Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Februari 13, 2026

Sinergi 17 Tahun: LFPS FMIPA UGM Perkuat Kemandirian Energi di Blok Rokan

Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi nasional kembali ditorehkan oleh FMIPA UGM. Hari ini, FMIPA UGM menerima kunjungan tim geologist dan geophysicist dari fungsi Development Planning PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam rangka pelaksanaan Kick-off Meeting Swakelola Studi Akuisisi dan Processing Passive Seismic.

FMIPA UGM diwakili langsung oleh Dekan, Prof. Kuwat Triyana, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Wiwit Suryanto, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Pelaksana Studi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan rencana kerja, ruang lingkup, serta jadwal pelaksanaan studi yang akan berjalan selama tujuh bulan ke depan.

Proyek strategis ini akan dilaksanakan oleh Tim Low Frequency Passive Seismic (LFPS) FMIPA UGM. Penggunaan teknologi LFPS merupakan hasil dari dedikasi riset jangka panjang yang telah terjalin selama lebih dari 17 tahun antara Upstream Innovation Pertamina dan Laboratorium Geofisika FMIPA UGM.

Mengapa Studi Ini Penting?

Teknologi LFPS merupakan inovasi karya anak bangsa yang telah terbukti andal. Metode ini telah diterapkan di berbagai lapangan migas domestik, mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan, teknologi hasil kolaborasi Pertamina–UGM ini juga telah menembus kancah internasional, termasuk di lapangan migas Pertamina di Aljazair.

Prestasi metode LFPS di tingkat global tersebut memperoleh apresiasi tinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui penghargaan Dharma Karya Energi Tahun 2021, yang diberikan kepada PC Prove Elang Gurun dalam sinergi dengan Upstream Innovation. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan kolaborasi industri–perguruan tinggi dalam menghasilkan teknologi berkelas dunia yang memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan energi nasional.

Kini, LFPS kembali dipercaya untuk mendukung optimasi pengembangan lapangan minyak di wilayah kerja PHR, termasuk Blok Rokan yang memiliki peran strategis dalam menjaga produksi nasional. Kepercayaan ini menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari laboratorium kampus mampu memberikan dampak langsung bagi industri energi nasional.

FMIPA UGM berkomitmen untuk terus menjadi mitra inovasi industri, memastikan bahwa setiap penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi bertransformasi menjadi solusi aplikatif yang mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

#FMIPAUGM #GeofisikaUGM #PertaminaHuluRokan #EnergiNasional #SinergiKampusIndustri #LFPS #InovasiIndonesia

Read More

Dosen dan Mahasiswa FMIPA UGM Mengembangkan Model Berbasis AI untuk Analisis Pascagempa dan Mitigasi Bencana Seismik

Gempa bumi berkekuatan 6,4 M yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, belum lama ini menjadi perhatian luas masyarakat. Pasalnya, getaran yang ditimbulkan dapat  dirasakan hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2025 oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menjadi relevan, utamanya untuk mendukung upaya analisis pascagempa dan pengurangan risiko bencana seismik.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FMIPA UGM yaitu Dr. Ir. Ari Fadli, S.T., M.Eng., IPM (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo , M.Sc. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Dr. Assoc. Prof. Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), dan Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. (Departemen Fisika).

Melalui penelitian ini, telah dikembangkan sebuah model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama ConvBiLSTM-Net, yang dirancang untuk menganalisis parameter utama gempa bumi, meliputi magnitudo, kedalaman, serta lokasi pusat gempa (episenter). Model ini menggabungkan analisis pola ruang (spasial) dan pola waktu (temporal) dari data historis gempa bumi serta informasi kepadatan sesar aktif di Indonesia.

Pendekatan yang dikembangkan sangat bermanfaat dalam tahapan pascagempa, antara lain untuk menganalisis kemungkinan gempa susulan, mengidentifikasi wilayah yang masih berpotensi berisiko, serta meningkatkan ketelitian pemetaan kerawanan gempa.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ConvBiLSTM-Net memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan berbagai model pembelajaran mesin lainnya. Model ini dinilai lebih akurat dan stabil dalam mengenali pola lokasi episenter gempa, yang merupakan aspek penting dalam mitigasi bencana.

Dalam kaitannya dengan kebijakan kebencanaan nasional, riset ini dapat menjadi rujukan ilmiah bagi lembaga seperti BMKG dan BNPB, khususnya dalam memperkuat analisis pascagempa, evaluasi risiko wilayah terdampak, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis data.

Secara keseluruhan, riset ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam memperkuat ketangguhan wilayah terhadap risiko gempa, dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang mendorong peningkatan kapasitas adaptif terhadap bencana alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More

Sinergi 17 Tahun: LFPS FMIPA UGM Perkuat Kemandirian Energi di Blok Rokan

Yogyakarta, 13 Februari 2026 – Langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi nasional kembali ditorehkan oleh FMIPA UGM. Hari ini, FMIPA UGM menerima kunjungan tim geologist dan geophysicist dari fungsi Development Planning PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam rangka pelaksanaan Kick-off Meeting Swakelola Studi Akuisisi dan Processing Passive Seismic.

FMIPA UGM diwakili langsung oleh Dekan, Prof. Kuwat Triyana, serta Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Wiwit Suryanto, yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Tim Pelaksana Studi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan rencana kerja, ruang lingkup, serta jadwal pelaksanaan studi yang akan berjalan selama tujuh bulan ke depan.

Proyek strategis ini akan dilaksanakan oleh Tim Low Frequency Passive Seismic (LFPS) FMIPA UGM. Penggunaan teknologi LFPS merupakan hasil dari dedikasi riset jangka panjang yang telah terjalin selama lebih dari 17 tahun antara Upstream Innovation Pertamina dan Laboratorium Geofisika FMIPA UGM.

Mengapa Studi Ini Penting?

Teknologi LFPS merupakan inovasi karya anak bangsa yang telah terbukti andal. Metode ini telah diterapkan di berbagai lapangan migas domestik, mulai dari Aceh hingga Papua. Bahkan, teknologi hasil kolaborasi Pertamina–UGM ini juga telah menembus kancah internasional, termasuk di lapangan migas Pertamina di Aljazair.

Prestasi metode LFPS di tingkat global tersebut memperoleh apresiasi tinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui penghargaan Dharma Karya Energi Tahun 2021, yang diberikan kepada PC Prove Elang Gurun dalam sinergi dengan Upstream Innovation. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan kolaborasi industri–perguruan tinggi dalam menghasilkan teknologi berkelas dunia yang memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan energi nasional.

Kini, LFPS kembali dipercaya untuk mendukung optimasi pengembangan lapangan minyak di wilayah kerja PHR, termasuk Blok Rokan yang memiliki peran strategis dalam menjaga produksi nasional. Kepercayaan ini menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari laboratorium kampus mampu memberikan dampak langsung bagi industri energi nasional.

FMIPA UGM berkomitmen untuk terus menjadi mitra inovasi industri, memastikan bahwa setiap penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi bertransformasi menjadi solusi aplikatif yang mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia.

#FMIPAUGM #GeofisikaUGM #PertaminaHuluRokan #EnergiNasional #SinergiKampusIndustri #LFPS #InovasiIndonesia

Read More

Dosen dan Mahasiswa FMIPA UGM Mengembangkan Model Berbasis AI untuk Analisis Pascagempa dan Mitigasi Bencana Seismik

Gempa bumi berkekuatan 6,4 M yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, belum lama ini menjadi perhatian luas masyarakat. Pasalnya, getaran yang ditimbulkan dapat  dirasakan hingga ke berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2025 oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada menjadi relevan, utamanya untuk mendukung upaya analisis pascagempa dan pengurangan risiko bencana seismik.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FMIPA UGM yaitu Dr. Ir. Ari Fadli, S.T., M.Eng., IPM (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Prof. Dr. Tri Kuntoro Priyambodo , M.Sc. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), Dr. Assoc. Prof. Dr. Agfianto Eko Putra, M.Si. (Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika), dan Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, S.Si., M.Si. (Departemen Fisika).

Melalui penelitian ini, telah dikembangkan sebuah model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama ConvBiLSTM-Net, yang dirancang untuk menganalisis parameter utama gempa bumi, meliputi magnitudo, kedalaman, serta lokasi pusat gempa (episenter). Model ini menggabungkan analisis pola ruang (spasial) dan pola waktu (temporal) dari data historis gempa bumi serta informasi kepadatan sesar aktif di Indonesia.

Pendekatan yang dikembangkan sangat bermanfaat dalam tahapan pascagempa, antara lain untuk menganalisis kemungkinan gempa susulan, mengidentifikasi wilayah yang masih berpotensi berisiko, serta meningkatkan ketelitian pemetaan kerawanan gempa.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ConvBiLSTM-Net memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan berbagai model pembelajaran mesin lainnya. Model ini dinilai lebih akurat dan stabil dalam mengenali pola lokasi episenter gempa, yang merupakan aspek penting dalam mitigasi bencana.

Dalam kaitannya dengan kebijakan kebencanaan nasional, riset ini dapat menjadi rujukan ilmiah bagi lembaga seperti BMKG dan BNPB, khususnya dalam memperkuat analisis pascagempa, evaluasi risiko wilayah terdampak, serta pengembangan sistem peringatan dini berbasis data.

Secara keseluruhan, riset ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dalam memperkuat ketangguhan wilayah terhadap risiko gempa, dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) yang mendorong peningkatan kapasitas adaptif terhadap bencana alam.

Penulis: Inna Mutifah
Editor: Meitha Eka Nur Khasanah

Read More
Translate