Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

April 13, 2026

Dikukuhkan Bersama, Prof. Tutik dan Prof. Edi Berbagi Cerita soal Konsistensi, Komunikasi, dan Saling Mendukung

Suasana khidmat sekaligus hangat mewarnai prosesi pengukuhan dua guru besar dari Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Dalam kesempatan tersebut, sepasang kekasih yaitu Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dari Departemen Kimia dan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika dikukuhkan bersama pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Usai acara, Prof. Tutik membagikan pandangan sederhana tentang kunci dari perjalanan tersebut. “Kalau mau ada hasil, ya harus tekun,” ujarnya. 

Ia menyampaikan bahwa hasil tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang dijalani dengan kesungguhan. “Ketika kita benar-benar menekuni bidang yang kita suka, pasti hasil itu akan mengikuti,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Edi juga turut memberikan gambaran tentang sosok Prof. Tutik dari sudut pandangnya. Ia menyebut bahwa ketekunan tersebut memang sudah terlihat sejak lama. “Beliau itu orangnya rajin, rajin sekali” ungkapnya singkat.

Di balik capaian akademik ini, keduanya juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang paling penting kuncinya adalah komunikasi yang baik dan saling mendukung,” kata Prof. Tutik. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci agar keduanya bisa tetap berjalan beriringan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Tentu saja, selain mencerminkan keberhasilan di bidang akademik, hal ini juga menunjukkan bahwa dengan ketekunan, kesungguhan, dan dukungan satu sama lain, dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam menempuh perjalanan panjang menuju puncak karier.

Secara keseluruhan, pengukuhan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kiprah akademik yang ditunjukkan oleh Prof. Tutik dan Prof. Edi mencerminkan peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui ketekunan dan dedikasi di bidang masing-masing, keduanya turut berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Dikukuhkan Bersama, Prof. Tutik dan Prof. Edi Berbagi Cerita soal Konsistensi, Komunikasi, dan Saling Mendukung

Suasana khidmat sekaligus hangat mewarnai prosesi pengukuhan dua guru besar dari Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Dalam kesempatan tersebut, sepasang kekasih yaitu Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dari Departemen Kimia dan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika dikukuhkan bersama pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Usai acara, Prof. Tutik membagikan pandangan sederhana tentang kunci dari perjalanan tersebut. “Kalau mau ada hasil, ya harus tekun,” ujarnya. 

Ia menyampaikan bahwa hasil tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang dijalani dengan kesungguhan. “Ketika kita benar-benar menekuni bidang yang kita suka, pasti hasil itu akan mengikuti,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Edi juga turut memberikan gambaran tentang sosok Prof. Tutik dari sudut pandangnya. Ia menyebut bahwa ketekunan tersebut memang sudah terlihat sejak lama. “Beliau itu orangnya rajin, rajin sekali” ungkapnya singkat.

Di balik capaian akademik ini, keduanya juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang paling penting kuncinya adalah komunikasi yang baik dan saling mendukung,” kata Prof. Tutik. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci agar keduanya bisa tetap berjalan beriringan, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

Tentu saja, selain mencerminkan keberhasilan di bidang akademik, hal ini juga menunjukkan bahwa dengan ketekunan, kesungguhan, dan dukungan satu sama lain, dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam menempuh perjalanan panjang menuju puncak karier.

Secara keseluruhan, pengukuhan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Kiprah akademik yang ditunjukkan oleh Prof. Tutik dan Prof. Edi mencerminkan peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan ilmu pengetahuan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui ketekunan dan dedikasi di bidang masing-masing, keduanya turut berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Angkat Senyawa Multifungsi Pirazolina

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D., dosen Departemen Kimia FMIPA UGM dikukuhkan sebagai Guru besar bidang Ilmu Kimia pada hari Kamis, 9 April 2026 di Balai Senat UGM. Pengukuhan ini dilaksanakan dalam satu seremoni bersamaan dengan pengukuhan Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., P.hD. dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM sebagai Guru Besar bidang Rekayasa Ilmu Pengetahuan. Keduanya termasuk dari 54 Guru Besar aktif dari 78 Guru Besar FMIPA dan dari 547 Guru Besar aktif di UGM.

Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M,Si., Ph.D. telah memiliki 8 paten dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan 44 publikasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Pirazolina sebagai Platforms Molekul Multifungsi: Sintesis, Aktivitas Antikanker dan Aplikasinya sebagai Kemofluorosensor Selektif. 

Fokus riset beliau pada senyawa pirazolina menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki potensi yang luas, terutama sebagai kandidat antikanker. Melalui modifikasi terhadap struktur molekul, senyawa ini dinilai mampu menghambat pertumbuhan sejumlah sel kanker dengan tetap menjaga selektivitas terhadap sel normal.

Pengembangan riset tersebut juga mengarah pada bidang bioimaging. Pirazolina digunakan sebagai penanda visual pada sel, sehingga memungkinkan dilakukan pengamatan proses biologis secara langsung dan berpotensi dikembangkan untuk proses diagnosis berbasis gambar citra.

Melalui riset ini dapat diketahui pula adanya peluang pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih presisi. Dengan memanfaatkan sifat pirazolina yang dapat berfluoresensi, senyawa ini dapat digunakan sebagai sensor kimia untuk mendeteksi logam berat dengan sensitivitas tinggi.

Di sisi lain, beliau juga menekankan penggunaan pendekatan kimia hijau melalui teknik sonikasi dan iradiasi yang terbukti meningkatkan efisiensi reaksi sekaligus lebih ramah lingkungan. Beliau menyampaikan bahwa sintesis organik kini tidak lagi hanya berorientasi pada kajian teoritis melainkan diarahkan pada pengembangan solusi nyata.

Secara keseluruhan, kegiatan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung tujuan kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), inovasi industri (SDG 9), serta penanganan pencemaran lingkungan (SDG 6). Integrasi antara pengembangan obat, teknologi sensor, dan pendekatan kimia hijau ini menunjukkan kontribusi ilmu kimia dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More
Translate