MIPA Innovation Matchmaking Day 2026 Perkuat Kolaborasi FMIPA UGM dengan Industri

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan MIPA Innovation Matchmaking Day 2026 pada Kamis (24/9) di Auditorium Herman Johannes, Lantai 7, FMIPA UGM. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-71 FMIPA UGM tersebut mempertemukan sivitas akademika dengan perwakilan industri dan pemerintah untuk membuka peluang kolaborasi antara kapasitas keilmuan dan kebutuhan di berbagai sektor.

Mengusung tema “Connecting Industrial Challenges with Scientific Excellence”, kegiatan tersebut menjadi forum untuk bertukar pandangan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di luar lingkungan akademik. Pertemuan ini juga memberikan ruang bagi FMIPA UGM untuk melihat berbagai hal yang masih dapat dikembangkan melalui kapasitas keilmuan dan inovasi yang dimiliki.

Dekan FMIPA UGM Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang disampaikan oleh mitra dapat membuka ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan untuk melihat berbagai hal yang dapat dikembangkan bersama.

“Kita akan mendengarkan permasalahan-permasalahan yang akan disampaikan oleh narasumber, biar menjadi sesuatu yang terus dikembangkan.” ujar Prof. Kuwat.

MIPA Innovation Matchmaking Day 2026 menghadirkan narasumber dari sektor energi, jasa hulu migas, dan pemerintahan. Narasumber yang hadir antara lain sebai berikut. 

  • Ahmad Najihal Amal, Vice President Exploration Technical Excellence & Coordination PT Pertamina Hulu Energi; 
  • Lulut Sugianto, Vice President Upstream Services PT Elnusa Tbk; 
  • Teguh Suroso, Principal Innovation Geophysics PT Pertamina Hulu Energi; serta 
  • Roki Gangsar Winoto, Kepala Tim Kerja Asuransi dan Perlindungan Sosial, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI.

Dalam sesi diskusi, Ahmad Najihal Amal menyampaikan bahwa tantangan di sektor industri, khususnya bidang upstream, tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis. Berbagai aspek lain seperti ekonomi, politik, sosial, dan komunikasi juga perlu diperhatikan sehingga penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan dari berbagai bidang keilmuan.

“Di upstream sendiri juga fokus ke yang lain. Ada ekonomi, politik, dan sosial, komunikasi itu juga sangat diperlukan.” ujar Ahmad.

Kehadiran narasumber dari berbagai sektor memberikan perspektif mengenai kebutuhan dunia kerja dan tantangan di luar perguruan tinggi. Pertukaran pandangan tersebut juga membuka peluang bagi FMIPA UGM untuk menghubungkan keahlian akademik dengan kebutuhan industri dan pemerintah.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota fakultas dan mahasiswa doktoral  2025–2026. Melalui forum ini, peserta dapat bertukar gagasan dan membangun jejaring dengan berbagai pihak sebagai bagian dari pengembangan kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan dan inovasi.

MIPA Innovation Matchmaking Day 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertemuan antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dapat membuka ruang kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Afiandina Sukma