Final Meeting Kerja Sama Penelitian Marine 3D Seismic Design and Modelling Study: Sinergi Akademisi dan Industri Migas
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di Hotel Tentrem, Yogyakarta, telah dilaksanakan Final Meeting Kerja Sama Penelitian Provision of Marine 3D Seismic Design and Modeling Study (SWA-26-0006) antara PT Saka Energi Indonesia dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Gadjah Mada.
Kerjasama ini bertujuan menghasilkan desain survei seismik yang optimal dan dilakukan sebelum proses akuisisi dimulai, sehingga parameter dan metode akuisisi dapat dirancang dengan matang sejak awal. Dari pihak FMIPA UGM disampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi dan misi FMIPA dalam mengembangkan bidang keilmuan. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pihak internal kampus, tetapi juga oleh industri, sekaligus menjawab tantangan teknologi ke depan serta kebutuhan nyata di lapangan operasi.
Beberapa pekan lalu, FMIPA juga menyelenggarakan workshop bertema under-explored basin. Dari workshop tersebut diketahui bahwa kurang dari 50% wilayah Indonesia yang telah dieksplorasi, sementara sisanya masih menjadi tantangan ke depan, terutama di wilayah Indonesia Timur. Dari sisi teknologi, akses terhadap data kini semakin mudah, khususnya untuk studi regional. Konsep-konsep geologi pun sudah dipahami dengan baik oleh rekan-rekan industri. Kombinasi data subsurface yang semakin banyak tersedia, terutama terkait kondisi cadangan di Indonesia, membuka peluang besar bagi eksplorasi selanjutnya.
Dari pihak PT Saka Energi Indonesia disampaikan terima kasih atas kehadiran dan kerja keras seluruh tim dalam mempersiapkan studi ini hingga tahap final. Selama diskusi, SAKA memperoleh sejumlah wawasan menarik. Area akuisisi SAKA tergolong sangat menantang, dan meskipun sudah memiliki data seismik sebelumnya, terdapat tuntutan untuk memperoleh data yang lebih baik. Studi ini dilakukan untuk memastikan hasil terbaik di tengah kondisi operasi yang menantang, dan hasilnya akan dimanfaatkan untuk pengembangan lapangan.
Terdapat tiga hal penting dari kerja sama ini. Pertama, di tengah kondisi yang menantang, metode akuisisi yang diterapkan dapat dioptimalkan secara maksimal. Kedua, teknologi di bidang migas terus berkembang, misalnya Low Frequency Passive Seismic (LFPS), dan ke depan kerja sama ini diharapkan dapat berlanjut dengan teknologi yang lebih baik. Ketiga, apabila mahasiswa mengalami kesulitan memperoleh data, SAKA membuka peluang tugas akhir atau magang agar mereka dapat bekerja dengan data riil yang dimiliki perusahaan.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Semoga kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri terus berlanjut dan memberi manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.




