Lepas 131 Wisudawan Pascasarjana, Dekan FMIPA UGM Ingatkan Etos Sains Sejati dan Integritas
Di tengah suasana pelepasan wisuda Pascasarjana FMIPA UGM Periode I, Dekan FMIPA UGM, Prof. Muhammad Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc., menyampaikan pesan kepada para lulusan untuk menjadikan wisuda sebagai sebuah milestone menuju tanggung jawab dan pengabdian yang lebih besar. Setelah menyelesaikan perjalanan pendidikan, ilmu yang diperoleh selama berada di FMIPA diharapkan dapat diimplementasikan dan diaplikasikan secara nyata dalam kehidupan.
Di balik pencapaian tersebut, Prof. Reza mengingatkan para lulusan mengenai privilege yang melekat pada kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan sensus Indonesia tahun 2020, sebanyak 8,5% penduduk Indonesia telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Menurutnya, posisi tersebut membawa tanggung jawab bagi para lulusan untuk memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat.
“Yang sedang diwisuda pada hari ini benar-benar memiliki privilege yang luar biasa. Anda itu mungkin hanya 1–2% dari keseluruhan penduduk republik ini. Oleh karena itu, dari privilege yang seperti itu muncul tanggung jawab. Privilege yang lebih besar menghasilkan tanggung jawab yang lebih besar,” ungkap Prof. Reza.
Prof. Reza menguraikan makna filosofis almamater sebagai nourishing mother atau sosok ibu yang mengasuh dan memberikan asupan nutrisi intelektual. Beliau menggambarkan hubungan fakultas dan alumni bagaikan busur dan anak panah; almamater adalah busur yang tetap tinggal, sementara para lulusan adalah anak panah yang siap dilepaskan untuk melesat jauh meraih cita-cita. Kendati demikian, layaknya seorang ibu, almamater akan selalu merindukan dan membuka pintu hangat bagi anak-anaknya yang ingin kembali berkunjung, berkolaborasi, maupun berbagi pengalaman.
Sebagai penutup pesannya, Dekan FMIPA UGM mewanti-wanti para alumni agar senantiasa menjaga kerendahan hati ilmiah dengan menghindari jebakan bias konfirmasi (confirmation bias). Beliau menekankan bahwa etos sains sejati tidak diukur dari seberapa gigih seseorang mencari pembenaran atas teorinya, melainkan dari keberanian untuk menguji kelemahan (falsify) atas gagasan yang dimiliki secara kritis dan skeptis.
Lebih dari sekadar ketajaman nalar, Prof. Reza menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi tertinggi yang harus ditaruh di atas ilmu pengetahuan dalam setiap langkah pengabdian para alumni di tengah masyarakat.
“Semoga dengan wisuda ini rekan-rekan mencapai suatu milestone yang luar biasa yang akan bisa digunakan untuk mencapai sesuatu yang lebih besar lagi di depan. Apa itu yang ada di depan? Mengimplementasikan ilmu yang telah kita miliki, mengaplikasikannya secara nyata di kehidupan nyata.” pungkas beliau.
Pesan tersebut sejalan dengan komitmen FMIPA UGM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat. Penerapan ilmu secara bertanggung jawab oleh para lulusan diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan bermutu, SDG 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma






