Enam ilmuwan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) tercatat dalam World’s Top 2% Scientists 2026 yang disusun berdasarkan indikator dampak sitasi publikasi ilmiah. Lima nama tercantum dalam kategori single-year impact, sedangkan satu nama tercatat dalam kategori career-long impact.
Pada kategori career-long impact, Prof. Drs. Sri Juari Santosa, M.Eng., Ph.D. dari Departemen Kimia tercatat dalam daftar dengan peringkat dunia 480.432. Kategori ini menggambarkan akumulasi dampak ilmiah seorang peneliti sepanjang perjalanan karier akademiknya.
Sementara itu, lima ilmuwan FMIPA tercatat pada kategori single-year impact. Kelima nama tersebut adalah:
Departemen Fisika
- Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng. | Peringkat Dunia: 248.880
- Prof. Dr.Eng. Kuwat Triyana, M.Si. | Peringkat Dunia: 252.992
Departemen Kimia
- Prof. Drs. Jumina, Ph.D. | Peringkat Dunia: 369.592
- Dr. Yehezkiel Steven Kurniawan, S.Si., M.Si. | Peringkat Dunia: 659.862
- Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D., Eng. | Peringkat Dunia: 982.465
Klasifikasi peneliti dilakukan berdasarkan bidang dan subbidang keilmuan. Dalam pembaruan 2026, data yang digunakan berasal dari basis data Scopus dan diperbarui berdasarkan snapshot Scopus per 1 Agustus 2026. Data career-long impact mencakup dampak sitasi hingga akhir 2025, sedangkan kategori single recent year impact didasarkan pada sitasi yang diterima selama tahun kalender 2025.
Perbedaan kedua kategori tersebut memberikan konteks yang berbeda terhadap capaian penelitian. Career-long impact menggambarkan akumulasi dampak ilmiah sepanjang perjalanan karier seorang peneliti, sementara single-year impact memberikan gambaran mengenai dampak penelitian pada periode terbaru.
World’s Top 2% Scientists ini dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin John P.A. Ioannidis dari Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository. Daftar tersebut disusun menggunakan indikator komposit atau composite score (C-score) yang menggabungkan sejumlah ukuran bibliometrik, antara lain jumlah sitasi, h-index, hm-index yang disesuaikan dengan jumlah penulis, serta sitasi terhadap publikasi berdasarkan posisi kepenulisan. Dengan demikian, pengukuran tidak semata-mata didasarkan pada jumlah publikasi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sitasi dan kontribusi kepenulisan.
Secara keseluruhan, pencapaian enam ilmuwan FMIPA UGM dalam World’s Top 2% Scientists 2026 selaras dengan komitmen FMIPA dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berkelanjutan. Capaian tersebut berkaitan dengan upaya penguatan kualitas pendidikan dan kapasitas akademik sebagaimana tercermin dalam SDG 4 (Quality Education), pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi dalam SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), serta penguatan jejaring dan kolaborasi akademik yang sejalan dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Penulis: Inna Mutifah



