Sarasehan G13 Alumni FMIPA UGM Bahas Kontribusi MIPA dan Pengembangan Kepemimpinan Berbasis Sains

Keluarga Alumni Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (KAMIPAGAMA) menggelar Sarasehan G13 Alumni FMIPA UGM pada  19 September 2026. Kegiatan tersebut membahas peran ilmu matematika dan sains dalam pengembangan sumber daya manusia serta kontribusi bidang MIPA bagi masyarakat.

Sarasehan bertajuk “Sains-Teknologi Masihkah Relevan Untuk UGM?” menghadirkan Prof. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Widyanto Andono, Arief Prihantoro, dan Fieti Josefa Purba, mahasiswa Matematika UGM angkatan 2024. Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Daniel Oscar Baskoro.

Dalam kegiatan tersebut, turut dibahas upaya pengembangan kapasitas mahasiswa serta penerapan ilmu MIPA dalam kehidupan sehari-hari. Dekan FMIPA UGM menyampaikan bahwa kemampuan analitis yang dimiliki bidang MIPA dapat diterapkan dalam berbagai aspek, termasuk pengukuran kemampuan kepemimpinan dan manajemen.

Menurutnya, FMIPA juga berupaya membangun lembaga yang kredibel untuk menghasilkan pengukuran yang dapat menjadi pembanding bagi lembaga survei. Selain itu, FMIPA tengah mengembangkan alat ukur kemampuan leadership management berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Kita juga mengembangkan alat ukur leadership management berbasis AI. Kita tidak pernah melihat secara kuantitatif kemampuan seseorang, itu perlu diukur. Kemampuan orang MIPA itu mengukur dengan sistem dan tervalidasi,” ujarnya.

Selain pengembangan instrumen pengukuran, pembahasan sarasehan juga menyoroti pentingnya menumbuhkan minat terhadap sains melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengenalan sains dinilai tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran teori, tetapi dapat dilakukan dengan mengaitkan konsep-konsep sains dengan aktivitas yang dilakukan masyarakat.

Dalam sarasehan tersebut, turut ditekankan pentingnya pemahaman terhadap sains bagi seorang pemimpin. Pengetahuan sains dan kemampuan berpikir berbasis data dinilai dapat menjadi salah satu bekal dalam menghadapi berbagai persoalan dan mengambil keputusan.

Sementara itu, Fieti Josefa Purba membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa FMIPA UGM. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap lingkungan akademik yang dinilainya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.

“FMIPA sangat memfasilitasi mahasiswanya, FMIPA juga terbuka kalau kita mau berkembang, jadi sangat bersyukur bisa diterima di FMIPA,” ujar Fieti.

Sarasehan G13 Alumni FMIPA UGM menjadi ruang pertemuan antara alumni, akademisi, dan mahasiswa untuk membahas perkembangan MIPA serta relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat. Forum tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia berbasis sains, pengukuran yang terukur dan tervalidasi, serta penerapan ilmu MIPA dalam berbagai bidang.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas mahasiswa dan pengembangan pembelajaran sains yang aplikatif. Pengembangan alat ukur berbasis AI serta dorongan terhadap pemanfaatan ilmu MIPA dalam berbagai bidang turut berkaitan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Sementara itu, upaya membangun kepemimpinan yang berbasis data dan terukur mendukung penguatan tata kelola serta institusi yang efektif sebagaimana tercermin dalam SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Penulis: Meitha Eka Nurhasanah
Dokumentasi: Afiandina Sukma