Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Agustus 6, 2026

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More

FMIPA UGM Gelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ajak Orang Tua Bersinergi Siapkan Generasi Unggul dan Berdampak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pertemuan bersama orang tua mahasiswa baru di Auditorium Herman Johannes UGM, Senin (3/8), sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan sistem pendidikan, tata kelola fakultas, serta arah pengembangan FMIPA UGM kepada para orang tua. Selain dihadiri jajaran pimpinan fakultas, acara juga melibatkan perwakilan dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan kampus. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Prof. Kuwat turut menyoroti perkembangan menuju Society 5.0 yang menuntut lulusan agar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta keterampilan bekerja sama lintas disiplin.

“Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta berani mengambil peluang untuk terus berkembang,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, FMIPA UGM terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah kerja sama mutakhir yang telah terjalin antara lain pengembangan kecerdasan buatan bersama NVIDIA, kolaborasi dengan Google dan Kementerian Kesehatan dalam pengembangan teknologi penanganan tuberkulosis, serta kemitraan dengan berbagai institusi di Taiwan di bidang semikonduktor dan energi yang turut membuka peluang beasiswa serta penempatan kerja bagi lulusan. Melalui berbagai kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti riset kolaboratif, magang industri, sertifikasi kompetensi, proyek bersama mitra, hingga berbagai program internasional.

“Kami berharap orang tua memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengambil berbagai peluang tersebut. Pengalaman di luar kelas akan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan karakter mereka,” kata Prof. Kuwat.

Selain menekankan pentingnya pengalaman akademik dan profesional, Prof. Kuwat menyampaikan bahwa FMIPA UGM berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan dosen pembimbing akademik, pengembangan kompetensi, kolaborasi internasional, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal studi, serta termasuk pemanfaatan fasilitas Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang menyediakan berbagai even pengembangan keoemimpinan dll. Ia juga menegaskan bahwa hasil riset FMIPA diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi dan inovasi. 

Prof. Kuwat turut mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya selama menjalani masa transisi ke dunia perkuliahan. Menurutnya, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan mahasiswa dan mendorong mereka aktif mengikuti organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai program pengembangan diri.

“Orang tua tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga menjadi pendengar, pembimbing, dan penyemangat bagi putra-putrinya,” pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Kuwat menegaskan komitmen FMIPA UGM dalam mencetak leaders of tomorrow, yakni lulusan yang siap menjadi ilmuwan, peneliti, profesional industri, technopreneur, maupun inovator yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Selain sambutan Dekan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan mengenai tata kelola akademik dan keuangan fakultas serta sesi pengenalan dari masing-masing departemen. Melalui pertemuan ini, FMIPA UGM berharap terjalin komunikasi yang erat dengan orang tua sebagai mitra dalam mendampingi mahasiswa meraih keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Kegiatan pertemuan orang tua mahasiswa baru ini mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berpusat pada pengembangan potensi mahasiswa. Upaya memperluas kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan institusi internasional juga berkontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kemitraan strategis yang membuka peluang pembelajaran, penelitian, magang, dan pengembangan karier bagi mahasiswa. Sinergi antara kampus, orang tua, dan berbagai mitra diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

FMIPA UGM Sambut Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Penyelenggaraan PIONIR PASCAL 2026 Resmi Dimulai

PIONIR PASCAL 2026 sebagai rangkaian penyambutan mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dibuka pada Rabu (5/8) di Auditorium Lantai 7 FMIPA UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari hari ketiga pelaksanaan PIONIR UGM Tahun Akademik 2026/2027 setelah mahasiswa baru mengikuti rangkaian orientasi di tingkat universitas selama dua hari sebelumnya.

Pembukaan PIONIR PASCAL 2026 ditandai dengan prosesi simbolisasi oleh Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Kuwat mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga memperkenalkan arah pengembangan FMIPA UGM yang terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional guna menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Prof. Dr. Kuwat Triyana, M.Si. turut mengajak para mahasiswa baru  memandang masa perkuliahan sebagai titik awal transformasi dari seorang pelajar menjadi pembelajar yang mandiri. Menurutnya, kehidupan di perguruan tinggi menuntut mahasiswa mampu mengarahkan dirinya sendiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta terus mengembangkan kemampuan belajar sepanjang hayat.

“Kebebasan di perguruan tinggi selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Mahasiswa tidak cukup hanya hadir di dalam kelas, tetapi perlu benar-benar hadir dalam proses pembelajaran melalui rasa ingin tahu, refleksi, dan konsistensi belajar,” ungkapnya.

Prof. Kuwat menyoroti perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, dan teknologi baru lainnya. Menurutnya, lulusan FMIPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global, mulai dari krisis energi, perubahan lingkungan, mitigasi bencana, hingga transformasi digital.

Sebelumnya, Koordinator Gugus, Chalis Setyadi, S.Si., M.Sc., Ph.D, menyampaikan sambutan yang mengajak mahasiswa baru menjadikan PIONIR PASCAL sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan FMIPA UGM, membangun jejaring pertemanan, serta menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

 

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan drama musikal yang menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa FMIPA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow bersama Dekan FMIPA UGM yang membahas arah pengembangan fakultas, tantangan dunia kerja, serta pentingnya membangun kompetensi yang adaptif. Mahasiswa baru juga berkesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

Kegiatan hari pertama turut menghadirkan sesi sharing alumni yang menghadirkan Daniel Oscar selaku ketua Kamipagama dan Agatha Novi Febriyanti (Mahasiswa Kimia 2022, finalis COC Season 3) sebagai narasumber. Keduanya berbagi pengalaman selama menempuh pendidikan di FMIPA UGM, mulai dari proses beradaptasi sebagai mahasiswa, aktif dalam kegiatan akademik dan kemahasiswaan, hingga mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru memperoleh gambaran mengenai pentingnya memanfaatkan masa studi untuk mengembangkan kompetensi, membangun jejaring, serta meraih berbagai peluang pengembangan diri.

Setelah rangkaian pembukaan, mahasiswa baru mengikuti kegiatan di tingkat program studi yang meliputi pengenalan program studi (keprodian), pengenalan organisasi kemahasiswaan (kehimaan), penyusunan Life Mapping sebagai sarana merancang tujuan dan pengembangan diri selama masa studi, serta sesi kepemanduan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, lingkungan FMIPA UGM, dan berinteraksi lebih dekat dengan kakak pemandu.

PIONIR PASCAL 2026 akan berlanjut pada Kamis (6/8) dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkenalkan lingkungan FMIPA UGM secara lebih interaktif. Rangkaian hari kedua meliputi Tour de MIPA, Science Project, sesi Health Promoting University (HPU), pemutaran video profil himpunan mahasiswa, hingga penutupan PIONIR PASCAL 2026.

Penyelenggaraan kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui kolaborasi yang erat tersebut, FMIPA UGM berkomitmen membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer : Afiandina Sukma, Daffa Athatara

Read More

FMIPA UGM Gelar Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, Ajak Orang Tua Bersinergi Siapkan Generasi Unggul dan Berdampak

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pertemuan bersama orang tua mahasiswa baru di Auditorium Herman Johannes UGM, Senin (3/8), sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkenalkan sistem pendidikan, tata kelola fakultas, serta arah pengembangan FMIPA UGM kepada para orang tua. Selain dihadiri jajaran pimpinan fakultas, acara juga melibatkan perwakilan dari seluruh departemen di FMIPA UGM.

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan kampus. Menurutnya, komunikasi yang baik dengan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Prof. Kuwat turut menyoroti perkembangan menuju Society 5.0 yang menuntut lulusan agar tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta keterampilan bekerja sama lintas disiplin.

“Penguasaan ilmu pengetahuan saja tidak lagi cukup. Mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat, mampu beradaptasi, berpikir kritis, serta berani mengambil peluang untuk terus berkembang,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut, FMIPA UGM terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional. Sejumlah kerja sama mutakhir yang telah terjalin antara lain pengembangan kecerdasan buatan bersama NVIDIA, kolaborasi dengan Google dan Kementerian Kesehatan dalam pengembangan teknologi penanganan tuberkulosis, serta kemitraan dengan berbagai institusi di Taiwan di bidang semikonduktor dan energi yang turut membuka peluang beasiswa serta penempatan kerja bagi lulusan. Melalui berbagai kemitraan tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan mengikuti riset kolaboratif, magang industri, sertifikasi kompetensi, proyek bersama mitra, hingga berbagai program internasional.

“Kami berharap orang tua memberikan dukungan dan kepercayaan kepada putra-putrinya untuk mengambil berbagai peluang tersebut. Pengalaman di luar kelas akan menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi dan karakter mereka,” kata Prof. Kuwat.

Selain menekankan pentingnya pengalaman akademik dan profesional, Prof. Kuwat menyampaikan bahwa FMIPA UGM berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan dosen pembimbing akademik, pengembangan kompetensi, kolaborasi internasional, pemetaan potensi mahasiswa sejak awal studi, serta termasuk pemanfaatan fasilitas Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM yang menyediakan berbagai even pengembangan keoemimpinan dll. Ia juga menegaskan bahwa hasil riset FMIPA diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi dan inovasi. 

Prof. Kuwat turut mengajak para orang tua untuk terus mendampingi putra-putrinya selama menjalani masa transisi ke dunia perkuliahan. Menurutnya, dukungan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan mahasiswa dan mendorong mereka aktif mengikuti organisasi, kompetisi, pengabdian kepada masyarakat, maupun berbagai program pengembangan diri.

“Orang tua tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga menjadi pendengar, pembimbing, dan penyemangat bagi putra-putrinya,” pesannya.

Menutup sambutannya, Prof. Kuwat menegaskan komitmen FMIPA UGM dalam mencetak leaders of tomorrow, yakni lulusan yang siap menjadi ilmuwan, peneliti, profesional industri, technopreneur, maupun inovator yang mampu berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Selain sambutan Dekan, kegiatan juga diisi dengan pemaparan mengenai tata kelola akademik dan keuangan fakultas serta sesi pengenalan dari masing-masing departemen. Melalui pertemuan ini, FMIPA UGM berharap terjalin komunikasi yang erat dengan orang tua sebagai mitra dalam mendampingi mahasiswa meraih keberhasilan selama menempuh pendidikan.

Kegiatan pertemuan orang tua mahasiswa baru ini mencerminkan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berpusat pada pengembangan potensi mahasiswa. Upaya memperluas kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan institusi internasional juga berkontribusi terhadap SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kemitraan strategis yang membuka peluang pembelajaran, penelitian, magang, dan pengembangan karier bagi mahasiswa. Sinergi antara kampus, orang tua, dan berbagai mitra diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More
Translate