
UGM Integrated Career Days 2018
UGM Integrated Career Days 2018
Grha Sabha Pramana UGM
3 & 4 Oktober 2018
08.00 – 16.00 WIB
Booth Expo, Career Exhibition, Career Counseling
Registration: ugm.id/2018ugmicd

UGM Integrated Career Days 2018
Grha Sabha Pramana UGM
3 & 4 Oktober 2018
08.00 – 16.00 WIB
Booth Expo, Career Exhibition, Career Counseling
Registration: ugm.id/2018ugmicd

Perkembangan data dan pemanfaatan data di dunia, termasuk Indonesia, terus meningkat secara signifikan. Dilihat dari tren waktu ke waktu maka diperkirakan jumlah pengguna data akan terus meningkat kedepannya.
Peningkatan tersebut dapat dilihat dari volume data dunia yng terus meningkat tajam dari 0,1 zetabytes di tahun 2005 menjadi 2 zetabytes di tahun 2010. Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat mencapai 47 zetabytes di tahun 2020 dan 163 zetabytes di tahun 2025.
“International Data Corp (IDC) dalam risetnya berjudul ‘Data Age 2025: The Evolution of Data to Life Critical’, memprediksi volume data akan tumbuh signifikan menjadi 163 zetabytes di tahun 2025 atau sepuluh kali lebih tinggi di saat riset dibuat”, kata Prof. Dr. Sri Haryatmi Kartiko, M.Sc saat menyampaikan orasi ilmiah pada puncak Dies ke-63 FMIPA UGM, di fakultas setempat, Rabu (19/9).
Sri Haryatmi mengatakan ada lima kunci riset IDC yang membuat terjadi perubahan besar-besaran penggunaan data di dunia. Disamping the evolution data from business back ground to life-critical, faktor lainnya adalah embedded system and the internet of Things (IoT), mobile and real-time data, cognitive/ artificial intelligent (AI) system change the landscape dan security as critical foundation.
“Indonesia pun ikut merasakan bagaimana perkembangan data ini terjadi. Jika menelisik tren volume data konsumsi internet di Indonesia, terjadi peningkatan dari hanya 1 juta terabytes di tahun 2013 menjadi 5 juta terabytes di tahun 2017 dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 15 terabytes di tahun 2020. Hal ini tentu dibarengi dengan pengguna internet yang signifikan,” katanya.
Data di tahun 2017, Indonesia berada di urutan ke-5 dunia dengan 133 juta pengguna atau 3 persen dari total pengguna internet dunia. Dibandingkan dengan total populasi penduduk Indonesia tahun 2017 yang sebesar 262 juta jiwa, berarti sudah hampir separuh penduduk Indonesia adalah pengguna internet.
Penetrasi ini mirip dengan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, yaitu Tiongkok atau Cina yang 53 persen warganya adalah pengguna internet. Meski begitu angka ini masih jauh dari Amerika Serikat dengan 88 persen penetrasi dan Jepang dengan 94 persen penetrasi.
Menyampaikan orasi ilmiah berjudul Statistika dan Literasi Data Dalam Kapabilitas Lulusan FMIPA UGM di Era Industri 4.0, Sri Haryatmi menuturkan kebutuhan manusia pun bertambah dengan berkembangnya teknologi sehingga selain volumenya bertambah, data pun bervariasi dan semakin cepat mengalirnya. Tantangannya adalah bagaimana bisa menerjemahkan dan mengolah data yang banyak, bervariasi dan cepat ini menjadi sesuatu yang memiliki nilai sehingga memberikan pertumbuhan bagi bisnis.
“Selain itu juga mengurangi cost tanpa mengorbanakan kualitas dan mengoptimalkan proses produksi menjadi lebih efisien,” imbuhnya. (Humas UGM/ Agung)
sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/17091-kebutuhan.data.semakin.bertambah.bervariasi.dan.cepat.mengalir

Pada hari Senin tanggal 22 September 2018, utusan dari FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) yaitu Dr. Awi Dassa, mengunjungi FMIPA UGM untuk menyerahkan MoU antara FMIPA UGM dan FMIPA UNM yang sudah ditandatangani kedua pihak. Dr. Awi Dassa yang menjabat sebagai Ketua Jurusan Matematika UNM diterima oleh Dr. Edi Suharyadi selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerjasama FMIPA UGM.
Dalam kesempatan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti MoU dengan kegiatan-kegiatan yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Agenda terdekat adalah kunjungan tim Departemen Matematika FMIPA UGM ke UNM pada akhir bulan September tahun ini untuk inisiasi kolaborasi penelitian maupun kerjasama pengajaran. Adapun kemungkinan kegiatan berikutnya adalah program credit transfer untuk mahasiswa S1 UNM. Program ini baru akan mulai diselenggarakan oleh Departemen Matematika UGM.
Pada akhir pembicaraan, Wakil Dekan FMIPA Bidang Penelitian dan Kerjasama mengharapkan kegiatan-kegiatan yang sudah dimulai oleh Departemen Matematika UGM dan Jurusan Matematika FMIPA UNM bisa ditiru oleh departemen atau jurusan lain di lingkup fakultas kedua belah pihak. (IEW)
sumber: https://math.fmipa.ugm.ac.id/id/penyerahan-mou-antara-fmipa-ugm-dan-fmipa-unm/

Dalam memperingati Dies Natalis ke-63, FMIPA UGM memantapkan diri dalam penguatan inovasi dan internasionalisasi institusi di era industrialisasi 4.0. Penguatan ini tentu searah dengan program quick-win universitas dan tahapan pendalaman dalam kebijakan umum UGM 2017 – 2037.
Kemantapan tersebut terlihat dalam bidang akademik dan kemahasiswaan, yaitu Program Studi Ilmu Komputer, Matematika dan Statistika telah mendapatkan akreditasi internasional ASIIN pada 23 Maret 2018 silam. ASIIN merupakan lembaga akreditasi di Jerman pada bidang sains, informatika dan teknik.
“Demikian juga untuk Program Studi Kimia, juga telah mendapatkan reakreditasi internasional dari Royal Society of Chemistry (RSC) Inggris untuk periode 2018-2023,” ujar Dekan FMIPA, Prof. Dr. Triyono, S.U, Rabu (19/9) saat berlangsung puncak peringatan Dies ke-63 FMIPA UGM.
Dekan menuturkan di tahun 2018 ini Program Studi Elektronika dan Instrumentasi serta Program Magister Ilmu Komputer sedang mengajukan akreditasi internasional ASIIN. Visitasi untuk dua program studi ini akan dilaksanakan pada Desember 2018 mendatang.
“Selain pengajuan akreditasi internasional, Program Studi Elektronika dan Instrumentasi telah mendapatkan reakreditasi nasional dari BAN-PT pada 17 Juli 2018 lalu dengan peringkat A. Sementara itu, program studi lain, yaitu Ilmu Komputer, Matematika, Fisika, Geofisika dan Statistika di tahun ini juga tengah mengirimkan reakreditasi pada BAN-PT melalui sistim SAPTO,” tuturnya.
Untuk pengabdian pada masyarakat, kata Triyono, tahun 2018 ini telah memasuki tahun kedua kegiatan Community Development bagi masyarakat di kaki Gunung Merapi. Kegiatan atas kerja sama dengan Fuji Mountain Research Institute, Jepang, dalam proyek improved local disaster prevention dengan pendanaan dari JICA.
Pada tahun 2018 ini juga menjadi awal dimulainya program double degree dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dan National Central University, Taiwan. Sebanyak 4 mahasiswa Program Magister berangkat dan mengikuti program double degree ini.
“Tentu saja semakin bertambah program double degree di FMIPA UGM yang telah dirintis sejak tahun 2017 yaitu dengan Kanazawa University, Jepang dan Twente University, Belanda,” ujarnya.
Dalam puncak Dies ke-63 FMIPA UGM, Dekan juga mengutarakan berbagai peningkatan di bidang lain, seperti kemahasiswaan, penelitian dan berbagai raihan prestasi melalui berbagai kompetisi. Puncak dies juga diisi orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Sri Haryatmi Kartiko, M.Sc dengan judul Statistika dan Literasi Data Dalam Kapabilitas Lulusan FMIPA UGM di Era Industri 4.0. (Humas UGM/ Agung)
sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/17085-puncak.dies.ke-63.fmipa.ugm

Sigit Priatmoko, mahasiswa angkatan 2012 pada Program Studi Doktor Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada dengan bimbingan Tim Promotor: Prof. Dr. Triyono, S.U., Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Drs. Roto, M.Eng., Ph.D. dinyatakan lulus pada Ujian Tertutup Program Doktor di hadapan Tim Penguji pada hari Rabu tanggal 19 September 2018 dengan disertasi berjudul “Sintesis Komposit Fotokatalis Fe-N-TiO2/zeolit-Y/NiO untuk Produksi Hidrogen”.
Sigit Priatmoko sudah memenuhi salah satu syarat Ujian Tertutup berupa publikasi di Asian Journal of Chemistry, Vol. 28, No. 8, 2016 dengan judul “Preparation, Characterization and Activity of Ni and N co-doped TiO2 Photocatalyst in Degradation of Methylene Blue”.
Ujian Tertutup yang dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung KPTU FMIPA UGM (lantai 2) berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan Ketua Tim Penguji: Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc. dan 8 anggota Tim Penguji yaitu: Tim Promotor, Prof. Dr. Chairil Anwar, Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., Akhmad Syoufian, S.Si., Ph.D., Prof. Dr.rer.nat. Nuryono, M.S. dan penguji tamu dari Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro: Adi Darmawan, S.Si., M.Si., Ph.D.

Roadshow PKM 5 Bidang 2019
Tema: Pemahaman PKM dan PIMNAS Strategi Penyusunan Proposal PKM
24 September 2018
08.30 – 12.00
Auditorium Fakultas MIPA UGM
Narasumber: Dr. Med. Indwiani Astuti dan Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.

Diskusi Buku Antologi Puisi Fotografi “Kepundan Kasih” karya Novi Indrastuti (penyair) dan Harno Depe (fotografer)
Pembahas : Ons Untoro
Senin, 17 September 2018
Pukul 15.00 – 17.30 WIB
Auditorium Fakultas MIPA UGM
Performance: Sanggar Lincak FIB UGM

Dosen Departemen Kimia UGM, Prof. Drs. Karna Wijaya, M.Eng.,Dr.rer.nat., melakukan pemberdayaan Komunitas Kimia Hijau yang terdiri dari lima mahasiswa Kimia UGM. Hal itu dilakukan untuk transfer teknologi pengolahan minyak nilam ke UMKM di Samigaluh Kulonprogo.
Ide ini tercetus setelah mereka melihat para pelaku UMKM minyak nilam nasional terhadap green chemistry atau green chemical process dalam pengolahan minyak nilam. “Pemahaman para pelaku UMKM dalam pengolahan minyak nilam masih terbatas atau masih belum sesuai dengan harapan para peneliti dan pengambil kebijakan,” ujar Prof. Karna, Senin (10/9).
Ia memaparkan penggunaan alat distiller daun nilam dari drum besi oleh para pelaku UMKM menyebabkan kontaminan karat besi masuk ke dalam minyak sehingga angka keasaman minyak tinggi. Hal itu, menurutnya, merupakan salah satu contoh proses yang tidak green.
Karna Wijaya menerangkan minyak nilam yang dihasilkan juga berwarna hitam dan tidak memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). “Salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya sistem pendidikan berkelanjutan tentang green chemistry di kalangan para aktivis green chemistry, baik di dalam maupun luar kampus,” ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan konsep Education for Sustainable Development (ESD) yang dicetuskan oleh Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan Rektor United Nations (UN) University, dan sering diadopsi untuk mendidik para aktivis green chemistry di kampus Kimia UGM. Ilmu tersebutlah yang ia implementasikan ke UMKM Minyak Nilam di Kulonprogo.
Proses green yang diedukasikan, lanjut Karna, yaitu distilasi menggunakan distiller hemat energi yang dapat menghemat waktu hingga 33,3% dan biaya bahan bakar 35,5%. Selain itu, distiller ini juga dilengkapi perangkat pemurnian minyak nilam menggunakan adsorben bentonit-CaO.
“Pendidikan berkelanjutan tentang green chemistry di kalangan para aktivis akan berdaya guna jika dilaksanakan dengan mengikuti kaidah-kaidah ESD. Kaidah tersebut yaitu pengembangan kapasitas akademik dan kepemimpinan, pendidikan untuk menghormati hak-hak orang lain dan alam, serta pelatihan untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab” tuturnya
Prof. Karna Wijaya dibantu oleh dua dosen lain yaitu Nasih Widya Yowono, dosen Ilmu Tanah dan Mokhammad Fajar Pradipta, dosen Kimia. Selain itu, juga dibantu oleh dua mahasiswinya yaitu Farida dan Widi Kurniawati. Empat lembaga yang juga terlibat program ini yaitu Lab. Kimia Fisika FMIPA UGM, UMKM Surya Wulan, CV Fruitanol Energy, dan Pemerintah Desa Gerbosari.
“Untuk pendanaan, program ini memanfaatkan hibah Program Implementasi Education for Sustainability Development dalam Masyarakat 2018 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM UGM,” terangnya.
Pengembangan sistem pendidikan berkelanjutan dari progam ini didasarkan atas empat pilar utama ESD, yaitu sosial, kultural, ekonomi dan lingkungan. Keempat pilar tersebut harus tercantum secara eksplisit dalam modul sistem pendidikan green chemistry. Setiap rangkaian target turut andil dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Karna berharap terbentuknya Komunitas Kimia Hijau di Departemen Kimia FMIPA UGM akan memberikan banyak dampak positif terhadap pendidikan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selain itu, terbentuknya jejaring Academic-Business-Government yang berorientasi pada pemberdayaan akan semakin menguatkan visi dan misi program kami untuk turut ikut andil dalam upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)” pungkasnya. (Humas UGM/Hakam;foto:manfatq.blogspot.com)
sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/17012-dosen.ugm.kembangkan.pengolahan.minyak.nilam.ramah.lingkungan

UGM Integrated Career Days 2018
UGM Integrated Career Days 2018
Grha Sabha Pramana UGM
3 & 4 Oktober 2018
08.00 – 16.00 WIB
Booth Expo, Career Exhibition, Career Counseling
Registration: ugm.id/2018ugmicd

Kebutuhan Data Semakin Bertambah, Bervariasi dan Cepat Mengalir
Perkembangan data dan pemanfaatan data di dunia, termasuk Indonesia, terus meningkat secara signifikan. Dilihat dari tren waktu ke waktu maka diperkirakan jumlah pengguna data akan terus meningkat kedepannya.
Peningkatan tersebut dapat dilihat dari volume data dunia yng terus meningkat tajam dari 0,1 zetabytes di tahun 2005 menjadi 2 zetabytes di tahun 2010. Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat mencapai 47 zetabytes di tahun 2020 dan 163 zetabytes di tahun 2025.
“International Data Corp (IDC) dalam risetnya berjudul ‘Data Age 2025: The Evolution of Data to Life Critical’, memprediksi volume data akan tumbuh signifikan menjadi 163 zetabytes di tahun 2025 atau sepuluh kali lebih tinggi di saat riset dibuat”, kata Prof. Dr. Sri Haryatmi Kartiko, M.Sc saat menyampaikan orasi ilmiah pada puncak Dies ke-63 FMIPA UGM, di fakultas setempat, Rabu (19/9).
Sri Haryatmi mengatakan ada lima kunci riset IDC yang membuat terjadi perubahan besar-besaran penggunaan data di dunia. Disamping the evolution data from business back ground to life-critical, faktor lainnya adalah embedded system and the internet of Things (IoT), mobile and real-time data, cognitive/ artificial intelligent (AI) system change the landscape dan security as critical foundation.
“Indonesia pun ikut merasakan bagaimana perkembangan data ini terjadi. Jika menelisik tren volume data konsumsi internet di Indonesia, terjadi peningkatan dari hanya 1 juta terabytes di tahun 2013 menjadi 5 juta terabytes di tahun 2017 dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 15 terabytes di tahun 2020. Hal ini tentu dibarengi dengan pengguna internet yang signifikan,” katanya.
Data di tahun 2017, Indonesia berada di urutan ke-5 dunia dengan 133 juta pengguna atau 3 persen dari total pengguna internet dunia. Dibandingkan dengan total populasi penduduk Indonesia tahun 2017 yang sebesar 262 juta jiwa, berarti sudah hampir separuh penduduk Indonesia adalah pengguna internet.
Penetrasi ini mirip dengan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, yaitu Tiongkok atau Cina yang 53 persen warganya adalah pengguna internet. Meski begitu angka ini masih jauh dari Amerika Serikat dengan 88 persen penetrasi dan Jepang dengan 94 persen penetrasi.
Menyampaikan orasi ilmiah berjudul Statistika dan Literasi Data Dalam Kapabilitas Lulusan FMIPA UGM di Era Industri 4.0, Sri Haryatmi menuturkan kebutuhan manusia pun bertambah dengan berkembangnya teknologi sehingga selain volumenya bertambah, data pun bervariasi dan semakin cepat mengalirnya. Tantangannya adalah bagaimana bisa menerjemahkan dan mengolah data yang banyak, bervariasi dan cepat ini menjadi sesuatu yang memiliki nilai sehingga memberikan pertumbuhan bagi bisnis.
“Selain itu juga mengurangi cost tanpa mengorbanakan kualitas dan mengoptimalkan proses produksi menjadi lebih efisien,” imbuhnya. (Humas UGM/ Agung)
sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/17091-kebutuhan.data.semakin.bertambah.bervariasi.dan.cepat.mengalir

PENYERAHAN MOU ANTARA FMIPA UGM DAN FMIPA UNM
Pada hari Senin tanggal 22 September 2018, utusan dari FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) yaitu Dr. Awi Dassa, mengunjungi FMIPA UGM untuk menyerahkan MoU antara FMIPA UGM dan FMIPA UNM yang sudah ditandatangani kedua pihak. Dr. Awi Dassa yang menjabat sebagai Ketua Jurusan Matematika UNM diterima oleh Dr. Edi Suharyadi selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Kerjasama FMIPA UGM.
Dalam kesempatan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti MoU dengan kegiatan-kegiatan yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Agenda terdekat adalah kunjungan tim Departemen Matematika FMIPA UGM ke UNM pada akhir bulan September tahun ini untuk inisiasi kolaborasi penelitian maupun kerjasama pengajaran. Adapun kemungkinan kegiatan berikutnya adalah program credit transfer untuk mahasiswa S1 UNM. Program ini baru akan mulai diselenggarakan oleh Departemen Matematika UGM.
Pada akhir pembicaraan, Wakil Dekan FMIPA Bidang Penelitian dan Kerjasama mengharapkan kegiatan-kegiatan yang sudah dimulai oleh Departemen Matematika UGM dan Jurusan Matematika FMIPA UNM bisa ditiru oleh departemen atau jurusan lain di lingkup fakultas kedua belah pihak. (IEW)
sumber: https://math.fmipa.ugm.ac.id/id/penyerahan-mou-antara-fmipa-ugm-dan-fmipa-unm/

Dalam memperingati Dies Natalis ke-63, FMIPA UGM memantapkan diri dalam penguatan inovasi dan internasionalisasi institusi di era industrialisasi 4.0. Penguatan ini tentu searah dengan program quick-win universitas dan tahapan pendalaman dalam kebijakan umum UGM 2017 – 2037.
Kemantapan tersebut terlihat dalam bidang akademik dan kemahasiswaan, yaitu Program Studi Ilmu Komputer, Matematika dan Statistika telah mendapatkan akreditasi internasional ASIIN pada 23 Maret 2018 silam. ASIIN merupakan lembaga akreditasi di Jerman pada bidang sains, informatika dan teknik.
“Demikian juga untuk Program Studi Kimia, juga telah mendapatkan reakreditasi internasional dari Royal Society of Chemistry (RSC) Inggris untuk periode 2018-2023,” ujar Dekan FMIPA, Prof. Dr. Triyono, S.U, Rabu (19/9) saat berlangsung puncak peringatan Dies ke-63 FMIPA UGM.
Dekan menuturkan di tahun 2018 ini Program Studi Elektronika dan Instrumentasi serta Program Magister Ilmu Komputer sedang mengajukan akreditasi internasional ASIIN. Visitasi untuk dua program studi ini akan dilaksanakan pada Desember 2018 mendatang.
“Selain pengajuan akreditasi internasional, Program Studi Elektronika dan Instrumentasi telah mendapatkan reakreditasi nasional dari BAN-PT pada 17 Juli 2018 lalu dengan peringkat A. Sementara itu, program studi lain, yaitu Ilmu Komputer, Matematika, Fisika, Geofisika dan Statistika di tahun ini juga tengah mengirimkan reakreditasi pada BAN-PT melalui sistim SAPTO,” tuturnya.
Untuk pengabdian pada masyarakat, kata Triyono, tahun 2018 ini telah memasuki tahun kedua kegiatan Community Development bagi masyarakat di kaki Gunung Merapi. Kegiatan atas kerja sama dengan Fuji Mountain Research Institute, Jepang, dalam proyek improved local disaster prevention dengan pendanaan dari JICA.
Pada tahun 2018 ini juga menjadi awal dimulainya program double degree dengan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dan National Central University, Taiwan. Sebanyak 4 mahasiswa Program Magister berangkat dan mengikuti program double degree ini.
“Tentu saja semakin bertambah program double degree di FMIPA UGM yang telah dirintis sejak tahun 2017 yaitu dengan Kanazawa University, Jepang dan Twente University, Belanda,” ujarnya.
Dalam puncak Dies ke-63 FMIPA UGM, Dekan juga mengutarakan berbagai peningkatan di bidang lain, seperti kemahasiswaan, penelitian dan berbagai raihan prestasi melalui berbagai kompetisi. Puncak dies juga diisi orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Sri Haryatmi Kartiko, M.Sc dengan judul Statistika dan Literasi Data Dalam Kapabilitas Lulusan FMIPA UGM di Era Industri 4.0. (Humas UGM/ Agung)
sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/17085-puncak.dies.ke-63.fmipa.ugm

Sigit Priatmoko Lulus Ujian Tertutup Program Doktor Fakultas MIPA UGM
Sigit Priatmoko, mahasiswa angkatan 2012 pada Program Studi Doktor Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada dengan bimbingan Tim Promotor: Prof. Dr. Triyono, S.U., Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Drs. Roto, M.Eng., Ph.D. dinyatakan lulus pada Ujian Tertutup Program Doktor di hadapan Tim Penguji pada hari Rabu tanggal 19 September 2018 dengan disertasi berjudul “Sintesis Komposit Fotokatalis Fe-N-TiO2/zeolit-Y/NiO untuk Produksi Hidrogen”.
Sigit Priatmoko sudah memenuhi salah satu syarat Ujian Tertutup berupa publikasi di Asian Journal of Chemistry, Vol. 28, No. 8, 2016 dengan judul “Preparation, Characterization and Activity of Ni and N co-doped TiO2 Photocatalyst in Degradation of Methylene Blue”.
Ujian Tertutup yang dilaksanakan di Ruang Sidang Gedung KPTU FMIPA UGM (lantai 2) berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dengan Ketua Tim Penguji: Dr.-Ing. Mhd. Reza M. I. Pulungan, S.Si., M.Sc. dan 8 anggota Tim Penguji yaitu: Tim Promotor, Prof. Dr. Chairil Anwar, Dr.rer.nat. Nurul Hidayat Aprilita, M.Si., Akhmad Syoufian, S.Si., Ph.D., Prof. Dr.rer.nat. Nuryono, M.S. dan penguji tamu dari Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro: Adi Darmawan, S.Si., M.Si., Ph.D.

Roadshow PKM 5 Bidang 2019
Tema: Pemahaman PKM dan PIMNAS Strategi Penyusunan Proposal PKM
24 September 2018
08.30 – 12.00
Auditorium Fakultas MIPA UGM
Narasumber: Dr. Med. Indwiani Astuti dan Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.

Diskusi Buku Antologi Puisi Fotografi “Kepundan Kasih”
Diskusi Buku Antologi Puisi Fotografi “Kepundan Kasih” karya Novi Indrastuti (penyair) dan Harno Depe (fotografer)
Pembahas : Ons Untoro
Senin, 17 September 2018
Pukul 15.00 – 17.30 WIB
Auditorium Fakultas MIPA UGM
Performance: Sanggar Lincak FIB UGM

Dosen UGM Kembangkan Pengolahan Minyak Nilam Ramah Lingkungan
Dosen Departemen Kimia UGM, Prof. Drs. Karna Wijaya, M.Eng.,Dr.rer.nat., melakukan pemberdayaan Komunitas Kimia Hijau yang terdiri dari lima mahasiswa Kimia UGM. Hal itu dilakukan untuk transfer teknologi pengolahan minyak nilam ke UMKM di Samigaluh Kulonprogo.
Ide ini tercetus setelah mereka melihat para pelaku UMKM minyak nilam nasional terhadap green chemistry atau green chemical process dalam pengolahan minyak nilam. “Pemahaman para pelaku UMKM dalam pengolahan minyak nilam masih terbatas atau masih belum sesuai dengan harapan para peneliti dan pengambil kebijakan,” ujar Prof. Karna, Senin (10/9).
Ia memaparkan penggunaan alat distiller daun nilam dari drum besi oleh para pelaku UMKM menyebabkan kontaminan karat besi masuk ke dalam minyak sehingga angka keasaman minyak tinggi. Hal itu, menurutnya, merupakan salah satu contoh proses yang tidak green.
Karna Wijaya menerangkan minyak nilam yang dihasilkan juga berwarna hitam dan tidak memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). “Salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya sistem pendidikan berkelanjutan tentang green chemistry di kalangan para aktivis green chemistry, baik di dalam maupun luar kampus,” ungkapnya.
Ia kemudian menjelaskan konsep Education for Sustainable Development (ESD) yang dicetuskan oleh Prof. Dr. Hans J. A. Van Ginkel, mantan Rektor United Nations (UN) University, dan sering diadopsi untuk mendidik para aktivis green chemistry di kampus Kimia UGM. Ilmu tersebutlah yang ia implementasikan ke UMKM Minyak Nilam di Kulonprogo.
Proses green yang diedukasikan, lanjut Karna, yaitu distilasi menggunakan distiller hemat energi yang dapat menghemat waktu hingga 33,3% dan biaya bahan bakar 35,5%. Selain itu, distiller ini juga dilengkapi perangkat pemurnian minyak nilam menggunakan adsorben bentonit-CaO.
“Pendidikan berkelanjutan tentang green chemistry di kalangan para aktivis akan berdaya guna jika dilaksanakan dengan mengikuti kaidah-kaidah ESD. Kaidah tersebut yaitu pengembangan kapasitas akademik dan kepemimpinan, pendidikan untuk menghormati hak-hak orang lain dan alam, serta pelatihan untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab” tuturnya
Prof. Karna Wijaya dibantu oleh dua dosen lain yaitu Nasih Widya Yowono, dosen Ilmu Tanah dan Mokhammad Fajar Pradipta, dosen Kimia. Selain itu, juga dibantu oleh dua mahasiswinya yaitu Farida dan Widi Kurniawati. Empat lembaga yang juga terlibat program ini yaitu Lab. Kimia Fisika FMIPA UGM, UMKM Surya Wulan, CV Fruitanol Energy, dan Pemerintah Desa Gerbosari.
“Untuk pendanaan, program ini memanfaatkan hibah Program Implementasi Education for Sustainability Development dalam Masyarakat 2018 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat, LPPM UGM,” terangnya.
Pengembangan sistem pendidikan berkelanjutan dari progam ini didasarkan atas empat pilar utama ESD, yaitu sosial, kultural, ekonomi dan lingkungan. Keempat pilar tersebut harus tercantum secara eksplisit dalam modul sistem pendidikan green chemistry. Setiap rangkaian target turut andil dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Karna berharap terbentuknya Komunitas Kimia Hijau di Departemen Kimia FMIPA UGM akan memberikan banyak dampak positif terhadap pendidikan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selain itu, terbentuknya jejaring Academic-Business-Government yang berorientasi pada pemberdayaan akan semakin menguatkan visi dan misi program kami untuk turut ikut andil dalam upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)” pungkasnya. (Humas UGM/Hakam;foto:manfatq.blogspot.com)
sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/17012-dosen.ugm.kembangkan.pengolahan.minyak.nilam.ramah.lingkungan