Para peraih medali emas, perak, perunggu, serta honorable mention pada ONMIPA-PT kemudian diundang mengikuti seleksi nasional untuk menentukan wakil Indonesia pada IMC 2026.

Sebelum mengikuti kompetisi di Bulgaria, kelima delegasi Indonesia menjalani pembinaan intensif yang diselenggarakan di Hotel MM UGM dan Departemen Matematika FMIPA UGM. Pembinaan tersebut bertujuan memperkuat penguasaan materi sekaligus mempersiapkan para peserta menghadapi kompetisi matematika tingkat internasional.

Rangkaian seleksi dan pembinaan tersebut kemudian membuahkan hasil pada IMC 2026. Muhammad Hanif berhasil meraih Bronze Medal, sedangkan Fajar Arif Shodiqin memperoleh Honorable Mention. Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa Departemen Matematika FMIPA UGM sekaligus membawa nama UGM dan Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi mahasiswa FMIPA UGM pada IMC 2026 juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Keikutsertaan dalam kompetisi matematika tingkat internasional menjadi bagian dari pengembangan kompetensi akademik, kemampuan berpikir analitis, serta pengalaman belajar yang berorientasi pada standar global. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi FMIPA UGM dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas keilmuan dan daya saing untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan.

Penulis: Inna Mutifah
Foto: Kemdiktisaintek dan Bu Siti (UPI)

Read More

FMIPA UGM Jalin Kerja Sama dengan Griffith University, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kerja sama akademik dengan Griffith University melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 20 Juli 2026. Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan akademik yang menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University sebagai pembicara dalam Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) #4 yang diselenggarakan oleh Departemen Kimia FMIPA UGM pada 24 Juli 2026.

Penandatanganan MoU menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara FMIPA UGM dan Griffith University. Kerja sama tersebut membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi di bidang akademik dan riset antara kedua institusi.

Tidak berhenti pada kerja sama kelembagaan, hubungan akademik kedua institusi juga diwujudkan melalui kegiatan ilmiah yang melibatkan sivitas akademika. Departemen Kimia FMIPA UGM menghadirkan Prof. Dr. Qin Li dari Griffith University dalam kegiatan CASE #4 yang mengangkat topik Carbon Dots: Catalyzing the Future of Green Quantum Materials. 

Dalam kuliah tersebut, Prof. Qin Li membahas carbon dots dalam konteks pengembangan green quantum materials. Topik tersebut memperkenalkan perkembangan material berbasis carbon dots dan potensinya dalam mendukung pengembangan material yang lebih ramah lingkungan.

Kehadiran akademisi dari Griffith University dalam kegiatan CASE menjadi bagian dari penguatan interaksi akademik antara FMIPA UGM dan mitra internasional. Melalui forum ilmiah seperti ini, sivitas akademika dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan peneliti dari institusi di luar negeri.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya FMIPA UGM dalam memperluas jejaring internasional melalui kerja sama kelembagaan yang diikuti dengan kegiatan akademik. Kolaborasi dengan Griffith University diharapkan dapat menjadi ruang bagi pengembangan kerja sama pendidikan dan penelitian pada bidang-bidang yang relevan di masa mendatang.

Kerja sama FMIPA UGM dengan Griffith University turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi melalui kerja sama kelembagaan dan forum akademik internasional membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan riset lintas institusi. Melalui kemitraan tersebut, FMIPA UGM terus memperluas akses sivitas akademika terhadap jejaring dan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More
Translate