Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

Search

UNIVERSITAS GADJAH MADA FACULTY OF MATHEMATICS AND NATURAL SCIENCES 

News

Tim UGM Raih Dua Gelar Lomba Robot di Korsel

KOMPAS.com – Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada ( UGM), Yogyakarta berhasil menyabet medali emas dan perunggu kategori “Humanoid Robot” di ajang International Robot Contest (IRC) 2018, Korea Selatan.

Enam mahasiswa tersebut adalah Ikrima Sabri (Fakultas Teknik), Dini Nur Anisa (Fakultas Teknik), Tribagus Novandi Winantyo (Fakultas Teknik), Muhammad Hadyan Akbar (Fakultas Teknik), Farchan Hakim Raswa (Fakultas MIPA), dan Arifandhi Nur Muhamad (Fakultas MIPA).

Di bawah bimbingan dosen Fakultas MIPA, Wahyono, mereka meraih juara satu dalam kategori “Autonomous Curling” dan juara tiga kategori “Boxing”.

Keenam mahasiswa itu tergabung dalam tim robot UGM (GMRT atau Gadjah Mada Robotic Team), yang merupakan salah satu komunitas robotika resmi di UGM.

Persiapan

Ketua tim, Ikrima Sabri menceritakan, timnya membutuhkan waktu persiapan yang lumayan lama. “Sekitar 4 bulan,” kata Sabri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/10/2018).

Robot buatan Tim UGM di ajang internasional, Korea Selatan(Dok. Novandi)

Sabri menambahkan, mereka mengerjakan robot ini hampir setiap malam hingga pagi. Di sisi lain, keesokan harinya mereka tetap harus kuliah. “Belum lagi pas waktu minggu-minggu ujian, itu lebih berat lagi,” ujar Sabri.

Tribagus Novandi Winantyo, atau yang akrab disapa Novandi menambahkan, ajang IRC kali ini diikuti oleh 10 negara, di antaranya Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, dan Taiwan.

Pada ajang yang terlaksana selama tiga hari ini, satu robot buatan peserta diperbolehkan mengikuti beberapa kategori.

Novandi menyampaikan, tim mereka turut di lima kategori. Namun, mereka belum berhasil meraih kemenangan untuk tiga kategori lain.

“Kami bawa tiga robot. Kami ikut lima kategori, yaitu Curling, Dance, Marathon, Boxing, dan Royal Rumble,” ujar dia.

Novandi menuturkan, tim robotik UGM terakhir kali mengirimkan perwakilannya di ajang yang sama pada tahun 2015. Saat itu, tim UGM mendapatkan medali perunggu di kategori Curling.

“Tahun 2016 dan 2017 UGM tidak mengirim tim ke sana,” ujarnya.

Tantangan

Persiapan berbulan-bulan tak serta merta membuat tim mereka melenggang tanpa tantangan.

Novandi menceritakan, di hari pertama perlombaan, servo (jika di tubuh manusia semacam sendi) robot mereka ada yang mengalami kerusakan.

Sementara mereka tidak mempunyai cadangan servo, sehingga mau tidak mau harus membeli servo di Korea.

“Hal ini membuat satu robot kami tidak bisa ikut perlombaan di hari pertama kompetisi. Pas hari kedua dan ketiga servo-nya udah ganti, jadi bisa ikut,” tuturnya.

Sistem Penilaian

Curling

Curling merupakan perlombaan menendang bola hockey hingga tepat sasaran. Sasarannya adalah daerah lingkaran yang terbagi menjadi tiga zona, yakni kuning, hijau dan merah.

Apabila bola berada di zona kuning, maka akan mendapatkan satu poin. Kemudian jika berada di zona hijau mendapat tiga poin, dan lima poin untuk bola yang berada di zona merah.

“Curling ada yang pakai RC (remote control) dan autonomous,” kata Novandi.

Jarak antara titik awal menendang sampai titik sasaran sejauh 6 meter. Setiap robot diberi kesempatan menyentuh bola (termasuk menendang) sebanyak lima kali.

Setiap tim diberikan kesempatan mengumpulkan poin sebanyak empat kali trial, di mana setiap trial diberi waktu 100 detik.

Total peserta yang turut dalam RC curling dan autonomous ini sekitar 25 tim dari lima negara, yakni Indonesia, Korea, Taiwan, Jepang, dan Hongkong.

Muhammad Hadyan Akbar sedang membenarkan robot(Dok. Novandi)

Boxing

Untuk kategori Boxing, sistem penilaiannya adalah setiap robot yang terjatuh karena serangan lawan akan mendapat penalti 1 poin.

Sehingga robot yang terjatuh tanpa diserang lawan, maka terkena penalti 0,5.

“Kami harus berusaha mengalahkan robot lawan yang gerakannya lebih lincah dibanding robot kami, terutama saat boxing,” ujar Novandi.

“Walaupun kami tahu robot lawan lebih lincah , namun kami tetap fokus pada kekuatan robot kami dan memaksimalkan kemampuan robot kami,” tuturnya.

Bahagia

Waktu yang lama, tantangan yang ada hingga berbuah kemenangan, memberikan kebahagiaan tersendiri.

“Saya merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari tim ini serta dapat mengikuti lomba hingga tingkat internasional,” tutur Sabri.

Tak hanya Sabri, Novandi pun juga merasa bangga karena berhasil mengharumkkan nama UGM, di mana mewakili Indonesia di ajang internasional ini.

“Kami bersyukur bisa membawa pulang medali. Tentu kami bahagia bisa membawa nama Indonesia dan UGM ke kancah internasional,” ucap Novandi.

Sumber: Kompas.com dengan judul “Tim UGM Raih Dua Gelar Lomba Robot di Korsel, Begini Ceritanya”, https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/24/12144151/tim-ugm-raih-dua-gelar-lomba-robot-di-korsel-begini-ceritanya.
Penulis : Mela Arnani
Editor : Bayu Galih

Read More

[Japan] Kanazawa University Short-term Exchange Program (2019-2020)

[Scholarship is offered for this program]

Please find the guidelines and application forms for Kanazawa University Short-term Exchange Program (2019-2020).


Program website: http://www-isc.ge.kanazawa-u.ac.jp/eg/news/000089.html

These programs are designed for students from the institutions that have an exchange agreement with Kanazawa University who intend to study at Kanazawa University for a period of more than six months up to one year. While remaining enrolled at their home institutions, they study in a non-degree program at Kanazawa University for the purpose of taking credited classes or participating in independent research under the guidance of a supervisor.

 

GUIDELINES

Application guidelines: http://www-isc.ge.kanazawa-u.ac.jp/docs/Guidelines2019-EN.pdf

Program C Application Guide 
Outline of Semester Program 

<For Program A, C, D, E>

Program Application Form (For April 2019 Entrance) / (For October 2019 Entrance) /

Recommedation  / Certificate of Enrollment  

<For Candidates> 
Medical Report  / Agreement for Defraying Expenses 

 

REQUIRED DOCUMENTS

•  Application Packages (please refer to the program that you interested to apply)
•  Curriculum Vitae
•  Motivation Letter
•  Certificate of Enrollment from faculty
•  Official academic transcript
•  Letter of Recommendation from academic advisor
•  Colored copy of passport
•  Passport-size photo (4 pieces, 3.5 x 4.5 cm, white background color, taken within the past three months)
•  Letter of Nomination from faculty (*addressed to Head of Office of International Affairs)
•  English language proficiency  (Min. Score of TOEFL – ITP=530, iBT 80 or IELTS 6.0)

APPLICATION PROCEDURE

1) Submit the aforementioned documents to Office of International Affairs, UGM (Bulaksumur F-12) for internal review.
2) OIA staffs will evaluate your application.
3) Once you are selected as Nominated Student, you can continue the online registration in host university website.
4) FINAL decision from Kanazawa University

Please send all documents above in hardcopy (2 COPIES) to Office of International Affairs, UGM (Bulaksumur Block F-12) and  softcopy (compiled in 1 PDF file) to scholarship@ugm.ac.id no later than no later than:

  1. October 19, 2018 for Program C, D and E (beginning in April)
  2. January 4, 2019 for Program A, C, D and E (beginning in October) (original documents)

Sumber: http://oia.ugm.ac.id/2018/10/04/japan-kanazawa-university-short-term-exchange-program-2019-2020/

Read More

Almahdi Mousa Lulus Ujian Tertutup Program Doktor Fakultas MIPA UGM

Almahdi Mousa, mahasiswa angkatan 2015 berkewarganegaraan Libya pada Program Studi Doktor Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada dengan bimbingan Tim Promotor: Prof. Dr. Kusminarto (almarhum), Drs. Gede Bayu Suparta, M.S., Ph.D. dan Drs. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D. dinyatakan lulus pada Ujian Tertutup Program Doktor di hadapan Tim Penguji pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018 dengan disertasi berjudul “An Improved Method to Measure Spatial Resolution and Contrast Sensitivity of CT-Scan System using Multi Materials Phantom”.

Almahdi Mousa sudah memenuhi salah satu syarat Ujian Tertutup berupa publikasi di:
1. International Journal of Applied Engineering Research, Vol. 12, No. 21 (2017) dengan judul “A New Simple Method to Measure the X-ray Linear Attenuation Coefficients of Materilas using Micro-Digital Radiography Machine
2. International Journal of Applied Engineering Research, Vol. 13, No. 15 (2018) dengan judul “An Improved Method of Measuring Spatial Resolution of the Computed Tomography from ESF based on CT Phantom Images”.

Ujian Tertutup yang dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung KPTU FMIPA UGM (lantai 2) berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan Ketua Tim Penguji: Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc. dan 7 anggota Tim Penguji yaitu: Tim Promotor, Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.,  Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si., Dr. Arief Hermanto, S.U., M.Sc., Dr.Eng. Waskito Nugroho, S.Si., M.Si. dan penguji tamu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung: Prof. Dr.rer.nat. Umar Fauzi.

 

Read More

Mario Rowan Sohilait Lulus Ujian Tertutup Program Doktor Fakultas MIPA UGM

Mario Rowan Sohilait, mahasiswa angkatan 2014 pada Program Studi Doktor Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada dengan bimbingan Tim Promotor: Prof. Dr.rer.nat. Harno Dwi Pranowo, M.S. dan Dr. Winarto Haryadi, M.Si. dinyatakan lulus pada Ujian Tertutup Program Doktor di hadapan Tim Penguji pada hari Selasa tanggal 2 Oktober 2018 dengan disertasi berjudul “Penambatan Molekul, Sintesis dan Uji In Vitro Senyawa Analog Kurkumin sebagai Anti-Inflamasi”.

Mario Rowan Sohilait sudah memenuhi salah satu syarat Ujian Tertutup berupa publikasi di:
1. Bioinformation, Vol.13, No.11, 2017 dengan judul “Molecular Docking Analysis of Curcumin Analogues with COX-2”;
2. Asian Journal of Chemistry, Vol.30, No.8, 2018  dengan judul “Synthesis, in vitro and Molecular Docking Studies of 1-(3,4-Dimethoxy-phenyl)-5-(4-hydroxy-3-methoxy-phenyl)-penta-1,4-dien-3-one as New Potential Anti-inflammatory”.

Ujian Tertutup yang dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung KPTU FMIPA UGM (lantai 2) berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan Ketua Tim Penguji: Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc. dan 7 anggota Tim Penguji yaitu: Tim Promotor, Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D., Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D., Prof. Dr.rer.nat. Karna Wijaya, M.Eng., Prof. Dr. Chairil Anwar dan penguji tamu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura: Dr. Yustinus T. Male, S.Si., M.Si.

Read More

IoT to Cloud Devices untuk Lokasi Rawan Longsor diimplementasikan di Wonogiri

Indonesia memiliki bentang geografis dan geologis yang memiliki potensi sumber daya alam dan resiko yang sama besarnya. Salah satunya adalah Longsor yang terjadi pada daerah pegunungan berbatu di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Desa Selopukang, sekitar 3 jam perjalanan dari Yogyakarta. Wilayah ini sejak tahun 2017 menjadi daerah binaan untuk membangun menjadi desa tanggap bencana dan mandiri secara ekonomi.

Pada tahun 2018 ini, wilayah ini kembali dikembangkan menjadi daerah dengan tangguh bencana melalui kegiatan Hibah Pengabdian Masyarakat Teknologi Tepat Guna yang dibiayai oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM tahun 2018, dengan judul G-connect2: Penyediaan Perangkat Deteksi Bencana di Daerah Rawan yang diketuai oleh Dr Mardhani Riasetiawan dengan partner peneliti Drs. Bambang Nurcahyo Prastowo dari  Departemen Ilmu KOmputer dan Elektronika FMIPA UGM.

Pada tanggal 24 September 2018 telah diselesaikan pemasangan 3 titik lokasi sebagai penempatan alat G-connect2 di jalur merah rawan longsor yang telah dipetakan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Wonogiri dan tim KKN UGM 2018. 3 Lokasi tersebut meliputi jalur utama retakan tanah yang cukup signifikan bergerak setiap waktu sehingga membutuhkan alat deteksi dan monitoring data lingkungan yang bisa diandalkan. Kombinasi dengan peralatan sebelumnya, pada G-connect2 ini dilengkapi dengan sensor suhu, pergerakan tanah, kemiringan, sendor kelembaban dan lainnya yang dapat menjadi petunjuk situational terjadinya gejala pergerakan tanah yang signifikan yang kemudian menjadi tanda terjadinya longsor.

Alat yg terpasang diberi sensor suhu , pergerakan tanah termasuk sensor gerak yang kemduaian data direkam setiap saat dan dikirimkan ke server cloud secara berkala. Kemudian data terkumpul di sajikan dalam.bentuk informasi time series dan analisis gejala pergerakan tanah yg bergejala longsor informasi tsb akan diakses okeh BPBD dan instansi terkait dan memberikan early warning ke warga sekitar

Pada pemasangan tersebut tim G-Connect mendapatkan dukungan dari masyarakat yang menjadi pihak operator alat dalam kehidupan sehari-hari dan secara mandiri dapat mengoperasionalkan, Babinda, dan BPBD kabupaten wonogiri. Meskipun jalur retakan masih sangat panjang, usaha pemasangan ini menjadi andalan untuk melakukan mitigasi yang berorientasi pada keselamatan manusia.

Read More

Peneliti Data Science UGM membantu Kemendikbud RI dalam Pengolahan Ujian Essai Nasional

Pada tanggal 21 September 2018 yang lalu bertempat di Puspendik Kemendibud Republik Indonesia, Jakarta, para peneliti Data Science dari kolaborasi FMIPA UGM dan FT UGM melakukan kegiatan presentasi dan diseminasi hasil kajian dan pengembangan teknologi Big Data dan Artificial Intelligence untuk membantu dalam pengolahan hasil ujian essai nasional. Tim yang terdiri dari Drs. Bambang N Prastowo, M.Sc ( FMIPA UGM), Dr. Mardhani Riasetiawan (FMIPA UGM), Dr. Yunita Sari (FMIPA UGM), Teguh Bharata Adji, Ph.D (FT), Guntur Budi H M.Cs (FMIPA), Isna Alfi Busthoni, M.Eng (FMIPA) dan Indra Hidayatullah MT (UNY) sejak tahun 2017 telah mengembangkan beberapa metode pengolahan dengan pendekatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama yang sinergis antara perguruan tinggi dan kementerian dalam peningkatan kualitas pendidikan dengan memfokuskan pada penyediaan mesin berbasis Big Data dan AI untuk mendukung proses penilaian jawaban essai nasional. Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 hari penuh berupa presentasi, workshop dan diskusi proses, tahapan dan metode yang dikembangkan oleh tim peneliti kepada pelaksana pengolahan ujian essai tersebut.

Dengan jumlah peserta didik di jenjang SD, SMP, SMA dan SMK tentunya akan terkumpul jutaan data yang tidak terstruktur dan memerlukan cara pengolahan yang specific dengan teknologi modern dan terkini. Pengolahan tidak mungkin dilaksanakan hanya secara manual atau sejenisnya. Selain membutuhkan waktu yang lama tentunya akan membutuhkan sumber daya dan dukungan keuangan yang tidak sedikit. Konsep data jutaan yang terkumpul memunculkan Big Data collection yang membutuhkan pengolahan yang cepat dan reliable. Pada kajian dan pengembangan yang dilakukan telah disodorkan beberapa pendekatan baik menggunakan pendekatan klustering dan klasifikasi, senitiment analysis, hingga scoring menggunakan BLUESCORE, Semantic based dan pendekatan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan perspektifk yang komprehensif bahwa pengolahan data essai dapat ditangani dengan akurasi dan ketepatan yang dapat diterima oleh sebuah mesin pengolahan Big Data dan AI. Artificial Intelligence sendiri menjadi vital untuk mendukung adanya pembelajaran dan wujudnya kecerdasan buatan yang akan selalu update dan membantu proses pengolahan itu sendiri.

Read More

Tim UGM Raih Dua Gelar Lomba Robot di Korsel

KOMPAS.com – Enam mahasiswa Universitas Gadjah Mada ( UGM), Yogyakarta berhasil menyabet medali emas dan perunggu kategori “Humanoid Robot” di ajang International Robot Contest (IRC) 2018, Korea Selatan.

Enam mahasiswa tersebut adalah Ikrima Sabri (Fakultas Teknik), Dini Nur Anisa (Fakultas Teknik), Tribagus Novandi Winantyo (Fakultas Teknik), Muhammad Hadyan Akbar (Fakultas Teknik), Farchan Hakim Raswa (Fakultas MIPA), dan Arifandhi Nur Muhamad (Fakultas MIPA).

Di bawah bimbingan dosen Fakultas MIPA, Wahyono, mereka meraih juara satu dalam kategori “Autonomous Curling” dan juara tiga kategori “Boxing”.

Keenam mahasiswa itu tergabung dalam tim robot UGM (GMRT atau Gadjah Mada Robotic Team), yang merupakan salah satu komunitas robotika resmi di UGM.

Persiapan

Ketua tim, Ikrima Sabri menceritakan, timnya membutuhkan waktu persiapan yang lumayan lama. “Sekitar 4 bulan,” kata Sabri saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/10/2018).

Robot buatan Tim UGM di ajang internasional, Korea Selatan(Dok. Novandi)

Sabri menambahkan, mereka mengerjakan robot ini hampir setiap malam hingga pagi. Di sisi lain, keesokan harinya mereka tetap harus kuliah. “Belum lagi pas waktu minggu-minggu ujian, itu lebih berat lagi,” ujar Sabri.

Tribagus Novandi Winantyo, atau yang akrab disapa Novandi menambahkan, ajang IRC kali ini diikuti oleh 10 negara, di antaranya Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, dan Taiwan.

Pada ajang yang terlaksana selama tiga hari ini, satu robot buatan peserta diperbolehkan mengikuti beberapa kategori.

Novandi menyampaikan, tim mereka turut di lima kategori. Namun, mereka belum berhasil meraih kemenangan untuk tiga kategori lain.

“Kami bawa tiga robot. Kami ikut lima kategori, yaitu Curling, Dance, Marathon, Boxing, dan Royal Rumble,” ujar dia.

Novandi menuturkan, tim robotik UGM terakhir kali mengirimkan perwakilannya di ajang yang sama pada tahun 2015. Saat itu, tim UGM mendapatkan medali perunggu di kategori Curling.

“Tahun 2016 dan 2017 UGM tidak mengirim tim ke sana,” ujarnya.

Tantangan

Persiapan berbulan-bulan tak serta merta membuat tim mereka melenggang tanpa tantangan.

Novandi menceritakan, di hari pertama perlombaan, servo (jika di tubuh manusia semacam sendi) robot mereka ada yang mengalami kerusakan.

Sementara mereka tidak mempunyai cadangan servo, sehingga mau tidak mau harus membeli servo di Korea.

“Hal ini membuat satu robot kami tidak bisa ikut perlombaan di hari pertama kompetisi. Pas hari kedua dan ketiga servo-nya udah ganti, jadi bisa ikut,” tuturnya.

Sistem Penilaian

Curling

Curling merupakan perlombaan menendang bola hockey hingga tepat sasaran. Sasarannya adalah daerah lingkaran yang terbagi menjadi tiga zona, yakni kuning, hijau dan merah.

Apabila bola berada di zona kuning, maka akan mendapatkan satu poin. Kemudian jika berada di zona hijau mendapat tiga poin, dan lima poin untuk bola yang berada di zona merah.

“Curling ada yang pakai RC (remote control) dan autonomous,” kata Novandi.

Jarak antara titik awal menendang sampai titik sasaran sejauh 6 meter. Setiap robot diberi kesempatan menyentuh bola (termasuk menendang) sebanyak lima kali.

Setiap tim diberikan kesempatan mengumpulkan poin sebanyak empat kali trial, di mana setiap trial diberi waktu 100 detik.

Total peserta yang turut dalam RC curling dan autonomous ini sekitar 25 tim dari lima negara, yakni Indonesia, Korea, Taiwan, Jepang, dan Hongkong.

Muhammad Hadyan Akbar sedang membenarkan robot(Dok. Novandi)

Boxing

Untuk kategori Boxing, sistem penilaiannya adalah setiap robot yang terjatuh karena serangan lawan akan mendapat penalti 1 poin.

Sehingga robot yang terjatuh tanpa diserang lawan, maka terkena penalti 0,5.

“Kami harus berusaha mengalahkan robot lawan yang gerakannya lebih lincah dibanding robot kami, terutama saat boxing,” ujar Novandi.

“Walaupun kami tahu robot lawan lebih lincah , namun kami tetap fokus pada kekuatan robot kami dan memaksimalkan kemampuan robot kami,” tuturnya.

Bahagia

Waktu yang lama, tantangan yang ada hingga berbuah kemenangan, memberikan kebahagiaan tersendiri.

“Saya merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari tim ini serta dapat mengikuti lomba hingga tingkat internasional,” tutur Sabri.

Tak hanya Sabri, Novandi pun juga merasa bangga karena berhasil mengharumkkan nama UGM, di mana mewakili Indonesia di ajang internasional ini.

“Kami bersyukur bisa membawa pulang medali. Tentu kami bahagia bisa membawa nama Indonesia dan UGM ke kancah internasional,” ucap Novandi.

Sumber: Kompas.com dengan judul “Tim UGM Raih Dua Gelar Lomba Robot di Korsel, Begini Ceritanya”, https://edukasi.kompas.com/read/2018/10/24/12144151/tim-ugm-raih-dua-gelar-lomba-robot-di-korsel-begini-ceritanya.
Penulis : Mela Arnani
Editor : Bayu Galih

Read More

[Japan] Kanazawa University Short-term Exchange Program (2019-2020)

[Scholarship is offered for this program]

Please find the guidelines and application forms for Kanazawa University Short-term Exchange Program (2019-2020).


Program website: http://www-isc.ge.kanazawa-u.ac.jp/eg/news/000089.html

These programs are designed for students from the institutions that have an exchange agreement with Kanazawa University who intend to study at Kanazawa University for a period of more than six months up to one year. While remaining enrolled at their home institutions, they study in a non-degree program at Kanazawa University for the purpose of taking credited classes or participating in independent research under the guidance of a supervisor.

 

GUIDELINES

Application guidelines: http://www-isc.ge.kanazawa-u.ac.jp/docs/Guidelines2019-EN.pdf

Program C Application Guide 
Outline of Semester Program 

<For Program A, C, D, E>

Program Application Form (For April 2019 Entrance) / (For October 2019 Entrance) /

Recommedation  / Certificate of Enrollment  

<For Candidates> 
Medical Report  / Agreement for Defraying Expenses 

 

REQUIRED DOCUMENTS

•  Application Packages (please refer to the program that you interested to apply)
•  Curriculum Vitae
•  Motivation Letter
•  Certificate of Enrollment from faculty
•  Official academic transcript
•  Letter of Recommendation from academic advisor
•  Colored copy of passport
•  Passport-size photo (4 pieces, 3.5 x 4.5 cm, white background color, taken within the past three months)
•  Letter of Nomination from faculty (*addressed to Head of Office of International Affairs)
•  English language proficiency  (Min. Score of TOEFL – ITP=530, iBT 80 or IELTS 6.0)

APPLICATION PROCEDURE

1) Submit the aforementioned documents to Office of International Affairs, UGM (Bulaksumur F-12) for internal review.
2) OIA staffs will evaluate your application.
3) Once you are selected as Nominated Student, you can continue the online registration in host university website.
4) FINAL decision from Kanazawa University

Please send all documents above in hardcopy (2 COPIES) to Office of International Affairs, UGM (Bulaksumur Block F-12) and  softcopy (compiled in 1 PDF file) to scholarship@ugm.ac.id no later than no later than:

  1. October 19, 2018 for Program C, D and E (beginning in April)
  2. January 4, 2019 for Program A, C, D and E (beginning in October) (original documents)

Sumber: http://oia.ugm.ac.id/2018/10/04/japan-kanazawa-university-short-term-exchange-program-2019-2020/

Read More

Almahdi Mousa Lulus Ujian Tertutup Program Doktor Fakultas MIPA UGM

Almahdi Mousa, mahasiswa angkatan 2015 berkewarganegaraan Libya pada Program Studi Doktor Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada dengan bimbingan Tim Promotor: Prof. Dr. Kusminarto (almarhum), Drs. Gede Bayu Suparta, M.S., Ph.D. dan Drs. Pekik Nurwantoro, M.S., Ph.D. dinyatakan lulus pada Ujian Tertutup Program Doktor di hadapan Tim Penguji pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018 dengan disertasi berjudul “An Improved Method to Measure Spatial Resolution and Contrast Sensitivity of CT-Scan System using Multi Materials Phantom”.

Almahdi Mousa sudah memenuhi salah satu syarat Ujian Tertutup berupa publikasi di:
1. International Journal of Applied Engineering Research, Vol. 12, No. 21 (2017) dengan judul “A New Simple Method to Measure the X-ray Linear Attenuation Coefficients of Materilas using Micro-Digital Radiography Machine
2. International Journal of Applied Engineering Research, Vol. 13, No. 15 (2018) dengan judul “An Improved Method of Measuring Spatial Resolution of the Computed Tomography from ESF based on CT Phantom Images”.

Ujian Tertutup yang dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung KPTU FMIPA UGM (lantai 2) berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan Ketua Tim Penguji: Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc. dan 7 anggota Tim Penguji yaitu: Tim Promotor, Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si.,  Dr. Mitrayana, S.Si., M.Si., Dr. Arief Hermanto, S.U., M.Sc., Dr.Eng. Waskito Nugroho, S.Si., M.Si. dan penguji tamu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung: Prof. Dr.rer.nat. Umar Fauzi.

 

Read More

Mario Rowan Sohilait Lulus Ujian Tertutup Program Doktor Fakultas MIPA UGM

Mario Rowan Sohilait, mahasiswa angkatan 2014 pada Program Studi Doktor Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada dengan bimbingan Tim Promotor: Prof. Dr.rer.nat. Harno Dwi Pranowo, M.S. dan Dr. Winarto Haryadi, M.Si. dinyatakan lulus pada Ujian Tertutup Program Doktor di hadapan Tim Penguji pada hari Selasa tanggal 2 Oktober 2018 dengan disertasi berjudul “Penambatan Molekul, Sintesis dan Uji In Vitro Senyawa Analog Kurkumin sebagai Anti-Inflamasi”.

Mario Rowan Sohilait sudah memenuhi salah satu syarat Ujian Tertutup berupa publikasi di:
1. Bioinformation, Vol.13, No.11, 2017 dengan judul “Molecular Docking Analysis of Curcumin Analogues with COX-2”;
2. Asian Journal of Chemistry, Vol.30, No.8, 2018  dengan judul “Synthesis, in vitro and Molecular Docking Studies of 1-(3,4-Dimethoxy-phenyl)-5-(4-hydroxy-3-methoxy-phenyl)-penta-1,4-dien-3-one as New Potential Anti-inflammatory”.

Ujian Tertutup yang dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung KPTU FMIPA UGM (lantai 2) berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan Ketua Tim Penguji: Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc. dan 7 anggota Tim Penguji yaitu: Tim Promotor, Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D., Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D., Prof. Dr.rer.nat. Karna Wijaya, M.Eng., Prof. Dr. Chairil Anwar dan penguji tamu dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura: Dr. Yustinus T. Male, S.Si., M.Si.

Read More

IoT to Cloud Devices untuk Lokasi Rawan Longsor diimplementasikan di Wonogiri

Indonesia memiliki bentang geografis dan geologis yang memiliki potensi sumber daya alam dan resiko yang sama besarnya. Salah satunya adalah Longsor yang terjadi pada daerah pegunungan berbatu di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Desa Selopukang, sekitar 3 jam perjalanan dari Yogyakarta. Wilayah ini sejak tahun 2017 menjadi daerah binaan untuk membangun menjadi desa tanggap bencana dan mandiri secara ekonomi.

Pada tahun 2018 ini, wilayah ini kembali dikembangkan menjadi daerah dengan tangguh bencana melalui kegiatan Hibah Pengabdian Masyarakat Teknologi Tepat Guna yang dibiayai oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM tahun 2018, dengan judul G-connect2: Penyediaan Perangkat Deteksi Bencana di Daerah Rawan yang diketuai oleh Dr Mardhani Riasetiawan dengan partner peneliti Drs. Bambang Nurcahyo Prastowo dari  Departemen Ilmu KOmputer dan Elektronika FMIPA UGM.

Pada tanggal 24 September 2018 telah diselesaikan pemasangan 3 titik lokasi sebagai penempatan alat G-connect2 di jalur merah rawan longsor yang telah dipetakan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Wonogiri dan tim KKN UGM 2018. 3 Lokasi tersebut meliputi jalur utama retakan tanah yang cukup signifikan bergerak setiap waktu sehingga membutuhkan alat deteksi dan monitoring data lingkungan yang bisa diandalkan. Kombinasi dengan peralatan sebelumnya, pada G-connect2 ini dilengkapi dengan sensor suhu, pergerakan tanah, kemiringan, sendor kelembaban dan lainnya yang dapat menjadi petunjuk situational terjadinya gejala pergerakan tanah yang signifikan yang kemudian menjadi tanda terjadinya longsor.

Alat yg terpasang diberi sensor suhu , pergerakan tanah termasuk sensor gerak yang kemduaian data direkam setiap saat dan dikirimkan ke server cloud secara berkala. Kemudian data terkumpul di sajikan dalam.bentuk informasi time series dan analisis gejala pergerakan tanah yg bergejala longsor informasi tsb akan diakses okeh BPBD dan instansi terkait dan memberikan early warning ke warga sekitar

Pada pemasangan tersebut tim G-Connect mendapatkan dukungan dari masyarakat yang menjadi pihak operator alat dalam kehidupan sehari-hari dan secara mandiri dapat mengoperasionalkan, Babinda, dan BPBD kabupaten wonogiri. Meskipun jalur retakan masih sangat panjang, usaha pemasangan ini menjadi andalan untuk melakukan mitigasi yang berorientasi pada keselamatan manusia.

Read More

Peneliti Data Science UGM membantu Kemendikbud RI dalam Pengolahan Ujian Essai Nasional

Pada tanggal 21 September 2018 yang lalu bertempat di Puspendik Kemendibud Republik Indonesia, Jakarta, para peneliti Data Science dari kolaborasi FMIPA UGM dan FT UGM melakukan kegiatan presentasi dan diseminasi hasil kajian dan pengembangan teknologi Big Data dan Artificial Intelligence untuk membantu dalam pengolahan hasil ujian essai nasional. Tim yang terdiri dari Drs. Bambang N Prastowo, M.Sc ( FMIPA UGM), Dr. Mardhani Riasetiawan (FMIPA UGM), Dr. Yunita Sari (FMIPA UGM), Teguh Bharata Adji, Ph.D (FT), Guntur Budi H M.Cs (FMIPA), Isna Alfi Busthoni, M.Eng (FMIPA) dan Indra Hidayatullah MT (UNY) sejak tahun 2017 telah mengembangkan beberapa metode pengolahan dengan pendekatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama yang sinergis antara perguruan tinggi dan kementerian dalam peningkatan kualitas pendidikan dengan memfokuskan pada penyediaan mesin berbasis Big Data dan AI untuk mendukung proses penilaian jawaban essai nasional. Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 hari penuh berupa presentasi, workshop dan diskusi proses, tahapan dan metode yang dikembangkan oleh tim peneliti kepada pelaksana pengolahan ujian essai tersebut.

Dengan jumlah peserta didik di jenjang SD, SMP, SMA dan SMK tentunya akan terkumpul jutaan data yang tidak terstruktur dan memerlukan cara pengolahan yang specific dengan teknologi modern dan terkini. Pengolahan tidak mungkin dilaksanakan hanya secara manual atau sejenisnya. Selain membutuhkan waktu yang lama tentunya akan membutuhkan sumber daya dan dukungan keuangan yang tidak sedikit. Konsep data jutaan yang terkumpul memunculkan Big Data collection yang membutuhkan pengolahan yang cepat dan reliable. Pada kajian dan pengembangan yang dilakukan telah disodorkan beberapa pendekatan baik menggunakan pendekatan klustering dan klasifikasi, senitiment analysis, hingga scoring menggunakan BLUESCORE, Semantic based dan pendekatan lainnya. Hal ini dilakukan untuk memberikan perspektifk yang komprehensif bahwa pengolahan data essai dapat ditangani dengan akurasi dan ketepatan yang dapat diterima oleh sebuah mesin pengolahan Big Data dan AI. Artificial Intelligence sendiri menjadi vital untuk mendukung adanya pembelajaran dan wujudnya kecerdasan buatan yang akan selalu update dan membantu proses pengolahan itu sendiri.

Read More
Translate