Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Juli 29, 2026

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More

FMIPA UGM Gelar International Workshop for Educators, Perkuat Literasi Sains dan Teknologi Guru

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan International Workshop for Educators bertajuk “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” yang berlangsung pada 29 hingga 31 Juli 2026 mendatang di Auditorium Herman Johannes. Workshop yang diikuti sekitar 250 kepala sekolah SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia ini bertujuan memperkuat literasi sains dan teknologi, meningkatkan kapasitas pendidik melalui pendekatan coaching program  serta memperluas jejaring kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi.

Perkembangan sains dan teknologi yang berlangsung sangat pesat menuntut pendidik untuk terus memperbarui kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran sains kini tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penalaran ilmiah, kreativitas, dan penyelesaian masalah. Melalui pendekatan coaching, workshop ini diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan bagi para pendidik untuk mengintegrasikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Membuka kegiatan tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan masa depan. Ia menjelaskan bahwa FMIPA UGM tidak hanya berkomitmen menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga memastikan hasil-hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata melalui penguatan kapasitas pendidik dan kolaborasi dengan sekolah. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan di FMIPA UGM di bidang kecerdasan buatan, kesehatan, energi, lingkungan, hingga pangan menjadi bukti bahwa sains mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran.

Prof. Kuwat turut menyampaikan mengenai sejumlah program lanjutan untuk memperkuat kolaborasi dengan sekolah. Program tersebut mencakup jalur khusus bagi guru SMA, immersion program bagi guru dan siswa, pengembangan educational kit, serta berbagai bentuk pendampingan yang dirancang agar pembelajaran sains di sekolah semakin dekat dengan perkembangan riset. “Ke depan kami akan memfasilitasi guru dan siswa melalui berbagai program, mulai dari immersion program, educational kit, hingga kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Rangkaian workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Prof. Tuan Hsiao-Lin dari National Changhua University of Education, Taiwan, yang akan membahas pengembangan profesional guru melalui literasi sains dan pembelajaran berbasis inkuiri. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Hung Yi Wen yang akan berbagi pengalaman penerapan pembelajaran sains di sekolah menengah Taiwan, Dr. Eng. Trisna Julian dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang, serta Prof. Dr. Eng. Yudi Darma dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang akan memaparkan kebijakan Sekolah Garuda dalam menyiapkan talenta sains Indonesia. Hari kedua juga diisi dengan paparan mengenai peran FMIPA UGM dalam penguatan pendidikan STEM serta peluang kolaborasi internasional dan studi lanjut di Taiwan.

Pada hari terakhir, peserta akan mengikuti sesi mengenai persiapan studi ke luar negeri, pengembangan kemitraan internasional, dan paparan “Research and Innovation for the Future” yang disampaikan Prof. Kuwat Triyana. Seluruh rangkaian workshop dirancang agar peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan sains dan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FMIPA UGM berharap hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah semakin erat, sehingga hasil-hasil riset dan inovasi dapat lebih mudah diadopsi dalam pembelajaran. Dengan demikian, penguatan literasi sains dan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi yang mendukung lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan masa depan.

Penyelenggaraan International Workshop for Educators ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas guru dalam literasi sains dan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan membangun kolaborasi antara FMIPA UGM, sekolah, akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. Selain itu, pengenalan berbagai hasil riset dan inovasi FMIPA UGM yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di bidang kesehatan, lingkungan, energi, dan pangan mencerminkan upaya mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah
Fotografer: Afiandina Sukma

Read More

Departemen Fisika FMIPA UGM Berkolaborasi dengan BRIN dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP) Selenggarakan Short School on Quantum Physics

Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM) menyelenggarakan Short Quantum School pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Fisika FMIPA UGM dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan The Asia Pacific Center for Theoretical Physics (APCTP).

Opening ceremony Short School on Quantum Physics ini berlangsung di Auditorium RMJT Soehakso. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Sholihun, S.Si., M.Sc., Ph.D.Sc. selaku Ketua Departemen Fisika. Sementara itu, perwakilan dari BRIN turut hadir dalam acara pembukaan.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai Kerangka Matematika Mekanika Kuantum, Postulat Mekanika Kuantum & Sistem Dasar, serta Pengukuran Kuantum, Prinsip Ketidakpastian dan Penerapannya. Seluruh materi tersebut dipaparkan langsung oleh Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Farchani Rosyid, M.Si., dosen Departemen Fisika FMIPA UGM.

Memasuki sesi siang hingga sore, materi dilanjutkan membahas Dasar-Dasar Keterkaitan dan Informasi Kuantum yang disampaikan oleh peneliti dari BRIN, Dr. Agung Budiyono.

Penyelenggaraan Short School on Quantum Physics ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya mengenai SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dan penguatan kompetensi di bidang fisika kuantum. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan institusi internasional.

Penulis : Meitha Eka Nurhasanah

Read More
Translate