FMIPA UGM Hadirkan Guest Lecture Bersama Dr. Rizal Fajar Hariadi, Bahas Riset Biomolekul hingga Biotech Startup

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan Guest Lecture bertajuk “Watching and Stretching Biomolecules: DNA Nanotechnology, Two Indonesian Students, and a Biotech Startup” pada Jumat (9/10). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Herman Johannes FMIPA UGM ini menghadirkan Dr. Rizal Fajar Hariadi, Associate Professor dari Department of Physics, Arizona State University, Amerika Serikat.

Dalam kuliah tersebut, Dr. Rizal memaparkan perkembangan riset di laboratoriumnya di Arizona State University yang melibatkan dua mahasiswa Indonesia. Riset pertama, yang dipimpin oleh Franky Djutanta, berfokus pada pengukuran sifat hidrodinamik bacterial flagella. Dengan menggunakan high-speed light-sheet microscopy, tim peneliti melacak difusi rotasional dan translasi dari flagella bakteri Escherichia coli yang telah diisolasi.

Data tersebut kemudian digunakan untuk memperoleh koefisien hidrodinamik secara langsung dengan memanfaatkan hubungan antara fluktuasi dan gaya hambat (drag) yang diperkenalkan melalui teori Einstein. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) pada 2023.

Riset kedua dipimpin oleh Gde Bimananda Mahardika Wisna dan mengembangkan dua platform berbasis DNA nanotechnology, yaitu MAESTRO dan HALOS. MAESTRO (Multi-directional DNA Origami Force Spectroscopy) dikembangkan sebagai perangkat spektroskopi gaya berbasis DNA origami yang memungkinkan peneliti mengamati dinamika konformasi biomolekul yang tidak terlihat melalui pengukuran dengan satu arah gaya. Sementara itu, HALOS merupakan biosensor DNA hairpin yang menggunakan jangkar kolesterol untuk mendeteksi asam nukleat secara nondestruktif di dalam sel hidup. Pengembangan kedua platform tersebut menunjukkan pemanfaatan DNA nanotechnology dan single-molecule biophysics untuk menjawab persoalan fundamental sekaligus menghasilkan teknologi yang berpotensi digunakan dalam bidang terapi sel.

Selain membahas pengembangan kedua teknologi tersebut, Dr. Rizal menjelaskan bagaimana hasil riset dari laboratorium dapat dikembangkan lebih lanjut hingga masuk ke sektor industri melalui sebuah biotech startup. Perjalanan tersebut menunjukkan proses pengembangan teknologi dari riset dasar hingga aplikasi yang dapat digunakan di luar lingkungan akademik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset biomolekul, DNA nanotechnology, serta peluang pengembangan hasil penelitian menjadi teknologi biomedis dan bioteknologi. Kehadiran peneliti Indonesia di lingkungan riset internasional juga memberikan gambaran mengenai kontribusi mahasiswa Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.

Kegiatan ini turut mendukung upaya penguatan pendidikan dan penelitian di bidang sains dan teknologi, khususnya melalui pertukaran pengetahuan antara akademisi, mahasiswa, dan peneliti dari lingkungan internasional. Hal tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education dan SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan kapasitas akademik serta pemanfaatan hasil penelitian untuk menghasilkan inovasi berbasis sains.

Penulis: Inna Mutifah
Fotografer: Akmal